[Freelance] Destiny

Tittle : Destiny

Author : Woohyun’s Wife (@Dinnamwoo )

Cast :
– Kim Myungsoo

– Lee Hyorin

Genre : Sad,Romance

Rating : PG-15

Note : Annyeong… ini bukan ff pertama aku,ini terinspirasi dari cerita temen aku sama pacarnya. Menurut aku ff ini ngga sedih tapi ngga tau kenapa pas temen aku baca dia nangis. ff ini pernah aku post di wp pribadi aku http://infiniteimagine.wordpress.com/ .

Recommended Song
You’re my sunshine – Elizabeth Mitchell
The one that got away – Katy Perry

***

Bisakah kita kembali seperti dulu?

seperti saat kau masih ada di sampingku?

Maaf jika aku baru menyadarinyaa,

Bahwa aku masih mencintaimu

“Saranghae hyo-ah”Ucap seorang pria berumur sekitar 17 tahun kepada seorang gadis yang seumuran dengannya “Hyorin-ah maukah kau menjadi pacarku”Lanjut pria tersebut. Bisa dikatakan pria itu tampan,bahkan sangat tampan tapi sayang dia terlalu tertutup pada setiap orang kecuali seorang gadis yang ada di depannya,seorang gadis yang dia cintai dari dulu ketika mereka masih bersahabat.

“Hyorin-ah bisakah kau menjawab pertanyaanku?aku tidak memaksa kau menjawab iya”Desak lelaki tampan tersebut “Myungsoo-ah aku tidak tau harus menjawab apa,a..ku..aku pun juga bingung dengan perasaanku sendiri”Akunya.

“Waeyo?bingung kenapa?”Tanya Myungsoo bingung dengan jawaban gadis yang ia cintai itu.

“akupun juga tidak tahu,aku selalu merasa cemburu jika melihat kau berjalan dengan wanita lain,apakah itu yang dinamakan cinta?”Terang gadis itu polos.

“Hyorin-ah jika aku mengatakan itu adalah cinta maukah kau menerima ku?”

“Jika itu adalah ya,aku perlu waktu untuk memikirkan semua ini Soo-ya”

“Tapi aku butuh jawabanmu sekarang Hyo”Desak Myungsoo yang tidak ingin menunggu lama untak hal seperti ini,karena itu akan membuatnya terus memikirkan hal yang tidak-tidak.

“Soo-ya jebal jangan mendesak aku seperti ini,aku juga butuh pertimbangan!kau tau sendiri eomma dan appa ku belum memboleh kan ku menjalin sebuah hubungan”Terang Hyorin.

“Tapi kan orangtua kita sudah saling kenal,mereka pasti memboleh kan mu”Ucap Myungsoo tidak terima.

“Aku tahu semua itu,tapi appa masih tidak mengizinkanku untuk pacaran Soo-ya meskipun itu dengan mu”

“Tapi kita kan masih bisa sembunyi-sembunyi”Belanya.

“tapi aku…”Ucapan Hyorin terpotong dengan sebuah sentuhan di bibirnya,sentuhan yang hanya sebentar tapi bisa membuat darah Hyorin berdesir,sentuhan yang berasal dari seorang yang dia belum tau perasaannya pada pria tersebut.

“Apakah kau mencintaiku?”Tanya Myungsoo pada gadis di depannya yang masih diam karena sentuhannya itu.

“N..ne”Ucap Hyorin terbata.

“Kalau begitu apakah kau mau menjadi kekasih ku?”Tanya Myungsoo lagi,dan dijawab anggukan malu-malu Hyorin.

“Jincha?!”Tanya Myungsoo antusias.

“Ne”Terlihat semburat merah di pipi gadis itu.

“Uwa!!jeongmal gomawo Hyorin-ah!!nan nomu nomu haengbokhae!!”Ucap Myungsoo seraya memeluk Hyorin erat,sangat erat seakan tak ingin melepasnya.

“Tapi bisakah kau merahasiakan ini dari orangtua kita?”Tanya Hyorin setelah Myungsoo melepaskan pelukannya di pinggang Hyorin.

“Ne aku akan menyembunyikan hal ini dari mereka”

“Gomawo~” Ucap Hyorin pelan,masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini.setelah itu mereka pulang kerumah,rumah mereka memang bersebrangan jadi Myungsoo bisa mengantar Hyorin sampai rumah tanpa harus takut eommanya marah.

@school

“Chagi nanti kamu tunggu di depan sekolah aja ya”Ucap Myungsoo setelah dia memarkirkan motornya.

“Ne,kalau begitu aku masuk kelas dulu ya”Ucap Hyorin seraya menginggalkan myungsoo menuju ke kelasnya. mereka memang tidak satu kelas,Myungsoo di IPA 1 sedangkan Hyorin di IPA 2,dan kelas mereka pun juga terpisah lantai,Myungsoo di lantai 1 yang merupakan unggulan sedangkan Hyorin di laintai 2.

Selama perjalanan Hyorin menuju kelasnya samar-samar ia mendengar ada beberapa siswa tengah berbincang.

“Hey kau tau tidak Myungsoo sunbae sudah punya pacar loh”Ucap salah satu gadis yang ada di lorong.

“Jincha?yah padahal aku sudah suka dengannya sejak pertama kali aku masuk sekolah ini loh,tapi memang siapa gadis beruntung itu?”Ucap gadis yang lain yang merupakan teman dari gadis tadi.

“Kalau tidak salah dia anak dari IPA 2″Hyorin pun langsung berlalu dari dua gadis itu yang sedang membicarakan tentang dia dan namjachingunya itu.

‘Tak ku sangkan beritanya sudah meluas seperti ini,segitu terkenalnya kah dia?’Gumam Hyorin setelah sampai di kelasnya.

“Hyorin-ah!!”Ucap Haneul di ambang pintu kelasnya.

“Mwoya?kenapa kau teriak-teriak?”Tanya Hyorin balik.

“Kau pacaran dengan Myungsoo?”Tanyanya antusias dan aku jawab dengan anggukan”bagaimana bisa?sejak kapan?”Tanyanya beruturut-turut.

“Bisalah kemarin dia menyatakannya padaku,awalnya aku bingung tapi akhirnya aku terima”

“Woah kau hebat Hyorin-ah,ku kira kau hanya bersahabat dengannya ternyata kalian punya perasaan yang sama”Ucap Haneul antusias “gundae Hyorin-ah kau tau kan kalau myungsoo mempunyai banyak penggemar?apa kau tidak takut dengan mereka?”Lanjutnya.

