THE SECOND LIFE [PART 5]

THE SECOND LIFE [PART 5]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

PART 1 | PART 2 | PART 3 | PART 4 |

 

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

Baekhyun menatap malas ke arah papan tulis.Ia bertopang dagu sambil sesekali menguap.Dua hari belakangan ini dirinya memang mulai rajin mengikuti kelas tambahan meskipun  selama jam pelajaran tak ada satupun yang bisa tersangkut diotaknya.Ia sudah tertinggal sangat jauh dan  dia bukanlah orang hebat yang walau hanya dengan mengikuti pertemuan dipertengahan saja dia sudah langsung mengerti.Otaknya tak sepandai itu.

Beberapa kali Baekhyun terlihat menahan kantuknya.Seolah apa yang diterangkan guru di atas itu adalah nyanyian pengantar tidur.Ia ingin serius belajar tapi kenapa semuanya terasa susah untuk dimulai.Jam pelajaran telah usai dan sama seperi hari kemarin,Baekhyun merasa ia sama sekali tak mendapatkan apa-apa selama kelas ini berlangsung.

“Tuan Byun dan nona Shin,kesini sebentar.” Panggil sang guru menyuruh kedua murid yang masih tertinggal di dalam kelas itu,ke mejanya.

Hyunchan yang sementara merapikan barang-banrangnya pun mau tak mau harus menghentikan kegiatannya dan berjalan kedepan,kemeja gurunya.sang guru terlihat sedang berfikir sambil memandangi kedua muridnya.

“Aku sudah memikirkan ini.Ini tentang kau Baekhun-ssi.” Matanya menatap serius ke  arah Baekhyun.

“Sepertinya kau sudah terlalu banyak ketinggalan pelajaran.Di antara siswa di kelas khusus ini nilaimulah yang paling buruk.Ibu tidak yakin kalau kau akan mempunyai persiapan yang matang hanya dengan mengandalkan kelas ini.”

“jadi?” Ucap Baekhyun santai.Ia tak mengerti apa yang dibicarakan oleh gurunya ini.

“Kulihat di biodata kesiswaan kalian berdua, ternyata jarak tempat tinggal kalian berdekatan.Dan kau satu-satunya yang punya alamat yang dekat dengannya,nona Shin.” Sang guru menatap Hyunchan yang terlihat bingung dengan maksudnya.

“Begini.Ibu butuh bantuan mu Hyunchan-ssi.Kau bisakan kan mengajarkannya materi-materi yang sempat terlewatkan olehnya.” Sang guru menaap Hyunchan lalu kemudian melemParkan pandangannya ke arah Baekhyun.

“Ye?” Heran keduanya kompak.

“Dilihat dari presentasi kemampuan mu selama di kelas ternyata kau  cukup bagus Hyunchan-ssi maka dari itu ibu mohon bantuan mu dalam hal ini.Lagi pula di kelas biasa kalian juga sekelas kan? Itu justru lebih bagus.”

“Kau tahukan kita tak punya banyak waktu jika harus menunggunya untuk mengerti pelajaran-pelajaran yang lalu,sedangkan  jika dibiarkan ini akan berdampak buruk pada nasib ujian akhirnya dan ujung-ujungnya pasti akan mempengaruhi nama baik sekolah juga.” Sang guru menatap penuh harapan pada siswinya tersebut.Jika terjadi sesuatu yang buruk pada nama baik sekolah karena ulah anak walinya yang tidak bisa lulus dengan nilai memuskan,maka tamatlah karirnya di sekolah elit ini.

“Bukankah soal nilai semuanya bisa diatur?Kenapa harus repot-repot?” Tanya Baekhyun dengan santainya.

“Aishh,dasar kau! Kalau bisa seperti itu,untuk apa aku mati –matian mengajar kalian di kelas tambahan ini?! Tahun ini pengawasan pemeriksaan hasil ujian akhir sangat ketat.Bahkan sekalipun ayah mu adalah presiden negeri ini,nilaimu sama sekali tak akan berdampak pada hal itu.”

“Jadi bagaimana Hyunchan-ssi?” si guru kembali menatap penuh harap ke Hyunchan.

“Tapi saem..” Hyunchan terlihat ingin menolak sebelum akhirnya sebuah fikiran terlintas diotaknya.

Mungkin ini bisa mempermudah tugasnya.Untuk bisa merubah anak itu,pertama ia harus mengenal Baekhyun dengan baik dulu dan dengan jalan menjadi teman belajar Baekhyun setidaknya ia punya sedikit kesempatan untuk itu.

“Anhi.baiklah.”

“Heh?” Baekhyun menoleh menatap heran ke  arah Hyunchan atas kesetujuannya.

“Berapa lama aku harus mengajarinya?” Tanya Hyunchan tanpa memperdulikan raut keheranan yang terpampang jelas di wajah Baekhyun.

