THE SECOND LIFE [PART 6]

THE SECOND LIFE [PART 6]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

 

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

Matahari baru  bergeser sedikit ke arah barat tetapi suasana Seoul hari ini menampakkan sebentar lagi sang matahari kembali keperaduannya.Langit gelap pertanda akan menumpahkan ribuan titik-titik kecilnya dalam waktu yang tak lama.Seoul memang seadang mengalami musim penghujan,maka dari itu tak heran belakangan ini hujan lebih sering menyirami kota ini.Di sebuah jalanan padat pertokoan Hyunchan berjalan  sambil sesekali menatap langit memastikan bahwa dia tak akan basah kuyub hari ini hingga paling tidak ada tempatnya untuk berteduh.Yeoja itu baru saja dari kantor pengiriman barang.Ia  mengirim sekeranjang buah-buahan segar untuk neneknya yang sekarang sibuk menjaga raga lainnya yang terbaring koma dirumah sakit.Mumpung segala biaya hidupnya selama menjalani misi ini tak perlu ia khawatirkan,maka dari itu uang pemberian Suho sesekali ia berikan sesuatu yang berguna untuk neneknya,walalupun ia yakin neneknya pasti akan bingung mendapat kiriman dari orang misterius.Tapi hanya dengan cara seperti inilah Hyunchan dapat memperhatikan kesehatan halmeoninya,paling tidak hingga ia berhasil menjalani misinya ini.

Di sepanjang jalan kepala Hyunchan terus menengok kekanan dan kekiri mencari tempat makan untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah mengamuk minta diisi.Matanya tertuju pada sebuah rumah makan sederhana dan kecil tetapi dengan pengunjung yang tak kalah banyak dengan restoran elit.Sepatu gadis itupun melangkah memasuki rumah makan tersebut.Suara hiruk-pikuk campuran dentingan piring ,suara-suara manusia,semuanya berbaur menjadi satu menyambut kedatangannya.Tanpa membuang waktu yeoja itu langsung duduk di sebuah meja kosong yang baru saja ditinggalkan oleh pengunjung yang telah selesai menyantap makanannnya.Suasana tempat ini benar-benar menunjukkan kesibukan pegawainya.Mulai dari pegawai yang masih muda hingga yang tampak menua semuanya sibuk mengurusi pelanggan.

Tak lama setelah ia duduk seorang pelayana wanita berkisaran umur 40 tahunan,menghampirinya.

“permisi Agassi,aku akan membersihkan mejanya dulu.” Tanpa menengok ke  arah Hyunchan,si ibu itu langsung membersihkan piring-piring kotor dan sisia-sisa makanan yang masih menempel di meja.

Hyunchan hanya memandangi wanita itu,rasa-rasanya wajah wanita itu sedikit tak asing baginya,tapi melihatnya dimana itulah yang sedang ia fikirkan.Setelah pekerjaannya sselesai,wanita tadipun membawa masuk piring-piring itu ke dapur rumah makan ini . Selang beberapa menit ia kembali lagi dengan sebuah kertas kecil dan pulpen di tangannya.

“Josonghamnida membuat mu menunggu.Mau pesan apa?” Senyumnya ramah.

“Omo! Kau gadis di rumah sakit itu kan?” Pekiknya tiba-tiba ketika melihat wajah pelanggan di depannya membuat Hyunchan sedikit terkejut.

Hyunchan memandangi wanita itu,sambil mencoba mengingat-ingat wajahnya.

“Ah,ye,Anda wanita yang ditegur suster waktu itu.” Ucap Hyunchan ketika akhirnya dia bisa mengingatnya.

“Annyeonghaseyo.Shin Hyunchan imnida.Senang melihat anda lagi.” Diapun memperkenalkan dirinya dengan sopan.

“bagaimana kabar anda?” Tanya Hyunchan formal.

“Aku sudah baik-baik saja.Nan,Kwon Yeonhi imnida.Senang bisa melihatmu lagi Hyunchan-ssi.” Balas sang wanita tersenyum ramah.”Oh iya waktu itu kulihat lutut mu bermasalah,apa sudah baik?” lanjut sang wanita.

“Ye.Tinggal penghilangan bekas lukanya saja.”

“jadi anda bekerja disini?”

“Ne,seperti yang kau lihat.Oh aigoo,aku sampai lupa .Kau mau pesan apa Hyunchan-ssi?”

“Samgyetang 1 porsi saja dan air putih.”

Ajjumha itupun mencatat pesanan Hyunchan.Jika makan samgyetang Hyunchan memang tak suka memesan minuman yang berwarna.Menurutnya rasanya jadi aneh.

“Ne.Gidarilkhae juseyo.” wanita itupun beranjak pergi.

Hyunchan memperhatikan terus gerak-gerik si wanita paruh baya itu.Ada sesuatu yang mengganjal difikirannya.Ia memang pernah melihat ajjumha itu di rumah sakit tapi entah mengapa perasaannya mengatakan bukan itu yang sedari tadi dicari oleh otaknya.Ia pernah melihat sosok yang sama tapi iya yakin itu bukan di rumah sakit.

Karena terlalu asik bergelut dengan fikirannya sendiri ,Hyunchan tak sadar bahwa makanannya telah datang.Sang pelayan yang terlihat 3 tahun lebih tua dari Hyunchan mengikuti kemanan arah pandang tamu ini yang sedari tadi menatap rekan kerjanya Kwon yeonhi.

“Yeonhi ajjumha terlalu memaksakan dirinya untuk bekerja.Sekalipun ia sakit,itu tak ada bedanya dengan ketika ia sedang sehat.Ia betul-betul pekerja yang gigih.Apa kalian berdua saling kenal?”

