[Mini Series] I Dont Like Love (Chapter 2)

Author : Lee Hyura

Title : I Don’t Like Love

Genre : Comedy, Friendship, Romance

Rating : PG 13

Length : Mini Series

Cast :

–          Byun Jihyun (OC)

–          EXO Luhan

–          EXO Xiumin

–          EXO Kris

–          EXO Suho

–          EXO Baekhyun

–          EXO Chanyeol

–          EXO Chen

–          EXO Kyungsoo

–          Kangta

Note : E, YO~ liburan sudah berakhir. Dan besok udah masuk sekolah. Hiks.. ini jadi ff terakhir yang aku publish sebelum hiatus ^o^ aku udah tepatin janji kan? Iya kan? Jadi semuanya wajib doain semua urusanku berjalan dengan baik . fufufu

Previous : Teaser – Chapter 1

=== I Don’t Like Love ===

Jihyun menutup mulutnya saat menguap lalu membenarkan posisi kepalanya dan memejamkan mata. Dia tidur jam 2 semalam karena Baekhyun dan Chanyeol. Dan Jihyun yakin, kedua idola itu tidur menjelang pagi karena asik bercanda sambil bermain games. Mau bagaimana lagi? Mereka memang jarang sekali mempunyai waktu luang. Waktu luang akan mereka manfaatkan untuk tidur agar tidak ada kantung mata yang berarti.

“Aduh!”

Jihyun meringis saat Luhan mencubit pipinya. Tangannya segera bergerak untuk memukuli tangan Luhan agar melepaskan cubitannya itu. Luhan terkekeh sambil menarik tangannya. Jihyun mendengus kesal karenanya.

“Luhan jelek!” gerutu Jihyun sambil mengelus pipinya. “Bagaimana kalau pipiku semakin chubby?”

Luhan memutar matanya. “Hanya dicubit, Jihyun-ah. Agar kau tidak mengantuk lagi. Lagipula image lucumu akan cocok dengan pipi chubby. Jadi ku kira tidak apa. Fansmu juga menyukai pipimu.”

“Tidak~ chubby akan membuatku tidak terlihat seksi!”

“Kau memang tidak seksi..”

Jihyun mengetuk kepala Luhan kesal. “Hei, manager jelek! Ayo jalan sebelum kita terlambat menuju lokasi shooting!”

>>>

Jihyun menghela nafas panjang sambil menyandarkan kepalanya di samping Baekhyun. Saat itu dia sedang di gedung SBS dalam acara Inkigayo. Kebetulan dia, Baekhyun dan Kwanghee Ze:A lah yang menjadi MC hari itu. Dan seperti biasa juga, Luhan berada disana.

“Manager, aku haus~” rajuk Jihyun.

Luhan terkekeh pelan. “Ambil saja sendiri.”

“Aish, dasar manager tidak berguna!” gerutu Jihyun.

“Dia manager yang sangat berguna, Jihyun-ah. Dia melakukan pekerjaannya dengan baik. Hanya saja kau itu terlalu banyak permintaan,” cibir Baekhyun.

Luhan langsung menjulurkan tangannya yang lalu ditepuk oleh Baekhyun. Jihyun mendesis kesal. Kedua tangannya terangkat dan menoyor kepala Luhan dan Baekhyun bersamaan.

“Aw~” ringis Luhan dan Baekhyun.

Sedangkan Jihyun mengulas senyum lebar. Dia segera bangkit dan menghampiri Kwanghee sebagai alasan dia pergi. Yah walaupun sebenarnya dia hanya ingin menjauh dari mereka agar tidak dibalas. Dasar licik!

“Kwanghee-ssi, kau sudah mendapatkan script?” tanya Jihyun.

Kwanghee tersenyum lebar. “Tentu saja. Aku pasti sudah dapat dari tadi. Kalau tidak, aku sudah demo kepada PDnim. Jadi sudah. Dan harusnya kau tidak perlu bertanya soal itu kalau kau juga sudah mendapatkannya. Aneh se—“

Please, Kwanghee-ssi. Cukup katakan kalimat yang mewakili semuanya,” keluh Jihyun. Kwanghee memang selalu menjadi sang diva yang cerewet jika diberi kesempatan untuk berbicara.

