THE SECOND LIFE [PART 7]

THE SECOND LIFE [PART 7]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 |

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

Pagi yang cerah seperti biasa.Siswa-siswi Shinwa terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing.Ada yang baru saja tiba di pekarangan sekolah,ada yang sedang menunggu bel masuk sambil mengisi perut di kantin sekolah,kumpulan siswi-siswi yang tengah asik bergosip,tetapi terlepas dari itu semua ada satu hal yang cukup menari perhatian.Tepat disebelah utara lantai dasar dari sekolah elit ini,sekumpulan murid-murid terlihat saling berebut untuk melihat seusatu di papan pengumuman.Hari ini memang adalah hari pengumuman hasil ujan seleksi bagi siswa tingkat akhir yang diadakan seminggu yang lalu. Ada  banyak ekspresi yang berbeda dari siswa yang telah keluar dari kerumunan itu. Ada yang berwajah senang tetapi ada juga yang berwajah suram.

Tak jauh dari tempat itu seorang anak laki-laki  dengan name tag Byun Baekhyun terlihat menuju tempat tersebut.Tentunya dia juga termasuk salah satu yang wajib melihat papan pengumuman itu.Dengan gugup  ia melangkah.Namja berbadan kurus itu mulai menyelip di antara kerumunan orang-orang  hingga ia tepat bertatapan dengan sebuah papan putih berkaca .Matanya ia pejamkan sejenak sembari mengatur nafasnya. Berusaha  menghilangkan rasa gugup yang  semakin menyerangnya.Di sinilah semua usahanya selama 2 Minggu ini terbukti dan disini jugalah nasib mobil Porsche kesayangannya bergantung.

Baekhyun membuka matanya perlahan.Bola mata hitam itu mulai bergerak mencari namanya di antara ratusan deretan nama yang tertera di papan tersebut.Butuh waktu semenit hingga akhirnya dia menemukan apa yang ia cari.Raut wajah yang tadinya tegang berangsur ceriah dengan seulas senyum yang terbentuk dari sudut bibirnya.Hasil yang ia harapkan benar-benar diluar dugaan.Ia hampir saja mencapai nilai maksimal  untuk setiap bahan pelajaran.Ini betul-betul seperti mimpi baginya.Selama ini,bahkan seumur hidupnya nilai tertinggi yang pernah ia dapat ialah tak lebih dari nilai enam itupun ia sudah memforsir tenanganya untuk hanya berkutat dengan buku-buku yang menyebalkan.Tetapi sekarang deretan angka sembilan yang sama sekali tak pernah ia bayangkan sebelumnya,benar-benar menghiasi nilai ujiannya kali ini.

Setelah merasa sudah cukup puas dengan apa yang dilihatnya,dengan tergesa-gesa ia keluar dari kerumunan murid-murid tersebut dan berlari secepat mungkin menuju mobilnya.Ayahnya hanya menginginkan dia tidak mendapat nilai buruk di ujian simulasi dan itulah syarat agar mobil Baekhyun tak di sita.Tetapi dengan nilai sembilan yang ia dapatkan sekarang bahkan jauh dari standar persyaratan yang ayahnya ajukan.

Setibanya di parkiran,namja itu langsung memeluk badan mobil hitamnya sambil terus menciumi benda mati itu.Tak peduli seberapa banyak orang yang melemparkan tatapan aneh padanya,ia tetap bermesraan dengan mobil kesayangannya.Kalau bukan karena mobil kesayangannya ini,mana mau dia belajar mati-matian hanya untuk mendapatkan angka sembilan.

Hyunchan yang baru saja melewati parkiran terhenti dengan tatapan herannya yang ia tujukan ke  arah namja yang tengan sibuk mencium mobilnya.

“kau baik-baik saja?”

Baekhyun berhenti dari aktivitasnya dan mulai melihat siapa yeoja yang baru saja mengusik kesenangannya. Matanya  membulat diiringi senyumnya yang makin melebar ketika ia tahu bahwa yeoja yang tengah berdiri dihadapannya adalah yeoja yang tak lepas dari semua hal yang terjadi sekarang ini.

“Hyunchan-ah!! Aku berhasil!!” teriaknya girang dan tanpa sadar ia langsung menghambur memeluk yeoja itu dengan sangat erat hingga hampir membuat yeoja itu terhuyung ke belakang.

“Aishh..ini benar-benar seperti mimpi.” Ujar Baekhyun yang masih tak bisa mengontrol emosinya saking senangnya.

Sementara Hyunchan ,ia sangat terkejut dengan reaksi berlebihan Baekhyun ini.

Suasana baik-baik saja hingga ketika Baekhyun mulai sedikit tenang dan iapun sadar dengan apa yang telah ia lakukan.Keduanya terdiam masih dalam posisi yang sama,berpelukan.Tiba –tiba saja suasana yang tadinya ramai di kelilingi siswa-siswi yang berjalan di sekitar parkiran itu,seolah menghilang semuanya meninggalkan kesunyian yang menyelimuti keduanya.Tempat yang tadinya terang benderang mendadak menjadi gelap meninggalkan mereka di tengan kegelapan dengan sorotan sebuah cahaya.

DEG

Entah jantung siapa yang berbunyi sekeras itu.Tak ada yang bisa menerka,karena jantung keduanya saling berlomba berdetak cepat seolah menjadi musik latar mereka.

“Baekhyun-ah.” Ucap Hyunchan menyadarkan Baekhyun akan posisi mereka sekarang.

Perlahan Baekhyun melepaskan pelukannya.Namun  ia kembali terhenti ketika pipinya bersentuhan dengan pipi Hyunchan.Kedua bola matanya mencuri pandang dari sudut matanya, menatap sudut dari mata Hyunchan yang begitu dekat.Ia tak berani menoleh lebih jauh lagi,ia takut begitu ia menoleh maka akan terjadi hal yang buruk antara dirinya dan Hyunchan.

“Josonghaeyo.” Ujarnya singkat sambil mulai membuat jarak dianatara mereka.

Atmosfir berubah menjadi aneh lagi.Mereka berdua tampak salah tingkah.Suara deheman kemudian keluar dari tenggorokan namja  yang bernama Baekhyun itu,sepertinya ia hendak membuat suasana yang aneh ini sedikit normal.

“Gomawo.Tanpa bantuan mu,semuanya tak akan seperti ini.” Namja itu berbicara menatap sekitarnya agar matanya tak beretemu dengan mata Hyunchan.Kedua tangannya ia masukkan ke saku celananya untuk menyembunyikan kegugupannya.

“Anhi.Ini semuanya berkat usaha keras mu juga.Kau sudah melakukan semuanya dengan baik.” Yeoja itu  tersenyum tipis tetapi hal sekecil itu kembali sukses membuat namja playboy bermarga Byun itu seperti mendapat serangan listrik.Suaranya jantungnya yang tadinya hampir normal ,kini kembali berdetak tak karuan lagi.

Baekhyun tampak mula gelisah sendiri hingga dilihatnya dua orang kawan baiknya yang sedang mendekat kearahnya.

“Dewa penolong ku!” Batinnya.

“Sepertinya aku harus memberitahukan kabar bahagia ini pada mereka juga..” Baekhyun terlihat kikuk sambil menunjuk matanya kearah Chanyeol danKyungsoo.Sebenarnya ia juga tak terlalu berniat seheboh itu menyampaikan berita ini ke kedua temannya,tetapi itu hanya sebuah pelarian saja agar ia bisa cepat-cepat mnghindar dari Hyunchan.

