LOVE STORY AFTER LONG WEEKEND [SEQUEL OF A LONG WEEKEND WITH…HIM!?] PART 1

Title :

Love Story After Long Weekend [ Sequel of A Long Weekend with … HIM!? ]

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin

Genre :

Romance, Friendship, and little bit Comedy

Rating :

PG17

Main Casts :

Son Naeun ( A Pink )

Kim Myungsoo / L ( Infinite )

Nam Woohyun ( Infinite )

and introducing ;

Kim Jongin / Kai ( EXO- K )

Other Casts :

Jung Eunji ( A Pink )

Lee Howon / Hoya ( Infinite )

Goo Woori ( Rainbow )

Park Chorong ( A Pink )

Son Dongwoon ( B2ST )

Do Kyung Soo / D.O ( EXO – K )

Type :

Sequel / Chaptered

Part :

1

Short Summary :

– ” Aku tidak peduli dengan pendapat dan tentangan orang tentang hubungan kita. Aku akan tetap bersamamu karena hanya aku yang tahu alasanku mencintaimu. Jadi sekarang, jangan pikirkan tentang orang lain. Tolong lindungi aku dan cinta kita.” — Naeun.

– ” Aku bad boy paling beruntung didunia karena memiliki yeoja sebaik dirimu. Akan kutunjukkan pada semua orang kalau aku memang pantas untukmu. Aku akan melindungimu dengan segenap jiwaku.” — Myungsoo / L.

– ” Aku akan hadir disetiap mimpimu sampai kau kembali padaku lagi.” — Woohyun.

– ” Noona, biarkanlah aku menjadi bagian dari hidupmu.” — Kai.

Before Story ( A Long Weekend with…HIM!? ) :

Part 1 Part 2 Part 3 Part 4 Part 5 Part 6 Part 7A Part 7B Part 8A Part 8B PROLOG Sekuel

***

Author POV

“…now I see..what love mean..~”

Myungsoo meletakkan gitarnya dan mengelus puncak kepala Naeun yang bersandar didadanya dengan pelan, ia dekap gadis itu sesaat kemudian ditatapnya dalam mata kekasihnya yang sejak tadi melamun itu.

“ …Naeun, tidurlah. Sudah beberapa lagu aku nyanyikan tapi kau tidak mengantuk juga.”kata namja itu.

Gadis itu hanya menggeleng, tatapannya masih kosong dan raut wajahnya benar-benar nampak sedih. Jika tak ada Myungsoo disampingnya, mungkin ia sudah guling-guling sendiri didalam kamar karena stress.

“ Aku tidak bisa, Myung. Aku tidak bisa..” ucap Naeun terbata, sebelum airmatanya menitik lagi Myungsoo kembali memeluknya.

“ Aku tahu, tapi kalau kau mengisi harimu dengan sesuatu yang menyenangkan, dua tahun itu tidak akan terasa.”bujuk Myungsoo.

“ Kau benar, tapi aku belum sanggup.. baru tiga hari saja aku merasa menderita.”

“ Kau pasti sanggup. Disini masih ada kakakmu, Eunji, Hoya, dan..aku. apa yang membuatmu tidak sanggup?”

Naeun menangis lagi, Myungsoo sampai tak mengerti mengapa gadis itu sedemikian sedihnya.

Naeun harus ditinggal oleh kedua orangtuanya ke luar negeri untuk bekerja selama dua tahun, awalnya gadis itu mencoba memahami tuntutan kerja kedua orangtuanya, namun ketika ia sadar ia ditinggal berdua dengan kakaknya, Dongwoon, ia menangis lagi.

“ Dongwoon oppa..” lirih Naeun.

“ Dongwoon hyung? Ada apa dengan dia?”tanya Myungsoo.

“ Dia sangat otoriter, salah sedikit saja aku dimarahi, aku tahu dia begitu karena ia baru putus dari pacarnya.”adu Naeun, ia memang tidak terbiasa diperlakukan secara otoriter oleh orangtuanya.

Myungsoo tersenyum tipis, ” Naeun, apa kau tidak ingat aku juga pernah melewati masa seperti ini? Bahkan lebih dari dua tahun, aku dididik dengan keras oleh ayah kandungku, meski menderita aku masih bisa hidup sampai sekarang.. jadi tenang saja, kau pasti bisa menghadapinya, aku akan membantumu.”