“Kalau itu soal nanti hahaha”Ucap Hyorin sambil tertawa. Selama pelajaran berlangsung dia hanya memikirkan apa yang akan terjadi padanya nanti jika semua orang tau kalau dia adalah yeojachingu dari seorang Kim Myungsoo,seorang yang sangat pintar di sekolah dan juga seorang yang menjadi primadona sekolahnya. Sedangkan dia?hanya seorang murid biasa.

*****

“Chagi ayo kita pulang!”Ajak Myungsoo setelah sampai di depan gerbang sekolahnya.

“Ne~”Ucap Hyorin,Myungsoo pun memberikan helm ke Hyorin,setelah Hyorin memakainya ia pun begegas naik ke motor besar Myungsoo

“Kajja!pegangan yang erat ya!”Ucap Myungsoo sedikit teriak

“Andwae!aku malu!”Balas Hyorin,muncul sedikit semburat merah di pipi gadis itu.

“Baiklah kalau begitu,jangan salahkan aku jika kau terjatuh ya chagi”Ucap Myungsoo dan langsung menjalankan motornya. Wushhh

“Kyaa~soo-ya!!”Ucap Hyorin yang kaget dan dengan sekali hentakan dia langsung memeluk Myungsoo “kenapa kau ngebut sekali sih?”Omel Hyorin seraya memukul pelan punggung Myungsoo.

“Kan tadi aku sudah bilang,pegangan kamunya aja yang gak mau nurut”Ucap Myungsoo cekikikan “oh ya chagi kita ke kedai es krim dulu yuk”Ajak Myungsoo saat sedang lampu merah.

“Tapi akunya gak bawa uang lebih”Ucap Hyorin seraya mengeratkan pelukannya di pinggang Myungsoo ‘hmm hangat,aku baru pertama kali merasakan seperti ini’Ucap Hyorin dalam hati.

“Aku yang bayar,ya?”Tanya Myungsoo lagi

“Ih tapi akunya gak enak sama kamu”Ucap Hyorin enggan

“Ya~sekali-kali saja ya?”Mohon Myungsoo

“Hmm yasudah terserah kau saja lah,tapi nanti begitu sampai rumah aku ganti ya uangnya”Ucap Hyorin masih tak ingin merepotkan Myungsoo

“Aish kau ini,untuk kali ini aku yang bayar saja”Ucap Myungsoo kesal

“Yasudah lah terserah kau saja”Ucap Hyorin pasrah

“Yeppee!!”Seru Myungsoo dan langsung menlajukan motornya dengan cepat

“Kyaa~soo-ya sudah kubilang jangan ngebut!!”Ucap Hyorin seraya mengeratkan pelukannya.

“Tada~kita sudah sampai chagi ayo masuk”Ajak Myungsoo seraya menggenggam tangan Hyorin

“Uwa suasananya enak soo-ya,sepertinya kau sering kesini ya?”Tanya Hyorin sambil melihat interior kedai ini,’menarik’gumamnya.

“Mari makan!!”Ucap Myungsoo setelah es krim yang mereka pesan sampai.

“Kkk~soo-ya jangan cepat-cepat makannya nanti kamu tersedak”Ucap Hyorin geli dengan kelakuan Myungsoo yang terlihat seperti anak kecil yang baru mendapatkan es krim dari eommanya

“Mhwoyha?khou thidakh makhan?”Ucap Myungsoo dengan mulut penuh dengan es krim.

“Ya~kau kalau makan jangan seperti anak kecil dong kau ini sudah kelas 3 SMA,masa makan es krim sampai belepotan begitu,sini majukan wajamu biar aku bersihkan”Omel Hyorin seraya mengelap bibir Myungsoo yang belepotan(?) Dengan es krim dengan tisu yang ada di sebelahnya.

Deg!

Jantung mereka berdetak lebih cepat,wajah Myungsoo pun semakin dekat dengan wajah Hyorin. Hyorin menutup matanya setelah dia merasa ada sesuatu yang menempel di bibirnya. Lembut,pikirnya. Myungsoo melumat bibir Hyorin lembut. Myungsoo pun melepas ciuman tersebut dan di lihatnya wajah Hyorin yang memerah.

“Aku lebih suka kau membersihkannya dengan cara seperti itu”Goda Myungsoo pada gadis yang masih menunuduk malu di depannya.

“Aish kau ini tidak tau suasana!!”Omel Hyorin seraya memukul lengan Myungsoo yang berada di depannya.

“Tapi kau senang kan?”Godanyanya lagi

“Ya~kalau kau mengodaku terus aku pulang nih”ancam Hyorin

“Ne ne aku gak akan menggodamu lagi,tapi ada syaratnya”

“Syarat?syarat apa?”Tanya Hyorin heran

“Kau harus menciumku lagi.hahahaha”Tawa Myungsoo pun meledak

“Aish jincha,yasudah aku pergi sajalah”Hyorin pun meninggalkan Myungsoo yang masih tertawa.

“Ya!ya!jangan marah!”Ucap Myungsoo seraya mengejar hyorin dan merangkul pundak hyorin. Mereka pun pulang ke rumah.

*****

Seperti biasa Hyorin berangkat sekolah bersama Myungsoo dan seperti biasa juga dia selalu mendapat cibiran sepanjang jalan menuju kelasnya dari murid di sekolahnya,apalagi kalu bukan topik tentang ‘Hyorin adalah yeojachingu Myungsoo’,yeah sudah 3 bulan ini dia selalu dicemooh oleh semua orang yang ada di sekolahnya,dan sudah 3 bulan juga Myungsoo tidak tau tentang ini,bukannya tidak tau tapi pura-pura tidak tau. Sebenarnya ia ingin sekali menolong gadisnya ketika di cibir oleh orang tapi apa yang bisa dia lakukan?dia hanya bisa diam tidak tau harus berbuat apa,jika dia menolong gadisnya dia takut kalau gadisnya nanti malah di perlakukan lebih parah,tapi kalau tidak juga dia merasa bersalah. Dia bingung harus berbuat apa?

“Hyorin-ah~”Ucap Myungsoo yang baru saja sampai di kelas Hyorin

“Waeyo?tumben kau kesini,ada apa?”

“Aku ingin bicara”Pintanya

“bicara apa?kenapa gak disini aja?”

“Gak bisa,ayo kita ke atap saja”Ucap Myungsoo seraya menarik lengan Hyorin menuju atap sekolah.