Kwanghee mengeluarkan tawa khasnya yang membuat Jihyun menatapnya aneh. “Ayo, Jihyun-ssi. Sudah waktunya pengambilan gambar untuk kita,” ajak Kwanghee.

Jihyun tersenyum. Dia menolehkan kepalanya dan mengisyaratkan Baekhyun untuk menuju panggung. Baekhyun tersenyum sinis. Dia bangkit dan berjalan menghampiri Jihyun. Saat melihat tangan Baekhyun terangkat, Jihyun segera berlari tanda ia tahu Baekhyun akan membalas toyorannya.

“Andwae, Baekhyun-ah~~~”

>>>

“Hari ini sangat spesial karena kami bertiga lah yang akan memimpin acara. Benar , Jihyun-ssi, Baekhyun-ssi?” seru Kwanghee yang diiringi tawaan khasnya lagi.

Jihyun tertawa. “Ya benar. Benar-benar spesial karena ada si kembar disini!”

Baekhyun dan Jihyun saling merangkul lalu memasang ekspresi imut. Kwanghee mendorong mereka berdua main-main dan menggembungkan pipinya. Si kembar mengaduh dengan wajah jenaka lalu tertawa.

“Kehadiranku sebagai MC lebih spesial. Sang diva disini, semuanya~” sergah Kwanghee sambil menyisir rambutnya dengan jarinya.

Baekhyun mendesah. “Tidak mungkin. Bahkan kehadiran kami lebih berarti!”

Stop! Yang pasti kami bertiga adalah orang yang spesial. Mengerti?” lerai Jihyun.

Kwanghee tertawa. “Baiklah. Aku percaya. Aku percaya.”

I do believe you! Seperti yang dikatakan sekelompok pria romantis, U-Kiss. Lalu juga ada penyanyi baru kita yang suaranya menenangkan hati, Jevice. Tapi sebelum itu semua, mari kita lihat penampilan dari Tritops terlebih dahulu,” seru Baekhyun.

Kwanghee dan Jihyun mengangguk-angguk dengan gaya lucu. “Music.. starts!”

Lampu-lampu di setiap kamera mulai redup bertanda kamera itu sudah tidak mengambil gambar. Jihyun turun dari panggung, membungkuk kepada para staf dan menghampiri Luhan. Dia merebut botol air mineral yang dipegang Luhan sedari tadi dan meneguknya. Luhan hanya menggeleng pelan.

Kwanghee dan Baekhyun menyusul dibelakang mereka. Asisten manager Ze:A menghampiri Kwanghee. Sedangkan Baekhyun terpaksa kali ini diurus oleh Luhan. Toh Baekhyun dan Jihyun di satu agensi dan selalu bersama di acara itu. Tidak terlalu sulit untuk menjadi manager dua orang itu. Yah kecuali perilaku seenaknya si kembar itu.

Seorang staf menghampiri ketiga MC. Kwanghee, Baekhyun dan Jihyun membungkuk kepadanya.

“Seperti dugaanku. Kalian bertiga memang memberikan aura yang sangat ceria. PDnim sangat puas karena kalian masih bisa mempertahankannya sampai sekarang,” kata orang itu.

“Ne, syukurlah~” balas ketiganya.

Jihyun menoleh ke arah Luhan yang sedari tadi diam saja saat staf itu pergi. Biasanya Luhan akan sibuk membeberkan apa saja yang kurang dari pekerjaan Jihyun. Apa Jihyun kurang aktif? Senyuman kurang lebar? Atau apalah itu.

“Ada apa?” tanya Luhan saat sadar Jihyun memperhatikannya sejak tadi.

Jihyun tersenyum sekilas. “Kau diam saja dari tadi.”

“Karena sepertinya kau sudah bisa mengejarkan tugasmu dengan baik. Aku puas melihatnya,” jawab Luhan.

“Itu karena si kembar dipersatukan. Iya, kan?” celetuk Baekhyun.

Luhan memutar matanya. “Kalian…”

>>>

“Apalagi setelah ini?” tanya Jihyun saat mereka sudah masuk ke dalam mobil Luhan.

Luhan melirik Jihyun lewat kaca mobil. “Mengembalikan Baekhyun ke managernya.”

“Aku?” bingung Jihyun. “Bagaimana denganku?”

