Prisoner Of Love [Love~6]

Author : Momochii a.k.a Nursaadah Salsabila Putri

Genre : Romance, Comedy, ㅁLove/ Square Love

Rating : PG 15

Main Cast :

– Oh Sehun [EXO]

– Park Minji [OC]

– Park Chanyeol      [EXO]

-Kim Haneul [OC]

Length : Chaptered

Twitter:@Yamada_salsa

Facebook :Mugiko Salsa

Instagram :@nursaadahsalsabila

Prev : Part 1 , Part 2,Part 3,Part 4, Part 5

Author Pov.

Monday, 19:00 KST

Terlihat suasana canggung menyelimuti kedua insan yang berada didalam ruangan itu.

“Park Minji .. Berkencanlah denganku”

“NE????!!!!” Minji terlonjak kaget dari tempat ia duduk. Nafasnya tercekat. Karena ini pertama kalinya ada orang yang mengajaknya berkencan semumur hidupnya.

“Berkencanlah denganku , Kutuggu kau di tempat rahasia kita 5 hari lagi ne?!!”Ucap Chanyeol sambil memegang kedua pundak Minji.

“Chanyeol~ah , Tapi aku sudah bertunangan” Minji beranjak dari Sofa , namun Chanyeol menghentikan Minji untuk Pergi ,ia menggenggam tangan Minji

“Waeyo? Bukankah tunanganmu itu tidak mencintaimu?”

SRETT..

Perkataan Chanyeol benar .. Lagi-lagi luka di hati Minji menguak semakin lebar , ia harus dibangunkan oleh kenyataan bahwa Sehun memang tidak mencintainya.

Minji tersenyum pahit.

“Chanyeol ~ah Aku permisi dulu” Minji segera Pergi.

“Park Minji” Teriak Chanyeol memanggil Minji . Minji pun berhenti sejenak .

“Aku akan tetap menunggumu hari sabtu jam 3 sore , aku akan terus menunggu sampai kau datang” Ucap Chanyeol. Setelah mendengar perkataan Minji , Minji pun kembali melangkahkan kakinya keluar dari rumah Chanyeol.

Minji POV.

Berkencan? Apa aku pantas untuk berkencan? Ani.. Sebenarnya bukan itu yang aku pikirkan sekarang , Bagaimana perasaan Sehun nanti ? Memang seharusnya aku tidak harus memikirkan hal ini karena jawabannya Sebenarnya sudah jelas kudapatkan, Sehun pasti tidak akan perduli . Karena aku sama sekali tidak ada dimatanya.

“Huuufftt.. Hari ini dingin sekali” Aku mengusap lenganku , Yup seperti yang kalian tahu aku memang masih memakai baju seragam ku yang sangat tipis ini. Sebenarnya aku ini ingin cepat pulang, tapi kalau aku pulang tentu saja pasti bertemu Sehun, Appa malah tidak meninggalkan kunci rumahku lagi.

“ Kenapa nasibku malang sekali ?” Ucapku sambil melihat langit yang gelap gulita tanpa bintang.

Aku terus berjalan menuju sebuah halte bus  dekat rumah Chanyeol .

Oh ,untunglah ternyata nasibku tidak malang-malang sekali , Busnya masih ada, Aku pun menaiki bus yang sekarang berada dihadapanku

Author Pov.

Minji menyandarkan kepalanya pada kaca bus ,seolah ingin berbagi beban berat yang barada dikepalanya.

Sehun ,, Namja itu yang kini berada dalam lamunan nya.

“Babo~ Kenapa Aku masih memikirkanmu ,eoh?” Tanya Minji menjitak kepalanya pelan

Tiba-tiba  mata Minji menangkap sosok Sehun yang berada di tepi jalan, Minji membelalak kaget,

Oh Ternyata itu tiang..  Beginilah keseharian Minji . Dimana- mana selalu terbayang wajah Sehun. Mungkin dia sudah  terkena pelet Sehun .

“Babo~ya!” Rutuk Minji pada dirinya sendiri

Agar terhindar dari bayang-bayang Sehun , Minji pun mengeluarkan ipod yang berada didalam tasnya. Ia memasang headset ke kedua telinganya

Tiit. . Lagu pun terputar.

Minji bersenandung kecil mengikuti lyric lagu yang terputar di Ipod nya.

Setelah beberapa Menit berlalu ..

Minji turun dari bis menandakan bahwa ia sudah sampai ditempat tujuannya . Sekarang Minji sudah berada dihalte dekat rumah Sehun.

Minji menghitung setiap langkahnya

Ini sudah langkah yang 32 ..  Tinggal 18 langkah lagi ia akan sampai didepan rumah Sehun atau rumah tempat sekarang ia tinggal

Langkah Minji berhenti di 32..

“Huffftt.. Ottokhae?” Tanya Minji pada dirinya sendiri. Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di tepi jalan ,ia menenggelamkan wajahnya kedalam pangkuannya.

~æ~æ~æ~

Sehun POV.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30

Ini sudah malam kenapa yeoja itu belum muncul juga? Aku menghela nafas

“Sudah larut begini ,kenapa batang hidungnya belum muncul juga?”Kenapa yeoja yang satu itu suka sekali membuat orang repot?

