SACRIFICE [Part 3]

Title                      : SACRIFICE

Author                 : Ondubu (@intanKoiziro)

Cast                       : Lee Taemin (SHINee)

                                  No Minwoo (BOY FRIEND)

                                  Choi Jin Ri (Fx)

                                  Kang Yunjoo (OC)

                                  Yesung (SUPER JUNIOR)

                                  Lee Hongki (FT ISLAND)

                                  Ren (Nu’EST)

                                  Seungri (BIG BANG)

                                  Byun Baekhyun (EXO K)

                                  Oh Sehun (EXO K)

                                  Park Chanyeol (EXO K)

Support Cast      :Jung YongHwa (CN BLUE)

                                 Alice (OC)

                                 Etc. (you can find this ff story)

Genre                    : Tragedy, Family, Life, Friendship, Romance

Rating                   : G  ­- (General)

Disclamer           : Ini bukan ff pertama yang author buat, ff ini author udah pikirin mateng-mateng (?). semua cast pas banget sama karakter di cerita ini, ya…walaupun meleset dikit dari aslinya mereka. Hehehe, Alice dan Kang Yunjoo adalah buah imajinasi dari author kalau yang lainnya milik Tuhan dan agensi mereka masing-masing. Yaudah dari pada dengerin cuap-cuap dari author yang ga penting ini,mending langsung capcus aja ke ceritanya. Mian ya kalau dikit gaje dan banyak typo nya. Happy reading semua ^_~

Prev : Part 1 | Part 2

~$$$~

Although  you hate me

I’ll still love you Hyung

Although this life will be at stake

Namja itu terus berlari dan tidak memperdulikan tatapan aneh dari para siswa lain yang melihatnya berlari seperti di kejar hantu.Yang di pikirannya hanyalah Taemin, hyung satu-satunya.Namja itu sangat khawatir akan keadaan hyungnya itu. Ia terus berlari menuju kelas hyungnya.

Aaarrggghhhh…

~$$$~

Aaarrgghh

Tiba-tiba namja itu terjatuh saat ia merasakan sakit yang luar biasa pada pergelangan kaki kirinya. Diremasnya pergelangan kakinya yang terasa sakit itu dengan kuat berharap rasa sakitnya itu sedikit hilang.

“Sial, kenapa di saat seperti ini!” umpatnya kesal.

Dengan sekuat tenaga namja itupun berusaha berdiri walaupun kakinya sangat sakit ia tak mau menyia-nyiakan waktu hanya karena kondisi kakinya itu. Yang ia pikirkan sekarang adalah Taemin, bukan rasa sakit pada kakinya itu. Dengan langkah yang terseok ia pun terus berjalan menuju kelas hyungnya itu sambil tangannya terus memegangi kaki kirinya.

Tak lama kemudian langkah namja itu terhenti mana kala pandangan matanya melihat sosok yang ia cari, sosok itu sedang berjalan menuju kelasnya dan sebuah senyuman mengembang di sudut bibirnya.

“Hyung…,” panggilnya.

Seketika sosok yang di panggilnya itu mengehentikan langkahnya dan sesaat kemudian membalikkan badannya mengarah ke sumber suara yang telah memanggilnya.

Kini senyuman Minwoo pun semakin mengembang kala hyungnya itu menoleh ke arahnya walaupun dengan tatapan tidak suka bahkan bisa di bilang tatapan benci yang berikan oleh hyungnya itu. Setidaknya namja itu bisa merasa lega melihat Taemin baik-baik saja dan tidak seperti apa yang ada di pikirannya.

Minwoo mulai melangkah mendekati Taemin, tetapi saat ia ingin melangkahkan kakinya rasa sakit itu kembali muncul. Namja itu berhenti sejenak dan sedetik kemudian dilanjutkannya lagi langkahnya menuju Taemin dengan memaksakan kakinya untuk berjalan. Ia benar-benar tidak peduli akan kondisi kakinya saat ini.

“Wae?” tanya Taemin ketus saat Minwoo sudah berada di hadapannya.

“Apa kau baik-baik saja, hyung?” tanya Minwoo khawatir semabari memperhatikan Taemin dari atas sampai bawah, memastikan bahwa Taemin baik-baik saja. Sedangkan Taemin hanya menatapnya heran.

