Lucifer : Chapter 2 :

Lucifer ! 

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Main Cast : Super Junior Yesung as Kim Jongwoon,Choi Haneul(OCs)

Other Cast : SHINee Jonghyun as Kim Jonghyun

Rate : NC 17

Genre : Sad Romance,Tragedy.

Length : Series Fic

Summary : Katakan cinta dengan benar ! -Kim Jonghyun-

Chapter sebelumnya : https://ffindo.wordpress.com/2012/08/14/lucifer-chapter-1/

Cerita ini pernah di posting di http://myshineestory.wordpress.com (WordPress pribadi) selamat menikmati cerita ^^ dont be silent readers ! 

Haneul’s POV-

Aku bersiap memulai kerja,perutku sudah terisi penuh karena baru selesai makan siang.

“Haneul-a..,”Jonghyun memanggilku.

“Nde..,”

“Oppamu sangat protektif ya,bahkan aku sempat berpikiran bahwa…,”Jonghyun menggantung kalimatnya.

Alisku bertaut dan Jonghyun meneruskannya.

“Bahwa dia menyukaimu dan menyayangimu sebagai yeoja bukan yeodongsaengnya,”Kata kata Jonghyun begitu menusukku.

Aku terdiam.

“Mianhae,kalau aku lancang,”

“Dia memang bukan kakak kandungku,”

“Mwo? Jonghyun tampak kaget.

“Dia…,”akhirnya aku bercerita panjang lebar Jonghyun mendengarkannya dengan sabar.

“Lalu kenapa sekarang kau dan dia tinggal berdua saja?

“Kondisi Appa dan Eommaku yang sekarang juga sedang tidak baik,Jongwoon Oppa tidak mau aku mendapat pengaruh buruk,”

Jonghyun menepuk pundakku pelan dan tersenyum.

Dua Hari Kemudian..

“Kau mengantuk Haneul-a? tanya Jongwoon Oppa padaku.

Mataku memang sebenarnya sudah 5 watt,tapi tugas kuliahku masih setengah jalan lagi.

“Sudahlah sini tidur,biarkan aku yang mengerjakannya,”Ujar Jongwoon Oppa sambil tersenyum.

Ia menepuk bantal panda yang ditaruh tepat di dekatnya. Akupun menurut dan tak lama aku tertidur.

-Jongwoon’s POV-

Aku mengerjakan tugas kuliah Haneul,kasihan dia dan satu jam kemudian tugas kuliahnya selesai. Aku membelai wajahnya yang halus,dia tampak tertidur nyenyak. Aku mendekat dan saat aku tepat menyentuh bibirnya,Haneul tersadar.

“Op..pa,”kata katanya terputus. Aku memberi isyarat agar ia diam.

-Haneul’s POV-

Tenggorokanku rasanya kering namun betapa terkejutnya aku saat aku membuka mata,Jongwoon Oppa tengah menciumku. Aku berusaha bicara namun ia mengisyaratkan agar aku diam,aroma tubuhnya yang wangi menyihirku.

“Oppa,waeyo? tanyaku.

Dia diam.

“Oppa !!! Aku setengah membentaknya.

“Kau milikku,”desisnya pelan.

“Mwo?

“Kau yeojachinguku !!! Kau milikku Choi Haneul,”tegasnya.

“Aku yeodongsaengmu bukan yeojachingumu,”

“Kau bukan yeodongsaeng kandungku,”

“Tapi kau Oppaku,”

“Aku menyayangimu Haneul-a,”wajah tampannya mendekat lagi,aku menahannya.

“Shireoyo,kau tidak bisa melakukannya,”

“Waeyo?

“Kau Oppaku,aku adikmu. Hubungan kita tidak wajar,”

“Mwo??? Tidak wajar? Ia menarikku paksa untuk berdiri dari sofa dan mendorongku hingga aku terpojok di tembok.

“Iya ! tegasku tapi aku tak berani menatapnya.

“Apa kita punya hubungan darah?

Aku menggeleng.

“Apa aku punya yeojachingu? dan kau punya namjachingu?

