[ONESHOOT] Last Piano

Last Piano

Author: @d_jjang

Rating: General

Cast:
-Park Yun Ji
-Lee Hyunwo
-JR
-Son Dambi
-Changmin
-Other’s

Length: Oneshoot

Genre: Horror

Annyeong^^ akhirnya saya comeback juga tapi comeback yang mengejutkan (?) karena ini pertama kalinya saya buat FanFiction Horror, jadi masih sedikit gantung ceritanya. Hahaha *jatuh.
follow author @d_jjang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

*Yun Ji POV:

Saenim andwae! Shireogh! Ini bukan salahku.

            Kau nappeun namja! Aku kira kau guru music yang baik ternyata….

            Arghhh….. Jlebbbb….

“Ah! Omo!!!”Teriak ku dari mimpi buruk ku.

“Yaa! Kau kenapa? Ish, cepat mandi dan sarapan. Hari ini kau pertama kali masuk ke sekolah ku.”Teriak oppa ku “Park Jin Young” atau biasa di panggil J.R.

“Ne oppa…”Balasku sambil berlari ke kamar mandi.

“Aku masih memikirkan mimpi ku yang tadi…

            Gadis itu siapa? Dan nappeun namja itu siapa?

            Kenapa aku memimpikan-nya?

            Ada apa dengan mereka?”

~Di ruang makan~

“Aigoo… Yun Ji-yya kau lama sekali, cepat sarapan dan berangkatlah bareng oppa mu.”Ceramah eomma ku sambil menuangkan susu di gelas ku.

“Prangg!!!”Tidak sengaja ku senggol segelas susu tadi hingga pecah dan berantakan.

“Ah, eomma mianhaeyo aku melamun…”Kata ku sambil membereskan pecahan gelas ku.

“Sudah-sudah, ya! Jin young cepat kalian berangkat ke sekolah… Biar eomma yang membereskan ini.”Kata eomma kami sambil memukul pundak J.R oppa.

“Eomma kenapa Yun Ji harus bersama ku? Aku kan senior-nya, tidak mau jika harus berangkat dengan junior.”Balas J.R oppa sambil memakan buah apel.

“Kajja oppa!!! Oppa sunbae yang ganteng buing-buing…”Kata ku sambil menunjukan aegyo face ku.

“Ishh… arra-arra… Tapi, janji ya di sekolah kau tidak boleh memanggilku OPPA. Kau tidak ku anggap sebagai adik ku di sekolah. Hingga kau sukses nanti!”Lanjut JR oppa sambil masuk ke mobil, aku pun hanya bisa mendengus kesal.

Ya, sekarang kami sekolah di tempat yang sama, yaitu Booth of Performing Art atau di singkat menjadi B.O.P.A.
Dulu aku sekolah di London mengambil jurusan Seni Rupa, tapi dosen ku di sana menyarankan ku untuk mempelajari jenis Seni Hiburan.
Dan akhir-nya ibu ku memindahkan ku di BOPA dan satu sekolah dengan oppa ku.

~Di sekolah~

“Yya! J.R ssi”Panggil seorang pria tampan.

“Oh, Jung Kyu, Tae Jun…”Sapa oppa ku pada nya.

“Omo… Our leader bagaimana kabar mu?”Tanya Jung Kyu oppa.

“Gwenchana…”Jawab J.R oppa sambil tersenyum.

“Aigoo, yeoja itu siapa?”Tanya Tae Jun oppa sambil menunjuk ku yang mengumpat di belakang punggung J.R oppa.

“Tch! Dia bukan siapa-siapa…”Jawab J.R oppa sambil berjalan meninggalkan ku.

“Huh! Dasar oppa tidak tahu diri! Aku kan dongsaeng-nya.
Tidak di anggap! Akan ku beri tahu eomma nanti.
Oh iya, kan di ruang makan J.R oppa telah memberi tahu ku.
Aigoo! Jeongmal Phabo-yya!”

“Eoh~ Annyeonghaseo, kamu senior ya?”Tanya seorang yeoja berambut pendek dengan style ulzzang-nya.

“A..Aniyo… Aku murid baru…”Jawab ku sambil tersenyum.

“Hmm, joneun Kim Min Jung imnida… Aku murid baru juga dan aku belum mempunyai teman.”Kata Min Jung dengan polos-nya.

“Eoh~ Joneun Park Yun Ji imnida… Bangapta.”Balas ku memperkenalkan diri sambil membungkuk.

“Bahasa korea mu masih canggung… Apa kau baru datang dari luar negeri?”Tanya Min Jung sambil menunjukan wajah polos-nya.

“Eoh? Ne, aku baru datang dari London.”Jawab ku.

“Woah… Eung, kau.,..”Lanjut Min Jung namun sebelum dia selesai berbicara bell informasi terdengar.

“Kepada seluruh peserta didik B.O.P.A baru.
Harap segera ke kelas masing-masing.
Tersedia 3 kelas yaitu 1-A, 1-B, dan 1-C.
Masing-masing kelas akan tersedia 10 murid.
Gamshamnida”

“Yun Ji ssi, kau kelas berapa?”Tanya Min Jung sambil melihat kertas penerimaan kesiswaan ku.

“Woah? Kau kelas 1-A, kita satu kelas….”Kata Min Jung bahagia. Dan aku pun hanya tersenyum.

*Hyun Woo POV:

Huh, masuk kelas seni menyebalkan sekali bukan?
Aku tidak ingin sekolah! Aku hanya ingin menjadi berandalan yang baik hati.
Semenjak tangan ku cidera akibat Dance, aku semakin terpuruk.
Dan kini di tambah lagi dengan mengikuti kelas seni.
Apa orang tua ku bodoh? Ya, memang.
Ayah ku seorang Konduktor orchestra khusus Gedung Putih.
Ibu ku seorang penyanyi opera.
Tapi, bukan berarti aku harus menyukai SENI bukan?

“Lee Hyun Woo?”Panggil seorang kakak senior.

“Mwo?”Jawab ku dengan wajah cool ku.

“Jadi, kau? Hmm, tangan mu bagaimana? Masih sakit.”Kata senior tersebut yang bernama “Park Jin Young” dengan wajah mengejek-nya.

“Tch! Itu bukan urusan mu SENIOR!”Balasku sambil menarik kerah seragam-nya.

“Oh… Kau akan ku incar…”Kata senior tersebut sambil mendorong ku.

“Kyaa! Geumanhae J.R hyung…”Kata senior yang bernama Jung Kyu. Seperti-nya dia adalah magnae.

Namun, dalam situasi yang panas ini.
Ada 2 yeoja yang menghancurkan-nya.

“Tok.Tok!”Bunyi suara ketukan pintu kelas 1-A, dan otomatis semua siswa melihat ke arah-nya.

“Aigooo… Ige nuguya?”Tanya senior perempuan yang bernama “Jessica”.

“Oh..Eoh~ Annyeonghaseo, kita adalah murid baru di sini. Nama ku adalah,…”Kata seorang yeoja dan sekali lagi pembicaraan-nya di potong.

“Kami tahu kalian murid baru! Nama mu Kim Min Jung bukan? Oh ya, yang nama-nya Park Yun Ji mana?”Kata senior yang bernama “Suzy”.

“Aku Park Yun Ji.”Jawab seorang yeoja dengan rambut panjang sebahu serta berponi depan.

Aigoo~ Yun Ji sangat keren.

“Heuh! Jadi kau Yun Ji, murid yang di pindahkan dari London?”Tanya senior yang bernama Nana dengan angkuh.

“Lalu? Apa urusan mu Nana Sunbaenim.”Jawab Yun Ji sambil mencopot name tag di seragam Nana.

“Kyaa! Neo jeongmhal!”Teriak Jessica.

“Berani sekali kau dengan ku?”Balas Nana.

“Untuk apa aku harus takut dengan Senior seperti kalian? Sangat merugikan!”Jawab Yun Ji sambil menarik tangan Min Jung dan segera duduk di sebelah ku di barisan paling belakang.

“Ya! Seperti-nya pas sekali 3 manusia yang nakal bersama-an duduk paling belakang.”Kata senior yang bernama Park Tae Jun.

“Kyaa!!!”Teriak ku dan Yun Ji sambil menggebrak meja.

“Heuh! 2 berandalan…”Kata senior yang bernama J.R.

“Oppa, kajja kita pergi!”Kata Jessica sambil merangkul lengan J.R.