“Tugasmu sudah selesai. Bukannya aku sudah bilang kau hanya mempunyai 1 jadwal hari ini?” dengus Luhan.

Baekhyun menggeleng sambil berdecak. “Dasar Jihyun. Selalu saja tidak mendengarkan perkataan orang lain.”

Jihyun meringis.

Mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah lokasi di bagian Seoul lainnya. Setelah mengantarkan Baekhyun, Luhan mengendarai mobil itu menuju gedung agensi mereka. Jihyun merengut.

Bukankah dia bilang aku sudah tidak ada jadwal lagi? Kenapa tidak mengantarkanku ke rumah?, pikir Jihyun lalu meniup poninya pasrah.

“Ayo turun, Jihyun-ah,” kata Luhan setelah mobilnya sudah terparkir manis di halaman agensi itu.

Jihyun menyibak rambutnya sebelum membuka pintu mobil dan turun seakan menekankan dia sedang kesal. Luhan hanya terkekeh pelan melihat artisnya merajuk.

“Untuk apa kita disini?” tanya Jihyun sedikit sebal. “Bukannya kau bilang—“

“Aku tidak bisa memberitahumu tentang ini saat ada Baekhyun. Kangta sajangnim menegaskan ini rahasia,” jelas Luhan.

Luhan kali ini memilih untuk berjalan di depan dan membiarkan Jihyun mengikutinya. Entah kenapa ini terasa menyenangkan bagi Luhan. Sepertinya sudah lama dia selalu berjalan di belakang Jihyun dan mengekorin gadis itu. Biarkan kali ini gadis itu lah yang mengekorinya.

Jihyun berlari saat jarak mereka menjauh. Jihyun berusaha mensejajari Luhan dan melangkah secepat Luhan. Dia mendengus pelan.

“Kenapa rahasia?” tanya Jihyun.

“Molla.”

Jihyun menoleh dan menatap Luhan kesal. “Moll—aduh!”

Jihyun menabrak salah satu tiang gedung itu. Jihyun sama sekali tidak sadar kalau di depannya ada tiang fondasi karena matanya tertuju kepada Luhan. Luhan mendesah pelan dan pasrah.

Kenapa aku harus menjadi manager artis seceroboh dirinya?, gerutu Luhan dalam hati.

Luhan jongkok dan menarik tangan Jihyun yang mengelus daerah yang terbentur tiang. Terlihat merah. Beruntung poni Jihyun cukup untuk menyembunyikan bekas benturan itu. Luhan mendesah kasar. Sedangkan Jihyun menggembungkan pipinya.

“Lakukan sesuatu,” pinta Jihyun.

Luhan menatapnya bingung. “Hah?”

“Artismu ini sedang kesakitan. Lakukan sesuatu!”

“Seperti?”

Jihyun menyengir lebar. “Gendong aku sampai ruangan Kangta ahjussi.”

“Hey..” desah Luhan. “Keningmu memar bukan berarti kakimu lumpuh, kan? Atau mungkin otakmu bermasalah?”

“YA!!”

Luhan menutup kedua telinganya lalu mendengus kesal. Dia mengangguk kesal. “Baiklah! Baiklah!”

Jihyun tersenyum penuh kemenangan. Tepat saat Luhan berbalik badan, Jihyun segera memeluk leher Luhan dan naik ke punggung Luhan. Luhan membenarkan posisi Jihyun sebelum berjalan menuju lift. Orang-orang hanya menatap mereka aneh sedang beberapa tertawa melihatnya. Mereka memang terkenal sebagai pasangan artis dan manager yang unik di agensi itu.

“Harusnya kau sering-sering saja seperti ini~” cetus Jihyun jahil.

“Oh ya? Biar kulit punggungku bisa merasakan detak jantungmu yang cepat sekali itu?” sahut Luhan menyibir.

Deg.. Jihyun diam dan mengubur wajahnya di bahu Luhan.

Sialan kau, Xi Luhan!

>>>

Jihyun menarik kursi dan duduk di hadapan Kangta. Tidak terlihat Luhan di ruangan itu karena Luhan diminta untuk menunggu diluar oleh Kangta. Jihyun hanya diam menunggu bibir Kangta mengeluarkan kata-kata. Kangta tersenyum tipis.

