[Freelance] Appa Appa!

Author : Lee Miiko a.k.a putriauliag

Maint cast :

 Choi Minho
 Lee Taemin
 Kim Kibum
 Onew

Suport cast :

 Kim Jonghyun
 Hyeri
 Minho Eomma

Length : One shoot

Genre : Fantasy, Family, Humor *ngibul

Rating : General

Summary : “Hi Appa, kami datang dari 2031,”

Minho melempar remot tv yang ia pegang. Wajahnya tampak gelisah. Sesekali ia melihat jam dinding yang tertempel di dinding kamarnya, jam menunjukan pukul 3 sore.

“Eomma…ottokhae?” Gumam Minho sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

Flashback

“Kalau kau masih tidak mau menatap mataku juga jangan harap aku mau mengenalmu lagi!” Bentak Hyeri. “Ta-tapi aku…emm…aku..” Minho masih tidak menatap mata Hyeri. “Aku memberimu satu kesempatan lagi. Kalau yang dikatakan oleh Jonghyun itu benar, temui aku di taman komplek jam 3 sore nanti. Ingat Minho itu kesempatan terakhirmu.”

Kalimat terakhir Hyeri membuat mulut Minho menganga. Teman-teman di koridor menertawakan mereka, “Hey guys, ayo kita datang juga. Mari kita lihat si homo Minho ada atau tidak HAHAHA.”

Minho menatap benci makhluk-makhluk bermake-up tebal itu, “Aku bukan homo.”

^^^

Minho berjalan gontai ke arah kelas Jonghyun. Yeoja-yeoja di koridor memperhatikan Minho sambil berbisik-bisik tidak jelas. Mereka adalah yeoja-yeoja ber-makeup tebal yang hobinya bergosip atau sekedar mengobrol mengenai ketampanan Robert Pattinson. Dan Minho tidak peduli dengan mereka, ya apa gunanya?

Yang ia pikirkan saat ini adalah Jonghyun. Namja bodoh yang dengan sok-nya ingin menjodohkan Hyeri—yeoja yang dari dulu ia sukai—dengan Minho. Semua orang tau kalau Hyeri memang sudah lama mengejar-ngejar Minho. Tapi buat apa Jonghyun sok jadi perantara mereka? Toh juga dia malah menyakiti hatinya sendiri kan?

“Jonghyun, apa yang kau katakan pada Hyeri?” Tanya Minho sambil menarik Jonghyun dari kerumunan yeoja-yeoja cantik.

“A-aku hanya…..lagipula kalian memang saling mencintaikan kan?” Jonghyun menepuk pelan pundak Minho. Tau apa dia tentang hatiku? batin Minho.

“Kau mau selamanya dicap sebagai namja homo? Aku tidak mau itu terjadi padamu, lagipula itu kan hanya gosip. Satu-satunya cara untuk membuat semua teman-teman mempercayaimu adalah dengan berpacaran,” Jonghyun menghela nafas. “dan satu-satunya yeoja yang menyukaimu di sekolah ini adalah Hyeri!” lanjut Jonghyun sambil menepuk pundak Minho.

“Aku tidak mencintainya! Lagipula kan kau yang mencintainya,” Minho menyadari perubahan ekspresi Jonghyun saat ia mengucapkan kalimat tadi.

“Aku sudah dengar dari teman-teman. Aku tidak apa-apa. Ayolah datang ke taman komplek dan nyatakan perasaanmu….jebal demi aku.” Jawab Jonghyun sok tegar. Padahal Minho tau daritadi Jonghyun sudah berusaha menahan tangisnya, buktinya wajahnya sampai merah begitu.

Flashback End

Minho berlari kencang menuju taman komplek. Ini sudah jam 3.30, padahal Hyeri menyuruh Minho untuk datang pada jam 3. Dia telat 30 menit. Minho sampai di taman komplek ,dia duduk di sebuah bangku taman. Dia mengepalkan tangannya, “Mianhe Hyeri, ini semua demi Jonghyun, mianhe.”

Hyeri sudah pergi dan kenyataan yang harus Minho terima adalah semua teman-teman di sekolahnya akan menertawakannya besok. Hyeri pasti sudah membencinya setengah mati dan Jonghyun pun sepertinya begitu.