” Itu dia masalahnya.”

” Ada masalah lagi?”

Naeun mengangguk sedih, ” Dongwoon oppa sama sekali tidak setuju dengan hubungan kita. Ia sudah mulai membatasi pertemuan kita. Ottokhae? Selama ini itulah yang jadi pikiranku.” Naeun terisak lagi, Myungsoo sontak bengong karena baru tahu sang kakak ipar tidak merestuinya.

” Jadi ini alasannya mengapa kau selalu memintaku datang lewat jendela dan duduk di atap?” tanya Myungsoo, Naeun mengangguk, gadis itu semakin erat memeluk Myungsoo *woooo kesempatan peluk-peluk -___- #plak!*

“…jangan dipikirkan lagi, aku akan mengatur semuanya. Kita pasti akan terus bertemu, percaya padaku.”kata Myungsoo yakin, “…sekarang tidurlah.”

Naeun mengangguk, Myungsoo pun melepas pelukannya dan bersiap untuk turun dari atap yang kini ia duduki bersama Naeun.

” Hati-hati, jangan sampai Dongwoon oppa melihatmu.”kata Naeun khawatir.

” Tenang saja. Kalau begitu aku pulang yah. Tidurlah. Jaljayo.”

Naeun tersenyum, ” Myungsoo..”

” Ne?”

” Nado jaljayo, jeongmal saranghae.”

Myungsoo membalas senyuman polos Naeun sembari mengecup kening gadis itu singkat, ” Mianhae, tapi aku lebih mencintaimu..”

***

Naeun berlari kecil menuju kantin sekolah siang itu, ia baru saja menyelesaikan ulangan prakteknya dan keluar duluan. Myungsoo, Hoya, dan Eunji masih berada di laboratorium, Naeun akan menunggu mereka di kantin.

” Yah.. penuh.”gadis itu celingukan ketika memasuki kantin yang ternyata sudah penuh.

“…aaa..! Akhirnya!” Naeun spontan berlari kearah meja yang nampak kosong.

” Heeeee!!! Ini tempat kami!!”sekelompok siswa tiba-tiba memarahi Naeun yang dengan watadosnya sudah duduk di bangku meja tersebut.

” T..tapi..tapi kan aku yang duluan..”kata Naeun melas.

” Enak aje! Minggir sana!”

” Ga mauuu!”

” Minggiirrrr!!!” siswa-siswa tersebut mulai menarik-narik Naeun, mereka berani melakukannya tentu karena tak ada Myungsoo disana.

” Lepaskan dia. Minggir kalian.”

Sontak para siswa tersebut melepaskan Naeun dan memberi hormat kepada seseorang yang tiba-tiba datang itu.

” Mianhae, Woohyun sunbae..”mereka meminta maaf, Woohyun mengangguk dan merekapun pergi.

Naeun justru lebih ketakutan sekarang, rasanya ia ingin pergi namun tatapan Woohyun membuat tubuhnya seakan terkunci.

” Duduklah.”namja itu berusaha bersikap wajar meski masih nampak kelicikan dari wajah tampannya, Naeun hanya mengangkat bahunya, hingga Woohyun yang mendudukkannya.

Kini gadis itu menunduk dan tak sudi menatap mantannya itu, jika ia ingat isi diary Myungsoo rasanya ingin ngepret (?) sunbae satu ini sekarang juga.

“…ini sudah kesekian kalinya aku ingin bicara denganmu. Kau sendirian, kan? Kuharap kali ini aku benar-benar bisa bicara denganmu.”

Naeun tidak menjawab, gadis itu masih saja menunduk. Karena gemas, Woohyun mengangkat wajahnya.

” Kau yakin kita selesai?”tanya namja itu sambil menatap tajam Naeun.

” Seratus persen.”jawab Naeun yakin.

” Ini karena Myungsoo kan? Kau percaya apa yang ia katakan? Kau tidak percaya pada oppa?”

” Ini bukan karena Myungsoo. Tapi aku yang tahu dengan sendirinya!”