“Maksudmu?” tanya Taemin bingung.

“Apa hyung baik-baik saja? Hyung tidak kenapa-kenapa, kan?

“Memangnya aku kenapa?”

“Eh…temanku bilang dia melihatmu tadi malam dikejar oleh segerombolan laki-laki dan aku khawatir terjadi sesuatu yang buruk padamu, hyung.”

Taemin terkekeh kecil mendengar pernyataan dari namja di hadapannya ini dan sejurus kemudian Taemin mendelik ke arah Minwoo.

“Aku tidak butuh perhatian darimu dan…,” kata Taemin dengan menatap Minwoo tajam “..jangan-sok-peduli-padaku.” lanjut Taemin dengan mendorong bahu kiri Minwoo yang membuatnya sedikit terhuyung ke belakang dan dengan penekan di setiap katanya. Setelah itu Taemin mebalikkan badan dan meninggalkan adiknya itu.

“Jangan pernah mencariku lagi, arasso!” tegas Taemin dan setelah itu melangkah pergi.

Aku takut ia akan menyakitimu

>>> 

“Kau baik-baik saja, Minwoo-ya?” tanya Baekhyun saat melihat Minwoo terlihat murung sambil menyantap menu makan siangnya. Minwoo hanya menghela nafas pelan tapi berat.

“Ne, gwenchana.” jawabnya singkat.

“Pasti karena Taemin sunbae, iya kan?” tebak Baekhyun asal.

“Haaah…aku tidak tahu sampai kapan dia akan membenciku?”

“Jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin suatu saat nanti dia pasti akan berubah.” jawab Baekhyun sambil menepuk-nepuk pelan pundak Minwoo.

Bel berakhirnya sekolah hari ini pun berbunyi, semua siswa sibuk membereskan peralatan mereka masing-masing dan bersiap-siap meinggalkan kelas.

“Mau pulang bersama?” tawar Yunjoo pada Minwoo yang kala itu sedang sibuk memasukkan semua bukunya ke dalam tas.

“Kau tidak pulang bersama Alice?” tanya Minwoo dengan sedikit melirik ke arah gadis itu. Dengan cepat Yunjoo menggelengkan kepalanya.

“Aniya, dia dijemput oleh namja chingunya. Jadi aku pulang sendiri lagi hari ini,” jawabnya dengan mengembungkan pipinya. Melihat ekspresi wajah Yunjoo yang begitu lucu dengan gemas Minwoo mencubit pelan pipinya yang langsung membuat gadis itu tersipu malu.

“Baiklah, kajja!” Minwoo pun menarik tangan Yunjoo lembut. Tanpa disadari gadis itu memegangi pipinya yang tadi sempat dicubit oleh namja yang kini menggandeng tangannya, seulas senyum menghiasi wajahnya.

“YA! Kalian tega meninggalkanku, huh!” teriak Baekhyun yang sedari tadi sibuk membereskan peralatan sekolahnya dan melihat kedua temannya hendak keluar kelas. Dengan cepat dia mengejar Minwoo dan Yunjoo.

>>> 

“Kapan kau akan berhenti melakukan ini, huh?” tanya seorang namja kepada yeoja yang kini sibuk memilah isi dompet berwarna coklat tua. Yeoja itu hanya melirik namja yang duduk di sampingnya itu sekilas dan tersenyum sinis menanggapi pertanyaan namja tersebut. Bukannya menjawab, yeoja itu malah asyik menghitung uang yang ada di dalam dompet itu. Melihat tingkah temannya itu namja bertubuh kurus itu memutar bola matanya kesal.

“JinRi-ya!” teriak namja itu kesal.

“Waeyo?” tanya gadis itu dengan berdecak kesal.

“Kau tidak takut kalau kakakmu tahu apa yang kau lakukan selama ini?”

“Selama kau tidak memberitahu kakakku dia tidak akan tahu, Sehun-ah.” ujar gadis yang bernama JinRi itu datar. “Kau tahu? Kalau aku tidak melakukan ini dari mana aku akan mendapatkan uang untuk membiayai hidupku? Kau tahu sendiri kan selama ini kakakku tidak pernah memperhatikanku. Ibu dan ayahku sudah lama meninggal saat aku berumur sepuluh tahun dan sejak itu aku hidup sendiri.”

