Gara Gara Kopi

Title : Gara Gara Kopi

Author : Park Jihoon (Apakah masih ingat dengan Park Jihoon???)

Cast : SHINee

Genre : Komedi Somplak

Lenght : 1Shot

Note : Kopi… minuman yang sudah mendunia dan mempunyai cita rasa yang luar biasa, Jihoon suka sekali ngopi, apalagi kopi gratis… hahaha #PLAK. Cerita ini terinspirasi ketika aku tidak bisa tidur gara-gara segelas kopi… cekidot!!!

$$$

Malam semakin larut, kelima namja SHINee terlihat masih belum ngantuk meskipun beberapa jam sebelumnya sang manajer telah memperingatkan mereka untuk tidak tidur larut malam. Bahkan sang manajer telah mematikan sebagian lampu asrama sebelum pulang, dengan tujuan kelima namja itu langsung terbuai dalam dunia mimpi.

“Oke, langsung tidur ya! awas kalo kalian besok masih molor saat aku datang!” ancam sang manajer sebelum menutup pintu.

“Siap hyung!!!” jawab kelima member SHINee.

Suasana asrama SHINee mendadak sunyi dan senyap, mirip kuburan ditinggal mudik lebaran oleh pocong dan kerabatnya. Namun suasana itu hanya bertahan lima menit, yup hanya lima menit. Lampu-lampu asrama kembali menyala dan kelima namja SHINee kembali nongkrong di ruang tengah. Minho langsung memegang kendali LCD TV yang ada di ruangan tersebut untuk menyalurkan bakat dalam dunia per-game-an, sebelum dikuasai Key untuk nonton sinetron, atau pun dikuasai Taemin buat nonton spongebob.

“Malam ini aneh banget ya?” ujar Jjong membuka percakapan.

“Yang aneh tuh bukan malam-nya, tapi muka Jjong-hyung.” kata Taemin tanpa permisi.

“Aneh apanya?” Tanya Key penasaran ampek ke ubun-ubun.

Jonghyun langsung mendapatkan firasat buruk, seburuk muka Jihoon dilindes tronton. Ekpresi mukanya langsung masam, dengan bibir manyun kedepan dan bola mata terbelalak lebar seakan mau memangsa Taemin mentah-mentah.

“Enggak usah dijawab!” larang Jonghyun pada Taemin.

Taemin langsung bungkam. Takut mengalami KDRT tingkat TKW.

“Yang aneh dengan muka Jjongie tak lain dan tak bukan adalah lobang hidungnya. Yang lainnya normal kok,” jawab Minho datar tanpa memalingkan wajah dari layar tv.

BUUKKK…

Bantal melayang ke kepala Minho, hingga membuatnya kehilangan konsentrasi.

“Dari pada kamu…, katanya berkharisma tapi kalo tidur masih beriler ria diluar ambang batas.” Balas Jonghyun.

“Tapi kan lobang hidung ku tidak gede.”

“Emang kalo gede kenapa… masalah buat lu,” Jonghyun makin panas.

“Yah… kalian kenapa malah berkelamin malam-malam begini, sana tidur!” Onew ikutan gerah mendengar pertengkaran antara si jangkung dan si pendek. “Bukannya tadi sudah dibilang sama manajer-hyung supaya cepat-cepat tidur biar besok kita tidak telat bangun. Ini malah berkelamin…”

Suasana kembali mendadak sepi, suara nada tinggi si Mr. Sangtae membuat nyali member lainnya menciut, tidak ada yang berani menginterupsi sang leader. Jika marah, Onew berubah menjadi Mak Lampir ke dua. Minho dan Jonghyun tidak berani menatap wajah Onew, mereka berdua hanya menunduk pasrah.

“Hyung…, maaf sebelumnya,” Taemin memberanikan diri buka suara. “Minho-hyung dan Jjong-hyung tadi itu bukan berkelamin, tapi berkelahi. Eh… bukan juga sih, bukan berkelahi tapi beradu argumen.” Ralat Taemin.

“Iya aku juga udah tahu…, tadi itu lidah ku kena encok,” jawab Onew, masih dengan nada ketus. “Kalo aku emosi, semuanya tidak bisa aku kendalikan dengan baik. Aduh… kalo aku emosi terus seperti ini bisa-bisa aku cepat tua.”

