(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 2)

(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 2)

Cast:

Kwon Yuri

Xi Luhan

SNSD

EXO

SMFamily

Author: Tikais

Genre: Love, friendship, life physicologhy(maybe)

Leght: series

Warning : Not for Silent reader, copycat or Plagiator

“Tapi… tunggu dulu!” ucap Sehun sambil berdiri mendekatiku. Ia memperhatikanku dari ujung kaki ke ujung kepala. “Sepertinya aku pernah melihat Yuri” lanjut Sehun.

“Hm?”

DEG! JEGLAR! BYUR! BLETAK! (author lebay)

Mataku membulat. Jangtungku melemah. God, please…. jangan sampai Sehun tau aku ini pimpinan GG Ent. Please…. jangan sampai Sehun mengenaliku!!

PART 2

KWON YURI POV

                “Benarkah? Dimana?” tanya Baekhyun yang ikut-ikutan mendekatiku. Kenapa mereka semua seperti ini??. mengerikan!

“Hmm…. dimana, ya?” ucap Sehun yang lagi-lagi memperhatikanku dari ujung kaki ke ujung kepala. Aku diam tak bergeming sedikitpun. Please, jangan sampai Sehun mengetahui identitas asliku… please!

“AH!! Aku ingat! Bukankah Yuri ini adalah…” please… please… jangan!!. “Adalah… yeoja bidadari yang tadi kulihat bersama Luhan hyung di kursi tunggu!” ujar Sehun.

Aku lega! Lega!. Untung dia tak mengetahui identitasku yang sebenarnya!. Tapi… apa dia bilang? Yeoja bidadari?.

“Yeoja bidadari?” tanyaku pada Sehun.

“Ne, tadi itu saat kami masuk ke kantor, tiba-tiba Luhan hyung berhenti dia bilang ada bidadari. Terus Luhan hyung bilang kalau Sehun gak boleh ngedekatin Yuri-ssi, yang boleh Cuma Luhan hyung”  jawab Sehun santai.

Aku mengangkat sebelah alisku. Anak ini… kenapa terlalu polos?. Seohyun, magnae GG saja tak sepolos ini. yah, walaupun Seohyun polos, tapi dia masih sadar dengan apa yang hendak dibicarakannya. Aneh.

“Ya! Sehunnie… kau ini, jangan katakan tentang itu pada Yuri!!” teriak Luhan sambil mengerucutkan bibirnya. Aish… anak ini, apakah benar dia sudah berumur 21 tahun? Kenapa tingkah lakunya seperti anak 5 tahun?.

“Mianhae hyung, sudah terlanjur” ujar Sehun yang lagi-lagi dengan nada santainya itu. Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku kearah Sehun.

Tak lama, terdengar lantunan lagu Kyuhyun ‘7 years of love’ di I-phoneku. Aku memeriksa siapa yang menelfonku. Kyu jelek . aish… dia ini menelfon disaat yang tak tepat!!.

“Hmm… aku permisi sebentar” ucapku lalu pergi keluar ruangan dance itu. Aku mengangkat telfon dari Kyuhyun.

Annyeong, Yuri babo!” terdengar suara orang yang hari ini belum kutemui. Cho Kyuhyun. Aish… aku rindu suara ini.

“YA!! Kyu jelek!! Kenapa kau menelfonku?” teriakku kesal.

Terdengar suara cekikan dari Kyuhyun. Aish… pasti dia sedang puas menertawaiku sekarang. “Yuri babo, apa kabarmu?” tanya Kyuhyun. Mwo? Jadi dia menelfonku hanya untuk menanyakan itu? Dasar namja evil!

“Aish… aku baik-baik saja” jawabku dengan nada kesal dan… terburu-buru.

“YA! Kenapa kau terlihat buru-buru? Apa kau tak merindukanku?” tanya Kyuhyun lagi. ah… namja ini… tidak bisakah dia mengerti keadaanku sekarang?.

“Tentu saja aku merindukanmu Kyu babo! Hanya saja… kau menelfon disaat yang tidak tepat! Kalau mau bicara banyak denganku nanti saja, ya… nanti pasti aku akan datang ke kantor” ucapku cepat lalu mematikan sambungan telfonku dengan Kyuhyun. Aku tau, pasti dia sangat kesal karena aku mematikan telfonnya, tapi… mau gimana lagi?.

Aku kembali masuk ke dalam ruangan dance itu. Tampaknya mereka menungguku. Aish… apa tak ada kerjaan lain selagi menungguku?. Memang aneh!.

“Yuri… kau lama sekali” omel Luhan. Aku menatapnya tajam. Dia bergidik ngeri melihat tatapanku kepadanya tadi. Aku bisa menyimpulkan seorang Xi Luhan dalam satu kata. Cerewet.

Luhan menghampiriku lalu menarikku keluar dari ruangan itu. “Bye semua!” teriak Luhan pada para member EXO lainnya yang hanya terbengong-bengong melihat kami berdua. Aku hanya bisa membungkukkan badanku lalu tersenyum kepada mereka.