Hyunchan menoleh mengikuti arah pandangan Baekhyun.“Oh,ne.”

“Biklah.Aku ke sana dulu yah.” Pamit namja itu.

Keduanya sudah ingin berjalan kearah yang berlawanan tetapi karena sudah salah tingkah, jadi lagi-lagi segalanya tidak berjalan normal.Baekhyun yang ingin berjalan mengambil sisi kiri tetapi terhalangi badan Hyunchan yang juga ingin mengambil sisi yang sama.Ini bukan kesengajaan.Fikir yeoja itu, Baekhyun akan jalan dan mengambil sisi kanan jadinya ia berniat mengambil sisi yang kiri saja.Melihat Hyunchan yang sedang menghalangi langkahnya jadi diapun berinisiatif mengambil sisi kanan saja namun lagi-lagi badan Hyunchan menghalanginya.Sepertinya terjadi kesalahpahaman disini.

“Kau jalanlah duluan!” Baekhyun terdiam lalu memberikan jalan ke Hyunchan agar yeoja itu bisa lewat dan mereka tidak lagi salah paham tentang sisi jalan mana yang akan diambil.

“Ne.Annyeong.” yeoja itu membungkuk sedikit dengan sedikit kikuk.

Akhirnya keduanya pun berjalan dengan arah yang berbeda.Tanpa mereka sadari, secara bersamaan keduanya memegang dada masing-masing sembari menghela nafas.

***

Baekhyun menghentikan mobil kesayangannya tepat didepan sebuah rumah mewah di kawasan elit Gangnam.

“Kau tidak masuk dulu opaa~. Tak ada orang di rumah.” Ucap seorang gadis yang tengah terduduk di kursi penumpang tepat disebelah Baekhyun.

Tampaknya gadis itu yeoja baru Baekhyun lagi.Dia seorang model remaja yang cukup sering tampil di majalah terbitan ibu kota.Umurnya memang masih sangat muda,tetapi ketika orang melihat dandanannya sekarang, siapaun pasti akan percaya bahwa dia adalah wanita berumur 25 tahun sedangkan usianya sebenarnya baru menginjak 17 tahun.

“Lain kali saja  chagi~.Aku masih ada keperluan.” Tangan Baekhyun mengacak-acak pelan rambut yeoja yang sedikit berpenampilan terbuka itu.

Yeoja itu terlihat memanyunkan mukanya.”Baiklah~.” keluhnya sambil mulai mengambil barang belanjannya dan turun dari mobil Baekhyun.

Sepeninggal yeojachingunya,dia sudah bersiap ingin menjalankan mobilnya sebelum pada akhirnya sebuah tangan mengetuk jemdela mobilnya.Diturunkannya perlahan jendela hitam itu hingga tak nampak lagi.

“wae?”

“Kau melupakan sesuatu.”

Sedetik kemudian sang gadis mencium namjaa yang baru saja mengantarnya pulang itu.Awalnya Baekhyun sontak terkejut tetapi lama-lama ia mulai melanjutkannya.Hingga kemudian tanpa sesuatu yang jelas  tiba-tiba bayangan Hyunchan yang sedang tersenyum muncul difikirannya mengantikan bayangan yeoja yang sedang menciumnnya ini.

“Kira-kira sampai kapan kau akan seperti ini?”

“Tidak kah kau berfikir bahwa bermain wanita itu membosankan? kau jadian dengannya,bersenang-senang setelah itu memutuskannya dalam waktu yan singkat.Lalu jadian lagi lalu begitulah seterusnya.Masa muda itu terlalu singkat jika hanya kau hanya habiskan dengan menjalin hubungan sperti itu.Kau tak akan pernah menemukan dimana letak kebahagiaan antara sepasang kekasih yang sedang menjalin hubungan jika yang kau lakukan hanya seperti itu.Mungkin kau bahagia dalam hal lain tetapi yang pasti kau tidak akan merasakan kebahagian di dalam sini.”

“Mulai sekarang pikirkanlah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu.”

Ia berhenti dari kegiatannya dan segera menjau dari yeoja itu.Yeoja itu terlihat ingin protes dengan sikap Baekhyun tetapi namja itu mencegatnya.

“masuklah,udara semakin dingin.Kapan-kapan kita bisa melanjutkannya lagi.”  Baekhyun mengeluarkan tatapan menggodanya.

“Baiklah kalau begitu.Hati-hati di jalan oppa~.” Dengan wajah terpaksa akhirnya wanita itupun masuk ke dalam pekarangan rumahnya meninggalkan Baekhyun dengan sekelumit fikiran-firan aneh yang menggerayangi otaknya.

“hal ini terjadi lagi.” Baekhyun menghela nafas.

Apa yang terjadi barusan bahwa bayangan Hyunchan yang selalu tiba-tiba muncul ketika ia sedang bersama dengan wanita-wanitanya adalah bukan hal yang sekali ini terjadi.Belakangan ini entah kenapa yeoja yang bernama Shin Hyunchan selalu muncul difikirannya hingga Baekhyun mulai merasa terganggu dengan hal itu.

DEG DEG DEG

Lagi-lagi jantungnya berdebar kencang ketika ia memikirkan  yeoja itu.

“Apa yang terjadi pada ku?”

“ Apa mungkin…” Ia mulai bergelut dengan pikirannya sendiri.

“anhi..Anhi..aishh apa yang kau fikirkan Byun Baekhyun! Dia itu sama sekali bukan type mu ku.Jadi berhentilah berfikir hal yang tidak-tidak! ” Namja itu sedang berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia tidak mungkin sedang terlibat perasaan dengan seorang Shin Hyunchan.Itu adalah hal yang tidak mungkin terjadi.Tetapi kadang hal yang tidak mungkin itu, tidak selamanya tak terjadi.Kadang justru ada hal yang tidak mungkin bagi kita,tetapi akan ada suatu saat hal tersebut menjadi sesuatu yang ‘mungkin’.Apalagi ini menyangkut perasaan.Tak ada yang mampu menebak apa yang akan terjadi pada perasaan kita esoknya.Mungkin hari ini tidak,tetapi tak menutup kemungkinan hari esok akan menjadi ‘ya’.

***

Begitu Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki sebuah café elit suara dari saxophone langsung menyambut telinganya.Alunan music yang mendayu-dayu itu seolah membuat siapaun yang mendengarnya sedang berada ditempat yang sunyi dan sejuk.Cafe ini memang cocok untuk mereka yang tak suka kebisingan music disko yang memekakkan gendang telinga atau untuk orang-orang yang ingin memenangkan diri dari masalahnya.

Jujur saja Baekhyun memang jarang datang ke tempat ini,kecuali jika Kyungsoo malas berkumpul dengannya dan Chanyeol di tempat sejenis pub.Kyungsoo memang tak suka dengan kebisingan,beda dengan Baekhyun si raja pesta yang memang suka dengan hingar-bingar suara gesekan piringan hitam yang dimainkan DJ.

Café ini adalah salah satu bisnis yang dijalankan ayah Kyungsoo diluar bisnis-bisnis besarnya yang lain.Dan setelah namja itu sudah pandai mengatur keuangan dan menjalankan bisnis dengan baik maka tempat ini akan menjadi salah satu tempat yang segera tertulis atas namanya.