“Ne… 3A+ dan 3Prince tidak cocok berada di kelas 1.”Balas Suzy.

“Tch! Kalian pantas-nya berada di playgroup.”Teriak seorang yeoja yang bernama Park Ji Yeon. Dan senior itu pun segera pergi.

-0-

*Yun Ji POV:

“Untuk para peserta didik baru
Dipersilahkan untuk segera ke
Kamar masing-masing.”

“Untuk perempuan kelas 1-A sampai 1-C
Berada di lantai 4.
Untuk laki-laki kelas 1-A sampai 1-C
Berada di lantai 5. Terima Kasih.”

~Di kamar Yeoja One A~

“Kyaa! Kenalkan aku Yi Young, panggil saja E-Young.”Sapa seorang yeoja berwajah polos pada ku yang duduk di pinggir tempat tidur ku.

“Hei, nama ku Min Ji, panggil saja Minzy…”Sapa seorang yeoja lagi dengan menunjukan eye smile-nya.

“Hmm, ne… Aku Yun Ji… Ini teman ku, Min Jung dan Ji Yeon.”Balas ku sambil tersenyum.

“Yaa, kalian tahu tidak sejarah sekolahan ini?”Tanya E-young yang langsung skak match.

“Tidak… Wae?”Jawab kami ber-empat *Aku, Min Jung, Ji Yeon, Minzy.

“Huh, aku kira tahu… Kata-nya sih setiap murid baru yang sial akan mendapat celaka.”Lanjut E-young sambil menunjukan wajah serius.

“Eung? Jinjayo?”Tanya Minzy yang sepertinya penasaran.

“Ne…”Jawab E-young.

Aku berfikir kenapa E-young mengatakan hal seperti itu.
Sekilas aku lihat wajah Ji Yeon telah berubah.
Menjadi lebih mengetahui tentang suatu hal.

“Hmm, lalu… Jika, memang sekolah ini seperti itu, kenapa masih banyak peminat-nya?”Tanya Min Jung.

“Molla…”Jawab E-Young.

-0-

Ketika teman-teman ku berkeliling melihat sekolah
Aku pun tertidur hingga malam tiba.
Aku bermimpi,…

                        ~Aku berada di sebuah gedung
Di sana bisa ku lihat jelas ada
Yeoja dengan ceria-nya
Bermain piano bersama seorang namja.

                        Aku bisa mendengar jelas bagaimana
Alunan nada dari piano tersebut berbunyi.
Namun, seketika aku berada di sebuah kebun lavender.
Bau-nya harum, seluruh bunga berwarna ungu.
Aku sangat menyukai-nya hingga ku petik salah satu bunga lavender itu.

                        Namun, taman lavender yang indah berubah menjadi,…
Taman penuh api.
Samar-samar ku lihat seorang yeoja menatap ku aneh.
Dia berkata “Tolong~” Dan,…~

“Neung… Neung… Neung…”Ku dengar nada dari tuts piano.

“Aigoo, ini jam 11 malam. Kenapa masih terdengar tuts piano?”Tanya ku dalam hati yang terbangun.

“Kyaa!!! Min Jung-aa.”Panggil ku pada Min Jung yang tertidur di kasur sebelah ku. Namun dia masih tertidur.

Penasaran, aku turun ke lantai 2 dan segera menuju ruangan yang terdengar suara piano tersebut.
Aku melihat seorang yeoja dengan seragam lengkap punya sekolah ku.
Sedang bermain piano.
Alunan dari piano tersebut sama persis dengan yang ku dengar dalam mimpi ku.

“Chuseunghaeyo….”Kata ku sambil mengetuk pintu yang agak terbuka.

“Cheogiyo…”Lanjut ku sambil melangkah ke dalam ruangan itu, namun tetap tidak ada jawaban.

“Huh~ Kyaa! Mianhaeyo, hajima bisa kah kau berhenti memainkan piano mu? Ini sudah jam 11 malam. Memang kau tidak istirahat? Maaf tapi itu sangat mengganggu.”Kata ku sambil berdiri di dekat-nya.

Dia pun berhenti memainkan piano-nya.
Dia berjalan ke arah pintu, namun
Dia menyentuh pundak ku.
Ku rasakan hawa dingin menusuk tulang pundak ku.
Ku lihat wajah-nya sangat pucat dan tertunduk lesu.

“Maaf, jika kata-kata ku menyakiti mu.”Kata ku sambil melihat ke arah kaca.

Bisa ku lihat jelas dari kaca.
Dia menengok ke arah ku.
Wajah-nya yang dingin
Berubah menjadi seringai yang menyeramkan.

“OMO!”Teriak ku sampai terjatuh karena melihat wajah-nya yang mirip dengan yeoja yang di mimpi ku.

“Eo… Eohh… Neo?”Kata ku gagap sambil melihat wajah-nya yang semakin berubah menjadi menyeramkan dan tidak lagi ada wajah yang lesu. Hanya ada wajah penuh darah.

“YUN JI! Sedang apa kau di sini?”Tanya Hyun Woo menghancurkan ketegangan ini.

“Hyun Woo-yya!”Teriak ku. Namun, setelah Hyun Woo menghampiri ku, yeoja itu pun telah menghilang.

“Waeyo? Gwenchana?”Tanya Hyun Woo.

“A… A… Ne, na gwenchana…”Jawab ku sambil menghela nafas.

“Jeongmal?”Tanya Hyun Woo lagi berusaha meyakinkan.

“Ne..”Jawab ku.

“Hmm, yaudah aku antar kan kau ke kamar mu.”Balas Hyun Woo sambil menuntun ku yang masih lemas.

“Hyun Woo, kau sedang apa? Kau habis dari mana?”Tanya ku ketika sudah berada di depan kamar ku.

“Tadi, aku tidak bisa tidur maka-nya aku ke ruang pantry di lantai 2. Wae?”Jawab-nya sambil menunjukan secangkir Susu hangat yang di bawa-nya.

“Aniya…”Kata ku yang kemudian masuk ke dalam kamar.

-0-

“Omo!”Teriak ku kaget saat melihat Ji Yeon sudah berada di hadapan ku.

“Na arrayo!”Kata Ji Yeon.

“Arramyeon mwo?”Tanya ku.

“Kau habis bertemu yeoja itu kan?”Tanya Jiyeon kembali.

“Nugu?”Jawab ku yang bingung dengan perkataan Jiyeon.

“Sung Hye Mi…”Jawab-nya sambil menunjukan ID Card.

“Kau dapat ini dari mana?”Tanya ku sambil melihat ID Card itu.

“Oppa ku yang telah di bunuh oleh-nya.”Jawab Jiyeon dengan wajah panik-nya.

“Tch! Kau pasti mimpi… Sudah cepatlah tidur..”Balasku sambil tertidur.

“Kau akan merasakan-nya. Jika ada sesuatu bilang lah pada ku.”Kata Jiyeon sambil menaruh ID Card tersebut ke laci meja ku.

*Hyun Woo POV:

Pagi datang, segeralah aku bergegas ke kantin untuk sarapan.
Untung saja aku sudah siap dengan semua seragam ku.

            Sambil sarapan aku duduk dan memikirkan kejadian yang semalam.

~FLASHBACK~

“Hah, sudah jam 11 malam? Kenapa aku  belum tertidur juga?!”Kata ku sambil menutup wajah ku dengan selimut.

Kesal! Langsung saja aku memutuskan untuk ke pantry.
Aku segera ke lantai 2 karena pantry terdekat hanya di sana.

Ketika aku masuk ke lift, aku merasakan ada hawa dingin.
Aku mengacuhkan-nya.
Namun, saat ingin berjalan ke pantry
Aku mendengar suara seperti suara orang yang sedang di Seret.
Aku mengikuti suara itu sampai kamar mandi namun
NIHIL. Aku tidak menemukan apa-apa.
Aku kembali jalan ke pantry.

“Ish… Kenapa sekolah ini sepi sekali? Apa tidak ada penjaga yang berjaga?”Tanya ku berusaha mengalihkan kondisi yang sepi dan gelap.

Sampai di pantry segera aku membuat susu coklat hangat.
Sekali lagi, aku merasakan hawa dingin yang menusuk.
Aku juga mencium aroma amis seperti darah. Namun aku acuh-kan.

“Omo!!!”Teriak ku saat cangkir susu ku pecah dan segera aku ganti dengan cangkir yang baru.