“Kalau nilai anak ini sudah ada peningkatan besar,kau bisa berhenti saat itu.Tapi ini tidak akan merepotkan mu kan? Maksud ku  mungkin saja  kau ingin benar-benar fokus belajar sendirian seperti kebanyakan siswi di sini.” Sang guru menatap muridnya itu berharap ia kan menerima jawaban yang sesuai harapannya.

“dari pertanyaan guru, apakah terlihat aku  punya pilihan selain jawaban ‘ya’ ?”

Guru Park terkekeh.“Tebakan mu memang tidak salah.Baiklah jadi rencana ini sudah sepakat kan?” Sang guru tersenyum penuh kemenangan menatap kedua muridnya.

“dan ingat kau tuan Byun! Manfaatkan kesempatan ini dengan baik.Saem sudah mempermudah jalan mu huh? Jangan bikin masalah lagi dan membuat keriput diwajah ku bertambah karena memikirkan murid nakal seperti mu.”

“Mwo? Naega wae?” Baekhyun sok polos pura-pura tak merasa bersalah.

“Naega wae?? Ya!” Park saem berposisi seolah-olah ingin memukul Baekhyun dan Baekhyun langsung membuat perlindungan dengan kedua tangannya.

Dia dan Park saem itu memang cukup akrab.Mungkin karena usia guru yang bernama lengkap Park Hyori itu bisa dibilang muda untuk menjadi seorang guru sehingga ia gampang akrab dengan muridnya,apalagi Baekhyun.

“Aishh..anak ini.”

Baekhyun hanya cekikikan melihat amukan gurunya.

“Baiklah kurasa itu saja yang ingin kusampaikan. Hyunchan-ah ajari dia baik-baik.Aku mengandalkan mu.” Ujar sang guru lalu mengambil tas merahnya  lalu melangkah pergi meninggalkan kedua murid itu.

Baekhyun tersenyum. Di dalam hati sebenarnya ia bersyukur.Ia tak tahu bahwa ia akan mendapat bantuan secara tidak langsung begini,makanya sedari tadi ia tak banyak protes.

Ayahnya  mulai mengancam akan menyita mobil mewahnya jika nilainya di ujian simulasi yang akan diadakan 2 minggu dari sekarang tidak memuaskan.Para dewan direksi di perusahaan ayahnya sudah mulai menaruh perhatian pada perkembangan Baekhyun,si calon direktur selanjutnya.Mereka ingin jika pemimpin yang akan memimpin mereka benar-benar orang yang ber-IQ tinggi dan memang pantas mendapatkan jabatan itu.maka dari itulah ayahnya Baekhyun lagi gencar-gencarnya memaksa anaknya untuk lebih perduli dengan nilainya.Dan dengan adanya Hyunchan ia tak perlu repot-repot mencari guru les atau hal semacamnya lagi.

Hyunchan kembali merapikan perlengkapannya dan berniat pergi tetapi Baekhyun menahannya.

“Kenapa  mau membantu ku?” Itulah pertanyaan yang sedari tadi terlintas diotaknya juga.Hyunchan tidak terlihat seperti type orang yang mau repot-repot menolong orang lain.

Hyunchan menoleh menatap heran dengan pertanyaan aneh Baekhyun.

“wae?Kau tidak suka  aku bantu? Baiklah,aku akan menyuruh Park saem mencari orang lain saja.” Ujar Hyunchan santai.

“Ah Anhio! Bukan itu maksud ku..Aishh kau ini..Lupakan!” Baekhyun terlihat frustasi. Jangan sampai ia salah bicara dan semuanya akan berantakan.

“kemarikan ponsel mu” Lanjut Baekhyun menggantungkan tangannya di udara.

Hyunchan perlahan mengeluarkan ponselnya .Matanya menatap bingung ke arah tangan Baekhyun.Tanpa membuang waktu,Baekhyun meraih ponsel itu dan dengan lincah tangannya menyentuh layar ponsel itu.Tak lama kemudian  ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.Ternyata ia baru saja mensave nomornya di ponsel Hyunchan dan menghubungi ponselnya dengan nomor Hyunchan agar ia juga bis a menyimpan nomor gadis itu.

Baekhyun mengembalikan ponsel itu kepemiliknya  .“Itu nomor  ku.Soal dimana kita bertemu dan jam berapa ,aku akan menghubungi nanti.Arasseo!”

Tangannya menepuk pundak Hyunchan tanda ia akan pulang duluan.Sementara Hyunchan masih terbengong memandang layar ponselnya.Setelah diperhatikan,ternyata Baekhyun adalah namja pertama yang menjadi penghuni kontaknya.

***

Hyunchan  keluar dari elevator yang baru saja membawanya kelantai 20.Matanya mulai mencari angka 15 di deretan pintu-pintu kamar apartemen .Setelah menemukan apa yang ia cari ,langkahnya pun terhenti.Otaknya terlihat berfikir,memastikan  bahwa inilah kamar yang benar dan dia tak akan salah.

