Hello My Friend – Part 2

 PREVIOUS

Title                : Hello My Friend Part 2

Main Cast      : Yoon Doo Joon, Shin Hye Jin

Other Cast     : B2ST Member

Genre             : Comedy Romance

Rating             : 15+

 

Di kantor CUBE.

“ Hyung, apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?” tanya Doo Joon pada manajer Beast.

“ Begini,zaman sekarang bahasa Inggris itu dianggap sebagai bahasa yang sangat penting untuk dipelajari. Bahasa Inggris bahkan sekarang wajib dipelajari, apalagi kalian sebagai entertainer yang kiprahnya meluas, tidak hanya di korea melainkan sampai ke seluruh dunia. Jadi, untuk meningkatkan bahasa Inggris kalian, maka kalian sekarang mempunyai guru bahasa Inggris baru.”

“ Wooooowwww asiiik.” Seluruh member Beast terlihat senang.

“ Sebentar, aku panggil dia dulu.”

Manajer itu keluar ruangan sebentar, lalu masuk lagi dengan membawa seorang wanita yang berusia sekitar 20 tahun. Ketika melihat member Beast, wanita itu sedikit terkejut, namun ia berusaha menahan rasa terkejutnya dan berusaha membuat ekspresi sedatar mungkin. Member Beast pun tak kalah terkejut, dan mereka tidak dapat menahan rasa terkejutnya.

“ Kkk… kau?” Doo Joon menunjuk wanita itu.

“Annyeonghaseyo, Shin Hye Jin imnida.” Hye Jin membungkuk kepada seluruh member lalu tersenyum.

“ Mulai sekarang dia adalah guru bahasa inggris kalian yang baru. Kalian belajar bahasa inggris secara intensif selama 2 jam per hari setiap hari, dan saat kalian memiliki jadwal kosong, kalian belajar selama 4 jam. Arasseo?”

Member Beast masih terkejut melihat kehadiran Hye Jin. Apalagi Doo Joon, ia memelototi Hye Jin. Anehnya, bukannya ketakutan, Hye Jin malah terlihat seperti menahan tawa.

“ ARASSO?” Manajer mengeraskan suaranya.

“ Ah.. neeeee!” jawab member Beast yang akhirnya kembali kesadarannya.

“ Kalau begitu, aku tinggal dulu. Kalian silakan berkenalan dan membaur dengan Hye Jin agar proses belajar kalian lancar. Hye Jin, aku tinggal dulu ya. Doo Joon, pastikan anak-anak belajar dengan baik.”

“ Ne..” Jawab Doo Joon dan Hye Jin berbarengan.

Manajer Beast pun keluar ruangan. Beberapa detik kemudian…

“ Woaaaaaa Hye Jiiiiinnnn!!!!” teriak Yoseob dan Gikwang berbarengan. “Aku tidak menyangka akan ada kebetulan seperti ini!” seru Yoseob.

“ Iya. Asiiiikkkk.” Gikwang terlihat senang sekali. Junhyung, Dongwoon, dan Hyunseung ikut tertawa. Hye Jin tersenyum. Berbanding terbalik dengan Doo Joon yang wajahnya masih cemberut.

“ Hei! Kenapa kalian kelihatanya senang sekali?” Tanya Doo Joon.

“ Hyung, bagaimana kami tidak senang, kita bukan hanya memiliki guru untuk belajar selama dua jam sehari, tetapi kita memiliki guru untuk belajar 24 jam selama sehari!” jawab Yoseob yang kelihatan sangat bersemangat.

“ Mwo? Kau senang belajar selama 24 jam selama sehari? Kau lama-lama bisa gila!” Jawab Doo Joon ketus.

“ Kalau gurunya seperti Hye Jin, aku senang-senang saja, Hyung. Hehehe.” Gikwang ikut menimpali. Hye Jin yang mendengarnya ikut tersenyum.

“ Iya, jadi kita juga lebih nyaman untuk bertanya.” Yoseob menimpali.

“Hye Jin, mengapa kau tidak mengatakan hal ini pada kami di asrama tadi?” tanya Hyunseung

“Mianhaeyo, aku pikir bukan kalian yang akan jadi muridku, jadi aku tidak mengatakannya dulu. Hehe .” jawab Hye Jin.

“ Hye Jin~yang, kenapa tadi saat aku memelototimu, kau malah seperti ingin tertawa?” potong Doo Joon yang merasa sedikit tersinggung. Hye Jin tersenyum.