Aku menggeleng.

“Jadi apa salahnya? Huh? Ia kembali membentakku.

“Bukan salah Oppa,hanya saja..,”

Bibir Jongwoon Oppa kembali menyentuhku,aku meronta namun dia tetap memaksa. Aku menangis barulah dia melepasnya.

“Haneul-a,ulijima,”Jongwoon Oppa tampak menyesal.

Tangisku semakin keras saat ia memelukku.

“Oppa,kenapa kau seperti ini?

“Jeongmal mianhae,”ia membelai rambut panjangku dengan sayang.

***

Aku jadi takut berduaan dengan Jongwoon Oppa,sekarang aku berusaha tak memancing emosinya. Dia begitu menyeramkan saat marah.

“Haneul-a,kenapa kau dari kemarin diam saja? Kau marah padaku? Tanya Jongwoon Oppa,ia duduk disampingku sambil membawa oatmeal. Aku beringsut menjauhinya.

“Jangan mulai lagi Oppa,jangan marah padaku,”suaraku mulai bergetar. Air mataku menggenang,kejadian dua hari lalu itu cukup membekas untukku.

“Haneul-a..,”Jongwoon Oppa kembali mendekat.

“Shireoooo !!! aku langsung pergi meninggalkannya dan membanting pintu kamarku cukup keras.

-Jongwoon’s POV-

Brakkkk !!! Haneul membanting pintu kamarnya cukup keras. Aku terhenyak. Tindakanku kemarin benar benar fatal. Dia trauma karena aku membentak dan memarahinya,kini bidadari kecilku itu takut padaku. Aku mengetuk pintu kamarnya pelan.

“Haneul-a..,”

“Pergi Oppa !!! sahutnya ketus.

“Mianhae,aku tidak sengaja,”ucapku.

“Ya,Kim Jongwoon !!! Kha !!! jeritan Haneul semakin keras,bahkan ia sampai memanggilku Kim Jongwoon.

Satu Minggu Kemudian…

Hari ini tepat satu minggu Haneul mendiamkanku,kalau aku bertanya dia menjawab sekadarnya. Kalau aku dan dia sedang menonton TV,dia diam seolah aku tak ada di dekatnya. Sepulang kuliah dan kerja part timenya dia lebih banyak menghabiskan waktu di kamar.

“Haneul-a,beri aku waktu sebentar,”

“Apa? Ayo cepat katakan,”katanya ketus.

“Aku ingin mengajakmu pergi,”

Haneul terdiam,aku menatapnya penuh permohonan. Akhirnya Haneul mengangguk.

-Haneul’s POV-

Akhirnya aku memberi kesempatan pada Jongwoon Oppa,aku percaya tapi tetap menjaga jarak dengannya. Ia mengajakku ke pantai.

“Hatchii !!! tanpa disangka Jongwoon Oppa bersin.

Aku mengenggam pasir erat erat lalu menghembuskan nafas panjang.

“Jangan melakukannya lagi atau aku akan benar benar pergi darimu Oppa,”ancamku halus.

Jongwoon Oppa menoleh.

“Kenapa kau sakit begini? aku memberinya sapu tangan.

“Sejak kau bersikap dingin padaku aku jadi sulit tidur dan menghabiskan waktuku di balkon,”

“Jongwoon-ssi,neo paboya,”aku tersenyum sinis.

“Aku ingin Choi Haneul,bidadari kecilku yang dulu,”

“Tapi aku tidak mau Kim Jongwoon Oppa yang kemarin. Oppaku bukan orang yang kasar dan egois,”tegasku.

Jongwoon Oppa tersenyum,ia memelukku.

“Kau memaafkanku Haneul-a? tanyanya.

“Nde,”

“Kamsahamnida,Haneul-a,”terdengar hembusan nafas lega setelahnya.

Esok Harinya…

“Benar kau tidak apa apa ditinggal sendirian? entah sudah keberapa kali Jongwoon Oppa bertanya seperti itu.

