Death Poison

Title // Death Poison

Author // Aikyung Han (@strengthofaisya)

Cast // Jung Yui, Kim Eli, Lee Onew

Genre // Fantasy (failed), dark

Rating // PG15

Disclaimer // All the artis all belong to themselves and God.

Notes // Maaf kalo karakter pemerannya dibuat seperti ini. Harap maklum karena ini hanya fanfic biasa.

Dan settingnya sengaja dibikin seperti Harry Potter dengan beberapa istilah yang disamarkan. Jadi jangan bingung ya ^^

I NEED YOUR COMMENT!!!

Death Poison © 2012 Aikyung Han

“Masukkan bezoar ke dalam ramuan kalian masing-masing, dan lihatlah reaksi apa yang akan terjadi setelahnya,” ujar Profesor Eli Kim dengan tubuh tinggi tegapnya yang berjalan melewati deretan murid-murid. “Buatlah essay tentang pelajaran hari ini, serta kesimpulan yang kalian dapatkan untuk masing-masing efek bezoar yang dimasukkan ke dalam ramuan.” Profesor Eli Kim mengibaskan jubah abu-abu gelapnya ketika dia telah sampai didepan kelas dan berbalik menghadap murid-muridnya yang masih berkutat dengan kuali ramuannya.

“Setiap ramuan akan memberikan efek yang berbeda ketika bezoar itu dimasukkan.” Murid-murid Profesor Eli Kim sangat mengetahui, jika Profesor Ramuan mereka telah berbicara dengan nada seperti itu, maka itu tandanya pelajaran hari itu telah selesai.

“Selamat siang,” ucap Profesor Eli Kim dengan suara dalamnya yang khas kemudian pergi keluar ruangan.

Sementara Profesor Ramuan mereka telah menghilang dibalik pintu kelas, murid-muridnya tidak diperbolehkan keluar kelas jika bekas praktik Ramuan mereka masih belum beres. Karena sihir tidak diperbolehkan digunakan di dalam kastil, maka dengan sangat terpaksa mereka harus menunda jam istirahat mereka dengan membereskan semua bahan praktik mereka serta mencucinya secara manual—tanpa sihir.

Gumaman-gumaman berdengung mengalahkan suara lonceng kastil tanda jam istirahat dimulai. Murid-murid kelas Ramuan merasa iri dengan teman-teman kelas Ramalan, Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, dan kelas-kelas lainnya yang sudah bubar dan mengobrol sepanjang jalan menuju Aula Besar tempat mereka makan. Merasa lapar karena setengah hari telah mendengarkan berbagai teori pelajaran, murid-murid kelas Ramuan bergegas membereskan peralatan mereka cepat-cepat agar bisa bergabung bersama yang lain menikmati makan siang mereka. Tapi tidak dengan sepasang sahabat yang terduduk di ujung ruangan kelas.

“Tidak lapar?” tanya Onew Lee pada sahabatnya yang terlihat malas membereskan barang-barang praktiknya dan mengerjakannya dengan sangat pelan. Yui Jung, gadis yang diajak bicara oleh Onew itu mengangguk—sangat pelan hingga Onew nyaris tidak melihatnya.

“Lalu mengapa gerakanmu seperti siput? Lebih cepat!” jawab Onew, badannya bergoyang karena dia sedang mengibaskan tangannya untuk menghilangkan air bekas mencuci kuali.

Yui tidak merespon apapun, dia hanya melanjutkan kegiatannya memindahkan kuali-kuali dan pengaduknya ke tempat mencuci dengan tempo gerakan yang sama lambatnya dengan tadi. Onew mendecak melihat kelakuan sahabatnya itu dan membantu Yui membereskan peralatannya, karena peralatan Onew sendiri sudah beres.

“Kau ini kenapa?” tanya Onew gemas.

“Tidak apa-apa,” jawab Yui, kata-kata pertama yang didengar Onew dari bibir sahabatnya itu hari ini.

“Lalu apa yang membuatmu malas-malasan seperti ini? Waktu istirahat akan banyak berkurang karenamu,” Onew memasukan buku Ramuan untuk Tingkat Tiga karangan Amanda Stallone ke dalam tas Yui. Dia sudah selesai dengan barang-barang di atas meja, sementara Yui masih mencuci kuali-kuali dan pengaduknya.

