THE SECOND LIFE [PART 8]

THE SECOND LIFE [PART 8]

 

 

 

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

 

Part 1 | Part 2 | Part3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 |

 

***

Hidup kedua.Hal tersebut biasanya kadang hanya nampak di drama-drama televisi atau karya fiksi lainnya.Tapi apakah itu memang ada? Maksudku, saat kau benar-benar telah divonis meningal dan tiba-tiba seseorang menawarkan mu untuk menjalani sesuatu dan kau akan mendapatkan kehidupan kedua mu.Apa kalian percaya soal itu?

***

Matahari mulai nampak dari ufuk timur tanda setiap aktivitas akan segera di mulai lagi.Jalan demi jalan di setiap kota Seoul mulai dipadati penduduk yang sudah bersiap untuk memulai aktivitasnya.Pedagang yang memulai berjualan di pasar,para pekerja yang bersiap-siap ke tempat kerja masing-masing,dan para pelajar yang bergegas menuju sekolahnya demi alasan menuntut ilmu ataupun alasan lainnya.

Mobil-mobil bermerk satu persatu mulai memasuki kawasan sekolah elit,Shinhwa.Walaupun tak semuanya mengendarai mobil,dan ada juga yang mengendarai motor namun jangan salah, harga motor-motor itu tak jauh bedanya dengan deretan mobil-mobil mahal itu.Ini adalah Shinhwa,yang dimana setiap murid di dalamnnya kecuali yang memang mendapat beasiswa adalah orang dari kalangan tingkat atas.Jadi wajar jika sekolah ini memang seolah selalu dipenuhi kemewahan dan kemegahan.

Terlepas dari semua pemandangan penyegar mata itu,semuanya kembali lagi terarah kepada seorang gadis  dengan rambut panjangnya yang ia urai sedang berjalan dengan tatapan kosong.Kyungsoo Hyunchan,itulah yang tertera di name tagnya.Alas kaki sang siswi terus saja bergesekan pelan dengan lantai sekolah sementara matanya menatap kosong ke depan.

Ia terus melangkah dengan cara yang sama  menuju ke ruangan tempat dimana ia biasanya belajar.Sesuatu tengah mengusik perasaan dan fikirannya.Apa lagi jika bukan insiden kecil di apartemen Baekhyun.

Kejadian itu telah berlalu, namun hingga ia terbangun  tadi pagi efeknya masih terasa.Ia masih merasakan letup-letupan kembang api itu di atas kepalanya bahkan sampai detik ini juga.Setiap potongan gambar dari detik-detik insiden itu selalu menggentayanginya.Bahkan karena kejadian itu kini ia hampir menjadi gila  dengan melihat segala apapun itu mendadak berubah menjadi Baekhyun.Sekarang pun ia sedang mengalami hal itu lagi.

Ketika ia melirik siswa-siswi yang lalu lalang di sekitarnya entah mengapa wajah mereka semua berubah menjadi Baekhyun yang tengah tersenyum padanya.Wajah namja itu makin memenuhi koridor tempatnya berjalan.Ia berhenti sejenak lalau memperjelas pandangannya.Setelah berkedip beberapa kali,pandangannya pun kembali normal. Langkahnyapun ia percepat agar segera menjauh dari ilusinasi-ilusinasi yang sungguh tak ia mengerti.

Kakinya  terhenti tepat di depan pintu kelas ketika dari arah berlawanana namja yang sedari tadi mengusik fikirannya dengan imajinasi yang konyol sedang menunju ke arahnya.Kelopak matanya melebar r,tubuhnya terdiam mematung.

Sedangkan  dari sudut lain namja yang sedari tadi juga bertingkah aneh tak jauh bedanya dengan yeoja yang tengah di hadapannya ini, mendadak menghentikan langkahnya.Waktu terasa terhenti untuk sepersekian detik itu.Meninggalkan kedunya dalam sebuah dimensi yang kosong dan sunyi, saling bertatapan satu sama lainnya.Detakan jantung itu,perasaan tersengat aliran listrik ataupun sejenis kupu-kupu yang sedang berkeliaran di perut,kembali menyerang kedua anak manusia yang sedang mencari apa arti dari perasaan mereka ini.

Detik itu berlalu dan waktu kembali seperti semula.Keduanya perlahan berjalan ,memutuskan saling melewati satu sama lainnya tanpa bertegur sapa.Sepertinya insiden di partemen Baekhyun itulah yang membuat keduanya bertingkah bak orang tak kenal sama sekali.Meskipan waktu itu Baekhyun tak sepenuhnya sadar,tetapi untuk hal yang satu itu ia bisa pastikan bahwa otaknya masih sedikit bekerja pada saat itu dan ia bisa mengingat semuanya dengan jelas.Bahkan semua efek yang di timbulkan ketika hal itu terjadi.Namun entah mengapa untuk menjelaskna ataupun mengungkit masalah itu membuatnya mempunyai rasa malu yang begitu besar,padahal Baekhyun bukanlah jenis orang seperti itu sebelumnya.Dan Hyunchan,posisi dia disini adalah korban dan melihat dari karakternya dia yang memang sedikit kaku dan pendiam,rasanya tak mungkin juga jika ia yang memmutuskan untuk membahas masalah ini lebih dulu.

Dari belakang,Kyungsoo menatap heran pada keduanya.Mungkin tak asing baginya jika Hyunchan tak banyak bicara ataupun bertegur sapa namun Baekhyun,namja itu bukan jenis orang yang terlalu pelit untuk mengeluarkan sebuah kata sapaan pada orang yang di temuinya,apalagi untuk menyapa Hyunchan.Kemarin-kemarin namja itu masih dengan senyum sumringahnya  selalu menyapa yeoja  itu dan hingga semalam hubungan keduanya masih baik-baik saja.Tetapi hari ini semuanya seolah mendadak berbeda.

“Hei,apa semalam terjadi sesuatu antara kau dan Baekhyun?” Tanya Kyungsoo begitu Hyunchan telah tiba di bangkunya.

Yeoja itu hanya menatapnya sekilas lalu menggelengkan kepalanya.Ia tak mungkin menjelaskan semuanya pada Kyungsoo.

“tapi kenapa aku merasa bahawa ada masalah  masalah di antara kalian?” Namja itu masih terlihat tak puas dengan gelengan kepala Hyunchan.

Hyunchan terdiam sejenak lalu menoleh ke  arah Kyungsoo.” Itu hanya perasaan mu saja.”

Tangan yeoja itu mulai memasang headsetnya di kedua telinganya,tanda ia sedang tak ingin di usik lagi oleh pertanyaan-pertanyaan apa pun.

Kyungsoo menghela nafas.Hari ini orang-orang di sekitarnya mendadak aneh.Sebut saja Baekhyun,sedari tadi namja itu juga tak ada bedanya dengan mayat hidup.Kerjaannya bengong dan entah sedang memikirkan apa.Ketika Kyungsoo bertanya ada apa dengan dirinya,laki-laki itu hanya menjawab dia masih merasakan efek pusing karena mengkonsumsi minuman alcohol itu.Kyungsoo tahu ia berbohong,namun ketika dia hendak mengintrogasi Baekhyun lagi namja itu memutuskan untuk keluar dari kelas.

Sebelas-duabelas dengan Baekhyun,Chanyeol pun bersikap hal yang sama.Sejak kedatangannya di kelas dia hanya menyimpan tasnya dan memutuskan untuk membenamkam kepalanya di atas meja  diantara kedua lengannya.Dan ketika ia juga hendak menanyakan hal yang sama namja itu malah berkata lebih dulu untuk tak diganggu sementara ini.

Untuk yang kesekian kalinya Kyungsoo menghela nafas.Kedua makhluk yang biasanya paling heboh di kelas layaknya orang kesurupan,dalam waktu semalam mendadak berubah menjadi manusia pendiam tanpa jiwa.

Hingga memasuki pergantian jam pelajaran Hyunchan,Baekhyun dan Chanyeol masih terdiam .Matanya memang menatap ke arah papan tulis tempat dimana sang guru matematika mencorat-coret deretan angka dan huruf itu,namun mereka hanya memandang tanpa benar-benar tahu apa yang tengah dilakukan sang guru di depan sana.

“Nona yang paling belakang.Bisakah kau maju kedepan dan mengerjakan soal ini?”

Kyungsoo menoleh ke arah yeoja itu.Hyunchan nampak terkejut sesaat,lalu ia pun melangkah menuju papan tulis.

Yeoja itu mengerjakan soalnya dengan baik.Ia sebenarnya tak pintar dalam hal ini tetapi hanya sedikit sok tahu ditambah keberuntungan.

“Coba kau jelaskan cara kerjanya.” Pinta sang guru.

Akhirnya Hyunchan pun menjelaskan cara kerjanya sesuai apa yang dia fikirkan,terserah mau sama dengan penjelasan sang guru sebelumnya atau kah tidak yang penting seperti inilah caranya memahami soal itu.

Di lain sisi ,Baekhyun terus menatap Hyunchan yang berkoar-koar di depan papan tulis tersebut.Dan perasaan itu muncul lagi.Perasaan yang membuat dirinya ingin terbang,perasaan yang membuatnya merasakan ledakan-ledakan kembang api.

“apa aku benar menyukainya?” Bisiknya pada diri sendiri penuh kebingungan.

Di sudut lainnya lagi,sepasang mata Kyungsoo menatap Baekhyun.Ada sesuatu yang ia fikirkan tentang  Baekhyun dan Hyunchan.Ia mempunyai firasat bahwa Baekhyun hanya belum mengetahui perasaannya sendiri.Ia takut jika namja itu juga punya perasaan yang sama,seperti halnya perasaan dirinya terhadap Hyunchan.

***

Tiga hari berlalu dan sama sekali tak ada yang berubah antara Baekhyun dan Hyunchan.Mereka tetap saling terdiam satu sama lainnya.Bersikap seolah mereka berada di dunia lain,duduk,diam dan entah melamunkan apa.

Jam terakhir adalah kelas music tradisional yang dibagi dua dari kelas sebelumnya dan untung saja Chanyeol berada di kelas yang berbeda di temani oleh Kyungsoo sehingga hanya tersisa dua dari yang tadinya berjumlah tiga para manusia tanpa jiwa.Sang guru music sibuk memetik gayageum *alat music petik di korea* diiringi siswa yang lain,namun tidak dengan keduanya.Baekhyun dan Hyunchan hanya memandangi alat music tersebut tanpa menyentuhnya sama sekali.Keduanya terlalu sibuk dengan fikiran masing-masing.

Ini tidak akan menjadi semembingungkan seperti ini jika saja Baekhyun mau berdamai dengan sisi lain dirinya yang selau berprinsip ‘Kenapa dia harus menyukai Hyunchan yang bahkan tak masuk ke dalam type idealnya?  Baginya,menyukai seorang yeoja itu pastilah harus yang sesuai dengan tipe ideal dirinya.Bukankah itulah memang fungsi dari adanya ‘type ideal’? Sebuah patokan bahwa gadis seperti inilah yang nantinya akan kau sukai.