Aku tersenyum dan mengangguk,hari ini Jongwoon Oppa akan berangkat ke Taiwan selama satu minggu untuk mengurusi proyek auctionya.

“Tidak apa,Oppa. Tenang saja,”ujarku meyakinkannya.

“Kalau ada apa apa segera hubungi aku ya,”ujarnya. Sorot matanya terlihat kekhawatiran yang begitu dalam.

“Aduh,Oppa. Aku ini sudah besar,jangan selalu mengkhawatirkanku dong,”aku tertawa kecil.

“Karena sampai kapanpun kau tetap bidadari kecilku,”setelah itu Jongwoon Oppa mengecup keningku. Lama.

-Jonghyun’s POV-

Kukira Jongwoon sudah berangkat sedari tadi,ternyata aku salah. Langkahku terhenti saat aku hendak berjalan menuju apartemen Haneul,kulihat Jongwoon tengah mencium kening Haneul. Hhhmm…semakin terlihat bahwa Jongwoon menyayangi Haneul bukan sebagai yeodongsaengnya. Aku memutuskan untuk menunggu selama sepuluh menit setelah itu barulah aku kembali ke Apartemen Haneul.

“Ah,Jonghyun-a. Ayo masuk,”sosok Haneul tersenyum menyambutku.

Rambutnya masih digelung asal tapi ia sudah memakai baju kerjanya,aku masuk dan duduk di sofa ruang keluarganya.

“Kau tidak kuliah? tanyaku.

“Hari ini aku libur kuliah jadi aku bisa kerja full day. Oh ya kau mau minum apa?

Aku menggeleng. Setengah jam kemudian Haneul sudah siap.

“Ayo,kita berangkat,”Haneul memakai tas selempangnya.

Aku membimbing Haneul menuju basement,aku menyalakan motor dan memberikannya helm. Tangan Haneul melingkar di pinggangku,aku tersenyum lalu tak lama motorku melesat cepat meninggalkan Apartemen tersebut.

-Haneul’s POV-

Angin begitu kencang,mengibarkan rambutku yang masih tersisa keluar dari helm. Ini pengalaman berbeda untukku selama ini aku selalu diantar jemput Jongwoon Oppa dengan mobil. Dia tidak memberiku izin untuk ikut jika dia memakai motor. Aku menatap namja dihadapanku,Jonghyun. Dia begitu baik bahkan saat pertama aku mengenalnya aku langsung menaruh kepercayaan padanya. Puppy eyesnya selalu menatapku ramah dan memperhatikanku saat aku bercerita.

“Haneul-a..,”

“Nde..,”

“Apa Oppamu tidak akan marah jika dia tahu soal ini? tanyanya.

“Kau tidak usah khawatir Jonghyun-a,dia pasti mengerti,”

Jonghyun menginjak gas motornya dalam-dalam,aku tahu Jonghyun pasti khawatir. Kondisiku yang sempat drop saat itu membuatnya semakin perhatian padaku.

-Jongwoon’s POV-

22.00,Taipei,Taiwan…

Aku merebahkan tubuhku di kasur,meeting baru saja selesai setengah jam lalu. Ah,rasanya melelahkan sekali. Jika di Seoul,lelah begini ada Haneul yang menyambutku sekarang aku sendirian. Aku meraih ponselku,menelepon Haneul. Tapi tidak ada jawaban sepertinya dia sudah tidur. Aku menghubungi seseorang.

“Yeoboseyo,”sahut orang diseberang sana.

“Ini aku,Jongwoon,”ujarku.

“Ya,aku tahu,”ujar namja diseberang sana. Jonghyun.

“Aku tadi melihatmu mengantar Haneul,”

“Kau sudah bilang padaku kan bahwa aku harus menjaganya. Tadi aku sudah melakukanya,aku akan mengantar dan menjemputnya,”

“Baguslah. Menjaganya bukan berarti kau memilikinya,”

Nde,Arraseo,”

“Kalau ada sesuatu terjadi padanya,kaulah orang pertama yang aku cari,”

Klik. Setelah itu aku memutus telepon.