“Bukannya Onew-hyung emang udah tua?” ujar Taemin.

PLAK

“Yah… Taemin-ah, kamu juga membuat ku tambah emosi. Dari pada kamu ngatain aku tua, mendingan kita berkelamin aja!”

“Berkelahi…”

“Iya… berkelahi.”

“Onew-hyung…,” Key tiba-tiba angkat bicara. “Sebelum Onew-hyung berkelahi dengan Taemin, langkahi dulu mayat ku!”

“Hehehehe…,” Onew ketawa cengengesan.

“Lagian… bukannya melarang yang lebih muda untuk tidak berkelahi, malah ngajak berkelahi. Seharusnya leader itu memberi contoh yang baik pada member yang lainnya,” Key mulai berceramah.

Onew, Minho, Jonhyun dan Taemin kembali diam membisu. Mereka berempat manggut-manggut mendengarkan ceramah sang Diva SHINee.

“Key… jangan marah-marah mulu,” bisik Jonhyun. “Entar kecantikan mu bisa luntur loh.”

“Masak sih?” ujar Key dan langsung membenarkan poni mangkoknya.

GUBRAKKKK.

Beberapa menit kemudian perdamaian kembali tercipta, setelah Jonghyun dan Minho bersepakat tidak akan mengungkit masalah lobang hidung dan juga iler, karena kedua kata itu sangat sensitive. Ibarat kata “bujang” dan “lapuk” bagi Jihoon, kata yang menusuk ulu hati terdalam. Minho kembali larut dalam dunia gamenya. Sedangkan Onew, Key, Taemin dan Jonghyun kembali larut dalam pikirannya masing-masing.

“AHAAAAAAA….,” teriak Jonghyun tiba-tiba.

GUBRAK…

“Yah… Jjongie, kamu kesambet jin ya? Teriak mendadak kayak ayam kena lindes truk,” Key emoasi.

“Key, kalo membuat pengandaiyan itu jangan melibatkan ayam dong, kan kasihan. Masak ayamnya dilendes truk, mendingan digoreng aja biar bisa dimakan.” Ujar Onew setengah sangtae.

“Dasar maniak ayam,” batin Key.

“Enak aja kesambet Jin, orang gantheng tidak akan di ganggu oleh Jin,” Jjong membela diri. Kemudian Jonghyun melanjutkan, “Maksud aku tadi…, aku punya ide, dari pada kita berdiam diri disini. Si maniak game asik dengan dunianya sendiri, sedangkan yang lainnya larut dalam pikirannya masing-masing, mirip kaum galauer sejati, mendingan kita nongkrong yuk?” usul Jonghyun.

Semua terperanjat mendengarkan usulan Jonghyun, baru kali ini usulannya dinilai sangat brilian. Biasanya usulannya tidak jauh dari sesuatu yang berlebel XXX, nonton video XXX, beli video XXX, beli makanan dengan label XXX dan XXX yang lainnya. Bahkan Minho, saking kagetnya tanpa terasa meneteskan air surgawinya melalui sudut bibirnya yang sexy, cessss, dua tetes melayang dengan damai.

“Wow… Jjongie, tumben ide mu sangat brilian,” puji Key.

“Ternyata otak super mesum masih memiliki sisi positif,” timpali Taemin.

“Hehehe…,” Jjong membusungkan dada.

“Emang mau nongkrong dimana?” tanya Onew.

“Nongkrong di WC,” celetuk Taemin.

PLETAK…

“Gimana kalo di coffee shop, di depan kan ada coffee shop baru,” usul Jonghyun.

“Boleh juga,” Minho setuju. “Soalnya aku juga dah mulai ngantuk nih.”

“Sekarang???” tanya Onew kembali.

“Besok… yah sekarang lah.” Jawab Jonghyun.

“Naik apa?” sifat Sangtae Onew mulai kambuh.

“Naik kuda…,” Key ikut geram.

“Kuda putih apa kuda hitam?” Mr. Sangtae tingkat kuadrat.

“Kuda lumping,” Taemin ikut geram kuadrat.

“Kuda lumping made in China apa made in Indonesia?” super duper sangtae.

