[Ficlet] Mine

Title                       : Mine

Author                  : hgks11

Cast                       : Eunhyuk, BoA

Genre                   : Romance

Length                  : Ficlet—1.392 words

Rate                       : PG 15-17 *Cuma dikit kok–v

A.N.                       : Annyeong~ nisa comeback(?) kkk~ kali ini nisa balik bawa ff request dari karina~ semoga kalian semua suka ya, terutama karina ^o^ enjoy it guys~ *wink*

Oh iya, ini semuanya Boa’s POV yaaa~ :3

***

“You’re the only one.. only one..”

Kuakhiri perfomance hari ini dengan menutup kedua mataku di atas panggung. Merasakan debaran jantung yang masih berdetak dengan cepatnya. Nafasnya yang menerpa kulit wajahku, masih segar dalam ingatanku. Kulit bertemu dengan kulit, hangatnya masih berbekas dengan jelas.

Aku segera meninggalkan stage dan berjalan ke backstage, bergegas untuk segera menghapus make-upku dan sekedar bersandar di kursi. Koreografi lagu ini benar-benar menguras tenagaku. Seluruh badanku terasa berkeringat. Kuhempaskan badanku ke atas kursi di depan meja rias ruang gantiku. Kupejamkan kembali kedua mataku, dan berusaha mengatur nafasku agar normal. Sensasi itu kembali lagi. Jantungku berdetak dengan cepat, sentuhan kulitnya seperti menampar kulitku, begitu jelas. Sekelebat bayangannya memenuhi benakku sehingga terasa begitu penuh. Aku tersentak begitu merasakan sebuah tangan melingkar di leherku.

“Chagi..” badanku seperti terkena sengatan listrik merasakan nafasnya yang menerpa daun telingaku. Membuat sekujur tubuhku merinding. Kuberanikan diri untuk membuka mataku, dan di sanalah ia. Pantulan dirinya yang tengah tersenyum lebar di kaca meja rias terlukis dengan sempurna. Ia meletakkan dagunya di bahu kananku, lalu mengecup pelan leherku.

“Eenggh.. Eunhyuk-ah~ geumanhae~” kujauhkan bibirnya dari leherku. Ck, selalu saja seperti ini.

“Kkk~ mianhae” ujarnya menunjukkan gummy smilenya, membuatku tak dapat berkutik.

“Kapan kau masuk ke sini?” tanyaku memandanginya awas. Karena berkali-kali ia masih berusaha untuk mengecup leherku. Ia tampak mengerucutkan bibirnya sebagai tanda protes, namun aku tak menghiraukannya.

“Tak lama setelah kau masuk ke sini” ujarnya. Kini ia menatap ke arah kedua bola mataku melalui kaca di depanku. “Aku sangat menginginkan bibirmu yang manis itu sedari tadi. May I?” tanyanya lembut. Seperti terhipnotis dengan tatapannya, kepalaku mengangguk. Dengan sigap ia memutar kursiku ke arahnya. Kini tangannya berpindah melingkari pinggangku, dan bibirnya tengah melahap bibirku rakus. Mataku terpejam menikmati setiap sentuhan bibirnya di bibirku. Ia menciumku begitu lama, membuatku kehabisan nafas dan mendorongnya. Ia menatapku melas, tak rela aku mengakhiri ciuman kami. Ku acuhkan tatapannya itu dan menghirup oksigen sebanyak yang kuumampu.

“Ya! Kau ingin membuatku kehabisan nafas?” lirihku. Ia tersenyum mendengar ucapanku dan mempererat tangannya yang melingkar di pinggangku.

“Gomawo” ia mengecup sekilas bibirku. Ntahlah, aku tak bisa menolak semua perlakuan dari namja di depanku ini. Jika kalian mengira ia adalah namjachinguku, kalian salah. Ia bukan namjachinguku, tapi ia juga bukan temanku. Hubungan ini lebih dari sekedar teman. Aku tak tahu bagaimana menjelaskannya, semua ini terasa begitu abstrak. Kami memiliki rasa ketergantungan satu sama lain, begitu rumit. Tapi yang benar-benar kutahu, ia adalah orang yang sangat spesial untukku.

***

Kulirik gusar jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Seharusnya aku sudah meninggalkan tempat ini dari setengah jam yang lalu. Tapi managerku tak kunjung datang untuk menjemputku.

“Lama sekali” gumamku. Kusandarkan badanku pada dinding di belakangku. Sekali lagi kulirik jarum jam pada jam tanganku, dan melihat sekitar. Tapi belum ada tanda-tanda managerku akan segera datang.

Ckreek..