Malam ini ke dua temannya  dan Jisun katanya sedang berencanan membuat perayaan atas nilai yang dicapai Baekhyun.Apa yang barus saja dicapai Baekhyun itu memang perlu dirayakan.Karena selama ini tak pernah satupun yang akan menganggap bahwa namjaa itu bisa mendapat nilai sembilan sebelum gajah terbang dilangit.Ini betul-betul tampak seperti keajaiban.

Begitu dilihtnya rambut sedikit kriting blonde yang dimiliki namja jangkung,ia segera menuju ketempat tersebut.Tentu saja itu pasti rambut Chanyeol.

“hei semua!” sapanya seperti biasa.

Matanya kemudian tertuju pada seorang yeoja yang tampaknya baru kali ini bergabung dengan mereka.

“Hyunchan? Kenapa kau ada di sini?” tanyanya heran.

“Tentu saja dia harus ada disini.Dia juga bagian dari acara ini.” Ujar Kyungsoo sebelum Hyunchan menjawab pertanyaan Baekhyun

“Seharusnya yang ditraktir sekarang itu harusnya Hyunchan,sebagai ucapan terima kasih karena telah membuat teman kita yang sangat tak bisa diandalkan ini menjadi naik derajat kepintarannya.”Chanyeol terkekeh meledek Baekhyun.

“ya! Kau ini! Seperti derajat kepintaran mu saja lebih tinggi dari ku. ” Ejek Baekhyun .

“mereka yang memaksaku ke sini.” Ujar Hyunchan datar menunjuk kearah Chanyeol dan Jisun.

Ternyata walaupun gadis itu sudah mulai bisa bersosialisasi tetapi ekspresi datarnya itu kadang masih sering muncul juga.

“tapi kalau kau merasa tidak nyaman,aku akan pergi.” Lanjut yeoja itu bersiap meninggalkan tempat itu tetapi Baekhyun menahannya.

“Ya! Aisshh kau ini.Bukan itu maksudku.” Baekhyun menarik lengan Hyunchan dan memaksanya kembali duduk.

“mana bisa kau pergi begitu saja.”

Hyunchan hanya diam dan segaris senyuman terpampang di wajahnya ketika Baekhyun tak menyadarinya lagi.

“Karena semuanya sudah berkumpul ayo kita mulai acaranya!!!”  Baekhyun mengalihkan pembicaraannya kembaali ke pembahasan pesta perayaan ini.

“akhirnya~” sorak Jisun gembira.Dia memang paling senang kalau acara makan-makan apalagi yang traktiran. Tetapi  suasana menjadi sedikit aneh ketika musik yang terdengar justru lebih pantas menjadi latar dari orang berdansa dibanding pesta kecil dari remaja SMA.

Ketiganya tertawa bersamaan  kecuali Hyunchan yang hanya tersenyum melihat kebahagiaana dihadapannya.Ia seperti merasakan bagaimana punya teman-teman,tertawa bersama,bersenang-senang bersama.Tapi sayangnya semuanya ini hanyalah untuk sementara.Suatu saat ketika misinya telah selesai maka ia harus meninggalkan semua ini dan melupakannya.

“Ayo bersulang untuk keberhasilan teman kita,Byun Baekhyun!” teriak Chanyeol saambil mengangkat gelasnya yang  berisikan soju.

Baekhyun menyambutnya dengan isi minuman yang sama,sedangkan ketiga lainnya menyambutnya dengan gelas yang berisikian  minuman berwarna saja tanpa alkohol.

Semuanya bersorak sambil tertawa bahagia.Mereka betul-betul menikmati acara ini,walau tak semeriah pesta perayaaan yang lainnya.

“Kyungsoo oppa,bagaimana kalau kau ikut menyumbang lagu di sana? Sudah lama aku tak mendengar suara mu.” Kata Jisun sambil melihat ke  tempat dimana orang-orang menyanayi di café tersebut.

“mwo? kenapa tiba-tiba sekali? aku sedang tidak ingin bernyanyi.” Tolak Kyungsoo sopan.

“Aiish..kau tidak asik oppa.” Jisun memanyunkan mulutnya kecewa.

“Ayolah Do Kyungsoo.Lagi pula disini kita punya pendatang baru.” Chanyeol melirik ke  arah Hyunchan.

“Kau juga ingin mendengarnya kan Hyunchan-ssi?” Tanya Chanyeol

“Uh..aku terserah Kyungsoo saja.” Jawab gadis itu.

“Menyannyi saja Kyungsoo-ya.Demi aku saja! Coba lihat wajah teman mu yang baru saja mendapat nilai super duper wow ini.Apa kau tidak ingin mempersembahkanaku sesuatu?” Baekhyun ikut membujuk.

Baekhyun tahu Kyungsoo ini pemalu untuk tampil di muka umum,makanya namja itu menolak.Baekhyun ingin sedikit mengusili Kyungsoo maka dari itu ia ikut juga memaksa namja itu untuk bernyanyi.

Kyungsoo terlihat berfikir sejenak dan akhirnya iapun mengiyakan.”Baiklah.Demi si bodoh yang yang baru saja mendapatkan keberuntungannya.” Namja itu terkekeh meledek Baekhyun yang sepertinya sudah siap ingin memukulnya lagi.

Musik mulai mengalun,suara Kyungsoo pun mulai terdengar dari mic yang tengah dipegangnya.Dirinya yang berada di tengah panggung kecil itu tersoroti oleh sebuah cahaya putih membuatnya makin tampak bersinar.Tak ada yang menyangka,bahwa makhluk yang bernama Kyungsoo ini ternyata punya suara yang sebagus itu.Mulai dari penjiwaannya,pengontrolan nadanya semuanya terlihat sempurna bak seorang penyanyi papan atas.Alunan suara Kyungsoo yang sedang membawakan lagu duo legendaries Fly To The Sky dengan lagunya Missing You, sontak membuat pengunjung yang ada disitu terhenyak sejenak. Mereka  yang mungkin tadinya  sedang mengobrol ataupun berkelut dengan fikirannya sendiri,memutuskan mengalihkan perhatiannya kepada remaja yang tengah menyanyi dengan suara merdunya.Semuanya memberikan tatapan penuh kekaguman,tak terkecuali Hyunchan.Ia baru tahu bahaw Kyungsoo punya suara sebagus ini.Ia tak pernah menyangka,difikirnya suara Kyungsoo mungkin standar lah seperti pria kebanyakan.Tetapi apa yang sedang didegarnya sekarang ini,ia seolah tak percaya bahwa pemiliknya ialaha namja yang selalu dudk disampingnya saat di kelas.

Sementara yang lain menikmati penampilanKyungsoo,Baekhyun malah memperhatikan Hyunchan yang sepertinya tidak mengedipkan mata sama sekali.

“Apa sampai harus segitunya?” Batin Baekhyun kesal menatap Hyunchan.

“Omo! Apa yang terjadi padaku? Apa baru saja aku sedang kesal karena Hyunchan menatap Kyungsoo?” Ucapnya pada diri sendiri.

Diteguknya segelas soju lagi sambil terus memikirkan apa yang telah terjadi pada dirinya.

Kyungsoo mengakhiri penampilannya dengan tepuk tanga riuh dari para pengunjung café .Ia kembali bergabung dengan teman-temannya dan Chanyeol langsung memberikan tepuk tangan meriahnya seperti biasa.”Ya! Charanda~ uh.Neo jeongmal jjangieyo Kyungsoo-ya!”

“Aku sampai merinding oppa.” Jisun ikut bicara sambil memeperlihatkan lengannya.