GUBRAK…

Keempat namja lainnya langsung terserang sakit kepala stadium akhir, memikirkan penyakit sangtae sang leader yang tak pernah sembuh. Bahkan Jonghyun sampek menggaruk-garuk lobangnya hingga upilnya berguguran ke lantai. Tapi untunglah Key bisa menahan dan meredakan emosi yang lainnya.

“Ayo kita brangkat! Enggak usah ladenin si leader sangtae ini,” ujar Key pada yang lainnya.

“Lets go…!!!”

Keempat namja lainnya langsung angkat kaki. Mereka seakan tidak menghiraukan sang leader yang masih menunggu jawaban dengan wajah mirip ayam galau stadium akhir.

“Yah… tunggu dong!!! Aku juga ingin ikut.”

Onew langsung mengejar keempat namja SHINee lainnya. Sepertinya mereka berlima lupa dengan pesan dari sang manajer, untuk tidak tidur terlalu larut malam. Seperti biasa, ancaman dari sang manajer tidak pernah dihiraukannya. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Khusus Jonghyun, masuk telinga kanan keluar lobang hidung… pisss #PLETAK

“Oh ya… di coffee shop, kita mau makan ayam goreng ya…??? asyiikkkk…. Ayam goreng, appa datang!!!,” ujar Onew sumringah.

“Mwoooo..?”

GUBRAK

$$$

Kelima personel SHINee akhirnya keluar dari asrama tepat setelah jam dinding di ruang tengah berdentang, menunjukkan pukul 22:00. Udara dingin musim gugur mulai menusuk kulit, meskipun baju yang mereka gunakan cukup tebal. Mereka berlima jalan kaki sambil menikmati keindahan langit malam yang dihadiri sang dewi malam dan bertabur bintang.

“Lihatlah bulan itu, indah banget ya?” seru Jjong.

“Yup…,” seru keempat namja lainnya.

“Bulan itu ibarat wajah yeoja yang begitu cantik… putih… dan mulus,” pikiran Jjong mulai mengarah ke tingkat yadong.

“Kata siapa wajah bulan itu mulus? kamu gak pernah belajar fisika ya?” bantah Minho.

“Emang seperti apa hyung?” tanya Taemin penasaran.

“Bulan itu telihat mulus hanya jika dilihat dari jauh atau dari bumi dan sinarnya pun hanya merupakan sinar pantulan dari matahari.” Minho menarik nafas dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan penjelasannya. “Kalau dilihat dari dekat, wajah atau permukaan bulan itu penuh dengan lubang atau kawah. Hal itu disebabkan oleh benda-benda angkasa yang sering menabrak bulan, seperti meteor dan batuan angkasa lainnya.”

“Wow, Minho hyung ternyata diri mu super jenius,” Taemin kagum sampek mulutnya mangap lebar.

Onew dan Key juga tidak kalah kagetnya dengan penjelasan yang disampaikan oleh Minho. Malam itu, Minho seperti menjelma menjadi seorang profesor berkharisma. Mungkin hal itu dipengaruhi oleh sinar rembulan, mirip siluman serigala yang berubah menjadi manusia saat bulan purnama. Begitu juga Minho, saat kondisi biasa ia hanya dikenal sebagai member SHINee yang berkharisma dengan otak seupil dan berileran di atas normal, tapi saat ada cahaya bulan dia berubah menjadi Minho yang cerdas namun tetap berileran di atas ambang batas normal.

“Sama halnya dengan wajah Jjongie,” ujar Minho sambil melirik tajam ke wajah Jjong. Jonghyun langsung mendapatkan firasat super buruk. “Wajah Jjongie kalo dilihat dari jauh terlihat mulus kinyis-kinyis sehingga terlihat sangat tampan dan sexy, tapi coba kalo dilihat dari dekat, Wajahnya dipenuhi oleh lubang-lubang buaya, terutama dua lobang yang sangat luar biasa itu.”

Tatapan tajam namja lainnya langsung tertuju ke arah Jonghyun, terutama ke dua lubang yang kata Minho luar biasa, membuat Jonghyun salah tingkah. Dalam hitungan detik, tawa semua member SHINee pun pecah mebahana di keheningan malam.

WKWKWKWKWK

Kepala Jonghyun mengeluarkan asap tebal, wedus gembel mode on. Amarah yang sempat tadi dikubur dalam-dalam, kini bangkit kembali.