Hyunchan menatap pelayan wanita disebelahnya.”Ye.Kami pernah bertemu sekali di rumah sakit.”

“Oh geurae.Josongheyo.Silahkan nikmati hidangan mu Agassi.”

Hyuncan hanya tersenyum singkat menanggapi wanita itu.

***

Hujan kini benar-benar mengguyur kota ini seolah tak akan ada habisnya air tumpahan dari langit itu.Hari ini dengan bodohnya Hyunchan melupakan payungnya padahal ia tahu sekarang sedang  musim hujan.Dia masih terus berdiri di depan rumah makan tadi berlindung di atap terasnya yang kecil.Diliriknya arloji hitam di tangannya,setelah ini ia harus pergi ke apartemen Baekhyun seperti biasanya,mengajari anak itu.

“Pakai ini.” Sebuah payung putih tiba-tiba tersodorkan padanya.

Ditolehkannya kepalanya menatap siapakah gerangan orang yang berbaik hati yang hendak menawarkan payungnya padanya.

“ajjummha?” herannya.

“Pakailah.Sepertinya hujan tak akan redah hingga malam tiba.” Wanita itu tersenyum ramah.

Hyunchan menatap wanita itu,mungkin seperti inilah bayangannya jika saja ibunya masih ada.

“Geundae..”

Si ajjumha itu  tak banyak bicara lagi dan langsung meraih tangan Hyunchan dan meletakkan payung itu di telapak tangannya.

“Pakailah.kau bisa mengembalikannya kapan saja.” Wanita paruh baya itu tersenyum

“Ye,gamsahamnida.” Hyunchan membungkuk.

Di bukanya payung itu  hingga cukup melidungi badannya,dan perlahan ia pun melagkah menerobos hujan yang masih deras itu.

Hyunchan berajalan menuju halte bus terdekat.Sneakersnya sudah basah akibat percikan air hujan yang memantul di aspal jalanan.Ia semakin mempercepat langkahnya hingga tak sengaja matanya menangkap seorang pria berbalutkan hoodie hitam dengan kantongan belanja di salah satu tangannya berdiri di depan sebuah minimarket.Sepertinya namja itu habis berbelanja sesuatu.Langkahnya semakin mendekat pada orang itu hinga disadarinya bahwa orang itu adalah orang yang ia kenal.Do Kyungsoo.Hyunchan ingin berjalan menjauh dan pura-pura tak ingin melihat namja itu .Ia memang malas sok akrab dengan siapa pun,walaupun hubungannya dengan Kyungsoo belakangan ini tak sekaku di awal tapi tetap saja ia tak bisa.

“Hyuncha-ssi!” Tegur Kyungsoo.

Ternyata namja itu telah menyadari keberadaan Hyunchan sebelum wanita itu sempat menghindar.

“Ah,Ne.Annyeonghaseo.” Ucap Hyunchan menghampiri namja itu dengan kikuk.

“Kau tinggal dekat sini?” Tanya Hyunchan basa-basi.

“haha anio.Minimarket dekat apartemenku sedang tutup jadi aku berbelanja dekat sini.Uhm chogio*itu*,apa kau juga mau ke arah halte bus disana?” Ujar Kyungsoo sambil menunjuk ke arah timur.

Hyunchan hanya mengangguk.

“Kalau begitu bisakah aku ikut?”  Kyungsoo berkata sambil menunjuk payung Hyunchan.

Tampang Hyunchan sedikit terkejut,tapi pada akhirnya ia tetep mengiyakan.”Nnn.. ne.”

Tanpa menunggu aba-aba lagi diapun langsung ikut bergabung ke dalam naungan payung Hyunchan.”Aku lupa membawa payung.Kupikir tak akan turun hujan hari ini.” Keluh namja itu.

Mereka pun berjalan berdua menuju halte bus dibaluti keheningan. Hyunchan merasa aneh dengan keadaan mereka.Sementara Kyungsoo,ia pun tak ada bedanya.Ia merasakan ada sesuatu yang aneh dalam dirinya.Detik itu juga munculah sedikit rasa menyesal karena meminta bantuan pada Hyunchan dan semuanya menjadi seperti ini.Badannya yang lebih tinggi dari Hyunchan mampu membuatnya menatap wajah yeoja itu dari atas.Ia bukanlah anak culun si kutu buku yang baru kali ini berada dalam jarak yang sedekat ini dengan seorang yeoja.Selain  Baekhyun,dia termasuk deretan namja yang juga punya banyak penggemar dan tak jarang gadis-gadis itu mengerubutinya bak makanan manis yang dikerumuni oleh semut-semut.Tapi ia tak pernah ada masalah ketika harus berdekatan dengan seorang yeoja,tapi Hyunchan ini berbeda.

“ahh ini mungkin efek dari hujan.Biasanya perasaan manusia suka lebih gampang tersentuh dan melankolis  ketika hujan tengah turun.” Batinnya.

Hyunchan menutup payungnya begitu mereka tiba di halte bus.Kyungsoo mengusap bekas-bekas percikan air hujan yang melekat di sepanjang lengannya.

“karena payungnya kecil,kau jadi sedikit basah.Mianhae.”

Namja yang tadinya sibuk membersihkan dirinya itu menoleh ke Hyunchan.” Apa yang kau bicarakan?Seharusnya aku yang minta maaf.Ini kan payung mu tapi jadi ikut basah juga karena ada aku.”