“bagaimana menurut mu sunbae?Kyungsoo oppa keren kan?” tanyanya meminta pendapat dari Hyunchan.

“Uhm..bagus.” Ucapnya sedikit kikuk sambil mengangkat ke dua jempolnya yang dibalas dengan senyuman lebar Kyungsoo.

“Aigoo~ kepalaku hampir meledak karena pujian kalian.”Kyungsoo terkekeh memamerkan gusi merah mudanya berbalut dereatan giginya yang berjejer rapih.

Baekhyun yang  kondisinya itu memang sudah buruk sejak tadi kini mejadi semakin buruk lagi melihat Hyunchan memberikan senyuman kepada Kyungsoo.Ia tidak suka melihatnya.Pokonya hanya dia yang boleh mendapat senyum itu.Jangan tanya kenapa,karena dia juga tak tahu kenapa ia harus merasa seperti itu.

“Aku juga akan bernyanayi.” Ujar Baekhyun tiba-tiba berdiri dari bangkunya.

“Mwo?” Chanyeol,Jisun danKyungsoo kompak terkejut.

Ini tidak seperti Baekhyun yang biasanya.Namja itu sudah lama tak bernyayi lagi.Biasanya ia tak pernah ingin menyanyi sekalipun ada orang yang akan membayarnya dengan milyaran won.

“Mungkin dia mendadak rindu dengan suara nyanyiannya sendiri.” Kata Kyungsoo ketika Baekhyun sudah berada di atas bersiap –siap untuk benrnyanyi.Namja itu mulai bernyanyi sebuah lagu yang berjudul Angel dari boyband yang lagi tenar sekarang Exo.

Hyunchan menatap lurus ke arah namja itu.Mendengar suara Baekhyun tiba-tiba saja jantungnya kembali berdetak tak karuan.Di matanya sekarang Baekhyun terlihat sangat keren dengan terpaan sorotan  lampu yang sama yang juga menyinari Kyungsoo tadi. Sekalipun  ia mengakui penampilan Kyungsoo memang luar biasa tetapi ada yang berbeda ketika giliran Baekhyun yang berdiri di panggung tersebut,bernayanyi sambil memainkan piano.Lagi-lagi suasana menjadi sepi seolah yang tertinggal hanyalah Baekhyun dan Hyunchan saja.

Karena sudah  tak bisa mengontrol detakan jantungnya lagi ia pun memutuskan untuk tidak menatap Baekhyun sebelum ia benar-benar pingsan karena namja itu.Ia hanya menatap kaca gelas yang memantulkan bayangan dirinya.

“Apa yang aku lakukan? Kenapa aku tiba-tiba saja mau bernyayi?” lagi-lagi terjadi pergolakan batin pada namja itu di saat ia sedang tampil.Ia mengalihkan tatapannya ke arah Hyunchan,dan moodnya seketika menjadi buruk saat yeoja yang seharusnya memberikan tatapan yang sama saat seperti Kyungsoo bernyanyi tadi,justru tak menatapnya sama sekali melainkan menatap sebuah gelas dihadapannya.Sedikit rasa kecewa menghampirinya saat tahu bahwa Hyunchan tak menatapnya berarti dirinya tak sehebat seperti waktu Kyungsoo yang bernyanyi.Begitu lagu itu berakhir,ia segera pergi menuju toilet untuk menennagkan dirinya.Sementara yang lain heran melihat tingkah Baekhyun.

“Mungkin dia sedikit mual,karena terlalu banyak minum.” Ucap Chanyeol menjelaskan.Ia berbohong,ia tahu ada sesuatu yang salah dengan ekspresi Baekhyun.Dia dan Baekhyun bukanlah teman kemarin dulu,tetapi sudah bertahun tahun , ia bisa merasakan betul bahwa ada yang salah dengan namja itu.

Baekhyun membasuh wajahnya berkali-klai ingga pikirannya tenang. Ditatapanya  pantulan dirinya pada cermin di hadapannya.Ia menghela nafas beberapa kali.

“Kau ini kenapa Byun Baekhyun? Kenapa kau harus merasa kesal ketika dia tidak memberikan perhatian yang sama seperti Kyungsoo? Apa yang salah padamu?” Baekhyun melontarkan pertanyaan –pertayaan itu pada pantulan bayangannya.Untunglah kondisi toilet sedang sepi,jika tidak ia mungkin sudah dianggap gila karena bicara sendiri.

***

Setelah cukup tenang ia kembali memutuskan untuk bergabung dengan teman-temannya dengan ekspresi yang jauh lebih baik seolah tak terjadi apa-apa.

“gwenchana?” Tanya Chanyeol begitu Baekhyun duduk di sebelahnya.

“Uhm. Aku hanya sedikit mual karena terlalu banyak minum.” Bohongnya.”Tapi ngomong-ngomong bagaimana penampilan ku tadi?”Baekhyun menatap penuh kepenasaranan.

“uhm.. walalupun aku tidak suka mengakuinya,tapi suara mu memang kerena oppa.” Ujar Jisun.

“Byun Baekhyun aku jatuh cinta dengan suara mu~” Chanyeol bertingkah manja sambil memegang tangan Baekhyun seperti seorang fangirl dari namja itu.

“Ya! Kau membuatku takut Park Chanyeol.” Baekhyun menjauhkan dirinya dari Chanyeol dan langsung disambut gelak tawa dari yang lain.

“rasanya sudah lama tak mendengar suara mu Baekhyun-ah. Ternyata  masih keren seperti dulu.Bagaimana menurut mu Hyunchan-ssi?” Kyungsoo melirik kea rah Hyunchan.

“Ne?B..Ba..Bagus.Aku tidak menyangka saja kau punya bakat yang lain selain mengoleksi wanita.” Semuanya kembali tertawa mendengar ledekan Hyunchan,walalupunn yeoja itu sama sekali tak tersenyum.Saking gugpnya dia tak tahu harus berekspresi apa.

“jadi siapa yang menurut mu paling bagus,aku atau Kyungsoo? Pertanyan itu tiba-tiba saja terlontar dari mulut Baekhyun .

Semua yang tadinya tertawa menjadi terdiam mendengar pertanyan Baekhyun.Mata mereka menatap ke  arah Hyunchan ,penasaran apa yang akan d ucapkan yeoja itu.Sedangkan Hyunchan terdiam tak tahu harus menjawab apa.

“Chanyeol-ah?” Disaat sedang serius-seriusnya seperti ini tiba-tiba sebuah suara yeoja menegur Chanyeol sambil memegang pundak namja itu.

Chanyeol mendongakkan kepalanya berniat untuk mengetahui si pemilik suara itu.

“Jiyeon-ah?”

Perhatian yang lainnya pun mulai teralihkan terhadap yeoja itu.

“Aku permisi ke kamar kecil dulu.” Moment ini pun dianfaatkan Hyunchan untuk sementara kabur dari ke dua namja itu sebelum ia tertahan di tempat itu.

“Aishnh dasar!” keluhnya saat ia sadar yeoja itu telah melarikan diri.Padahal ia penasaran dengan dengan jawaban Hyunchan.

***

“Park Chanyeol pabbo!!” yeoja bernama Jisun itu betrteriak sekeras mungkin melemparkan kekesalannya di atap café milik Kyungsoo ini.

