[Songfic] When You’re Gone

Title: When You’re Gone

Author: lightless_star

Cast:

  • Oh Sehun (EXO K’s Sehun)
  • Xi Luhan (EXO M’s Luhan)

Genre: angst, hurt.

Length: 1173 words

Rated: G

DISCLAIMERS: i only own the plot, not the character. This just a fiction, so it doesnt represent the real idol in their real life. When You’re Gone (the song) © Avril Lavigne.

WARNING: Shounen-ai (Boys Love)

 

Author’s note: dialog yang di italic dan warna font nya lebih gelap itu flashback, ya.

When You’re Gone

-lightless_star-

xxx


Pria berkulit putih itu menutup pintu rumahnya dengan perasaan campur aduk. Dengan Kesal dan sedih yang bercampur jadi satu. Tangannya mengepal karena kesal, namun matanya tak berani berkedip karena ingin menahan air matanya yang sedikit lagi akan jatuh. Tidak, tidak. Ia tak boleh selemah ini mestinya. Ia sudah berjanji tidak akan lagi menangisi pria yang meninggalkannya enam bulan yang lalu itu. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan melupakan orang itu, menganggap mereka tak pernah mengenal sebelum ini dan semua kenangan indah itu tak pernah terjadi.

Tapi ternyata tak semudah itu. Tidak saat Oh Se Hun kembali berdiri didepan pintu rumahnya—yang dulu sempat menjadi rumah mereka—dan bersikap datar padanya seolah diantara mereka tak pernah terjadi apa-apa lalu menyerahkan kartu undangan berwarna merah dengan pita kecil warna cokelat muda dipinggirnya. Kartu undangan pernikahannya.

Dan Xi Luhan—pemuda itu—-tak akan lupa bagaimana cara Sehun memanggil namanya tadi.

Aku pulang, Luhan-ge.”

Bukan “Lulu” atau nama panggilan kesayangan lain yang diberikannya pada Luhan dulu. dan hebatnya, Luhan masih bisa sedikit tersenyum dan menganggukkan kepala lalu berkata pada Sehun kalau ia akan datang.

Walaupun setelah itu ia tak dapat menahan air matanya. Terus mengucapkan nama pemuda itu dengan suara lirih disela tangisnya, berharap kalau Sehun akan segera berada disampingnya lalu menghapus air matanya seperti dulu.

Dan mungkin Sehun tak pernah tahu betapa Luhan membutuhkannya saat pemuda itu tengah menangis seperti sekarang.

xxx

Pemuda berkebangsaan China itu membaringkan diri diatas tempat tidurnya. Dulu, Sehun sering tidur disebelahnya, padahal ia punya ranjangnya sendiri. Luhan sudah menyuruhnya menyingkir tapi Sehun tetap bersikeras untuk berbaring disebelah pria yang lebih tua empat tahun darinya itu dengan berbagai alasan yang tak pernah habis. Luhan bukan orang yang bisa membiarkan ada orang lain yang berbaring di ranjangnya, namun kalau orang itu Sehun, ia tak bisa bilang tidak.

“Pergi tidur di ranjangmu sendiri!”

“Aku tidak mau, hari ini dingin. Selimutku tadi dicuci, ge. Kalau disini kan bisa berbagi selimut denganmu,”

“Tapi ranjangku jadi sempit, Sehun-ah.”

“Hm…”

“Sehun? Sehun-ah? Kau sudah tidur? Hei, pindah sana!”

“Hm..”

“Sehun-aaaah!”

Mengingat hal itu membuat sosok Sehun kembali membayang dalam pikirannya, membuatnya merasa sangat merindukan sosok itu. Ia lalu memejamkan mata, tapi tidak tidur.

Dan semua kenangan-kenangan yang pernah mereka lewati melintas dibenaknya, seperti film yang diputar ulang. Suara tawa pria itu kembali terdengar jelas, senyumnya juga jadi terasa sangat dekat, nada suaranya saat memanggil nama Luhan juga kembali mengganggu pikirannya, begitu pula dengan sorot mata tajam yang senang sekali memperhatikannya kemanapun dulu.