” Tapi kau belum memberi oppa kesempatan untuk menjelaskannya.”

” Tidak ada yang perlu kau jelaskan. Pergilah, anggap saja kita tidak pernah saling kenal.” Naeun memalingkan wajahnya, Woohyun semakin gemas, ia memegang tangan Naeun dengan erat dan memalingkan lagi wajah Naeun kehadapannya.

” Bagi oppa, kita belum putus dan tidak akan pernah putus.”kata Woohyun tegas, Naeun menggeleng kuat.

“…aku tahu kau berpacaran dengan Myungsoo. Silahkan, ia sangat mudah untuk disingkirkan, dua kali pertarungan, ia selalu jatuh didepanku.” sambung Woohyun, Naeun semakin takut dan hampir menangis.

” Pergilah.”kata Naeun singkat sembari menyeka matanya yang sudah berkaca-kaca.

” Aku mencintaimu, Son Naeun.”

” Aku tidak perca….”

Chu~

Woohyun mengecup pipi Naeun singkat. Gadis itu terperanjat, jika ini bukan sekolah yang memiliki peraturan mungkin ia sudah menampar Woohyun. Namun ia bisa bernafas lega karena tak ada yang memperhatikan mereka, jika ada pastilah kejadian ini akan sampai ketelinga Myungsoo.

” Oppa.. kau..” Naeun menahan kekesalannya setengah mati, Woohyun tersenyum sinis.

” Sampai bertemu di acara pesta kelulusan nanti. Ingat Naeun, kau tidak bisa pergi dariku.”kata Woohyun, ia pun berdiri dan meninggalkan Naeun.

” Ya Tuhan..” Naeun langsung menelungkupkan wajahnya diatas meja.

” Naeunnie, waeyo? Kita kelamaan yah..?” tiba-tiba tubuh Naeun diguncang oleh Eunji, Naeun segera kembali ke posisi awal dan menyeka pipinya yang agak basah.

” Sorry. Tadi prakteknya susah..”sambung Hoya.

Naeun mengangguk, ia melirik Myungsoo yang sejak tadi diam memperhatikannya, hendak membaca pikirannya rupanya. Naeun mencoba melupakan kejadian tadi, tapi kalau dilihat dari mata Myungsoo, namja itu pasti sudah tahu, meski ia diam saja.

” Kau sudah pesan?” Eunji duduk disamping Naeun, Naeun menggeleng.

” Yah.. kau mau apa dong?” Eunji mengambil daftar menu.

” Sama saja denganmu.”

” Kalian?” Eunji menatap Myungsoo dan Hoya.

” Sama juga.”jawab mereka kompak.

” Ck, kalian ini. Ya sudah.” Eunji pun menulis daftar pesanannya, kemudian ia berdiri untuk menyerahkannya ke pihak yang berwajib (?) *lu kira ibu kantin itu polisi apa thor–“*

Sementara itu Naeun memilih diam, mencoba mengingat-ingat hal apa saja yang penting bisa menutupi pikirannya tentang Woohyun barusan, Myungsoo terus menatapnya karena curiga. Hoya bengong memperhatikan mereka.

” Pesenan dateeeeeng..!” Eunji nongol dengan nampan ditangannya.

” YAAAAAAAAAAA!!!!!!!!”spontan mereka berteriak melihat makanan apa yang ada diatas nampan. Mi pedas cabe ijo, menu favorit Eunji.

” No protes. Katanya sama. Nih makan!” Eunji membagikan makanannya.

Merekapun makan dengan suasana awkward karena masing-masing sibuk neguk air akibat kepedesan. Suasana hening seketika saat terdengar pengumuman dari ruang guru. Ternyata pengumuman hasil nilai ulangan kenaikan kelas seminggu yang lalu.

” Remedi satu, nilai fisika pas KKM -___-“keluh Eunji ketika mendengar nama dan nilainya disebut. *remedi fisika pas KKM? nyahaha, author banget tuh -___- #plakk!*

” Ah elaaah.. remedi dua, fisika sama matematika -___-“sungut Hoya ketika namanya ikutan disebut.