Ia terus saja merutuki Chanyeol yang sekarang tengah asik berbincang-bincang dengan mantan cinta pertamanya di lantai bawah.Jisun benar-benar kesal,kenapa di acara bersenang-senangnya yeoja yang bernama Jiyeon itu harus muncul dengan teman-temannya yang lain dan ‘menculik’ Chanyeol dari Jisun.

Sebenanya Jisun ingin tetap berada disamping Chanyeol tetapi pasti ujung-ujungnya dia hanya akan makan hati melihat mereka berdua .Ia sama sekali tak mengerti hal berbau sport dan sama sekali tak tertarik,beda halnya dengan Jiyeon yang pasti akan membahas tentang basket ataupun kenangan-kenagannya dengan Chanyeol yang menurut Jisun sama sekali tak penting untuk dibahas.

Perlahan yeoja itu membuka tas kecil mengeluarkan selembar foto.Foto wanita paruh baya yang sedang memeluk anak kecil dengan teddy bear di lengannya.

“Eomma~” ia mulai menangis kecil sambil terus memanggil nama ibunya layaknya anak kecil yang baru saja di jahati oleh temannya.

“Geu sarameun,jeongmal pabboya *orang itu betul-betul bodoh.*”

“Kenapa dia sama sekali tak pernah mengerti perasaan ku,eomma~?”

“Lama-lama jika seperti ini terus aku merasa lelah dengan semuanya.Apakah sedikitpun aku sama sekali tak punya tempat untuknya?” Yeoja itu terus berbicara diiringi tangisnya sambil terus menatap foto ibunya.

Dari belakang Hyunchan menatap yeoja itu.Sewaktu ia di toilet tadi tak sengaja dilihatnya sekilas yeoja itu berlari sambil mengusap matanya.Karena penasaran apa yang terjadi dengan Jisun dan ia tak mau kembali sekarang ke meja itu dan bertemu Baekhyun dengan Kyungsoo lagi,akhirnya yeoja itu memutuskan untuk mengikuti arah Jisun.

“Neo gwenchana?” Hyunchan berdiri tepat disamping Jisun yang tengah berpegangan pada pagar  pengaman di atap tersebut.

Begitu menyadari ada seseorang di dekatnya dengan cepat jsiun menghapus sisa air matanya lalu menoleh ke arah orang tersebut.

“Oh sunbae?……uhm gwenchana.”

Hyunchan tahu wanita disampingnya ini bohong.Mana mungkin ia baik-baik saja sementara matanya sudah sembab seperti  itu.Kemudian mata Hyunchan tertuju pada selembar foto yang di pegang yeoja itu.Itu adalah foto yang pernah dipungutnya waktu dikantin dulu.Matanya menatap lurus ke foto itu.Ia seperti teringat sesuatu.

“Jisun-ssi bisa kulihat foto itu?”

Jisun terlihat bingung tapi pada akhirnya tanpa berkata apa pun ia memberikan foto tersebut.

Dilihatnya foto itu secara mendetail.Ia merasa wajah waita di foto ini tak asing baginya.Ia mulai memicingkan matanya smementara otaknya  berusaha mengingat-ngingat sesuatu.

“Omo! Ini…” Mata Hyunchan terlihat membulat ketika ia akhirnya mengingat dimana ia pernah melihat wanita itu.Dia adalah wanita yang ditemuinya di rumah sakit.Si bibi pelayan restoran samgyetang itu.Walau di foto ini ia tampak cantik tanpa kerutan dengan penampilan bersih,rapih tetapi ia masih bisa mengenalinya bahwa wanita itu ialah yeonhi ajjumha.Ada begitu banyak pertanyaan yang menggerayangi otak Hyunchan. Jika yeonhi ajummha itu benar ibunya,kenapa beliau tidak tinggal dengan anak-anaknya? Padahal semua orang tahu keluarga Byun itu salah satu konglomerat di Korea tetapi kenapa istri dari tuan Byun sendiri hidup bak gelandangan melarat seperti ini? Apa mungkin mereka orang yang mirip?

“Waeyo sunbae?”

“A.. a nio.”

“Sepertinya foto ini pengobat kesedihan mu.”

Jisun tersenyum sambil menatap foto ibunya.

“uhm.karena sudah tak bisa melihatnya lagi jadi hanya ini yang bisa kulakukan.”

“Kalau kau tak keberatan menjawab, ibu mu…dimana dia sekarang?”

Raut wajah Jisun tampak berubah menjadi semakin sedih.

“entahlah ia ada dimana sekarang.Ia pergi dari rumah ketika aku masih sangat kecil meninggalkan aku,Baekhyun dan appa.”

“Apa kau sama sekali tak berniat mencarinya?”

“Itu sudah kami lakukan.Tetapi sejak dua tahun yang lalu appa sudah menghentikan semuanya.Ia sudah putus asa karena tak kunjung ada kabar baik.”

“Geundae sunbae,kenapa kau bertanya tentang ini? Apa kau pernah melihat orang yang sama di foto ini?” Jisun menatap yeoja yang ada di hadapannya itu dengan tatapan meneylidik.

“Ne? Anio..Tapi kalau nanti aku melihat orang yang sama aku akan memberitahumu.”

Belum saatnya ia memberitahukan ini semuanya pada Jisun.Ia harus memastikan dulu semuanya bahwa ia tidaklah salah orang,setelah itu dia baru akan mempertemukan Jisun dengan ibunya.

“aku turun dulu sunbae.Sepertinya aku akan pulang saja.” Yeoja itu membungkuk lalu meninggalkan Hyunchan.

***

Jisun menuruni anak tangga dari atap yang menghubungkannya kelantai utama.Langkahnya terhenti ketika pemandangan yang ada didepannya adalah sesuatu yang sama sekali tak ingin ia lihat.Namjachingunya,orang yang beberapa minggu yang lalu mengatakan ‘kau bisa mempercayaiku’ ,di depan matanya sedang memeluk yeoja yang sangat ingin ia hilangkan dari muka bumi ini.Tangannya mengepal kuat,matanya mulai memanas dan sedikit demi sedikit genangan air mata mulai tampak di matanya.

“Park Chanyeol.” Ucapnya setengah berbisik karena tidak punya tenanga lagi.

Namja itu menoleh,sekalipun suara Jisun sangatlah kecil tetapi ia bisa merasakannya.Tanpa membuang-buang waktunya ia meninggalkan namja itu dan segera pergi dari café.

“Jisun-ah!” Ia berlari segera mengejar Jisun meninggalkan Jiyeon yang seperti beraut wajah kecewa.

“Jisun-ah!Tunggu dulu.Kau salah paham!” sekalipun namja itu berteriak hingga membuat orang-orang mengalihkan perhatiannya tetapi Jisun tak peduli dan tetap berlari menjauh dari Chanyeol.

Mereka terus berkejar-kejaran hingga Chanyeol berhasil menangkap lengan yeoja itu.

“Ya! Dengarkan aku dulu!”

Jisun memaksa melepaskan tangannya dari Chanyeol,tetapi yeoja itu tak akan sekuat itu mengalahkan tenanga Chanyeol.

“Apa lagi yang harus kudengarkan huh? Apa yang kulihat sudah cukup menjelaskan semuanya!” teriak yeoja itu dengan mata yang memerah akibat air matanya.

“tapi apa yang kau lihat itu hanya salah paham.Itu semua tak seperti itu.Biar aku jelaskan!”

Jisun terdiam,yeoja itu menundukkan kepalanya menangis sesenggukan. Ia kembali mengangkat kepalanya dan menatap tajam ke  arah mata Chanyeol.Yeoja itu menyengir.