Ia kemudian membuka lemari pakaian Sehun yang belum juga ia singkirkan dari kamar itu, aroma tubuh pria itu masih tertinggal disana ternyata. Aroma tubuh yang dulu terasa familiar baginya dan membuatnya merasa nyaman saat menghirupnya ketika Sehun mendekapnya erat, memberikannya kehangatan.

Luhan kemudian mengambil salah satu kemeja hitam milik Sehun dari dalam lemari, dan menghirupnya aroma tubuh Sehun yang tersisa disana dalam-dalam. Hanya untuk membuatnya merasa kalau Sehun masih berada dekat dengannya.

Manik kecokelatan dimata sembabnya lalu melihat ke pekarangan luar lewat jendela besar dikamarnya. Dan benar, satu hal lagi mengingatkannya pada Sehun.

Ia ingat bagaimana ia terus menangis kencang saat Sehun melangkahkan kaki menjauh saat ia meninggalkan rumah hari itu. Lelaki itu melepaskan cengkraman tangannya dengan kasar, hal yang selama ini tak pernah dilakukannya. Ia bahkan sama sekali tak menoleh kebelakang saat Luhan terus meneriakkan namanya sambil menangis. Ia ingat betul bagaimana ia tak henti memanggil-manggil nama pemuda itu, namun tak berani mengejarnya. Bagaimana kakinya tiba-tiba menjadi kaku hingga ia hanya duduk diatas rumput hijau pekarangan rumah kecil mereka seakan menghitung langkah Sehun hingga pemuda itu hilang dari pandangannya.

Xi Luhan menyibak poni yang menutupi matanya kemudian menegakkan kepalanya. Kenangan-kenangan itu masih tak henti berputar dalam kepalanya. Membuat rasa sesak dihatinya semakin menyiksa, namun tak bisa dihentikan.

“Sehun-ah, aku rindu….”

xxx

dan hari itu tiba. Disinilah ia sekarang, duduk dibarisan tamu undangan dan menyaksikan rangkaian upacara pernikahan orang yang dicinta itu sambil menahan rasa sakit yang meghantam dadanya keras.

Ia ingat ketika dulu mereka berdua melihat upacara pernikahan salah satu teman Luhan, Sehun menggenggam tangannya lembut dan berkata kalau suatu saat yang berdiri di altar sana adalah mereka berdua.

“Ge, suatu saat nanti kita yang akan melaksanakan upacara pernikahan seperti itu ya, kan?”

“Jangan gombal, Sehun-ah!”

“Lalu, kau pasti akan cantik sekali sebagai pasanganku. Hahaha.”

“Berhenti bicara menjijikkan seperti itu, Sehun-ah!”

Dan ingatan itu membuat rasa sakit hatinya masih menjadi-jadi. Dan rasanya ia tak dapat menahan air matanya untuk keluar lagi saat ia mendengarkan Sehun mengucapkan janji-janji untuk sehidup semati dengan si mempelai wanita diatas altar itu dengan sempurna, tanpa cacat.

Ia menundukkan kepalanya, tak berani melihat bagaimana ekspresi wajah bahagia Sehun sekarang. Tak berani melihat bagaimana pemuda itu akan mencium lembuat mempelai wanitanya diatas altar. Ia menundukkan kepalanya, menyembunyikan mata sembabnya dari tatapan tamu undangan lain. Akan aneh rasanya kalau melihat seorang pria menangis sampai terisak begitu di upacara pernikahan seperti ini. Namun ia tak bisa menyembunyikan kedua bahu kecilnya yang bergetar hebat, membuat beberapa orang yang duduk dekat dengannya menoleh kearahnya.

Upacara selesai, ia berniat memberi ucapan selamat pada Sehun sebelum pulang. Namun sungguh rasanya ia tak kuat bahkan hanya untuk sekedar menatap mata pria itu.