“YA! Lepaskan aku!! Sudah kubilang, kan? Jangan sentuh aku tanpa izin dariku!” teriakku pada Luhan.

Luhan tetap menarikku pergi… ntah kemana. Sepertinya ketempat parkir. Ia berhenti disebelah pintu mobil. “Masuklah” ujarnya sambil membukakan pintu mobil itu untukku. Aku mengerutkan keningku.

“Masuklah… aku ingin kau menemaniku jalan-jalan” ujarnya lagi. aku mengangkat bahuku lalu masuk kedalam mobil itu. Kulihat, Luhan tersenyum senang lalu masuk kemobil itu.

Ia mengendarai mobil itu keluar dari kantor SM Ent. “Kita mau kemana?” tanyaku.

Luhan memalingkan wajahnya kearahku lalu tersenyum. “Kemana saja, asal bersamamu” jawab Luhan. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Gila!

“Oh iya, kau bilang appamu sedang dirawat di rumah sakit. Rumah sakit mana?” tanya Luhan.

“Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu itu?” tanyaku balik.

“Yah… aku hanya ingin menjenguk appa-mu, cepat katakan… dimana?” jawab Luhan lalu bertanya balik.

Apa yang harus kujawab? Tak mungkin aku menyebutkan salah satu rumah sakit di Seoul sedangkan appaku tak ada disana. Kalau aku berbohong pada Luhan bahwa appaku ada di… Korean hospital misalnya, bila ia benar-benar ingin menjenguk appaku, pasti kebohonganu terbongkar semua!! Berpikir Kwon Yuri… berpikir!!

“Hmm… appaku sekarang dirawat di salah satu rumah sakit di Amerika” jawabku yang berusaha tetap bertingkah biasa didepan Luhan.

Luhan hanya meng’oh’kan perkataanku tadi. Aku menghela napas panjang. Fiuh… ternyata jadi mata-mata tidak semudah yang kukira. Apakah Kyuhyun juga pernah mengalami ini semua?. Aish… aku iri dengan Kyuhyun, kenapa ia selalu cepat menyelesaikan tugas? Aku ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas menyebalkan ini!!.

“Kwon Yuri-ssi” ucap Luhan.

“Ne?”

“Apa kau menyukaiku?” tanya Luhan. Apa katanya? Hahaha… mana mungkin aku menyukai orang seperti dirinya. Terlalu manja dan menyebalkan.

“Tidak” jawabku singkat.

“Benarkah?”

“Tentu saja. Aku tak menyukai orang yang terlalu manja dan menyebalkan sepertimu. Yah, memang semua yeoja bisa saja jatuh cinta padamu hanya dengan sekali lihat. Tapi itu tak terjadi padaku” ucapku.

“Hahaha… kau sangat berbeda dengan manager-managerku sebelumnya. Mereka sangat menggelikan. Mereka sering menggodaku dengan gaya yang… iuh, menjijikkan. Makanya, aku selalu bertingkah seenaknya agar mereka mengundurkan diri menjadi managerku. Tapi… kau berbeda” ucap Luhan.

Aku menatap Luhan kasihan. Benarkah ia mengalami semua itu? Kasihan sekali. Apa itu yang membuatnya terus bersikap seenaknya padaku? Untuk mengujiku?.

“Tenang saja, aku bukan tipe yeoja yang seperti itu” ucapku yang berusaha tetap tidak tersenyum dan bersikap dingin didepan Luhan.

Mobil Luhan melaju kearah kantor GG Ent, saat kami melewati kantor itu, aku terus memandang kantor itu tanpa henti. Aish… kalau bukan karena appa, pasti sekarang aku sedang didalam gedung itu sambil bercanda ria dengan GG dan SJ. Hmm… fotoku, hilang! T_T.

“Kenapa kau melihat kantor itu dari tadi? Apa kau mengagumi Super Junior? Atau kau mengagumi CEO agency itu?” tanya Luhan.

Aku menolehkan kepalaku kedepan. “Ani, aku… hanya ingin melihatnya saja” jawabku cepat. Luhan tersenyum evil. “Benarkah? Aku tau, kau pasti menyukai salah satu dari 13 namja Super Junior. Ya kan?” ujar Luhan.

Aku menggeleng cepat. “Ani… aku tak menyukai mereka. Mereka itu menyebalkan” ucapku. “Darimana kau tau kalau mereka itu menyebalkan?” tanya Luhan.

Oops. “Hmm… itu… itu terlihat dari wajah mereka” jawabku gugup. Aku berusaha meyakinkan namja satu ini dengan memasang muka serius, sangat serius.

“Oh” ujar Luhan singkat. Fiuh…. untung dia percaya.

Hening.

Aish… lagu Kyu jelek itu kenapa berbunyi lagi di ponselku??. Kyu babo!! Apa dia tak bisa mengerti keadaanku sedikit…. saja. Aku me-reject panggilan dari Kyuhyun dan mematikan ponselku agar tidak ada lagi yang mengganggu misiku.

“Kenapa tidak kau angkat telfonnya?” tanya Luhan.