Entah kenapa aku jadi mondar –mandir begini .

“Baiklah , aku akan mencarimu Minji!!” Ucapku pada diri sendiri ,Kuambil jaket kulit yang berada diatas sofa karena tadi aku mencampakkannya asal dan menuju keluar rumah.

Setelah melewati gerbang aku melihat kekanan dan kekiri , setelah itu aku memutuskan untuk mengambil langkah ke kiri ,, ahh.. yeoja yang satu ini benar-benar merepotkan saja.

Satu langkah ..

Dua langkah..

Aku kembali membalikkan badanku , sepertinya tadi aku melihat sosok seorang yeoja yang memakai seragam yang sama dengan seragam sekolahku dilihat dari postur tubuhnya  mirip sekali dengan Minji, tapi aku tak bisa melihat wajahnya ,karena ia menyembunyikan tangannya kedalam pangkuannya.

“Huufftt” Aku medengar yeoja itu menghela nafas panjang

Sepertinya aku tidak salah ,dia memang benar-benar Minji .

Aku berjalan mendekatinya.

“Huuffftt.. Kenapa appa malah menitipkanku dirumah Sehun eoh?  “Ia menggerutu ,namun wajahnya masih tidak terlihat karena ia masih menenggelamkan wajahnya . Aku tertawa geli mendengar gerutuannya.

“Memangnya kenapa kalau dititipkan dirumah Oh Sehun ,nona?” Godaku.dengan memasang wajah serius

“Eoh? “ Dia mendongakkan kepalanya ,Kulihat ekspresinya terlihat kecewa.

“Huftt.. Kenapa sekarang bayangannya Sehun bisa bicara ? “ Ucapnya ,

“Bayangan?” Aku tertawa mendengar perkataan bodohnya itu.

Ia menatapku dengan ekspresi bingung.

“Waeyo?” Tanya ku

“Omona!! Jadi kau bukan bayangan Sehun ?” Tanyanya kaget.

“Hei, Minji kenapa malam-malam begini kau diluar hah? Hari ini dingin sekali tahu! Kau kenapa tidak langsung masuk saja! Merepotkan..!”Celotehku, Aku mengamit tangannya dan membawanya untuk segera masuk kedalam rumah, Lihat bahkan sekarang tangannya sudah beku seperti es. Dasar..Sebenarnya sudah berapa lama dia duduk disini hah?!

Dia hanya menatap tangannya yang digenggam olehku dengan ekspresi yang entahlah aku juga tak mengerti.

Setelah masuk kedalam rumah aku melepaskan tangannya,  Entah ada apa ? setelah aku melepaskan genggaman tanganku ia malah menghela nafas lega.(?)

Minji Pov.

“Haaahhhhhh..”Aku menghela nafas lega ,karena Sehun sudah melepaskan tangannya dariku.  Apa kalian tahu  ? Sebenarnya dari tadi  jantung ku mau jatuh dari tempat asalnya karena tanganku dan tangan Sehun bersentuhan .

“Waeyo? “ Tanyanya .

“Mwo?” Aku tak mengerti dengan apa yang ditanyakannya.

“ Kenapa kau menghela nafas ?” Tambahnya lagi .

“a..aa..ni” Jawabku.

“Wae?” Tanya Sehun semakin mendekat ,tatapan matanya seakan menusuk langsung kedalam hatiku.

“Amugotto.. Sehun ~Ah”Ucap ku padanya, aku tak berani menatap matanya karena matanya langsung menatap tajam tepat dibola mataku

Ia semakin mendekatkan wajahnya , Bayangkan saja kini jarak wajah kami sudah tinggal setengah jengkal.

Tunggu dulu..

“Jjjamkaman” Ucapku

“Sehun~ah! Bukankah terakhir kali kita bertemu , aku marah denganmu? Lalu kenapa sekarang seperti tidak terjadi apa –apa hah?” Tanyaku pada Sehun dan diriku sendiri.

Dengan jarak setengah jengkal , Sehun tertawa geli.

“Berarti kau memang tak bisa marah padaku ya Minji~ah” Ucapnya seraya tertawa terbahak-bahak.

Aku mengerucutkan bibirku sebal, Aku kesal dengan diriku sendiri kenapa malah bertindak bodoh dihadapan Sehun yang babo ini. Tiba-tiba saja Sehun terdiam.

“Waeyo?” Tanyaku bingung.

Dia tidak menjawab pertanyaanku . Dan .. Oh tuhaaannn ,,, aku mau sekarat.. Dia semakin mendekatkan wajahnya kewajahku.

Dia menarik pinggangku ,danmembuat jarak kami semakin dekat.

“Sss..ssee.ssehun~ah .. Wwwaae irae?” Tanyaku gugup. Dia tidak menjawab pertanyaanku.Kali ini ekspresi wajahnya berubah menjadi serius.

Oh seseorang tolonglah ! Aku ingin mengambil penggaris untuk mengukur jarak antara kami

Mungkin ini sudah kurang dari 3 cm. Tidak ini bukan waktunya untuk matematika tapi .. aarrgghh.. aku tidak tau harus melakukan apa lagi?!!?!!