“Onew, kau mau tidak membantuku membuat Ramuan Cinta?” tanya Yui tiba-tiba, dengan punggung yang menghadap Onew karena sedang mencuci.

“Hah? Ramuan Cinta?” ulang Onew, merasa sangsi akan pendengarannya karena perkataan Yui terasa sangat aneh.

“Yeah, Ramuan Cinta. Sejak tadi aku memikirkan tentang Ramuan Cinta yang ingin kuberikan kepada Profesor Eli Kim,” Yui menaruh kuali dan pengaduk yang dicuci di raknya masing-masing. Dia mengambil kain di samping tempat mencuci kemudian digunakan untuk mengeringkan tangannya.

“Ramuan Cinta untuk Profesor Eli Kim?” pekik Onew, tidak menyangka sahabatnya ini begitu tergila-gila pada guru Ramuan mereka hingga seperti ini.

Yui menganggukkan kepalanya lesu, masih belum bisa melupakan lirikan mata Profesor Eli Kim ketika melewatinya yang sedang mengaduk kualinya dengan susah payah tadi. Dia sangat berharap bisa memutar waktu dan memperbaiki imagenya di depan Profesor Kim. Setidaknya dengan menegakkan tubuhnya dan mengaduk dengan tenang, tidak akan membuatnya terlihat jelek di depan Profesor Kim seperti tadi. Yui kembali menghela napas dalam.

“Kau tidak tahu akibat dari Ramuan Cinta seperti yang disebutkan Profesor Kim?” Onew menaruh telapak tangannya di meja, mencondongkan tubuhnya ke arah Yui.

“Efeknya tentu saja membuat orang yang meminum ramuan itu menyukai si pembuat ramuan,” jawab Yui, pandangannya masih tidak bersemangat.

“Itu jika kau membuatnya dengan benar,” tukas Onew cepat. “Tapi… Apa kau tidak mendengar perkataan Profesor Kim tetang apa yang akan terjadi jika racikan ramuan itu salah?” Yui bahkan tidak mendengarkan perkataan Onew, atau lebih tepatnya pura-pura tidak mendengarkan.

“Ramuan itu akan berubah menjadi Ramuan Kematian!” Onew memberikan penekanan pada kata-kata terakhirnya—tetap saja tidak memberikan efek pada Yui yang menghiraukannya. “Itulah sebabnya Ramuan Cinta itu sangat sulit dibuat. Hanya beberapa penyihir lulusan Hogene yang bisa membuatnya,” tambah Onew, masih memberikan penekanan pada kata-katanya.

“Aku anggap kau setuju,” Yui bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya yang tadi sudah dirapikan oleh Onew. “Aku tunggu kau di halaman belakang rumah penjaga gerbang, seperti biasa,” Yui kemudian berjalan menjauhi Onew yang sedang menatapnya takjub.

-o0o-

Onew berjalan melewati pepohonan yang tipis sambil memasukan tangan ke dalam saku celananya. Saat ini sudah pukul delapan malam, waktu yang tepat bagi para penghuni Hogene untuk menghabiskan waktu istirahatnya sepuasnya. Sebelum pergi tadi, Onew bahkan sempat mendengar Daniel Ahn yang katanya nekat pergi menemui kekasihnya di dorm perempuan. Sebenarnya itu dilarang—bertemu diam-diam dengan penghuni dorm perempuan—selepas jam enam sore. Tapi anak muda sekarang mana ada yang tidak suka melanggar aturan.

Dia lupa menggunakan jubahnya malam ini. Setidaknya itu berguna, karena semakin jauh berjalan ke dalam hutan, semakin banyak ranting-ranting kering yang dapat membuat jubah tersangkut. Tapi Onew mengutuk kecil karena bukan jaket tebal yang digunakannya saat ini. Onew merasakan ujung-ujung jari dan telinganya menjadi dingin karena udara malam. Pemuda itu merapatkan sweater rajutan merahnya yang dihadiahkan Yui padanya dua natal yang lalu.