Kedua manusia itu tersenyum kaku sambil menggaruk kecil kepala mereka yang tak gatal.Ini betul-betul suasana yan sangat aneh.Kyungsoo mulai memantau memandang ke kejauhan apakah busnya sudah terlihat atau belum.Sedangkan Hyunchan,yeoja yang tadinya juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Kyungsoo lakukan kini menoleh ke arah namja itu.

Do Kyungsoo.Namja ini sudah sangat baik padanya sejak ia berada di tempat ini.Di banding dengan mereka-mereka yang lebih memilih untuk melihat Hyunchan dalam wujud yang tak tampak pada penglihatan,Kyungsoo justru melakukan hal berbeda.Meskipun sifat Hyunchan yang terkesan aneh tetapi namja itu tetap ramah padanya,layaknya dia adalah siswa baru yang juga pantas mendapatkan seorang teman.Seandainya juga di kehidupan masa lalunya ia bisa mendapatkan teman sebaik Kyungsoo mungkin sifatnya tak akan sekaku dan seaneh sekarang.

Alunan ringtone yang bersumber dari ponsel Hyunchan membuyarkan wanita itu dari segala fikiran-fikirannya.

“Ne yeoboseyo.”

“Ya! Neo eodikka?” Ucap suara si penelpon.

“Aku sedang menunggu bus.Setengah jam lagi aku akkan tiba di apartemen mu.”

Sementara Kyungsoo yang tadinya sibuk menunggu datangnya bus akhirnya tersenyum ketika bus itu telah berhenti di hadapannya.

“Kajja Hyunchan-ssi.” Namja itu menarik pecan lengan Hyunchan masuk ke dalam bus.

“Ya! Siapa yang bicara itu? Seperti suara Kyungsoo.” Selidik  si penelpon yang tak lain dan tak bukan adalah Baekhyun.

Hyunchan melirik ke arah Kyungsoo yang kini telah berdiri di sampingnya sambil menggelantungkan jemarinya di tiang bus.”Oh ne.Dia memang Kyungsoo.” Jawab Hyunchan santai.

“Mwo? Kenapa kau bisa  sama dengan Kyungsoo?Kalian berkencan?” selidik Baekhyun lagi.

“Kurasa ini sudah keluar dari pembicaraan.Cari saja dulu pembahasan yang belum kau mengerti,supaya setelah tiba disana aku bisa langsung mengajari mu.Sudah yah.Annyeong.”

Baekhyun terdengar masih ingin bercuap-cuap tetapi sambungan telponnya sudah terlanjur di putus oleh Hyunchan.

“Baekhyun?” Tanya Kyungsoo yang hanya dijawab anggukan singkat dari Hyunchan

“Kudengar kau jadi guru pembimbngnya?jadi bagaimana perkembangananak itu?” Tanya Kyungsoo lagi berusaha membuka topik pembicaraan.

“Jangan menyebut ku guru pembimbingnya.Ini hanya seperti belajar bersama antar sesama teman.”

“Nggg soal perkembangannya ,sampai saat ini yang aku lihat sudah ada peningkatan.Kemarin sewaktu di kelas pelajaran tambahan Park saem menyuruhnya mengerjakan soal matematika, ia sudah bisa mengerjakannya.”

“Eh,Jinjja?”  mata bulat Kyungsoo yang memang sudah sangat besarterlihat namapak makin besar.

Hyunchan sedikit tersenyum menatap mata itu.Itu mengingatkannya seperti mata yang biasanya terdapat di boneka-boneka.

“Uwaa..Ini sulit dipercaya.Kau tahu dalam sejarah Byun Baekhyun,ia tidak pernah bisa mengerjakan soal matematika sekalipun kau sudah memberikannya catatan kecil.”

“pantas seharian kemarin ia sumringah terus.,ternyata alasannya itu.” Hyunchan hanya menatap  heran ke Kyungsoo.apakah Baekhyun memnag sebodoh itu dulu?

Lagi asik-asiknya mereka berbincang-bincang tiba-tiba sang supir bus mengerem mendadak dalam kecepatan yang cukup tinggi hingga mengakibatkan penumpangnya saling berbenturan dengan benda di hadapan mereka.Tak terkecuali Kyungsoo yang memang sejejer dengan Hyunchan.Namja itu terhuyung ke arah Hyunchan hingga hampir membuat mereka terjatuh kelantai bus jika saja tangan Hyunchan yang satunya lagi tak berpegangan pada sandaran kursi penumpangnya.Posisi mereka sekarang benar-benar bukan keadaan yang baik.Badan Kyungsoo sangat dekat dengan badan Hyunchan dan kedua tangannya bertopang di bahu gadis itu.Sementar Hyunchan,denag refleks tangannya yang satu memegang lengan Kyungsoo agar namja itu tak jatuh menimpanya dan berakibat buruk pada nenek tua yang berada tepat di belakang Hyunchan.

“Kyungsoo-ssi.” Tegur Hyunchan yang  tersadar duluan dari adegan yang sangat aneh itu.

“ah.Mianhae.” Ucap namja itu dan langsung membuat jarak antara mereka.

Sementara kedua orang itu berusaha membuat suasana mereka kembali normal ,penumpang yang lain sibuk mengomeli si supir bus.

“halmeoni,gwenchanayo?” Tanya Hyunchan begitu ia teringat dengan nenek di belakangnya.Ia ikut berjongkok membantu nenek yang tengah terduduk di lantai bus itu karena ulah si sopir yang kurang hati-hati.

Si nenek hanya mengangguk pelan lalu kemudian Hyunchan pun membantu nenek itu kembali berdiri. Kyungsoo yang masih belum benar-benar netral dari apa yang terjadi barusan,hanya  menatap Hyunchan terus.Iya terus menatap yeoja itu, tampak sedang memikirkaan sesuatu.