“Jihyun-ah, apa kau kira agensi ini membutuhku gadis idola selain dirimu?” tanya Kangta akhirnya.

Alis kanan Jihyun terangkat. “Tentu. Untuk apa ahjussi bertanya seperti itu?”

“Apa kau yakin diluar sana ada gadis yang sepertimu? Jujur saja, sepertinya tidak mungkin ada gadis yang anti dengan cinta.”

Jihyun menjilat bibirnya gugup. Seperti dirinya? Bahkan kini dia sedang menyukai seseorang. Tapi tentu saja Kangta tidak tahu. Dan Jihyun bersumpah tidak akan membiarkan Kangta tahu. Kangta tersenyum saat melihat ekspresi aneh di wajah Jihyun.

“Jangan bilang kau jatuh cinta, Jihyun-ah..” gumam Kangta sambil bersendagu di atas mejanya. “Kau tahu peraturan utamamu adalah dilarang jatuh cinta. Kalau kau jatuh cinta, kontrakmu akan batal. Jika kontrakmu batal, makanya kontrak milik Baekhyun pun batal..”

Jihyun menggeleng cepat. “Animnida, ahjussi. Sungguh.”

“Baguslah..”

Jihyun memejamkan matanya sejenak sambil mengatur nafasnya. Kangta tersenyum tipis melihatnya. Dari semua tindakan Jihyun, Kangta tahu semuanya. Tapi Kangta bersyukur Jihyun masih mau menahan dirinya. Karena jujur saja, Kangta tidak mau kehilangan Jihyun. Jihyun salah satu artis kebanggaan agensinya. Pekerjaannya selalu memuaskan. Hampir tidak pernah memperlihatkan kekurangannya. Saat ia tidak sengaja memperlihatkan kekurangannya, langsung ia tambal dengan kelebihannya. Sosok artis yang dicari oleh Kangta.

“Kalau aku boleh tahu, kenapa ahjussi mencari artis yang tidak menyukai cinta?” tanya Jihyun ragu.

Sekali lagi, Kangta tersenyum tipis. “Karena cinta lah yang akan menghancurkan mimpi indah para idola.”

>>>

Luhan segera menghampiri Jihyun saat melihat gadis itu keluar dari ruangan Kangta. Melihat wajah Jihyun begitu lemas, Luhan menepuk kepala Jihyun dan memilih untuk tidak bertanya macam-macam. Walaupun dia benar-benar penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Jihyun dan Kangta.

Jihyun mendesah dan tersenyum sok ceria. “Ayo pulang. Aku lelah~”

“Mau ku gendong lagi?” tawar Luhan.

Jihyun membalasnya dengan cepat, “Dan membiarkanmu mengejekku soal detak jantungku?”

•••

“Apa?”

Ke 7 pria idola itu mengerubungi Jihyun. Jihyun mengidikkan bahunya karena ngeri. Kali itu, agensi meminta para manager untuk mempertemukan semua idola di ruang latihan. Tentu saja waktunya sudah dicocokan dengan jadwal ke 8 artis itu.

“Hei, jauhkan wajah kalian dariku! Kalian mengerikan~” gerutu Jihyun.

7 orang itu menghela nafas dan mundur beberapa langkah. Sedangkan ketiga manager itu tertawa melihat kelakuan para artis itu. Jihyun melirik para manager itu tajam. Ahra dan Seungwon mengatup bibirnya sedangkan Luhan tetap asik tertawa. Toh Luhan sudah terbiasa dengan lirikan mematikan Jihyun itu.

Jihyun mendesah lalu menyibak rambut. Dia berusaha tidak peduli dengan Luhan.

“Ahjussi berkata kita akan mengadakan konser sekaligus mempromosikan audisi dan para trainer yang akan kita debutkan. Oh ya, juga mempromosikan artis baru kita, Chen. Begitulah katanya,” jelas Jihyun.

“Kenapa semuanya mendadak sih?” gerutu Chen.

“Tidak juga. Katanya semuanya sudah dipersiapkan dari 2 bulan yang lalu bersama para manager,” elak Jihyun. Matanya melirik para manager yang kini sibuk berpura-pura batuk. Dia tersenyum sinis.