Dari kejauhan tampak 3 orang namja dengan pakaian aneh yang sedang memperhatikan Minho. seorang namja yang memakai kaus bertuliskan ‘I LIKE CHICKEN BETTER THAN MY BROTHERS’ berkata, “Lihat, ternyata yang dikatakan So Man benar. Ini alasannya mengapa dia menyuruh kita ke 2011 ya dhu~”

“Ne, kita harus segera menyelesaikan tugas ini. Sebelum semuanya terlambat.” Ucap namja satunya lagi. Namja itu berambut blonde dengan jam di kakinya. Dia menyebut itu sebagai jam kaki -_-

Di antara namja berkaus aneh dan namja berjam kaki ada lagi seorang namja. Dia namja yang terakhir. Dia adalah namja teraneh dari 3 namja aneh yang sedang memperhatikan Minho. Dia memakai topi berbentuk pisang, di dalam topi itu terdapat ruang yang berisi cairan kuning.

Ya itu adalah banana milk. Jadi, dia tinggal menarik sedotan yang tertancap di samping topi ke dalam mulutnya jika ia haus. Sangat praktis! “Hyung, mengapa orang-orang itu menatap kita dengan tatapan aneh begitu ya?” Tanya namja bertopi pisang.

“Iya dhu~”

“Ya! Kita lupa pakai jubah tembus pandangnya!” Sahut si namja berjam kaki.

“Aaaah iya!!!” Teriak 2 namja lainnya.

^^^

Minho mengayuh sepedanya pelan. Perasaannya sangat tidak enak, dia merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Padahal di jalanan itu sudah tidak ada orang selain Minho. Dia mengerem sepedanya dan berteriak, “Siapa disana? Jangan mengikutiku terus.” Suasana tetap hening, tidak ada yang menjawab pertanyaan Minho.

Sebenarnya 3 namja aneh itulah yang mengikuti Minho. Mereka memakai otopet terbang dan jubah tembus pandang, jadi Minho tidak akan bisa melihat mereka. “Ko dia bisa tau kalau kita mengikuti dia ya dhu~?” Tanya namja berkaus aneh heran. “Apa jubah yang di berikan si So Man ini rusak ya hyung?” Namja bertopi pisang ikut bertanya.

Kini tinggal namja berjam kaki yang harus menjawab pertanyaan dari hyung dan saeng-nya itu. “Hmm ani, biarkan saja dia tau. Cepat atau lambat dia juga harus mengetahuinya. Karena itulah tujuan kita datang ke masa ini.”

^^^

“Hyung! Lihat deh rumah yang sedang di bangun itu!” Namja bertopi pisang menunjuk rumah yang sedang di bangun.
“Rumah itu kan 2030 lalu kebakaran dhu~ Ahjussi itu juga mati gosong di dalam rumah itu dhu~” Ucap namja berkaus aneh yang langsung dihadiahi tatapan tajam oleh si pemilik rumah.

“APA YANG KALIAN BICARAKAN HAH? DASAR ANAK JAMAN SEKARANG! PERGI SANA!” Sang pemilik rumah marah dan menyiram mereka dengan segelas kopi yang sedang ia pegang. Tidak. Bukan menyiram mereka, melainkan menyiram namja yang dari tadi diam saja. Namja berjam kaki.

“YAA!!! Ahjussi sinting, kenapa yang kau siram hanya aku? Yang membicarakan rumahmu kan mereka.” Teriak namja berjam kaki sambil menunjuk 2 saudaranya. “Aku juga bukan ‘anak jaman sekarang’ tau! Norak sekali kau.” Lanjutnya.

2 saudaranya itu malah tertawa terbahak-bahak melihat u-neck (2011 kan v-neck kalo 2031 u-neck kekeke :3) si namja ber jam kaki yang telah berlumuran kopi. “Hyung, mian ya bagaimana kalau kita ganti saja bajumu itu di rumah halmeoni.” Ucap namja bertopi pisang dengan tatapan tenang-hyung-kamu-pasti-bisa.

“Iya benar, sekalian kita lancarkan misi kita dhu~” Sambung namja berkaus aneh.

Namja berjam kaki hanya diam tidak merespon. Otaknya sedang berkerja keras memikirkan apakah 2 namja disebelahnya itu adalah saudara kandungnya atau bukan.

^^^

Jeduuug namja bertopi pisang terjatuh dari pohon kesemek di halaman belakang rumah Minho. Karena dia adalah namja yang paling muda, jadi kedua hyungnya itu menyuruh namja bertopi pisang untuk memanjat dan mengambil buah kesemek.

“Aaaah gwenchana dhu~?” Namja berkaus aneh menghampiri saengnya itu. “Auuuuh Eomma.” Rintih namja betopi pisang sambil menyentuh pelipisnya yang sudah terluka. Namja berjam kaki panik dan berlari memutari halaman sambil berteriak, “Ottokhae… Ottokhae….. Ottokhae!”