Tiba-tiba Sehun mengeluarkan perkataan yang membuat jantungku hampir lepas dari tempatnya berada.

“Bukankah kau tau apa yang namja dan yeoja lakukan ,kalau berduaan dirumah?” Ucapnya sambil menyeringai.

Aku memutar otakku sejenak ….

.

..

..

MWO? Yeoja dan namja lakukan kalau berduaan dirumah???!!

“Yyyaaakk!!!!!” Aku mendorong Sehun, Sehingga dia terjatuh kelantai.

“Aww..appphpooo” Ringis nya .

“Neo gwenchanaa?” Tanyaku khawatir.

“Nan Gwenchana” Ucapnya sambil menjulurkan lidahnya dan berlari kabur menuju tangga.

“Yyaaaakk!!! Kau mengerjaiku lagi!!!!” Teriakku sambil melempar sandal tidur yang tadinya berada dikakiku ,kearahnya.

“Hahaha” Ia tertawa sambil terus berlari dari kejaranku.

“Dasar Sehun kurang ajar! Seenaknya saja dia mengerjaiku” Akhirnya aku menyerah dan masuk kedalam kamarku.

Tak lupa aku untuk mengunci kamar, karena mana tahu Jin Tomang yang ada diluar itu bisa masuk dan mengerjaiku lagi. – 3 –

Aku mandi dan mengganti baju seragamku dengan baju tidur, Setelah itu aku terlelap dan merajut Mimpi-mimpi Indahku hehe..

Aku tertidur sangat lelap..

Ckrekk…ckrikkk

Sepertinya ada suara yang mengganggu tidurku , suara itu sepertinya berasal dari pintu tapi sudahlah ,biarkan saja.. Mataku begitu lengket untuk sekedar mengintip apa yang terjadi.

Aku kembali merajut mimpi-mimpi ku yang tadi sempat terhenti.

Sehun POV.

Sebenarnya tadi aku cukup khawatir , Sikap Minji akan berubah , Tapi syukurlah dia bersikap seperti biasanya , Sifat masa kecilku jadi timbul kembali .. Hari yang lumayan menyenangkan , karena aku bisa kembali mengerjainya tapi . Sepertinya yang tadi itu belum cukup..

Park Minji lihatlah hari esok dengan tersenyum..

Hehe … Aku menyeringai,membayangkan reaksinya dengan bibir mengerucut.

Keesokan harinya .. Sebenarnya aku sudah tak sabar untuk mendengar reaksi dari penghuni kamar disebelahku ini . Lihat saja 😀

“OH SEHUUUUUUUUNNNN!!!!!!” Pagi-pagi  begini teriakan Minji sudah menggelegar kemana-mana ,mungkin ibu- ibu  hamil yang mendengarnya bisa keguguran ditempat saat itu juga .

Akhirnya aku terpaksa bangun dari tidurku ,dan keluar kamar.

Author Pov.

Tuesday,08.00 KST

Pagi yang cerah ini disambut dengan teriakan dari Minji yang membahana keseluruh ruangan, Yup sepertinya Sehun benar, Mungkin ibu-ibu hamil akan keguguran kalau mendengarnya .

Tentu saja Minji berteriak, ia tak bisa kemana-mana karena Sehun mengunci pintu kamarnya.

“Yakkk!! Oh SEHUN Cepat buka pintunya,,aku mau keluaaaaarrrrr!!!” Teriak Minji sambil menggedor-gedor pintu kamarnya dari dalam.

“Hahahah… Oh.. Ternyata kau sudah bangun ya?” Ucap Sehun berusaha menahan tawanya.

“Yakk!! Cepat buka pintunya Oh Sehuuuunn!!” Teriak Minji lagi dari dalam kamar.

“Shiroo” Balas Sehun.

“Hei!!! Buka Pintunya ppallii!!” Teriakan Minji semakin kencang.

“Shiroo~ Aku siap-siap dulu ya Minji!! Annyeong” Sehun masuk kedalam kamarnya dan mandi, setelah itu ia bersiap-siap dengan memakai seragamnya.

“Yaaaaakkk!!” Minji terus berteriak, Ia memang sudah selesai bersiap-siap.

CKLEKK..

Pintu kamar Minji pun terbuka, bersamaan dengan terbukannya Pintu kamar Minji , Minji disambut dengan senyuman polos dari Sehun.

“Hehehe” Sehun hanya memasang wajah tanpa dosa didepan Minji.

“Yakk.. Oh Sehuuuuun!!!!!” Minji berteriak sambil mengejar Sehun .

Sehun  yang dari tadi sudah siap mengambil posisi kuda-kuda nya pun kabur dari kejaran Minji.

Setelah letih kejar-kejaran Minji dan Sehun pun terduduk diatas Sofa ruang tamu.

“Haaahh.. Kemampuan larimu semakin berkembang Minji~Ah” Ucap Sehun dengan nafas tersengal-sengal.

“Tentu saja! Belakangan ini aku harus mengejar tikus yang sangat besar” Ucap Minji sambil melihat kearah Sehun.Bahunya naik turun ,ia masih berusaha menstabilkan nafasnya .

“Mwo ? Tikus?? Namja tampan seperti ini kau samakan dengan tikus?? Aihh neo jinjja!!” Protes Sehun.