“Aku tahu, JinRi-ya. Tapi apa kau tidak ingin mencari pekerjaan lain selain mencuri?” tanya Sehun dengan tatapan prihatin. Gadis itu hanya menggelangkan kepalanya pelan seraya membuang dompet yang sedari tadi dipegangnya dan memasukkan isinya ke dalam saku celananya.

“Tidak, Sehun-ah. Sudah berapa kali aku mencobanya dan itu selalu gagal.”

“Mau aku bantu?” tawar Sehun dengan tersenyum lebar. Medengar itu JinRi mengernyitkan aliasnya bingung.

Di sebuah gang kecil, terlihat seorang lelaki berlari dengan nafas yang terengah-engah. Lelaki itu berlari sambil memegangi perutnya sembari kepalanya menoleh ke belakang dengan raut wajah yang begitu ketakutan. Terdapat banyak luka pada wajahnya bahkan pelipis matanya sobek dan mengeluarkan darah segar. Dengan tenaga yang tersisa lelaki tersebut terus berlari dari kejaran sekelompok orang yang kini mengejarnya.

Tetapi saying, jalan yang ia lalui sekarang adalah jalan buntu. Dia begitu panik dan raut wajahnya semakin ketakutan kala segerombolan orang yang mengejarnya kini sudah berada di depannya.

“Kau mau pergi kemana lagi, huh?” tanya salah satu dari segerombolan orang yang mengejarnya. Wajah orang itu tak terlihat dengan jelas karena dia memakai topeng.

“A…a…ampuni aku!” ujar lelaki itu dengan suara bergetar karena ketakutan.

“Cih! Dengan gampang kau minta ampun, huh?” teriak laki-laki bertopeng itu.

Kini laki-laki bertopeng itu nenendang keras perut lelaki itu hingga dia terpental keras ke dinding tembok yang berada di belakangnya.

“Kau sudah berani mengkhianati kami dan sekarang aku tidak akan mengampunimu.”

“A…a…aku tidak bermaksud melakukan itu!”

“Kau berani mengelak, huh?” tanya seorang yang bertubuh lebih besar.

“Tamatlah riwayatmu hari ini.” ucap pria bertopeng itu sambil menodongkan pistol ke arah lelaki itu tepat menuju kepalanya. Lelaki itu semakin ketakutan, keringat dingin mengucur di sekujur tubuhnya. Dengan perlahan jemari pria bertopeng itu menarik pelatuk pistol yang di pegangnya. Dan…

DOOOORRRRRRR

Lelaki itu tewas seketika saat peluru pistol mengenai dada kirinya. Melihat korbannya telah mati kini pria bertopeng itu melepaskan topengnya dan kemudian tersenyum sinis.

>>> 

“Lapor komandan, tadi siang pembunuhan kembali terjadi dan kini terjadi di daerah Gangnam.” ucap lelaki berseragam FBI lengkap dengan nafas yang tersengal-sengal karena dia berlari dengan tergesa-gesa.

“Apa?” kaget pria yang di sebut komandan itu.

“Sekarang apa yang akan kau lakukan, Yesung?” tanya seorang laki-laki paruh baya yang juga mengenakan seragam FBI lengkap sama seperti kedua orang itu. Yesung dan namja yang bernama lengkap Jung Yonghwa itu menoleh ke arah sumber suara.

“Aku akan menyelidiki pembunuhan itu, ayah.” ucap Yesung mantap.

“Sampai kapan?” tanya ayahnya yang merupakan pimpinan FBI di Korea Selatan itu dengan menopang kedua tangannya di depan dada, terlihat sekali raut keraguan di wajahnya mendengar pernyataan anaknya.

“Selama ini kau selalu gagal menangkap pelaku pembunuhan yang terjadi selama dua tahun belakangan ini, Yesung.”

“A…aku,” Yesung menundukkan kepalanya tidak berani menatap ayahnya yang kini terlihat sangat serius.

“Apa perlu ayah yang akan turun tangan mengangani kasus ini?” ucap ayahnya tajam. Seketika Yesung menegang dan terlihat panik mendengar ucapan ayahnya.