“Kyungsoo-ssi,gwenchana?” Tegur Hyunchan karena sejak melihat  kejadian tadi temannya ini hanya terbengong menatapnya.

“a.. N..nne.Gwen..gwenchan..a.” Ucapnya gugup.

Setelah memastikan bahwa Kyungsoo baik-baik saja,perhatian Hyunchan kembali tertuju pada  nenek yang di tolongnya tadi.

“Omo!” Kyungsoo menghela nafas sambil memegangi dadanya.

***

Pagi seperti biasa,lagi-lagi Baekhyun sedang asik berpacaran dengan  seorang murid baru yang berada setingkat dengan adiknya.Meskipun ia masih ada status hubungan dengan Noona yang juga mantan siswi sekolahnya,tetapi itulah Baekhyun.Baginya satu wanita mungkin tak akan pernah cukup untuk dijadikan pacar.

Perlahan tangannya mengusap pipi yeoja chingu barunya itu.Gadis itu memang cantik,tapi dia tak sepolos penampilannya sebagai siswi kelas dua SMA.

“oppa~ kau ada acara malam ini?bagaimana kalau ke rumah ku.Orang tua ku sedang pergi berlibur.Aku dan ke tiga teman ku akan mengadakan party.Kau suka party kan?” Ucap sang gadis merajuk sambil memainkan dasi Baekhyun.

“Mmm..nanti malam yah.Baiklah akan ku usahakan.” Janji Baekhyun meskipun ia tahu bahwa malam nanti adalah jadawal belajarnya dnegan Hyunchan.

Di saat kedua manusia itu sedang bermesra-mesraan  di parkiran sekolah,tanpa sengaja mata Baekhyun menagkap bayangan Hyunchan yang sedang mendorong sepedanya dengan Kyungsoo disamping yeoja itu.Kyungsoo terlihat terus berbicara dan sesekali tersenyum pada Hyunchan.Sedangkan wanita itu walaupun tak menunjukkan respon berarti tetapi Baekhyun bisa melihta bahwa dia itu juga ikut asik menikmati segala pembicaraan yang dibuat oleh Kyungsoo.

“Aishh coba lihat anak ini! Ckck tidak kah ini masih terlalu pagi Baekhyun-ah” tegur Kyungsoo begitu ia dan Hyunchan lewat tepat di depan  Baekhyun.

Baekhyun hanya terkekeh sementara Hyunchan memilih untuk tidak peduli.

“jadi siapa lagi ini huh?” Ledek Kyungsoo

“Dia Moon Haeri.Hoobae kita.”

Si gadis terlihat menyapa dengan cara yang orang bilang sekarang itu cute.Kyungsoo hanya menaggapinya dengan senyuman.Ia tidak terlalu suka dengan gadis yang seperti disamping Baekhyun ini.Ia bisa tahu bagaimana karakter dan sifat seseorang dengan melihat tingkahnya saja dan gadis ini tidaklah masuk ke dalam daftar gadis yang dianggap baik menurut Kyungsoo.Lagi pula iapun tahu,gadis yang dikencani Baekhyun pasti tidak akan merupakan seorang gadis baik-baik.

“Ngomong-ngomong kenapa hari ini kau bisa bersama dengan Hyunchan?” Tanya Baekhyunn memicingkan matanya.

Akhir-akhir ini ia sering melihat Kyungsoo dan Hyunchan bersama,apalagi ketika waktu ia menghubungi Hyunchan dan telingan mendengar ada suara Kyungsoo.

“Mobilku bermasalah dijalan dan kebetulan Hyunchan lewat.Jadi dari pada menunggu taxi dan aku terlambat, lebih baik aku ikut dia kan.”

“kalau kalian masih lama ingin berbiara,aku akan masuk duluan saja.” Ucap Hyuunchan disela pembicaraan keduanya.

Yeoja itu mulai beranjak tetapi Baekhyun mencegahnya “Chakkaman!Kau ini buru-buru sekali sih.Ini belum waktunya masuk.Aku ada sesuatu yang ingin kutanyakan.”

Kyungsoo dan gadis Baekhyun menatap keduanya.

“Begini sebentar malam aku ada acara,jadi bisakah lesnya kita tunda saja?”

Hyunchan menatap Baekhyun,ia terlihat seperti sedang berfikir.”lihatkan?seperti yang sudah kubilang sebelumnya.Sekali menunda,kau akan terbiasa dengan itu.”

“Ayolah Shin Hyunchan~ aku janji kali ini saja.” rajuk Baekhyun.

“Oppa~ kenapa harus meminta izin ke dia memangnya dia siapa mu?” Gadis yang tak tahu apa-apa itu memberikan tatapan tajam ke arah Hyunchan.

“Kurasa kau harus memberinya izin.Bukannya siang ini kau dan aku ada tugas kelompok kan? Dan aku yakin tugas itu tidak akan selesai sebelum malam tiba.” Kyungsoo maju bicara tanpa memperdulikan gadis disebelah Baekhyun.

Hyunchan terlihat berfikir.Sepertinya ia melupakan hal yang satu itu.

“Baiklah.Terserah kau saja.” Ucapnya singkat ke Baekhyun lalu meninggalkan tempat itu.

Baekhyun menatap punggung Hyunchan.Sekilas ia bisa menangkap ada sesuatu yang lain di mata yeoja itu.Seperti bahwa izin yang baru saja ia berikan itu tidak mengandung sebuah keikhlasan.

“memangnya kau ada kerja kelompok apa dengannya?” Pandangan Baekhyun teralihkan ke Kyungsoo.