Terdengar suara ribut-ribut dari pintu yang baru saja terbuka tak jauh dari tempatku. Kutolehkan kepalaku dan lagi-lagi aku melihat sosoknya. Aku tak sadar jika sedari tadi aku berada di dekat ruang ganti Super Junior.

“Boa-ya!” Donghae melambaikan tangannya ke arahku, membuat perhatian member Super Junior yang lainnya kini teralihkan padaku. Aku tersenyum pada mereka, lalu membungkuk memberi salam “Annyeonghaseyo”

Mereka berbondong-bondong menghampiriku, dan menatapku penuh tanya.

“Kenapa kau berada di sini?” Leeteuk oppa menautkan kedua alisnya. Aku tertawa kecil melihat ekspresinya, “Menunggu managerku datang untuk mengantarku pulang”

“Managermu belum datang juga sampai saat ini?” kini giliran Yesung oppa yang bertanya. Aku menggelengkan kepalaku menjawab pertanyaannya.

“Ya! Hyukkie! Kenapa kau berdiri di situ?” pandanganku kini beralih ke sosoknya yang berada di paling belakang. Ia tersenyum ke arahku, membuat wajahku terasa memanas. Ia berjalan ke arahku dan berdiri di samping Donghae yang memanggilnya tadi.

“Apa kau tak tahan sebentar saja jika tidak berada di sampingku Hae-ah?” ia mengedipkan sebelah matanya pada Donghae, membuat seluruh member Super Junior termasuk aku tertawa dengan tingkahnya. Donghae memukul lengan Eunhyuk lalu mengerucutkan bibirnya, membuat suara tawa semakin memenuhi lorong ini.

“Sudah sudah! Perutku sakit tertawa karena kalian” Kangin oppa menyudahi drama EunHae itu sambil memegangi perutnya.

“Noona kapan managermu akan datang?” ucapan Kyuhyun membuatku mengeluarkan handphoneku yang sempat bergetar. Sebuah pesan masuk dari managerku. Aku menghela nafas membaca pesan dari managerku.

“Ia tidak datang menjemputku” ujarku pasrah. Aku tidak tahu akan kembali ke apartemenku dengan apa, aku tidak membawa kendaraan pribadiku hari ini.

“Eunhyuk-a, bukankah kau membawa kendaraan?” pertanyaan Sungmin itu dijawab dengan anggukan dari Eunhyuk. “Antarkan Boa, ne? Kasihan dia jika ikut van kita”

“Kajja! Kita kembali ke dorm sekarang. Annyeong Boa-ya” Leeteuk oppa beranjak pergi sambil melambaikan tangannya ke arahku. Diikuti dengan member Super Junior yang lainnya, sambil melambaikan tangan mereka padaku. Mataku tak lepas dari rombongan Super Junior itu, sampai bayangan mereka menghilang di ujung lorong.

“Boa-ya” aku tersentak mendengar suara lirih Eunhyuk di telingaku. Ia memelukku erat dari belakang.

“Ya! Geumanhae~ antarkan aku pulang sekarang” pintaku. Bukannya melepasku, ia malah semakin mempererat pelukannya di pinggangku.

“Biarkan seperti ini, sebentar saja. Ne?” ia berbisik di telingaku. Aku hanya bisa terdiam dengan pelukannya yang semakin erat. Jantungku berdetak cepat sekali, nafasku terburu. Dadaku penuh sesak.

“Gomawo. Kajja” ia mengecup sekilas bibirku, lalu menarik tanganku dalam genggamannya. Aku menunduk, menyembunyikan wajahku yang memerah. “Cheonma” lirihku.

Ia membawaku ke tempat parkir mobil. Dibukakannya pintu mobil penumpang untukku sambil tersenyum, “Silahkan masuk”

“Gomawo” aku tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil miliknya ini. Ia berjalan memutari mobil lalu duduk di bangku kemudi. Dinyalakannya mesin mobil, lalu meluncur ke jalanan Seoul yang tampak sepi. Kualihkan pandanganku ke arah jendela mobil, menikmati pemandangan kota Seoul di malam hari. Gemerlap lampu warna-warni menghiasi keindahan malam hari di Seoul. Membuatku terpana, dan tak rela melewatkan keindahannya meski hanya untuk sedetik saja. Tiba-tiba mobil yang kutumpangi bersama Eunhyuk berhenti di pinggir sungai Han. Kutolehkan kepalaku ke arahnya, dan memandangnya dengan tatapan bertanya. Ia hanya tersenyum penuh arti padaku, dan berkata “Kajja, kita turun”

Mau tak mau aku menuruti keinginannya, karena ia telah membukakan pintu mobil untukku. Angin malam di sekitar Sungai Han membuatku merapatkan jaket yang tersampir di tubuhku. Tanganku digenggam oleh Eunhyuk, ia mengajakku ke batas pinggir Sungai Han.