“Biar aku yang akan menyelidikinya, ayah. Ini sudah menjadi tugasku. Aku janji akan segera mengangkap pelaku pembunuhan itu,” ucapnya mantap yang kini memberanikan diri untuk menatap ayahnya yang menatapnya tajam.

“Yonghwa, bantu aku!”

“Baik.”

Hongki berdecak kesal saat bel apartemennya berbunyi terus yang telah mengganggunya sore itu dan dengan terpaksa dia pun bangkit dari sofa dan menghentikan aktivitas menontonnya. Saat Hongki membuka pintunya, dengan tanpa permisi orang yang telah mengganggunya itu menerobos masuk ke dalam apartemennya dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa yang tadi sempat di duduki oleh Hongki. Orang itu siapa lagi kalau bukan Taemin. Melihat tingkah sahabatnya itu, Hongki medesah kesal. Kalau saja Taemin bukan sahabatnya, sudah dicekik namja itu hari ini juga.

“Kapan kau akan pulang ke rumahmu, Taemin-ah?” tanya Hongki seraya mengambil duduk di samping Taemin.

“Mungkin besok.” jawab Taemin santai sambil mengambil remote TV dan memindah-mindahkan channelnya.

“Selalu saja kau mengatakan mungkin besok,” cibir Hongki.

“Lalu aku harus mengatakan apa?” balas Taemin tanpa melepaskan pandangannya dari acara TV yang ditontonnya.

“Haah…terserah kau saja!” kesal Hongki dan melemparkan bantal sofa ke arah Taemin dan setelah itu dia bangkit dari tempat duduknya dan pergi menuju kamarnya. Sedangkan Taemin hanya berdecak kesal kepada sahabatnya itu.

Saat sedang asyik menonton acara TV kesukaannya, tiba-tiba dirasakannya ponselnya bergetar. Dengan kesal Taemin mengambil ponsel yang berada di dalam saku celananya dan setelah itu membukanya yang ternyata ada sebuah pesan.

Setelah membaca isi pesan yang tertera di ponselnya, Taemin pun langsung tersenyum sinis. “Sepertinya menyenangkan.”

>>> 

“Baiklah, sekarang juga aku akan menjemput appa di bandara.” setelah sambungan teleponnya terputus, Minwoo pun meletakkan ponselnya di saku celananya. Raut wajahnya berubah yang tadinya terlihat senang bahwa ayahnya akan segera kembali ke Seoul dengan ekspresi yang sulit diartikan.

“Apa yang akan aku katakan pada appa bahwa sebenarnya Taemin hyung tidak ada di rumah?” gumamnya pelan. Setelah berpikir sejenak, Minwoo melihat jam tangannya sudah pukul 18.00. Itu berarti 30 menit lagi ayahnya akan tiba di Seoul. Dengan cepat dia menyambar jaketnya yang berada di atas tempat tidurnya dan setelah itu melesat ke luar kamarnya.

“Oemma, aku pergi dulu menjemput appa di bandara!” katanya saat melewati kamar ibunya yang kebetulan saat itu ibunya baru ke luar dari kamarnya.

“Ne…hati-hati, Minwoo-ya!” ucap ibunya lembut.

Setelah anaknya pergi, Nyonya Lee terlihat memikirkan sesuatu. Ada raut kekhawatiran di wajahnya.

“Kau ada di mana, nak? Ayahmu sebentar lagi pulang,” lirihnya sambil menatap foto anak pertamanya, lebih tepatnya anak tirinya yang bernama Lee Taemin yang terletak di atas nakas ruang keluarga.

Pukul 18.50 KST, jalanan kota Seoul begitu ramai. Lampu malam menghiasi setiap jalan dan itu terlihat sangat indah. Di luar begitu berisik dengan kendaraan yang berlalu-lalang tetapi berbeda di dalam sebuah mobil sport berwarna hitam. Suasana di dalamnya begitu hening, tak ada satupun di antara keduanya membuka sebuah topik pembicaraan. Mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing.

“Bagaimana keadaan oemmamu?” tanya seorang pria paruh baya yang duduk di belakang kemudi mobil, sedangkan yang ditanya tersadar dari lamunannya dan melirik pria paruh baya itu dari kaca spion mobil.