Seorang wanita paruh baya ber-hoodie ungu datang menghampiri mereka, “Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan di rumahku?”

“Ah halmeoni….ini Taemin!” Sahut namja bertopi pisang yang langsung dihadiahi cubitan oleh hyungdeulnya. Mereka mencubit Taemin karena Taemin secara tidak langsung telah menghancurkan misi mereka. “Ya! Jangan kasar begitu padanya. Aigo~ ada apa dengan pelipismu nak? Ayo aku obati lukamu ya.” Wanita ber-hoodie ungu itu menarik Taemin masuk ke dalam rumah, dia adalah Minho Eomma.

“Cih anak itu, tidak di 2031 tidak di 2011 tetap saja jadi anak kesayangan halmeoni.” Namja berjam kaki yang tadinya panik sekarang malah kesal dengan Taemin. “Tapi kan dia maknae dhu~” Sanggah namja berkaus aneh santai.

^^^

“Namamu siapa sayang?” Tanya Minho Eomma pada Taemin lembut. “Aku Taemin.” Jawab Taemin sambil memakan melon yang disajikan oleh Minho Eomma.

“Aku Key.” Sahut namja berjam kaki. “Aku Jinki, tapi nama kerenku Onew. Teman-teman di sekolahku bilang aku lebih cocok dipanggil Onew, jadi aku memutuskan untuk menjadikan Onew sebagai nama kerenku dhu~.” Sambung namja berkaus aneh penuh semangat. Taemin, Key dan Minho Eomma hanya menatap Onew dengan tatapan siapa-peduli?

“Jadi kalian datang dari mana?” Tanya Minho Eomma pada 3 namja yang sebenarnya adalah cucunya sendiri. “Kami dari tahun 2031. Kami adalah cucu halmeoni.” Jawab ketiga namja itu bersamaan. Minho Eomma kaget sambil memegang dadanya. Mulutnya menganga tidak percaya.

Awalnya wanita itu ingin memanggil satpam untuk mengusir mereka karena dia kira mereka hanya orang gila yang hobinya bicara yang tidak-tidak. Saat dia menatap mata 3 anak aneh itu, tersirat sebuah kekuatan cinta yang datang dari mata mereka. Minho Eomma mengurungkan niatnya, dia merasakan ada ikatan batin antara mereka. *authorlebay*

Ketiga anak itu menceritakan apa yang sedang mereka lakukan disana. Mereka bilang mereka mempunyai misi rahasia untuk Appa mereka, Minho. Ini semua demi kebaikan Minho, jadi Eommanya percaya saja. Setelah mereka menghabiskan 4 buah melon menceritakan semuanya kepada Minho Eomma, akhirnya Minho Eomma mengijinkan mereka untuk pergi ke kamar anaknya. Mereka berpamitan sebelum meninggalkan Minho Eomma. Taemin berpesan agar halmeoninya itu merawat pohon kesemek di halaman belakang, karena kelak pohon kesemek itulah yang akan membesarkan nama keluarga mereka.

^^^

Tok tok tok
Key mengetuk pintu kamar Appanya pelan. Onew menyerobot masuk ke dalam sebelum Key. Padahal yang membuka pintunya adalah Key. Kakak sulung tidak tau diri….

Mereka mendapati Appanya itu sedang tidur. Taemin berkacak pinggang, “Kebiasaan tidur siangnya memang sudah ada sejak saat ini ya hyung.” Minho merentangkan tangannya. “Dia sedang mengigau.” Kata Key memperhatikan Minho dari sofa kamar Minho. Onew yang bingung ingin melakukan apa malah iseng membuka lemari Minho dan braaaak benda-benda aneh jatuh dari lemari Minho.

Minho terbangun dan dia berteriak kaget, “WAAAAH SIAPA KALIAN?” Taemin gembira melihat Appanya bangun, “Appa!” Serunya dengan senyuman mengembang seperti kembang di daerah Lembang.

Minho shock. Mulutnya sukses menganga lebar 3 jari, mungkin hampir 4. Siapa yang tidak shock ketika kau mendapati 3 namja berpakaian aneh di kamarmu. 3 namja yang membuat kamarmu berantakan dan memanggilmu Appa. Ini mimpi buruk bagi Minho.

“Annyeong Appa.” Mereka bertiga membungkukan badan 90˚ kepada Appanya itu. Mereka berpikir dengan melakukan itu akan lebih sopan dan dapat menghangatkan suasana. Dan ternyata….tidak sama sekali, Minho malah semakin kaget dan hampir mengambil tongkat baseball untuk memukul mereka keluar dari kamarnya.