” OMO! Naeun! Nilaimu seratus semua kecuali Fisika 98..” Eunji dan Hoya terkejut mendengar nilai-nilai Naeun yang disebutkan guru. Naeun mehe-mehe saja mendengarnya.

” Myungsoo, kau…” Hoya dan Eunji memutus kalimat mereka.

” Yaaa.. aku tahu remedi semua.”jawab Myungsoo santai.

” Mengapa begitu?” Naeun nampak kecewa karena di semua mata pelajaran Myungsoo diremedi.

” Selama ulangan aku sama sekali tidak belajar. Lagipula ini memang sudah biasa terjadi padaku setiap semester. Kalau aku tidak remedi, itu justru aneh.”

Hoya mengangguk karena sudah tahu persis Myungsoo seperti apa. Eunji cengo, sementara Naeun benar-benar terlihat kecewa.

” Kali ini lain, kau harus belajar!!!”kata Naeun tiba-tiba dengan berapi-api.

” Hah? Gak mau!” tolak Myungsoo cepat.

” Andwae. Kau harus belajar!!!”

” Shireo!!”

” Belajar!!”

” Ga mauuuuuu!!!!”

” Nanti aku temenin, belajar pokoknya!”

” Iih, gak mau!”

” Harus mau!!!!

” Nggaaaa!!!”

” Ini udah pacaran masih aja kayak tom and jerry -___-” Hoya dan Eunji geleng-geleng kepala melihat perdebatan Myungsoo dan Naeun.

” Pokoknya Myungsoo harus belajar hari ini!”

Sore itu Naeun tengah memasukkan buku-bukunya kedalam ransel besar. Ternyata ia ingin kerumah Myungsoo. Ia tak bisa membiarkan pacarnya itu tidak belajar.

” Mau kemana kau?” Dongwoon tiba-tiba nongol diambang pintu kamar Naeun.

” A..anu..ke..kerumah Eunji. Belajar.”jawab Naeun gugup.

” Bukannya ulangan kalian sudah selesai?”

” Kan ada remedi, oppa.”

” Kau remedi??!” Dongwoon langsung memicingkan matanya.

” Tidak. Aku tidak remedi.”

” Berapa nilaimu?”

” S..seratus.”

” Ada yang tidak seratus?”

Naeun mengangguk pelan, ” Ada.. Fisika, 98.”

” Mwo!? Babo kau ini! Makanya belajar!!”omel Dongwoon. Naeun tersentak, meski ia tahu sang kakak adalah orang yang perfeksionis, tetapi baru kali ini ia disebut babo gara-gara nilai 98. Memang, Dongwoon pantas berkata seperti itu karena sejak dulu ia tidak pernah dapat nilai rendah, bahkan saat pengumuman hasil nilai ujian masuk universitas, Dongwoon merupakan peraih nilai tersempurna se-Korea. Tetapi tetap saja Naeun sebal karena kakaknya itu selalu menganggap remeh dirinya.

” Makanya ini mau belajar.” Naeun pun memakai ranselnya.

” Kajja, oppa antar kerumah Eunji.”

” Eh.. tidak usah. Naeun berangkat sendiri, sepeda Naeun nganggur tuh, hehe.”

” Beneran? Yaudah sana. Hati-hati.”

Naeun tersenyum bahagia, ia pun segera berpamitan dan naik keatas sepedanya.

“…Naeun!” Dongwoon kembali memanggilnya.

” Nde?”

” Kalau kau menemui Myungsoo, awas kau.”

Naeun hanya mengangguk pelan, ia segera ngacir menuju rumah Myungsoo.

” Mending kerja daripada belajar.. haha, jangan harap aku mau buka buku! Aku alergi sama yang namanya buku pelajaran..” Myungsoo tertawa penuh kemenangan karena yakin Naeun tak akan menemukannya di rumah, ia melarikan diri ke cafe dan memilih bekerja sampai malam meski besok ia harus remedi.

“…eh, ada pelanggan!” Myungsoo yang sejak tadi duduk di bangku kasir langsung menghampiri pelanggan yang baru datang itu, si pelanggan yang agak aneh karena ia menutup wajahnya dengan daftar menu.

“…selamat datang, mau pesan ap….”