“Hyorin-ah aku ingin bertanya sesuatu padamu”Pinta Myungsoo

“Bertanya apa?”Tanya Hyorin penasaran

“Mm…apa kau tidak nyaman jika berpacaran dengan ku?”

“Kenapa kau bertanya seperti itu?kenapa aku harus tidak nyaman berpacaran denganmu?”

“Aku hanya merasa…ah molla tidak usah di pikirkan lagi,kita ganti topik saja”Myungsoo bingung harus berkata apa pada gadisnya,haruskah dia bilang kalau dia sering melihat yeojachingunya di cibir tapi resikonya Hyorin pasti akan marah padanya.

“Hmm terserah kau saja,sebenarnya aku penasaran tapi aku tidak keberatan kok kalau kamu gak mau kasih tau”Ucapnya seraya menyunggingkan senyum termanis yang pernah Myungsoo lihat.

“Chagiya~”Gumam Myungsoo manja

“Waeyo?kenapa tiba-tiba kau seperti ini?”Tanya Hyorin bingung

“popo~”Pinta Myungsoo dengan mata genitnya

“ANDWAE!!kau sudah pernah mendapatkannya tanpa izinku dan sekara….mmpphh”Ucap Hyorin terpotong dengan dengan bibir Myungsoo yang melumat bibirnya lembut,awalnya Hyorin terdiam tapi pada akhirnya dia membalas ciuman Myungsoo.

“HAHAH kau suka kan chagi?”Tawa Myungsoo meledak setelah mereka melepaskan ciuman mereka.

“ya~!tidak juga ko!”Ucapnya dengan muka merah seperti tomat.

“tapi kau tadi membalasnya kok”

“aniyo!!sejak kapan?aku gak ngebales ko”Ucap Hyorin angkuh

“perlu aku contohkan bagaimana sikapmu tadi?”Godanya

“aishh jincha!kalau kau masih membahasnya aku pergi!”Ucap Hyorin pergi meninggalkan Myungsoo dengan muka kesal.

“ya!tunggu aku!”Myungsoo pun mengejar Hyorin yang sedang berjalan menuruni tangga.

*disisi lain*

“kau lihat tadi?”Ucap salah satu murid yang baru saja melihat adegan(?) Myungsoo dengan Hyorin yang sedang berciuman.

“ne!sepertinya kita harus memberi Hyorin pelajaran!dia sudah berani-beraninya mencium Myungsoo sunbae!”Ucap murid satunya yang merupakan hobae Myungsoo dan Hyorin.
***

“hey kau sini!”Ucap murid yang tadi melihat kejadian di atap.

“cih!kau itu hobae ku beraninya kau memanggilku dengan sebutan ‘kau’!”Balas Hyorin sengit.

“aish jincha!ya kau jangan diam saja cepat tarik dia ke kamar mandi!!”Ucap salah seorang murid itu yang sepertinya si ketua pada teman-temannya. Hyorin pun di seret menuju kamar mandi.

@Toilet

BUG!

“ya!apa-apaan kau memukul sunbaemu sendiri!tidak sopan!”Umpat Hyorin pada hobaenya

“hah!ya kemarin kau ngapain berdua di atap sekolah hah?!”Tanya si ketua sambil menjambak rambut Hyorin.

“kami tidak melakukan apa-apa!”Bentak Hyorin

“tidak melakukan apa-apa ya?tapi kemarin aku melihat kalian berciuman!”Balas si ketua

“yasudah kalau memang kau melihat seperti itu berarti itu benar”Ucapnya enteng

“huh!kau tidak tau diri sekali sih?!dasar wanita rendahan!”Ucap si ketua asal.

“mwo?ya!yang wanita murahan itu siapa?!aku atau kau?!jelas-jelas itu kau ,kau mengejar lelaki yang sama sekali tidak menyukaimu dan melakukan apapun demi lelaki tersebut apa itu bukan wanita rendahan?!”Bentak Hyorin tidak terima.

“kau!”

BUG!

BRAK!!!

*disisi lain*

“sunbae-nim!”Panggil salah seorang hobae Myungsoo disaat Myungsoo sedang mencari Hyorin

“waeyo?”Tanya Myungsoo penasaran karena kelihatan sekali ada yang serius

“hhh….hyo..rin…hh…sunbae..hhh…”Ucap hobae itu terbata-bata karena habis berlari

“waeyo?!apa yang terjadi dengan Hyorin?”Tanya Myungsoo sambil menggoyangnya bahu murid itu

“Hyorin sunbae tadi di seret oleh segerombolan anak perempuan ke kamar mandi”

“MWO?”Myungsoo pun bergegas menuju kamar mandi,setelah sampai dia mendengar suara Hyorin yang sedang melawan.

BRAK!!

“su…sunbae”Ucap sang ketua terbata

Myungsoo melihat Hyorin terbaring dilantai “kalian apakan dia?!”Amarah Myungsoo “aniyo kami tidak melakukan apapun ko”Ucap mereka membela diri “tidak melakukan apapun?cih lalu kenapa bias dia pingsan seperti ini?!”Bentak Myungsoo lagi “tadi kami baru masuk lalu melihat dia sudah pingsan”Bohong sang ketua “aishh awas kalian aku akan membuat perhitungan pada kalian terutama kau!”Ucap Myungsoo sambil menunjuk sang ketua,Myungsoo pun membawa Hyorin ke rumah sakit terdekat,untuk memeriksakan keadaan Hyorin. Setelah sampai disana Myungsoo tidak bisa menghubungi keluarga Hyorin,karena mereka sedang berada di luar negri karna ada urusan pekerjaan,Myungsoo hanya menunggui Hyorin sendirian .