Bertubuh ramping,sexy,cantik,berselera fashion yang tinggi dan sejenisnya,itulah type ideal Baekhyun.Tidak mungkin ada rasa tertarik,jika mereka tak masuk ke dalam daftar tipe idealnya,karena seperti itulah cara ia memilih wanita yang dikencaninya selama ini dan akhirnya ia sedikit mengalami pergolakan batin dengan hal tersebut.Jika ia bisa menyukai seorang wanita di luar ‘type idealnya’,maka ia butuh penjelasan yang lebih lengkap dan terperinci untuk bisa meyakinkannya.

Sedangkan Hyunchan,ia sendiri bingung dengan segala keganjilan yang selalu ia rasakan.Ia tak pernah seperti ini sebelumnya.Mempunyai perasaan berbunga-bunga,membayangkan orang lain,degupan jantung bahkan sengatan listrik kecil,ia tak pernah menngalami hal ini.Ia takut bahwa tanpa ia sadari dirinyaa kan melanggar persyaratan ketiganya yang di ajukan Suho padanya.Meskipun tak ada hukuman yang diberikan, namun ketika kau telah membuat kisah cintah yang begitu panjang dan dalam hitungan detik cerita itu akan terhapus seluruhnya tanpa menunggalkan sedikit pun dan dua orang yang sebelumnya terikat dalam kisah tersebut,yang dulunya saling mencintai akan berubah menjadi orang asing satu sama lain.Hyunchan tak berani membayangkan bagaimana hal itnnati terjadi pada dirinya.

Akhirnya karena bertingkah seperti itu, keduanya pun mendapat hukuman dari sang guru musik yang memang seorang orang tua yang agak gampang tersinggung jika mereka merasa diabaikan.Hyunchan mengangkat gayageum *alat music petik korea* yang baru saja di gunakana oleh guru tersebut sementara di sisi lain Baekhyun juga mengangkatnya.Gayageum yang berat itu sepertinya membuat keduanya kesulitan.Belum lagi mereka harus berhati-hati karena alat tersebut sebenarnya adalah barang antik yang tidak boleh sampai lecet sedikit pun.Meskipun sebenarnya gayageum itu bisa dibawa dengan cara di gendong tetapi seng guru melarang,inikan namanya hukuman jadi tak akan ada kemudahan.Lagi pula pundak siapa yang mempu menggendong barang seberat itu di punggungya,ini tidak seperti gayageum kebanyakan yang cukup ringan.

Kelas musik sedang dalam perbaikan oleh karena itu untuk sementara kelas tersebut di pindahkan ke ruangan kelas biasa.Dan untuk gayagaum ini,setiap habis pemakaian maka harus di kembalikan lagi ke tempat dimana alat-alat musik di Shinhwa ini di letakkan.Gayageum itu salah satu gayageum dari dinasti Joseon,makanya pihak sekolah menjaganya dengan sangat baik dan hanya membolehkannya untuk dimainkan oleh mereka yang dianggap Songsaengnim dalam hal ini,seperti guru tua rentah tersebut.

Setekah cukup lealh mengangkat alat musik tradisional Korea  tersebut akhirnya keduanya pun tiba di tempat dimana alat tersebut akan di simpan.Baekhyun perlahan membuka pintunya,ternyata tidak terkunci.Sepertinya ajjushhi keamanan sekolah baru akan menguncinya setelah malam nanti.

Begitu memasuki ruangan yang luas ini deretan alat-alat music mulai dari yang kecil hingga yang besar,dari yang masih kuno hingga yang terbaru menghiasi tempat ini.Karena terlalu kelelahan mengangkat barang ini Hyunchan hampir kehilangan keseimbangannya dan menubruk dinding pintu.Syukur gayageum itu tak  terjatuh ke lantai.

“Gwenchana?” spontan Baekhyun berbicara.

Hyunchan sedikit terkejut ,akhirnya namja itu  mengeluarkan suaranya juga.

“N..n..ne.” ia mengangguk pelan.

Setelah mencari dimana letak sebenarnya dari barang antik itu,keduanya pun meletakkan barang tersebut di tempat yang seharusnya itu. Helaan nafas serentak keluar dari mulut dua orang itu sembari mengusap peluh yang mulai menghiasi jidat mereka.

Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi,Hyunchan pun segera menuju pintu.Ia ingin segera tiba di rumahnya,beristirahat,dan menenangkan dirinya yang mulai sedikit membingungkan.Matanya membulat ketika pintu yang secara tak sengaja tertutup rapat akibat Hyunchan yang hampir terjatuh tadi,tak bisa di buka sama sekali.Tangannya menggenggam erat gagang pintu itu sambil terus menggerakkannya berusaha untuk membukanya,meskipun hasilnya nihil.

“Waegeurae? *ada apa?* “ sang namja yang bingung memperhatikan yeoja yang kesulitan membuka pintu itu akhinya menghampirinya.

“Pintunya tak bisa terbuka.” Raut kepanikan mulai terpancar di wajah Hyunchan.

Seolah merasa harus membuktikannya sendiri,Baekhyun pun maju mencoba memutar gagang pintu tersebut dan alhasil semuanya sama persis seperti apa yang beberapa detik yang lalu di ucapkan Hyunchan.Decakan kekeasalan terdengar dari mulut sang namja.Tangannya perlahan merogoh saku celananya mencari ponsel untuk menyelamatkan mereka.Tetapi sayang nasib sial sedang berpihak padanya.Ponsel tersebut ia letakkan di dalam tasnya dan tas itu berada di kelas.

“Ponsel mu?” Pintanya pada sang gadis di hadapannya sambil menengadahkan tangannya,.

Yang di tanya menggeleng pelan.”aku meninggalkannya di dalam tas.”

Sepertinya mereka benar-benar sial,karena Hyunchan pun melakukan hal yang sama seperti apa yang terjadi pada ponsel Baekhyun.

Namja itu merutuk frustasi ketika semua hasil pemikirannya tak ada yang berhasil.Hingga kemudian matanya menangkap telepon di dalam ruangan tersebut.Memang di Shinhwa setiap ruangannya mempunyai telepon khusus. Alat tersebut  terhubung langsung pada keamanan sekolah yang berguna ketika ada perkelahian antar murid ataupun hal-hal lain demi kepentingan siswa atau sang pengajar,selama itu masih ada kaitannya dengan persekolahan.

Seharusnya Baekhyun memikirkan cara ini sejak tadi.Ia mendekat ke arah telepon itu.Tangannya memencet tombol 2,tanda untuk panggilan keamanan sekolah.Cukup lama ia menunggu hingga sang satpam mengangkat teleon tersebut.

“Ajjushhi,sepertinya pintu di tempat penyimpanan alat musik sedang bermasalah.Aku dan teman ku sedang tekunci di dalam sisni.Tolong, cepatlah ke sini!” Pinta Baekhyun.

“Jinjja? Apap kalian bisa menunggu sebentar.Ada perkelahian di gedung basket.Aku akan mengurusnya dulu lalu ke tempat mu.”Ujar sang ajjushhi terburu-buru.

Baekhyun yang tadinya sedikit panik karena terkunci mendadak melupakan hal itu ketika ia mendengar kata berkelahi.Ia sediki penasaran siapa yang berkelahi di sore hari seperti ini.

“Siapa yang berkelahi ajjushi?”

“Park Chanyeol  dari kelas 3-9.Kau bisa menununggu kan? Baiklah aku putus teleponnya.” Ujar sang ajjushhi lalu setelahnya hanya terdengar suara pemutusan telepon.

Baekhyun mendadak terdiam mendengar nama yang disebutkan oleh sang ajjushhi tadi.Ia yakin dan tahu betul,Chanyeol bukanlah type orang kasar yang hobi membuat sebuah perkelahian.Jangankan berkelahi,melihat Chanyeol marah layaknya orang yang memang sedang marah saja ,Baekhyun tak pernah.

“Ada apa dengannya?” batin Baekhyun.

“Wae? Apa katanya?” Tanya Hyunchan tak sabaran apalagi begitu melihat ekspresi Baekhyun.

“Dia akan datang beberapa menit lagi.Ada perkelahian antar siswa yang harus dia selesaikan terlebih dahulu.”  Jawab Baekhyun seadanya.

Hyunchan tak mau banyak tanya lagi.Jujur ia masih merasa sangat canggung dengan Baekhyun sekarang.Diputuskannya mencari tempat untuk bersandar dan meluruskan kakinya di dalam ruangan tersebut.Ketika didapatnya tempat yang ia maksud ,ia pun mulai melepas penatnya sambil memijat-mijat lengannya akibat pegal mengangkat gayageum.

Sementara Baekhyun,namja itu memutuskan untuk berkeliling tempat itu melepas rasa kebosanan yang melandanya belum lagi harus bersama dengan Hyunchan.Acara keliling-keliling namja itu terhenti ketika dilihatnya sebuah piano putih yang  terlihat bercahaya akibat pantulan sinar mentari sore dari kaca jendela.Ia mendekati piano tersebut,duduk di kursinya dan mulai menyentuh deretan tuts hitam putih itu.

Seulas senyum tersungging di bibirnya,tak lama kemudian jemari panjangnya mulai menari diatas setiap jejeran tuts itu menghasilkan harmonisasi nada yang indah.Mulutnya mulai bergerak menyenandungkan sebuah irama  tanpa lirik hingga membuat Hyunchan yang tadinya hendak memejamkanmatanya kembali terbangun.

Suara dentingan tuts yang menghasilkan nada dari Yiruma-kiss the rain membuat Hyunchan kembali teringat pada malam itu,meskipun dengan lagu yang berbeda.Malam di mana saat pertamakalinya ia tahu bakat Baekhyun yang satu ini yang membuatnya benar-benar speechless saat itu.Tanpa sadar yeoja itu bangkit dari posisinya dan berjalan mendekati piano tersebut.Lagu itu pun selesai dan dengan pelan Hyunchan mengiringinya dengan tepuk tangannya hingga membuat sang pianist itu menoleh padanya.

Hyunchan tersadar dari apa yang baru saja ia lakukan.Ketika ia berniat kembali ketempatnya semula tangan Baekhyun menahannya.

“Untuk apa kembali kesana.Karena kau sudah disini kenapa tak ikut bermain dengan ku?”

Hyunchan nampak terkejut dengan tawaran Baekhyun.”aku tak pandai bermain piano.”

Baekhyun menarik lengan yeoja itu hingga membuat terduduk tepat disampingnya.

“Tak masalah.Kau hanya perlu memencet ini..ini..ini.. secara bergantian tiap dua ketukan” Baekhyun memperlihatkan tuts yang ia maksud.” selanjutnya biar aku yang memainkan nadanya.”