“Yang kimia itukan? Bukankah kau dan Chanyeol juga?Aishh kau ini.Yasudah,aku juga mau masuk.”

Baekhyun masih menatap ke arah dimana Hyunchan melangkah.

“jadi mereka akan bekerja berdua saja?” entah mengapa ada rasa aneh yang muncul pada dirinya saat tahu bahwa mereka hanya akan bekerja berdua saja ,tapi ia tak bisa mendeskripsikan hal  apa itu.

***

Baekhyun memandangi meja laboratorium tempat Hyunchan dan Kyungsoo melakukan penelitiannya.Keduanya terlihat sibuk dengan mikroskopnya.Sekarang kelas mereka sedang uji lab.Guru mata pelajaran mereka telah membentuk satu kelompok terdiri dari dua orang.Dulunya ,ketika bangku belakang belum dihuni Hyunchan,khusus untuk kelompok Baekhyun dibuat pengecualian,yaitu tiga orang dalam satu kelompok karena waktu itu Kyungsoo belum punya teman sebangku.

“Hyunchan-ssi coba lihat ini.Apa sudah cocok?” Tanya Kyungsoo sambil menarik Hyunchan agar melihat gambar sel yang terpampang di mikroskop itu.

Hyunchan menempelkan salah satu matanya ke lensa penglihat di mikroskop tersebut sementara Kyungsoo dengan jarak yang cukup dekat,mengatur posisi tumbuhan yang sedang mereka amati selnya.Keduanya terlihat sangat menikmati pekerjaan itu.Kyungsoo berbicara ini dan Hyunchan berbiara itu,mereka berdua terlihat nyambung saat saling berbicara.Kyungsoo terlihat tertawa sepertinya ada yang sedikit lucu dengan objek penelitian mereka sementara Baekhyun bisa melihat ada sedikit senyuman terpancar dari gadis yang benama Shin Hyunchan itu.

Dengan raut wajah yang sudah sangat kusut namja itupun mendatangi meja Hyunchan.Ia ingin mengusik ke dua orang itu.

“Hyunchan-ah aku butuh bantuan mu.Aku tidak mengerti soal penelitian ini.”

Kyungsoo yang tadinya sibuk,mengalihkan pandangannya ke hadapan Baekhyun.

“Tunggu sebentar.Jika ini selesai aku akan kesana.” Ucapnya sang yang di ajak bicara tanpa menatap namja itu dan  masih tetap sibuk dengan kegiatannya.

“Ini sudah hampir selesai.Sabarlah.Lebih baik kau bantu dulu saja Chanyeol.” Kyungsoo ikut bicara sambil menatap kearah Chanyeol sedang sibuk membolak-balikkan buku mata pelajaran mereka terlihat sedang pusing.

Baekhyun menatap ke arah Hyunchan yang sama sekali sudah tak meresponnya lagi dan lebih memilih untuk bergelut dengan pekerjaannya.Dengan wajah yang dua kali lipat kesalnya ia kembali lagi ke mejanya.Seharusnya Hyunchan tak boleh menyuekinya seperti itu.Bukannya Baekhyun ini muridnya dan dia adalah gurunya.Guru itu harusnya siap membantu muridnya kapan saja bukan? Kira-kira seperti itulah yang terfikir di otak Baekhyun.

Sekembalinya di tempatnya matanya belum juga lepas dari pandangan Kyungsoo dan Hyunchan.Ia merasa seperti begini.Jika di rincikan sebenarnya itu dirinyalah yang lebih dekat dengan Hyunchan mengingat mereka terlibat hubungan pengajar dan murid.Dan ketika ia melihat Hyunchan mulai akrab dengan Kyungsoo bahkan sepertinya hampir menyaingi keakrabannya dengan Baekhyun,namja itu merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya.Seperti ketika seseorang merebut mainan kesayangan mu tetapi dengan cara yang tidak kasar namun menyakitkan.

Sejak tiga hari yang lalu ketika ia memaksa Hyunchan untuk membatalkan lesnya,sampai detik ini juga yeoja itu  belum pernah datang lagi untuk mengajarinya.Katanya ia sedang sibuk mengerjakan tugas kelompoknya dengan Kyungsoo.Belakangan ini Kyungsooo dan Hyunchan sering sekelompok dalam beberapa mata pelajaran dan mungkin karena itulah mereka tampak mulai akrab.

“Ya! Baekhyun-ah! Kenapa  memperhatikan meja Kyungsoo terus huh? Cepat bantu aku! Ini membuat ku pusing.” Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.Sepertinya ini memang nasib sial keduanya.Seperti yang orang tahu Baekhyun dan Chanyeol bukanlah siswa yang cukup tertarik bahkan tidak tertarik dengan pelajaran yang namanya kimia.Dan sekarang mereka harus sekelompok itu benar-benar nasib sial.

“Aishhh..Kau kira  aku bisa mengerjakannya!” Bentak Baekhyun dengan muka kusutnya.

“Kenapa dia yang marah.Seharusnyakan aku?” Heran Chanyeol sambil menunjuk dirinya sendiri.

Chanyeol yang mulai stress dengan tugasnya yang sama sekali belum ada kemajuan akhirnya mencari ide bagaimaan caranya agar tugasnya juga bisa selesai tepat waktu.Ia kembali meletakkan pandangannya ke meja Hyunchan dan Kyungsoo yang terlihat sepertinya sudah selesai.

“Ya! Kalian  berdua!Tidakkah kau lihat teman mu ini sudah hampir setengah waras dan kalian masih bisa bersantai-santai seperti itu.” Omel Chanyeol ke pada ke dua temannya itu.