Saat selesai, aku pun keluar pantry sambil mengaduk.
Di ujung jalan dekat lift aku melihat yeoja dengan seragam sekolah.
Ku berfikir jika dia murid yang tersesat.

“Kyaa! Sedang apa kau di sana? Cepat-lah ke kamar mu.”Teriak ku sambil berjalan mendekati-nya namun tidak ada jawaban.

“Maaf, apa kau perlu bantuan?”Tanya ku saat sudah berhasil menyentuh pundak-nya.

“YAA! Apa yang kau lakukan di sini?”Tanya seseorang dengan suara berat di belakang ku sambil menyentuh pundak ku juga.

“A.. Aku habis dari pantry.”Jawab ku sambil melihat seorang pria dengan kemeja seperti guru.

“Cepat ke kamar mu dan tidur!”Perintah-nya sambil mendorong ku masuk ke lift.

Dan akhir-nya aku melihat Yun Ji dengan wajah takut terjatuh di lantai.

~FLASHBACK END~

“Omo!”Kata ku kaget saat ada yang menepuk pundak ku.

“Ya, waeyo?”Tanya Yun Ji sambil menaruh tempat makan-nya di meja ku.

“Kau mengagetkan ku.”Jawab ku sambil kembali memakan sandwich ku.

“Yun Ji ssi, Hyun Woo ssi. Kami punya rencana….”Teriak Min Jung, E-young dan Ji Yeon dari jauh.

“Kyaaa!! Kyaa! Kyaa!!! Kami ingin,..”Kata E-Young dengan penuh semangat namun sebelum selesai bicara, bibir-nya telah di tutup oleh tangan Min Jung.

“Diam! Biarkan mereka berdua Penasaran.”Kata Ji Yeon.

“Ada apa sih?”Tanya ku.

“Kalian ingin tahu?”Tanya Min Jung.

“Tentu saja.”Jawab ku dan Yun Ji.

“Kami bertiga telah di datangi oleh sosok perempuan yang bernama Sung Hye Mi. Tapi, aku dan E-Young hanya dalam mimpi.”Kata Min Jung sambil berbisik.

“Lalu?”Tanya ku.

“Huh~ Kami ingin mencari tahu tentang dia. Kata Ji Yeon, Hye Mi itu mantan murid di B.O.P.A , dia meninggal namun masih belum tuntas kasus-nya.”Kata E-Young.

“Jadi, kalian ingin menjadi Detective Conan ?”Tanya Yun Ji sambil meminum kotak susu-nya.

“Ya, Yun Ji-yya. Kau tidak usah berpura pura tidak peduli. Kami tahu jika kau telah melihat Sung Hye Mi dalam mimpi maupun kenyataan. Kau adalah KUNCI TERBESAR KAMI.”Kata Ji Yeon.

“Sepertinya itu seru dan menantang… Aku ikut..“Kata ku yang memang penasaran dengan kejadian itu dan kejadian yang ku rasakan semalam.

“Arrasho… Nanti, malam jam 7  kami tunggu di ruang kelas 1-A, jangan sampai ketahuan oleh siapa pun.”Kata Ji Yeon dan kemudian mereka bertiga telah pergi ke kelas.

*Yun Ji POV:

Setelah kami sarapan di kantin, kami semua masuk ke kelas.
Untuk mengikuti kelas pertama.
Kelas pertama adalah perkenalan dan tes vocal.
Guru vocal kami sangat tampan, nama-nya Shim Chang Min.

            Kelas pun berakhir kami segera menuju ruangan dance.
Saat berjalan, aku melewati gedung sekolah yang lama.
Menyeramkan, karena gedung ini sudah tidak di huni lagi.
Namun, karena ini adalah jalan tercepat menuju ruang latihan jadi aku lewat sini.

“Pranggg!!!”Ku dengar pecahan kaca.

Ku mulai mengikuti asal suara itu.
Dan sampai-lah di kelas 3-C.
Aku masuk ke ruangan tersebut.
Aku masih melihat foto siswa yang lama.
Ku lihat satu per satu.
Namun, mata ku berhenti di foto siswa nomor 2 barisan tengah.

“Sung Hye Mi…”Baca ku.

“Ada apa kau ke sini?”Kata seorang wanita di belakang ku, dan dia adalah Sung Hye Mi.

“A… Kau?”Tanya ku kaget.

“Ya, senang bertemu dengan mu kembali.”Jawab-nya sambil menatap ku dengan lemas dan pucat.

“Kau?”Kata ku. Entahlah kenapa yang keluar dari bibir ku adalah kata KAU.

“Aku harap kau mengerti…”Balas-nya yang kemudian menghilang.

Masih kaget…
Ku berjalan lagi menuju ruang latihan.
Di sana sudah terdapat banyak siswa yang latihan.

“Tok. Tok…”Ku mengetuk pintu kelas.

“Ah, pasti kau yang bernama Park Yun Ji.”Kata seorang guru yang cantik.

“Hmm, iya… Maaf saya telat.”Kata ku sambil membungkuk-kan badan.

“Nama ku Dam Bi, di sini aku guru dance. Kau dari mana? Kenapa telat?”Balas guru yang bernama Dam Bi.

“Maaf tadi aku dari kamar untuk mengambil sepatu dance.”Jawab ku sambil beralasan.

“Baik.. Cepat lah pemanasan dan pelajari gerakan dari ku.”Jawab guru itu sambil kembali memberi gerakan.

*E-Young POV:

Malam pun tiba.
Selesai makan malam,
Aku, Min Jung dan Ji Yeon kembali ke kelas 1-A.

“Ya! Min Jung-ah, cepat telpon Yun Ji dan Hyun Woo.”Perintah ku sambil memakan kacang.

“Nomor mereka tidak aktif..”Kata Min Jung.

“Ish… Ya sudah, kita berpencar mencari mereka saja!”Perintah ku.

“Kau gila? Ini sudah malam, sekolah sudah sepi dan gelap. Kau suruh kami untuk berpencar?”Kata Ji Yeon.

“Lalu? Jika, kita menunggu akan memperlambat kerja kita. Aktif kan nomor kalian dan jika sudah bertemu mereka tunggu lah di kantin.”Perintah ku sambil membawa ransel dan pergi.

*Yun Ji POV:

Aku berjalan menuju ruang kelas ku.
Walau pun gelap dan sepi aku tetap pergi karena rasa penasaran ku.

“Yah! Handphone ku ketinggalan.”Kata ku sambil merogoh kantong celana dan jaket ku.

Dengan rasa sok berani aku menelusuri jalan dengan senter.
Hawa yang dingin dengan cepat menusuk tulang ku.
Aku mendengar suara hentakan sepatu dari arah belakang ku.
Ku lihat namun tidak ada siapa pun.
Ku dengar suara itu lagi, dan ku lihat lagi namun tidak ada siapa siapa
Aku mulai takut dan berusaha berjalan cepat ke arah lift.
Namun, lift sudah di matikan oleh penjaga dan aku pun mencari tangga.

“Bruk. Bruk. Bruk..”Terdengar suara hentakan kaki di belakang ku.

Dan,…

“A… A…A…AAAA….”Teriak ku saat ada yang menyekap ku dengan sapu tangan dan berusaha menyeret badan ku menuju tempat yang entah ku ketahui.

Setelah sampai di suatu ruangan yang gelap
Akhir-nya orang yang menyekap ku menampakan diri.
Betapa kaget-nya saat ku lihat orang tersebut adalah Shim Chang Min.

“Ehmm… Ehm… Ehm…”Teriak ku berusaha melepas sekapan di mulut ku.

“Selamat datang dalam permainan ku.”Kata Chang Min sambil memainkan pisau-nya.

“Kau kenal Sung Hye Mi bukan?”Tanya Chang Min sambil memakan wortel mentah.

“Tidak bisa menjawab? Haha, aku harap teman mu akan segera menolong mu sebelum kau menjadi seperti Hye Mi.”Kata Chang Min.

*Hyun Woo POV:

Ku menunggu di kelas 1-A namun tidak ada siapa-siapa.
Ku lihat handphone ku dan terdapat 5 missed call.
Ternyata itu adalah Min Jung, Ji Yeon, E-Young, Yun Ji, dan Min Jung lagi.
Dengan tenang aku tetap menunggu.