“Appa kenapa kaget sih. Kita kan ganteng.” Key tersenyum semanis mungkin. “Iya Appa kita kan udah dandan keren-keren gini. Ini kan baju lebaran taun kemaren,” Sambung Taemin sambil merapikan rambutnya, di pelipisnya sudah tertempel rapih plester pemberian halmeoninya. Onew diam, dia sibuk menyusun barang-barang Minho ke lemari. Onew sedang rajin atau mungkin karena merasa bersalah? Author pun tak tauuu~

“Apa maksud kalian memanggilku ‘Appa’? Asal kalian tau saja ya aku masih 17 tahun,” Minho memicingkan matanya. “Sekarang pergi dari kamarku!” Sambung Minho masih memicingkan matanya. “Appa,mau dengar penjelasan kami tidak dhu~?” Tanya Onew dengan memasang tampang seimut mungkin.

“AKU TIDAK AKAN TAU, TIDAK BERNIAT MENCARI TAU DAN TIDAK MAU TAU!!! PERGI KALIAN DARI KAMARKU!” Minho melempar bantalnya ke arah Key. Key mendengus kesal, “Kenapa aku lagi yang kena! Aaah ayolah kita keluar saja?”

Taemin melongo heran, “Lalu kapan kita beritahu dia?”

“Kapan-kapan!” Key menarik kedua lengan saudaranya itu untuk keluar dari kamar Minho. Minho hanya menatap sebal mereka karena sudah membangunkannya dengan cara yang tidak elit. Appa? Mereka memanggilku Appa? Ckckck dunia hampir gila, mana mungkin aku punya anak seperti mereka! Aku kan ganteng, anakku pasti juga akan gantenglah~ batin Minho.

^^^

“Minho~”

Minho menutup novel the hunger games yang sedang dia baca, dia mendengar ada suara dari pojokan kamarnya. Tiba-tiba saja ada yang meniup telinganya. Minho kaget dan terlonjak dari sofa empuknya, “Ada apa ini?” dia langsung ingat kalau malam itu adalah malam jumat. Sebenarnya dia senang kalau bisa bertemu dengan hantu, karena dia memang ingin sekali bertemu dengan hantu. Tapi malam itu beda, dia sedang benar-benar takut dan tidak ingin bertemu dengan hantu. Minho labil ih~

“Kekekeke…hihihihi,” terdengar suara cekikikan anak kecil yang menambah sensasi horor di kamar Minho. Minho berdiri mematung di depan pintu kamarnya. PINTUNYA TIDAK BISA DIBUKA! MATI AKU! batin Minho.

Srek…srek..srek “Tadaaaa~ kami disini Appa!” Sahut Onew,Key dan Taemin dari pojokan kamar. Mereka yang menakut-nakuti Minho, mereka menggunakan jubah tembus pandang agar tidak bisa terlihat.
Minho terduduk lemas di depan pintu kamar, dia tidak bisa marah-marah lagi pada 3 namja aneh itu. “Appa, mau kah kau mendengarkan kami? Kami kesini untuk menyelamatkan masa depanmu.” Ucap Key ramah.

“Tuhaaaan, ya sudah tapi nanti kalian pergi dari sini!” Bentak Minho. Ketiga namja itu malah diskusi dipojokan, mereka sedang gambreng untuk menentukan siapa yang akan menjelaskan lebih dulu. Taemin kalah dan dia malah menggerutu, “Key hyung tadi Onew hyung curang. Aaaah~” Minho yang melihat mereka dari atas tempat tidur hanya mengelus dadanya pelan. “Hey mau sampai kapan kalian disitu!!!” Teriak Minho kesal, dia sebenarnya punya firasat buruk tentang ini, tapi hanya saja dia ingin mendengarnya. Entah kenapa.

“Ehem jadi begini…errr kami datang dari tahun 2031 dan kami adalah anak Appa. Percaya tidak?” Kata Taemin. “Kami kesini untuk memberitahumu sesuatu. Lusa kemarin kau telah melakukan sesuatu yang sangat sangat sangat sangat sangat membahayakan keluarga kami.” Sambungnya.

“Hye…ah Hyeri akan balas dendam padamu, kau akan mendapat masalah yang sangat besar. Kau stres,masuk RSJ lalu bunuh diri. Ini sangat menyedihkan, kau tidak bertemu dengan Eomma dan kami tidak pernah akan ada dhu~.” Jelas Onew serius.

“Hah? Semenyedihkan itukah masa depanku?” Minho terlihat sedih. “Tidak jika kau minta maaf pada Hyeri. Dia itu anak pemilik sekolah, dia yeoja yang sangat berpengaruh, kau tau? Kalau kau tidak minta maaf pasti akan terjadi sesuatu padamu.” Key membolak-balik komik one piece-nya Minho. Minho juga tidak tau kapan dia mengambil komik itu dari bookshelf pribadinya.