“kau butuh bantuan?” Tanya Kyungsoo

“tentu saja,memangnya keadaan kelompokku skearang terlihat  seperti apa? Seperti kelompok sekumpulan ilmuan jenius yang bisa menyelesaikan semuanya dalam waktu singkat!” Sekarang giliran Chanyeol yang emosi.Lengkaplah sudah penderitaannya.Tugas penelitian ini ,belum lagi otaknya yang mungkin hanya seperempat dari otak Einstein ditambah lagi teman kelompok yang lebih parah darinya.Rasanya ia memang pantas frustasi tingkat akut.

Kyungsoo hanya tertawa melihat ekspresi stress Chanyeol di tambah ekspresi wajah Baekhyun yang tak kalah lucunya.

Akhirnya Hyunchan dan Kyungsoo mendatangi meja kerja kelompok Chanyeol.Kyungsoo langsung ke dekat Chanyeol dan membantu namja itu sedangkan Hyunchan menatap Baekhyun yang terus saja memasang tampang kusut sambil memainkan pinset tak jelas.

“Kenapa tidak membantu teman mu?”

“kalau aku tahu caranya,tanpa perlu disuruh aku jug akan membantunya.” Jawab Baekhyun dengan nada jutek.

“bukankah kita sudah pernah membahas ini waktu di apartemen mu dulu?” Tnaya Hyunchan mengingatkan.

“Aku sudah lupa! karena belakangan ini gurunya sedang sibuk!” Rupanya Baekhyun sedang mencoba menyindir Hyunchan.

Sementara Hyunchan merasa bingung dengan sikap Baekhyun.Tidak biasanya namja ini berubah seperti sekarang.

“Sudahlah, jangan ajak bicara dia.Tak tahu kenapa hari ini dia sangat menjengkelkan.” Ejek Chanyeol

Baekhyun hanya memutar bola matanya sambil memanyunkan mulutnya.

“aku akan mengajari mu lagi.Sini!” Ucap Hyunchan memanggil Baekhyun mendekat dengan mikroskopnya.

Baekhyun terlihat berfikir dan akhirnya ia pun menyetujui.Ia berjalan mendekat dengan mikroskop itu.

“Pertama kau atur  arah dari sumber cahayanya agar bisa memantulkan cahaya dengan baik dari pantulan kacanya.” Hyunchan mulai penjelasannya.

“Letakkan mata mu di sini.” Hyunchan menunjuk ujung dari mikroskop itu.

Baekhyun pun mengikuti saran dari Hyunchan.”selanjutnya atur jarak focus lensanya agar objek yang kau lihat bisa terlihat dengan jelas.”

Hyunchan mulai mengaturkan jarak lensa dari mikroskop itu.”apa sudah jelas?” tanyanya.

“anhi.” Jawba Baekhyun singkat.

Tanpa mereka sadari jarak mereka berdua benar-benar dekat.karena merasa pengaturan lensa dari hyunchna tidak mencapai titik yang jelas,refleks Baekhyun mencari lingkaran bulat itu dan bertemulah tangan meereka.Seketika itu juga mereka terdiam membeku.Perlahan-lahan tanpa mereka sadari,kepala mereka saling menoleh satu-sama lain hingga Hyunchan bisa merasakan hembusan nafas dari Baekhyun tepat dipipinya.Lagi-lagi mereka terdiam,saling menatap dalam posisi yang seperti itu,bergelut dengan fikiran masing-masing.Chanyeol yang sempat menoleh dan melihat keduanya hanya tersenyum simple dan kembali ke kegiatannya agar tak seorang pun menyadarinya.

***

Hyunchan menatap langit sambil mendengarkan music dari kedua headsetnya.Ia terlihat sedang memikikan sesuatu.Memikirkan nasibnya nanti,memikirkan neneknya dan…Baekhyun.Secara tiba-tiba  bayangan namja itu terpampang di atas awan yang tengah ditatapnya.Hyunchan terkejut lalu dikedipkannya matanya hingga setelahnya bayangan itupun menghilang.

Hyunchan masih terlihat bengong dengan apa yang baru saja terjadi padanya.

“Jangan bilang kalau aku..” Diusirnya segera fikiran-fikiran anehnya.Seketika itu juga ia terbayang 3 pantangan yang diucapkan Suho padanya.Mungkinkah ia sedang dalam tahap pelanggaran pantangan terakhir dari ke tiga pantangan itu?

“Apa semuanya baik-baik saja?” Tiba-tiba sebuah suara muncul dari arah samping Hyunchan hingga membuat wanita itu terkaget.

Baru saja ia memikirkan sang si empunya suara dan sekarang orangnya benar-benar telah ada di samping Hyunchan.

“Apa suara ku terlalu keras sampai mengagetkan mu seperti tadi.” Sang malaikat 49 hari itu sedikit berkelakar.

“bagaimana? Semuanya baik-baik saja kan?” ia terlihat memicingkan matanya melihat ke arah Hyunchan.

Ia hanya punya firasat yang  kurang baik pada misi Hyunchan ini dan ia berharap bahwa apa yang dikhawatirkannya itu salah total.

Hyunchan mengangguk menaggapi pertanyaan Suho.” Sekarang aku sedang menjadi teman belajarnya.Mengajarinya mata pelajaran yang belum ia mengerti.” Lanjut gadis itu.

“Baguslah jika seperti itu.Tapi Hyunchan-ssi..” Suho menatap yeoja itu dan Hyunchan pun melakukan hal yang sama.