*Author POV:

Hyun Woo tetap menunggu di kelas.
E-Young yang sedang menunggu di kantin.
Jiyeon dan Min Jung tetap berkelliling.

“Ngikk…”

“Untuk semua siswa harap berkumpul di kantin sekarang juga.”

Terdengar suara laki-laki melalui speaker  informan,
Dan semua siswa pun segera berkumpul di kantin.

“Hei, ada apa sih?”Tanya seorang siswa di kantin.

Namun,
Hyun Woo, Ji Yeon dan Min Jung tidak mendengar.

*Hyun Woo POV:

Ku menunggu mereka sangat lama.
Aku memutuskan untuk kembali ke kamar
Karena aku pikir mereka hanya bercanda.

Nada dering panggilan di handphone ku berbunyi

“Yeoboseo..”Sapa ku pada penelpon yang tak ku ketahui nomor-nya.

“Lee Hyun Woo-ssi, bagaimana kabar mu?”Jawab si penelpon.

“Baik. Mianhaeyo igeo nuguseo?”Balas ku.

“Kau suka permainan dan tantangan kan?”Kata si penelpon.

“Mian, aku kira kau salah telpon, aku tidak mengenal mu.”Jawab ku sambil mematikan telpon kami.

Setelah itu aku pun bergegas menuju kamar namun
Ada 1 sms masuk di handphone ku.

“Hyun Woo ssi…
Aku tahu kau menyukai Park Yun Ji.
Oh, ya aku ada permainan untuk mu.
Permainan-nya mudah, kau hanya perlu menemukan Park Yun Ji
Sebelum dia menjadi seperti Sung Hye Mi.
Aku akan membantu mu, tapi itu hanya sebuah clue.
Di akhir permainan akan ada surprise untuk kalian yang masih HIDUP.”

Ku baca pesan itu dan segera ku telpon ke nomor itu
Namun tak di angkat
.
Aku pun segera mencari rekan ku.

*Author POV:

Saat Hyun Woo mencari E-Young, Min Jung dan Ji Yeon.
E-Young pun hanya bisa terdiam di kantin menunggu konfirmasi dari guru.
Min Jung dan Ji Yeon tidak sengaja masuk ke gedung sekolah yang lama dan
Terjebak di jalur yang memang seperti labirin.

~Di kamar mandi lantai 2~

“Yya, Jessica ssi wajah mu tua-an…”Kata Suzy sambil memakai Blush On.

“Jinjayo?”Tanya Jessica sambil menyentuh wajah-nya.

“Ne, sepertinya kau salah memilih foundation.”Jawab Nana sambil memakai lipstick.

“Eoh? Coba ku lihat cream mu.”Kata Suzy sambil melihat cream milik Jessica.

“OMO. Kau memang salah, aturan kategori Anti Aging, kok malah Milky White.”Kata Nana.

“Huh, ne nanti akan ku beli yang Anti Aging.”Balas Jessica sambil menyisir rambut-nya.

Tiba-tiba lampu kamar mandi mati.
Terdengar suara seretan kaki.

“Yya!!! Siapa pun yang mematikan lampu, kau akan kubunuh!!!”Teriak Jessica.

“Jeongmhal, kalian iseng sekali!!!”Teriak Suzy.

“Yaa, pintu-nya di kunci!”Teriak Nana sambil menggedor pintu.

“Omo, Nana ssi…”Kata Jessica dan Suzy saat melihat darah mengalir dari kaca, keran air dan tembok.

“Ya, apa yang kau lakukan?!”Tanya Nana pada Jessica dan Suzy.

“Molla… Nana, ppali dobrak pintu-nya kita harus keluar dari sini!”Kata Suzy panic sambil membereskan alat make up mereka.

Dan saat Jessica melihat ke kaca
Ada sosok wanita berambut panjang menggunakan seragam sekolah
Menyeringai ke Jessica dan Suzzy.
Nana, yang melihat pun hanya bisa memperlihatkan wajah kaget-nya.

“A..AA…AAAA!!!!!!!!”Teriak mereka bertiga.

Dan akhir-nya wanita misterius itu segera menusuk perut Jessica.
Suzy pun hanya bisa melempar wanita itu dengan alat make up.
Namun, sayang wajah-nya yang imut telah tergores oleh luka yang di tusk-kan oleh wanita itu.
Nana yang panic hanya bisa duduk di bawah sambil menangis dan,..

“Jlebbb!!!”Sebuah pisau dapur tertancap di ubun-ubun Nana.

Keadaan pun menjadi hening.

*Hyun Woo POV:

Aku terus berlari mengelilingi lantai 2 untuk mencari semua orang yang ku temui.
Dan tidak sengaja sms pun datang.

“Hyun Woo, kau memang phabo.
Kau membutuhkan clue kan?
Silahkan kau cari di ruang guru.
Meja yang bertanda Shim Chang Min dan
Carilah secarik kertas bertuliskan darah di laci meja ku.”

“Huh! Huh! Huh!”Ku terus berlari melalui tangga hingga sampai ke lantai 1 tepat-nya di ruang guru.

“Hah! Jinja! Geumanhae!”Teriak ku sambil terus mencari kertas yang di maksud.

“Omo….”Kata ku sambil bergetar saat melihat kertas tersebut.

Saat ku baca tulisan yang ada di kertas itu.
Ternyata itu adalah sebuah death note.
Aku pun segera berlari untuk menyelamatkan korban pertama
Yaitu 3A+ *Jessica, Nana, Suzy*.

“BRAKK!!!”Kaki ku mendobrak setiap pintu yang ada di lantai 2 namun NIHIL hasilnya.

“BRAK!!!”Kaki ku mendobrak pintu di lantai 3 juga.

“Yyya!!!! Jessica, Nana, Suzy noona!!!! SUNBAE!!!”Teriak ku namun tak ada jawaban.

Aku kembali ke lantai 2.
Aku sudah lelah.
Saat aku melihat ke arah kanan ku.
Aku melihat pintu kamar mandi yang belum ku buka.
Ku berani kan diri membuka namun terkunci. Dan,..

“Hyun Woo-ssi!!!”Panggil Miss. Dam Bi yang melihatku.

“Songsaenim!”Teriak ku dan Miss.Dam Bi pun menghampiri ku.

“Sebenarnya ada apa sih?”Tanya Miss.Dam Bi sambil menunjukan wajah panik-nya.

“Ini..”Jawab ku sambil memberikan kertas Death Note.

“Miss. Semua siswa ada di mana? Kau sedang apa di sini?”Tanya ku.

“Semua ada di kantin lantai 1. Aku sedang mencari 3A+ dan 3Prince… Mereka menghilang.”Jawab Miss. Dam Bi.

“Eoh? Miss. Dam Bi…”Kata ku sambil menengok ke arah pintu kamar mandi.

“Ne. Ne?”Balas-nya yang ikut melihat ke pintu kamar mandi.

Ku berani kan diri mendobrak pintu itu, dan,…

“BRAKK!!!!”Kaki ku dengan kuat menendang pintu itu.

“Hoh? Omona!!!”Teriak Miss. Dam Bi sambil menutup mulut-nya.

“Nana, Suzy, Jessica sunbaenim..”Kata ku dengan nada bergetar.

“Yya! Hyun Woo-ya eottokhae?”Kata Miss. Dam Bi yang sangat kaget melihat 3A+ sudah terbujur kaku dengan beberapa luka.

“Aku punya rencana!”Kata ku sambil menarik dan membawa Miss. Dam Bi ke lantai 3.

Kami segera ke kantin di lantai.3.
Aku lihat semua siswa sudah mulai ketakutan.
Bahkan senior yang seperti T.O.P , CL, dan Bom pun terlihat ketakutan.

“Ya! Miss. Dam Bi…”Kata Bom yang ketakutan sambil memeluk Miss. Dam Bi.

“Miss. Harus bertanggung jawab! Kami tidak ingin seperti kejadian 1 tahun yang lalu, banyak teman kami yang meninggal hanya dalam permainan ini.”Kata CL dengan kesal.

“Miss. Dam Bi ,kami tahu kau guru baru dan aku kasihan dengan mu. Baru menjaga kami kau sudah di hadap kan dengan masalah seperti ini. Tch!”Kata T.O.P sunbae dengan polos-nya.

“Ya! Sunbae! Dalam keadaan panic seperti ini kau masih bisa berkata seperti itu pada Miss. Dam Bi? Haha, ternyata senior ku Arogan semua.“Celetuk Minzy si murid 1-B.