“Yaaahhhh, manusia yang suka ileran di atas ambang batas, beraninya kau mengungkit lobang hidung ku.” amarah Jonghyun membuncah. Dengan sigap Jonghyun langsung menancapkan ujung jarinya kedalam lobang hidungnya dan mencari amunisi andalannya, upil.

“Kali ini Minho pasti mampus kena upil beracun,” batin Key.

“KABUUUURRRR…,” Minho langsung ambil langkah seribu sebelum Jonghyun menemukan amunisinya.

“MINHOOO…., JANGAN KABUR KAU!!! SERANGAN UPIL BERACUN…” Jonghyun mengejar Minho dengan upil beracun terhunus di ujung telunjuknya.

WKWKWKWKWWK…, Key, Onew dan Taemin ngakak guling-guling, tidak tahan melihat tingkah Minho dan Jonghyun.

$$$

Beberapa menit kemudian kelima namja SHINee itu tiba di coffee shop yang dituju. Key, Onew dan Taemin menahan perutnya yang terus berkontraksi hebat karena over dosis ngakak. Minho bermandikan keringat, sedangkan Jonghyun terlihat seperti orang yang kehabisan nafas, nafasnya tinggal separuh. Banyangkan saja, Jonghyun yang tubuhnya relative paling pendek diantara member SHINee, otomatis kakinya juga pendek, mengejar Minho yang memiliki kaki panjang dan juga salah satu anggota dari dream team. Alhasil pasti Jonghyun tidak akan berhasil menangkapnya, yang ada Jonghyun sendiri yang akan mampus kecapean.

“Aduh… capek banget, larinya Minho kenceng banget, udah kayak Flash kebelet pipis,” seru Jjong sambil menggerlosorkan tubuhnya di atas meja.

“Salah kamu sendiri sih, udah tahu kaki pendek masih aja ngejar Minho yang kakinya panjang, ditambah lagi dia seorang maniak olah raga,” ujar Onew.

“Yah… hyung, kenapa kau mengungkit panjang kaki. Itu sama aja bilang kalau aku pendek.”

“Dari pada Onew-hyung bilang Jjonghyung itu tinggi, itu namanya fitnah.” imbuh Taemin.

PLAK

“Sudah… jangan bekelahi melulu, ayo kita pesan kopinya,” seru Key.

“Aku pesankan kopi seperti biasanya, cappucino…. Aku capek banget” kata Jonghyun.

“Aku juga sama,” kata Minho.

“Oke lah…, ayo Taemin ah,” kata Key mengajak Taemin.

“Aku ikut dong…,” kata Onew langsung bagkit dari tempat duduknya.

Ketiga namja, Key-Taemin-Onew, bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke tempat pemesanan yang menyatu dengan kasir. Di tempat pemesanan, menunggu seorang pramuniaga dengan paras cantik dan rambut panjang yang dikuncir kuda sedang menunggu dengan sebuah senyuman. Senyum pramuniaga itu tambah lebar saat melihat ketiga namja SHINee itu.

“Selamat malam,” sapanya dengan senyuman manis. “SHINee…?” tanya sang pramuniaga memastikan.

Ketika namja itu hanya menjawabnya dengan sebuah senyuman. Bagai dapat durian runtuh, sang pramuniaga akhirnya meminta untuk foto bersama sebelum melayani pesanan mereka.

“Kami mau pesan cappucio…,” Kata Key, saat sang pramuniaga itu kembali ke tempatnya.

Key menyebutkan semua pesanannya sedangkan Taemin hanya senyum-senyum manis di belakang Key. Sang pramuniaga dengan cekatan mencatat semua pesanan, termasuk mengkalkulasikan ke dalam mesin kasirnya.

“Aku mau pesan ayam goreng,” ujar Onew tiba-tiba dengan senyum merekah.

“Mwwoooo…,” Key dan Taemin shock berat mendengar kalimat Onew. Begitu juga sang pramuniaga yang tak kalah shocknya.

“Maaf…,” ujar sang pramuniaga.

“Ayam goreng crispy ya…,” lanjut Onew memotong kalimat sang pramuniaga.

“Hyung… ini coffee shop,” bisik Taemin di telinga Onew. “Jangan bikin malu dong.”

“Masak enggak ada ayamnya…?” tanya Onew dengan suara keras, hingga membuat sang pramuniaga salah tingkah.