Baekhyun baru saja menghubunginya dan memutuskan mereka akan belajar di apartemen Baekhyun saja.Walau hal ini membuat sedikit Hyunchan merasa risih tapi ini adalah tugasnya.

Tangannya dengan ragu-ragu memencet bel pintu Baekhyun dan tak berapa lama kemudian seorang pria pun muncul di layar intercom.

“Oh neo wasseo?*kau sudah datang?” Pintu pun terbuka memperlihatkan si pemilik tempat tersebut.

Seorang lelaki dengan ramput spikenya yang mengenakan atasan lengan panjang berwarna cream yang menutupi sebagian jari-jari tangannya dengan bawahan  celana panjang yang terlihat kebesaran.

“Masuklah!” Ujar Baekhyun mempersilahkan.

“kau mau minum apa?” baekhyn menatap Hyunchan sejenak.

“apa saja.” Ujar Hyunchan singkat dan duduk di sofa yang tak jauh darinya.

Matanya mulai menyapu pandang ke sekeliling apartemen ini.Ini terlihat baru hanya bagian ruang tamunya tetapi sudah sangat besar dan tampak mewah.Apartemen Baekhyun ini memang benar-benar besar.Temboknya bercat coklat pudar dengan peralatan interior pencampuran anatara coklat gelap dan yang sedikit lembut.Apartemen ini betul-betul menunjukkan seberapa kaya manusia yang menjadi pemiliknya.

Baekhyun datang sambil membawa minuman soda yang sudah ia masukkan kedalam gelas bening.

“Gomawo.”

Baekhyun lalu duduk berhadapan di dihadapan Hyunchan.Suasana menjadi sangat kikuk sekarang.

“kau tinggal sendiri disini?” Tanya Hyunchan .

“Uhm.wae? kau takut sesuatu terjadi dengan kita?”  Ujar Baekhyun menggoda.

“Ne? A..Anio.” Ucap Hyunchan gugup.sebenarnya itulah yang ia fikirkan.Semua taukan siapa dan bagaimana tingkah Baekhyun itu.Apalagi setelah ia melihat insiden sewaktu di ruang kesehatan itu,Hyunchan jadi sedikit risih jika hanya harus berdua dengan Baekhyun.

Baekhyun hanya terkekeh kecil melihat gurat ketakutan yang bisa ia tangkap diwajah Hyunchan.Ia memindahkan posisnya ke sebelah gadis itu dan mendekatinya.

“Betulkah?..”  Matanya memberikan pandangan menggoda ke pada Hyunchan.

Hyunchan yang merasa anaeh dengan sikap Baekhyun mulai membuat jarak antara mereka.Ia mengalihkan pandangannya ke mana saja yang penting jangan sampai menatap Baekhyun.Tangannya mulai dingin dan jantungnya mulai berdebar tak karuan.

Namja itu tertawa kecil melihat ekspresi ketakutan Hyunchan.”Hei,aku tak akan sebejat itu.”Ia  pun kembali membuat jarak  dengan Hyunchan.

“Aku bersyukur,Park saem  mempunyai ide seperti ini.” Baekhyun bersandar di sofa putihnya sambil memeluk bantalan sofanya.

Hyunchan menoleh ke  arah namja itu dengan tatapan bingung.

“Ayah ku akan menyita mobil kesayangan ku jika nilaiku di ujian simulasi nanti buruk.Tapi karena berkat bantuan Park saem walalupun secara tidak langsung,sekarang aku tak perlu repot-repot mencari guru les lagi.”

“Ini menyangkut nasib mobil kesayangan ku.Jadi aku mohon bantuan mu Hyunchan-ah.Okey!” Senyuman lebar terpampang di wajah namja itu sementara tangannya dengan spontan  melingkar di pundak Hyunchan.

Hyunchan terlihat terkejut dengan apa yang sedang Baekhyun lakukan.Dengan cepat ia memalingkan lagi wajahnya.Ia bisa merasa bahwa wajahnya memanas.Jantung semakin berdetak tak jelas.Jika dalam jangka waktu yang lama ia terus dibuat seperti ini,bisa-bisa ia terkena gangguan jantung di usia muda.

“Bagaimana kalau kita mulai saja pelajarannya.” Hyunchan langsung berdiri dari posisi duduknya hingga  tangan Baekhyun yang merangkulnya tadipun terlepas.

Baekhyun menatap punggung Hyunchan,ia hanya tersenyum .Ia tahu kalau yeoja itu sedang diliputi rasa gugup.

“Baiklah.Aku akan ambil dulu peralatannya.” Baekhyun pun beranjak pergi meninggalkan Hyunchan.

Sepeninggal Baekhyun,yeoja itu langsung menghempaskan dirinya ke sofa sambil bernafas legah.