“Oemma baik-baik saja, appa.”

“Bagaimana dengan Taemin? Apa dia membuat masalah lagi selama appa tidak ada?”

“Eh…hyung juga baik-baik saja dan selama tidak ada appa dia tidak pernah membuat masalah apapun.” jawab Minwoo dengan tersenyum pahit. Dia berbohong.

Bagaimana jika appa tahu kalau selama ini hyung tidak pernah ada di rumah? batinnya.

>>>

Seorang gadis melangkah dengan lesu memasuki sebuah rumah kecil yang berada di daerah pemukiman padat penduduk di pinggiran kota Seoul. Dengan malas gadis itu membuka pintu rumahnya dan langsung masuk ke dalam. Lalu gadis itu menekan saklar yang berada di samping pintu masuk dan sedetik kemudian lampu rumahnya pun menyala. Tetapi alangkah terkejutnya dia saat sosok laki-laki berdiri tidak jauh darinya dengan melipat kedua tangan di depan dadanya. Sosok yang sangat tidak ingin dilihatnya dan dibencinya.

“Dari mana saja kau?” ucap lelaki itu ketus.

“Apa pedulimu?” jawab gadis itu tak kalah ketusnya.

Laki-laki berambut panjang berwarna blonde itu memutar bola matanya angkuh menanggapi pertanyaan gadis itu.

“Bagaimana kau bisa ada di rumahku?”

“Kau lupa duplikat kunci rumahmu ini ada padaku? Dan dengan itu aku bisa leluasa memasuki rumah ini sesukaku, mengerti?” titah lelaki itu dengan tersenyum miring ke arah gadis yang berada di hadapannya.

“Apa maumu?”

Lelaki itu menegakkan badannya dan kemudian mendekati gadis itu. Lelaki itu menepuk pelan pundak gadis itu dan membisikkan sesuatu ke telinganya. “Apa kau sudah memikirkan tawaranku yang kemarin?”

Merasa kesal, gadis itu menepis kasar tangan lelaki yang bertengger di pundaknya itu. “Sudah ku bilang, aku tidak mau menuruti kemauanmu itu. Dan kau tidak berhak mengatur hidupku!” ucap gadis itu dengan nada yang meninggi.

“Choi Jin_Ri…berani sekali kau melawan kakakmu, huh?” ucap lelaki itu ketus dan penuh penekanan di setiap katanya.

“Masih bisa kau menyebut dirimu sebagai kakak, huh? Seorang kakak yang tega menelantarkan adiknya sendiri dan tidak pernah sekalipun memperhatikan adiknya. Dan sekarang, seorang kakak bahkan tega menjual adiknya sendiri hanya demi uang. Apa itu pantas di sebut seorang kakak, huh?” titah JinRi dengan nada suara yang meninggi dan bergetar karena menahan tangis.

Plaaakk

Tamparan yang begitu keras mendarat di pipi mulus gadis itu. Tetapi gadis itu tidak merasakan sakit sedikitpun karena ini bukan pertama kalinya ia mendapat tamparan dari kakaknya itu. Hatinyalah yang terasa amat sakit kali ini. Keluarga satu-satunya yang ia miliki saat ini memperlakukan dirinya seperti boneka, melakukan apapun yang laki-laki itu inginkan hanya demi uang. Tak sedikit pun lelaki itu mengerti akan perasaan yang di rasakan oleh gadis itu selama ini.

Setelah menampar adiknya itu, lelaki itu lantas pergi dengan wajah yang kesal dan marah. Sedangkan JinRi berusaha untuk menahan air mata yang ingin keluar sedari tadi. Dia tak ingin menangis hanya karena lelaki itu. Selama ini ia berusaha untuk tegar menghadapi semua ini dan selalu berusaha untuk bersabar menghadapi kakaknya itu.

“Ren…,” panggil seseorang dari kejauhan. Merasa namanya dipanggil, sontak lelaki yang bernama Ren itu menoleh ke sumber suara. Orang yang memanggilnya itu berlari kecil ke arah Ren.

“Bagaimana? Apa adikmu menerima perjodohan ini?”