“Kau .. Kau masih ingat dengan pantangan ketiga itu kan? Maksudku kau sama seklai tidak pernah melibatkan perasaan mu kan selama misi ini berjalan?” lanjut sang malaikat.

Hyunchan terlihat seperti menelan ludah.Ia pun tak yakin bahwa sampai detik ini ia masih belum melibatkan perasaannya.

“Ne.Tentu saja tidak.Seperti yang kubilang sebelumnya,aku hanya kan focus ke misi ku.” Ucapnya berbohong tetapi sebisa mungkin ia memasang tampang meyakinkan.

Matanya kemudian ia laihkan kembali menatap kedepan.Tetapi Suho terus menatap gadis itu memastikan bahwa apa yang diucapkan oleh Hyunchan adalah kebenaran.

“Aku legah mendengarnya.Semoga apa yang kau ucapkan itu memang yang sebenarnya.Aku hanya ingin mengingatkan mu saja,kau harus hati-hati pada perasaan mu karena kadang apa yang menurut perasaan kita itu adalah ‘Tidak’ bisa saja akan berjawaban ‘Ya’.Kalau kau sampai melanggar pantangan yang ketiga itu,bukan hanya pihak satunya yang dirugikan tetapi keduanya.Rasanya seperti menimbun emas tetapi kau sama sekali tak pernah boleh menyentuhnya.Singkat kata,itu semuanya hanya sia-sia saja.”

“Baiklah,aku masih banyak urusan.Aku kesini hanya untuk mengecek bagaimana perkembanangan misi mu.” Suho bangkit dari posisi duduknya.”Masih banyak yang harus ku urus.Aku pergi.” Ucap Suho menepuk pundak Hyunchan dan ia pun  kembali menghilang.

Hyunchan kembali menghela nafas sambil menyandarkan dirinya.Diputarnya kembali alunan musiknya hingga membuatnya merasa tentram

“Tapi salah ku dimana?Kau tidak bisa melakukan ini pada ku Oppa!”

Mata Hyunchan yang tadinya tertutup kembali terbuka ketika didengarnya suara teriakan keras itu.Kepalanya mulai mencari darimanakah sumber suara yang mengusiknya itu. Akhirnya ditemukannyalah dari mana suara itu berasal.Hyunchan bisa melihat tak jauh dari posisinya seorang wanita yang memakai seragam yang sama dengannya sedang menangis terisak dihadapan seorang sisiwa laki-laki.

“Baekhyun?” Pekik Hyunchan pelan. Matanya terus memantau apa yang telah terjadi disana.Ia kurang bisa mendnegar  semuanya dengan jelas sekarang karena keduanya terlihat mulai memelankan suaranya.Yang mampu ditangkap Hyunchan gadis itu terus mengusap air matanya dan Baekhyun yang perlahan meninggalkan gadis itu.tetapi semuanya tidak terhenti di situ saja.Sang gadis mengejar Baekhyun dan begitu namja itu berbalik sebuah tamparan yang rasanya pasti sangat sakit mendarat di pipi mulus Baekhyun.Baekhyun terlihat berekspresi biasa saja,seolah tamparan itu rasanya sudah menjadi  sesuatu yang biasa terjadi.Sedangkan mata Hyunchan membulat.Ini adalah pertamakalinya ia melihat Baekhyun ditampar oleh seseorang.

“Aku yakin suatu saat kau akan mendapat karma yang jauh lebih menyakitkan dari ku.” Si gadis menyumpahi Baekhyun dengan tatapan yang begitu tajam setelah itu ia pun pergi meninggalkan Baekhyun yang terlihat terbengong.

Namja itu perlahan kembali ke dunianya,ia mengambil langkah hendak meninggalkan tempat itu tetapi matanya menangkap sesosok yeoja yang dikenalnya sedang menatap padanya.Dipilihnya untuk melangkah mendekat ke arah yeoja itu.

Melihat Baekhyun menghampirinya Hyunchan langsung memalingkan wajahnya kembali ke depan dan bertingkah ia tak melihat apa-apa.

Baekhyun langsung duduk disebelah gadis itu.”Apa itu pertama kalinya kau melihat namja yang ditampar?Ekspresimu terlihat sangat terkejut.” Ia sedikit bercanda.

“bagi ku,itu sudah hal biasa.” Lanjutnya.

“Jadi itu bukan yang pertama kalinya?” Heran Hyunchan yang langsung melepas  headsetnya untuk mendengar ucapan Baekhyun dengan jelas.

“Uhm.Setiap aku memutuskan mereka pasti itulah yang pertamakali akan mereka lakukan.”

Hyunchan tak merespon lagi.Ia hanya menatap wajah Baekhyun yang sekarang telihat menatap awan.Suasaana menjadi hening.Hingga Hyunchan menyadari sesuatu di pipi Baekhyun.

“Sepertinya dia memang menamparmu dengan sekuat tenaganya.”

Baekhyun menoleh menatap yeoja itu dengan tatapan tak menegrti.Hyunchan yang menyadarinya langsung menunjuk luka kecil di pipi namja itu.

“Heh.Dia betul-betul menampar ku sekuat tenaga.” Baekhyun sedikit terkekeh di akhir.

“Ini.” Hyunchan mengeluarkan sebuah plester luka kecil dari sakunya.

“Untung masih tersisa satu.” Tangannya menyodorkan plaster itu ke pada Baekhyun.

“Kau pasang saja.Aku tak bisa melihat dimana posisinya.”

Akhirnya Hyunchanpun memasangkan plaster itu dipipi kiri Baekhyun dan membuat mereka lagi-lagi saling berhadapan.Tanpa membiarkannya terlalu berlarut-larut,Hyunchan segera memalingkan wajahnya dan bersikap seperti biasa lagi.