“eungh..kepalaku”Eluh Hyorin yang baru saja sadar

“Hyorin-ah neo gwenchana?”Ucap Myungsoo khawatir

“eumm..Cuma kepalaku sedikit sakit”

“kenapa kau tidak pernah memberitahuku kalau kau sering di bully seperti ini?”Amarah Myungsoo yang tertahan sejak tadi pun tak bias dibendung olehnya

“eum..kurasa itu tidak terlalu penting untuk kau ketahui Myungsoo-ya”

“mwo?tak perlu kuketahui?sebenarnya kau anggap aku ini apa hah?aku ini namjachingu mu!sudah sepantasnya aku tahu soal itu Hyorin-ah”

“aish sudah lah aku tidak ingin membahasnya lagi,kajja kau antar kan aku pulang”Ajak Hyorin seraya bangkit dari tidurnya

“yasudah ayo kita kerumah ku saja”Ajak Myungsoo sambil menuntun Hyorin berjalan

“aniyo kau antarkan aku pulang kerumah saja”Tolak Hyorin halus

“ya!appa dan eomma mu sedang tidak dirumah,lebih baik kau dirumah ku saja”

“tapi aku tidak enak dengan eomma mu”Tolaknya lagi

“ish kau ini seperti baru kenal eomma ku saja,kau itu sudah dianggap anak olehnya jdai tidak apa-apa”

“yasudahlah terserah kau saja”Ucap Hyorin pasrah

@Myungsoo’s house

“eomma aku pulang”Teriak Myungsoo sambil mengandeng Hyorin di sampingnya

“eo!Hyorin?tumben kau main kesini?”Tanya eomma Myungsoo

“oh itu tadi di sekolah ada masalah kecil dan Hyorin sedikit terluka,jadi aku mengajaknya untuk menginap disini karna eomma dan appanya sedang pergi keluar negri”

“oh yasudah Myungsoo-ya kau siapkan kamar untuk Hyorin,eomma akan membuatkan makanan”

HYO RIN’S POV

Sementara Myungsoo menyiapkan kamar untukku, aku membantu eomma Myungsoo untuk menyiapkan makan malam. Aku menanggap eomma Myungsoo seperti eommaku sendiri karena aku dan Myungsoo sudah bertetangga sejak lama. Dan aku juga sering memanggil eomma Myungsoo dengan sebutan eommonim bukan ahjumma.

“Hyorin-ah kau mandi saja dulu,kalau tidak ada baju ganti kau pinjam saja punya Myungsoo. Sepertinya dia masih punya baju yang kekecilan” Ucap eomma Myungsoo saat kami telah selesai memasak.

“oh ne eommonim, kalau begitu aku mandi dulu ya” Aku pun menuju lantai 2 dan berjalan ke kamar Myungsoo yang terletak di ujung. Setelah mengetok pintu dan dipersilahkan masuk aku membuka kenop pintu dengan pelan.

“Soo-ya aku pinjam bajumu yang paling kecil” Aku berjalan ke arah Myungsoo yang sedang tiduran di atas ranjangnya sambil berkutat dengan PSP berwarna hitam miliknya.

“kau ambil saja di dalam lemari ku” Ucapnya tanpa memandangku dan malah asik dengan PSP miliknya.

“ya!kau tuan rumahnya mana boleh aku membuka lemari mu,kalau aku menemukan barang yang tidak pantas aku lihat bagaimana?” Omelku tapi dia mengacuhkanku begitu saja dan tetap asik dengan PSPnya.

“ya!kalau kau tidak mengambilkannya aku bilangin eomma loh” Ancamku dan dia langsung mempause gamenya dan berjalan menuju lemari yang ada di pojokan kamar.

“ini!jangan mengancamku lagi oke?” Haha sepertinya dia ngambek padaku karena sudah aku ancam

“anak pintar~” Ucapku menepuk-nepuk kepalanya `pelan’ yah `pelan’ sangat `pelan’ muahahah

“ya appo!!!”teriaknya dan langsung memandangku dengan pandangan yang eum seram?molla pandangannya itu seperti pandangan orang yang akan membunuh orang . karena takut oleh tatapannya aku pun segera berlari keluar kamarnya dan meuju kamar mandi yang masih di lantai yang sama. Setelah selesain mandi dan berganti baju aku turun ke bawah dan munuju ke ruang makan, dan sudah ada eommoni dan abeonim yang tengah berbincang.

“eommonim Myungsoo mana?” Tanyaku setelah melihat tidak ada Myungsoo di situ.

“oh dia masih ada di kamarnya,Hyo-ya bisakah kau memanggilnya untuk makan malam?” Tanya eommonim yang sedang menata makanan di meja.

“oh ne eommonim” Aku pun langsung berlari menuju kamar Myungsoo, dan mendapati Myungsoo yang sedang asik bermain dengan PSPnya. Ckck apa dia tidak bosan bermain PSP terus dari tadi?

“Soo-ya kajja kita makan malam,eommonim dan abeonim sudah menunggu di bawah” Ucapku seraya duduk di sampingnya dan melihat dia yang sedang bermain game.

“ne sebentar lagi,kau turun saja dulu nanti aku akan turun setelah menyelesaikan game ini” Jawabnya acuh dan masih terfokus dengan gamenya.

“ya~!kau tidak boleh seperti itu Soo-ya eommonim dan abeonim sudah menunggu mu. Kajja palli~”Rengekku dan kaos yang sedang dia pakai menjadi sasaranku untuk ku tarik-tarik.

“aish jincha!aku akan turun sekarang” Dia segera menaruh PSPnya di atas meja di samping tempat tidur.

“ckck mana bisa tadi kau sangat lemah dan sekarang sering sekali merajuk padaku” Cibirnya

“terserah kau mau bilang apa yang penting sekarang kita turun, aku sudah lapar~” Aku segera menarik tangannya untuk keluar kamar. Setelah semuanya berkumpul kami memulai makan malam dan sesekali di selingi candaan dari ayah Myungsoo.

“Soo-ya nanti eomma dan appa mau ke rumah sakit untuk menjenguk teman appa yang sedang sakit,kamu jaga rumah ya sama Hyorin” Ucap eommonim saat kami sudah selesai makan malah dan sedang membereskan meja makan.

“ne eomma tenang saja selama ada Myungsoo rumah ini akan aman~” Ucapnya sambil menepuk dadanya.

“yasudah kalau begitu eomma dan appa pergi dulu ya,hati-hati di rumah” Setelah mereka pergi sekarang hanya tinggal aku dan Myungsoo di rumah,dan kami memutuskan untuk sekedar duduk-duduk di teras belakang rumah sembari melihat bintang-bintang di langit yang luas.

BACKSOUND : YOU’RE MY SUNSHINE-ELIZABETH MITCHELL

“Hyo-ya kau sudah tidak apa-apa kan?” Ucapnya disela-sela keheningan kami.

“eum aku sudah tidak apa-apa” Aku mengalihkan pandanganku kearahnya yang masih melihat bintang “maaf jika aku tidak pernah memberitahumu tentang ini”Lanjutku dan dia mengalihkan pandangannya dari langit kea rah ku yang masih betah melihat wajah datar yang memiliki banyak ekspresi di dalamnya. wajah datar yang selalu membuat ku terpana melihatnya. wajah datar yang mungkin mengecoh semua orang yang melihatnya. mungkin pertama kali melihat wajah itu menilai bahwa wajah itu adalah wajah angkuh yang sombong, tapi di balik semua itu banyak ekspresi yang tersimpan di dalamnya. Ekspresi yang aku suka dan hanya bisa dilihat oleh ku dan orang terdekatnya.