Kecanggungan diantara mereka berdua berangsur mencair hanya karena sebuag lagu.

Akhirnya keduanya pun memainkan  nada kiss the rain milik yiruma itu dengan cukup baik.Walaupun Hyunchan hayan perlu memencet beberapa tombol dan Baekhyunlah yang menjadi intinya.

“Ini salah satu lagu yang paling aku suka mainkan waktu dulu.Aku sangat menyukainya….Apa kau juga suka?” Namja itu berbicara dalam keadaan yang masih meminkan tuts-tuts piano itu.

“Uhm.Ini juga salah satu lagu kesukaan ku.” Ucapnya  hingga ia melakukan kesalahan karena kurang berkonsentrasi.

“Josonghamnida.” Ucap Hyunchan sebelum akhirnya kembali memainkan lagu tersebut.Baekhyun hanya tersenyum melihat kekonyolan yeoja itu .

Hyunchan berhenti menekan tuts-tuts itu lalu berucap sesuatu.

“kau tahu,bagi ku penampilan mulah yang terbaik malam itu.”

Baekhyun menghentukan permainan pianonya karena ia sedikit kurang jelas mendengar apa yang diucapkan Hyunchan.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?” Yang namja itu dengar hanyalah ‘penampilan terbaik’ itupun masih sedikit samar.

Hyuchan hanya tersenyum.Ia tak akan mengulangi untuk kedua kalinya.”Anhi.Hanya sesuatu yang tak penting.Ayo lanjutkan!”

Meskipun Baekhyun sedikit penasaran dengan apa yang diucapkan Hyunchan namun akhirnya ia memutuskan untuk mengabaikannya dan tetap melanjutkan permainannya.Baekhyun masih memainkan lagu tersebut  sambil menolehkan kepalanya menatap Hyunchan yang berada tepat di sampingnya.Ia terlihat memikirkan sesuatu sebelum akhirnya membuka mulutnya untuk bersuara lagi.

“Besok sore aku akan menjemput mu di apartemen mu.”

Sambil memencet tuts yangtetap  sama yeoja itu berkataa.” Untuk apa?” tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.

“Kau akan tahu nanti.”

Hyunchan berhenti bermain  dan menolehkan kepalanya  ke arah Baekhyun berusaha ingin tahu maksud dari namja itu. Ternyata itu adalah sebuah pilihan yang  fatal.Kedunaya kembali saling tetap-menatap dalam jarak yang sangat dekat lagi.Tangan Baekhyun membeku sambil tetap menekan tuts.Alhasil dentingan sebuah nada itu menggema seantero ruangan ini.Namun meskipun demikian itu tak mempengaruhi kedua manusia yang sedang membeku karena perasaannya masing-masing.Pertandingan degupan jantung pun dimulai di antara keduanya.

“Betulkah aku menyukainya ataukah ini hanya perasaan tak jelas saja?”

“Kalaupun hal itu benar,kenapa aku bisa menyukainya?Kenapa aku bisa mempunyai peasaan itu kepada yeoja yang bahkan jauh dari standar tipe ideal ku?Apa alasannya? Aku butuh alasan untuk untuk itu semua?” Baekhyun kembali beradu dengan hati kecilnya.

Mereka terdiam membeku tanpa berkedip sama sekali,bergelut dengan fikiran-fikiran mereka.Hingga kemudian pintu pun terbuka hingga membuat mereka terkejut dan secara spontan berdiri membuat jarak secara bersamaan.

“kalian baik-baik saja?’ tanya si ajusshi akhirya datang menolong.

“N..ne..” Jawab keduanya kikuk.

Tanpa berucap apa-apa lagi Hyunchan dan Baekhyun segera keluar dari ruangan itu dan kembali salah tingkah lagi.

***

Suasana di gedung basket yang tadinya ricuh kini kembali tenang.Dengan perasaan yang tak baik,Chanyeol meninggalkan gedung itu.Tadinya seusai pelajaran musik ia ingin ketempat ini untuk menenangkan dirinya.Hingga kemudian salah seorang dari anggota geng yang juga setingkat dengannya tak sengaja menabraknya  dan menginjak sebuah pulpen yang sedari tadi berada di genggaman Chanyeol.Pulpen yang terinjak itu bukanlah pulpen biasa.Itu adalah pemberian Jisun padanya.Meskipun hanya sebuah pulpen tetapi di saat seperti ini, itu adalah barang berharaga baginya.

Emosinya tersulut ketika orang itu dengan santainya hanya meminta maaf sambil tertawa.Sebenarnya itu bukan tertawa ejekan,tetapi karena perasaan Chanyeol yang memang sedang sangat buruk,sehingga dia sedikit lebih sensitif terhadap apa pun.Diraihnya kerah baju sang namja  hingga ia hampir melayangkan pukulannya.Si siswa yang merasa tak suka dengan tingkah Chanyeol yang sungguh kekanak-kanakan ingin memukulnya hanya karena sebuah pulpen tak jelas,akhirnya juga tersulut emosinya.Mereka berkelahi namun untunglah banyak yang datang melerai di tambah lagi adanya pihak keamanan sekolah yang juga ikut melerai sehingga perkelahian itu tak berlangsung lama.

“Ya! Apa-apaan kau Park Chanyeol!” Di ruang UKS Kyungsoo mulai memarahi Chanyeol seperti biasanaya sambil mengobati luka lebam diwajah namja itu.

Ia sendiri pun kaget ketika di parkiran seseorang memberitahunya bahwa Chanyeol sedang terlibat perkelahian di gedung basket.

“Sejak kapan kau bertingkah seperti berandalan jalanan huh?” Namja itu hanya tak percaya,Chanyeol yang dikenalnya selama ini seperti badut yang selalu melucu mendadak berubah mengerikan bak seorang monster.

Chanyeol terdiam tanpa berucap sepatah kata pun.

“Ada apa dengan mu sebenarnya?” Suara nada suara Kyungsoo mulai ia turunkan.

“anhi.Tidak ada..”

“Berhentilah berkata tidak ada apa-apa dan semuanya baik-baik saja.Karena semuanya tak baik-baik saja. Kalau tidak ada apa-apa dan baik-bak saja,lantas kenapa kau bertingkah seperti ini?!”

Kepala Chanyeol yang sedari tadi menunduk kini mulai terangkat menatap mata Kyungsoo yang terlihat penuh amarah.Ini pertama kalinya ia melihat seorang Do Kyungsoo emosi seperti ini.Setelah lama ia terdiam,kepalanya kembali menunduk seperti sebelumnya.Mungkin inilah puncak keletihan Kyungsoo setelah tiga hari terakhir ini berusaha untuk mengetahui masalah-masalah apa  yang mebuat teman-temannya menjadi berubah,namun orang-orang tersebut tak pernah memperdulikannya malah justru menghindarinya.Padahal ia hanya ingin sedikit perhatian dengan keadaan ke dua temannya tapi sayangnya niat baiknya belum disambut.

“ya! Dengar!” Tiba-tiba kedua jemari Kyungsoo mencengkram kerah baju Chanyeol.

“Nan Nugu, huh? Na neun…neo chingu…CHINGU! Ara!”*siapa aku, huh? Aku.. adalah teman mu.TEMAN!Mengerti!* Kyungsoo menggoyang badan Chanyeol.

“kau tahu apa artinya teman? Tempat dimana kau tak hanya berbagi  kebahagiaan mu tetapi semua sampah masalah dalam hidup mu,itulah yang namanya teman.”

Badan Chanyeol bergetar,sepertinya lelaki itu menangis.Masalahnya dengan Jisun benar-benar membuatnya hampir gila.Bahkan beberapa hari belakangan ini ia  terkena insomnia.Ia tidak tahu bahwa efeknya akan menjadi separah ini.Ternyata memang benar kata orang,seseorang baru akan merasa membutuhkan,ketika ia telah kehilangan hal tersebut.Itulah yang sekarang dirasakan Chanyeol.Ketika ada Jisun didekatnya ia merasa yeoja itu bukanlah sesuatu yang berharaga,karena ia berfikir bahwa Jisun akan selamanya berada di sampingnya.Namun ketika ia dihadapkan pada sebuah kenyataanan dimana ia harus kehilangan seseorang yang secara tak langsung telah menjadi bagian dari dirinya,barulah ia tahu betapa berharganya yeoja itu untuknya.

Namja itu selalu berfikir bahwa ia belum punya rasa terhadap Jisun,padahal itu adalaha kebohongan ketika ia berfikir masih tak punya rasa untuk yeoja yang selama bertahun-tahun mengisi hari-harinya,selalu ada untuknya,dia hanya terlalu  bodoh untuk memahami perasananya sendiri.

“Meskipun kita ini namja,namun fungsi seorang teman tidak hanya berlaku pada yeoja saja.Baik itu laki-laki ataupun wanita,fungsi seorang teman tak akan ada bedanya.Seorang yang kuat sekalipun termasuk kaum namja,tetaplah butuh seorang teman untuk berbagi.” Kyungsoo memegang pundak Chanyeol,berharap namja itu mau mendengar kata-katanya.

Kyungsoo mungkin berfikir,karena seorang namja makanya Chanyeol sedikit risih untuk berbagi penderitaannya.Tetapi tak selamanya namja bisa berdiri sendiri mengahdapi masalahnya,kadang mereka pun butuh seorang sahabat untuk membantu mereka.Jika saja masalah ini tak berujung pada perkelahian,mungkin Kyungsoo tak akan memaksa untuk ikut campur.Tetapi kali ini kasusnya berbeda dengan Baekhyun yang memang tak berefek besar pada perubahan namja itu menjadis seseorang yang buruk.

Akhirnya  Chanyeol mengangkat kembali kepalanya menatap Kyungsoo dengan mata merahnya.Perlahan namja itu mulai bercerita segalanya.Rasanya ia bersyukur memasukkan Kyungsoo ke dalam orang yang ia anggap teman baik.

Sementara di dadalam ruangan Chanyeol sibuk  berbagi cerita dengan Kyungsoo,di sisi lain dari balik jendela ternyata Jisun sedang memperhatikan namja yang selama bertahun-tahun ini  selalu menjadi orang penting baginya.Jisun beranjak pergi dari tempat itu.Ia tak ingin keberadaannya sampai ketahuan.Sepanjangn perjalanan menuju kelasnya ia terus saja melamun.Mengetahui Chanyeol yang terkenal anti kekerasan justru malah berubah menjadi brutal seperti ini membuat hatinya mendadak sakit.Ia tahu ini mungkn efek dari pertengkaran mereka.