“Itu… bukan urusanmu” jawabku. “YA! Tak bisakah kau sedikit saja bersikap baik dan tulus keadaku?” tanya Luhan lagi.

Aish… anak ini, membuatku menjadi merasa sangat bersalah kepadanya. “Mianhae” ucapku singkat. Luhan menatapku aneh. Aku mengerutkan keningku lalu tersenyum pada Luhan. Tampak Luhan terkejut dengan sikapku yang tiba-tina saja berubah. Luhan membalas senyumanku.

Kwon Yuri! Sadar!! Kau ini sekarang adalah mata-mata. Kau tak boleh terjebak dengan orang ini. kau sudah milik Kyuhyun!! Kwon Yuri ireona!

*****

IN GG ENTERTAIMENT OFFICE, 17.00 KST

KWON YURI POV

                Aku memasuki kantor ini dengan terburu-buru, aku takut bila Luhan mencurigaiku lalu mengikutiku dan memergokiku masuk ke dalam kantor ini.

Tadi aku buru-buru menyelesaikan tugasku sebagai manager Luhan lalu pamit pulang. Tampak sekali dari wajahnya kalau dia curiga dengan gerak-gerikku. Aku  takut bila ia membuntutiku kesini.

Aku menaiki lift agar cepat sampai ke lantai 3, lalu masuk keruanganku dengan secepat kilat. Saat aku membuka pintu ruangan ini, hanya ada Kyuhyun, Taeyeon, Sunny, Donghae, Yesung dan Hyoyeon disini.

“Annyeong!” sapaku sambil duduk disofaku.

“Annyeong Yuri-ah!!” teriak mereka sambil tersenyum senang. Aku membalas senyum mereka. “Yuri… bagaimana hari pertamamu bekerja dengan Xi Luhan, si namja cute itu?” tanya Taeyeon. Dia tampak senang sekali ketika menyebutkan nama namja menyebalkan itu.

“Aish… kau tau? Dia sangat menyebalkan! Sifatnya bertolak belakang dengan wajah baby facenya! Dia… sangat… MENYEBALKAN!” teriakku sambil memukul-mukulkan kepala tanganku kemeja kerjaku. Aku sangat kesal sampai-sampai bertingkah seperti itu didepan semua orang ini.

“Benarkah? Atau kau yang terlalu ketus dengannya?” selidik Tiffany sambil menyipitkan matanya kearahku.

“Hm? Memang sih… tapi, sungguh! dia yang memulai duluan, dia memperlakukanku seenaknya saja, tentu saja aku jadi kesal dan marah” jawabku kesal.

“Kau harus lebih berhati-hati dengannya, Yul” ujar Donghae. Aku tersenyum lalu mengangguk. Aku menatap Kyuhyun. Wajahnya cemberut. Kenapa dia? Apa dia kesal karena aku tak mengangkat telfonnya?.

“YA! Namja jelek, kenapa mukamu murung gitu sih? Udah jelek, tambah jelek!” ucapku dengan nada mengejek kearah Kyuhyun.

“Dasar yeoja babo! Yeoja jelek! Yeoja gila! Kenapa kau me-reject telfonku! Pasti kau sedang bersenang-senang dengan namja playboy itu, kan? Sampai-sampai kau melupakanku! Yuri babo!!” teriak Kyuhyun sambil menggembungkan pipinya. Omo… dia ini!!

“Bukan begitu, Cho Kyuhyun!! Tapi… aku ini sedang menjalankan misi! Jadi… tolong mengerti keadaanku!! Dasar namja jelek!!!!” ucapku kesal.

Aish…. namja yang satu ini! dia memang tak pernah mau mengerti dengan keadaan orang lain. Semua yang dia perintahkan harus dituruti. Dasar anak manja. Aku bingung, kenapa anak manja seperti Cho Kyuhyun bisa menyelesaikan tugas yang diberi appa hanya dengan waktu 15 menit. Bayangkan! 15 menit! Aku? Sebulanpun mungkin belum juga selesai.

Kyuhyun memalingkan wajahnya dariku. Aku hanya bisa menghela napas panjang lalu mengangkat bahuku tanda tak peduli. Untuk apa aku peduli dengan Kyuhyun kalau dia tidak peduli denganku? ya kan?.

“Yuri, apa kau sudah tau kelemahan EXO?” tanya Sunny. “Hmm… ntahlah, sepertinya kelemahan mereka adalah terlalu kekanak-kanakan. Tapi, itu tak bisa dikatakan kelemahan, kan?. Nanti pasti aku akan selidiki kelemahan mereka” jawabku.

Sunny mengangguk-angguk setuju. “Jadi kau diberi tugas untuk mengetahui kelemahan EXO?” tanya Donghae.

Aku menggeleng. “Ani, itu hanya misi milikku bersama Sunny dan member SNSD lainnya” jawabku.

Donghae mengerutkan keningnya. “Lalu… untuk apa kau diberi tugas seperti itu oleh Yunho ahjussi?” tanya Yesung.