“Ini coffee shop kecil, tuh lihat! Makanan pendampingnya hanya kue-kue kecil, tidak ada ayam.” Jawab Taemin.

“Yah… masak coffee shop enggak ada ayam gorengnya,” Onew kecewa. “Seharusnya namanya bukan coffee shop kalau bagitu, tapi warung kopi.”

PLETAK

“Hyung jangan bikin malu,” ujar Key mulai gerah dengan sikap sang leader.

Meskipun suara Onew tidak terlalu kencang, tapi sang pramuniaga cukup jelas mendengarnya hingga membuatnya salah tingkah dan hanya senyum-senyum gak jelas.

“Kalo enggak ada ayam goreng, aku mau pesan kopi rasa ayam goreng aja,” pinta Onew pada sang pramuniaga.

DING DONG…

“Maaf di sini tidak ada kopi seperti itu,” jawab sang pramuniaga dengan senyum kecut.

“Kalo kopi yang beraroma ayam?”mr. sangtae kumat.

PLETAK…

“Onew hyung… ayo balik ke tempat duduk, bikin malu aja,” Key langsung menyeret paksa Onew, seperti meyeret anak ayam. “Taemin-ah, kamu bawain kopinya ya…”

“Oke hyung…,” jawab Taemin.

“Hehehe…,” Sang pramuniaga hanya tersenyum renyah. Entah apa yang ada di kepalanya tentang perilaku sang leader SHINee, Onew.

“Maaf… begitulah sifat leader kami jika penyakitnya kambuh,” ujar Taemin setelah membayar kopinya. “Terima kasih.”

Kelima namja SHINee menikmati kopinya diiringi dengan percakapan yang renyah, sesekali diselingin dengan tawa. Rasa lelah dan capek selama bekerja seakan tidak pernah mereka rasakan ketika mereka menghabiskan waktu santai bersama, yang ada hanya kebahagiaan dan kekeluargaan. Malam terus menggelayut di kota seoul. Udara dingin mulai terasa hingga menusuk tulang. Bintang-bintang yang berada dalam gugusan bima sakti pun mulai berpindah tempat.

Sekitar tengah malam, kelima member SHINee itu tiba kembali di asramanya. Udara malam yang dingin dan juga segelas kopi membuat mereka terlihat segar kembali. Rasa sedikit kantuk yang tadi menyerang mereka seakan lenyap ditelan sang kegelapan malam. Mereka berlima pun asyik ngobrol di ruang tengah.

Satu jam kemudian…

“Oh ya, bukannya tadi manajer hyung minta kita untuk tidak tidur terlalu malam. Besok pagi kita ada jadwal,” Ujar sang leader.

“Aku belum ngantuk…,” kata Taemin.

“Aku juga…,” seru Key. “Ini pasti gara-gara kopi tadi, sialan.”

“Kalo gitu kita enggak usah tidur sekalian,” usul Jonghyun.

PLAK

“Yah… kalo kita tidak istirahat entar kulit ku tidak segar dan tidak cerah. Terus kalo entar muncul lingkaran hitam di mataku bagaimana? Terus kalo kulitku banyak keriputannya bagaimana? Siapa yang mau bertanggung jawab?” Key mulai menghawatirkan penampilannya.

“Tinggal dioprasi plastik aja, tuh masih banyak plastik kresek di dapur, hehehe.”

PLETAK

“Jangan-jangan lobang hidung Jjong-hyung itu akibat operasi plastik yang gagal ya?” tiba-tiba Taemin angkat suara.

“Mwo…?” Jonghyun shock mendadak mendengar kalimat Taemin. “Sialan lu…”

PLETAK….

“Ampun hyung…”

GROOOKKKK… GROOOKKKK…. GROOKKKK…

Tiba-tiba terdengar suara gema yang syahdu. Minho molor dengan damai. Keempat member SHINee lainnya terperanjat dengan apa yang mereka lihat. Mereka seakan tidak percaya, bagaimana Minho bisa tidur dengan damainya setelah minum segelas kopi.

“Ya ampun…, sepertinya segelas kopi tadi tidak memiliki efek apapun pada Minho,” ujar Key sambil menggelengkan kepalanya.