-Jonghyun’s POV-

Aiiishh…namja bernama Jongwoon itu benar benar !!! Dia kira aku ingin mencelakai Haneul? Dia merasa dialah yang paling bisa menjaga Haneul padahal aku saksi mata dia jugalah yang membuat Haneul tertekan. Kim Jongwoon,kau pikir hanya kau yang menyayangi Haneul? dunia tidak semudah yang kau bayangkan !!! setelah itu aku menarik selimut.

-Haneul’s POV-

3 Hari Kemudian…

Kuliahku hanya satu hari ini,karena masih ada jeda panjang menuju jam kerja aku memutuskan untuk pulang dahulu. Aku mengisi perutku dengan sereal,saat aku akan menaruh mangkuk ke dapur aku merasa dadaku sesak dan keringatku mengucur. Ya tuhan ada apa ini??? Aku meraih ponselku dan segera menelepon Jonghyun.

“Jonghyun-a..,”

“Nde,ada apa Haneul-a?

i need your help,”setelah itu aku tidak tahu apa lagi yang terjadi,sekelilingku mendadak gelap.

-Jonghyun’s POV-

Rumah Sakit Internasional Seoul…

Aku mendorong tempat tidur yang kini membawa Haneul,dia tampak terkulai lemas. Betapa terkejutnya aku melihat dia yang pingsan saat aku datang ke Apartemennya. Haneul dibawa ke UGD,pintu bercat putih itu tertutup. Aku menunggunya dengan gelisah. 1 jam kemudian dokter sudah keluar.

“Apa yang terjadi padanya dokter? tanyaku khawatir.

“Anda siapanya? tanya dokter.

“Saya kakaknya,”jawabku.

“Adik anda,Choi Haneul mengalami Pneumonia Akut,”

“Mwo?

“Pneumonia sejenis penyakit pada paru paru. Penderita akan kesulitan bernafas dan berkeringat. Ini sudah tahap akut dan jika tidak segera diobati akan segera berkembang menjadi Kanker Paru Paru,”

Aku kehilangan kata kata,tidak menyangka Haneul punya penyakit seperti itu.

“Kemungkinan besar keluarganya juga memiliki riwayat penyakit yang sama. Entah ayah ibunya atau kakek neneknya,”

“Terimakasih dok,saya boleh menjenguk?

“Boleh,silahkan,”ia membukakanku pintu.

Aku melihat sosok Haneul terbaring lemas di tempat tidurnya,ia kelihatannya sudah sadar.

“Apa aku harus memberitahu pada Oppamu? tanyaku sambil duduk disampingnya.

“Shireoyo. Jangan,aku tidak mau membebaninya,”

“Lalu bagaimana dengan kondisimu? Kau tidak bisa sendiri di Apartemen kalau begini,”

“Jonghyun-a,apa tidak keberatan jika kau…,”ucapan Haneul kusela.

“Menjagamu di Apartemen? baiklah,”putusku.

Haneul tersenyum,aku lega melihatnya sejak saat itulah aku menjaganya di Apartemen. Mengantar jemputnya ke kampus dan tempat kerja,di tempat kerja pun aku tak luput memperhatikannya. Aku takut pneumonianya kambuh. Hari ini hari Minggu,kabarnya Jongwoon akan pulang dari Taiwan hari ini. Tapi hingga malam,namja itu tak kunjung datang. Aiiishh..kemana orang itu? Apa dia tidak khawatir dengan adiknya?

Aku melirik Haneul,dia tertidur pulas di pundakku. Aku menggendongnya dan membawanya ke kamar. Wajah Haneul tampak seperti malaikat saat tertidur,aku tersenyum.

“Selamat tidur,Haneul-a,”aku mengecup keningnya pelan.

Tiba tiba aku merasakan sesuatu menyentuh bajuku,aku berbalik. Dia Kim Jongwoon. Ia menarikku paksa keluar kamar Haneul.

“Apa yang kau lakukan pada adikku? Hah? Ia menatapku nyalang.