“Ntahlah. Aku sendiri tak tau untuk apa aku menjalankan tugas ini. Aku sudah tanya pada appa, tapi appa malah bilang ‘selidiki saja orang yang bernama Xi Luhan itu’. Aku saja tak tau apa yang mau kuselidiki dari namja itu. Luhan itu terlalu polos untuk diselidiki” jawabku sambil mengangkat bahuku.

Ya, aku bingung dengan tugas ini. sungguh mencurigakan. Aku diperintah menjadi manager Luhan dan secara tidak sengaja, aku sudah menjadi bagian dari S.P.Y, pekerjaan yang paling kubenci selama ini. aku tau, appa adalah seorang mata-mata terhebat di muka bumi, tapi…. Sungguh! aku sangat membenci pekerjaan yang mempunyai resiko yang sangat tinggi itu. Lalu… appa menyuruhku untuk memata-matai Luhan, tapi tak tau apa yang harus dimata-matai. Bukankah itu aneh? Dan yang paling aneh lagi, kenapa orang yang dipilih appa itu HARUS aku??? Apakah ada maksud terselubung dibalik semua ini?.

“Ini sungguh aneh” kata Hyoyeon yang disertai dengan anggukan dari Taeyeon, Sunny, Donghae, Yesung dan Tiffany. Kyuhyun? Dia tetap tidak memandangiku, yang ia pandangi hanyalah layar PSP nya itu. Dasar maniak game! Kalau aku pikir-pikir… lebih baik dia berpacaran dengan game daripada ia berpacaran denganku. kalian tau? Aku pernah cemburu dengan game! Bukankah itu gila? Cemburu pada game? Yuri babo!

“Mana yang lain?” tanyaku saat menyadari disini hanya ada kami bertujuh.

“Yoona dan Siwon sedang pemotretan. Seohyun, Sooyoung, Jessica, Ryeowook dengan Eunhyuk lagi makan dikantin bawah. Kangin dan Leeteuk sedang mengerjakan misi. Yang lainnya sudah pulang ” jawab Sunny sambil mengingat-ingat. Aku hanya meng’oh’kan perkataan Sunny.

“Kapan Minho dan Sulli pulang ke Korea?” tanya Kyuhyun yang tiba-tiba saja berbicara. Tapi tetap saja tidak memandangku, dia tetap memandang layar PSP-nya.

“4 hari lagi. mungkin Sabtu mereka sudah sampai di Korea. Wae?” jawabku sambil bertanya balik.

“Benarkah!! Hahaha! Aku akan balas dendam ke Minho! Aku akan menghabisinya dengan skor 10-0!” teriak Kyuhyun yang seperti…. Oh My God, mungkin dia kerasukan setan. Ckckckc.

“Hanya 10-0? Padahal kemarin dia mengalahkanmu 25-0” ujar Yesung sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kyuhyun menatap Yesung tajam. “Terus? MASALAH BUAT LOE?” Kyuhyun menirukan gaya Soimah (hahaha).

Yesung yang terkejut dan dibuat takut oleh Kyuhyun langsung berjalan mundur kearah pintu lalu berlari keluar. Mungkin dia berlari pulang kerumahnya. Yang lain tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Yesung yang…. WAW! Luar biasa anehnya.

IN EXO DORM, 17.30 KST

LUHAN POV

                Aku menghempaskan tubuhku keatas ranjang empuk ini. otakku penuh dengan yeoja bidadari itu. KWON YURI. Omo… kenapa aku terus memikirkannya?. Jujur saja, selama ini… yeoja yang dekat denganku pasti terlihat manja dan menjijikkan bila berada didekatku. Tapi, yeoja bernama Kwon Yuri itu… malah sebaliknya. Dia sangat ketus dan dingin kepadaku. Orang yang sangat mandiri. Tipe yang sangat kusukai.

Aku bingung, kenapa tadi dia sangat terburu-buru menyelesaikan tugasnya lalu pamit pulang begitu saja. Jujur saja, aku curiga lalu aku membuntutinya dari belakang. Dia menuju parkir mobil lalu naik kemobil miliknya. Tapi… tunggu dulu! Bukankah dia bilang dia orang susah? Tapi kenapa punya mobil semewah itu? Dia bilang dia ingin uang lebih untuk pengobatan appanya, kalau begitu kenapa ia tidak menjual mobilnya saja? Bukankah mobil miliknya itu sangat mahal harganya bila dijual? Lalu… kalau memang ia tak punya uang yang cukup, kenapa appanya dirawat di Amerika?. Aish… ini benar-benar aneh!. Tapi… sudahlah, itu urusannya.

Apa dia sudah punya pacar, ya? Kuharap belum. hehehe. Kwon Yuri, aku tak tau mau bilang apa, tapi aku menyukaimu ^^. Kuharap kau juga punya perasaan yang sama denganku.

Aku tersenyum-senyum sendiri sambil memikirkan Yuri. Aish… aku ini sudah tak waras lagi. tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan menampakkan wajah Sehun yang sedang tersenyum. “Lulu hyung… saatnya makan malam!” ucapnya sambil menarikku keluar dari kamar menuju ruang makan EXO.