“Tutup mulutmu.”Teriak T.O.P dan dia pun pergi keluar pintu.

“Ya, T.O.P ssi kau ingin kemana?”Tanya Miss. Dam Bi.

“Itu bukan urusan mu guru baru! Aku tidak mau terjebak dalam permainan ini lagi! Aku muak dan aku akan menyelamatkan diri!”Jawab T.O.P

Setelah 10 menit,
Kami masih berfikir bagaimana cara menyelesaikan permainan ini.

“Korban selanjut-nya siapa?”Tanya Miss. Dam Bi.

“T. T. T.O.P sunbae!”Jawab ku.

“Hah? Ya, CL ssi cepat telephone dia.”Perintah Miss. Dam Bi.

“Handphone ku tertinggal.”Jawab CL dengan wajah panic-nya.

“Sunny, kau kan sahabat-nya! Cepatlah telephone dia!”Perintah Miss. Dam Bi lagi.

Sunny pun segera menelfon namun,..

“Mianhaeyo! Tidak di angkat..”Jawab-nya dengan wajah tertunduk.

“Biar aku saja!”Teriak ku sambil merampas handphone sunny.

Aku mulai menelfon T.O.P berulang kali,.
Hingga akhir-nya.

“Ne?”Sapa T.O.P

“Sunbae! Jaebal kembali-lah ke kantin! Di luar terlalu berbahaya untuk mu!”Balasku.

“Ya, gwenchana.. Aku sudah di luar pintu gerbang sekolah, aku sedang berada di Zebra Cross, haha di sini juga sepi.”Kata-nya dengan santai.

Dan,…

“Nging!!!!! BRUKKK!!!!”Terdengar suara klakson mobil dan terdengar suara orang tertabrak.

“Ya! Hyung! Sunabe!”Teriak ku dan keringat pun telah mengucur di seluruh tubuh ku.

“Tch! 4 orang sudah menjadi korban, sisa 10 orang lagi, ku beri kau waktu sampai jam 12 malam.”Kata Shim Chang Min di telephone T.O.P dan dia pun mengakhiri pembicaraan di telephone.

“Ya! Eottokhae?”Tanya Miss. Dam Bi dan aku pun hanya bisa tertunduk.

“Heoh?! Kenapa sekolah ini? Terkutuk-kah? Siapa yang tega melakukan ini!”Balas Miss. Dam Bi sambil menangis putus asa.

“Ya! Bagaiman kita bisa keluar dari sini?”Tanya Minzy.

“Mollayo!”Bentak Sunny yang sudah lemas.

“Ini semua ulah SHIM CHANG MIN.”Kata E-Young yang tiba-tiba menampak-kan diri dari krumunan siswa.

“Ne?”Kata semua siswa.

“Sudah lama aku ingin menuntaskan kasus ini… Huh, dulu ayah ku dan kakak-nya Ji Yeon menghuni sekolah ini sebagai guru dan murid. Semua berjalan lancar sampai kakak-nya Ji Yeon sudah ingin debut namun di hentikan oleh guru baru yaitu Shim Chang Min, dia bilang murid-nya dari kelas 3-C dulu yang debut yaitu Sung Hye Mi , namun pihak sekolah melarang-nya. Chang Min songsaenim putus asa hingga berhenti mengajar sekitar 6 bulan hingga dia kembali dan kembali-nya dia bukan untuk mengajar lagi tapi untuk membalas dendam dan menuruti amarah-nya saja. Satu persatu siswa baru di bunuh oleh-nya namun pola-nya tidak seperti kali ini. Hingga akhir-nya dia membunuh ayah ku, kakak-nya Ji Yeon dan Sung Hye Mi. Kasus itu masih menggantung karena belum di temukan Tersangka hingga Shim Chang Min masih bisa mengajar di sini.”Jelas E-Young yang sudah ber-air mata-nya.

“Lalu, kau tau dari mana jika itu Shim Chang Min?”Tanya ku.

“1 minggu yang lalu adalah peringatan 3 tahun ayah ku meninggal. Lalu, ada yang menelfon ku dan mengatakan “Bersiaplah Untuk Permainan Yang Telah Terhenti Selama 1 Tahun.” Lalu aku bermimpi tentang pembunuhan Ayah ku, aku merangkai-nya aku sempat ragu karena hasil-nya Shim Chang Min namun ku bukti kan dengan nomor tellfon yang menghubungi ku 1 minggu yang lalu dan akhir-nya dapat! Dia adalah,… SHIM CHANG MIN. Kejadian ini terus berulang setiap tahun-nya hingga dia bisa tertangkap”Jawab E-Young hingga semua-nya terdiam.

“Geuraeyo…. Gomawo atas penjelasan mu…”Kata Miss. Dam Bi.

“3 Prince berada di mana?’Tanya ku sambil melihat kembali secarik kertas Death Note.

“OMO! Ya, 3 Prince sedang berada di ruang latihan dance…”Jawab Bom.

“Kajja! Ya, Hyun Woo, Kai cepat kita ke sana.”’Perintah Miss. Dam Bi di ikuti oleh ku dan Kai.

“Kalian tunggu di sini saja!”Perintah CL.

Setelah berlari, kami bertiga pun sampai.
Namun, kami hanya bisa melihat dari jauh karena
Ruang latihan dance terlihat gelap.

*J.R POV:

Setelah latihan beberapa gerakan dance baru kami semua lelah.
Aku sedang terduduk sambil minum.
Jung Kyu sedang tidur sambil mendengarkan music.
Dan Tae Jun sedang berganti baju.

            Tiba-Tiba listrik mati,…

“Aishh…”Ucap ku sambil menyalakan handphone ku.

“Ya! Tae Jun-ya kau sudah selesai?”Tanya ku dalam gelap.

“Ne? Aku tidak mendengar mu hyung!”Jawab Tae Jun yang sepertinya dia bukan hanya ganti baju namun mandi.

“Tch! Ya! Jung Kyu-ya bangun!”Teriak ku sambil membangunkan-nya.

“Haih!” Kata ku sambil berjalan keluar.

“Ya, Miss. Dam Bi apa yang kalian lakukan di sini?” Tanya ku saat sudah ada di luar.

Tiba-tiba ku dengar suara teriakan Tae Jun dari kamar mandi.

“A…AA….AAA!!!”Teriak Tae Jun.

Aku panic dan segera masuk ke ruang latihan.
Namun, di cegah oleh Hyun Woo.

“Ya! Apa yang kau lakukan!”Teriak ku.

Perlahan aku mendengar teriak-kan Jung Kyu.

Dan,.. Lampu pun akhir-nya menyala.

“Sebenar-nya ada apa?!”Tanya ku dalam keadaan panic.

“Ya!”Teriak ku sekali lagi dan melepaskan cengkraman tangan Hyun Woo.

Ku berlari menuju ruang latihan dance.
Dan terlihat secara nyata dan jelas jika,…

“Jung Kyu-yya!!”Teriak ku saat melihat magnae kami penuh dengan darah.

“Ya! Kau jangan bercanda! Bangun!”Kata ku sambil berusaha membangunkan-nya.

Dengan pikiran yang campur aduk,
Aku pun segera ke kamar ganti dan,..

“OMO! TAE JUN?!”Teriak ku saat melihat Tae Jun penuh darah dan tergantung di langit-langit.

“Igeo mwoya?!!! Siapa pun akan ku temukan kau!”Amarah ku bergejolak.

Saat itu juga aku menghampiri Hyun Woo.

“Ya! Anak kecil. Ini semua ulah-mu kan? Karena kehadiran kau, ini semua terjadi! Kau benar-benar,…”Kata ku sambil memukul wajah Hyun Woo.

“Geumanhae!”Teriak Miss. Dam Bi dan kami pun berhenti.

“J.R, Kau tahu jika Yun Ji sedang menjadi tawanan dalam permainan ini? Tidak kan! Cool Down dan selamatkan adik mu!”Teriak Kai.

“Kau pasti bercanda?! Itu tidak mungkin! Kau pembohong!”Teriak ku sambil memukul wajah Kai.

“J.R! Ini benar…”Balas Miss. Dam Bi sambil memeluk ku.

“Ini tak mungkin terjadi lagi! Ini tak mungkin! Siapa yang melakukan ini?! Apa adik ku yang akan seperti Hye Mi?”Ucap ku dengan kesal dan sedih.