” Ooh.. jadi kau disini!? Pantes kucari dirumah ngga ada! Dasar L Kim!!” Si pelanggan yang ternyata Naeun itu langsung menginterogasi Myungsoo.

” Ehh.. tamat riwayatku -_-” Myungsoo mehe-mehe.

” Ayo belajarrr!!!!” Naeun langsung menggaet tangan Myungsoo.

” Kyaaa! Shireo!! Aku bekerja!” elak Myungsoo.

“ Itu gampang! Kalau perlu aku mau menggantikanmu. Pokoknya kau harus belajar!!! Ini aku sudah bawa buku-bukunya biar kamu gak bolak-balik ngambil lagi.”

” Kau tidak dimarahi oppamu?”

” Dongwoon oppa? Aku membohonginya. Aku bilang aku ke rumah Eunji. Makanya, kau lihat kan betapa berkorbannya aku memperjuangkanmu agar kau bisa belajar!? Hargai aku.. :(” Naeun melas, Myungsoo jadi kasihan melihatnya, namja itupun mengangguk meski masih setengah hati.

“…kajja!” Naeun menarik Myungsoo menuju meja café paling jauh agar mereka bisa belajar dengan tenang.

Myungsoo duduk sembari menopang dagu, membiarkan Naeun yang kini asyik mengeluarkan beberapa buah buku tebal.

” Rasanya memang sulit kalau semua mata pelajaran ini kau selesaikan, babnya banyak banget.”kata Naeun.

” Tuh kan, mending gausah sekalian!”kata Myungsoo cepat.

” Enak aja! Justru ini harus tuntas. Terpaksa pake sistem kebut semalam. Daripada besok kau tidak bisa mengerjakan soal remedi..”

” Duh, yang ada ntar aku ngantuk!”

” Alasan, kau bisa minum kopi! Akan kubuatkan nanti. Ini, sekarang kita mulai bab pertama Biologi.”

“ Hmm..”

“ Baca yang bener! kalau ada yang gak ngerti tanya yah!”

“ Hmm..”

“ Jangan baca kilat begitu! baca yang teliti!!”

“ Diam! cium nih!” Myungsoo gemas karena Naeun begitu cerewet.

“ -_____-“

Merekapun belajar bersama sore itu di cafe. Naeun sama sekali tak lelah memaksa Myungsoo memahami apa yang ia ajarkan. Myungsoo yang tadinya malas mulai serius karena sesekali Naeun merayunya.

Tak terasa hari sudah malam. Naeun mulai tumbang (?), ia mengantuk dan tertidur dimeja cafe. Sementara Myungsoo tengah serius mengerjakan latihan soal dengan secangkir kopi.

” Andwae.. andwae!!”

Myungsoo terkejut karena Naeun tiba-tiba berbicara ditengah tidurnya. Wajah gadis itu nampak panik meski matanya masih terpejam.

“…andwae oppa!!! jangan paksa aku!! Jangan ganggu hidupku lagi huuuu~”

Dan gadis itu menangis, Myungsoo langsung mengguncang tubuhnya.

” Naeunnie.. kau baik-baik saja kan?!”tanya namja itu.

” Tolooong!!!”pekik gadis itu tiba-tiba, untung cafe sudah tutup, hanya ada mereka berdua disana.

Myungsoo semakin yakin, Naeun pasti sedang bermimpi tentang Woohyun. Myungsoo juga yakin pasti saat disekolah tadi Woohyun menemui Naeun ketika gadis itu masih sendirian di kantin.

” Naeunnie, tenang.. tidak ada siapapun disini kecuali aku.” Myungsoo mencoba menyadarkan Naeun.

” Tolooong! Hiks!!!” Naeun membuka matanya dan langsung menghambur memeluk Myungsoo dengan erat dan menangis ketakutan. Myungsoo mengusap-usap punggungnya dan mencoba menenangkannya.

“…aku mimpi buruk… aku..aku dipaksa.. aku dipaksa.. Woohyun oppa..~” tangis Naeun.

” Tenanglah.. tidak ada apa-apa.” Myungsoo berbisik pelan ditelinga gadis itu, tangis Naeun mereda.