Dimeja makan sudah banyak yang duduk disana sambil tertawa ria. Aku dan Sehun duduk bersebelahan. Saat semuanya sudah berkumpul, makanan segera dihidangkan, lalu kami semua memakan makanan itu.

“Luhan hyung! Apakah kau menyukai cara kerja Yuri?” tanya Baekhyun memulai perbincangan.

“Ne, aku sangat menyukainya. Dia tidak seperti manager-manager lamaku yang bisanya hanya bermanja-manja denganku. kau tau? Yuri sangat dingin dan pendiam” jawabku bersemangat. Ntahlah, aku sangat bersemangat sekarang ini.

“Benarkah? Pasti kau sangat menyukai Yuri” tebak Chanyeol. Aku tersenyum lebar. Semua orang tau, kalau aku tersenyum jawabannya adalah ‘ya’.

“Aku juga menyukai Yuri noona” ucap Sehun dengan semangat. What? Anak ini…. polos sekali. Lagian, kenapa ia memanggil Yuri dengan sebutan noona? Darimana dia tau kalau Yuri lebih tua darinya.

“Yuri noona? Memangnya… umur Yuri berapa?” tanya Suho.

“21 tahun, sama dengan Luhan hyung” jawab Sehun. “Darimana kau tau?”

“Tadi… aku dan Yuri noona berpaspasan jalan, dan kami mengobrol sebentar. Dia memberitauku agar aku memanggilnya noona, karena umurnya sama dengan Luhan hyung yang lebih tua dariku” Sehun menjawab pertanyaan itu dengan santai. Mwo? Jadi…  waktu aku menunggu Yuri diantin tadi, Yuri berbicara dengan Sehun? Malang sekali nasibku T_T. 30 menit waktuku kuluangkan hanya untuk menunggu Yuri yang ternyata asik mengobrol dengan Sehun.

“Apakah Yuri sudah punya namjachingu?” tanya Baekhyun. Aku mengangkat bahuku. “Aku tidak tau. Saat aku tanya, dia jawaab ‘itu bukan urusanmu’” jawabku. Baekhyun, Sehun dan Chanyeol tertawa terbahak-bahak. Aku mengerutkan keningku. Mereka sudah gila?.

*****

                Pagi datang!!. Aku bangun dari tidurku lalu mandi, berpakaian dan pergi kemeja makan untuk sarapan. Aku segera menghabiskan makananku dan minumanku. Setelah selesai sarapan, aku pergi ke sofa ruang tengah dan menonton TV sambil menunggu yang lain selesai makan.

Oh iya, hari ini aku tampil di music bank bersama BoA noona. Aku diminta untuk menjadi pasangan dance-nya di only one. Tapi… jam berapa, ya?.

“SEHUN!” teriakku dari ruang tengah. Sehun tampak berlari dari ruang makan menuju ruang tengah, tempat dimana aku berada sekarang.

“Ada apa, hyung?” tanya Sehun. “Apa kau tau nomor telfon Yuri?” tanyaku balik.

“Hmm… ada. Wae?”

“Minta…”

“Untuk?”

“Ada hal penting yang ingin kutanyakan padanya. Jebal!” rengekku. Sehun pergi kekamarnya lalu kembali lagi keruang tengah dengan sebuah kertas ditangannya.

“Ini nomornya, hyung” ujar Sehun sambil memberi kertas itu kepadaku. Aku tersenyum lalu mengusir Sehun dari hadapanku (wuih! Sadis).

Aku mengeluarkan I-phone milikku lalu segera menelfon nomor yang diberikan Sehun padaku.

“Yeoboseo” ujar orang diseberang telfon. Apa ini suara Yuri?

“Yeoboseo, apakah ini Kwon Yuri?” tanyaku langsung.

“Bukan, aku Im Yoona, teman Yuri. Ini siapa, ya?” jawabnya sambil bertanya balik. Im Yoona? Rasanya aku pernah mendengar nama itu di…. internet, TV dan majalah-majalah. Bukankah dia yang digosipkan sedang menjalani hubungan dengan Choi Siwon dan Lee Donghae dari Super Junior?. Tapi… dia teman Yuri? Aish… mungkin itu Im Yoona yang lain.

“Aku Xi Luhan dari EXO. Apa Yurinya ada?”

Diam. Kenapa dia hanya diam?. Apa dia tak dengar apa yang kutanyakan?. “Apa Yuri-nya ada?” tanyaku sekali lagi. dia tetap diam tak terdengar suara sedikitpun. Telfonnya belum terputus, tapi kenapa tidak ada jawaban?.

“YA! APA KAU DENGAR AKU?” teriakku.

“YA! kau ini punya sopan santun atau tidak?” teriak… entahlah kurasa itu bukan Yoona. Kurasa itu suara Yuri.

“Yuri?”

“Ne, kau mau apa menelfon aku pagi-pagi?” tanya Yuri ketus.

Aish… haruskah dia galak?. Kenapa aku bisa suka dengan orang galak seperti dirinya?. Luhan aneh!. “Hmm… aku ingin tanya, jam berapa aku tampil di music bank nanti?” tanyaku berusaha lembut.