“Iya! Hyeri sangat marah pada Appa, karena Appa sudah mempermalukan dia. Kau tau? Saat di taman komplek dia menangis dan diolok-olok oleh teman-temannya dhu~” Onew angkat bicara. “Jadi kau harus minta maaf padanya di depan umum besok. Itu satu-satunya cara menyelamatkan keluarga Choi.” Sambungnya. *anggep aja semua marga mereka choi ^^;;*

“Tapi kalian ini mungkin hanya bercanda kan?” Kalimat itu sukses membuat Onew,Key dan Taemin diam sejenak. “Appa….kami datang kesini hanya untuk mengatakan itu. Kami ini memang tidak nyata. Kami hanya 1 kemungkinan dari ribuan kemungkinan yang akan menjadi bagian dari hidupmu di masa depan nanti,” jelas Key serius.

“Iya Appa, kami kesini untuk mengubah masa depanmu yang suram itu. Kami kesini hanya sebagai perantara,” sambung Taemin.

“Ini adalah kesempatan keduamu, hanya orang-orang yang beruntung yang mendapatkan kesempatan kedua. Harusnya kau bersyukur Appa…terserah kau mau percaya pada kami atau tidak, yang penting besok kau harus melakukannya,” Key tersenyum pada Minho, menyakinkannya.

“Ta-tapi apakah itu akan berhasil? ” Tanya Minho serius. “Ya, So Man sudah menjaminnya.” Jawab Taemin sambil mengambil jam tangan bagus milik Minho. “Hei jangan dipegang-pegang!” Sahut Key galak. “Emm tidak apa. So Man? Siapa dia?” Minho menggigit bibir bawahnya pelan.

“So Man itu pemilik mesin waktu yang kita kendarai kesini dhu~. Dia yang menyuruh kita untuk bertemu denganmu dan memberitahu ini semua dhu~.” Onew tersenyum bangga, karena akhirnya dia kebagian dialog juga (?).

Minho hanya mengangguk-ngangguk sok paham. Padahal sebenarnya dia tidak terlalu paham dengan apa yang dijelaskan oleh 3 namja ini. Tapi yang pasti dia akan meminta maaf pada Hyeri di depan umum. Dia tidak mau memperburuk masa depannya dan tidak mau mencari ribut dengan Jonghyun. Yah percaya atau tidak Minho percaya tentang apa yang dikatakan oleh 3 namja aneh di kamarnya itu. Minho percaya bahwa mereka adalah anaknya.

^^^

“Loh kalian datang lagi?”

“Iya.”

“Oh.”

Minho masih ngantuk, dia menguap lebar saat Eommanya mengoleskan selai kacang di rotinya. Ini waktunya sarapan dan di ruang makan itu biasanya hanya ada mereka berdua, Minho dan Eommanya-Minho Appa berkerja di Jepang-. Tetapi sekarang mereka tidak berdua. Ada 5 piring roti di meja makan mereka. Berarti ada 3 orang lagi yang makan bersama mereka saat ini.

“KALIAN?” Minho kaget, sebenarnya tadi dia tidak menyadari ada mereka bertiga di rumahnya. “Hi Appa, good morning!” Sapa Taemin riang. “Apa yang kalian lakukan disini? Dan Eomma mengapa tidak kaget ada mereka disini.” Teriak Minho tidak santai.

“Jangan teriak-teriak begitu! Pamali tau masih pagi (?). Mereka sudah ada disini sejak subuh, kami mengobrol tentang banyak hal hahaha iya kan cucu-cucuku yang tampan.” Minho Eomma mengelus rambut ketiga cucunya satu persatu. “Jadi Eomma sudah kenal mereka?!!” Minho semakin tidak santai.

“Aku tau mereka lebih dulu daripada kau! Huh Appa macam apa kau ini.” Kata Minho Eomma. Minho hanya bisa diam dan beristigfar, dia sebenarnya tidak terima dibilang begitu.

“Kami itu ingin melihatmu minta maaf pada Hyeri hehe mumpung sedang liburan sekolah dhu~” Onew tersenyum bahagia. “Kalian tidak percaya padaku? Aku sudah menyiapkan sesuatu untuk Hyeri, kalian tenang saja. Dan…ah lihat pakaian kalian. Apakah aku nanti tidak punya cukup uang untuk membelikan kalian pakaian normal?” Minho berapi-api. “Cih justru nanti pakaian Appa yang lebih tidak normal.” Cibir Key.