” L Kim, tolong lindungi aku..”lirih Naeun, “…aku punya firasat buruk. Tolong lindungi aku.. aku tidak ingin kembali pada Woohyun oppa, aku hanya ingin bersamamu..”

Myungsoo terdiam, hatinya ikut tidak tenang mendengar lirihan Naeun, dalam hati ia merutuki dirinya sendiri yang belum bisa mengalahkan Woohyun.

” Aku pasti menjaga dan melindungimu. Jangan khawatir, Son Naeun.”ucap Myungsoo kemudian, Naeun sedikit merasa lega meski mimpinya tadi masih membuat gusar pikirannya.

” Gomawo. Mianhae membuatmu panik tadi.”

” Gwenchana..”

Merekapun melepaskan pelukan mereka.

” Janji jangan ngelindur lagi yah!”kata Myungsoo.

Naeun mengangguk dan tersenyum.

Ah, senyuman itu. Lagi-lagi membuat Myungsoo terpaku beberapa saat. Sudah berkali-kali ia diberi senyuman itu. Senyuman indah yang hanya ditujukan untuknya. Ia merasa seperti orang idiot jika sudah diberi senyuman itu oleh Naeun. Akal sehatnya bisa hilang beberapa saat.

Perlahan, namja itu mendekatkan bibir tipisnya menuju bibir Naeun yang masih mengukir senyum, gadis itu tertawa kecil karena tahu apa maksud Myungsoo, namun ketika jarak antara kedua bibir itu hanya tinggal beberapa inci lagi, Naeun segera mendorong pelan tubuh namja itu.

” Mana latihanmu!? Sudah selesai belum!?” tagihya.

” YA!! Kau ini, merusak suasana!”omel Myungsoo, ia segera kembali mengerjakan latihannya, Naeun tertawa polos.

***

” Kau dan Eunji belajar apa saja kemarin? Sampai jam 11 kau baru pulang!”

EHEK!

Naeun tersedak roti yang ia makan karena pagi ini sang kakak mengomel, semalam saat ia pulang Dongwoon tidak berkomentar, mungkin karena sudah mengantuk. Dan pagi ini Naeun baru disemprot.

” B..banyak kak.”jawab Naeun seadanya.

” Eunji banyak kena remedi? Bukannya dia lumayan pintar?”

Kali ini Naeun tidak bisa menjawab.

“…jangan bilang kau menemui Myungsoo.”lanjut Dongwoon dengan nada curiga tingkat dewa.

” A..ani! Aku tidak menemui Myungsoo!” elak Naeun, Dongwoon mencibir.

” Kau kira oppa gampang dibodohi, ha?’

” Aku tidak membodohimu.”

” Kau menemui Myungsoo kan!?”

” Tidak!”

” Yah yah baiklah, tidak. Tapi kalau oppa sampai tahu kau menemui namja itu, kau akan tahu akibatnya. Sudah sana masuk mobil! Oppa antar kau sekolah.”

Naeun menurut saja.

” Oppa belum tahu kapan oppa harus menemui guru atau kepala sekolahmu.”

” Menemui guru dan kepsek? Untuk apa?”

” Oppa harus meminta mereka untuk mengawasimu dan sebisa mungkin menjaga jarakmu dari Myungsoo. Kalau bisa kenaikan kelas nanti kau dan Myungsoo harus pisah kelas.”

Naeun terperanjat, tidak terima dengan tindakan yang hendak dilakukan sang kakak.

” YA!! Mengapa begitu!? Oppa tidak perlu berbuat seperti itu!”protes Naeun.

” Tentu saja perlu! Naeun, apa kau tidak sadar Myungsoo itu pengaruh buruk untukmu!? Dia berandalan, tidak pantas untuk yeoja sepertimu!”

Ck, lagi-lagi imej Myungsoo dijadikan alasan. Naeun tak mengerti mengapa banyak orang yang tidak simpatik pada hubungannya dengan Myungsoo hanya karena imej Myungsoo yang merupakan seorang bad boy, mungkin karena mereka tahu Naeun adalah gadis polos dan baik-baik. Naeun jadi benci pada mereka yang memandang Myungsoo dengan sebelah mata.

“…lagipula bukannya kau berpacaran dengan Woohyun? Mengapa sekarang kau dengan namja berandalan itu?”kata Dongwoon lagi.