“Dengarkan dulu Jongwoon-ssi,adikmu…,”belum selesai aku berbicara…

Jbreeettt !!! sebuah pukulan melayang di wajahku,aku tersungkur. Sudut bibirku berdarah.

“Sudah kubilang kau menjaganya bukan menyentuhnya !!! kemarahan Jongwoon tak juga surut.

Bak !!! Buk !! Bak !! Buk !!! pukulan bertubi tubi bersarang di tubuhku,aku berusaha melawan tapi amarah Jongwoon membuatnya memiliki energi yang meluap luap.

“Oppa !!! Andwae !!! tanpa disangka Haneul bangun dari tidurnya,ia menangis.

-Haneul’s POV-

“Oppa !!! Andwae !!! aku menjerit sekeras kerasnya,aku menangis.

Jonghyun sudah luka dan lebam dimana-mana,ya tuhaaaan !!! Ada apa dengan Jongwoon Oppa?? kenapa dia begitu seemosional ini?

“Oppa,apa yang kau lakukan padanya? tanyaku marah.

“Dia sudah menyentuhmu !!!

“Menyentuhku? Oppa jangan sok tahu,dia…,” Plakkk !! sebuah tamparan keras mendarat di pipiku.

“Kau jangan membantah Haneul-a !!! kenapa kau selalu membelanya? aku ini Oppamu,dia hanya temanmu,”

Aku memegang pipiku yang baru saja ditamparnya.

“Oppa,Eomma dan Appa saja tidak pernah menamparku. Kenapa kau berani? Hah? aku menatapnya penuh emosi.

“Itu karena kau salah !!! Jongwoon Oppa menunjukku.

“Hei,Kim Jongwoon ! Jangan berlaku kasar pada adikmu,”Jonghyun bangun dari posisinya.

“Apa urusanmu??? Jangan sok membela adikku !!! Jongwoon Oppa tersenyum sinis.

Aku menangis namun aku terkejut saat Jongwoon Oppa membantingkan kursi kearah Jonghyun.

Brakkkk !!! Kursi kayu itu hancur saat berbenturan keras dengan tubuh Jonghyun. Jonghyun pingsan.

“Jonghyun-a !!! aku menghambur kearahnya.

“Haneul-a !!! Sini !!! Jongwoon Oppa menarik lenganku dengan kasar.

“Andwae ! Shireoyo,Oppa kau jahat !!! Kau..,”tiba tiba nafasku sesak lagi.

Pandangan mataku kabur,oksigen di sekitarku seperti berlari menjauhiku.

“Haneul-a,kau kenapa? Haneul-a !!! jeritan Jongwoon Oppa terdengar semakin samar ditelingaku.

Han namjaga geudaereul saranghamnida
(satu laki-laki mencintaimu)

Geu namjaneun yeolshimhi saranghamnida
(laki-laki yang mencintaimu dengan sepenuh hati)

Maeil geurimjacheoreom geudaereul ttaradanimyeo
(ia mengikuti mu berkeliling seperti bayangan setiap hari)

Geu namjaneun useumyeo ulgoisseoyo
(laki-laki itu menangis ketika ia tertawa)

Eolmana eolmana deo neoreul Ireohke baraman bomyeo honja
(betapa .. berapa banyak lagi yang harus ku tatap sendirian)

I baramgateun sarang
(cinta ini datang seperti angin)

i geojigateun sarang
(cinta ini seperti seorang pengemis)

Gyesokhaeya niga nareul sarang hagenni OH
(jika ku terus seperti ini. akan kau mencintaiku?)

(That Man,Hyun Bin)

_To be continued_

Naaaah…part 2 segitu aja !!! mianhae kalau disini banyak adegan kekerasan :p mau tahu kisah selanjutnya? bagaimana nasib Haneul yang sakit Pneumonia? lalu akankah Jonghyun kembali seperti semula? Komen readers sangat berharga ^^

17 responses to “Lucifer : Chapter 2 :

  1. Pingback: My Juliette ! (Sequel Lucifer) : Chapter 2 | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s