“Jadi noona dan hyung sudah tahu?” tanya Suho menyelidik.

Seungwon menyengir. “Begitulah. Kangta sajangnim meminta kami merahasiakan ini. Jadi jangan salahkan kami.”

“Kalau kita menggelar konser, apa yang kau lakukan, Jihyun-ah? Kau tidak bisa bernyanyi, menari, bahkan bermain musik. Kau hanya bisa berakting,” cibir Baekhyun.

Jihyun membulatkan matanya lalu menatap kakak kembarnya tidak terima.

“Tapi, hei! Jihyun pintar membawa suasana. Dia bisa menjadi MC terbaik konser kita. Iya, kan?” seru Wufan membela Jihyun.

Jihyun langsung membentuk hati dengan tangannya untuk Wufan. Wufan hanya terkekeh pelan.

“Atau melakukan demo masak bersamaku. Jihyun pintar masak kok,” timpal Kyungsoo.

Jihyun memberikan fly kiss untuk Kyungsoo. Chen, Chanyeol dan Baekhyun mengidikkan bahu mereka ngeri sedangkan yang lain tertawa geli.

“Tapi ini konser musik. Bukan acara masak, Kyungsoo-ya,” sahut Xiumin polos.

Tawa orang-orang di ruangan itu meledak. Kyungsoo tersenyum malu sedangkan Jihyun merengut kesal.

“Ini konser yang istimewa, Xiumin-ah. Kau bahkan tidak percaya dengan semua acara hasil kesepakatan kami,” celetuk Ahra.

Luhan mengangguk. “Ya benar.”

“Jangan bilang ini ada kaitannya dengan pemotretan istimewa yang kau sebut kemarin,” cibir Jihyun.

Luhan menyahut, “Kenyataannya memang berkaitan dengan itu.”

•••

Setelah sekitar 2 bulan mereka menyibukkan diri berlatih untuk konser itu, akhirnya malam pergelaran konser yang diberinama Fly to The Skydish itu pun datang. Beberapa orang sudah mengantri sejak pagi. Sedangkan didalam, para idola itu melakukan gladi resik.

Para idola kecuali Jihyun itu akan menyanyikan semua lagu-lagu mereka. Sebagian besar lagu adalah lagu duet. Agensi itu memang suka menduetkan artisnya dengan siapapun. Tidak seperti agensi lain yang malah mengelompokkan artisnya menjadi sebuah boyband.

Selain para artis dari agensi itu sendiri, ada 2 grup idola yang diminta undang untuk ikut memeriahkan konser itu karena artis di agensi itu terlalu dikit. Mereka adalah APink dan INFINITE. Tak lupa juga dengan 3 trainer mereka yaitu Yixing, Sehun dan Tao. Mereka akan diberi 1 lagu khusus untuk mereka. Selain itu, mereka akan menjadi penari latar penyanyi lain.

Untuk konser ini, si kembar kembali ditunjuk menjadi MC. Karena itu, tidak ada script berarti untuk mereka. Mereka hanya diberi susunan acara tanpa hal lain. Pihak agensi percaya si kembar bisa membawa acara dengan baik tanpa pegangan sekalipun.

Konser itu dimulai oleh nyanyian dari Suho, Kyungsoo dan Wufan untuk mengiringi kemunculan para artis. Dimulai oleh Suho, Wufan, Kyungsoo, Xiumin, Baekhyun, Jihyun, Chanyeol dan terakhir Chen.

“Fuh~ pembukaan yang keren, kan?” seru Jihyun dan disambut teriakan dari para penonton.

Baekhyun datang dari belakang Jihyun dan merangkul adik kembarnya itu. Dia menghela nafas pendek dan tersenyum lebar.

“Menyenangkan sekali dapat bertemu dengan kalian malam ini!” seru Baekhyun yang kembali mendapatkan teriakan dari penonton.

“Ini konser pertama kami. Dimana semua artis berkumpul di atas panggung yang sama dan menyanyikan lagu mereka. Tentu saja ini bukan konser yang biasa seperti konser artis lain. Karena konser ini spesial. Kenapa?” Jihyun tersenyum dan mengangguk mantap. “Karena akan ada fashion show dari para artis kami ditengah konser!”

Teriakan para penonton itu pun kembali bergemuruh.