“Yun Ji adik mu?!“Tanya Hyun Woo dan Kai.

“Ne!”Jawab ku.

“Sudah-sudah… J.R jika kau tak ingin adik mu seperti Hye Mi, cepatlah kita selamatkan dia! RIGHT NOW!”Perintah Miss. Dam Bi.

“Sekarang apa yang kita lakukan?”Tanya ku.

“Kita ke kantin terlebih dahulu saja.”Jawab Kai.

“Bagaimana dengan Yun Ji?”Tanya ku lagi.

“Kita bicarakan nanti…”Jawab Miss.Dam Bi.

Kami pun sampai di kantin.
Di sana para siswa terlihat ketakutan.

“J.R? Yang lain mana?”Tanya C.L

“Eobseo…”Jawab ku pasrah.

“Heoh~”Balas C.L

*C.L Pov:

Aku sudah muak dengan semua ini.
Ingin rasa-nya aku pergi dari kondisi ini.
Ya! Aku harus melakukan ini.

“Ya! Bom mana?”Tanya Kai.

“Bom di ruang musik, dia sedang mengambil berkas lirik music-nya yang tertinggal.”Jawab ku.

“Kenapa kau izinkan? Di luar terlalu berbahaya. PHABO!”Teriak J.R yang menyukai Bom.

“Aku tidak tahu! Dia memaksaku! Kau lebih Phabo! Kau biarkan adik mu terperangkap! PHABO!”Bentak ku sambil keluar dari kantin.

“Ya, C.L kau ingin kemana?”Tanya Miss. Dam Bi.

“Aku ingin keluar dari semua ini! Jika, aku selamat seperti J.R itu tidak masalah, jika aku keluar dalam keadaan seperti T.O.P itu juga tidak masalah! Itu bukan urusan kalian!”Teriak ku dan aku segera berlari ke lift.

Di lift aku berfikir dan menangis.

“Ting!”Bunyi lift dan ku lihat aku sudah di lantai 3.

Aku menangis dan sudah lelah akan semua ini.
Ingin rasanya aku mati.
Ya, mati sekalian biar tahun ke depan aku tidak seperti ini lagi.

            Di kamar aku membereskan pakaian ku.

            Tiba-tiba di kamar mandi aku mendengar suara keran bathub terbuka.

“Ya, siapa itu?”Tanya ku sambil mengetuk pintu kamar mandi.

“Ngikkk…”Suara decitan pintu terbuka.

“Tidak ada orang?”

Ku lihat bathub sudah di penuhi oleh air

“Ish! Berhentilah bermain bodoh!”Kata ku sambil menutup kerain air.

Dan,…

“JLEBB!!!”

Sebuah pisau dapur tertancap di punggung ku.
Aku pun terjatuh ke dalam bathub.
Samar-samar ku lihat pria menggunakan baju kemeja seperti guru dan itu adalah

“Chang Min songsaenim…”Ucap ku tergagap.

Dan akhir-nya nyawa ku terambil.
Aku tenggelam di bathub yang di penuhi oleh darah ku serta air.

*Miss. Dam Bi POV:

Dengan panik aku menjaga serta berusaha menyelesaikan masalah ini.

“Apa ada teman kalian yang hilang?”Tanya ku.

“Min Jung dan Ji Yeon…”Jawab Hyun Woo dan E-Young.

“Miss, C.L Onnie di mana? Dia baik-baik saja kan?”Tanya Minzy.

“Mianhae, miss. Tidak tahu.”Jawab ku.

“Miss,…”Ucap Hyun Woo dan E-Young.

“W… Wae?”Tanya ku.

“C.L…”Jawab mereka.

“Ini sudah semakin parah! Kita buat tim segera! Kai, E-Young, Minzy kalian cari di kamar C.L. Dan aku, J.R, dan Hyun Woo mencari di luar sekolah. Arra?”Perintah ku.

Dan semua tim pun bergerak.

Kami terus mencari hingga ke luar sekolah.
Namun NIHIL. Kami tak mendapat C.L
Yang kami lihat hanya T.O.P dengan tubuuh terbujur kaku.

“T.O.P!!!”Teriak J.R sambil menangisi T.O.P

“Kyaa! Kenapa kau tak mengatakan hal ini! Heoh?!”Amarah J.R bergejolak sambil memukul wajah Hyun Woo.

“Aku tidak tahu hyung!!!”Balas Hyun Woo.

“Geumanhae!!!”Teriak ku sambil menangis.

Ya memang, aku tidak pantas menjadi guru.
Sedikit-sedikit menangis. Jeongmhal phabo-yya.

“Gereuyo, kita harus kembali ke kantin… Aku harap Kai, E-Young dan Minzy menemukan C.L dengan selamat.”Ucap ku sambil berjalan ke gedung sekolah.

*Minzy POV:

“Ya! Berhentilah mencengkram tangan ku!”Bentak Kai pada E-Young.

“Aku takut…”Jawab E-Young.

“Ya! Centil sekali kau E-Young! Kai milik ku!”Ucap ku.

“Ne? Kau menyukai Kai?”Tanya E-Young.

“Iya! Memang kenapa!”Balas ku sambil merangkul lengan kiri Kai.

“Ya! Aku risih dengan kalian berdua! Diam dan ikuti perintah ku!”Kata Kai.

“Kenapa kami harus mengikuti perintah mu?” Tanya E-Young sambil menyenderkan kepala-nya di pundak Kai.

“Karena aku yang paling berani di sini!”Jawab Kai sambil berjalan ke kamar mandi.

“Ya, kau ingin kemana?”Tanya ku.

“Aku ingin pipis… Diam dan tunggu lah di luar…”Jawab Kai.

Aku dan E-Young menunggu di luar.
Sudah 30 menit.

“Ya, lama sekali apa yang di lakukan Kai?”Tanya E-Young.

“Molla…”Jawab ku sambil memainkan Handphone ku.

“Tch!”Balas E-Young sambil berjalan menuju pintu kamar mandi.

“Kau ingin apa?”Tanya ku.

“Ingin ke Kai… Dia lama dan aku penasaran.”Jawab E-Young.

“Stupid!”Ucap ku.

“Omo! Minzy-yya pintu-nya terkunci!”Kata E-Young sambil menarik pegang-an pintu.

“Jinja?”Tanya ku sambil menghampiri E-young berusaha memastikan.

“Ini memang benar terkunci!”Kata E-young.

Dan,…

“BRAKK!!!!”E-Young mendobrak pintu kamar mandi.

“Bagaimana kau melakukan itu?”Tanya ku.

“Aku adalah pemegang sabuk hitam taekwondo…”Jawab-nya.

Ya, aku iri dengan E-Young.
Wajah-nya seperti boneka, Dia pintar dalam akademis maupun Seni.
Dia juga keluarga terpandang. Ayah-nya seorang diplomat dan ibu-nya Dokter.
Sejak Sekolah Dasar aku berteman dengan-nya, aku sudah mengerti apa yang dia inginkan.
Dia juga merasa seperti Detective karena kepintaran-nya dan ketepatan-nya dalam menebak.

“Aigoo! Jinja? Benar juga pikiran ku…”Ucap E-Young saat masuk dan melihat ke dalam kamar mandi.

“Apa? Kau berfikir jika Kai keluar dari jendela?”Tanya ku.

“Bukan! Ini lebih,…”Jawab-nya.

“Omo!”Teriak ku saat sudah melihat ke dalam kamar mandi.

Di dalam penuh dengan darah…
Kami tidak menemukan Kai dan kami pun mengikuti jejak darah hingga ke pintu nomor 3.

“KAI!!!”Betapa terkejut-nya kami saat melihat Kai sekarat dengan sayatan pisau di sekitar lengan.

“Yy.. Yaaa… Cc…Cepatt…Pangg…Gil… Bantt…Uann…”Ucap Kai dengan wajah emas kehabisan darah.

“Omo! Ya, eottokhe?”Tanya ku.

“Minzy-yya! Kau tunggu Kai di sini dan aku pergi mencari bantuan…”Jawab E-Young.

“E-young, andwae! Jangan hiraukan tebak-kan konyol mu lagi, itu membahayakan mu! Kita pergi bersama.”Kata Ku sambil mencegah E-Young pergi.

“Tidak, gwenchana… Aku akan baik baik saja… Kau tunggu di sini, aku segera kembali…”Balas E-Young. Dan dia pun hilang.