Diam-diam dia berdecak kagum, bagaimana seorang Yui Jung bisa berkeliaran di dalam hutan sendirian, malam hari pula. Onew sangat mengetahui bahwa Yui adalah pribadi wanita yang tidak takut apapun, tapi memasuki hutan di malam hari seperti ini hanya untuk membuat Ramuan Cinta demi Eli Kim adalah sesuatu yang membuat Onew terheran-heran. Gadis tipe pekerja keras sih boleh saja, tapi bekerja keras untuk sesuatu seperti ini membuat Onew lama-lama merasa muak.

Dia harus segera memberi tahu Yui mengenai ini. Harapan gadis itu pada Profesor Eli Kim itu hanya asap belaka, Eli Kim sudah mempunyai pasangan hidupnya sendiri—yaitu pekerjaannya. Yeah, dia adalah seorang freak. Sangat mencintai pekerjaannya sebagai satu-satunya guru Ramuan di Hogene yang dihormati. Eli Kim yang sangat menggilai pekerjaannya itu lebih sering berinteraksi dengan peralatan dan buku-buku ramuan di ruangan pribadinya daripada dengan sesama guru atau murid. Onew kembali terkagum dengan penampilan Eli Kim yang meyakinkan dan tampan walaupun dia terlalu banyak menghabiskan waktu dengan barang-barang di ruangan pribadinya. Jangan-jangan waktu yag dihabiskannya di dalam ruangan pribadinya itu adalah untuk bersolek, bukan meramu.

KREK

Onew menginjak ranting besar yang rapuh, menyebabkan satu-satunya bunyi di pekatnya malam yang mengelilinginya. Tunggu, ternyata ranting itu bukan satu-satunya bunyi, sepertinya Onew mendengar suara gesekan di kejauhan. Onew mempercepat tempo jalannya menuju arah suara gesekan tersebut. Tidak sampai dua puluh langkah, pemuda itu menemukan segenggam cahaya yang melayang dua meter di atas tanah. Itu sihir buatan Yui Jung, tentu saja.

“Yui,” panggil Onew cerah, merasa bahagia karena akhirnya menemukan seseorang yang bisa diajaknya bicara. Sebuah respon yang tidak disangkanya setelah menyelami gelapnya hutan belakang kastil menaikkan mood Onew; Yui membalas sapaannya juga dengan wajah cerah.

“Onew, akhirnya kau datang!”

“Apakah kau merindukanku?”

“Dengar, aku berhasil membuatnya,” potong Yui. Tangannya melambai-lambai menyuruh Onew datang mendekat.

“Membuatnya?” tanya Onew bingung.

“Ramuan Cinta, tentu saja,” jawab Yui tidak sabar. Dia menarik tangan Onew untuk berdiri di sampingnya sementara tangannya yang satu masih mengaduk ramuan itu di kualinya. Rupanya kuali dan sendoknya yang membuat suara gesekan yang tadi didengar Onew di dalam hutan.

“Serius?” Onew memicingkan matanya menatap kuali dan Yui bergantian.

“Apakah kau tidak melihatnya? Aku baru saja mengaduk yang ke seratus kalinya, tepat seperti apa yang tertulis di buku panduan,” Yui mengedikkan kepalanya ke buku Ramuan Lanjutan Yang Berbahaya karangan Jeremy Song yang melayang sejajar mulut kuali di sampingnya.

“Kau bahkan mencuri buku perpustakaan!” seru Onew.

“Aku tidak mencurinya, hanya meminjam,” Yui menarik sendok raksasa yang tadi digunakanya untuk mengaduk ramuan.

“Buku perpustakaan tidak boleh dipinjam hingga keluar area kastil,” Onew memperingatkan Yui persis dengan gaya yang biasa Yui lakukan jika sedang menasehatinya.

“Aku tahu itu, memangnya kau tidak tahu kalau perpustakaan Hogene itu adalah dorm keduaku di Hogene,” komentar Yui.

Onew berusaha mengeluarkan diri dari perdebatan tidak penting ini.

“Dengar Yui, ini tidak baik. Kau tidak perlu melakukan ini hanya untuk seorang Eli Kim—“

“Profesor Eli Kim,” Yui mengoreksi Onew, merasa tidak sopan jika Onew hanya memanggil Eli Kim dengan namanya.