Sekilas rasa bersalah muncul di benaknnya.Tiba-tiba saja di dalam hati kecilnya ada sebuah perasaan untuk berbaikan dengan namja itu.Mungkin ia perlu memberi toleransi sedikit lagi bagi Chanyeol untuk menyadari perasaannya.Lagi pula dia pun tak tahan dengan kondisi mereka sekarang.Jujur saja,ia pun tersiksa dengan semuanya,tak ada bedanya dengan seperti apa yang dirasakan Chanyeol.Tetapi,ia masih harus memikirkannya ini lebih lanjut sebelum betul-betul memutuskannya.

***

Baekhyun menatap pantulan dirinya di sebuah cermin yang cukup besar hingga mampu memperlihatkan seluruh badannya hingga kaki.Matanya menatap lurus ke arah bayangannya yang sudah lengkap dengan pakaian yang akan ia gunakan untuk berjalan-jalan dengan Hyunchan sebentar lagi.

“Baiklah Byun Baekhyun.Kau harus yakin,bahwa kau tak punya perasaan apa-apa terhadap Shin Hyunchan.Ini mungkin hanya sesuatu yang muncul karena kalian telah berada cukup lama dalam hubungan pengajar dan murid.Yah pasti hanya itu alasannya.Ini bukanlah perasaan cinta seperti kebanyakan.Type idola mu adalah wanita itu.” Matanya melirik ke sebuah poster  Megan Fox yang sangat besar tepat di tengah-tengah dinding kamarnya.

“Bukannya yeoja itu.” Lanjutnya membayangkan wjaah Hyunchan dan segala penampilan Hyunchan yang sangat aneh.

“Baiklah itu adalah kesimpulannya.Setelah hari ini berakhir, hutang budi ku padanya sudah tak ada lagi.Dan aku tak akan punya sangkut-paut lagi dengannya selain hanya menjadi teman sekelas.Byun Baekhyun fighting!” Seru namja itu mengepalkan tenagannya sambil menagngkatya ke udara.

Ia memang sudah memikirkan ini.Ini adalah acara perpisahannya sekaligus balas budinya karena selama ini yeoja itu telah banyak membantunya,terutama dalam menyelamatkan mobil kesayangannya dari sitaan ayahnya.Setelah hari ini ia kan berusaha untuk tidak terlalu berhubangan dengan Hyunchan.Ia yakin bahwa dengan cara seperti itu maka segala perasaan-perasaaan aneh yang ia alami belakangan ini akan segera hilang,dan dia akan kembali menjadi Baekhyun seperti dahulu lagi.Sekalipun ujian  kelulusan tinggal dua minggu lagi  dan ada kemungkinan ia membutuhkan bantuan Hyunchan,namun ia yakin ia pasti  akan berusaha untuk belajar sendiri ataupun mencari guru lain asalkan tak bertemu Hyunchan lagi.

Namja itupun segera keluar dari apartemennya dan menuju ke rumah Hyunchan. Hyunchan padanya.Apratemen ini sepertinya memang untuk mereka yang menengah ke bawah,itu bisa terlihat dari desain dan segala perabotan yang sangat jauh jika dibandingkan dengan yang ada di apartemen Baekhyun.

Tangan namja itu perlahan memencet intercom  ketika ia telah menemukan kamar apartemen Hyunchan.Tak menunggu beberapa lama,seoang yeoja dengan rambut di kuncir dengan baju kaos lenagn panjang yang sedikit kebesaran di tambah jeans hitam,muncul dari balik pintu.

“kajja!” Ucap Baekhyun semangat .

Setelah mengunci pintunya akhirnya yeoja itupun mengikuti langkah namja itu menuju ke Parkiran mobilnya.

“mau ke mana kita?” tanya sang gadis masih penasaran sembari memakai seatbeltnya.

“kau akan tahu nanti.” Baekhyun hanya tersenyum  kemudian mulai menjalankan mobilnya.

Hampir setengah jam perjalan,akhirnya mereka pun tiba di tempat tujuan.Baekhyun memarkirkan mobil sebelumnya.

Kepala Hyunchan menyapu pandangan sekitar berusaha mendeteksi di mana keberadaannya sekarang.

“Lotte world?”

Baekhyun hanya mengangguk menaggapi Hyunchan.Kenapa ia memilih tempat ini? itu karena mendadak dirinya begitu merindukan tempat ini.Entah kapan terakhir kali ia ke tempat ini.Sebenarnya bukan tak punya waktu,hanya saja ia bosan jika harus pergi sendiri atatupun mengajak ke dua temannya ataupun Jisun ke tempat ini.Ingin mengajak gadis-gadis yang dikenacninya,mereka ternyata menolak untuk datang ke tempat seperti ini.

“Wae? Kau tak suka?”

Namja itu sudah mewanti-wanti jika Hyunchan juga mungkin tipe wanita yang tak suka datang ke tempat seperti ini,sama dengan semua wanita yang pernah ia kencani .

“Apa ada yang tak suka dengan tempat semacam ini?”  Hyunchan menatap Baekhyun dengan pandangan bingung.

Baekhyun tersenyum membayangkan semua wanitanya yang ia ajak ke tempat seperti ini pasti akan menolak.Mereka lebih suka berkencan ala wanita elegan di sebuah restoran mewah,ataupun bershoping ria di mall khusus kalangan elit.Yah maklum saja,deretan yeoja-yeoja Baekhyun itu adalah wanita dari kalangan atas semua.Mereka beranggapan bahwa berkencan ataupun sekedar berjalan-jalan di taman bermain merupakan hal kekanak-kanakan yang tidak pantas dilakukan oleh mereka dari kalangan bangsawan.Jika pun ada yang menerima ajakan Baekhyun ke tempat ini, mereka akan sangat merepotkan.Tidak mau main wahana ini karena takut bajunya kotor,basah,atau takut make upnya luntur,rambut menjadi berantakan,dan semua alasana konyol sejenisnya.

“Mmmm biar kupikir.Sepertinya ada beberapa orang seperti itu.” Baekhyun sedikit cekikikan.

“tapi aku tidak termasuk ke dalam’beberapa’ tersebut.” Balas Hyunchan.

Senyum lebar tersungging di wajah Baekhyun.Akhirnya ia punya teman lain ke tempat ini juga.“baguslah jika seperti itu.kajja! waktu kita tak  banyak untuk menikmati semua wahana di sini.”

Keduanya pun masuk ke tempat tersebut.Tempat dimana kau akan puas memainkan begitu banyak wahana permainan.Lagi-lagi Hyunchan menyapu pandang ke sekelilingnya.Wajahnya tampak begitu terkagum-kagum melihat isi tempat ini.Maklum saja ini adalah pertama kalinya ia kesini,jadi agak sedikit kampungan.

“Hari ini kau bisa sepuasnya meminta apapun yang kau ingin kan.Kau tahu,tanpa mu aku mungkin akan kehilangan mobil kesayangan ku.Dan kurasa ini ini cukup pantas sebagai rasa terima kasih ku pada mu kan?”

“Oh jadi ternyata itu alasannya.Tapi,sepertinya kau agak berlebihan Baekhyun-ssi.” Ujar Hyunchan sedikit tak enak.Ia seperti seorang yeoja yang tengah memeras harta kekayaan seorang pangeran.

“Ya! Kita sudah kenal sampai sejauh ini dan kau masih memamggil ku dengan embel-embel –ssi?” namja itu mengehentikan langkahnya.

“Eh..Mian.Aku sedikit kurang terbiasa Baekhyun-ah.” Yeoja itu terlihat begitu kaku melafalkan nama Baekhyun di akhir kalimatnya.

“Mulai sekarang kau harus membiasakannya.Arasseo!” namja itu hanya tersenyum lalu kembali melanjutkan langkahnya di ikuti oleh Hyunchan.

Keduanya pun mulai bersenang-senang di tempat ini.Pertama mereka ke toko pernak pernik untuk membeli atribut ala wahana bermain.

“Aku tak mau menggunakannya.” Tolak Hyunchan ketika Baekhyun menyodorkannya sebuah bandana dengan telinga kelinci.

“Jika di taman bermain,ini adalah salah satu pernak pernik yang tak boleh kau lupakan.” Tangan namja itu akhirnya memutuskan untuk memasangakan bandana itu ke kepala Hyunchan.

“Geundae Baekhyun-ah ..”

“Tidak  ada tapi-tapi.Ayo ke tempat selanjutnya!”

Pada akhirnya mau tak mau yeoja itu harus mengenakan bandana kelinci tersebut .Walaupun ia selalu merasa risih menggunakannya tetapi Baekhyun slalu menghalanginya ketika ia hendak melepaskannya.

Setelah atribut mereka telah lengkap dimulailah acara penjelajahan wahan di tempat ini.Dimulai dari  komedi putar,roller coaster,hingga masih banyak permaina seru lainnya.keduanya terlihat sangat bahagia dan sesekali tertawa lepas layaknya tak ada hari esok.

Baekhyun,namja itu sedari tadi terus sumringah selama acara ini.Hari ini ia merasa sangat senang.Bukan kesenangan layaknya ketika ia bersama wanita-wanitanya tetapi kesenangan yang betul-betul membuat mu kembali merasakan saat kau bersenang-senang ketika kanak-kanak dahulu.Kesenangan yang benar-benar sebuah kegembiraan dari dalam hati.Ia betul-betul menikmati hari ini sampai-sampai ia melupakan pergolakan batin yang dialaminya selama ini soal perasaannya pada Hyunchan.

Sementara Hyunchan tak beda jauh dengan Baekhyun,ini adalah pertama kalinya ia merasakan sebuah kegembiraan yang tak bisa ia deskripsikan.Sejak kecil hingga menginjak usianya sekarang,tawa dan kegembiraan adalah sesuatu yang mahal untuk ia dapat kan.Ia sudah menjalani hidup yang keras yang seolah mengharamkan adanya sebuah tawa ataupun kegembiraan untuknya.Dan hari  ini,rasanya ia ingin menagis terharu,saking bahagianya ia dengan semua ini.Ia benar-benar merasakan bagaimana hidup seperti manusia layaknya.Tertawa,bahagia,mempunyai teman,semuanya itu ia miliki sekarang yang di kehidupan dahulunya tak pernah ia miliki.

Setelah bermain wahana,mereka sempat singgah sejenak untuk melihat beberapa pernak-pernik lucu yang di dagangkan di tempat tersebut.

“Hey anak muda,belilah cincin ini.Jika kalian berjodoh dan suatu hari terpisahkan maka cincin ini bisa mempertemukan kalian kembali.” Ucap sang kakek tua yang sukses menghentikan langkah ke dua manusia itu.Padahal tadinya Hyunchan dan Baekhyun sudah hampir meninggalkan tempat itu Karena Hyunchan sama sekali tak tertarik dengan hal seperti itu.

“jangan menipu kami harabeoji.Di jaman sekarang,bagaimana mungkin masih ada takhayul seperti itu?” Ucap Baekhyun tak percaya .Ia adalah orang yang realistis,masih ingat kan dengan kebingungannya dia soal perasaan anehnya terhadap Hyunchan?