“Kau ya ,,yang merasa tikus besar itu dirimu” Minji menjulurkan lidahnya.

“Huufft.. Bae Gopha” Tambah Sehun .

“Na do” Ucap Minji melirik Sehun.

Sehun pun menyenggol lengan Minji bermaksud meminta dimasakkan makanan.

“aishh.. Shiroo” Tolak Minji.

Sehun lagi-lagi menyenggol lengan Minji namun kali ini dengan menunjuk dapur dengan bibirnya,dan tak lupa ia juga mengeluarkan senyumnya yang sangat mempesona.

“Arassoooo.. Jangan keluarkan senyum jelekmu itu..!” Ucap Minji beranjak dari sofa menuju dapur untuk memasakkan sesuatu untuk Sehun.

Sehun tersenyum kearah Minji.

Setelah Minji beranjak dari sofa menuju dapur ,Sehun memegangi dadanya sepertinya ada yang berdetak lebih cepat dari biasanya. Entah lah, mungkin karena tadi ia habis berlari-larian  bersama Minji.pikirnya

Selama Minji memasak,Sehun tak henti-henti nya memandangi Minji.

“Tak usah memandangi ku seperti itu” Ucap Minji tanpa mengalihkan pandangan nya dari sayur yang sekarang sedang ia iris.

“Uhuk..uhukk Mmmwo? Sssiapa yang memandangi mu? “Bantah Sehun.

Minji hanya tersenyum simpul. Tapi setelah itu ia tersenyum pahit.

‘Oh Sehun, seandainya waktu bisa berhenti disini, aku ingin menghentikannya ,, Benar-benar ingin menghentikannya, Aku ingin saat-saat kau hanya memandangiku ,tanpa memikirkan yeoja lain, Aku sangat senang hari ini , entah kenapa walaupun kau menjahiliku seperti tadi ..aku .. sangat senang.. Ini saat-saat yang sangat langka .. Aku akan mengingatnya .. tapi aku juga berharap bisa melupakannya’ Batin Minji.

Crett..

Tangan Minji terkena pisau, ,

“Aww..” Minji meringis kesakitan. Ini yang pertama kalinya sejak kejadian ia memasakkan Sehun makanan dengan tangan penuh luka. Walaupun hatinya sakit, karena Sehun sama sekali tidak menyentuh makanan yang ia sudah buat dengan susah payah. Ia tetap berjuang untuk bisa memasak.

Sehun berdiri dari tempat ia duduk , ia berlari kecil untuk menghampiri Minji, ia menghisap darah yang keluar dari telunjuk Minji.

Minji tercengang dibuat Sehun.

“Masih sakit?” Tanya Sehun khawatir.

“Ah..eum..uh,..e..a.ni” Minji tercengang kaget, ia menarik tangannya dari Sehun kilat

“Waeyo?” Tanya Sehun melihat ekspresi kaget Minji.

‘Ani!! Kalau haneul yang ada diposisiku sekarang ini ,pasti Sehun juga akan menghisap jarinya yang luka.’ Minji berusaha bersikap biasa, Ia sesegera mungkin menghilangkan mimpi-mimpi yang tak mungkin untuk ia gapai, yaitu memiliki Sehun ,Karena memiliki Sehun bagaikan berusaha untuk menggapai bintang.

Minji berusaha tersenyum. “Ani”

“Oh” Jawab Sehun singkat ia kembali ke sofa tempat ia duduk .

Minji pun kembali melanjutkan aktifitas memasaknya ,walaupun tangannya masih sangat pedih.

Setelah ia selesai memasak , Minji menghidangkan masakannya dimeja makan . Ia duduk bersama Sehun.

Sehun mengangkat Sumpitnya .

“Selamat makaaann!!” Sehun kegirangan seperti anak kecil yang habis diberi permen.Wajahnya berseri-seri.

“Eummm… Masitaa” Puji Sehun.

Minji tersenyum mendengar pujian Sehun.

“Sehun~ah Manhi mokgo ne?” Ucap Minji.

Sehun makan dengan lahap ..

Saat Minji melihat wortel , tiba-tiba seseorang terlintas dibenaknya.

“Hahahahahahahhahaha” Minji tertawa terbahak-bahak ,Sehun melihat Minji dengan penuh tanda tanya , ia menaikkan salah satu alisnya karena melihat tingkah Minji yang aneh karena tiba-tiba tertawa sendiri.

“Waeyo?” Tanya Sehun bingung.

“Hahaha..a.ni.. Aku hanya teringat Chanyeol! Dia pernah salah makan, kami kira wortel  yang Chanyeol makan itu jahe merah.. Ckckkcc” Ucap Minji masih tertawa.

Begitu mendengar nama Chanyeol sesuap nasi yang hendak ia masukkan kemulutnya  , melayang begitu saja. Ia menghempaskan sendok dan garpu nya ke piring.

“Hahaha.. Wae geurae?” Tanya Minji bingung.Ia mengerutkan dahinya bingung,memangnya kesalahan apa yang sudah ia lakukan pada Sehun,apa masakan Minji tidak enak?Tapi bukannya tadi Sehun bilang kalau masakan Minji enak?