“kau tau?saat melihat mu tidak sadar kan diri seperti tadi aku berfikir sepertinya aku tidak benar menjagamu. Sebenarnya aku sudah sejak lama tau kalau kau suka di cibir oleh orang yang iri padamu karena bisa menjadi pacarku, pasti kau berfikir aku seorang pria pengecut yang membiarkan yeojachingunya di cibir oleh orang lain ya kan?aku juga berfikir seperti itu. Sebenarnya aku ingin menolongmu tapi aku takut,bukan takut aku akan di cibir oleh mereka juga tapi aku takut mereka malah akan semakin mencibirmu. Hyo-ya maukah kau memaafkan pria pengecut ini?” Aku merasakan cairan bening mengalir seperti sungai di pipi ku “dan bisakan kau tidak menangis untuk pria pengecut seperti ku?aku mohon jangan pernah menangis karena ku lagi, aku bukanlah pria yang pantas untuk ditangisi” Lanjutnya dan cairan bening itu seperti air bah keluar dari mataku dan membuat sungai kecil tadi menjadi lebih deras. Aku terisak pelang sambil membekap mulutku dengan tangan tidak berani mengeluarkan suara sedikit pun, karena aku merasa jika aku mengeluarkannya sedikit saja semua suara yang sudah aku tahan akan keluar dari mulutku.

AUTHOR’S POV

Melihat Hyo rin menangis Myungsoo pun memeluknya sangat erat seperti tidak ingin melepaskan wanita yang dicintainya itu. Dia merasa bertanggung jawab karena telah membuat wanita itu menangis karena nya. Isakan hyo rin semakin keras di dada Myungsoo, Myungsoo dengan hati-hati mengusap rambut Hyorin pelan seakan-akan jika dia menyentuhnya terlalu kuat wanita itu akan pecah berkeping-keping.

“Hyo-ya tolong jangan menangis karena ku lagi”Ucap Myungsoo pelan setelah tangis Hyorin mereda “aku mohon jangan menangis karena pria pengecut seperti aku lagi”Lanjutnya setelah tidak mendapatkan respon dari lawan bicaranya.

“bisakah kau tidak bilang bahwa dirimu pengecut?kau bukan pengecut Soo-ya, kau adalah pria yang baik dan banyak wanita yang mengagumi mu termasuk aku” Ucap Hyorin setelah menemukan suaranya kembali.

“ekhm Hyo-ya bolehkah aku menyanyikan sebuah lagu untukmu?” Ucap Myungsoo setelah meraka terdiam kembali.

“kau ingin menyanyikan lagu apa untukku?” Jawab Hyorin yang mulai menyunggingkan seyumnya kembali. “tapi jangan menangis lagi saat aku bernyanyi untuk mu” Lanjutnya lagi.

“ne aku tidak akan menangis lagi” Balas Hyorin seraya menunjukkan senyum terbaik yang dia punya.

“baiklah kalau begitu aku ambil gitar di kamarku dulu yah” Myungsoo berlari menuju kamar mengambil gitar dan dengan cepat kembali lagi.

“netral kan dulu suaramu,aku tidak ingin mendengar suara sumbang” Cibir Hyorin saat melihat Myungsoo masih terengah-engah habis berlari.

“dengarkan baik-baik oke?” Hyorin hanya membalas dengan anggukan.

You are my sunshine, my only sunshine

You make me happy when skies are gray

You’ll never know dear, how much I love you

Please don’t take my sunshine away.

Myungsoo bernyanyi dengan sangat indah hingga membuat hyo rin menganga melihatnya. Jujur dia belum pernah mendengar Myungsoo bernyanyi dan sekarang dia bernyanyi untuknya hanya untuknya.

The other night dear, as I lay sleeping

I dreamed I held you in my arms

But when I awoke, dear, I was mistaken

So I hung my head and I cried.

You are my sunshine, my only sunshine

You make me happy when skies are gray

You’ll never know dear, how much I love you

Please don’t take my sunshine away.

You are my sunshine, my only sunshine

You make me happy when skies are gray

You’ll never know dear, how much I love you

Please don’t take my sunshine away.

Please don’t take my sunshine away.

Please don’t take my sunshine away.

Myungsoo menyelesaikan lagunya dengan sangat indah hingga air mata Hyorin hampir saja keluar kalau saja dia tidak ingat perkataan Myungsoo kalau dia tidak boleh menangis lagi dan dia juga tidak ingin membuat Myungsoo khawatir lagi.

“eotte?bagaimana dengan suaraku?baguskan?” Ucap Myungsoo setelah menyelesaikan lagunya.

“menurutmu aku akan bilang apa?” Tanya Hyorin

“pasti kau akan bilang bagus yak an?” Ucap Myungsoo narsis(?)

“jika kau sudah tau jawabannya kenapa harus bertanya lagi?sudah yah aku mengantuk jalja” Hyorin beranjak dari kursi meninggalkan Myungsoo yang masih senyum-senyum sendiri.

Keesokan harinya

“eomma kami pergi sekolah dulu ya” Ucap Myungsoo saat mereka ingin berangkat sekolah

“ne soo-ya bawa motornya hati-hati ya” Pesan eomma Myungsoo

“hyo-ya pegangan yang erat” Perintah Myungsoo di tengah perjalanan dan langsung menaikan kecepatan yang membuat Hyorin terkejut dan langsung memeluk pinggang Myungsoo erat.

Setelah sampai di sekolah banyak pasang mata yang melihat mereka dengan tatapan yang berbeda-beda, ada yang melihat mereka dengan tatapan iri dan ada yang melihat mereka dengan tatapan mencibir. Tidak banyak perbedaan dari orang-orang yang melihat mereka saat sedang berada di atas motor dengan sekarang yang sedang menuju kelas, mereka berjalan berdampingan berjalan seperti seorang raja dan ratu. Menjadi perhatian semua orang.

“Soo-ya kenapa semua orang menatap kita seperti itu?” Bisik Hyorin polos

“haha Hyo-ya mereka itu iri pada kita” Myungsoo mengacak-acak rambut Hyorin dan membuat sang empunya menatapnya tajam

“Soo-ya jangan mengacak-acak rambut ku!!!aish jincha!” Hyorin pergi meninggalkan Myungsoo sendirian yang masih terkekeh kecil.