“10.00 KST. Ada yang mau kau tanyakan lagi?”

“Apa kau sudah sarapan?” tanyaku. Luhan babo!! Untuk apa kau tanyakan itu padanya????

“Belum. kenapa? Kau mau mentraktirku makan? heh?” ujarnya. Mwo? Nada suaranya itu… aku tidak mimpi? Kenapa dia begitu lembut padaku? Apa aku bermimpi?.

“Hahaha… tidak. Seharusnya kau yang mentraktirku, aku ini kan atasanmu” tawaku.

“Apa hubungannya? Memangnya bawahan harus mentraktir atasannya? Aish… dasar aneh. Sudah, ya! aku mau sarapan dulu. Bye, sampai jumpa di kantor” ucap Yuri ketus tapi lembut sambil memutuskan sambungan telfon antara aku dan dia.

Aku hanya bisa melongo tak percaya. Apa dia benar-benar Yuri? Yuri yang dingin itu? Apakah ini nyata? Atau ini hanya mimpi?. OMO!! Sungguh aku senang sekali!.

“Luhan! Ayo berangkat!” teriak Kris dari balik pintu depan dorm EXO. Aku berdiri, mematikan TV lalu berlari kearah mobil dan masuk kedalamnya. Hari ini giliran Suho yang jadi supir #PLAK.

Ntahlah. Di sepanjang perjalanan, aku hanya senyam-senyum sendiri. mungkin orang-orang yang melihatku mengira bahwa aku benar-benar sudah gila. “Hyung! Kenapa senyam-senyum sendiri?” tanya Sehun sambil mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajahku.

“Aku? Benarkah?” tanyaku yang pura-pura ta percaya. “Ne, kau! Hmm… pasti lagi mikirin Yuri noona, kan?” goda Sehun dengan senyum evilnya.

Aku tersenyum malu karena Sehun bisa menebak apa yang ada dipikaranku sekarang. Mungkin warna pipiku juga sudah berubah menjadi merah. Hahaha.

“Aish… hyung pake malu-malu segala” ujar Sehun sambil tertawa melihatku. Aku ikut tertawa bersama Sehun.

“Tapi, sayang sekali… Yuri noona sudah punya pacar” ucap Sehun sambil menggembungkan pipinya. Mwo? Sudah punya pacar? Benarkah? Andwe!

“Benarkah?” tanyaku memastika. “Ntahlah. Tapi sepertinya sih begitu” jawab Sehun. Artinya… belum tentu, kan?. Aish… Sehun ini!

Tak lama, mobil yang kunaiki berhenti disebuah kantor. Kantor apa lagi kalau bukan kantor SM? Aku bersama member EXO yang lainnya turun dari mobil lalu berjalan memasuki kantor SM. Mataku terus mencari-cari wajah Yuri. Tapi, sepertinya dia belum datang.

“Luhan!” teriak seorang yeoja dari arah belakangku. Aku membalikkan badanku kearah yeoja itu.

“Yuri-ya!!” teriakku balik sambil melambaikan tanganku. Yuri tersenyum sambil balas melambaikan tangannya padaku. Omo! Dia tersenyum padaku! Aku tanya sekali lagi, apa ini nyata?. Mungkin ini hari keberuntunganku!.

Yuri berlari kearahku dan berhenti tepat disampingku. Aku merangkulnya lalu membawanya menjauh dari member EXO lainnya.

“Hari ini aku ada jadwal apa saja?” tanyaku sambil tersenyum kearah Yuri. Wajahnya yang tersenyum tadi tiba-tiba berubah menjadi mengerikan. Aku bergidik ngeri dan segera melepaskan rangkulanku dari lehernya. Ia tersenyum kembali. “Jam 10.00 KST, di music bank bersama BoA, lalu jam 13.30 di acara Strong heart EXO&Super Junior special, lalu bebas” jawab Yuri.

“Makan siang nanti, aku traktir kau. Oke?” ucapku.

“Sip!” ujar Yuri sambil mengangkat jempolnya. Aku tertawa sambil mengacak-acak rambutnya. Lagi-lagi wajahnya berubah menjadi menakutkan. Aku melepaskan tanganku dari kepalanya dan wajahnya kembali tersenyum. Aish… kurasa, dia benar-benar tak senang bila aku menyentuhnya tanpa izin. Oke, aku tak akan menyentuhnya lagi. kalian tau? Wajahnya begitu menyeramkan saat aku menyentuhnya. Ish… mengerikan. Benar-benar gadis aneh.

“Baiklah… ini jam berapa?” tanya Yuri. Aku melihat jam tanganku. “08.45 KST” jawabku singkat.

“Pukul 09.15 nanti kita langsung pergi ke music bank, mengerti?” ujarnya. Aku mengacungkan jempolku lalu tersenyum.

“Nunggu 30 menit lagi, mau ngapain?” tanyaku.

“Apa kau tidak latihan dance bersama BoA?” tanya Yuri balik.

“Tidak, kemarin aku dan BoA noona sudah latihan, hari ini tinggal tampil. Lagian… BoA noona hari ini nggak ke kantor, dia langsung ke tempat acara” jawabku.