“Di dunia ini selalu ada kesempatan buat suatu hal yang takhayul bisa terjadi.” Ucap sang kakek namun matanya menatap terus ke arah Hyunchan.

Untuk hal takhayul,sebenarnya Hyunchan percaya soal itu.Karena tanpa hal tersebut maka dirinya tak akan berada di tempat ini.Semuanya karena perjalanan 49 hari.Sebuah takhayul yang tak mungkin dipercaya oleh orang-orang,termasuk dirinya pun dulu begitu.

“Kalaupun iya hal-hal takhayul itu benar ada,tapi sayangnya kami ini bukan sepasang kekasih yang nantinya akan berpisah.Jadi intinya kami tak butuh,harabeoji.” Baekhyun ingin segera mengajak Hyunchan meninggalkan tempat kakek itu berjualan,namun lagi-lagi si kakek bersuara.

“Betulkah? Tapi kenapa aku bisa melihat di mata kalian adanya perasaan yang saling terikat satu sama lainnya?”

Kedua orang tersebut sempat terdiam seketika mendengar ucapan sang kakek.Tapi kemudian Baekhyun tersadar,kalau kakek ini hanya mengeluarkan taktik membujuk pelanggan.Ck.

“Aishh,dasar kakek ini.Sekalian saja anda katakan bahwa kami  ini berjodoh dan nantinya akan menikah,hidup bahagia selamanya.” Baekhyun sedang mengejek sang kakek dengan bualannya yang tidak masuk akal.Ia terkekeh pelan.

“Bukan.Kalian tak akan seperti itu.Mungkin akan ada kebahagiaan,tetapi tak akan semudah itu kau dapatkan.Yang kulihat,akan ada rintangan yang berat untuk mendapatkan kebahagiaan itu.”

Tawa baekhyun terhenti ketika ia mendengar perkataan si kakek dengan mimik serius.Ia mulai bergidik ngeri.

“Aigoo~ kau membuat ku takut,harabeoji.Ya sudah,aku membelinya saja.Walaupun aku tahu bahwa ini adalah tipuanmu,tapi anggap saja hari ini aku sedang berbaik hati.” Baekhyun mulai mengeluarkan beberapa lembar wonnya

Sang kakek terlihat tersenyum bahagia.”Ini.” Kata si kakek memberikan cincin itu kepada Baekhyun.

Kakek itu menatap Hyunchan lama,lalu pandangannya beralih kepada Baekhyun yang kini tampak heran dengan perilaku si kakek.

“Ku harap cincin ini benar-benar berguna bagi kalian nantinya.Semoga kalian berhasil melewatinya.”

Baekhyun hanya tersenyum terpaksa dan segera menarik Hyunchan pergi dari tempat itu.

“Aigoo~ kakek itu benar-benar mengerikan.” Baekhyun mengelus dadanya merasa legah.Tanpa mereka sadari,si kakek yang berjualan tadi kini sudah menghilang entah kemana dan tak berada di tempatnya lagi.

“kau pakai yang ini!” perintah baekhyun menyodorkan salah satu pasangan cincin itu pada Hyunchan setelah ia sempat memasang cincin itu di jemarinya.

Yeoja itu menatap cincin perak polos itu dengan tatapan bingung.

“Aku tidak mungkin memakai keduanya.Lagi pula siapa yang harus ku berikan? Chanyeol,Jisun,dan Kyungsoo tidak mungkin.Apa lagi para wanita-wanita ku tidak mungkin mau memakai barang seperti ini.” Jelas Baekhyun panjang lebar,takut Hyunchan salah pengertian dengan maksudnya.

Hyunchan tak banyak omong dan langsung saja memasang cincin itu.Dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan keduanya,cincin yang tersemat di jari mereka seolah memancarkan cahaya sekilas,lalu kembali seperti semula.

***

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore.Padahal mereka tiba di tempat ini tadinya sekitar pukul 10 pagi. Tujuh jam telah berlalu dan masih ada begitu banyak wahan yang belum mereka mainkan.Sekarang mereka telah bersiap-siap menaiki wahana terakhir,bianglala.Di waktu matahari terbenam seperti ini,paling enak memang jika memilih wahana bianglala untuk di mainkan.Keduanya perlahan masuk ke dalam tempat berbentuk bintang dengan ukuran untuk dua pengunjung.Bianglala mulai berputar secara perlahan.Hingga ketika  posisi Baekhyun dan Hyunchan berada di pusisi teratas,bianglala pun berhenti berputar.

Ini memang sebuah kesengajaan untuk memberika pengunjung panorama yang indah dari atas sana,Hal ini akan berlangsung sekitar 7 menit.

“waktu kecil dulu,aku begitu ingin masuk ke wahana bermain hanya demi menaiki bianglala ini.Aku ingin merasakan bagaimana rasanya berhenti di posisi puncak memandang matahari terbenam,persis sama seperti saat ini.” Hyunchan mulai bercerita sambil meatap pemandangan dari atas melalui kaca.Baekhyun yang duduk di hadapan yeoja itu terus memandangi wajahnya.

“tapi karena panti asuhan tempat ku tinggal tak punya banyak dana untuk membiayai kami ke tempat seperti ini,jadi akhirnya  itu hanya menjadi sebuah mimpi saja.” Hyunchan tersenyum miris membayangkan masa lalunya yang tak sebahagia anak-anak seumurannya kala itu.

“Panti asuhan? Kau..”

“Ne,aku yatim piatu.Orang-orang di tempat itu mengatakan sejak masih berusia minggu-an,seseorang telah meletakkan ku di depan pintu panti.Mungkin dia ibu atau ayah ku.”

Pandangan Baekhyun ke arah Hyunchan mendadak berubah.Sebuah bentuk keibaan terpampang jelas di bola matanya.

“Saat ketika seseorang mengadopsiku,kufikir aku akan bisa puas bermain di tempat ini,namun,bukannya membahagiakan ku orang-orang itu justru membuat ku bekerja seperti seorang budak.Tapisemuanya sudah berlalu dan  akhirnya detik ini juga aku bisa merasakan tempat ini.”

Namja itu terdiam menyimak setiap detil cerita Hyunchan.Fikirannya langsung terbayang kekejadian diamna ia membawa yeoja itu ke rumah sakit  dan melihat ada begitu banyak bekas luka di kakinya.Ia sungguh tak menyangka bahwa yeoja di hadapannya ini telah menjalani kehidupan yang keras  sejak ia masih kecil.Pantas saja Hyunchan begitu marah ketika dirinya yang sudah mendapatkan kehidupan yang layak dan bahagia justru seolah menyia-nyiakan hidupnya dengan bermain wanita.

“Hyunchan-ah…” Namja itu menggumamkan nama sang yeoja.

Hyunchan tak berani menoleh,matanya sedang berkaca-kaca sekarang ketika ia mengingat kembaili kisah masa lalunya dan ia tak ingin Baekhyun melihat itu.

Keheningan menyelimuti keduanya setelah percakapan itu. Baekhyun menatap keluar juga sama persis seperti apa yang dilakukan Hyunchan.Ini juga pertama kalinya ia menaiki bianglala di umurnya yang sebesar ini.Terakhir ia naik ke tempat ini ketika ia masih berumur 4 tahun.Setelahnya,sekalipun kedua temannya dan Jisun mengajaknya ke taman bermain,mereka pasti selalu melewatkan wahana ini.Paling hanya Jisun dan Chanyeol yang memilih wahana ini.

Tiba-tiba potongan-potangon gambar telintas di otaknya.Baekhyun menutup matanya lalu sebentar kemudian ia membukanya lagi.Ia terlihat seperti orang yang sedang sakit kepala.Tangannya secara spontan memegang jidatnya berusaha menghentikan gambaran-gambaran tak jelas itu.Di setiap gambaran itu ia melihat seorang anak sedang naik bianglala  dan kemudian ia melambai pada seorang wanita dewasa yang menatapnya dari bawah sana.

“Eomma~ Eomma~” Itulah kata yang diucapkan anak tersebut sembari memamerkan giginya yang lebar.

Keringat dingin mulai mengucur di pelipis namja itu.Nafasnya tak teratur.Setelah itu potongan gambar berganti pada sebua adegan lain.Dimana dengan anak yang sama dan perempuan yang sama namun dengan latar yang berbeda.Latar yang gelap,menandakan itu terjadi pada malam hari.Dan tak jauh dari keduanya ada sebuah taksi.

Sementara Hyunchan yang mendengar ada hal tak beres dengan orang yang berada dihadapannya,ia pun segera menolehkan kepalanya memastikan bahawa ia tak salah dengar.Kepanikan muncul seketika di wajahnya melihat kondisi Baekhyun.

“Baekhyun-ah! Baekhyun-ah! Gwenchanayo?wae geurae?Gwenchana?” yeoja itu terus mengguncang badan si namja namun tak ada respon berarti dengan namja itu.Seolah namja itu sedang pergi ke sebuah dimensi lain dan tak ada yang bisa mengusiknya.Sekalipun Hyunchan memanggilnya,berusaha menyadarkannya dengan suara yang sekeras itu namun yang hinggap di pendengaran Baekhyun bukanlah suara ataupun ucapan Hyunchan.Ada jenis suara lan yang bergentayangan di fikirannya.

“Eomma,kajima~.Kajimarago~” Potongan gambar anak kecil yang sedang memeluk seseorang yang dipanggilnya ibu kini tergambar di alam bawah sadarnya.

Kemudian gambar itupun berganti menjadi adegan di mana sang ibu memeluk anaknya sambil berbisik sesuatu.”Baekhyun-ah berjanjilah pada eomma , Jika eomma tidak ada,berjanjilah kau akan menjaga diri mu dan Jisun baik-baik, uh? berjanjilah kau akan hidup dengan bahagia,jadi anak yang baik yang tak akan mengecewakan appa.Yaksok?”

Gambar itu kemudian terputus lalu berganti dengan pemandangan lain.

“Eomma!Kajimaseyo! Kajima!! Kajimaaa!!”  Gambar terakhir yang tersajikan adalah anak kecil itu kini terduduk di aspal jalanan menagisi kepergian ibunya yang mulai masuk kedalam taksi dan perlahan menghilang.Baekhyun sedikit demi sedikit mulai kembali ke dunia nyatanya.

“Kajima~ Kajima~” Ia terus bergumam kata itu dengan suara bergetar.Hyunchan tak tahu apa yang harus ia lakukan.Sekalipun ia berteriak meminta tolong ,siapa yang akan mendengarnya dan memperhatikannya dari ketinggian seperti ini.Yeoja itu terus menepuk-nepuk  lengan Baekhyun masih berusaha menyadarkan namja itu.Hingga tiba-tiba saja tangan Baekhyun langsung menggenggamnya erat dan kuat hingga ia bisa merasakan kuku namja itu hampir melukai kulitnya.Namja itu tampak seperti orang yang menyimpan begitu banyak luka dibatin dan sekaranglah luka itu baru nampak.Yeoja itu perlahan menggenggam kembali  tangan Baekhyun dengan tangan yang satunya lagi.