“Sudahlah! Aku tidak selera makan.. Ayo berangkat” Ucap Sehun dengan muka kecut.

“Hei!! Aku baru makan beberapa suap” Protes Minji, Setelah itu ia meminum air dan sesegera mungkin mengikuti Sehun yang sudah masuk ke mobilnya.

Setelah Minji masuk kemobil ,Sehun menginjak pedal gasnya sedalam mungkin.

‘Ada apa dengan jin tomang yang satu ini? Bukankah tadi dia happy- happy saja? Lalu kenapa sekarang mukanya sudah seperti pakaian yang belum disetrika? Dan lihat!! Omo !! Dia mengendarai mobil sudah seperti racing saja, aduuh perutku jadi mual’ Batin Minji.

“Yakk!! Kau ini kenapa sih?” Tanya Minji dengan nada tinggi.

“Aku tidak apa kok” Ucap Sehun dengan senyum tak ikhlasnya.

“Oh ya!! Turunkan saja aku disitu!” Titah Minji.

“Waeyo?” Tanya Sehun.

“Hei, apa kau lupa ?? Kemarin kau sudah membocorkan tentang rahasia pertunangan kita dan membuat semua orang berkata ‘haaa??’ “ Ucap Minji menirukan nada Siswa dan Siswi yang sempat kaget kemarin.

“Oh itu,, Lalu?” Tanya Sehun dengan santainya.

“Lalu ,katamu??? Aikh Oh Sehun! Aku tidak mau rambutku ini dijambak oleh Fans-fansmu itu” Ucap Minji frustasi.

Seperti biasa Sehun tidak mau mengindahkan perkataan Minji ,Mobilnya melaju masuk kesekolah , Tentu saja sebelumnya  bertemu Pak Chen Penjaga gerbang sekolah. Sehun kembali mengambil parkiran arah barat yang ramai oleh para Siswa dan Siswi.Entah tujuan apa ia memarkirkan mobilnya di area parkir yang sudah pasti lebih ramai itu.

Setelah selesai memarkirkan mobilnya Sehun dengan santainya berjalan menuju pintu tempat Minji duduk. Ia membukakan pintu untuk Minji bak seorang putri. Setelah Minji turun. Sehun merangkul bahu Minji. Tentu saja Minji dan Sehun kini menjadi pusat perhatian para siswa.

“Yyyakk.. kau mau apa?” Bisik Minji pada Sehun

Sehun hanya memamerkan Senyumannya kepada para Siswa.

“Ternyata benar Sehun oppa sudah bertunangan? Huhuhu” rengek seorang yeoja yang berdandanan menor.

“Jadi Minji Itu tunangan Sehun ? Aduhh.. padahal dia itu kan manis sekali ,, sayang sekali sudah ada yang punya” Ucap Seorang namja berambut Coklat tua. Sehun yang mendengarnya hanya memelototkan matanya kearah Namja itu. Mendapat tatapan mematikan dari Sehun badan namja itu pun langsung terhuyung kebelakang.

Dan banyak lagi desas desus para Siswi-siswi.

Minji hanya menggeleng-geleng kan kepalanya mendengarnya.

Sehun semakin merangkul Minji erat ,begitu melihat Chanyeol lewat didepan mereka. Minji pun melepas rangkulan Sehun.

“Eoh? Chanyeol~ah  !! Annyeong” Sapa Minji seperti biasanya. Chanyeol mengangkat tangan Kirinya sambil tersenyum membalas sapaan Minji.

“Minji~AAHHHH!!!” Teriak Seorang yeoja memanggil Minji.

“Hyo~ah!!”

“ Eh? Sehun? Chanyeol sunbae? Aduh kenapa Aura disini membuat bulu kudukku berdiri ya?” Ucap Hyorim jujur,

“Haha” Minji tertawa garing untuk mencairkan suasana yang sudah seperti Neraka antara Sehun dan Chanyeol.

Bahkan sekarang Minji dan Hyorim melihat ada petir yang saling menyambar ditengah-tengah Chanyeol dan Sehun.

“Hyo~ah Sepertinya kita harus segera kekelas ya? Haha” Ucap Minji dengan nada sedikit takut.

“Iya.. kajja~” ajak Hyorim sambil berlari kecil menyeret Minji dari suasana mengerikan Chanyeol &Sehun .

Setelah kepergian Minji dan Hyorim berlalu. Sehun berjalan melalui Chanyeol , ia masuk kekelasnya dengan tampang kesal.

‘Kesal Kenapa aku harus kesal dengan namja bernama Chanyeol itu? Apa karena dia namja yang disukai Haneul atau…. Ah tidak mungkin’ Batin Sehun, menangkis sebuah pernyataan yang terlintas dipikirannya.

~æ~æ~æ~

Didalam kelas Minji ,Suasana sudah dihebohkan dengan gossip-gosip Minji & Sehun , Tentu saja Minji dan Sehun menjadi Top Celebrity sekolah mereka , Hampir disetiap kelas dan ruangan sekolah , para Siswa sibuk membicarakan tentang mereka berdua.

Tiba-tiba Jung Seonsangnim datang bersama seorang yeoja cantik.