Ren menggelengkan kepalanya pelan menjawab pertanyaan lawan bicaranya itu. “Apakah perjanjian ini bisa dibatalkan? Sudah berapa kali aku memaksanya untuk menerima perjodohan ini tetapi nihil, dia tidak pernah mau menerimanya”.

Mendengar pernyataan Ren, lelaki itu mengernyitkan alisnya bingung dan setelah itu raut wajah lelaki itu mengeras.

“Tidak bisa! Perjanjian tetaplah perjanjian!”

>>> 

Seperti biasa pagi ini para siswa sudah memenuhi arena sekolah. Jam masuk kelas pun sebentar lagi akan berbunyi. Para siswa berlarian menuju kelas masing-masing, tak terkecuali dengan gadis berambut sebahu bernama Kang Yunjoo. Dia tampak tergesa-gesa menuju kelas karena hari ini adalah mata pelajaran guru Park yang jika ada salah satu muridnya terlambat masuk kelas maka bisa di pastikan murid itu akan terkena hukuman berdiri di depan koridor sampai jam pelajaran selesai. Dan hal itu tidak di inginkan oleh gadis itu.

Saat akan berbelok menuju kelasnya, tidak sengaja gadis itu menabrak seorang namja sehingga membuat keduanya terjatuh. Dan namja yang ditabrak itu adalah Taemin yang merupakan seniornya.

“YAA! Kalau jalan lihat-lihat, dong! Seenaknya saja menabrak orang!” teriak Taemin memarahi gadis itu. Saat akan berdiri dan bersiap-siap untuk memberi pelajaran kepada pelaku yang menabraknya, niatnya segera ia urungkan setelah mengetahui siapa yang telah menabraknya itu. Kalau saja pelakunya bukanlah seorang yeoja, sudah dipastikan orang itu akan masuk rumah sakit hari ini juga. Tetapi kalau pelakunya adalah seorang Kang Yunjoo? Sifatnya berubah 180 derajat. -__-

“G…gwenchana?” tanya Taemin sambil membantu gadis itu berdiri.

“Eh…Taemin sunbae…ne, gwenchana.” jawab Yunjoo sedikit agak canggung. Karena baru kali ini dirinya bisa berhadapan dengan sunbaenya itu, bahkan baru kali ini juga ia berbicara dengan Taemin.

“Maafkan aku karena telah menabrakmu, sunbae.” ucapnya meminta maaf sambil membungkukkan badannya.

“Ya, tidak apa-apa kok.” jawab Taemin dengan senyum menawannya. “Kau mau masuk kelas?”

“Ne…aku takut terlambat masuk karena sekarang pelajaran guru Park, sunbae.” kata Yunjoo sambil menoleh ke arah kelasnya yang sebentar lagi bel masuk akan berbunyi, dan setelah itu ia bergegas berlari menuju kelasnya.

“Baiklah, sepertinya aku harus segera masuk. Kalau tidak, guru Park bisa menghukumku. Aku permisi dulu sunbae, annyeong!” ucap Yunjo dan berlari menuju kelasnya.

Sementara Taemin menatap kepergian gadis itu dengan senyum-senyum sendiri. Tidak tahu kenapa yang tadinya moodnya sedang tidak baik sekarang malah menjadi baik setelah bertemu dengan gadis yang disukainya sejak satu tahun yang lalu.

“Taemin-ah…!” teriak Hongki sambil menepuk pundak Taemin keras sehingga membuat Taemin yang tadinya seyum-senyum sendiri terkejut.

“Aiiissh…bisakah kau tidak mengagetkanku, Lee Hongki?!” kata Taemin kesal. Sementara sahabatnya itu tertawa melihat ekspresi kesal Taemin. Setelah itu Hongki merangkul Taemin seraya berjalan menuju kelas. Taemin mendengus kesal dengan tingkah temannya itu.

“Apa benar kau akan pulang hari ini?” tanya Hongki di sela-sela perjalanan menuju kelas.

“Kau bosan denganku, huh? Setiap hari kau selalu mengusirku? Teman macam apa kau?” jawab Taemin kesal. Sementara Hongki lagi-lagi tertawa melihat wajah kesal Taemin, dan sekaligus dirinya senang bisa membuat temannya itu kesal hari ini. Mereka pun terus melangkah memasuki kelas mereka.