***

Jisun menatap malas Chanyeol yang tengah asik berbicang-bincang dengan kumpulan club basketnya.Ada sekitar 7 orang yang berkumpul mengitari meja bundar besar disalah satu café elit itu dan Jisun sama sekali tak tertarik dengan apa yang mereka bicarakan.Chanyeol sudah menyuruhnya pulang duluan sejak tadi tapi yeoja itu teteap saja keras kepala ingin ikut berkumpul dengan teman-teman club Chanyeol.Jisun keras kepala seperti itu bukan tanpa alasan yang kuat, sebenarnya itu karena ia tak sengaja mendengar bahwa Park Jiyeon orang yang kabarnya pernah berpacaran dengan Chanyeol sebelum ia dan Chanyeol bertunangan,akan hadir juga di tempat ini.Dan ternyata tebakannya betul.

Park Jiyeon.Yeoja itu seangkatan dengan Chanyeol.Dulu yeoja itu merupakan mantan murid di Shinhwa juga namun karena urusan bisnis ayahnya,ia dipindahsekolahkan  ke luar negri.Dan sekarang yeoja itu datang lagi untuk melakukan reuni dengan teman-teman basketnya dulu ketika di Shinhwa ,dan pastinya Chanyeol masuk dalam list itu.

Walau Chanyeol pernah bilang pada Jisun bahwa ia tak punya perasaan pada Jiyeon lagi tapi ia tetap tak bisa percaya.Chanyeol itu masih belum punya perasaan apa-apa terhadap Jisun dan menurut Jisun mungkin saja perasaan Chanyeol kembali pada wanita itu.

Sekumpulan orang itu terus saja bercerita,sebentar-bentar tertawa,mereka semua terlihat bahagia.Sedangkan Jisun sudah mulai makan hati karena Chanyeol terus tertawa bersama wanita itu dan Jisun seolah dianggap manusia tak nampak dipenglihatan siapapun.

Tangan Jisun sibuk menggulung-gulung dengan kesal pita rambut pemberian Chanyeol dulu, yang kini sudah tak berada di rambutnya lagi melainkan ditangannya entah membentuk apa.Dengan kesal Jisun bangkit dari duduknya ,lalu mengambil tasnya.”Maaf,aku harus permisi dulu.Aku baru ingat,ada les piano hari ini.” Ia membungkuk dan tanpa menatap Chanyeol lagi ia meninggalkan kumpulan orang-orang itu.

Matanya mulai memanas dan tak lama kemudian air matanya pun mengucur.Di hapusnya sisa air mata itu dengan punggung tangannya sambil teus berjalan entah kemana.

“Chanyeol,pabbo!” rutuknya kesal.

Ia menghentikan langkahnya di taman kecil yang cukup sunyi dan kembali menangis layaknya anak kecil yang baru saja kehilangan mainan kesayangannya.

“Pabbo!”

Sesekali tangannya menghapus air matanya namun tak lama kemudian pipinya kembali basah lagi.Ia kemudian teringat sesuatu yang seperti tertinggal.

“Pita ku!” tangannya mulai mengacak-ngacajk ransel pastelnya berharap bahwa pita pemberian Chanyeol itu tak tertinggal di tempat tadi karena ia tak akan kembali untuk itu.

Ia kembali menangis.Sekarang barang pemberian Chanyeol pun sudah hilang dan semuanya karena yeoja yang bernama Park Jiyeon dan namja bodoh bernama Park Chanyeol.

“Hei,sejak kapan tempat les piano mu berganti tempat menjadi taman?”

Tangisan Jisun terhenti.Ia hapal betul dengan jenis suara bass itu.Jisun menoleh,mencari sumber suara itu.

“Oppa..” ujarnya terkejut dengan kehadiran Chanyeol.Tapi tak lama setelah itu ia membuang muka dan tak mau menatap Chanyeol.

Chanyeol berjalan mendekati Jisun dan duduk tepat disampingnya.Yeoja itu semakin memunggunginya.

“Untuk apa datang ke sini?” Tanya Jisun jutek.

Chanyeol menatap rambut panjang gadis itu.”Kau melupakan pita mu,Jisun-ah.”

“hanya karena itu? Yasudah,letakkan saja di situ.Dan kembali lagi,sana!”

Chanyeol tahu bahwa tunangannya ini sedang cemburu karena pertemuannya dengan Jiyeon.Tapi ia sudah sama sekali tak tertarik dengan wanita itu.Sekarang ia sedang tak punya perasaan pada siapa pun,dan untuk perasaannya terhadap Jisun ia belum terlalu yakin soal itu.

“kalau kuletakkan disini,pita ini bisa hilang.”

Perlahan tangan Chanyeol mengambil pita pink itu lalu mulai melilitkannya ke kunciran rambut Jisun hingga kemudian membentuk pita rambut yang cantik.

“Begini jauh lebih bagus.” Chanyeol tersenyum.