“Yeah, dia. Dia adalah seorang freak! Maniak kerja! Workaholic! Untuk apa kau bersusah-susah hingga kedinginan di dalam hutan seperti ini demi seseorang yang tidak pernah menganggapmu ada?”

“Diam Onew,” Yui berkata dengan nada memperingatkan.

“Apa kau yakin ramuan yang kau buat tidak akan membunuhnya? Ingat apa yang dikatakan Profesor Kim bahwa—“

“Ramuan Cinta yang diracik dengan salah akan membawa kematian bagi peminumnya, yeah aku tahu itu,” potong Yui.

“Lalu?”

“Aku yakin ramuan ini 100% diracik dengan benar.”

-o0o-

Eli Kim menatap bingkisan berwarna hitam itu sejak lima belas menit yang lalu. Walaupun dengat ingatannya yang luas, dia tidak bisa mengingat bagaimana wajah murid yang mengiriminya bingkisan ini. Namanya Yui Jung. Dan Eli sama sekali tidak bisa mengingat orang seperti apa Yu Jung itu.

Profesor, saya Yui Jung.

Saya lihat Profesor sering terbatuk-batuk di kelas. Saya rasa itu dikarenakan pergantian cuaca yang drastis akhir-akhir ini, beberapa teman saya juga mengalaminya. Karena itu saya mengirimi Anda Buterbeer, semoga Anda sembuh setelah meminumnya.

Hormat saya,

Yui Jung

Seorang murid kelas ramuan tingkat tiga yang memperhatikan pelajaran Anda dengan baik.

Itu adalah tulisan yang tertera di kartu yang menempel pada bingkisan hitam di hadapannya. Eli Kim masih berusha mengingat seseorang bernama Yui Jung sementara tangannya mulai bergerak untuk membuka bungkusan dengan warna favoritnya itu.

Dua buah botol kecil seukuran tempat pensil menampakkan rupanya, cairan berwarna coklat seperti susu bergoyang di dalamnya. Eli Kim sangat menyenangi Buterbeer tentu saja, dia selalu membeli banyak ketika sedang berlibur ke desa Hogmund. Dan sangat kebetulan persediaan Buterbeernya habis saat ini. Tanpa mengecek ingatannya tentang Yui Jung untuk ketiga kalinya, Eli Kim menenggak minuman itu hinga tak bersisa.

Satu botol telah habis diminumnya, entah kenapa rasanya aneh tapi menyenangkan. Dia berniat membuka botol kedua ketika seseorang mengetuk pintu ruangannya.

“Masuk,” jawabnya tanpa berusaha ingin tahu siapa si pengetuk itu.

Seorang gadis dengan jubah ungu tua cantik masuk seperti apa yang dikatakan Eli Kim. Rambut gadis itu diikat setengah dan sisanya dibiarkan tergerai. Dia tersenyum penuh arti ketika mendapati Profesornya sedang meminum Ramuan Cinta buatannya.

“Profesor Eli Kim, saya Yui Jung,” kata Yui dengan khidmat. Saat ini dia sangat ingin terlihat feminim di depan Profesor idolanya. “Saya yang mengirimi Anda ramuan itu,” Yui menunjuk botol minuman yang dipegang Eli.

“Ramuan? Maksudmu Buterbeer?”

“Itu bukan Buterbeer, Sir. Itu adalah Ramuan Cinta yang saya buat untuk Anda,” merasa yakin bahwa ramuannya akan berhasil 100% pada Eli Kim, Yui berniat untuk mengatakan semuanya.

“Ramuan Cinta?”

“Iya, Sir. Saya menyukai Anda, dan seperti yang pernah Anda katakan bahwa Ramuan Cinta bisa membuat seorang peminumnya menyukai pembuat ramuan itu,” Yui Jung berkata dengan penuh percaya diri. Menurut buku yang dibacanya, khasiat Ramuan ini akan terlihat dalam lima menit, waku yang sangat cepat.

“Jadi ini bukan Buterbeer, melainkan Ramuan Cinta?” Eli Kim terlihat menegang di tempatnya berdiri. Pilihannya hanya ada dua sekarang: menyukai gadis yang belum pernah dikenalnya jika Ramuan ini berhasil, atau mati jika Ramuan ini gagal. “Apakah kau meraciknya dengan benar?”