“ Kau tambah cute kalau melotot, Yoon Doo Joon~ssi.” Jawab Hye Jin dengan nada yang lembut. “ Aku bahkan tidak tau kalau kau bisa se-cute itu.” Tambahnya.

“MWO?” Teriak Gikwang, Junhyung, Yoseob, Dongwoon dan Hyunseung. “ CUTE? Diaa CUTE saat melotot?” Ulang Junhyung. Hye Jin tersenyum dan mengangguk.

“ Sepertinya ada yang salah dengan matamu.” Kata Dongwoon.

Doo Joon hanya bisa mematung mendengar jawaban dari Hye Jin. Lama sekali ia memandangi Hye Jin dengan wajah heran.

“Doo Joon~ssi, apa aku mengatakan sesuatu yang salah?” tanya Hye Jin khawatir.

“Seumur hidupku, baru kau yang mengatakan kalau aku cute saat melotot, Hye Jin~ssi.” Jawab Doo Joon lemas. Dia shock setengah mati.

“ Jinjjayo? Tapi kurasa semua b2uties mengatakan hal yang sama.” Jawab Hye Jin.

“ B2uties belum pernah melihatnya secara langsung. Di tv dia memang terlihat cute, tapi yang aslinya sangat menakutkan. Hiiyyyy” Timpal Junhyung sambil bergidik. Doo Joon melotot pada Junhyung.

“Nah, kau melotot lagi. OMO~ ” Hye Jin mendekati meja Doo Joon, menunduk agak wajahnya sejajar dengan wajah Doo Joon yang sedang duduk dan memandanginya lebih dekat lagi. Kini wajah mereka hanya berjarak satu jengkal. Doo Joon kaget tapi tidak bisa menghindar. Hye Jin mengamati wajah Doo Joon dengan seksama.

“Kau benar-benar cute!” Hye Jin tersenyum. Doo Joon hanya bisa mematung. Dia benar-benar shock. Belum lagi member Beast yang mulai terlihat semaput.

“Ah sekarang semua orang sepertinya sudah gila.” Gumam Hyunseung.

Hye Jin mundur perlahan dan kembali berdiri di depan kelas.

“Baiklah. Kita mulai saja ya pelajaran pertama kita hari ini. Karena kita seumuran, kalian semua tidak perlu memanggilku dengan ‘seonsaengnim’. Anggap saja aku sebagai teman kalian. Mengerti?” tanya Hye Jin pada semua muridnya. Ia berusaha mengembalikan suasana seperti semula.

“ Hello my friend!” sapa Gikwang kepada Hye Jin. Hye Jin tertawa kecil.

“ Hello.” Jawabnya. “ Yang lain? Mana sapaan untukku?”

“ Hello my friend!” sapa Junhyung diikuti Yoseob, Dongwoon, dan Hyunseung. Hanya Doo Joon yang belum pulih kesadarannya.

“Doo Joon~ssi? Kenapa kau tidak menyapaku?” tanya Hye Jin. Member Beast yang lain bingun melihat Doo Joon. Yoseob menepuk bahu Doo Joon.

“Hyung? Hyung?”

“Ah? Oh.. eh.. kenapa? Ada apa?” tanya Doo Joon. Kesadarannya sudah kembali seperti semula.

“ Kau harus sapa Hye Jin dalam bahasa Inggris, Hyung.”

“ Oh.. Hello my Hye Jin.” Sapa Doo Joon dengan nada agak panik. Yoseob hanya bisa melongo. Member Beast yang lain ikut-ikutan melongo.

“ What? My.. Hye Jin?” Hye Jin tidak kalah terkejut.

“ Hyung, kau harus menyapanya dengan ‘hello my friend’, bukan ‘hello my Hye Jin’. Ahahahahaha !!!!!!!!!” Yoseob tertawa terbahak-bahak mendengar kesalahan yang dilakukan Doo Joon. Member Beast yang lain ikut tertawa dan Hye Jin juga tertawa. Wajah Doo Joon memerah dan ia menutupnya dengan kedua tangannya.

Aigooo!!!! Babo!! Kenapa aku ini? Aiiisshhhh!!” Rutuk Doo Joon dalam hati.

***

2 Jam kemudian. CUBE’s cafetaria.

Beast sedang makan siang.