“Baekhyun-ah.Tenanglah.” kata –kata itu terus keluar dari mulut Hyunchan.Meskipun ia sendiri tahu kata ‘tenanglah’ tak akan banyak membantu tapi ia tetap menggumamkannya karena tak tahu harus mengucapkan apa.

Ia menggenggam kuat tangan namja itu saking takutnya jika ada sesautu yang terjadi pada Baekhyun.Masalahnya ia tak pernah sebelumnya berada di posisi yang seperi ini.Tak lama kemudian namja itu berbalik ke arahnya,menatapnya dengan mata yang begitu menyimpan luka dan kesedihan yang mendalam.Hyunchan terkejut memandang mata itu.Sebenarnya apa yang baru saja terjadi pada namja ini? Kenapa ia mendadak seperti ini?

Sedangkan Baekhyun,begitu ia menatap bola mata itu seolah ada sesuatu yang kemudian membuatnya merasa nyaman dan perlahan nafasnya yang tak beraturan tadi mulai kembali normal.Bayangan-bayangan tak jelas itu mulai menghilang,berganti dengan wajah khawatir Hyunchan yang sedari tadi menatapnya.

“Hyunchan-ah.” Mulutnya menggumamkan nama yeoja itu hingga membuat yang dipanggil sadar bahwa Baekhyun sudah kembali.

“Gwenchana?” Tanyana tapi masih belum ada respon dari Baekhyun

“Baekhyun-ah,gwenchana?”

Saraf otak namja itu mulai kembali terhubung dengan baik.Ia hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah.Matanya kembali menatap tangan Hyunchan yang masih menggenggamnya.Segaris senyuman terpampang di bibirnya.Sepertinya karena tangan yeoja inilah ia bisa kembali normal lagi.

Hyunchan yang akhirya sadar dengan posisi tangannya,segera mungkin  menarik tangannya dan melepaskannya dari genggaman Baekhyun.

“Josonghamnida.”

Wajah yeoja itu terlihat memerah sedangkan Baekhyun sepertinya ia tak terlalu suka ketika Hyunchan melepaskan tangannya.Entah mengapa di dalam dirinya ia masih ingin memegang tangan itu dalam waktu yang lama.

“Sebenarnya apa yang terjadi pada mu tadi?” selidik Hyunchan berusaha membuka topic pembicaraan.

“Molla,aku juga tak tahu.Sepertinya aku hanya sedikit pusing saja.” Baekhyun memang tak tahu apa yang baru saja menyerangnya tetapi,rasanya ia begitu familiar dengan semua rerentetan adegan itu meskipun ia sendiri tak bisa mengingatnya dengan jelas.

***

Setelah permainan itu selesai tak satupun dari mereka yang mau mengangkat suara.Keduanya kini berjalan menuju jalan keluar dari Lotte world.Awalnya Baekhyun tak mau namun mengingat apa yang beberapa saat  lalu terjadi  Hyunchan memaksa agar mereka pulang saja.

“Uhm.Gomawo.” suara Hyunchan mulai mengisi keheningan itu.

“Untuk hari ini.”lanjut yeoja itu.

Baekhyun terdiam sejenak menghentikan langkahnya.Ia menoleh melemparkan senyumannya pada Hyunchan lalu kembali berjalan lagi.Hari ini akan segera berakhir dan begitu pulalah hubungan antara Hyunchan dan Baekhyun.Ia akan manjauhi yeoja itu,ia harus memastikan bahwa perasaannya selama ini hanyalah sebuah ilusi semata hanya karena belakangan ini ia kebanyakan berinteraksi dengan Hyunchan.Tapi kenapa rasanya ia tak ingin  mengakhiri hari ini.Sebersit kesedihan kini mendatanginya.

Keduanya terus berjalan menikmati pemandnagan sore hari di wahana ini.Mereka kembali terjebak dalam keheningan.Hanya deru suara angin yang tekadang memainkan anak rambut mereka dan mengisi kesunyian yang ada.

Karena berjalan bersampingan,tanpa sengaja kulit tangan keduanya saling bersentuhan.Yang pertama kalinya,mereka seolah tak memperdulikan .Hingga akhirnya untuk yang kesekian kalinya,Baekhyun mulai merasakan sesuatu didalam dirinya.Jantungnya kembali berdetak tak karuan lagi seperti biasanya.Ia mulai menikmati semua hal-hal aneh yang ia rasakan.Tanpa ia sadari tangannya yang sedari tadi bersentuhan dengan tangan Hyunchan,seketika itu juga menggenggam tangan yeoja itu secara perlahan.Sensasi ini persis seperti apa yang dirasakannya sewaktu ia kehilangan kendali tadi.Begitu nyaman dan menenangkan.

Hyunchan terkaget dengan sesuatu yang menggenggam tangannya.Sambil terus melangkah ia mangalihkan pandangannya ke  arah abekhyun.Namun namja itu sepertinya memilih cuek bebek dan pura-pura tak terjadi apa-apa.

Seulas senyum tersungging di wajah yeoja itu.Dan secara spontan juga tangannya membalas genggaman namja itu.Ke duanya tak mau memikirkan apapun saat ini.Mereka hanya ingin sedikit menikmati semuanya tanpa harus tahu kenapa bisa seperti ini dan kenapa bisa seperti itu.

Sepulangnya dari wahana tersebut,namja itu mengantar Hyunchan tepat di depan gedung apartemennya.Yeoja itu perlahan turun dari mobil Baekhyun di ikuti oleh si pemilik mobil.

“aku akan mengantar mu sampai ke atas.” Ucap namja itu.

“Mwo? Tidak suah seperti itu.Kau pulanglah dan istirahatlah.Aku bisa masuk sendiri.”Tolak yeoja itu.

Hyunchan ingin membungkuk sebagai salam perpisahan namun namja itu malah menyingkir dari hadapannya dan mendahului Hyunchan melangkah ke depan.

“Itu bukan pilihan dimana kau bisa menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’. Kajja!” Ucap namja itu.

Akhirnya mau tak mau Hyunchan pun mengikuti saja kemauan dari Baekhyun.Lelaki kurus itu  mengantar Hyunchan hingga ke depan pintu dimana yeoja itu tinggal.Koridor ini amat  begitu sunyi,padahal biasanya ketika Baekhyun datang ke tempat ini untuk belajar bersama,ini tak sesunyi ini.

“Gomawo.Maaf sudah meropatkan mu.” Ucap Hyunchan sedikit sungkan.

“aigoo kau ini,seperti baru ini saja aku mengantar mu ke sini.” Namja itu terkekeh.

“Masuklah! Aku akan pergi setelah kau masuk.”Namja itu lagi-lagi tersenyum pada Hyunchan.

Entah harus bagaimana lagi cara yeoja itu bertahan dengan semua ini.Selama seharian ini hidupnya dipenuhi oleh sneyuman Baekhyun dimana-mana.

“Nnn..ne.Annyeong.” Yeoja itu membungkuk dan perlahan mulai menuju pintunya untuk memencet kode pembuka pintu apartemennya.

Ia tersenyum sebelum akhirnya menutup pintu itu dan membiarkan Baekhyun tertinggal di luar.Kenapa rasanya Baekhyun ingin menangis saat ini?

Lelaki itu mulai berjalan menjauhi pintu Hyunchan dengan sangat lemas seolah tak punya tenaga.Jadi seperti inilah bentuk perpisahannya dengan Hyunchan? Kenapa ia begitu merasa sedih,bukankah seharusnya ia biasa saja?

Derap langkahnya terhenti mendadak.Ia berbalik menoleh menatap pintu coklat milik apartemen Hyunchan.Lama ia menatap hingga ia memutuskan untuk mengembalikan langkahnya menuju ke pintu itu.Ia memencet bel pintu tersebut hingga sang pemilik membukakan pintu.

Baekhyun menatap yeoja itu dengan  tatapan yang sulit diartikan.Kenapa ia kembali ke tempat ini? Kenapa langkahnya menggiringnya kembali ke hadapan yeoja ini?

“Baekhyun-ah?” Alis Hyunchan saling bertatut.

“Ada ap-“

Tenggorokan yeoja itu tercekat ketika namja di hadapannya  tiba-tiba saja memeluknya tanpa sesuatu yang jelas.Matanya membulat,ia mematung di tempatnya tak memberikan gerakan sedikit pun.Lengan kurus namja itu memeluknya erat seolah tak ingin melepaskan Hyunchan.Tak ada bedanya dengan Hyunchan,Baekhyun juga sama terkejutnya dengan apa yang ia lakukan.Ada apa dengannya? Kenapa tubuhnya mendadak seperti ini? Kenapa ia seolah ingin terbang ketika hanya dengan memeluk yeoja ini? Kenapa? Kenapa? Dan Kenapa?

Begitu banyak pertanyaan yang berkeliaran di otaknya.Namun tak satupun dari pertayaan-pertanyaan itu bisa ia jawab.

***

Jisun menatap nanar bingkai foto yang menampilkan dirinya dan Chanyeol tengah tersenyum.Foto itu mereka ambil saat ulang tahun yeoja itu tepat satu tahun yang lalu.Melihat senyuman mereka rasanya tak akan pernah terbayangkan bahwa sekarang mereka telah berpisah.

Helaan nafas terdengar dari mulut yeoja itu.Fikirannya kembali melayang ke kejadian di sekolah tadi.Kejadian dimana namja itu terlibat kericuhan dengan salah satu siswa di sekolah.Namja itu berkelahi karena alasan yang sama sekali tak jelas,dan Jisun merasa ia seolah tak mengenal Park Chanyeol lagi.Bohong,jika ia tak merasa bersalah atas perubahan sikap Chanyeol itu.Ia tahu betul namja itu berubah karena masalah mereka.

Haruskah ia memberikan sedikit waktu lagi untuk Chanyeol ? Sepertiya begitu.

Ia harus berfikiran dewasa di sini.Ia tak boleh hanya mengikuti kemarahannya semata dan nanti pada akhirnya  akan menyesali keputusannya.Yeoja itu bangkit dari tempat tidurnya berjalan ke meja belajar untuk mengambil ponselnya.

Ditatapnya id betuliskan Hangeul Park Chanyeol itu.Jempolnya terlihat ragu namun kemudian akhirnya tetap memencet tanda panggilan di layar tersebut.Ia terus menunggu hingga si pemilik ponsel menerima panggilannya,namun hingga panggilan ke lima namja itu tak kunjung menjawab panggilan dari Jisun.Mau tak mau yeoja itupun akhirnya hanya  menyimpan pesan suara.