“Untuk apa kau jelaskan? Kau takut ini akan berdampak pada pertunagan kita ? kau takut ayah mu akan marah besar jika sesuatu terjadi pada pertunagan kita?” Yeoja itu mulai berbicara tak jelas kesana-kemari.

“Jisun-ah,bukan seperti itu tapi..”

“tapi apa? Karena kau menyayangiku dan takut hati ku terluka? Heh..Apa kau benar-benar menyayangi ku?Apa kau memang punya perasaan layaknya seorang pria pada kekasihnya?”

Chanyeol terdiam dengan pertanyaan itu. Ia  masih tak tahu jawaban dari pertanyaan Jisun.Jawaban itu masihlah dalam proses pencarian.Tiba-tiba tangan kekar yang memegang lengan Jisun itu pun terlepas dari yeoja itu.

Jisun tersenyum getir melihat tangan Chanyeol yang terlepas darinya.Itu menandakan bahwa apa yang di ucapkannya memang betul. “Aku sudah mulai lelah menunggu pernyataan mu itu.Bertahun-tahun dan kau tak kunjung juga mengatakannya.”

“…”

“Hubungan Ini memang sudah rusak sejak di awal.Seharusnya kita tak boleh menjalaninya.” .Ia  benar-benar telah lelah menunggu.Ini semua sebenarnya bukan karena kehadiran wanita seperti Jiyeon,yeoja itu mungkin salah satu factor pendukung saja tetapi bukan factor utama.Sekalipun Jisun memang mengakui ia tak bisa kehilangan namja itu,tetapi ia tak boleh egois hanya karena perasaannya dia yang menyukai Chanyeol lantas dia akan pura-pura tak mau tahu soal bagaimanakah perasaaan Chanyeol padanya.Ia berusaha untuk menarik hati namja itu bukan dalam kurun waktu setahun saja,namun bertahun-tahun sudah lamanya,namun tetap saja  hasilnya nihil.Sekarang yeoja itu mulai lelah dengan semuanya.Inilah mungkin waktu yang tepat mengakhiri semuanya.

Jisun menarik nafasnya lalu perlahan cincin perak yang melingkar di jari manisnya pun ia lepaskan.Tangannya meraih telapak tangan Chanyeol.Diletakkanannya cincin itu tepat di telapak tangan si namja.

“Apa ini?” Namja itu menatap Jisun dengan penuh tanda tanya.

“Beri  aku waktu dua minggu untuk menyelesaikan semuanya.Aku akan menjelasan pada mereka soal ini.”

“Jisun-ah! Apa-apaan kau!”

“Aku ingin membatalkan pertunagan kita.” Ucap yeoja itu dengan nada suara bergetar.

“Mwo?! Apa semua ini karena Jiyeon lalu kau membatalkan pertunanan kita?!” Chanyeol mulai terlihat geram.

“Bukan.Bukan karena dia.Aku lelah oppa.”

“Aku tidak mau! Pertunangan ini tidak akan pernah batal!”

“Waeyo? Bukannya kau tidak mencintaiku? Jadi rasanya tak masalah jika pertunangan ini batal.”

“Pokoknya aku tidak akan membatalkan pertunagan ini!” Chanyeol tetep kukuh.

“Ya! Kenapa kau ini begitu egois huh? Apa kau ingin aku tetep jadi tunangan mu walaupun aku tahu kau sama sekali tak punya rasa dengan ku?! Apa kau ingin aku selamanya menjadi gadis bodoh yang terus menunggu mu entah sampai kapan?!” nafas Jisun tersengal-sengal akibat mengeluarkan teriakannya.

“kalau kau takut batalnya pertungan ini akan berdampak pad keluargamu,tenang saja.Sudah kubilang kan aku akan mengurus semuanya.”  Lanjut yeoja itu.

Chanyeol tak bisa berkata apa-apa lagi.Otaknya mendadak kosong dengan semanya kejadian yang terlalu mendadak terjadi.Mereka berdua terdiam menundukkan kepalanya membirakan angin malam memainkan anak-anak rambut mereka.Meredam segala kemarahan dalam kesunyian yang tiba-tiba melanda.

“Aku pergi.Terimah kasih atas semuanya,Park Chanyeol.” Yeoja itu kemudian berbalik dan mulai berjalan meninggalakan Chanyeol di tengah keramaian depan café Kyungsoo.

Namja itu menatap punggung yeoja yang telah bersamanya hampir lima tahun itu,semakin menjauh dari pandangannya.Ia mengusap kedua wajahnya terlihat tampak frustasi dengan apa yang baru saja terjadi.Apa yang dilihat Jisun tidak seperti itu kenyataannya.Jiyeon yang pertamakali memeluknya ketika ia hendak menyusul Jisun ke atap. Meskipun awalnya Chanyeol tak ingin membalasnya tetapi ia tak punya pilihan lain. Yeoja  itu hendak kembali lagi ke Amerika.Ini hanya sejenis pelukan perpisahan yang sama sekali tak melibatkan perasaan Chanyeol.Ia benar-benar serius saat mengatakan pada Jisun bahwa dia bisa mempercayainya karena dia memang tak punya perasaan lagi pada Jiyeon.

Namja itu bersandar di tiang bangunan.Matanya tampak mulai beraca-kaca hingga air mata itupun menetes.Namjaa itu menagis dalam diam,menyembunyikan air mata di tengah kegelapan malam.Tak akan ada yang sadar bahwa dia sedang menangis.Ia tak tahu kenapa ia bisa seperti ini,padahal ia tak pernah mengeluarkan air mata sama sekali setelah ia  masuk SMP.Tetapi sekarang,di dalam hatinya seperti ada ribuan jarum yang menusuk-nusuknya.

Sementara di sisi lain, Jisun tak ada bedanya dengan Chanyeol.Diapun terut menangis mengeluarkan segala kesehdihannya. Ia sesenggukan sambil menutup mulutnya agar tak kedengaran oleh siapa pun. Yeoja  itu terus menyusuri jalan entah kemana sambil terus menghapus air matanya yang tak mau berhenti mengealir.Ia tak peduli orang-orang yang memandangnya dengan tatapan aneh,ia tak peduli pada semuanya.Tak ia sangaka ternyata acara yang tadinya niatnya untuk bersenang-senang justru menjadi akhir bagi mereka.

Mereka  menangis di tengah malam,membiarkanrasa sakit yang mereka rasakan ikut mengalir manjauh seperti aliran air mata mereka.

***

Beberapa menit sebelumnya …

“ya!Kyungsoo!” Panggil Baekhyun yang sudah mabuk berat sambil menumpahkan soju lagi ke gelasnya.

“Kau..Apa kau menykai Hyunchan huh?”

Pertanyaan Baekhyun itu sontak membuat Kyungsoo yang tadinya ingin meminum minumannya justru tak jadi melakukannya.Tangannya kembali meletakkan gelas itu ke meja.Matanya menatap namja yang sedang mabuk di hadapannya ini

“Kau diam.Apa pertanyaan ku benar?” Lanjut Baekhyun lagi.

Kyungsoo terdiam sesaat lalu menghela nafas.

“Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu? Apa kau menyukainya juga?” namja itu memutar balikkan pertanyaan yang dilemparkan Baekhyun padanya.

“Ck..kau ini.” Sudut bbirnya membentuk sebuah cengiran.