“Kurasa si Hye Jin boleh juga.” Kata Junhyung.

“Iya. Dia lumayan cantik. Meskipun sedikit pendek, tapi kalau dilihat-lihat dia manis seperti Ha Ji Won.” Tambah Gikwang.

“Dan sepertinya dia menyukaimu, Hyung.” Tambah Dongwoon.

“Dia kelihatannya memang gadis yang baik.” Jawab Doo Joon.

“Darimana kau tau, Hyung?” Tanya Hyunseung. “ Kita bahkan belum sehari bertemu dengannya.”

“Aku sangat mengenal sepupuku, Jung Min Woo. Dia hanya memanfaatkan orang-orang yang  sangat baik. Kalau dia memanfaatkan Hye Jin, artinya sudah pasti dia adalah gadis yang baik.”

“Jinjja? Wah pantas saja Min Woo tidak berani memanfaatkanmu, Hyung.”

“Hey Junhyung apa maksudmu? Aku ini orang yang tidak baik ya?” tanya Doo Joon sewot.

“Bukan begitu, kau itu sangat mengerikan, Hyung! Aku yakin, membayangkan saja Min Woo tidak berani! Hahaha!” Junhyung tertawa terbahak-bahak. Doo Joon melotot ke arah Junhyung.

“Nee.. Arasseo.” Junhyung langsung melempem.

“Cepat habiskan makanan kalian. Kita sebentar lagi harus latihan dance.” Kata Doo Joon.

***

Hye Jin sedang asik berkutat dengan laptopnya di meja kerja barunya di kantor. Selain bekerja sebagai pengajar bahasa di kantor CUBE, dia juga bekerja sebagai penerjemah tetap di salah satu perusahaan penerbit buku ternama di Korea Selatan.

Tidak lama berselang, Hye Jin mengambil handphonenya dan menekan nomor seseorang.

“Yeoboseyo? Ne, ini Hye Jin. Onnie, bolehkah aku bertanya sesuatu?”

“Ne.. apa yang ingin kau tanyakan?” sahut suara seorang wanita di ujung telepon.

“Kalau aku bisa menyelesaikan terjemahan 467 halaman ini dalam waktu kurang dari satu bulan, apakah bulan depan aku bisa mendapat bayaran penuh?”

“Wah, kau bisa menyelesaikan secepat itu? Hye Jin~ah, jangan terlalu memaksakan diri, nanti kau bisa sakit.” Suara itu terdengar sangat khawatir.

“ Gwaenchanayo,Onnie. Apakah bisa aku mendapat sisa pembayarannya bulan depan?”

“ Ya, tentu saja Hye Jin. Tapi kumohon kau jangan terlalu memeras tenagamu. Nanti kau bisa sakit.”

“ Nee.. Arasseoyo onnie. Kamsahamnida.”

KLIK!

Hye Jin mengehela napas panjang dan ia mulai menulis lagi. Saat ia sedang menulis, ada seseorang yang mendekati mejanya dan mengambil handphonenya yang terletak di atas meja. Hye Jin terkejut.

“Eh kenapa kau…” Hye Jin mendongak dan ia melihat yang mengambil handphonenya adalah Doo Joon. “ Doo Joon~ssi? Ada apa? Kenapa kau mengambil handphoneku?”

Doo Joon tidak menghiraukan pertanyaan Hye Jin. Ia terlihat sedang mengetik sesuatu di handphone Hye Jin, dan beberapa saat kemudian ia menyerahkan handphone Hye Jin kembali.

“Aku sudah memasukkan nomer handphoneku. Kalau ada apa-apa hubungi saja aku. Dan aku juga sudah memasukkan password untuk membuka pintu apartemen. Arasseo?”

“ Oh, Ne arasseoyo Doo Joon~ssi.” Hye Jin mengangguk. “ Gomawoyo.”

Doo Joon menunduk dan membalikkan badan. Doo Joon tidak dapat menahan senyumnya.

 

***

Di asrama. 11.55 pm.

Hye Jin bangkit dari tempat duduknya. Ia merasa pinggangnya sedikit pegal karena hampir tiga jam ia duduk dengan posisi yang sama.

“Ah.. sebaiknya aku minum susu. Lalu tidur.”

Hyejin keluar dari  kamar untuk membuat susu hangat. Ia melihat Doo Joon sedang asik menulis-nulis sesuatu di kertas.

“Doo Joon~ssi, kau belum tidur?” tanya Hye Jin.