“Lagipula ini sedang tren tau Appa.” Sambung Taemin. “Kau bilang topi kuning tidak berbentuk itu sedang tren?” Minho menengguk susunya tidak santai. “Jangan dengarkan Appa-mu sayang.” Minho Eomma membela Taemin. “Semua teman-temanku di SD Seoul punya topi ini Appa!” Taemin menunjukan topinya pada Minho. “Hhhh iya deh.” Minho menghela nafas pelan.

“Jadi, bagaimana penampilan halmeoni nanti? Apakah akan tetap cantik?” Minho Eomma tersenyum lebar membayangkan dirinya di tahun 2031.

Sarapan pagi itu sangat berkesan, walaupun pada awalnya terjadi keributan tetapi karena Minho Eomma suasana kembali hangat. Minho juga terlihat sedikit senang. Siapa yang tidak senang jika kau bisa sarapan dengan anakmu 20 tahun lebih awal? Walaupun itu terdengar seperti lelucon, tetapi tidak menurut Minho.

^^^

Minho berjalan santai menuju kelasnya. Dia tidak peduli dengan tatapan mengejek dari teman-temannya. Dia hanya sedang bahagia karena sudah punya ide yang kece untuk minta maaf pada Hyeri, sekaligus memberi kado ulang tahun pada Jonghyun. Ya hari ini Jonghyun berulang tahun.

“Ehem maaf selamat pagi semuanya…aku Choi Minho dari kelas 12 A.”

“AAAAAAHHHH~” Yeoja-yeoja dari berbagai kelas berteriak ketika mendengar suara seorang Choi Minho. Bagaimana tidak, seorang namja paling tampan di sekolah sedang mengisi siaran di jam istirahat? Walaupun banyak gosip beredar yang mengatakan Minho homo, yeoja-yeoja di sekolah itu tetap suka pada Minho. Lagipula gosip itu beredar karena namja-namja yang sirik pada ketampanan Minho dan karena Minho tidak pernah punya pacar. Minho peduli? Tidak. Dia tetap santai menjalani hidupnya, toh tiga anak aneh itu sudah menjadi bukti yang kuat bahwa Minho akan menikah. Dan bukan seorang homo….

“Engg Hyeri tolong maafkan aku. Aku bukannya tidak menyukaimu tetapi ada namja yang sangat menyukaimu bahkan mencintaimu lebih dari apapun. Namja itu adalah….Kim Jonghyun.” Minho disini hanya untuk mereka berdua. Hyeri dan Jonghyun. Minho berniat untuk menjodohkan meraka berdua.

“Hari ini hari ulang tahun Jonghyun loh teman-teman! Saengil chuka hamnida Jonghyun sahabatku!” Anak-anak murid di luar ruangan siaran menyanyikan lagu ulang tahun untuk Jonghyun dan Minho hanya tersenyum bangga.

Beberapa menit kemudian, Jonghyun datang dengan wajah yang merah dan bersiap-siap meninju wajah Minho. Menurut Jonghyun, semua yang dikatakan Minho dengan pengeras suara itu sudah sangat mempermalukannya. “Stooop!!!” Jerit Hyeri membuat Jonghyun menghentikan aksinya.

“Jonghyun…” Panggil Hyeri pelan. Dia mendekat ke arah Jonghyun. “Jadi selama ini kau menyukaiku?” Sambungnya. “Ah oh aku…” Jonghyun gagap tidak bisa menjawab.

“Dari kelas 7 SMP aku sudah menyukaimu.” Akhirnya kalimat itu keluar dari mulut Jonghyun. “Terimakasih.” Hyeri tersenyum manis dan membuat Jonghyun berkata, “Maukah kau menjadi yeojachinguku?”

Minho kaget, di tempat ini kah Jonghyun menyatakan perasaannya ckckck. Hyeri tersenyum lagi dan kali ini disertai anggukan yang berarti dia setuju. Mereka keluar dari ruang siaran sambil berpegangan tangan. Jonghyun membalikan badannya dan tersenyum lebar pada Minho.

Minho terharu dan keluar dari ruang siaran itu. Saking terharunya dia sampai tidak mengucapkan terimakasih kepada Han seonsangnim. Onew, Key dan Taemin yang melihat kejadian itu pun senang dan bangga pada Appanya.

“Appa! Lewat sini!” Suara itu menyadarkan lamunan Minho. Minho mengikuti arah suara itu, dan dia mengenalnya. Itu adalah suara anaknya! Taemin!