“Oppa,aku ingin membicarakan sesuatu.Kau ada di rumah kan? Aku akan kesana.”

Selesai dengan pesan suara yang ia tinggalkan ,yeoja itupun mulai bersiap-siap.Semoga ini betul-betul pilihan yang tepat untuknya.

Sementara di sisi lain Chanyeol pun sedang memandangi foto yang sama dengan yang dipandangi oleh Jisun.Biasanya jam seperti ini ,meskipun sudah pukul  tujum malam yeoja itu masih berada di apartemen Chanyeol.Melakukan apa saja hingga rasanya apartemen ini tak pernah sunyi.Entah itu bercerita tetang kejadian di sekolah,bermain game,atatupun mengusik Chanyeol yang biasa asik belajar,semua itulah yang membuat suasana di tempat ini tak pernah sunyi dari tawa,candaan ataupun rengekan dari yeoja itu.

Dan setelah yeoja itu benar-benar menghilang dari hidupnya,barulah iam erasakan semua kesunyian ini.Padahal ini baru menginjak hari ketiga namun entah mengapa  seolah seperti berabad lamanya.Seharusnya ia menyadari ini semua lebih awal. Jisun itu bukan hanya boneka yang selalu mengikutinya saja namun tanpa ia sadari perlahan posisi gadis itu mulai masuk ke dalam diri Chanyeol sebagi seseorang yang penting dan berharga baginya.Ia terlalu lama bimbang dengan perasaannya,dan itulah kebodohan terbesarnya.

Andai saja yeoja itu mau menemuinya dan tak menghindarinya bak pembunuh berdarah dingin.Anda saja yeoja itu sekarang datang menemuinya dan membuat segalanya menjadi baik kembali.

Disaat ia telah melamunkan Jisun,tiba-tiba saja bel apartemennya berbunyi.Ia perlahan berjalan menuju latar intercomnya.Dan disaat namja itu telah beranjak,pada waktu yang sama pula ponselnya bergetar tanpa deringan.Berkali-kali ponsel itu bergetar namun tetap saja sang pemilik tak mendnegarnya karena ia sedang berada di pintu bersiap-siap menerima tamunya.

Dilihatnya yeoja yang wajahnya terpampang jelas di layar intercom itu.Jarinya kemudian memencet salah satu tombol hingga pintunya pun terbuka.

“wae,Jiyeon-ah?”

“Hei, ucapan menyambut tamu macam apa itu?Seharusnya kau bilang annyeong Jiyeon-ah” yeoja itu sedikit berkelakar.

***

Jisun mempercepat langkahnya menaiki anak tangga apartemen Chanyeol.Elevatornya hanya sampai lantai 14 saja,sedangkan untuk menuju kelantai 15 karena sedikit bermasalah jadinya ia harus menaiki anak-anak tangga yang menyebalkan itu.Ia seolah mamantapkan hatinya sebelum membuka pintu  yang menghubungkannya ke lantai dimana Chanyeol tinggal.

Ia sudah memikrkan sedari tadi kata-kata yang akan ia ucapkan ketika bertemu Chanyeol nanti.Perlahan tangannya membuka pintu ia.Detakan heelsnya menggema di sepanjang koridor itu.Ia terus memberikan dirinya motivasi bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Langkahnya terhenti mendadak.Kegugupannya yang sudah sampai pada poin berapa seketika menghilang.Tas yang ia genggam sedari tadi hampir saja terlepas dari tangannya.Matanya membulat ketika apa yang ia lihat dihadapnnya itu bukanlah sesuatu yang ia inginkan.Namja itu,orang yang baru saja ia ingin berikan kesempatan kedua namun sepertinya dia sudah tak layak lagi menerimaya.Kenapa? karena sepertinya sudah ada wanita yang benar-benar telah menggantikan posisi yeoja childish yang selalu mengekorinya kemanapun.Entah bagaimana ini bisa terjadi namun yang tertangkap oleh mata Jisun,namja yang selama bertahun-tahun mencintainya kini tengah berciuman dengan wnaita yang sangat di benci oleh Jisun.Si wanita yang kini sukses membuat hubungannya dengan Chanyeol menjadi tak karuan seperti ini,Park Jiyeon.Entah siapa yang mencium siapa,atau siapa yang dicium disini,namun bagi Jisun itu semua tak penting lagi.Yang bisa ia percaya hanyalah apa yang telah dilihat oleh matanya kini.Otaknya sudah tak bisa berfungsi dan memikir semuanya dengan akal sehat.

Tubuhnya sempat oleng saking kagetnya oleh pemandangan itu.Tangan yang satunya berusaha mencari tumpuan agar ia tak terjatuh dan tak ketahuan oleh Chanyeol.

Seharusnya ia sadar,bahwa dirinya sebenarnya memang tak ada artinya di mata Chanyeol.Dan sepertinya namja itu benar-benar menikmati kebebasaannya dari Jisun sekarang.Buktinya sesuatu yang dilakukan namja itu dengan yeoja lain ini,seperti tak menunjukkan bahwa  dia adalah namja yang baru saja putus dalam suatu hubungan.Jisunlah yang selama ini kegeeran,menganggap dirinya akan seperti di drama-drama.Sang pria baru tersadar betapa pentingnya yeoja itu ketika ia telah pergi.Ia selalu punya pemikiran seperti itu,namun setelah melihat pemandangan di hadapannya ia harus sadar dari dunia khayalannya.Ini adalah dunia nyata yang dimana di dalamnya tak akan pernah seindah di dunia khayalan.

Tangannya mengepal dengan kuatnya hingga bekas kukunya terlihat jelas di di kulit telapak tangannya.Ia pergi tanpa meninggalkan suara apapapun.Berdiri disana hingga keduanya menyadari keberadaannya itu akan memberikan kesan yang meneydihkan padanya.Lagi pula lebih baik pergi diam-diam seperti ini.Yeoja itu takut,jika ia bertahan disana ia tak mampu menahan air mata beserta emosinya.ia takut akan menjadi gadis gila yang berteriak meraung-raung karena tak sanggup menerima semuanya.

Lagi-lagi akhir yangs ama dengan apa yang terjadi dengan tiga hari yang lalu.Semuanya kembali berakhir dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti hanya karena seorang namja yang bernama Park Chanyeol.Seharusnya ia tak melakukan ini.Datang ke tempat ini dan berniat baikan dengan Chanyeol itu semua adalah kesalahan.Seandainya ia tak berniat memberikan kesempatan ke dua pada Chanyeol,seandainya ia tak menunjungi namja itu hari ini,pasti ia tak akan sesakit ini hingga rasanya ingin menghilang dari dunia.Yeoja itu keluar dari apartemen Chanyeol dengan bercucuran air mata.Masa bodoh dengan tatapan orang-orang yang dilemparkan padanya.Masa bodoh dengan make upnya yang luntur dan membuat wajahnya menyerupai monster.Ia tak peduli lagi pada semuanya.

Ia akan menyerahh sampai disini.Dirinya sudah terlalu bertoleransi banyak demi Chanyeol.Menunggu bertahun-tahun hingga namja itu mencintainya,memberikan kesempatan ke dua pada namja itu,baginya itu semua sudah lebih daripada cukup.Ia lelah dan akan menghentikan semuanya.

***

Chanyeol membulatkan matanya ketika yeoja yang beberapa saat yang lalu bertamu ke kediamannya dan sekarang hendak pulang kembali,tiba-tiba saja menciumnya.Dengan cepat ia menyadarkan dirinya dan mendorong yeoja itu perlahan.

“Jiyeon-ah!” kejutnya.

Ia tak menyangka Jiyeon akan melakukan ini.Yeoja itu menunda jadwal keberangkatannya.Seharusnya hari dimana ia dan Jisun putus disitulah Jiyeon harus berangkat kembali ke Amerika.Tapi entah mengapa yeoja itu membatalkan keberangkatannya dan tiba-tiba saja beberapa saat yang lalu berkunjung ke tempatnya.Kini yeoja itu sudah berniat berpamitan ,namun dengan tiba-tiba ia justru melakukan hal yang aneh tadi.

Yeoja itu menatap dalam ke arah mata Chanyeol.

“Chanyeol-ah..Nan..Nan ajik saranghaeyo.Sranghandago.” *Chanyeol-ah,aku masih mencintai mu.Aku mencitintai mu.” Ucapnya lirih.

Kata-kata yang dikeluarkan yeoja itu semakin mebuat Chanyeol terkejut.Ia tak pernah menyangka bahwa Jiyeon masih punya rasa padanya.ia dan Jiyeon memnag dulu sempat menjalin hubungan dua tahun yang lalu.Semua orang di sekolah tahu siapa mereka.Hingga kemudian hubungan keduanya terhenti ketika keluarga Jiyeon pindah ke Amerika dan keduanya sudah mulai jarang berkirim kabar.Tak lama setelah itu ayahnya secara mendadak mengusulkan pertunagannya dengan anak gadis teman bisnisnya,Jisun.Selain karena dia memang sudah mengenal baik yeoja itu sejak kecil ditambah lagi ia sedang butuh pelarian,teman untuk menghibur atau apalah itu akhirnya pertunagan itupun ia terima.Dan berawal dari hal itulah tanpa ia sadari perlahan gadis yang awalnya di anggap sebagai dongsaeng,boneka pengikut dan semacamnya,kini benar-benar telah menggantikan posisi Jiyeon.

“Mianhae.Tapi aku bukan lagi Park Chanyeol 2 tahun silam.Semuanya sudah terlalu banyak yang berubah Jiyeon-ah.Kau menghilang dari ku selama dua tahun.Apa kau tahu? Dalam sehari saja perasaaan seseorang  bisa berubah apalagi jika itu menyangkut  tahun.Seperti itulah yang terjadi pada ku.”

“tapi aku ingin memperbaiki semuanya,memulainya dari awal lagi.” Yeoja itu meraih tangan Chanyeol ,menggenggamnya cukup kuat.

Chanyeol menghela nafas.Perlahan di lepaskannya genggaman itu.”sekali lagi ku katakan,aku tak bisa Jiyeon-ah.Kau sudah terlalu terlambat untuk memperbaiki semuanya.Sudah ada orang lain yang menggantikan mu di sini.”Tangan namja itu menepuk-nepuk dadanya.

“Nugu? Apa gadis dari keluarga Byun itu? Gadis yang kau bilang selalu mengekori mu sejak dulu?”

Chanyeol mengangguk pelan.

“tapi bukannya kau bilang kau tak punya rasa padanya? Kau bilang dia hanya kau anggap sebagai dongsaeng mu saja? Kau bilang dia adalah boneka pengikut mu?” nada suara Jiyeon mulai meninggi.ia kesal,kecewa,sedih semuanya bercampur aduk.Bayangkan saja dia hanya pergi meninggalkan Chanyeol 2 tahun saja dan begitu ia kembali tau-tau posisinya sudah tergantikan oleh yeoja yang selalu mengekori namja itu.