Doo Joon menoleh, “Kau sendiri sedang apa?”

“Aku ingin membuat susu hangat sebelum tidur. Air panasnya masih ada kan?”

“Ada. Ambil saja di dapur.” Jawab Doo Joon singkat. Ia kembali sibuk dengan kertas-kertasnya.

Hye Jin pun ke dapur untuk membuat susu panas. Ia membuat dua gelas. Satu untuknya dan satu untuk Doo Joon. Selesai membuat susu, Hye Jin membawanya ke ruang tengah.

“Doo Joon~ssi, ini untukmu.” Hye Jin menyodorkan satu gelas untuk Doo Joon. Doo Joon menoleh dan sedikit kaget.

“Untukku?”

Hye Jin mengagguk. “ Tidurmu akan lebih nyenyak setelah minum susu hangat.”

Doo Joon mengambil gelas yang disodorkan padanya. “Gomawo Hye Jin~ssi.”

“Bolehkah aku duduk di sini?” tanya Hye Jin menunjuk kursi yang kosong di sebelah Doo Joon.

“Oh, ne. Duduklah.”

Hye Jin pun duduk di sebelah Doo Joon, lalu ia meminum susu hangatnya.

“Apa yang kau kerjakan, Doo Joon~ssi?”

“Aku sedang menyusun jadwal Beast. Dan membuat rencana-rencana untuk grup kami.”

“Bukannya itu tugas manajemen yang menaungi kalian?”

“Setidaknya aku punya bayangan apa yang akan mereka jadwalkan pada kami. Jadi aku bisa memberikan ide-ide yang dibutuhkan kalau aku sudah membuat rencana terlebih dahulu.”

Hye Jin mengangguk-angguk. Ia mengamati Doo Joon yang tampak sangat serius.

Mengagumkan. Ia bekerja keras sebagai leader ketika member lain sudah tertidur.” Puji Hye Jin dalam hati.

“Ah! Hye Jin~ssi, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.” Kata Doo Joon tiba-tiba, membuyarkan Hye Jin yang setengah melamun.

“Ada apa?”

“Mengenai masalah tadi siang. Kau cuma bercanda, kan?”

“Yang mana?” tanya Hye Jin sedikit bingung.

“Yang kau bilang padaku, kalau aku sedang melotot, aku jadi lebih cute. Kau.. hanya bercanda kan?” tanya Doo Joon sambil menatap Hye Jin lekat-lekat.

“Oh, yang itu. Aniyo, aku tidak bercanda. Kau benar-benar terlihat lucu dan cute kalau sedang melotot.” Jawab Hye Jin sambil tersenyum.

“Jinjjayo? Jadi kau sama sekali tidak takut?” Doo Joon masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Hye Jin mengangguk, lalu ia tersenyum. Doo Joon pun tertawa.

“Kau ini benar-benar.. aneh. Hahaha.” Doo Joon masih tertawa. “Tapi, terima kasih. Aku baru pertama kali mendengarnya. Dan entah kenapa aku senang mendengarnya”

“Kau bisa dengan bebas memelototiku. Hahaha .” Hye Jin ikut tertawa.

“Ah tidak mau. Nanti kau suka padaku.” Doo Joon tersenyum jahil pada Hye Jin.

“Haha.. Doo Joon~ssi, aku memang suka padamu kok.”

Doo Joon terkejut dan membelalakkan mata. “ MWO?”

To Be Continue……….

 

Yup.. Ini tanpa di edit. Murni FF Debut yang dulu.. Harap maklum kalau pendek dan ngga bagus hoho..

14 responses to “Hello My Friend – Part 2

  1. hahaha..disaat org laen takut klo liat doojoon melotot, bagi hyejin malah sebaliknya. terkesan lucu. oh my~ belum lagi pas dy becanda ngomong bakal suka malah ditanggepin beneran..entah mksd ‘suka’ nya hyejin itu seperti apa..

  2. lanjutannya muncul juga
    iya padahal bang dije cakep juga kalo melotot, *selera’a sama kek hyejin* /ditendangbangdije
    hhaha, jodoh tuh jodoh.. bisa samaan gitu, suit suitt~

  3. hahahaha, doojoon oppa, melotot kliatan cute ya?? mnrut aku mah klo dia mlotot kliatan brkharisma..hehe
    lucu crtanya thoor..
    lanjuuuut !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s