Jisun yang cukup kaget dengan tindakan Chanyeol barusan akhirnya menoleh menatap namja itu dari jarak yang cukup dekat.Mata mereka saling bertatapan.

“Bukannya sudah kubilang jangan ikut.Itu akan menyiksa mu sendiri.Tidak akan terjadi apa-apa antara aku dan Jiyeon.Kau bisa memegang kata-kata ku.”

Jisun tak berkata apa-apa. Jujur,ia takut perasaan Chanyeol akan kembali pada wanita itu dan dia akhirnya akan membatalkan pertunangan mereka ,meninggalkan Jisun sendiri.Ia takut itu terjadi.Chanyeol adalah first lovenya dan ia tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padanya jika Chanyeol meninggalkannya.Tanpa yeoja itu sadari,air mata yang telah berhenti mengalir tadi kembali mengucur.Chanyeol terkejut melihat yeoja itu mennagis dihadapannya.

“Ya~ Uljima~” Ucap Chanyeol memegang pundak Jisun.

Bukannya meredah malah tangisan Jisun makin kencang hingga ia sampai sesenggukan.Chanyeol menatap yeoja itu dalam.Ia bukanlah namja yang tega melihat seorang yeoja menangis karenanya.Sekalipun ia termasuk orang yang usil jika bersama dengan komplotannya,Kyungsoo dan Baekhyun,namun ketika ia dihadapkan pada gadis yang bernama Jisun entah mengapa ia bisa menjadi namja yang dewasa  persis seperti kebanyakan namja yang biasa ia lihat di drama-drama.

Perlahan tangannya bergerak memeluk yeoja itu.Membuat yeojaitu bersandar di dadanya dan membasahi seragam sekolahnya dengan tangisan Jisun.Tangannya menepuk-nepuk pelan punggung gadis itu.

“Mianhae,Jisun-ah.”

***

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Baekhyun dan Hyunchan masih sibuk ditemani oleh kumpulan buku-buku pelajaran yang berserakan di atas meja.Hyunchan memandangi namja yang tengah mengerjakan soal pemberiannya dengan serius.Melihat Baekhyun belajar seperti ini,rasanyatak aka nada yang percaya bahwa namja ini sebenarnya bukan namja baik-baik melainkan seorang playboy kelas kakap.Baekhyun justru terlihat seperti namja baik-baik jika ia sedang belajar seperti ini.Tanpa Hyunchan sadari,ia terus saja memandnag wajah Baekhyun yang asik menulis.Hingga ketika ia sadar Baekhyun akan selesai dari kegiatannya,dipalingkan secepatnya wajahnya.

“Oke sudah selesai.Coba kau periksa.”  Ujar Baekhyun sambil menyodorkan bukunya.

Hyunchan mulai memperhatikan hasil kerja Baekhyun.Secara perlahan ia mulai menjelaskan dimana saja letak kesalahan Baekhyun.Sementara Baekhyun cuma awalnya saja ia memperhatikan penjelasan Hyunchan.Memasuki penjelasan pada soal pertengahan ia mulai letih mendengarkan dan memutuskan untuk tak berkonsentrasi lagi dengan apa yang di ucapkan Hyunchan.Matanya hanya menatap wajah Hyunchan tetapi fikirannya sama sekali tak mendengarkan  apa yang diucapkan Hyunchan.Ini adalah suara terlama yang pernah Hyunchan keluarkan untuk berbicara padanya.Biasanya gadis itu hanya memilih diam atau menjawab sekedarnya saja saat diajak bicara.Fikirannya mulai terbayang ketika ia pertama kali berteu dengan Hyunchan.Sungguh kesan pertama yang buruk memang.Belum lagi serentetan kejadian-kejadian setelah itu,rasa-rasanya tak ada satupun yang bagus untuk dikenang.

Hyunchan yang tadinya sibuk melihat ke  arah buku Baekhyun sambil menjelaskan ini itu,merasa ada yang aneh dari Baekhyun.Diangkatnya kepalanya dan mata mereka pun saling bertatapan.Detik berlalu dan mereka masih terdiam pada keadaan yang sama.Baekhyun menatap lensa mata hitam pekat itu.Itu adalah lensa mata yang sama seperti yang dilihatnya sewaktu di ruang kesehatan dulu.Mata itu benar-benar indah tetapi ia menangkap sedikit bayangan kesedihan dari tatapan itu.Tak seperti dengan tatapan mata dari kebanyakan gadis-gadisnya yang kebanyakan sering melemParkan tatapan menggoda.Tetapi gadis ini seolah lewat tatapannya,jika memandangnya dalam jarak yang dekat dan waktu yang lama orang bisa melihat ada  sebuah beban batin yang berat yang harus dipikulnya.Seperti tatapan mata seseorang yang mengalami trauma berat.