“ya!kau marah padaku?” Myungsoo memeluk Hyorin dari belakang dan berbisik tepat di telinga Hyorin

“ya!jangan memelukku di depan umum!!kau tidak lihat tatapan semua orang?!” Hyorin melepaskan pelukan Myungsoo dan segera pergi menginggalkan Myungsoo lagi.

“ya~Hyorin sayang jangan ngambek ya?” Rajuk Myungsoo seraya bergelayut manja di tangan Hyorin, dan akhirnya Hyorin menghentikan langkahnya dan langsung menatap Myungsoo kesal.

“Myungsoo sayang~ aku tidak marah padamu tapi kau jangan melakukan hal tadi di depan umum oke?kau tidak lihat kita menjadi tontonan siswa satu ssekolah eung?”Geram hyorin tapi masih menahan emosinya agar tidak meledak.

“jincha?kau tidak marah padaku?”Tanya Myungsoo lagi dengan menunjukkan wajah tanpa dosanya dan Hyo rin pun hanya mengangguk untuk membalasnya.

“okay!ayo sekarang kita menuju kelas!!” Teriak Myungsoo dan langsung menggandeng Hyorin menuju kelas Hyorin terlebih dahulu.

*****

Beberapa hari ini Hyorin merasa selalu pusing dan terkadang dia juga mimisan,dan tanpa sepengetahuan Myungsoo Hyorin pergi ke dokter untuk mengecek kesehatannya yang akhir-akhir ini menurun. Setelah menjalani pemeriksaan dokter memfonis Hyorin terkena kanker darah dan sudah stadium 2, Hyorin selalu menyembunyikan penyakitnya dari semua orang termasuk orangtua,sahabat dan Myungsoo. Diperparah dengan orang tuanya yang dalam waktu dekat ini akan bercerai karena ibunya memergoki ayahnya selingkuh dengan sekertaris pribadi ayahnya. Hyorin mengira selama ini dia adalah anak yang paling bahagia tapi kenyataan itu harus dia hapus dari benaknya. Myungsoo hanya tau kalau orangtua Hyorin akan bercerai tapi dia tidak tau dengan kondisi Hyo rin yang sebenarnya.

Setelah orang tua Hyorin bercerai dia memutuskan untuk hidup sendirian di Seoul, awalnya ibunya menawarkan untuk tinggal bersamanya di Mokpo daerah asalh ibunya tapi dia menolak dengan alasan ingin mencoba hidup mandiri. Dan Myungsoo masih setia menemani hari-hari Hyorin yang menurut hyorin sangat buruk.

*****

“Hyo-ya~!!” Ucap Myungsoo menyadarkan Hyorin dari lamunannya saat mereka sedang makan di kantin.

“mwoya?” Balas Hyorin seraya menyunggingkan seyum yang menurut Myungsoo itu adalah sebuah senyum paksaan.

“pulang sekolah nanti aku akan mengajakmu ke suatu tempat,kau mau ikut dengan ku kan?” Tanya Myungsoo ragu karena akhir-akhir ini Hyorin lebih sering berdiam diri di lamam kamar yang di sewa.

“eum oke aku ikut,tapi mau kemana?”

“nanti kau juga akan tau,yang jelas ini adalah tempat yang paling aku suka”

Pulang sekolah

Myungsoo mengajak Hyorin ke sebuah gunung yang mempunyai pemandangan yang sangat indah,dari sini mereka dapat melihat kota Seoul yang ramai oleh orang-orang yang akan pulang kerja.

“kau suka?mungkin terlihat biasa pada siang hari tapi pada malam hari akan sangat menarik,karena banyak lampu-lampu yang bersinar seperti bintang. Meskipun gunung ini gelap aku tidak pernah takut untuk dating ke sini pada malam hari,apa kau mau melihatnya?” Ucap Myungsoo panjang

“ne aku suka dan aku juga ingin melihatnya pada malam hari” Mereka menunggu agak lama hingga matahari benar-benar tenggelam dan menyajihkan kota Seoul pada malam hari yang sangat indah dengan banyak lampu disana sini

“eotte?kau suka?bukan kah sangat indah melihatnya dari atas sini?” Gumam Myungsoo yang masih asik dengan melihat kota Seoul pada malam hari begitu pula dengan Hyorin.

“Soo-ya bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” Tanya di sela-sela keheningan yang mereka buat.

“boleh, memangnya kau ingin bertanya apa?” Mungsoo mengerutkan dahinya heran dengan sikap Hyorin yang agak berubah.

“jika kau hidup di masa yang akan dating kau ingin menjadi apa?” Tanya Hyorin mengalihkan perhatiannya pada orang yang berada di sebelahnya.

“aku?” Tunjuknya pada diri sendiri “jika itu terjadi, aku ingin menjadi orang yang berguna baik semua orang,kalau kau?” Lanjutnya, hening untuk sesaat Hyorin masih belum menjawab pertanyaan Myungsoo.

“aku ingin menjadi angin” Ucapnya singkat sambil menatap pemandangan kota Seoul.

“kenapa?” Tanya Myungsoo heran karena Hyorin tidak memberikan alasan kenapa dia ingin menjadi angin.

“aku ingin menjadi angin” Ulangnya “karena aku ingin bebas seperti angin,ringan dan tanpa beban. Aku ingin terbang kemana pun aku mau, tidak dipusingkan dengan sesuatu seperti….perceraian” Hyo rin menundukkan kepalanya karena sudah tidak kuat menahan bendungan air mata yang ditahannya sejak tadi.

“sssttt uljima Hyo-ya ada aku disini, di sampingmu” Myungsoo mencoba untuk menenangkan Hyorin dari tangisnya hingga beberapa saat berlalu dan tangis Hyorin pun reda.

“Soo-ya jika aku sudah tidak ada, bisakah kau percaya angin yang ada di sekitarmu adalah aku?” Hyorin mengalihkan pandangannya lagi kea rah myungsoo yang masih berfikir.

“ne aku akan percaya itu tapi itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat ini Hyo-ya, karena yang menentukan takdir semua orang hanyalah tuhan dan kita tidak akan pernah mengetahui itu semua. Kita sebagai manusia hanya menjalankan kehidupan ini dengan baik dan tanpa beba,jadi jangan berfikir kau akan mati okay?”

“gomawo sudah mau percaya padaku” Ucap Hyorin seraya memeluk Myungsoo erat.

“sebaiknya sekarang kita pulang Hyo-ya karena ini sudah malam” Ajak Myungsoo dan mereka pun turun dari bukit dan segera pulang.