>>>

Luhan memperhatikan Jihyun yang sedari tadi berlari kesana kemari. Konser sudah berada di tengah acara. Pegelaran fashion show akan segera dimulai. Kini salah satu guest star, Apink sedang mengisi acara.

“Kau kira apa acara ini tidak apa diadakan di tengah konser musik?” gumam Ahra yang berdiri disamping Luhan.

Luhan mengangkat bahunya. “Molla, noona. Tapi ini harus karena pabrik pakaian lah yang menjadi sponsor utama kita. Karena sponsor itu, agensi kita tidak perlu mengeluarkan uang kan untuk konser ini?”

Ahra mendesah. “Licik.”

“Tidak aneh. Kangta sajangnim kan pernah menjadi badan esekutif SM Entertainment. Dia pasti banyak belajar dari agensi besar itu,” gumam Luhan.

“Kau kira Jihyun tidak apa-apa?”

“Itu yang sedang ku pikirkan.. dia dan kecerobohannya..”

>>>

“Aduh!”

Jihyun meringis. Dia tidak sengaja terselengkat kakinya sendiri dan menyebabkan lututnya menabrak lantai dengan kencang dan kasar. Semua perhatian tertuju padanya dengan tatapan khawatir dan kasian.

“Jihyun-ssi, kau baik-baik saja?” tanya seorang staf.

Jihyun menggeleng dan mencoba bangkit. Baekhyun dan Chanyeol segera menghampirinya dan membantunya berdiri. Luhan juga berlari menghampirinya walaupun tidak membantunya.

“Gwencana?” tanya Chanyeol.

Jihyun mengangguk mantap. “Gwencana.”

“Selalu saja ceroboh! Tidak bisa sedikit berhati-hati?” desis Luhan sambil jongkok dan menyentuh lutut Jihyun yang memar. “Kau bisa jalan?”

Jihyun mendengus. “Tentu saja bisa..”

“Ku pikir kau jangan ikut fashion show dulu, Jihyun-ah,” kata Chanyeol.

“Lalu siapa perempuan yang akan menggantikanku?” sungut Jihyun.

“Kita masih mempunyai APink, kan? Kangta sajangnim pasti setuju karena kau itu anak emasnya,” usul Baekhyun.

“Baekhyun-ssi, Chanyeol-ssi.. maaf mengganggu. Tapi sebentar lagi giliran kalian,” beritahu seorang staf.

Kedua orang itu menatap Jihyun cemas. Sedangkan Jihyun menganggukkan kepalanya. Baekhyun menggertakkan giginya lalu menarik Chanyeol menuju tempat mereka seharusnya berada.

“Baekhyun benar. Kita bisa memakai APink,” kata Luhan.

Jihyun mendengus. “Ku bilang aku tidak apa-apa. Lihat! Aku bisa berdiri sendiri sekarang, kan?”

“Dasar keras kepala!”

>>>

Jihyun berjalan di atas panggung. Kali itu Chen bernyanyi mengiringinya. Itu bukan acara fashion show resmi. Jadi para artis itu diminta untuk senyaman mungkin dan bertingkah sesuatu yang membuat pakaian itu terlihat sangat nyaman. Chanyeol dan Baekhyun, seperti biasa, mereka sangat heboh di atas panggung. Berlari ke sana kemari. Tapi waktu mereka habis. Mereka harus kembali ke belakang panggung dan berganti pakaian.

Sebenarnya Jihyun juga ingin seperti mereka. Ia ingin bertingkah ceria dengan Xiumin yang menjadi partnernya kali itu. Tapi kakinya sangat sakit saat digerakkan. Mungkin karena sudah terbiasa menyembunyikan rasa sakit, itu semua tidak terlihat diwajahnya. Jihyun tetap tersenyum lebar seperti biasa.

Setelah mengelilingi panggung itu untuk bertegur sapa dengan artis lain dan penonton, Jihyun kini menuju belakang panggung. Tapi lututnya kirinya yang memar seakan berdenyut. Nyeri sekali.. Jihyun hampir jatuh jika tidak ditahan oleh Xiumin dan…

.

.

.

Luhan.