“Minho hyung emang Daebak kalo dalam urusan molor, siapa dulu… The Molor King,” decak kagum Taemin.

“Terus kita… bagaimana ini?” tanya Onew.

“Ya udah kita matikan semua lampu, siapa tahu bisa membantu kita untuk cepat terlelap,” usul Jonghyun.

Beberapa menit kemudian, suasana asrama SHINee benar-benar sunyi dan gelap. Meskipun dari ruang tengah masih terdengar suara ngorok Minho yang indah nan syahdu. Onew, Key, Jonghyun dan Taemin kembali ke dalam kamarnya masing-masing, dan akhirnya mereka bisa melayang ke dalam dunia mimpi. Mereka berlima tidur dengan begitu damai.

$$$

Keesokan harinya…

“Kok masih sepi nih?” batin sang manajer saat memasuki asrama SHINee.

Pagi-pagi, jam 7.00, sang manajer datang. Asrama SHINee masih terlihat sepi dan gelap. Cahaya matahari pagi terhalang oleh kain-kain gorden yang begitu rapat menutup setiap jendela asrama.

“Astaga.”

Sang manajer kaget ketika melihat sesosok manusia tergelapar di ruang tengah dengan mengeluarkan bunyi syahdu. Dan juga terlihat beberapa genangan air liur di beberapa tempat yang berasal dari ujung bibir Minho. Minho benar-benar terlihat seperti korban banjir bandang.

“BANGUUUUUNNNNN…. BANGUUUNNNNNN… BANGUUNNNNNN,” sang manajer langsung mengeluarkan toanya.

“ONEW…. KEY… JONGHYUN… TAEMIN…. BANGUUUUUUUUNNNNN.”

Grooookkk…. Grooookk…..Groookkkkk…..

$$$ THE END $$$$

Be A Good Reader!!!

Jika ada yang mau berkunjung ke WP Jihoon

http://fanficzoo.wordpress.com/

Salam Somplak ^_^V

33 thoughts on “Gara Gara Kopi

  1. hahahaha lucu2. kopi rasa ayam, memangnya ada? kalau gitu aku mau pesan kopi rasa tempe!! kekeke

    author jahat banget ngehina jjong terus, walau lubang hidungnya super duper istimewa tp tetep aja ganteng. iya kan? kan? kan? dan yg gk kena jeleknya cuma si baby taem :)

    ayo lanjut bikin ff seru lagi author!

  2. WKWKWKWK SOMPLAK DAH INI SI SHINEE
    aigooo manger hyung mreka pst murka bngt,,,siap2 bakal ad perang tuh hahaha
    tp si minho msh jg tepar psahal dy yg duluan tidur ==”
    tu kopi emank ga ngaruh am dy,,,mw di kasi kopi seliter pun ga bakal ngaruh jg… hahahaha king of molor kkkk~
    akhir’nya pagi hari yg seharus’nya di jalani dengan aktifitas sibuk mereka berakhir dengan dengkuran syahdu mereka di alam mimpi kkk~ :D

  3. Apakah masih ingat dengan Park Jihoon???
    masih masih, tenaaang masih ada di otak nyempil di ujung #eh keke
    tapiiiiii Jihoon Appa masih inget gak ma anakmu ini?? u,u

    lama bgt gak mampir, pas baca langsung capcus dimari, author2 romance fav-nya udah pada ngilang skrang, jadi aja kesini #pilihanTerakhir #oooops :p wkwkwk

    Sangtae-nya Onew bikin orang pengen ngacak2 aspal tol cipularang LOL
    Pertarungan sepanjang masa/seabad-abad melebihi lamanya perang dunia cuma perang JjongHo ckckck
    Maknae abadi dengan kepolosannya yg menusuk dan Diva sang pemilik death glare bener2 bikin suasana sunyi makin sunyi, suram makin suram, kelabu makin kelabu wkwkwkwk

    Appa, btw btweeee FF yg SHINee jd penyihir2 itu, yg nyari pedang, sama ada naga2-annya #apaanDah udah di lanjut, masih belom, apa udah mati tengah jalan??

  4. hahaha kocak banget.
    dimana2 anak2 shinee tuh emg gak bisa diem ya, selalu saja konyol. apalagi si maknae itu, benar2 polos, kadang bikin emosi, tp kadang jg bikin ngakak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s