“Anak-anak  hari ini kita kedatangan murid baru, nah silahkan perkenalkan dirimu” Ucap Jung Seonsangnim.mengarah kepada yeoja disebelahnya

“Annyeonghaseyo .. Im Shumi imnida.. Mohon bantuannya” Ucap Yeoja itu sambil membungkukkan badannya dan tersenyum kearah siswa dan siswi. Para Namja yang berada di kelas sudah meneteskan air surga atau air liur mereka …

“Shumi.. Silahkan duduk disana” Ucap Jung seonsangnim menunjuk kursi dekat Hyorim.

“Eoh ne”ucap Shumi, duduk di kursi yang ditunjuk Jung seonsangnim.

“Annyeong ! Hyorim imnida” Ucap Hyorim menyodorkan tangannya pada Shumi.

“Eh, Shumi” Ucap Shumi membalas Jabatan tangan Hyorim sambil tersenyum manis.

“Eoh,, Ini.. Minji .. Park Minji” Tunjuk Hyorim pada Minji.

“Eoh, Annyeong” Ucap Shumi menundukkan kepalanya.

“Annyeong ^^ Semoga kita bisa berteman baik ne” Ucap Minji tersenyum tak kalah manisnya.

“Eh,Ne” angguk Shumi.

Hyorim menyenggol tangan Minji.

“Minji~ah, katanya anak barunya ada dua lho”Bisik Hyorim.

“Satu lagi dikelasnya Oh Sehun” Tambah Hyorim , begitu mendengar nama Sehun,  telinga Minji langsung tegak sepanjang 100 cm.

“Dugu? Yeoja atau namja?” Tanya Minji penasaran.

“Wae? Takut tunanganmu itu disambar orang?” Tanya Hyorim dengan nada sarkatic

“A..aa..niyo” Bantah Minji gelagapan .

“DIA YEOJA Lho! Namanya … kalau tidak salah namanya ha..haneul” Ucap Hyorim sambil memutar bola matanya .

“MWORAGOOO??” Tanduk diatas kepala Minji keluar.

~æ~æ~æ~

Setelah kelas selesai Minji dan Hyorim langsung menuju kelas Sehun. ,Mereka berdua mengintip seperti maling ayam.

“Omo!” Minji menahan teriakan nya begitu melihat anak baru yang berada dikelas Sehun. Ternyata yeoja itu adalah orang yang sama.

“Minji~ah .. anaknya cantiik seperti boneka ya?? Sama sepertimu” Ucap Hyorim kagum namun dengan suara yang sangat pelan agar mereka tidak ketahuan.

“Mana mungkin.. Hyo~ah .. Tentu saja dia jauh lebih Cantik dariku” Ucap Minji menundukkan kepalanya , ia membalikkan badannya dan berjalan dengan putus asa. Pupus lah semua impian Minji untuk menjadi Yeoja Sehun. Lagi-lagi dia harus dibangunkan dari mimpi panjangnya..

Hyorim menarik tangan Minji untuk kembali melihat kearah Sehun dan Haneul.

“Minji~ah .. Itu..” Ucap Hyorim dengan ekspresi khawatir.

DEG..

Nafas Minji tercekat begitu melihat adegan romantic didepannya..

Mimpi itu semakin terurai  dan semakin memisah .. Kini Haneul bergelayut manja di lengan Sehun , Sehun pun mengeluarkan seyuman yang tak pernah ia tunjukkan kepada Minji.Senyum namja itu begitu lepas dan , benar-benar hangat.

Minji memegangi dadanya..  Sesak dan Sakit yang dia dapatkan. Awalnya ia berlari kecil dari tempat itu entah kemana,namun ia menambah kecepatan larinya agar dengan cepat ia tak melihat adegan Sehun dan Haneul yang membuat hatinya semakin  sesak.

BRUKK..

Lagi-lagi Minji Sukses menabrak seseorang, Minji terjatuh, disaat ia terjatuh , tangisnya semakin kencang .. Ia menangis bukan karena ia jatuh atau karena kakinya sakit, Tapi hatinya semakin sakit.. saat mengingat ia pernah menabrak Yeoja yang sama dengan Sehun dibelakangnya.

“Hhh..hkkhhkk.. “ Minji berusaha menahan tangisnya karena sekarang ia terjatuh dan menangis dikoridor sekolah yang lumayan ramai. Ia bahkan meremas-remas ujung roknya untuk melampiaskan emosi yang tak bisa lagi ia jelaskan dengan kata-kata.

‘Sehun~ah.. kau tega.. Tega sekali’ batin  Minji ia menutup mulutnya agar tangisannya tak semakin kencang.Minji menundukkan kepalanya.

Namun ada seorang yeoja yang mengulurkan tangannya untuk Minji.

“Minji~ah .. Ayo kita pergi ke tempat yang sepi” Ucap Hyorim miris melihat keadaan Sahabatnya sekarang.Namun ia berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan Minji

Minji menyambut uluran tangan Hyorim ..

Hyorim pun merangkul Minji untuk sekedar menenangkannya.

Hyorim membawa Minji ke danau Sekolah.

Mereka duduk ditepi danau itu.

“Minji~ah aku pergi sebentar, jangan kemana-mana ne?!” Ucap Hyorim

Minji hanya menganggukkan kepalanya.