>>>

Kini mereka berada di ruang tunggu khusus Jihyun. Jihyun berteriak kesakitan saat Luhan menekan memarnya. Luhan mendesah berat. Kalau Jihyun tidak keras kepala, mungkin lukanya tidak akan memburuk. Luhan bangkit dan duduk di kursi didekatnya.

“Kan sudah ku bilang, kan? Sekarang lihat akibatnya!” omel Luhan.

Jihyun menutup kedua telinganya dengan tangan. “Duh, jangan mulai kecerewetanmu sekarang!”

Luhan berdecak. Dia menyandarkan punggung dan menatap Jihyun intens. Jihyun menurunkan tangannya. Bibirnya dikerucutkan tanda kesal.

“Untuk apa kau ada di atas panggung tadi?” tanya Jihyun.

“Tadi aku melihat kakimu sudah bergetar dari layar di belakang panggung. Makanya aku langsung menyusulmu.”

Jihyun mendesah pelan. “Aku harus segera kembali ke panggung. Aku tidak bisa membiarkan Baekhyun sendirian.”

“Dengan kaki seperti itu?” Luhan menggeleng. “Lagipula ada Yixing yang menggantikanmu.”

“Wae~? Itu kan pekerjaanku! Sama saja aku sudah mengecewakan Kangta ahjussi!”

“Berhenti memikirkannya, Jihyun-ah!”

Jihyun terdiam. Dia mengerjap kaget. Sedangkan Luhan dia menghela nafas panjang sambil memijat tengkuknya. Menjadi manager artis seperti Jihyun memang benar-benar memusingkan dan membuatnya frustasi.

“Partner Baekhyun itu hanya aku atau Chanyeol!” Jihyun kembali melanjutkan protesnya.

“Lalu maumu apa?”

“Biarkan aku kembali ke panggung!”

Luhan mendesah pelan. “Selain itu. Aku akan melakukan satu permintaan agar kau berhenti keras kepala seperti ini..”

“Cium aku.”

Luhan membelalakkan matanya. “Apa?!”

“Cium aku,” ulang Jihyun dengan nada mengejek. “Kau tidak berani, kan? Jadi sekarang biarkan aku kembali ke panggung!”

Luhan mendesis kesal. Dia berpikir itu hanyalah alasan Jihyun agar dia membiarkan Jihyun kembali ke panggung.

“Hanya menciummu, kan? Apa susahnya?” dengus Luhan.

Luhan bangkit lalu mencengkram kedua pegangan kursi yang diduduki oleh Jihyun. Luhan memperlihat seringaiannya kepada Jihyun sambil mendekatkan wajahnya ke Jihyun. Jihyun terbelalak. Dia kira Luhan akan kehabisan akal dan akhirnya menyerah. Tapi ternyata Luhan malah benar-benar akan melakukannya.

Tidak! Tidak harusnya seperti ini! Berpikir, Jihyun… berpikir!, panik Jihyun.

Jihyun menggigit bibirnya cemas. Otaknya berputar mencari ide lain untuk mencegah Luhan melakukannya.

“Aduh, kakiku!” Jihyun mengaduh.

Luhan segera menarik dirinya kaget. “Ada apa? Apa aku menyentuh luka? Apa kau baik-baik saja?”

Jihyun merengut. Tapi bibirnya bergetar untuk menahan tawa. Dia berhasil!

“HAHAHA!!” akhirnya tawa Jihyun meledak.

Luhan mengerti maksud dari tawa Jihyun. “Sialan kau, Byun Jihyun!!”

=== I Don’t Like Love ===

Oke sekarang saya bisa hiatus dengan tenang. Fufufu~

Sampe bertemu…. kapan-kapan \‘O’/ karena saya tidak tahu bakal kambek.

Dan maaf typo. Ga ada waktu buat ngurusin typo karena tugas ngerangkum fisika. Fisika kok sialan sekali sih? -___-

39 responses to “[Mini Series] I Dont Like Love (Chapter 2)

  1. haha. suka pas yang terakhir tuh..
    lulu bego, bisa ditipu jihyun gitu . wkwkwkwk

    omo. kangta -.-
    kasian banget jihyun. dan sekarang mau nyari cewek kayak jihyun?
    kayaknya kangta deh yg ga suka cinta ._.
    aii~ molla..
    ditunggu aja next chapternya ya ^o^
    semangat !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s