Hah, kau kira Woohyun oppa bukan berandalan? Ia bahkan lebih berandalan daripada Myungsoo, omel Naeun dalam hati.

” Aku sudah putus darinya.”jawab Naeun singkat.

” Wae? Pasti Myungsoo yang menghancurkan hubungan kalian.” Dongwoon nampak sinis, Naeun makin kesal dengan kakaknya itu.

” Tidak. Aku dan Woohyun oppa putus karena aku sudah tahu siapa dia sebenarnya, dia bukan namja baik-baik!”

” Tahu darimana kau? Setahu oppa dia namja yang sangat baik. Oppa mengenalnya lama sebelum ia mengenalmu.”

Memang, tak banyak yang tahu siapa Woohyun sebenarnya karena namja itu pandai menyembunyikan kejahatannya. Dongwoon memang sudah lama mengenal Woohyun, tapi ia tak tahu kalau Woohyun suka mempermainkan yeoja.

” Nanti oppa akan tahu. Pokoknya ia bukan namja baik-baik.”jawab Naeun.

” Lalu apakah Myungsoo namja baik-baik?!” Dongwoon menyemprot lagi, Naeun sudah dongkol.

” Setidaknya ia lebih baik dari Woohyun oppa.”

” Hah? Oppa jadi penasaran dengan apa yang tidak baik dari Woohyun. Oppa yakin seratus persen kau putus dengannya karena pengaruh Myungsoo.”

Naeun geram, ia memilih diam daripada harus buang-buang energi melawan kakaknya itu.

“…jangan harap kau bisa bertahan lama dengan namja berandalan itu. Secepatnya oppa akan mencari cara untuk memisahkan kalian.”kata Dongwoon lagi ketika ia menghentikan mobilnya didepan sekolah Naeun.

Naeun tetap tak berkomentar, ia segera turun dan cepat-cepat masuk ke gedung sekolahnya.

TUK!

” Aw!!” Naeun terkejut karena tiba-tiba bahunya dilempar kerikil saat ia berjalan.

” Payah sekali kau ini, dilempar kerikil saja kesakitan.”si pelaku nongol dengan watados. Naeun gemas.

” Aku kaget, makanya bilang aw!”elak Naeun, “…lagipula kau ini tidak ada kerjaan, mengapa pake acara lempar-lempar segala sih!? Gak romantis banget!”

Myungsoo tertawa, ia mengelus rambut Naeun pelan.

” Kalau aku memanggilmu tadi, dan kakakmu yang masih mengawasimu di gerbang mendengarnya, gimana?”kata namja itu.

” Ah, ne. Kau benar.”

” Begini saja, kalau kau memasuki gerbang dan ada yang melemparmu dengan kerikil, itu pasti aku. Ini cara sederhana untuk bersembunyi dari kakakmu itu.”

Naeun mengangguk, ” Kerikil loh yah! Awas kalo batu!”

” Iya.. mana mungkin aku melemparmu batu, emangnya Woori..”

Woori. Ah, Naeun jadi ingat dengan gadis jahat itu. Apa kabar ia sekarang?

***

Kegiatan remedi hari pertama dimulai. Naeun mengantar Myungsoo, Eunji, dan Hoya yang remedi Fisika berjamaah (?) pagi itu menuju ruang kelas.

” Kau akan menunggu kami dimana?”tanya Eunji.

” Molla. Aku bisa jalan-jalan keliling sekolah atau duduk di taman.”jawab Naeun.

” Meskipun kelas tiga sudah selesai ujian, Woohyun sunbae masih sering datang ke sekolah. Jadi hati-hatilah.”pesan Hoya, Naeun mengangguk.

” Ke perpustakaan saja. Disana lebih aman.”saran Myungsoo, “…aku tidak tenang jika kau keliaran tanpa kami.”

” Arasseo. Kalian jangan pikirkan aku. Seriuslah dengan remedinya ^^”kata Naeun, kemudian dengan agak gugup ia memegang kedua bahu Myungsoo dan membungkukkan tubuh tinggi namja itu sedikit.