Minho mengikuti sumber suara itu dan berhenti di depan gudang sekolah. Tempat itu sangat sepi dan membuat bulu kuduk Minho berdiri. “Taemin kau dimana?” Bisik Minho sambil mencari anaknya itu.

Taemin terkekeh pelan dan menyentuh pundak Minho dari belakang. “Maaf aku masih mau hidup, tolong jangan ganggu aku!” Kata Minho ketakutan. “Appa~” Key memeluk Minho dari belakang. Onew membuka jubahnya, membuangnya sembarangan dan segera memeluk Minho juga. Taemin tidak mau kalau dia nyempil dan malah dipeluk oleh mereka bertiga—Minho,Onew,Key—.

“Appa tadi keren sekali dhu~” Onew tersenyum bangga pada Appanya. “Ah biasa saja.” Minho mengajak ketiga anaknya itu makan di kantin. Kantin sedang sepi karena sekarang masih jam pelajaran, dan Minho bolos -__-

“Tugas kami sudah selesai Appa, tenang saja nanti kau akan tidak ingat ko kalau pernah bertemu dengan kami.” Taemin hendak beranjak dari bangku yang ia duduki. “Hey, bisakah kita mengobrol dulu?” Pinta Minho. “Boleh….eh Appa coba tebak usia kita bertiga!” Onew tertawa pelan.

“Hah emm memangnya berapa?” Tanya Minho antusias. “Aku 13 tahun, paling kecil dong Appa!” Jawab Taemin. “Kalau aku 14 tahun, aku keren dong anak tengah hehe,” Key tersenyum bangga, bangga menjadi anak tengah.

“Sombong sekali dhu~ Aku hyung mereka, usiaku 15 tahun dhu~” Onew menyikut lengan Key. “Hey kenapa di akhir kalimatmu selalu ada ‘dhu’nya?” Minho menatap Onew penasaran, Onew hanya diam malu.

“Itu sudah bawaan, kata Eomma sih ketika masih kecil kata pertama yang Onew hyung ucapkan adalah ‘dhu’ haha jadi terbawa sampai sekarang.” Bukannya Onew yang menjawab, pertanyaan itu malah sudah dijawab Taemin lebih dulu.

Minho yang mendengarnya hanya tertawa, “Oh iya aku punya satu pertanyaan yang harus kalian jawab.” Minho berubah menjadi serius. “Apa?” Tanya mereka bersamaan. Minho membisikan pertanyaan itu kepada anak-anaknya.

Minho memasang tampang serius, “Siapa Eomma kalian nanti? Emm ani maksudku…siapa istriku nanti?” Ketiganya terdiam. Key menarik Onew dan Taemin ke toilet. Minho hanya mengerucutkan bibirnya tak mengerti.

Key berpikir sejenak, “Aku ingat! Waktu itu Appa pernah menceritakan bagaimana pertemuan mereka!”

“Aku lupa, bagaimana?” Tanya Taemin, Key lalu membisikan pada ke dua saudaranya itu secara bergantian. Mereka kembali ke meja mereka dengan wajah riang.

“Appa, ini saatnya kami untuk pergi!” Ucap Key sambil menaruh secarik kertas di meja

“Appa,sampai ketemu di masa depan!” Taemin tersenyum bahagia sedangkan Onew sibuk menghabiskan minumannya.

Minho membalas senyuman Taemin, “Aku ada satu pertanyaan lagi.”

“Apa?”
“Kalian kan dari 2031, kenapa bisa ke 2011?”

“Hmm ini berhubungan dengan teori relativitas haha,”

Belum juga Minho mengucapkan salam perpisahan kepada mereka, ada hembusan angin besar yang entah berasal dari mana.

Ssssshhhh

“Loh kenapa aku ada disini! Ini kan masih jam pelajaran!” Minho memukul pelan keningnya, dia tidak ingat kalau tadi dia mengobrol dengan 3 namja aneh di tempat itu. Saat ingin meninggalkan tempat itu, Minho melihat ada secarik kertas.

“Apa ini?”

20 years later

“Ayo ayo dimakan, ini kesemek cake buatan Halmeoni loh!” Perintah Minho Eomma pada anak dan cucu-cucunya. “Bulan depan halmeoni akan meluncurkan produk baru!” Ucap Minho Eomma pada ketiga cucunya sambil melahap kesemek cake.

“Apa? dhu~” hanya Onew yang merespon halmeoninya, sedangkan Taemin dan Key masih sibuk melamun sambil sesekali membasuh air mata di pipi mereka.

“Kesemek soap!” Minho Eomma tersenyum bangga. Onew tertawa kecil, senyuman halmeoninya memang selalu membuatnya tertawa.