“Tentu saja, Prof. Saya kan orang nomor satu di kelas Anda tentang Ramuan,” Yui Jung semakin percaya diri.

“Ini bukan masalah kepintaran,” hardik Eli Kim. “Darimana kau mendapatkan resep ramuannya?” Eli Kim memutar badannya menghadap Yui. Mereka terpaut lima meter jauhnya.

“Dari buku karangan Jeremy Song, Ramuan Lanjutan Yang Berbahaya,” jawab Yui santai.

“Apakah kau tidak membaca kata ‘Agak Berbahaya’ disana?”

Yui hanya menaikkan kedua bahunya, acuh.

“Beraninya kau melakukan ini pada guru—“ Eli Kim menjatuhkan botol Ramuan Cinta yang tadi digenggamnya ke lantai. Menyebabkan benda kecil itu memantul pelan di atas karpet ruangan pribadi Eli Kim yang tebal.

“Ahkk,” Eli Kim mengeluarkan suara seperti tersedak. Tangannya berpindah ke lehernya yang terasa sesak, seperti ada tangan tidak terlihat yang membekapnya.

“Profesor Anda kenap—“

DAK

Yui merasakan kepalanya sakit karena didorong paksa membentur dinding oleh Eli Kim. Pria itu menaruh lengan bawahnya di depan leher Yui, menekannya sehingga Yui tidak bisa melepaskan diri darinya.

“Kau begitu yakin dengan ramuan yang kau buat, apakah kau tidak tahu jika ramuan itu bisa berubah menjadi ramuan kematian jika salah diracik?”

“Ada apa, Sir? Menga—ahkk—pa Anda seperti ini?” Yui berusaha melepaskan lengan Eli Kim yang menganggu lehernya. “Anda membuat saya tidak bisa bernapas!”

“Tenang saja, akupun…hhh… merasakan hal yang sama,” Eli Kim mulai kehabisan napas karena cekikan sesuatu yang tidak terlihat di lehernya. Eli Kim membuka tutup botol Buterbeer palsu yang diambilnya dari lantai.

“Ramuan ini…hhh…sudah berubah menjadi ramuan ke..hh…matian, dan aku sudah terlanjur me..meminumnya,” Eli Kim terlihat kesuliat berbicara. “Jika…aku harus mati, maka kita akan ma…ti bersama,” katanya serak.

Eli Kim berusaha meminumkan ramuan itu pada Yui namun gadis itu menolaknya. Kepalanya menoleh kesana kemari demi menghindari serangan Eli Kim. Eli menggeram kesal. Dia meminum buterbeer palsu itu kemudian melepaskan tekanan lengannya pada leher Yui. Ramuan cinta yang masih menggenang dimulutnya dipaksakan masuk ke dalam mulut Yui melalui bibirnya.

Yui membelalak kaget merasakan bibir Eli Kim pada miliknya. Merasa lebih kaget lagi ketika Eli memasukan lidahnya untuk memudahkan akses ramuan itu tertelan oleh Yui.

Yui merasakan panas pada tenggorokannya. Sensasi tercekik yang tadi dirasakan oleh Eli akhirnya dirasakan juga olehnya. Gadis itu meronta dan memukul-mukul setiap inci tubuh Eli Kim yang bisa digapainya, berusaha melepaskan dekapan Profesor Idolanya ini yang juga dapat membunuhnya.

Panas pada tenggorokan itu pindah ke jantung mereka. Dan sekarang sensasi tercekik itu melanda jantung mereka. Seperti ada tangan gaib yang meremas jantung mereka hingga terasa sangat sakit.

Yui memekik dalam ciuman Eli Kim.

Dan tangannya berhenti memukul. Bahkan berhenti bergerak untuk selamanya.

Bibir mereka terlepas seiring dengan jiwa yang terlepas dari raganya. Kepala Eli Kim lunglai menyandari di bahu Yui. Tubuh mereka berdua merosot di dinding, lemas seperti benda mati karena sudah tidak memiliki kehidupan di dalamnya.