“Terima kasih sudah datang, Luhan-ge,” ucapnya. Luhan tersenyum kecil, lalu menjabat tangan Sehun dan memeluknya akrab.

“Selamat atas pernikahanmu,” ia memaksa lidahnya untuk bergerak, walaupun mata kecokelatannya sesekali menatap kebawah karena ia tak sanggup melihat pria berambut hitam didepannya itu.

Sehun tersenyum simpul. Dalam hati, ia tahu bagaimana sakitnya hati pemuda itu saat ini.

“Terima kasih,” kata Sehun lagi. Luhan menepuk pundaknya akrab lalu mengangguk.

Kemudian pemuda bertubuh mungil itu membalikkan tubuhnya, hendak beranjak pergi. Lengan kanan jas hitam yang ia kenakan basah karena ia pakai menghapus air matanya tadi.

Tes..

Dan seiring langkahnya, air mata itu tak mampu ia bendung lagi. Ia menangis lagi, tanpa suara. Hanya tetes air mata yang mengiringi langkahnya menjauh dari tempat acara.

Kenangan-kenangan mereka kembali berkelebat dikepalanya. Satu-satu ekspresi wajah Sehun kembali terlintas dikepalanya.

“Ge, kau tidak akan pernah tinggalkan aku, kan?”

“Mana mungkin aku meninggalkanmu, Sehun-ah.”

“Janji?”

“Janji. Kau juga janji tidak akan tinggalkan aku, ne?”

“Aku tak akan meninggalkan gege sendirian. Tidak akan pernah.”

“Baiklah, aku percaya.”

Bayangan terakhir yang melintas dikepalanya, saat mereka berjanji untuk terus bersama. Untuk tak pernah meninggalkan satu sama lain.

Merasakan dadanya semakin sakit, ia mempercepat langkahnya meninggalkan tempat itu.

Sehun memperhatikan punggung pemuda itu menjauh, melihat bagaimana Luhan agak menundukkan kepalanya, ia tahu pemuda itu sedang terisak. Ingin rasanya ia berlari dan merengkuh tubuh mungil itu lagi.

Namun ia tak bisa. Mereka sudah tak lagi saling memiliki.

“Tapi, kalau kita harus berpisah suatu hari nanti gege tidak boleh sedih lama-lama, ya?”

“Entah, Sehun-ah. Aku tak bisa bayangkan apa jadinya aku tanpa kau.”

xxx

I always needed time on my own

I never thought I’d need you there when I cry

And the days feel like years when I’m alone

And the bed where you lie is made up on your side

When you walk away I count the steps that you take

Do you see how much I need you right now

When you’re gone

The pieces of my heart are missing you

When you’re gone

The face I came to know is missing too

When you’re gone

The words I need to hear to always get me through the day and make it ok

I miss you

I’ve never felt this way before

Everything that I do reminds me of you

And the clothes you left, they lie on the floor

And they smell just like you, I love the things that you do

When you walk away I count the steps that you take

Do you see how much I need you right now

We were made for each other

Out here forever

I know we were, yeah

All I ever wanted was for you to know

Everything I’d do, I’d give my heart and soul

I can hardly breathe I need to feel you here with me

When you’re gone

The pieces of my heart are missing you

When you’re gone

The face I came to know is missing too

When you’re gone

The words I need to hear to always get me through the day and make it ok

I miss you

(Avril Lavigne – When You’re Gone)

-fin-

author’s note:

fanfic yang dikerjakan waktu lagi begadang, dan gak tau mau ngapain abis main game. akhirnya karena playlist saya gak sengaja muter lagu ini, jadi kepikiran buat bikin songfic pake lagu ini deh 8D

maafin saya loh, HunHan shipper kalo fic ini gak angst sama sekali -_- maklum namanya juga fic kilat. lol. kenapa HunHan? gak tau juga sih ya. pairing ini yang pertama kali kepikiran waktu saya mulai ngetik di ms.word. hahaha. mereka unyu banget sebenernya, agak gak tega kalo dipisahin begini sih. ;___; salahkan saya yang lagi mood bikin angst, efek ngedengerin lagu galau mulu dari kemaren. orz.