Tanpa mereka sadari, dari kejauhan seseorang memperhatikan keduanya dengan tersenyum sinis.

“Jadi orang itu yang bernama Lee Taemin? Orang yang telah membunuh kakakku?” gumamnya pelan sambil memperhatikan foto yang sedari tadi berada di tangannya.

“Tunggu pembalasan dariku…, LEE TAEMIN.”

To Be Continue

Sebelumnya aku berterima kasih kepada ditjao 유나연川森 yang merupakan author disini karena sudah di perbolehkan menitipkan ff untuk di post di blog ini, jadinya aku bisa memperlihatkan hasil karyaku ke semua orang, dan untuk adminnya juga terima kasih untuk ijinnya. Kamshamnida ^_^

Yeaaah…akhirnya selesai juga part 3 😀 maaf karena telah menunggu lama 😀 sebenernya aku mikir-mikir buat ngelanjutin cerita ini karena comment dari kalian sedikit dan itu membuat aku malas untuk ngelanjutinnya :(. Tapi karena aku masih belajar jadi aku maklumi mungkin karena ceritanya yang kurang menarik untuk di baca itu 😀 tapi walaupun commentnya sedikit itu yang ngebuat aku untuk terus memperbaiki diri dan membuat cerita yang lebih menarik lagi, dan memperbaiki bahasa dalam ceritanya agar tidak banyak typonya 😀 hehehehe.

Mian ya ceritanya kurang menantang atau bahkan kesan romantisnya kurang karena aku orangnya kurang bisa romantic #apa hubungannya coba?-__-# hehehehe. Aku mikirin lanjutan ceritanya hampir tiga mingguan lebih, pas udah dapet feelnya dan akan menulisnya malah jadi patung di depan laptop dan bengong ngeliatin keyboardnya -__-

Dan sekarang akhirnya part 3 selesai juga 🙂 aku mohon kritik dan sarannya ya dari readers semua 🙂 di tunggu RCL dari kalian.

Sekian dan terima kasih 😛

GOMAWO

10 responses to “SACRIFICE [Part 3]

  1. minwoo kasian bgt, tp taemin jg ksian. Ckck… Jinri jd copet critanya? Trus sehun siapa.a jinri?
    Ah mian bnyk tanya. Ff.a bgus… Daebak..

    • hehehe iya chingu critanya sulli jd copet gtu d sni, tpi cma bntar aja kok cz author ga tega liat sulli jd copet,,,msak cantik2 jd maling…hahahaha
      sehun temennya sulli^^ dan gomawo udah mw baca dan comment 😀 d tunggu ya next chapter nya 😛
      mian klo bahasanya agak brantakan soalnya masih blajar buat ff yang baik dan benar 😀

  2. nah lho, itu yg nembak jangan2 si taemin lagi? klo liat dr keanehan tingkah yesung pas denger berita,belum lagi ad org yg tiba2 mau bales dendam ke taemin. penasaran deh siapa itu..

    • waah,,,gamsha udh jd pembaca setia di ff q ini chingu^^
      pasti ribet ya critanya? hahahahahaha mian ya 😀
      pkoknya d tunggu ya part selanjutnya 🙂
      maaf klo bahasanya masih agak berantakan masih belajar chingu 😛

  3. Intaaan, maaf ya klo aku komennya telat X( Semenjak mulai ngampus jadi jarang bisa internetan sering-sering huhu.

    Asiiik, di part ini bias aku udah muncul satu per satu. Excited sendiri pas baca bagian Sehun ngobrol sama Sulli X3 Hayo Sehun, kamu nawarin kerjaan apa nih sama Sulli? Kamu bikin aku kepo deh ih, Thehuna~ ._.
    Miris ngebayangin Sulli jadi copet T.T Mana Ren-nya jahat pula T.T
    Agak lucu juga sih ngebayangin cowok cantik itu jadi kakaknya Sulli secara Ren itu cute banget dan umurnya juga emang selisih 1 tahun lebih muda dari Sulli hehe ._. Tapi it’s okaylah untuk keperluan cerita 😀