Sementara Hyunchan,ini pertamakalinya ia melihat tatapan Baekhyun yang sperti ini.Tatapan yang menunjukkan sosok asli Baekhyun dan bukan sebagai Byun Baekhyun sang Playboy.Mereka terus saling menatap satu sama lain bergelut dengan fikiran masing-masing,hingga kemudian deringan ponsel Baekhyun merusak semuanya.Mereka berdua tersadar dan seketika itu juga rasa kaku pun menyelimuti.Hyunchan mengalihkan pandangannya kembali ke buku sementara Baekhyun dengan gugup meraih ponselnya.

“Yeoboseo.”

Pupilnya terlihat membesar ketika mendengar suara dari sang penelpon.Ia melihat kayar ponselnya sejenak lalu kembali berbicara.

“Ne Chagi?”

Sebenarnya tadi itu fikirannya belum pulih betul.

“Party?” Alis Baekhyun terlihat mengkerut.Ia menatap Hyunchan sejenak lalu berdiri meninggalkan Hyunchan dan mencari tempat sunyi  untuk kembali berbicara dengan Nuna yang belakangan ini dia kencani.

Baekhyun terlihat sedikit berfikir sambil melihat punggung Hyunchan dari arah ruang tamunya.

“Astaga aku hampir lupa soal itu.Baiklah.Tunggu aku stengah jam lagi.dandan yang cantik chagi~.”Baekhyun pun mengakhiri pembicaraannya.

Hyunchan menatap Baekhyun yang baru saja kembali terduduk dihadapannya.

“Kau mau pergi?”

Baekhyun hanya mengangguk.

“Selesaikan dulu soal terakhir ini.Jika benar kau boleh pergi dan jika salah kau tetap tinggal sampai soal mu menjadi benar.”

“Ne?” Baekhyun mengangkat kedua alisnya. Ia kaget melihat reaksi Hyunchan,difikirnya Hyunchan dengan senang hati mengizinkannya.

“Kau tahukan saem berharap pada ku untuk membantu mu.Kita sudah belajar beberapa jam tapi tak satupun soal yang mampu kau jawab dengan benar.Aku tak mau saat les besok dan saem menguji mu  ia berfikir aku sama sekali tak mengajari mu karena kau belum juga ada perubahan.”

Sebenarnya itu hanyalah akal-akalan Hyunchan,walau ada benarnya juga.Yeoja itu hanya ingin kali ini Baekhyun betul-betul serius belajar dan melupakan sejenak dunia lainnya.Selain itu,jika ia berhasil membuat nilai anak ini menjadi baik maka seperempat dari misinya sudah bisa terlaksana.

“Kerjakan ini!” Ujar Hyunchan menyodorkan selembar kertas pada Baekhyun.

Baekhyun hanya menghela nafas dan dengan malas tangannya meraih kertas itu.Namja itu mulai memperhatikan soalnya.

“kau harus disiplin pada diri mu sendiri.Bukannya kau bilang kau butuh nilai yang bagus demi mempertahankan mobil mu? Nilai bagus tak akan bisa didapatkan dengan cuma-cuma.”

“Tapi kan hanya untuk malam ini saja.Kita masih bisa melanjutkannya besok.Aku masih punya banyak waktu.” Protes Baekhyun.

“Menurut mu begitu? Bagaimana jika besok ada hal seperti ini lagi,terus besoknya,besoknya ,besoknya hingga ujian simulasi tiba  dan kau sama sekali tak mendapatkan apa-apa lagi.Berusalah tegas pada dirimu.Saat ingin mencapai sesuatu kau harus dengan sungguh-sungguh berusaha barulah kau bisa mencapainya.”

“Ne! ne! .. arasseo Hyunchan saem.” Ucap Baekhyun setengah mengejek.

Ia kembali bergelut dengan soal-soalnya.Sesekali digigitnya ujung pulpennya atau diketuk-ketukkan batang pulpen itu ke kepalanya sambil terus menatap frustasi soal satu nomor dihadapannya.Tangannya mulai bergerak menulis diatas kertas tersebut.Tak lama kemudian ia pun memberikan kertas itu ke Hyunchan untuk diperiksa.

“bagaimana?”

Hyuncan menatap hasil pekerjaan Baekhyun.Kedua alisnya terlihat saling bertemu tanda ia sedang bingung.

“Kau betul-betul ingin pergi?” Hyunchan mengalihkan pandangannya menatap namja itu.

Baekhyun terdiam sejenak lalu mengangguk .

Yeoja itu terlihat berfikir  lalu menghela nafasnya.”Pergilah.” Ucapnya sambil mulai merapikan barang-barangnya.

“Jinjja?!” Baekhyun tersenyum penuh kegirangan. Ia namja yang memang sangat menyukai hal-hal yang berbau pesta malam.Jadi tak heran jika ia terlihat sangat mengharapkan untuk bisa hadir hadir di pesta itu.

“jadi apa pekerjaan ku sudah benar?” Tanya Baekhyun menyelidik.Hyunchan mengizinkannya itu berarti soal yang dikerjakannya sudah benar.Jika itu benar,bukankah itu kabar yang baik?