“Indah sekali bukan?” tanyanya menunjuk ke arah langit. Aku mengangguk dalam diam. Bintang yang bertebaran di atas Sungai Han begitu indah. Mereka terlihat berkilau, bahkan kilau intan dan perhiasan pasti kalah dengan kilau mereka! Sebuah senyum terbit di wajahku. Kupandangi langit malam sepuasku. Jarang-jarang aku mendapatkan kesempatan untuk melihat keindahan kota Seoul di malam hari seperti ini. Apalagi, dengan Eunhyuk yang kini berada di sampingku.

“Kau senang?” aku menoleh padanya dan mengangguk dengan semangat.

“Ne!”

“Syukurlah” ia mengacak-acak puncak kepalaku sambil tersenyum. Mukaku memanas. Jantungku terasa berhenti berdetak. Jika saja kekuatan Tao itu benar-benar nyata, aku akan memintanya untuk menghentikan waktu sekarang juga!

“Waeyo? Mukamu merah. Apa kau kedinginan?” ia memandangku panik. Ia gosok-gosoknya kedua tangan miliknya, lalu memegang pipiku. Pipiku terasa hangat akan sentuhan tangannya di kulit wajahku. Ya Tuhan, kumohon hentikan waktu sekarang juga!

“Gomawo” ujarku menatap ke arah kedua bola matanya. Ia lagi-lagi tersenyum ke arahku, membuatku tak dapat berkutik. Ditariknya aku ke dalam pelukannya, lalu sebuah kecupan ringan mendarat di puncak kepalaku.

“Saranghae” tubuhku mematung mendengar ucapannya. Apakah aku tidak salah dengar? Atau itu hanya halusinasiku saja?

Tangannya yang besar itu menangkup kedua pipiku. Ditatapnya mataku dengan kedua bola matanya, membuatku lagi-lagi seperti terhipnotis olehnya.

“Nan” ia menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya, “Neol” lalu telunjuknya itu menunjuk ke arahku.

“Saranghae” ujarnya tersenyum. Dapat kurasakan wajahku memanas. Pasti wajahku sudah semerah tomat malam ini! Untung saja ini malam hari, sehingga wajahku tak akan terlihat dengan jelas olehnya.

“Would you be my one and only one?” aku merasa waktu seakan berhenti. Aku tak tahu bagaimana menjelaskan perasaan ini, aku senang. Sangat senang, seperti ada kupu-kupu yang terbang di dalam perutku. Dadaku terasa sesak, namun menyenangkan.

Kuberanikan diriku untuk menatap kedua bola matinya balik, “I would”

Sebuah senyum terukir di wajahnya itu, membuat bibirku juga ikut tertarik membentuk sebuah senyum.

“Gomawo” dipeluknya erat tubuhku, seakan-akan tak ada lagi hari esok. Kulingkarkan tanganku di pinggangnya, semakin memperkecil jarak di antara kami. “Cheonma”

 

END

 

A.N. : Huwaaa~ karinaaa~ mian cuma bisa buatin ficlet *kabur*

Semoga lo seneng deh, ya? Kkk~ dan semoga juga readers yang lainnya suka :3 jan lupa RCL yaa~ ditunggu dgn senang hati 😀

Advertisements

19 responses to “[Ficlet] Mine

  1. Ternyata ada juga yang suka sama pairing BoA-Eunhyuk!! Aaaa~ Berasa dpt temen. Wkwk. Anyway, pendeskripsian di cerita ini bagus. ^^ Hubungan yang awalnya adalah hubungan tanpa status itu menarik perhatian, tapi tidak kusangka kalau akan berakhir menjadi “berpacaran”. Haha.. 😀

  2. whoohoooo.. eunhyuk sama BoA keliatan serasi..hahahaha
    kereennn..
    couple yg menurutku ckup baru di pengetahuanku 😀
    waktu dance bareng mereka kereen 😀

  3. Satu”nya pairing Eunhyuk yg plg aku suka cmn Boa~ kecuali kl di dlm suju pastinya EunHae~ *EunHae shipper 😀
    Br kali ini nemu ff hyukboq 😀
    bagus deh jalan ceritanya 🙂

  4. Satu”nya pairing Eunhyuk yg plg aku suka cmn Boa~ kecuali kl di dlm suju pastinya EunHae~ *EunHae shipper 😀
    Br kali ini nemu ff hyukboa 😀
    bagus deh jalan ceritanya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s