“Meskipun ini sudah terlambat,namun aku sadar.Aku sadar bahwa aku menyayanginya lebih dari sekedar dongsaeng ataupun boneka yang selalu mengikuti ku.Nan.. geu yeoja ga saranghanda.*aku menyukai yeoja itu.*

“kalau kau menunda kepulangan mu hanya karena ingin membuat ku kembali pada mu,sebaiknya jangan lakukan itu.Karena aku benar benar kini hanya menganggap mu sebagi seorang teman baik dan tak akan pernah lebih.Pulanglah! kenangan kita terdahulu biarlah berlalu.Kini saatnya kita menjalani kehidupan masing-masing dengan jauh lebih baik lagi.” Namja itu memegang  pundak yeoja itu.

Jiyeon tertunduk.Air matanya sudah mengenangi pelupuk matanya.ia berusaha menahan agar air itu tak keluar.Karena sekali keluar maka ia tak tahu bagaimana ia menghentikannya.Ia berusaha menguatkan dirinya.Perlahan kepalanya pun ia angkat dan melemparkan senyumannya pada Chanyeol.ia menatap mata namja itu.

“kau benar-benar menyukai Jisun?”

Chanyeol mengangguk mantap dan Jiyeon bisa menangkap keseriusan perasaan Chanyeol itu lewat tatapan matanya.Tatapan mata yang dulu sering di berikan padanya ketika mereka masih menjalin hubungan.

“uh,geurae.Sepertinya kau memang benar-benar menyukainya.”

Senyuman yeoja itu semakin melebar.”dan sepertinya juga aku benar-benar tak punya harapan lagi.Baiklah kurasa sekarang semuanya sudah jelas.Andai ku tahu di masa depan kita akan seperti ini,aku akan menghabiskan waktu yang banyak dengan mu ketika kita berpacaran dulu.”

“Jiyeon-ah.”

“hahaha.anhi.Aku hanya bercanda.Oke,saatnya aku pergi.Besok aku akan segera pulang ke amerika.Gomawo untuk semuanya Park Chanyeol.” Yeoja itu memegang tangan Chanyeol sejenak kemudian melepaskannya dan berjalan meninggalkan namja itu.

Chanyeol berbalik dan berteriak.”Park Jiyeon! Dapatkanlah namja yang lebih baik dari ku!”

Jiyeon terhenti dan menoleh ke  arah Chanyeol.

“tentu saja itu!Ada banyak namja di luar sana yang jauh lebih tampan,kaya,dan baik dari mu!” Yeoja itu terkekeh begitu pula dengan Chanyeol.

“Kau juga,hiduplah dengan baik dengan Jisun!” Yeoja itupun melambaikan tangannya sebelum akhirnya ia kembali melangkah meninggalkan Chanyeol yang juga melambaikan tangannya.Namun begitu ia sudah membelakangi Chanyeol air mata yang sedari tadi ditahannya pun akhirnya mengucur juga.Dia ini seorang manusia juga,bohong jika ia tak merasakan sakit setelah perpisahannya dengan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum,ia memasukkan kedua tangannya ke saku celanya dan kembali masuk ke dalam tempat tinggalnya.Syukurlah ia bisa berpisah dengan cara baik-baik seperti  ini.Ia berjalan menuju kamarnya hingga bola matanya tak sengaja melirik ke layar ponselnya.Posisi ponsel itu berubah,itu berarti ada getaran yang membuat ponsel itu berganti posisi.Diraihnya benda bercasing hitam tersebut lalu di periksanyalah layarnya.Manik matanya membesar ketika melihat ada beberapa panggilan masuk dari Jisun.Jempolnya mulai bergerak memencet kotak pesan suara yang sepertinya ada yang berasal dari Jisun.

“Oppa,aku ingin membicarakan sesuatu.Kau ada di apartemen kan? Aku akan kesana.”

Ia terlihat sednag berfikir..

“Hokshi..*mungkinkah..*

Kakinya dengan cepat kembali keluar  tepat di koridor apartemannya.”Mungkinkah Jisun tadi datang ke sini? Apa ia melihat adegan itu?” batin Chanyeol tak tenang.

Ia takut Jisun tadinya datang ke tempat ini dan melihat apa yang dilakukannya tadi bersama Jiyeon dan mengakibatkan yeoja itu salah paham lagi.ia takut itu terjadi.Ia berjalan menuju tangga yang menghubungkan ke lantai di bawahnya.Ia ingin mencari yeoja itu.Mungkin saja ia masih berada di sekitar sini.Namun belum sempat ia turun ke lantai berikutnya,tepat di depan pintu tangga yang menghubungkan lantai 15 dan 14 matanya menagkap sesuatu.Ia menununduk perlahan meraih sesuatu itu.sebuah gantungan kunci berbentuk potongan hati pink tergeletak di lantai .Ia mengambil benda tersebut dan menatapnya dengan pandangan tak percaya.Gantungan itu,ia tahu betul benda seperti apa itu.Itu adalah benda yang diberikannya pada Jisun sewaktu mereka ke taman bermain.Potongan hati berwarna pink berada di Jisun sedangkan yang satunya lagi berwarna biru berada padanya.Tapi seingatnya ada ukuran nama mereka di balik gantungan itu.Chanyeol mulai berharap bahwa tanda itu tak ada.Ia takut menerima kenyataan bahwa benda ini adalah memang milik Jisun dan bukan milik orang lain yang kebetulan sama.

Perlahan tangannya membalikan gantungan itu dan betul saja apa yang ia takutkan benar terjadi.Nama Byun Jisun terpampang jelas di balik gantungan kunci itu.Kakinya mendadak lemah hingga dia harus bertopang pada dinding.

“maldo andwe.” *tidak mungkin* Ucapnya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Tangannya gemetaran meraih ponselnya.Ia mulai menyentuh tombol panggilan pada id kontak Jisun.Di tempelkannya ponsel itu tepat di telinganya.Nomor yeoja itu tak aktif.Berkali-kali Chanyeol mencoba menghubungi,baik dari telepon rumahnya namun tak seorang pun yang mengangkatnya.Chanyeol sadar,sepertinya yeoja itu benar-benar melihat apa yang ditakutkan oleh dirinya dan bodohnya lagi ia tak menyadari itu semua.ia kesal bukan main.Disaat mungkin ada setitik harapan pada hubungan mereka ketika Jisun sudah mau menemuinya,malah justru terjadi hal seperti ini.

“Argggghh!!” kepalan tinjunya menghantam tembok yang keras itu.Perlahan cat yang tadinya berwarna cream berubah menjadi warnah merah akibat luka di tangan Chanyeol.

Tubuhnya bergetar hebat.Isak pelan tangisnya memenuhi koridor sepi yang entah kemana semua perginya para penghuni itu.tangis itu perlahan menjadi sesenggukan.Tubuhnya terperosot ke lantai apartemen .Ia membenamkan wajahnya di kedua lututnya sambil terus menangis.Sekarang apa yang harus dia lakukan? Ia benar-benar telah kehilangan kesempatannya.

***

TBC

Annyeongga stelah ff ini lumutan di lappie akhirnya bisa kelar juga 😀 😀

Mian semuanya buat keterlambatan ini ff yang pake banget hohoho

Liburan semesternya udah brakhir dan begitu masuk kampus authornya langsung di serbuhhh sama tugas tugas kuliah yang minta di sepak *curcol*

Di part ini semuanya jadi rumit mit mit mitt..Mian kalo makin ke sini makin gaje ini ff ToT mian juga kalo banyak typonya,ini saya nyuri-nyuri wkatu soalnya hohohho #plakk

Buat  readers yang sampai saat ini masih setia komen dan nungguin ff saya.. makasih buanyakkk..saya gak tau mau ngomong apa lagi Hikss *terharu*

Dan juga Mianhae buat komen di part 7 kemarin yang belom sempat saya balas semuanya 😀

 

82 responses to “THE SECOND LIFE [PART 8]

  1. Chanyeol tabahkan hatimu, nah Baekhyun lu jangan sok” gengsi gitu deh. Chapter ini bikin greget tau

  2. Aduuhhh aduuhhh, hancur sudah hati jisun, ayooo chanyoel cepat selesaikan masalahmu…
    Uri baekhyun jangan terlalu lama buat menganalisa perasaanMu, kalok suka yaa suka ajja,, hehehee
    Next chap d tunggu yee…^^

  3. Sebelumnya aku minta maaf sebesar-besarnya thor… Tapi aku rasa cerita dalam chapter ini sudah jauh melenceng dari konsep cerita diawal, bumbu ceritanya malah terasa terlalu kuat dibanding cerita utamanya. Tapi terimakasih lo thor sudah membuat ide cerita sebagus ini.

  4. Baek mulai cinta yaa? Ahh, baek kyeopta sekaleee:3 tp syg harus ada misi, hiks:'(
    Chanyeol sama jisun lagi2 bikin baperrrrr:( kehidupan cintanya rumit bgt:(
    Keren thor, walaupun masih ada typo but sofar, tetep juarak ff nyaaaaa!!:D
    Keep writing thor!!^^

  5. Ko aa suho ga muncuk tiba-tiba di sini? Tampar saya ka, tampar, pengennya suho mulu. Biasnya bukan suho sih melainkan uri sehun, tapi aku suka peran suho di sini jadi suka kangen klo ga ada dia :’
    Baekhyun kenapa? Kenapa dia jdi inget masa lalunya? Ibunya kenapa ninggalin baekhyun? Apa karena berantem sama jinki? Oalah, kakeknya peramal toh😂 ada rintangan yang berat kan kata kakek itu. Kaya drama TTBY kalo bagian ini *flashback masa lalu* cuma kalo drama TTBY gelang yg nyala. Waaaaaa…. Baekhyun klo suka suka aja, dia mah perlu waktu melulu buat mastiin. Padahal tembak aja lah -__-
    JISUN! Kaaaaa kasian jisunnnya kenapa di siksa gini? Chanyeol jga kasian. Dia udah pnya kesempatan tapi sia-sia. Jisunnya kesian, aku ga kuat beneran. Mau nangis, dan jadi ikut tegang sama ceritanya :”
    Ini msih detik-detik konflik/ detik-detik mulai puncak konflik/ atau udah puncaknya? Aku msih blum dpet ttik temu :”

    Semoga komentar saya yang selalu panjang, bertele-tele dan ga jelas ini menjadi kenangan bagi kaka😂

  6. aduh baekhyun udh mendingan bilang aja kalo kamu itu suka sma hyunchan,hilangin aja deh gengsinya,dripada keduluan sma kyunsoo
    aduh chanyeol kasian bangt,yaudh sini sma aku aja hihi^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s