Hyorim pun pergi meninggalkan Minji sebentar.

Minji tertegun melihat danau yang kini ada didepannya.

Namun sesaat kemudian ia menangis lagi..

“Kenapa akhir-akhir ini aku cengeng sekali ya?” Gumam Minji.Ia menghapus air matanya, namun saat dia menghapus air matanya ,air mata itu jatuh kembali kebawah membasahi pipinya.

Minji menangis membayangkan wajah Sehun yang tersenyum tulus kearah Haneul. Senyum itu benar-benar baru pertama kali dilihatnya. Dan orang yang mendapatkan senyum Sehun bukan dirinya melainkan yeoja lain .Sesak,rasanya benar-benar sesak

“Oh Sehun.. Disaat aku berusaha untuk melupakanmu , kau kembali lagi dengan sejuta harapan ditanganmu.. Tapi.. aku memang selalu tidak berani untuk mengambil satupun  dari  harapan itu .. Karena aku tau akhirnya… Daann” Minji memutus perkataannya.

“aku akan menangis lagi seperti orang bodoh…Orang yang kusayangi satu persatu pergi meninggalkanku ditengah kegelapan dimana tidak ada cahaya satupun.. Eomma~ sekarang eomma ada dimana? Aku juga ingin dipeluk saat sedih seperti anak-anak lainnya, dibelai rambutnya saat tertidur.. tapii.. kenapa? Akk..aku tidak mendapatkannya? Eommaa~ Kk..kenapa eomma tega meninggalkanku?”Suara  Minji bergetar, tangannya gemetaran tak karuan

Minji memeluk kedua lututnya , memeluk kedua lututnya dengan sangat erat agar ia bisa melampiaskan semua sesak yang sedang ia rasakan.

“Kenapa rasanya sesakit ini?”

Minji meninggalkan sebuah note kecil ditempat sekarang ia duduk.

To: Hyorim

Hyo~ah Gomawo karena membawaku kesini 😀

Aku ingin sendiri dulu boleh kan ?

 Tak usah khawatir ne? Kapan2 kita main lagi ya ^^

                                                            Minji ❤

 

Minji beranjak dari rerumputan hijau ini, ia pergi bolos dari sekolah ini sudah kedua kalinya, karena ia merasa sangat tidak enak badan.

                                                           

~æ~æ~æ~

17.05 KST

Ditengah cuaca yang dingin seorang yeoja tengah berjalan .. Pandangannya kosong..

“Dingin sekali.. apa sebentar lagi turun salju ? Apa aku bisa melihat salju pertama bersama Sehun? Akh sudahlah tidak mungkin haha”  Setelah menyebut nama Sehun cairan hangat pun keluar dari matanya , namun ia dengan sangat keras berusaha untuk tertawa.

“Eomma~~!! Anak itu jahat” Tunjuk seorang anak kecil,kira-kira umurnya mungkin 7 tahun.

“Nori~ah .. Kau tak boleh begitu , itu mainannya .. tidak boleh dirampas seperti itu.. lain kali jangan seperti itu lagi ne??” Ucap eomma anak kecil itu sambil mencubit hidung anaknya.Eomma anak bernama Nori itu menasehati anaknya dengan penuh kelembutan,

Melihat hal itu Minji hanya tersenyum ..

“Eomma~ apa eomma akan menasehati ku seperti itu kalau aku berbuat salah?” Tanya Minji ,air matanya kini semakin mengalir deras.Ia teringat masa-masa saat ia baru masuk sekolah. Temannya  didampingi oleh eommanya , Sementara Minji hanya didampingi oleh appanya. Dari dulu Minji selalu merasa kesepian , tentu saja ia selalu kesepian, appanya selalu pergi meninggalkannya dengan pengasuhnya dirumah . Apa ia tidak berhak mendapatkan kasih sayang?

Ditengah cuaca sedingin ini Minji berlari sekencang-kencang nya ,ia terpikir tempat dimana menurutnya dulu ia mendapatkan ketenangan saat ia benar-benar terpuruk.

Disaat Minji berlari, ia terjatuh.Namun ia kembali bangun dan terus berlari menuju tempat itu.

“hhhh,”  Mata Minji benar-benar sudah merah , ia menangis terlalu lama hari ini

Kini Minji menginjakkan kakinya ditempat dimana Sehun kecil selalu menghiburnya saat sedih.

Minji menatap tempat itu nanar.

“Ketemu” Ucap Minji lemah. dengan mengumpulkan sekuat tenaganya Minji berjalan gontai menuju sebuah batu besar tempat Ia dan Sehun kecil biasa duduk berdua.

Namun kini tempat itu hanya bisa diduduki olehnya sendiri karena kaki dan tangannya sudah tak semungil dulu.

“Masih sama” Ucap Minji sambil tersenyum

Sekelibat kenangan kecilnya  bersama Sehun ,seolah terulang lagi dalam benaknya ,ia masih bisa tersenyum ,walaupun dalam hatinya ia merasa sakit yang mendalam

“Sehun~ah, apa kita bisa kesini bersama lagi?” Gumam Minji menundukkan kepalanya.