-o0o-

Onew menghadiri pemakaman menggunakan jas hitam yang jarang digunakannya. Kepalanya setengah tertunduk, khidmat mendengarkan lantunan lagu dan pidato berduka cita dari kepala sekolah.

Terdengar isakan tangis dari seorang wanita paruh baya yang duduk di barisan depan. Terang saja sedih. ini adalah pemakaman anak perempuan satu-satunya.

Aku sudah memperingatkanmu Yui Jung. Aku sudah memperingatkanmu.

-o0o-

Seperti yang aku bilang diawal, settingnya mengadaptasi Harry Potter. Jadi Hogene = Hogwarts, Hogmund = Hogsmeade, Guru Ramuan = mengacu pada Snape, pelajaran2nya sama dengan di Hogwarts, Buterbeer nggak aku rubah, hehehe.

Because I Love You reader :*

Visit my WP : http://hanaikyung.wordpress.com

17 responses to “Death Poison

  1. uwaa, ff nya seru :O jarang2 ada ff adaptasi dr harry potter kayak gini~
    Bahasanya mudah dipahami, n ceritanya menarik ^^b
    Sayang Eli n Yui nya meninggal di endingnya u,u padahal si Yui udah diperingatin ama Onew~

    • Huhuhu, makluk penggemar Harry Potter jadinya begini deh,
      tadinya pengen yang sihir2an, tapi kok ujung2nya malah jadi ramuan ya? udah gitu pemeran utamanya mengacu ke Snape lagi (padahal dia paling dibenci di Harpot), wkwkwk

      Jinjja? Makasih ya ^^

    • Eh? Kenapa dibikin ulang? Udah sempurna kok ceritanya, hwekekekek… *ketawa evil

      yang penting yang mati bukan onew *eh?*

      makasih udah komen ebry~
      muaaachh :*

      • yah jahat bener, onyu ny dtgl sndiri.. emg nasib tuu abg atu.. klo gak dtgl mati, diany yg mati.. hahaha..
        pdhl uda ngarep pas yui nya di cekek onyu dtg mnolong.. gak tau nya!!! iyaa sma2 :*:* jugaa..

        • Ih ih, aku mah nggak pernah bikin FF Jinki mati, its a big no…
          Masih belum tega melakukan itu, hekekekek…
          Oh ebry MVP juga ya?

          aahhh, rupanya ngarep kayak gitu ya?? biar Jinkinya jadi pahlawan gitu ya, oke oke deh, ehehe

          • iyaaa sii emg, tp yg lain tuuh bny bnr yg bkn onyu mati.. huh.. iya jgn.. kasiaaan, unyu2 gtu dbkn matii.. hahah.. yoyoiii, tp lg selingkuh dlu ama bng jjong… gyahahah *maruk
            hahahaha.. iyaa pngen ny gtuu.. tp sdh trlnjr crita nya jadii.. hahhah, tak apa lah.. kali iniii.. hahah

    • Asyik?? Masak sih? Gomawo ^^

      Endingnya sengaja dibikin seperti itu karena author bosen kalo bikin yang romance melulu, hekekekek…

      Ne~~
      Kalo sempat mampir ke WP aku ^^

    • Hihihi, makasih ya…

      Eli Kim itu yang dari U-Kiss, pas di poster rambut dia masih pirang gitu…
      Coba deh search di mbah google ttg Eli Kim 😀

      Gomawo dan komen 😀
      Main ke WP aku ya kapan2 :p

  2. Waaa, ffnya seru haha.
    karakternya yui dapeet banget. suka bgt saya xD
    Walopun settingnya harpot, tapi kok bisa ajaa onew disempilin disitu. dan itu pun dapet bgt ^^
    Semoga author ada ff model kayak gini lg deh. tapi yg chaptered gtu.

    Semangat nulis yaaa ^^

    • Wah, suka ya, aku seneng deh kalo ada yang suka,
      padahal pas mau ngepost tu ragu2 karena berasa failed ^^

      Hmmm, genre kayak gini agak sulit ya, sihir2 gitu maksudnya?
      Ntar deh dicoba, tapi nggak janji jadinya chaptered ya, soalnya masih banyak utang FF ^^

      Ne, gomawoyo~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s