2 months later…

“Hyo rin-ah maaf kita harus mengakhiri hubungan kita sampai di sini,maaf karena aku sudah menyukai wanita lain selain dirimu,maaf karena aku baru bilang sekarang. Aku harap kau bisa menerimanya dan maaf karena aku sudah tidak bisa menjagamu lagi, sekali lagi aku minta maaf untuk semua kesalahanku selama ini padamu dan selamat tinggal” Myungsoo mengakhiri kalimatnya dengan pergi meninggalkan Hyorin di taman kota sendirian.

Hyo rin tidak menyangka semua ini akan terjadi padanya. Setelah Myungsoo mengakhiri hubungan mereka secara sepihak Hyorin seperti mayat hidup menjalani aktifitasnya,sekarang dia jarang berbicara pada siapa pun termasuk Haneul sahabat dekatnya,tadinya Haneul ingin memberi tahu orangtua Hyorin tentang keadaan anaknya itu tapi dilarang oleh Hyorin.

Siang itu Haneul sedang dalam perjalanan untuk berkunjung ke kamar sewaan Hyorin sekedar untuk menemani sahabatnya itu,tapi saat dia masuk kamar Hyorin dia melihat tubuh sahabatnya itu tengah berbaring di atas lantai yang dingin dengan hidung yang mengeluarkan banyak darah. Dengan sigap haneul memanggil ambulance dan membawa Hyorin ke rumah sakit. Setelah Hyorin ditangani oleh dokter Haneul menelefon ibu Hyorin karena ada sesuatu yang harus di bicarakan dokter soal kondisi Hyorin. Dan betapa mengejutkan untuk ibu Hyorin dan haneul saat mengetahui bahwa Hyorin di fonis oleh dokter terkena kanker darah dan sekarang telah memasuki stadium akhir dan hidupnya mungkin sudah tidak lama lagi.

“Hyo rin-ah kenapa kau tidak pernah bilang pada eomma kalau kau terkena kanker darah nak?” Ucap ibu Hyorin lirih, haneul yang berada di sebelahnya hanya mampu untuk menenangkan ibu Hyorin dan melihat Hyorin yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.

“ahjumma mungkin Hyorin tidak ingin memberitahu karena dia tidak ingin ahjumma cemas” Ucap Haneul memberi penjelasan pada ibu Hyorin yang sebenarnya dia juga tidak tahu apakah karena itu atau bukan.

1 month later…

Kondisi Hyo rin memburuk dan sudah tidak sanggup untuk hidup lagi,dia sudah tidak ada di dunia ini dan Myungsoo tidak tahu dengan keadaan Hyorin,karena Hyorin sendiri lah yang tidak mengijinkannya sewaktu di sadar dari komanya 2 hari sebelum dia meninggal.

Sepeninggal Hyorin,ibu Hyorin dibantu oleh Haneul membersihkan kamar sewaan yang dipakai oleh Hyorin, dan Haneul menemukan sebuah buku harian milik Hyorin dan dia memutuskan untuk membawa buku harian itu pulang. Dia membaca halaman demi halaman buku itu sesaat dia menangis saat membaca tulisan Hyorin.

Beberapa hari setelah haneul membaca buku itu, dia memutuskan membertahu semua itu pada Myungsoo, karena dia yakin cepat atau lambat Myungsoo pasti akan mengetahuinya juga.

To : Kim Myungsoo
Myungsoo-ssi bisakah kita bertemu?ada yang ingin aku sampaikan padamu

From : Kim Myungsoo
Dimana kita akan bertemu?

To : Kim Myungsoo
Di café dekat taman kota jam 04.00 PM kau bisakan?aku harap iya,ini menyangkut hyorin

From : Kim Myungsoo
Ne aku bisa,memang kenapa dengan hyorin?

To : Kim Myungsoo
Kita bicarakan nanti

Haneul pun segera bersiap-siap untuk pergi karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 03.30 PM. Setelah selesai ia langsung pergi menuju tempat dimana dia akan bertemu dengan mantan kekasih sahabatnya.

@starbucks café

HANEUL’S POV

“Haneul-ah ada perlu apa denganku?” Ucap seorang pria yang kuyakini adalah Myungsoo,di langsung duduk di depan ku dan memesan minuman.

“ini untuk mu” Ucapku seraya memberikan buku harian Hyorin padanya

“ige mwoya?” Dia terlihat bingung dengan buku yang aku berikan, dia hanya membolak-balik buku tersebut tanpa membuka lembaran yang ada didalamnya.

“itu buku harian milik Hyorin”Ucap ku datar dan tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi dingin.

“lalu kenpa kau memberikannya padaku?” Ucapnya masih dengan muka angkuh

“kau harus membaca apa yang dia tulis di dalamnya” Dia memandangku dengan dahi berkerut seakan-akan bertanya kenapa-aku-harus-membacanya?.

“dia sudah buka siapa-siapa ku lagi kami sudah lama putus,bukannya kau tau itu?” Sudah ku kira dia akan berbicara seperti ini. Dasar pria angkuh!

“tapi kau masih siapa-siapa untuknya dan aku juga tau kalau kalian sudah lama putus dan kau sudah membuatnya seperti mayat hidup,kau merubahnya seperti bukan Hyorin kau sudah merubah kehidupannya menjadi lebih rumit dari sebelumnya”Ucapku terbawa emosi,tapi aku harus menahannya karena ini belum klimaks dari apa yang akan aku beritahukan padanya.

“dan sekarang kami memiliki kehidupan kami masing-masing” Sentaknya

“yah kehidupan masing-masing,kau disini dan dia di alam yang berbeda”Sindirku padanya

“apa maksudmu berbicara seperti itu?” Tanyanya, sepertinya dia mulai penasaran.

“aku tau kau masih mencintainya Soo-ya~” Ucapku lebih lembut padanya supaya dia sadar bahwa selama inni dia masih mencintai Hyorin.

“jawab pertanyaan ku Haneul-ah ada apa dengan Hyorin jebalyo~”

“dia sudah tiada Soo-ya, Hyorin sudah pergi ke dunia yang baru” Dia kaget, dia memandangku seolaholah aku sedang menipunya.

“kau pasti bohong kan?tidak mungkin Hyorin meninggal,kau menipuku kan Haneul-ah?” Aku melihat setitik cairan bening itu menyeruak dari matanya dan mengaliri pipinya,dia menangis.