“…ingat kan yang kau pelajari kemarin? Awas kalau remedinya gagal!”ancam Naeun, namun setelah itu ia mengecup kening Myungsoo singkat, “…hwaiting^^”

Wajah Myungsoo memerah, ciuman Naeun seakan menjadi penyegar bagi kepalanya yang penat karena semalaman menghafal rumus. Hoya menatap envy kearah mereka sambil lirik-lirik dengan tampang ngarep kearah Eunji.

” Ecieee… udah yah capcipcupnya (?), ada yang ngiri nih.”kata Eunji sambil melirik Hoya, Hoya manyun.

” Haha, nde. Masuklah, serius yah! Good luck!”kata Naeun.

Myungsoo, Eunji, dan Hoya pun masuk kedalam kelas.

Waktu remedi pun dimulai, koridor dan halaman sekolah nampak sepi karena nyaris seluruh siswa kena remedi di pelajaran Fisika ini, hanya Naeun satu-satunya siswa yang tidak remedi. Di halaman dan koridor hanya terlihat siswa kelas tiga yang masuk sekolah.

Gadis itu berjalan menuju perpustakaan, namun niatnya untuk membaca pupus seketika saat ia melihat pintu perpustakaan ternyata masih tutup. Sekarang ia celingukan mencari tempat untuk ngadem, ia berjalan tak tentu arah menyusuri koridor sekolah.

” Anak pintar, sepertinya kau saja yang tidak ikut remedi.”

Jantung Naeun berdegup kencang ketika mendengar suara itu dibelakangnya. Suara yang sama sekali tak asing ditelinganya.

“…kau sendirian, eum? Mau oppa temani?”

Naeun semakin ketakutan karena suara itu semakin dekat, ia mempercepat langkah kakinya.

” Pergilah.”kata Naeun tanpa menoleh karena ia tahu Woohyun mengejarnya.

” Aku ingin pergi denganmu.”

” Aku tidak mau.”

Dengan mudahnya Woohyun menggapai tangan Naeun dan menariknya. Karena pegangan Woohyun belum begitu kuat, Naeun berhasil melepaskan diri dan berlari menjauh dari namja itu. Namja itu hanya tertawa sinis melihat ketakutan Naeun.

Naeun terus berlari meski tak menemukan sosok Woohyun lagi dibelakangnya, hingga karena kurang hati-hati, gadis itu menabrak seseorang.

BRUK!

Kertas-kertas yang dibawa oleh orang itupun berserakan dilantai.

” Heh!! Punya mata ngga sih!?”bentak orang itu.

Naeun merasa bersalah dan langsung membantu orang itu memunguti kertas-kertasnya. Dan gadis itu terkejut ketika melihat kertas-kertas tersebut. Semacam berkas-berkas perpindahan sekolah atas nama Go Woori …

_TO BE CONTINUED_

Haa.. mianhae, part ini pasti agak gimanaaa (?) gitu yah, kepanjangan pula 😥

Maaf juga yah si mas Kai (?) belum nongol, ntar lagi dia akan menggebrak (?) FF ini kok, keep reading yah ^^

Dimohon dengan sangat LIKE dan COMMENTnya, cepat tidaknya update ff ini tergantung jumlah LIKE dan COMMENT lho 🙂 ~

111 responses to “LOVE STORY AFTER LONG WEEKEND [SEQUEL OF A LONG WEEKEND WITH…HIM!?] PART 1

  1. Pingback: LOVE STORY AFTER LONG WEEKEND [SEQUEL OF A LONG WEEKEND WITH...HIM!?]_PART 4 | FFindo·

  2. Pingback: INTRO_Citrapertiwtiw | FFindo·

  3. Pingback: Rekomendasi fanfiction | Branllycious World(⌒▽⌒)·

  4. Pingback: [Recommended FF] A Long Weekend with… HIM!??? ㅡ Citra Pertiwi Putri | Hani Jung ♡·

  5. hiks, hiks…
    Hubungan Naeun gak di setujui sama Dongwoon. 😦
    Ih kenapa sih harus sampai gitu.
    Hah?!
    Woori ada disana? :O
    Pasti dia pengen bales dendam sama Naeun.
    Hiks, hiks…. 😥
    Naeun… Sabar ne? 😦
    Daebakk 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s