    Itu Taemin-Yunjoo-Minwoo kayaknya bakal terlibat cinta segitiga ya ._. Udah mah si Taemin suka sinis sama Minwoo, aku ngebayangin klo sampe jadinya Taemin tau klo Yunjoo sedikit(?) ada rasa sama Minwoo woah pasti bisa makin benci tuh anak sama Minwoo. Ckckck, poor him.. *pukpuk Minwoo*
    Dan yang muncul terakhir itu siapa deh? Siapa yang mau balas dendam ke Taemin siapa??? Taemin emang abis bunuh siapa??? Kenapa kecurigaanku mulai mengarah pada Chanyeol/Seungri mengingat hanya mereka berdua yang belom nampang jadi cast di ff ini, hiks ,___,

    Intan jangan patah semangat dalam menulis, ya. Jangan nge-down cuma gara-gara komen sedikit atau banyak sider. Aku pribadi suka sama ff ini soalnya genre yang kamu angkat beda sama ff kebanyakan. Gak banyak orang yang bisa mikirin ide cerita buat ff dengan genre Action. Tapi mungkin dari tata bahasa emang sedikit banyak yang perlu kamu perhatikan. Jangan berkecil hati, kita sesama author emang perlu belajar kok untuk meningkatkan kualitas diri kita dalam menulis. Go go go, sama-sama cemungudh!’-‘)9

    • hahahaha 😀 ya gpp chingu
      gomawo udh nyempetin wktu bwt baca ff q 😛
      waah,, antara chanyeol atau seungri yg mw blas dendam itu spertinyaaaaaaa??? bkal trjawab d part slanjutnya,,hahahaha

      Ditaaa…mksi ya atas saran dan semangatnya^^ iya nih q ga bklan patah smangat walaupun commentnya sdikit dan bnyak sidersnya. dri situ q akan terus memperbaiki setiap karya yg q buat biar setiap pmbaca jd suka sm karya yg q buat 😀

      oke…chingu q ga bkal berenti buat menulis karna itu udh jadi hobiku dari kecil,,, dan q bkal brusaha memperbaiki bahasa dalam penulisannya,,,hehehehe biar readers ga kebingungan bacanya:)

      sekali lagi gomawo ya chingu udh ngasi semangat^^

      hwaiting 😀

  4. itu yang mau balas dendam ke Taem siapa ? Seungri ya? karna pemikiranku yang pengen dijodohin sama Sulli itu Chanyeol, #kalogaksalah
    ha! aku tau kenapa Yesung belum nemuin pelaku pembunuhan selama 2 tahun, pasti karna mau ngelindungin Taemin deh, karna mungkin pria bertopeng itu Taem,
    ini ntar Taemin sama Jinri atau Yunjoo?
    Fanficnya bagus deh, Taem jadi bad boy gitu 😉

  5. sulli jd pencuri?? ommo 😦 ngenes bngt hidupnya sulli,,di tambah punya kakak kyk gtu..
    sumpah aq shock pas tw yg jd kakakny sulli disni si ren,,REN??? aigoooo napa smwa cowo2 cute qm jadiin sadis dsni tan ==” si ren muka cantik gtu bisa jg nampar orang
    emank dy mw djodohin am sapa sh???

    tetem pembunuh,,,??? itu yg terakhir bkin penasaran…jangan2……ok aq tebak klo pembunuh yg pake topeng tu si taemin,,,hihi bner ga??? asal tebak aj yah,..
    aq bru ngeh taemin am minwoo dsni sodara tiri,,,pantesan dy punya rasa benci am eommanya,,, tp napa jg taemin hrus ngebunuh orng,,,sebenernya yesung jg tau kn klo pembunuhan tu ad hubunganny am taemin,,,bner ga???
    eeeeeen taemin dsni suka am si yunjoo??? tuh mukanya berubah manis dadakan… tp kyknya si yunjoo suka am si minwoo deh…hahah tetem bertepuk sebelah tangan nih… 😀
    okeh aq udh mulai ngebacot ga jelas#plaaaak
    lanjuuuuuuut taaaaan…. 🙂

  6. oh tidak ternyata taemin adalah…..
    dan yesung sebenarnya sudah tahu tapi hanya berpura-pura tidak tahu….
    dan yang disukai taemin itu yang dekat sama minwooo
    dan bakal ada yang seru nih kisah balas dendam. hoho
    taemin ah kau dengan sulli aja hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s