Aku masih menunggu Kai yang tergeletak lemah.

“Kai…”Ucap ku dan dia hanya menatap ku.

“Aku tidak menyukai mu, sebenar-nya…”Kata ku.

“E-young lah yang menyukai mu…”Kata ku lagi sambil menekan luka di lengan Kai.

“Tadi, aku hanya menggoda-nya saja…”Ucap ku.

“Kai… E-young berkata pada ku jika dia ingin melihat mu bahagia bahkan dia sudah merencanakan pertukaran kelas dengan kelas mu. Dia ingin kau debut duluan karena dia tahu jika kau ingin debut duluan.”Ucap ku lagi sambil menitihkan air mata.

“Kai,… Bertahanlah demi E-young..“Sambil tersenyum dengan getir.

Dan…
Ku lihat Kai telah menutup mata-nya.

“Hikss…. Heuh… Andwae!!! Kai-yya!”Tangis ku pecah saat melihat Kai telah tak bernyawa.

“Kai-yya… Saranghaeyo…”Kata ku sambil memeluk tubuh Kai.

*E-young POV:

Aku berlari untuk mencari bantuan.
Aku berusaha untuk menyelamatkan Kai.
Aku sangat menyukai-nya tapi aku tahu jika Minzy juga menyukai-nya.
Ku izinkan Minzy menjaga Kai, karena aku tidak sanggup melihat pangeran ku seperti itu.
Tidak sadar aku telah menitihkan air mata.

            Tiba lah aku di ruang Uks lantai 2.
Aku sibuk mencari perban dan pisau bedah.

“Bingo!”Kataku yang telah menemukan yang ku butuh kan.

Ku dengar suara dari balik tempat tidur di ruang UKS.
Ku pikir itu adalah suara dokter yang menjaga.
Aku pun menghampiri-nya karena niat ku untuk meminta bantuan.

            Tapi,…

“Akhh…”Desah ku saat jarum suntik menusuk leher ku.

Samar-samar aku melihat cahaya lampu operasi.
Kepala ku sangat pusing.
Aku sadar telah di bius.

Dan…

“Jlebbb!!!”Pisau bedah menusuk dada ku hingga jantung ku.

Semua terlihat gelap.

*Miss. Dam Bi POV:

“Kai, E-Young, dan Minzy belum kembali?”Tanya ku pada murid.

“Belum..”Jawab salah satu murid.

“Hah! Sunny coba kau telefon Bom..”Perintah ku.

“Yeoboseo…”Ku mendengar sapa-an Sunny.

“Ya, tolong di loud speaker.”Ucap ku berbisik.

“Ne, sunny.. Waeyo?”Tanya Bom dari telefon.

“Hmm, kau baik-baik saja?”Tanya Sunny.

“Tentu…  Wae?”Jawab Bom.

“Ya, Bom bisakah kau kembali ke kantin?”Tanya Sunny.

“Aniya~ Aku sudah nyaman di sini, lagi pula pintu dan jendela semua sudah ku kunci jadi pembunuh itu tidak bisa masuk.”Jawab Bom.

“Eung, Bom…”Sapa ku melalui handphone Sunny.

Namun, tidak ada balasan.

“Bom… Kau masih di sana?”Tanya ku lagi dan tidak ada jawaban.

Samar-samar aku mendengar suara keras benda yang di banting ke tuts piano.

“Brangg!!!!”

“Bom!!”Teriak Sunny.

“Bom Over…”Kata seorang pria di sebrang sana.

“Kyaa!!!”Teriak ku namun panggilan telah di mati kan.

“Miss….”Kata Sunny menangis sambil memeluk tubuh ku.

“Miss.. Urutan-nya sepertinya benar…”Kata Hyun Woo.

“Maksudmu?”Tanya Ku.

“Kai, E-young, Bom…”Jawab Hyun Woo.

“Maksud mu apa?”Tanya J.R

“Mereka semua sudah mati…”Jawab Hyun Woo.

“Kau jangan bercanda, dari mana kau tahu?”Balas Sunny.

“Tadi, saat aku, J.R dan Miss. Dam Bi menemukan mayat T.O.P. Tidak sengaja ku buka kepalan tangan T.O.P hyung, di sana ada sebuah surat clue yang bertuliskan nama KAI, E-YOUNG, BOM…”Jelas Hyun Woo sambil memberikan surat tersebut.

“Jadi, siapa selanjutnya?”Tanya J.R.

“Tinggal 3… Yaitu, Minzy, Sunny, Jiyeon… Di death note ini di jelaskan jika si pembunuh akan mengocok nama mereka. Yang 2 mati dan yang 1 bertahan, jadi permainan terakhir adalah keberuntungan terbesar.”Jawab Hyun Woo.

“Hiks…. Huaa….”Tangis Sunny pun pecah.

“Aku tidak ingin mati! Aku hanya ingin,… Hikss….”Ucap Sunny.

“Tenang lah…di orang terakhir tidak ada yang mati… Mereka semua hidup!”Ucap Miss. Dam Bi.

*Minzy POV:

Tidak sadar sudah 1 jam aku tertidur sambil memeluk Kai.
Tubuh Kai sudah membiru dan pucat.
Aku sadar jika E-young belum kembali
Maka aku keluar dan mencari-nya.

            Dengan lemas aku berjalan mencari E-young.
Aku mencari ke seluruh lantai 2.
Kepala ku pusing, badan ku seperti remuk.

“E-young-aa…“Panggil ku sambil membuka pintu ruang UKS.

“E-young, kau di sini?”Tanya ku.

“Brukkk!!!!”Tubuh ku terjatuh hingga pingsan karena pukulan sebuah benda keras di belakang kepala ku.

Ku mencium bau darah…
Aku sedikit sadar jika aku telah kembali.
Ku melihat di samping kanan ada peralatan bedah.
Ku berfikir jika kami semua sudah selamat dan berada di rumah sakit.

Tapi,…

“Kau sudah sadar ya?”Tanya seorang pria sambil memegang pisau bedah.

“Aku ada di mana? Yang lain mana?”Tanya ku.

“Brukk!!!!”Penglihatan ku gelap, seketika tubuh ku kaku dan aku terjatuh.

Aku meninggal.
Karena mata ku telah di tusuk oleh pisau bedah….

*Sunny POV:

“Ya! Kita harus memanggil polisi… Kita tidak bisa menyelesaikan..”Kata ku.

“Polisi tidak akan mempercayai-nya karena kasus ini hanya da saksi bukan TERSANGKA.”Jawab J.R.

“Kalau gitu, biarkan aku yang menyelesaikan. Ini tanggung jawab ku.”Kata ku sambil mengambil kapak dari kotak pemadam kebakaran di kantin.

“Andwae! Ini bukan tanggung jawab mu! Ini adalah tanggung jawab kita! Kita harus menghentikan ini semua bersama dan selamanya!”Ucap Hyun Woo.

“Ne! Kita hentikan pembunuh itu bersama.”Ucap Miss. Dam Bi.

“Semua murid kita ke aula gedung sekolah yang lama, kita lihat aksi dia selanjut-nya. Aku dan Hyun Woo mencari Min Jung dan Ji Yeon. Miss. Dam Bi dan J.R akan menjaga kalian!”Perintah ku sambil bergegas pergi.

“Hyun Woo-yya, kita harus pasang jebakan…”Kata ku sambil berjalan menelusuri gedung sekolah yang lama.

“Bagaimana cara-nya?”Tanya Hyun Woo.

“Kau ke gudang lantai 1 dekat tangga, pikirkan dan pakailah benda itu.”Jawab ku.

“Bagaimana dengan kau?”Tanya Hyun Woo lagi.

“Aku berjaga di sini..”Jawab ku berbohong. Dan Hyun Woo pun segera pergi.

Tch! Bodoh! Hyun Woo bodoh.
Apa dia kira aku takut?
Tentu saja tidak.

            Aku pun segera pergi mencari Min Jung dan Jiyeon.
Namun, di saat yang menegangkan ini ada aktivitas aneh di kelas 3-C.
Aku tahu itu hanyalah pemancing, maka ku acuhkan.
Aku berjalan lagi dan sampailah di depan pintu yang sedikit terbuka.
Aku masuk dan berjalan.
Aku bodoh! Mengikuti jalan itu, jalan itu seperti labirin.
Aku terus mengikuti, hingga aku mendengar suara.
Ku ikuti dan ikuti hasil-nya…

“Min Jung-aa!”Kata ku saat menemukan Min Jung.