“Oh” ujar Yuri singkat. Sangat singkat malah.

“Nanti di strong heart ada Super Junior, ya?” tanyaku.

“Ne, wae?”

“Nggak ada… di Super Junior ada sahabatku. Dia lebih tua 2 tahun dariku, jadi… dia sudah kuanggap sebaga hyung-ku sendiri” jawabku.

“Oh ya? siapa?” tanya Yuri yang tampak antusias. Sepertinya… Yuri memang benar-benar penggemar Super Junior.

“Cho Kyuhyun” jawabku sambil tersenyum.

“MWO?”

*****

                “Luhan-ssi, terima kasih atas kerjasamanya” ucap BoA noona sambil tersenyum. “Ne, terima kasih kembali noona” ujarku sambil membungkukkan badanku ke BoA noona. Aku pamit pada BoA noona lalu berlari mencari Yuri.

“Yuri” ucapku saat aku menemukannya sudah berdiri didepan mobil miliknya. Sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang yang menelfonnya.

“Oke, ne… ne, nado. Bye!” ucap Yuri pada orang yang ditelfonnya itu lalu menutup telfonnya. Kira-kira, siapa yang berbicara dengan Yuri tadi, ya? yuri tampak senang sekali. Apa pacarnya? Tapi… Yuri tak mungkin punya pacar!

“Sudah selesai?” tanya Yuri sambil menyimpan ponselnya ditas miliknya.

“Sudah. Kau tak melihatku tadi?” tanyaku balik.

“Hehehe,,, maaf, tadi aku ada sedikit urusan jadi aku tak bisa melihatmu tampil” jawab Yuri sambil menggaruk-garuk kepalanya. Aish… padahal, aku berusaha menari sebaik mungkin untuk dipertunjukkan pada Yuri, tapi dia malah tidak menontonku.

“Sekarang kita kemana lagi?” tanyaku. Aku berusaha memendam rasa kekecewaanku didepan Yuri.

Yuri melihat jam tangannya. “Pukul 12.00 KST… makan siang, yuk! Kau berjanji mentraktirku, kan?” ujarnya.

Aku mengangkat jempolku. “SIP! Ayo” ucapku. Hampir sama aku memegang tangannya, untung aku ingat kalau dia tidak suka disentuh tanpa izin! Xi Luhan… kendalikan dirimu! Yeoja yang berada didepanmu ini bukan yeoja-yeoja yang selama ini disekitarmu!

Aku dan Yuri masuk kedalam mobil milik Yuri dan pergi melaju ke sebuah restaurant. Tadi padi, aku tak membawa mobilku kekantor, jadi pergi-pergi terpaksa meminjam mobil Yuri. Mobil ini lebih mewah dari mobil yang kumiliki. Aku penasaran, kenapa orang biasa-biasa seperti Yuri bisa memiliki mobil semewah ini. tapi, aku tau, Yuri tak akan suka bila ada orang yang mencampuri urusan pribadinya. jadi aku tak menanyakan hal itu.

“Sampai!” ucapku. Yuri menggeleng-gelengkan kepalanya lalu keluar dari mobil ini. aku tersenyum dan ikut keluar dari mobil ini. aku berdiri disebelah Yuri sambil tersenyum. Tiba-tiba saja kakiku diinjak olehnya.

“YA! kau ini!” teriakku kesal.

“YA! XI Luhan, kau mau masuk ke restaurant ini dengan keadaan terang-terangan begini? Kau dan aku bisa terlibat scandal!” ucap Yuri sambil menjitak kepalaku.

Aku mengelus kepalaku pelan. Yeoja ini… aish!. “Aku lupa membawa perlengkapan menyamarku” ujarku.

Yuri menghela napas panjang. “Pakai ini!” ucap Yuri sambil menyerahkan sebuah topi dan masker kepadaku. Aku mengambilnya lalu memasangnya. Yuri tersenyum sambil mengangkat jempolnya. Aku hanya bisa menghela napas panjang. Bagaimana aku bisa makan kalau aku memakai masker?.

Aku dan Yuri masuk ke dalam restaurant itu lalu duduk ditempat duduk yang masih kosong. Memang, banyak yang menatapku dengan tatapan penasaran dan aneh. Tapi… sudahlah, yang penting perutku terisi.

Kami memesan makanan masing-masing. Tak kusangka, ternyata Yuri memesan makanan banyak sekali. Aish… dia ini, mentang-mentang aku yang bayar. Aku hanya bisa melongo melihat Yuri yang memesan makanan begitu banyak.

“YA! kau pesan makanan banyak sekali” ujarku.

“Hahaha… lepas maskermu! Aku tak tau apa yang kau katakan” ucap Yuri sambil membukakan maskerku. Aish… yeoja ini, lagi-lagi membuatku menjadi deg-degan dekat dengannya. yeoja yang penuh dengan kejutan.

“Jadi, apa yang kau katakan tadi?” tanya Yuri sambil menopang dagunya sambil tersenyum.

“Kau… memesan makanannya banyak sekali” jawabku sambil menggembungkan pipiku.