“kalau pada akhirnya akan membuat mu terluka saja,kenapa kau mau melakukan hal tidak berguna ini?” Hyunchan memulai pembicaraan lagi.

Baekhyun terdiam mendengar pertanyaan Hyunchan.Matanya terus menatap ke arah yeoja itu tanpa berpaling sedikitpun.

“Kira-kira sampai kapan kau akan seperti ini?kau tak akan selamanya muda dan hanya bersenang-senang terus.Umur mu makin bertambah dan kau akan dituntut oleh hidup ini untuk menjadi orang yang dewasa.”

“Tidak kah kau berfikir bahwa bermain wanita itu membosankan? kau jadian dengannya,bersenang-senang setelah itu memutuskannya dalam waktu yan singkat.Lalu jadian lagi lalu begitulah seterusnya.Masa muda itu terlalu singkat jika hanya kau hanya habiskan dengan menjalin hubungan sperti itu.Kau tak akan pernah menemukan dimana letak kebahagiaan antara sepasang kekasih yang sedang menjalin hubungan jika yang kau lakukan hanya seperti itu.Mungkin kau bahagia dalam hal lain tetapi yang pasti kau tidak akan merasakan kebahagian di dalam sini.”Ucap Hyunchan menepuk dadanya seolah menunjukkan posisi hati manusia berada.

Baekhyun tak bisa menjawab semua  pertanyaan yang dilontarkan Hyunchan.Ia terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan dari yeoja itu.Hyunchan adalah yeoja dan orang pertama yang menanyakan hal seperti ini padanya.Bahkan dalam diri Baekhyun sendiri tak pernah terlintas atau terlontarkan pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

“Mollayo.” Ucap Baekhyun singkat yang seperti terdengar berbisik.

Namja itu kini terlihat tertunduk dengan tatapan yang seperti sedang memikirkan sesuatu.Mungkin ia sedang memikirkansegala pertanyaan yang diucapkan Hyunchan padanya.Karena ia memang beanar-benar tak tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Hyunchan.

“Mianhae,aku sama sekali tak ingin sok tahu atau apaun seperti waktu sebelumnya.Aku berbicara disini sebagai seorang teman yang memang perduli pada keadaan temannya.” Hyunchan benar-benar jujur mengatakan hal itu.Ia berkata seperti ini sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan kelancaran misinya ,ia benar-benar ingin Baekhyun belajar sesuatu.

Tangan Hyunchan perlahan memegang pundak Baekhyun hingga membuat namja itu menagngkat kepalanya dan memandangi Hyunchan.

“Mulai sekarang pikirkanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.” Seulas senyum tersngging di bibir gadis itu.Bukan senyum yang biasanya tak bisa dilihat oleh orang-orang ,tetapi benar-benar sebuah senyuman.

Baekhyun terpaku menatap senyuman yeoja itu.Seperti yang dikatakan orang bahwa senyuman bisa merubah pandangan seseorang pada diri kita.Seperti itulah pandangan Baekhyun yang berubah terhadap Hyunchan.Yeoja dihadapannya tidaklah secantik wanita-wanita yang selama ini di kencaninya bahkan Hyunchan sama sekali tak bisa dibandingkan dengan kecantikan mereka,tetapi ada sesuatu yang lain ketika gadis ini tersenyum.Di mata Baekhyun gadis ini seolah memancarkan cahaya dari wajahanya hingga membuat Baekhyun tak bisa mengedipkan matanya.

DEG!

Dan sekaranag untuk pertamakalinya selama melihat seorang yeoja ia dapat mendengar suara dari detakan jantungnya.Padahal ia bahkan pernah lebih dari sedekat ini dengan wnaita-wnaitanya tetapi ia tak pernah sama sekali mendengar suara dari detak jantungnya yang berdetak begitu cepat.

“perasaan apa ini?”

***

TBC

Annyeonghaseoooo..ffnya publish lagi..

Oh iya karena mumpung udah mau lebaranan saya ucapkan minalaidin walfaidzin,,maaf lahir batin yah readers semuanya..siapa tau authornya pernah ada salah mohon dimaapin ye semuanya 😀

Gomawoo buat yang udah baca sampe di part ini 😀

mian yah kalo banyak typonya 😀 😀

Di komen di komen di komen lalallala~

76 responses to “THE SECOND LIFE [PART 6]

  1. Yeeee! Aa suho muncul😂 ga tau seneng banget kalo dia ada, soalnya lucu aja gitu kalo ada dia😂
    Aaa.. Baekhyun kayanya kecewa deh karena hyunchan yang tiga hari ga ngajarin baekhyun dan kayanya baekhyun juga cemburu karena akhir-akhir ini hyunchan kerja kelompkk mulu sma kyungsoo. Dan yaa.. Pas hyunchan ngajarin baekhyun lagi dan mreka saling natap, hanya chanyeol yg tau, dan chanyeol pasti udah nebak-nebak perkembangan hubungan hyunchan sama baekhyun nanti kaya gmana.
    Oalah, hyunchan yang ska ke baekhyun kehalang sama peraturan ketiga, dan dibalik itu baekhyun mulai ada rasa sama hyunchan.
    Sepertinya detik-detik menuju awal konflik mulai bermuncul secara tidak terlihat

  2. hayooo mereka berdua udh mulai punya perasaan saling suka tuh hihi,
    baek pasti cemburu sma kyungsoo haha,tapi kalo sampe hyunchan suka sma baekhyun berarti dia melanggar peraturan ketiga dari suho dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s