“Jangan banyak tanya.Bersiap-siaplah.Sebelum aku mengubah pikiran ku.” Ucap Hyunchan sambil merapikan buku-bukunya.

“Gomawo,Hyunchan saem.kau memang guru yang paling pengertian.”

Hyunchan tak memperdulikan ucapan Baekhyun dan hanya sibuk dengan urusannya.

“Baiklah kalau begitu.Pertemuan kali ini sampai di sini saja.” Ia menyampirkan ranselnya ke pundaknya.

“Aku permisi.” Hyunchan membungkuk ke arah Baekhyun.

“Dan jangan panggil aku dengan sebutan Hyunchan saem.Itu terdengar konyol.” Lanjut Hyunchan lalu melangkah menuju pintu Baekhyun.

“ya! Chakkaman!”Cegah Baekhyun ketika Hyunchan hendak memutar gagang pintunya.

Hyunchan menoleh ke  arah namja itu.Dilihatnya Baekhyun masuk ke suatu ruangan lalu tak lama kemudian ia kembali dengan membawa jaket di lengannya.Namja itu mendekat lalu menyampirkan jaket itu ke pundak Hyunchan.”Jaket mu terlalu tipis untuk udara sedingin ini.”

Hyunchan menatap heran pada namja yang tengah tersenyum padanya itu.Sebelumnya dikehidupan masa lalunya ia sama seklai tak pernah diperlakukan seperti ini oleh seorang namja.satu-satunya hal yang pernah melakukan ini hanyalah halmeoninya,ketika Hyunchan hendak keluar bekerja pada waktu malam hari.

“hati-hati dijalan yah,Hyunchan saem.” Ujar Baekhyun sedikit bercanda dengan kata terakhirnya.

Hyunchan seketika itu melemparkan tatapan menusuknya ke Baekhyun.Padahal baru saja beberapa detik yang lalu ia berkata tak suka dipanggil dengan embel-embel saem dibelakang.

Baekhyun hanya menyengir sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya membentuk huruf ‘V’.

“Gomawo.” Lagi-lagi namja itu memberikan senyum lebar andalannya hingga membuat Hyunchan merasa tak nyaman lagi.

Yeoja itu hanya menatapnya sekilas lalu kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan apartemen Baekhyun.Diperjalanan ia menyentuh jaket pemberian Baekhyun dan seketika itu juga bayangan senyuman namja itu melintas dipikirannya.Perlahan ia bisa merasakan wajahnya memanas disertai jantungnya yang berdetak tak karuan lagi.

***

Suara-suara dikantin terdengar riuh,membuat kebisingan.Beginilah suasana ketika jam makan siang telah tiba.Hyunchan tengah mengantri di meja kantin untuk mengambil makan siangnya.Hingga sesuatu yang terjatuh kelantai membuat perhatiannya teralihkan.Sesuatu itu sepertinya berasal dari orang yang dihadapannya tadi.Ia memungut benda itu.Sepertinya sebuah frame foto kecil yang berisikan foto seorang wanita dengan gadis kecil.Hyunchan memperhatikan foto itu lekat-lekat,ia seperti tak asing dengan wajah wanita  dewasa yang ada di foto tersebut.

“aggasshi,ini makan siang mu.” Ucapan sang ibu kantin itu membuat fikiran Hyunchan menjadi buyar.Ia segera mengambil kotak makan siangnya dan mencari wanita yang barangnya terjatuh tadi.Kalau tidak salah ingat wanita tadi sedang menelpon dengan menggunakan ponsel berwarna pink.

Mata Hyunchan menyapu keseluruh sudut kantin,berusaha mencari gadis yang memegang ponsel berwarna pink.Tak berapa lama,akhirnya ia pun menemukan gadis itu di sudut kantin duduk sendirian masih dengan posisi menelpon.Hyunchan berjalan mendekati wanita itu dan saat dekat dia pun sadar bahwa orang itu adalah Jisun,adik Baekhyun,yeoja yang pernah ditolongnya.

Jisun menngakhiri pembicaraannya dan menatap  siswi yang ada dihadapannya.

“Oh,Hyunchan sunbae!” girangnya.

“kau mau makan juga disini? Ayo,silakan duduk!”

“Anhi. Hanya ingin mengembalikan ini.” Hyunchan menyodorkan foto tadi ke arah Jisun sebelum akhirnya Baekhyun dan rombongannya muncul juga.

Melihat oppanya yang mendekat Jisun langsung berdiri dan menutupi tangan Hyunchan yang berisikan foto,dengan badannya.

“kau kenapa Jisun?” Tanya Baekhyun heran.

“Hyunchan-ssi? Kau juga ada disini.” Ucap Chanyeol tersadar akan keberadaan Hyunchan.