~æ~æ~æ~

Seeorang yeoja tengah berjalan menuju danau tempat ia meninggalkan sahabatnya . Ia membawa 2 cangkir kopi hangat, namun Nihil sahabatnya tak ada sama sekali.

Hyorim melihat sebuah note kecil yang ditinggalkan Minji.Ia tersenyum membacanya.

“Disaat Sedih begini.. Kenapa selalu berusaha terlihat Kuat Minji~ah? Arasso.. Kita akan main lagi lain kali” Ucap Hyorim Miris.

“Ah..ani.. aku harus bertemu dengan orang itu dan melakukan sesuatu”

~æ~æ~æ~

CYUUURRR…

Hyorim menumpahkan sebotol air keatas kepala Sehun didepan para Siswa.

“Yakkk… Wae geurae??” Bentak Sehun marah.

“Ikut aku!!” Hyorim menarik Sehun menuju tempat yang sedikit sepi.

“Hei ! Oh Sehun! Dengan seenaknya saja kau membuat sahabatku menangis.. Kau pikir aku tidak tahu? Sudah berapa kali kau membuat Minji menangis? Yakk!! Kau itu tunangannya .. !! Menurutku Minji itu sangat Mencintaimu!! Jadi .. Jebal.. Kalau kau tak mencintainya tolong .. Suruh saja dia menyerah.. Minji itu selalu berusaha terlihat kuat didepan mu! Apa kau tidak peka?!Aku tidak memaksamu untuk mencintainya.. Tapi sebenarnya dia itu sangat rapuh, aku yakin kau tau keadaannya lebih dari aku” setelah itu ia pergi meniggalkan Sehun yang ter nganga didepannya

Sehun hanya diammembisu,tidak membalas perbuatan Hyorim, ataupun membantah semua perkataannya

‘Jadi ,,apa yang harus kulakukan?’ Tanya Sehun pada dirinya sendiri

~æ~æ~æ~

“Eoh? ChaeMin??” Ucap Minji , ia melihat kupu-kupi yang sangat mirip dengan ChaeMin.

Namun kupu-kupu itu hanya terbang melaluinya begitu saja.

“Haaaahhh.. Apa ChaeMin juga tidak mau bermain bersama noona?” Ucap Minji kecewa.

Minji mengambil sebuah ranting yang  jatuh. Kini air matanya sudah berhenti mengalir

Ia menggenggam ranting itu erat sambil menatap lurus kedepan.

Hari sudah mulai gelap, Minji pun memutuskan untuk pulang kerumah , Ia menendang  kerikil-kerikil yang ada didepannya.

Setelah sampai ke depan pintu pagar rumah Sehun, Minji sedikit ragu untuk masuk kedalam, Tapi akhirnya ia masuk kedalam, ia membuka pintu rumah Sehun..

Kreeekk…

“Minji~ah” Panggil Sehun dari ruang tamu

Sejenak Minji terdiam tanpa ekspresi menatap Wajah Sehun, Namun tiba-tiba ia tersenyum seperti biasanya.

“Eoh! Sehun~ah Annyeong!! Neo Meogosseo?(kau sudah makan?)” Tanya Minji dengan senyum pura-puranya .

“Eumh” Sehun mengangguk.

“Oh.. aku keatas dulu.. jalja” Ucap Minji sambil tersenyum kearah Sehun.

“Minji~ah” Panggil Sehun pelan.

“Ne?” Minji menolehkan kepalanya kearah Sehun berusaha sekuat mungkin untuk menahan air matanya. Karena sekarang perasaannya sangat sesak untuk sekedar melihat wajah Sehun.

“Kenapa matamu bengkak?” Tanya Sehun.

“Bengkak ? Ah Sehun mungkin matamu sudah rabun !kau harus segera kedokter.. Mataku biasa saja ko! Sudah ah aku mengantuk “ Ucap Minji kembali membalikkan badannya, ia berjalan menuju tangga untuk naik keatas karena kamarnya terletak di lantai atas.Dengan sekuat tenaga ia menahan air mata yang akan turun dari matanya. Ia mengepalkan tangannya dengan sekuat tenaga

DEG..

Tiba-tiba Sehun memeluknya dari belakang.

~Prisoner Of Love~

To Be Continued

Teaser

“Apa perlu kita mempraktekkannya?”

“Permintaanku terkabul”

“Kenapa kau sangat menyukai salju?”

“Aww..”

Author’s Note :

Well,, Maaf ya kalau part 5 nya kependekan .. Walaupun silent reader tetap saja banyak dan benar2 luar biasa. Tapi author tetap berterima kasih kepada reader2 yang selalu men support author terima kasih ya… Sebenenernya author sedang mengerjakan part 7 nya.. yaaahh.. Minji dibully.. Ada yang mau tau bagaimana kisah perseteruan Minji dan Haneul saksikan di part2 selanjutnya

Jangan Lupa Meninggalkan jejaknyaa 😀 Gomawoooo :* My beloved Readers :******

Bagi yang punya kakaotalk bgi id nya dong 😀 :*

 

120 responses to “Prisoner Of Love [Love~6]

  1. hmmm. . sehun sehun jgn buat nangis minji trs dong. kasian. jgn gntng dy gt. mmbr dy hrpn yg tdk pst.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s