Taemin melangkahkan kakinya ke balkon, ia melihat Appanya sedang memeluk sebuah bingkai foto. Tidak ingin mengganggu Minho, ia malah duduk di sofa sambil memperhatikan Appanya dari kejauhan.

Ternyata Onew mengikuti Taemin dari belakang, saat akan mengageti Taemin yang sedang asik duduk di sofa, Taemin membalikan badannya. Rencana Onew untuk mengageti dongsaengnya pun gagal disamping jalan.

“Bajumu kotor sekali hyung,” Taemin menatap jijik jas hitam milik Onew yang sekarang sudah dipenuhi oleh kesemek cake.

“Sangat keren, bukan?” godanya.

“Tidak sama sekali. Lihat jasku masih bersih,” kata Taemin dengan nada sombong.

Mereka larut dalam obrolan tidak jelas mereka, sampai-sampai tidak menyadarai kedatangan Appanya. “Jas Appa lebih bersih,”

Taemin tersenyum lebar saat mendengar ucapan Minho. Dari tadi, Taemin mengkhawatirkan Appa kesayangannya itu.

“Appa appa! Aku menemukan ini di laci meja kerjamu!” Key berlari ke arah Minho sambil menyerahkan sebuah kotak berwarna merah muda, didalamnya terdapat secarik kertas.

Minho meraih kertas itu sambil memicingkan matanya, dia tersenyum malu.

“Ini kertas ajaib,”

“Maksud Appa?” Taemin bingung. “Aaah! Jangan-jangan itu dari teman wanita Appa ya? Baru saja kita ke pemakaman Eomma untuk memperingati 12 tahun kepergiannya, Appa malah sudah begitu,” sambung Taemin dengan nada kesal.

“I-ini…kertas ajaib yang mempertemukan Appa dan Eomma. Taemin bicaranya jangan keras-keras ya.” Minho tersenyum lembut.

“MWO???” Key yang tadinya berencana untuk diam—tidak cerewet—datang dan berteriak keras pas di kuping Onew.

20 years ago

Minho berlari menuju seorang yeoja berparas cantik dengan rambut coklat yang tergerai indah sebahu. Yeoja itu mengernyitkan dahinya bingung ketika Minho menyerahkan secarik kertas pada yeoja itu. Yeoja itu kaget ketika membaca kertasnya, disitu tertera namanya. Dan yang lebih mengejutkannya lagi di kertas itu tertulis tempat dimana mereka sekarang dan tanggal berapa sekarang.

“Yuri-ssi?” Minho menggaruk-garuk kepalanya. Tuhan…cantik sekali yeoja di depanku ini. Jantungku berdetak cepat sekali, rasanya mau keluar dari tubuhku!

“Dari mana kau mendapat kertas ini? Namamu sia—”

“Namaku Choi Minho, maukah kau menjadi yeojachinguku?”

END

special from pacarnya taemin ❤

HIHIHIHIHIHI~
GIMANA??? NGERTI NGGA? JADI TAEMIN,KEY SAMA ONEW ITU YANG NULIS KERTAS ITU~ *pake toa* emm chingudeul ada yang kenal sama aku ngga? Ngga ya? Yaudahlah…sebenernya aku lagi sibuk-sibuknya ini ujian praktek tapi demi ngirim ff ini aku ngumpet2 buka laptop huehehe gimana humornya kerasa ngga? Ngga ya? FF ini ff oneshot pertamaku *pamer jadi kalo jelek yah maapin lah yaaw :3

Gomawoyo SOHWA yang udah bikinin posternya aaaa~ jarhaesseo eonni :* AYO REQ SEKARANG JUGA *ditimpuksohwa*

Chingudeul! Komen yaaa kalo komen aku sumpahin ketemu sama biasnya deh hihihi ❤

contoh kertasnya ^^

Advertisements

19 responses to “[Freelance] Appa Appa!

  1. buahaha perutku pe kram
    minho beranak tiga daebak
    pi taemin umur 13 kok masih sd
    dedeku aja dah klas 2 smp
    anaknya minho lemot yah kaya bapaknya
    buahahaha hihihihih

  2. ffnya unik ya, bertema family tapi konsepnya time travel. jadi usaha keluarga Minho itu dari olahan pohon kesemek? ngomong2 saya ga tau Keseme itu bentuknya yg gimana. o.O *tolong abaikan*

    cerita yang bagus! I love chicken more than my brothers. astaga

  3. astagah kenapa baru nemu sekarang ak.
    sumpah geje ini.
    mau tanya dong, itu sohwa nya anak UM bukan, membernya SHINing-B bukan, panggilannya onyu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s