thanks for read! 😀

20 responses to “[Songfic] When You’re Gone

  1. waaaa sedari td baca ff sedih2 muluk nih pagi ini, maaf ya lulu oppa, sehunnya lebih milih merit sama aku *dibakar* lolol
    Nice story chingu 😀

  2. yeah! i love this fanfic! HunHan shipper nihh~
    nyesek banget deh jadi Luhan. udah sama-sama cowok, ngeliat Sehun nikah lagi. oemji -___- Luhan sama aku aja deh /duagh/ hehe~ nice fanfic~
    keep writing chinguu~

  3. AHELAAAAAH OTP FAVORIT SAYA SEPANJANG MASA NEEEH XD DAN JUGA RIVAL ABADI SAYA YEAAAH XD *re: Luhan*
    Sebenernya gak tega juga sih ngebayangin Luhan nangis-nangis gitu gegara Sehun nikah (sama saya) 😐 *dilempar*
    Keren nih, feel nyesek-nya dapet. Jadi gemes sendiri sama Sehun, kenapa dia mesti ninggalin gege-nya yang imut ini coba aigoo (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)

    Btw author-ssi, kita sama-sama nge-post ff yaoi pas dini hari yak. Pas saya post ff baekyeol di bawah, eh kemudian nongol juga ff ini. Kita sehati, tos dulu yuk tos ‘-‘)/

    Komen apalagi ya? Udah deh pokoknya suka banget sama ff-nyaaa x3

    • oh jadi itu sehun nikahnya sama anda? =))

      dapet nyeseknya ya? syukurlah :3 saya kira ga bakal berasa apa apa soalnya fic ini dikerjainnya cepet banget ehehehe.

      kesel juga sih sama sehun waktu nulis ini /dor/

      iya? wah ntar aku mau baca BaekYeol nya deh 8D tos duluuu ‘-‘)/

      baguslah kalo suka ^^ hehe. thanks for read 🙂

  4. Hyaaaaa.. kenapa HunHan dipisahkannnn?? ;___;

    Gege.. klo Thehun meninggalkanmu sm aku aja yuk.. :3 *seret Luhan Gege.
    bagus kok Thor. poin songfic nya dapet.. tapi kasian Luhan.. :(( /tetep

  5. huweee, kasian liat luhan nangis bombay gara2 ditinggal sehun nikah..
    sebenernya sy jg ad feel sama luhan tapi apa daya sehun minta nikah, jd secara terpaksa mau mau (?), sy nikah deh sama sehun..mianhae luhannn~ hiksss T-T
    pdhl sblmnya baru baca yaoi baekyeol, skg ketemu deh yg hunhan..sejoli bangettsss ya (.___.)

    • kenapa kamu mau? kan kasian luhan ;;___;; (?) /yang nulis siapa/

      oh baekyeol itu ot4 sama taoris ‘ ‘d oke abaikan jiwa baektaorisyeol shipper saya. haha.

      thanks for read 🙂

  6. Tadinya aku kira Sehun yang dikhianati oleh Luhan. ternyata kebalikannya.
    Ga nyangka Sehun bisa setega itu ke Luhan, tapi karakter Sehun ngena banget di cerita ini.
    ditunggu Boys Love EXO yang lainnyaaaa =D

  7. mata udah berair tinggal nunggu airnya keluar aja -_- (?)
    asli sedih thor ;~;
    kasian lulu.. sabar ya.. mungkin sehun khilaf (?)

    siapa sih cewe yg dinikahin sehun?! gua gibeng nih *eaa
    fanfic nya, cakkeebbb 😀 nyahahaha..~

  8. huwaaaa
    banjir air mata nie …
    sedih bgt sii chingu T_T
    kasian lulu
    #huglulu

    sehun tega amat sii ???

    sprti biasa ff.a keren
    bner” menguras air mata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s