“Jadi,kalian berdua saling mengenal?” Tanya Kyungsoo yang tak tahu apa-apa sebelumnya,begitupula dengan Baekhyun.

“Mian,kalian duduklah,aku ada urusan sebentar dengan Hyunchan sunbae.” Ujar Jisun buru-buru mengajak Hyunchan pergi dan membuat tak satupun pertanyaan yang terlontarkan tadi terjawab.

“ayo! Sunbae.” Jisun membawa kotak makanannya begitupula Hyunchan .Merekapun meninggalkan ketiga namja yang saling melemparkan tatapan penuh tanda tanya terhadap sikap Jisun.

Jisun mengajak Hyunchan menjauh dari tiga orang manusia itu,terutama oppanya.Diambilnya meja yang cukup jauh dari ketiganya.

“Apa ada yang kau sembunyikan tentang foto ini?” Tanya Hyunchan langsung.Ia bisa melihat ada yang tak beres pasti dengan foto yang dipeganngya itulah kenapa Jisun bertingkah aneh.

Jisun meraih foto berukuran mini itu yang sepertinya terjatuh ketika ia mengambil ponselnya.Matanya menatap dalam terhadap kedua objek di dalam foto usang itu.

“Foto mu dan ibumu?” Tebak Hyunchan.

Jisun memandang sejenak sunbaenya lalu kembali menatap foto itu sambil mengangguk pelan.

“Ini adalah foto dirinya yang tersisa di keluarga kami.Aku berusaha mati-matian untuk slelau menyembunyikannya dari Baekhyun.”

Hyunchan menatap Jisun menunggu kalimat penjelas lainnya keluar dari mulut yeoja itu..

“Jika ia tahu aku masih punya foto eomma,ia pasti akan sangat marah besar.Aku juga tak tahu mengapa ia sebenci itu pada eomma.Sampai-sampai karena alasan tak ingin hidup dengan tempat yang banyak tersimpan kenangan dan foto-foto dari Ibu, ia memilih untuk tinggal di apartemen daripda di rumah.”

Hyunchan menatap Jisun mendengarkan dengan baik setiap kata yang dilontarkan gadis berambut panjang itu.

“ah,mianhae.Aku jadi bercerita hal tidak penting seperti ini.” Jisun terkekeh pelan.

“Ayo makan,sebentar lagi waktu makan siang berakhir.” Ujar Jisun lalu melahap makannya.

Sementara Hyunchan,matanya ia alihkan ke arah Baekhyun yang jaraknya sangat jauh dari tempatnya berada.Namja itu tengah asik tertawa dengan ketiga sahabatnya.Hyunchan mulai memikirkan ucapan Jisun barusan.Perlahan ia mulai sedikit penasaran akan hidup Baekhyun.Ia tak menyangka akan ada sisi lain yang sidikit memilukan hati dari seorang playboy seperti Baekhyun.Difikirnya Baekhyun itu adalah orang yang selalu mendapatkan kesenangan dalam hidupnya dan tak akan mempunyai sisi kelam seperti yang baru saja diceritakan Jisun.

“Apa mungkin,kau menjadi seperti sekarang karena sesuatu yang berhubungan dengan ibu mu?”

***

TBC

ANNYEONG … 😀

Aduhhh mian ngepublishnya lamanya pake BANGET wkwkwk

Sayanya lagi sibuk beberapa hari ini jadi gak sempat-sempat nyelesaiin critanya.Mian kalo ceritanya gaje maksimum plus typo dimana-mana hohoho..

MAKASIH BUAT READERS SETIA YANG SAMPE SAAT INI MASIH MAU NUNGGUIN FF ABAL INI hahaha..

SAYA USAHAAIN JUMAT DEPAN FFNYA BISA DIPUBLISH 😀 😀

73 responses to “THE SECOND LIFE [PART 5]

  1. Hyunchan lucu banget kalo udah gugup kaya gtu, kebayang banget mukanya. Si baekhyun lagi ja banget😂 dan berjam-jam belajar ga ada satu soal yang bener dan dia lebih milih party :v
    Kayanya kalo lebih dibayangin lgi baekhyun childlish deh kalo dia lagi serius belajar. Dia juga perhatian orangnya, suka banget.
    Emang ibunya kenapa sih smpe baekhyun bakal marah banget klo jisun nyimpen sesuatu yg berbau ibunya :v
    Cie cieee hyunchan yang penasaran, dan cie cieee ka mana aa suhonya ko ga muncul. Biasanya suka mncul secara tiba-tiba, pdahal aku hrap aa suho muncul pas di apartement baekhyun.
    Tampar aku ka, tampar. Reader yg stu ini bnyak maunya, komen panjang, bertele-tele dan cerewet :v
    💃💃💃

  2. kayaknya hyunchan suka deh sma baekhyun
    pipinya sampe merah gitu dikasih jaket sama baekhyun hihi^^
    sebenarnya masalah baekhyun dengan ibunya itu apa sih,bingung deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s