“Lelucon mu sungguh tak lucu Kyungsoo-ya.Aku ini Byun Baekhyun huh,dan kau mengatakan bahwa aku menyukai Hyunchan?” Namja itu tertawa di akhir kalimatnya.

“Dia itu bukan type ku.Type ku adalah gadis seperti itu.” Namja itu menunjuk seorang pengunjung yang lewat dekat mereaka.Wanita tinggi ,langsing,kurus dan putih dengan minidress dan selera fashion yang tak bisa di anggap rendah.

Kyungsoo menoleh sejenak menatap yeoja yang dimaksud Baekhyun,ia kembali menoleh ke Baekhyun lalu tersenyun.”Geuraeyo~.*oh begitu*. Aku juga tak tahu ini perasaan cinta atau apa tetapi aku senang mendengar bahwa Hyunchan bukan type mu. Berarti aku tak akan punya saingan dalam hal ini kan?”

“kuharap kau tak menarik kata-kata mu.”

Namja itu tertawa pelan sambil kembali meneguk minumannya.Sementara Baekhyun entah mengapa dari sorot matanya ada sesuatu makna di dalam sana yang tak bisa dilihat dengan jelas.Seperti tatapan orang yang kecewa karena telah melakukan kebohongan bercampur dengan tatapan kecemburuan mungkin?

Suasana hening melanda kedua namja itu hingga Kyungsoo melihat Chanyeol berlari tak jauh dari meja mereka sambil mengejar Jisun.Matanya terus mengikuti arah keduanya ,termasuk orang-orang di dalam café tersebut juga.

Hyunchan baru saja tiba dilantai dasar  dan ia pun termasuk 1 dari sekian banyak orang yang terheran saat ia melihat Chanyeol yang sedang terburu-buru keluar dari pintu café itu mengejar yeoja yang baru beberapa saat yang lalu ditemaninya ngobrol di aatp.

“Sepertinya masalah diantara mereka sedikit serius.” UcapKyungsoo tiba-tiba.

Raut kehawatiran terpampang jelas di wajah yeoja itu.Sejak di atap Hyunchan sempat terfikirkan ini pasti akan berakhir seperti ini.Mungkin inilah puncak kemarahan Jisun.Ia hanya berharap semuanya akan baik-baik saja.

Suara dentingan antar kaca gelas dan botol soju dari Baekhyun membuat perhatian keduanya teralihkan.Namja itu sepertinya sedang berusaha untuk meneguk soju itu lagi walaupun kondisinya sudah mabuk berat.

“Aishh Neo jinnja! Geumanhae!*hentikan* kalau kau minum lagi kau bisa muntah Byun Baekhyun.” Ujar Kyungsoo mulai sedikit kesal.Ia menyingkirkan semua botol minuman dan gelas itu dari hadapan Baekhyun yang kebali tertidur di atas meja.

“aku harus betul-betul mengantar mu pulang.”Kyungsoo mengambil lengan namja itu lalu mengalungkannya dilehernya.

“acaranya menjadi kacau begini ini.”Kyungsoo mengeluh.”sepertinya memang harus berakhir sampai di sini.” Ia terlihat meratapi semau yang terjadi.

“Karena tinggal kau yang ada di sini jadi bantu aku mengantarnya pulang yah?” Namja itu menoleh ke belakangnya melihat Hyunchan.

“Ne?”

“Aku tidak mungkin bisa memapahnya sendirian.” Matanya melirik ke arah badan Baekhyun yang sudah tak bertenanga karena pengaruh alcohol .

Akhirnya mau tidak mau Hyunchan harus ikut dengan namja itu dan mengantar Baekhyun pulang.lagi pula ini bagus juga,bukannya rumahnya berdekatan dengan rumah Baekhyun? Jadi dia  tak perlu repot lagi menaiki angkutan umum.

Mereka kemudian memapah nmaja itu hingga keparkiran mobil Kyungsoo.Saat hendak menutup pinu mobil itu,hyunchan berhenti sejenak.

“apa mobilnya akan di tinggal di situ saja?”

Dari  arah bangku supir Kyungsoo menoleh menatap apa yang dimaksud Hyunchan.

“Oh itu,biar dia besok saja yang mengambilnya.Mobilnya akan  aman di tempat ini.”

Mereka pun segera menuju ke apartemen Baekhyun.Hyunchan duduk tepat disebelah Kyungsoo sementara Baekhyun terbaring dengan pakaiannay yang sudah tak karuan di jok belakang.Sesekali ia mengeluarkan suara seperti anak anjing yang meringis.Hyunchan membalikkan kepalanya heran mendengar suara namja itu.

“dia memang punya kebiasaan seperti itu jika sedang tertidur.”Kyungsoo cekikian.

Hyunchan hanya bisa terbengong mendengarnya.ia baru pertama kali ini mendengar sesuatu yang seperti itu.Selama perjalanan mereka hanya terdiam dalam balutan melody yang mengalun dari pemutar music di mobil Kyungsoo.Sesekali si pengemudi melirik orang disampingnya yang sepertinya tak menyadarinya.Yeoja itu hanya melihat pemandangan dari arah samping,dari balik kaca jendela mobil itu.

Setelah menempuh beberapa menit perjalan akhirnya mereka pun tiba tepat di gedung apartemen Baekhyun.Namja itu lalu mulai mengeluarkan temannya itu dari mobilnya dnengan sediki susah payah,walaupun akhirnya ia berhasil juga.Mereka sudah tiba di depan elevator menunggu pintu tersebut terbuka.

Deringan posel dari saku Kyungsoo membuat Hyunchan menolehkan kepalanya pada namja itu.

“Yeoboseyo.” Namja itu terlihat sedikit kesusahan berbicara di telpon sambil terus memapah Baekhyun.

“Mwo? Baiklah kau hubungin dokter kim dulu.Aku akan segera ke sana.”

Begitu selesai menutup ponselnya namja itu terlihat begitu khawatir dari air mukanya.

“Apa ada sesuatu yang buruk?” Hyunchan yang sedikit penasaran akhirnya memutuskan untuk bertanya.

“Ibuku pingsan.Tekanan darahnya naik lagi.”

“Mwo? kalau begitu apa lagi yang kau tunggu.Cepatlah pulang sana! Biar aku yang mengurus namja ini.”

Kyungsoo menatap yeojaitu lama.ia sebenarnya tak tega jika Hyunchan harus membopong tubuh berat Baekhyun ini hingga ke apartemannya.

“Pergilah! Aku bisa melakukannya sendiri.”si yeoja sepertinya bisa menebak isi pikiranKyungsoo.

“Baiklah .Ku titip dia pada mu.maaf merepotkan mu Hyunchan-ssi.”Ia mulai pergi meninggalakan yeoja itu sebelum akhirnya ia berbalik lagi. Ia membisikkan sesuatu di telingan yeoja itu dan kemudian benar-benar menghilangan dari pandangan Hyunchan.

***

Jemari Hyunchan perlahan memencet angka yang terpampang di depan pintu Baekhyun.Itu adalah kode pembuka pintu Baekhyun yang tadi  dibisikkan Kyungsoo padanya.Pintunya terbuka,dengan nafas yang sedikit terengah-engah yeoja itu pun masuk ke dalam. Begitu  ia menginjakkan kakinya di lantai ruanag tamu Baekhyun dengan sendirinya dinding berlampu itu menyala.Jika dilihat,dinding-dinding ini begitu sangat indah,seolah dinding ini bisa memberikan penerangan padahal itu sebenarnya bersumber dari cahaya lampu.