“aku tidak bercanda Soo-ya,dia sudah tiada dia sudah meninggal karena kanker darah yang dia derita” dan dia menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya yang sedang menangis,dia terliahat sangat frustasi.

“aku tau ini semua berat Soo-ya tapi cepat atau lambat kau harus mengetahui kenyataan ini walaupun awalnya Hyorin melarangku mengatakannya dank au juga harus kuat” Aku mengusap pelan lengannya untuk sekedar memberi kekuatan untuknya “maaf tapi aku harus segera pergi sekarang,jika kau ingin mengunjungi makamnya kau bisa dating ke tempat pemakaman di ujung kota,semoga kau bisa menerima semuanya dengan tegar Soo-ya” Setelah itu aku pergi keluar dari café,sekilas aku masih melihat Myungsoo yang masih menangis di meja tempat kami duduk tadi.

BACKSOUND : THE ONE THAT GOT AWAY – KATY PERRY

MYUNGSOO’S POV

Dia sudah tiada. Hyorin sudah tiada. Orang yang selama ini masih aku cintai sudah tiada. Apakah aku sedih?sangat! aku sangat sedih saat mengetahui dia sudah tiada. Aku terlalu egois untuknya, disaat dia mengalami kesulitan aku malah pergi meninggalkannya untuk wanita lain. Betapa bodohnya aku meninggalkan wanita yang selama ini menyayangiku demi wanita yang baru saja aku kenal.

Setelah bertemu dengan Haneul aku memutuskan untuk pulang ke rumah, tidak mungkin aku mengunjungi makannya sekarang karena ini sudah hampir malam. Setelah sampai rumah aku langsung menuju kamar dan membaca buku harian hyorin yang tadi di berikan oleh Haneul.

08 October 2011
Hari ini Myungsoo menyatakan cintanya padak, aku sangat bahagia karena aku juga sudah lama suka dengannya walaupun sebelumnya hubungan kami hanya sebatas sahabat saja. Dan dia juga menciumku, ciuman pertamaku. Aku sangat senang sekali, semoga hubungan ini bisa berlangsung sampai kami tua nanti J

12 October 2011
KYAA~!!!DIA MENCIUMKU LAGI!!!DIA MENCIUMKU DI ATAS ATAP!!!

Aku sedikit terkekeh dengan tulisan Hyorin yang begitu senang saat aku menciumnya di atap sekolah.

15 October 2011
Hari ini beberapa penggemar myungsoo mengganggu ku. Meraka mengatakan aku tidak cocok dengannya, apakah itu benar?apakah aku memang tidak cocok dengannya?tuhan ku mohon biarkan dia tetap disisiku.

21 October 2011
Para penggemar myungsoo menggangguku lagi,mereka membuatku terluka dan myungsoo menolongku dan membawaku ke rumah sakit karena kepalaku terbentur dinding kamar mandi.

2 November 2011
Eomma dan appa akan bercerai karena apa ketahuan berselingkuh dengan sekertaris pribadinya di belakang eomma. Tuhan kenapa kehidupanku jadi seperti ini?dan kenapa aku juga harus menderita kanker darah? Tuhan aku mohon biarkan Myungsoo tetap berada di sisiku karena hanya dia yang aku punya saat ini.

Aku meneteskan air mataku lagi saat membaca tulisannya dia begitu menderita tapi aku dengan egoisnya meninggalkan dia begitu saja.

8 November 2011
Dia memutuskanku demi wanita lain. Tuhan kenapa kau tidak mengabulkan doa ku agar dia tetap disisiku?Apa kau sudah tidak sayang padaku lagi?aku harus berbuat apa?Tuhan tolong beri aku jawaban.

Aku memutuskan untuk menutup buku harian Hyorin dan memilih untuk tidur, karena aku sudah tidak sanggup melihatnya sedih.

Keesokkan harinya

Hari ini aku memutuskan untuk berkunjung ke makam Hyorin,bagaimanapun juga aku harus kesana meskipun aku tau dia pasti tidak aka nada disana karena dia sudah di alam yang lebih tenang dari pada disini. Aku pergi menggunakan motor kesayangan ku sebelum kesana aku sempatkan membeli bunga lili putih, bunga kesukaannya. Disini aku hanya melihat banyak gundukan tanah dan di ujung sana aku melihat gundukan tanah yang masih basah dan kuyakini itu adalah makam Hyorin.

“Hyorin-ah maaf aku baru datang sekarang. Seharusnya aku malu untuk datang kesini karena aku telah meninggalkanmu demi wanita lain tapi aku menyesal,sungguh aku menyesal telah meninggalkanmu sendirian menghadapi semua cobaan yang diberikan oleh tuhan padamu. Sebenarnya aku masih mencintaimu,Hyorin-ah maukan kau memaafkanku?” Hening tidak ada jawaban, aku tau mana mungkin dia memberikan jawaban atas pertanyaan yang aku berikan.

“Hyorin-ah kalau begitu aku pergi dulu ya?aku janji akan sering kesini untuk menemanimu”Aku pun beranjak dari tempatku untuk meninggalkan makamnya

‘saranghae’ aku mendengar suaranya,suara yang aku rindukan tapi dimana dia?

“Soo-ya bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?”
“boleh, memangnya kau ingin bertanya apa?”
“jika kau hidup di masa yang akan dating kau ingin menjadi apa?”
“aku?”
“jika itu terjadi, aku ingin menjadi orang yang berguna baik semua orang,kalau kau?”
“aku ingin menjadi angin”
“kenapa?”
“aku ingin menjadi angin”
“karena aku ingin bebas seperti angin,ringan dan tanpa beban. Aku ingin terbang kemana pun aku mau, tidak dipusingkan dengan sesuatu seperti….perceraian”

Sekelebat ingat tentangnya yang ingin menjadi angin berputar di fikiranku.

“Hyorin-ah kau kah itu?”Bisikku “jika ya,aku juga mencintaimu dan selalu tetap mencintaimu”Lanjutku dan langsung berlalu pergi meninggalkan makannya. ‘aku akan selalu mencintaimu dan menjalankan hidupku dengan baik Hyo-ya. Ini semua hanya untuk mu’ Batinku.
****

Gimana?jelek kah?banyak typo bertebaran kah?jujur ini ff sad pertama yang aku bikin dan aku gak jago bikin yang kaya gini T_T bagi yang udah baca jangan lupa comment ya aku nerima saran sama kritikan kok asal yang membangun ^_^ dan maaf juga kalau alurnya kecepetan aku takut terlalu panjang T_T.

Advertisements

6 responses to “[Freelance] Destiny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s