“Hehehe, mumpung gratis” tawanya.

“Ne… ne, gratis di kamu… bayarnya di aku” ucapku kesal. Yuri tertawa sambil menjulurkan lidahnya padaku. Aku balik menjulurkan lidahku padanya dan hal itu membuatnya tambah tertawa melihatku. Kenapa hari ini dia begitu menyenangkan? Kemarin… dia begitu menyeramkan. Apa besok dia akan kembali menjadi yeoja menyeramkan dan esoknya lagi menjadi menyenangkan dan begitu seterusnya?. Dasar aneh!.

“Oh iya, hm… kenapa kau dan Sehun dekat sekali?” tanyaku. Pertanyaan itu terus melayang dikepalaku dari tadi. Dan rasa itu muncul begitu saja. Mungkin, itu yang dikatakan rasa iri atau… lebih tepatnya rasa cemburu.

“Aku dan Sehun? Oh, itu… dulu, Sehun itu tetanggaku saat aku menetap di LA. Nah, waktu kelas 8 SMP, aku pindah ke Korea dan berpisah dengan Sehun. Sejak itu aku tak pernah lagi mendengar tentang kabar Sehun, sampai akhirnya aku melihat berita bahwa ada sebuah grup baru bernama EXO dan saat itu juga aku tau bahwa Sehun sudah besar dan tambah tinggi. Hehehe” jawab Yuri. Jadi, Yuri dan Sehun pernah menetap di Los Angeles?. Aku baru tau. Berarti, Yuri dan Sehun sudah sangat dekat. pantas saja saat itu Sehun dengan polosnya mengatakan bahwa aku berkata bahwa Yuri itu bidadari.

Aku mengangguk-angguk mengerti. Tak lama, makanan yang kami pesanpun datang. Mata Yuri berbinar-binar saat melihat semua makanan yang dipesannya. Dengan cepat ia meyambar semua makanan itu. Omo! Nafsu makannya itu… membuatku menjadi semangat untuk makan. ckckck.

*****

                “Luhan hyung! Yuri noona!” terlihat 11 orang namja melambaikan tangannya padaku dan Yuri. Aku dan Yuri balik melambaikan tangan kepada mereka lalu berlari kearah mereka.

“Kalian kemana saja? Kenapa lama sekali sampainya?” tanya Sehun sambill berjalan kesebelah Yuri.

“Kami baru saja selesai makan siang” jawabku bangga. Sehun mencibir kearahku.

“Apa Super Junior sudah datang?” tanya Yuri.

“Sepertinya belum… hei, itu mereka!” ucap Xiumin sambil menunjuk kearah belakang Yuri dan aku. Aku dan yang lainnya melihat kearah yang ditunjukkan Xiumin dan mendapati 13 namja tampan sedang berjalan masuk ke kantor KBS.

Aku dan member EXO lainnya membungkun kearah Super Junior saat mereka sudah berada dihadapan kami. mereka balas membungkuk kearah kami.

“Annyeong Luhan!” sapa Kyuhyun sambil tersenyum. Tersenyum, bukan kearahku tapi kerah Yuri. Aish… apa dia terpsona dengan Yuri? Lihat saja! Tak akan kubiarkan dia menyentuh Yuri-ku sedikitpun.

Yuri tersenyum manis kearah Kyuhyun. Tch… bahkan dia tak pernah memberi senyuman semanis itu padaku. Apa Yuri menyukai Kyuhyun? ANDWAE!! Itu tidak boleh terjadi, dan tidak akan pernah terjadi!.

“Annyeong hyung!” sapaku balik. EXO dan Super Junior segera masuk kedalam studio Strong Heart, begitu juga dengan Yuri yang setia menemaniku setiap saat (Luhan narsis banget). Kyuhyun dan Yuri terlihat sedang bercanda ria. Sebenarnya, apa hubungan mereka? Bahkan saat Kyuhyun merangkul Yuri, Yuri tak marah. Tidak seperti sifat Yuri kepadaku. Ini sungguh tak adil!

Atau… YURI DAN KYUHYUN ITU PACARAN? Tapi… tak mungkin Kyuhyun tertarik dengan seorang yeoja dari kalangan rendah seperti Yuri. Atau… Yuri membohongiku?

TBC

Jiah… TBC nongol tuh! Hehehe

Gimana part 2 nya? Tambah seru? Makin garing? Nggak suka? Suka? Atau gak ada seru-serunya?

Hehehe

Sorry banget yang udh lama nunggu nih ff. Author lagi sibuk dengan sekolah, banyak PR, ulangan menumpuk (loh? Bukannya PR yang menumpuk, terus ulangan yang banyak? #PLAK)

Mungkin part 3 nya juga harus nunggu lama. Tapi gak lama-lama banget, sih…. hehehe

Oke, Read, Comment, Like (RCL) jangan lupa, oke?

Bye!

47 responses to “(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 2)

  1. Hahaha karacternya lucu2…. 😀
    Sehun polos abis….ckckckck
    Kyu jg kkanak2an bgt …..
    Ditunggu part 3 nya…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s