Karena sudah tak mampu lagi membawa namja itu akhirnya Hyunchan memutuskan untuk meletakkan namja itu di sofa terdekat saja.Di jatuhkannya tubuh yang jauh lebih tinggi darinya itu tepat di atas sofa putih Baekhyun,dalam kondisi terduduk.

Ia menghela nafas sambil berkacak pinggang.ia terlihat kelelahan karena mengangkat tubuh Baekhyun yang berat itu.Setelah kembali bisa mengatur nafasnya dengan baik,yeoja itu kemudian berjongkok melepaskan sepatu Baekhyun yang masih terpasang cantik di kakinya.

“Akhirya selesai juga.” Ucapnya legah begitu ke dua sepatu namja itu telah terlepas.

Ia mandangi namja yang dihadapannya tengah tertidur ini.

“Kau mau tahu jawaban dari pertanyaan mu tadi?”

“Aku memang menyukai suara Kyungsoo tetapi saat mendengar suara mu ada sesuatu pada perasaan ku yang membuat terlihat berbeda dan menjadi sesuatu yang special.” Yeoja itu terdiam sejenak sebelum akhirnya ia tersadar apa yang baru saja ia lakukan,berbicara sendiri dan menjawab pertanyaan yang sudah tak penting.

Matanya kembali memandangi Baekhyun.Wajahnya betul-betul seperti anak yang tak berdosa.Tak akan ada yang menyangka bahwa namja yang tengah tertidur pulas in adalah seorang playboy kelas kakap.

DEG!

Lagi lagi Hyunchan merasakan getaran itu di jantungnya.Dengan cepat ia mengalihkan pandangannya dari wajah Baekhyun.Ia hendak meninggalkan namja itu tetapi ia kembali lagi.Melihat namja itu hanya tertidur seperti itu tanpa selimut,rasanya hyunchan akan terlalu jahat jika hanya membiarkannya saja.Dibukanya perlahan jaket tebalnya lalu di tutupinya namja itu dengan jaket tersebut.Ia tak tahu dimana namja itu menyimpan selimutnya dan dia tak akan mungkin dengan lancing mengacak-ngacak rumah orang lain.Dirinya memperbaiki letak jaket itu hingga menutupi badannya.

“Jaljayo~” Ucap yeoja itu.Baru saja ia benar-benar hendak meninggalakn  namja itu,tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya.

Matanya menatap ke arah bawah,melihat tangan yang menggenggam pergelangan tangannya dengan erat.Karena yeoja itu mengira mungkin ini hanya gerakan refleks  di bawah alam bawah sadar saat seseorang sedang mabuk,makanya yeoja itu berinisiatif melepaskan genggaman itu.Tetapi bukannya terlepas,cengkraman namja itu semakin erat  lalu kemudian menarik yeoja itu hingga terjatuh duduk tepat di sampingnya.

Hyunchan yakin kini jaraknya dengan Baekhyun menjadi dekat lagi.Ia tak akan mau menoleh. Dan jangan sampai menoleh.Jika ia menoleh itu akan membuatnya merasa tersiksa dengan debaran-debaran jantung itu yang membuatnya merasakan hal aneh.

“Hyunchan-ah.” Panggil namja itu yang justru seolah terdengar seperti bisikan.

Hyunchan tak kan mau berbalik.Ia tak boleh berbalik menatap Baekhyun jika ia tak mau sesuatu yang buruk terjadi.

Baekhyun perlahan membuka matanya,menatap hyunchan yang sepertinya membuang muka darinya.Ia setengah tersadar dari kondisi mabuknya.Matanya terus emnatap wajah Hyunchan dari samping.ia yakin kali ini keberadaan Hyunchan bukanlah sebuah ilusi seperti  yang belakanagn ini terjadi padanya.Ini betul-betul Hyunchan yang asli.

“Apa betul aku punya perasaan pada mu?” batin namja itu menatap Hyuchan sambil membayangkan segala rentetan kejadian belakangan ini yang terjadi padanya.Kejadian yang membuat bayangan Hyunchan selalau berada di otaknya hingga benar-benar membuatnya terusik.

“hanya ada satu cara aku bisa mengetahuinya.Jika ini memberikan reaksi maka aku betul-betul mempunyai perasaan padanya dan jika tidak bereaksi maka semua dugaan ku selama ini salah.” Namja itu masih berbicara daalm hatinya.

“Hyunchan-ah.” Ia lagi-lagi memanggil yeoja itu namun yeoja itu tak kunjung menoleh juga.

Perlahan tangan namja itu terangkat memegang dagu yeoja itu.Dibalikkannya wajah itu dan detik itu juga kepalanya condong ke arah wajah si yeoja dan…

Hyunchan membulatkan matanya sebulat-bulatnya saat menyadari  apa yang tengah di lalukan Baekhyun padanya.Namja yang tengah susah payah ia bopong hingga ke sini dengan tanpa izin langsung mendaratkan sebuah ciuman.

Ia ingin berteriak kesal,menendang namja ini atau apapun itu atas kekurang ajaran namja ini,tetapi ia sama sekali tak punya tenanga untuk itu.Otaknya mendadak kosong sama sekali tak berisikan apa-apa.Jantungnya sudah hampir melompat keluar belum lagi serangan listrik yang tiba-tiba ia rasakan di sekujur tubuhnya.Matanya berkedap kedip tak jelas layaknya orang bodoh.Ia seperti melihat ada sebuah kembang api yang meletus-letus di atas kepalanya tanpa henti.

Sedang Baekhyun,namja yang tadinya mengharapkan sesuatu yang lain justru rejebak sama permainannya sendiri. Entah sudah berapa kali ia mencium seorang wanita tetapi ia tak pernah merasakan efek yag seperti ini.Efek yang seperti membuat melayang ,berbunga-bunga,sampai merasakan ada sebuah kemabang api yang meledak-ledak di atas kepala mu.Ini adalah yang perama kalinya ia merasakan sesuatu yang seperti ini.

“seperinya aku benar-benar sudah menyukainya.”batin namja itu.

Hyunchan yang membuat dirinya tersadar lebih dahulu daripada Baekhyun, akhirnya denga sekuat tenanga mendorong namja itu hingga kepalanya terbentur tepat dipegangan sofa dan membuat namja yang setengah sadar itu benar-benar tak sadarkan diri.Ia tak memperdulikan lagi bagaimana keadaan Baekhyun,yang ia bisa lakukan adalah segera pergi dari tempat itu dan menenangkan pikirannya.

Ia terus berjalan dengan dengan pikiran yang masih kosong hingga kemudian seseorang menepuk pundaknya.

“Hyunchan-ssi,gwenchanayo?”

Kepala yeoja  yang tadi menunduk itu kemudian terangkat ingin melihat siapa sosok yang menepuk pundaknya.Ia lama menatap orang itu hingga otaknya kembali terhubung dengan baik lagi.

“Suho-ssi?”

***

TBC

Annyeong mian saya baru bisa ngepublish ffnya sekarang.Kemarin keasikan mudik soalnya jadi yah ffnya terbengkalai  😀 😀

Mian yah part ini panjang banget *bow* belum lagi ceritanya amburadul sangat!! Wkwkwkwk

MAKASIH BUAT READERS YANG SAMPAI SAAT INI MASIH NGEBACA FF SAYA..JEONGMAL GAMSAHAMNIDA 😀 😀 😀

 

87 responses to “THE SECOND LIFE [PART 7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s