“Onnie… Ji. Ji. Yeon…”Balas Min Jung sambil menunjuk ke terowongan sebelah kanan kami.

“Bagaimana bisa?”Tanya ku yang mengetahui jika mereka berpencar.

“Hanya mencoba.”Jawab Min Jung.

“Min Jung-aa… Kau harus keluar dan membantu semua-nya menyelesaikan ini!”Perintah ku.

“Bagaimana?”Tanya Min Jung.

“Tadi, aku sudah member tanda pada jalan keluar yang benar.”Jawab ku.

“Kau bagaimana? Kau harus keluar!”Balas Min Jung.

“Anni.. Aku harus membantu Jiyeon…”Kata ku sambil membantu Min Jung berdiri.

“Onnie, ini serius. Kau harus ikut dengan ku… Jiyeon sudah tidak ada harapan lagi.”Ucap-nya.

“Sudah tidak apa-apa… Cepatlah keluar dari labirin ini dan pergilah ke aula gedung ini. Arra?”Kata ku sambil meninggalkan Min Jung pergi.

Saat, aku memutuskan untuk mencari Jiyeon.
Aku berfikir jika ini sudah di ujung takdir ku.
Aku harap Minzy dan Jiyeon belum meninggal.
Biarkan aku!

“Huh~ Jiyeon-aa…”Panggil ku.

            Terowongan labirin yang lembab dan gelap membuatku takut.
Tiba-tiba ku dengar ada suara rintihan meminta tolong.

“Jiyeon-aa?!”Ucap ku sambil berlari ke sumber suara.

Dan,…

“Haha, bagus lah… Peserta ketiga kita sudah datang…“Ucap seorang pria dan ternyata dia Mr.Chang Min.

Ku lihat di sana ada Yun Ji dan Jiyeon yang sudah di sekap.
Aku pun berjalan mundur tak percaya.

“Brekk!”Tiba-tiba aku menabrak seseorang di belakang ku.

Dan dia adalah?…

“Mis…Mister…MR.Teuki?”Ucap ku tergagap.

Mr.Teuki adalah penjaga sekolah ini.
Dia pun menyekap ku dan mengikat tangan ku.

“Ready?”Tanya Mr.Chang Min di ikuti anggukan kepala Mr.Teuki.

*Yun Ji POV:

Tiba-tiba, lantai pun bergerak menuju arah atas.
Aku penasaran akan hal ini.

“Untuk para murid yang berada di gedung lama ini. Pertunjukan akan di mulai…”Ucap Mr.Chang Min menggunakan microphone.

Ku lihat, ternyata panggung ini mengarah ke aula.
Semua siswa melihat kami dengan kaget dan ketakutan.

“Semua! Kenalkan… Saya Chang Min dan Bapak Teuki, kami adalah sutradara dari acara ini…”Ucap Mr. Chang Min.

“Perkenalkan, ini adalah pemain kita… Park Yun Ji, Park Ji Yeon dan Lee Sun Kyu…”Ucap Mr.Teuki.

“Ya, kita mulai saja puncak dari acara ini….”Kata Mr.Teuki.

“Russian Roulette? Ada yang tahu?”Balas Mr.Chang Min sambil mengisi 1 peluru di pistol-nya.

“Huh, siapa peserta duluan?”Tanya Mr.Teuki.

“Sesuai Death Note, tapi aku lupa… LEE HYUN WOO! Kau dimana sayang?”Ucap Mr.Chang Min.

“Heih! Tidak usah menunggu Hyun Woo, aku masih mengingat rencana kita Chang Min.”Jawab Mr.Teuki.

“Oh ya? Kalau begitu siapa duluan?”Tanya Mr.Chang Min sambil memberikan pistol-nya.

“Aku…Lee Sun Kyu.”Jawab Mr.Teuki sambil menodongkan pistol di pelipis kanan Sunny.

“Roulette… Ada 3! Kalau sampai 3 dia belum kena peluru, Tuhan melindungi-nya.”Ucap Mr.Chang Min.

“1… Krekkk!”Peluru belum masuk ke pelipis Sunny onnie.

“2…. Krekkk!!!”Peluru belum masuk ke pelipis Sunny Onnie.

“Haha… 3?”Ucap Mr.Teuki.

“BANG!!!!”Peluru berhasil masuk ke pelipis Sunny onnie hingga Sunny onnie sekarat.

Ku lihat seluruh siswa ketakutan hingga ada yang pingsan.

“Jiyeon? Hahaha… Apa kabar nak?”Sapa Mr.Teuki sambil mengusap rambut panjang Jiyeon.

“1? 2? 3? KREK!!!”Peluru belum tertancap di pelipis Jiyeon.

“3? 2? 1? BANGGG!!!”Na’as di hitungan kedua peluru telah tertancap di pelipis Jiyeon.

Deg-Deg’an.
Kini giliran ku.

“Halo, pemain utama…”Sapa Mr.Chang Min sambil mencium pipi kiri ku.

“Russian Roulette… Kau suka huh?”Ucap Mr.Chang Min sambil memainkan koin.

“Arasho, kau memang suka… Begini, aku baik padamu jadi permainan ini ku remix sedikit.”Kata Mr.Chang Min.

“Look… Jika ku lempar koin ini yang muncul kepala, kau akan selamat dan Miss. Dam Bi boleh membunuh ku. Tapi, jika yang muncul adalah buntut… Kau bisa membayangkan-nya..”Ucap Mr.Chang Min.

Dia pun melempar koin tersebut.

“BINGO! Lihat? Ini adalah Buntut, maka…”Kata Mr.Chang Min sambil membuka kunci pistol milik-nya.

Mr. Chang Min telah siap menembak ku…

            Dan…

“BANGGGG!!!”Terdengar suara tembakan.

“Hyun Woo-yya!”Teriak Miss. Dam Bi bahagia.

“Kau?”Ucap Mr.Teuki sambil menodongkan pistol ke Hyun Woo.

“BANGGG!!!!”Hyun Woo menembak Mr.Teuki.

“Ppali panggil ambulans dan polisi! Bawa Jiyeon dan Sunny ke rumah sakit secepatnya. Beberapa murid hubungi pihak keluarga dan sekolah.”Perintah Hyun Woo di ikuti para murid.

“Kau dapat pistol itu dari mana?”Tanya ku saat sekapan ku sudah terlepas.

“Dari Sung Hye Mi…”Jawab Hyun Woo.

“Dia masih hidup?”Tanya Miss.Dam Bi.

“Anni~ Dia hanya membantu.”Jawab Hyun Woo.

Dan akhir-nya polisi, ambulans dan wartawan pun hadir untuk mengetahui hal ini.
Semua murid menjadi saksi. Sunny dan Jiyeon selamat dan berada di rumah sakit
Meskipun harus koma.

~2 Year’s Later~

Aku, Hyun Woo, Min Jung, Jiyeon, Sunny berjalan ke aula sekolah.
Untuk memperingati tragedy “B.O.P.A Killer”
Kini aku, Min Jung, Jiyeon, dan Sunny telah debut di bawah nama
“Idol Group”
dan Hyun Woo
Menjadi soloist seperti B-Rain.

            Tidak ada lagi trauma maupun rasa takut…
Ini semua berkat Booth Of Performing Art School.

E.N.D

Gimana readers? Panjang ya? Muehehe… RCL yaa

11 responses to “[ONESHOOT] Last Piano

  1. aku agak bingung ._.
    bahasanya kalo dirapihin dikit bagus kaliya :/
    ini lebih ke thriller kok daripada horror OAO

    nice ~

  2. alurnya cepet banget. apa lagi pas perkenalaan diawal. tiba2 si Yun Ji cepet berani banget sama seniornya. ada beberapa yang menurutku nggak masuk akal. terus, perkenalan antara Hyun Woo dan Hyun Ji-nya cepet banget. “Hyun Woo-ya” seharusnya kata – kata itu digunakan untuk orang yang sudah lama kita kenal atau dekat. mungkin jika baru kenal beberapa hari atau belum dalam jangka waktu yang lama bisa menggunakan “Hyun Woo-ssi” . itu aja sih saranku.
    Tapi bagus kok ff.nya. tetep semangat menulis yaaa 🙂 maaf kalo kata – kata ku menyinggung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s