(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 3)

(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 3)

Cast:

Kwon Yuri

Xi Luhan

SNSD

EXO

SMFamily

Author: Tikais

Genre: Love, friendship, life physicologhy(maybe)

Leght: series

Warning : Not for Silent reader, copycat or Plagiator

“Annyeong hyung!” sapaku balik. EXO dan Super Junior segera masuk kedalam studio Strong Heart, begitu juga dengan Yuri yang setia menemaniku setiap saat (Luhan narsis banget). Kyuhyun dan Yuri terlihat sedang bercanda ria. Sebenarnya, apa hubungan mereka? Bahkan saat Kyuhyun merangkul Yuri, Yuri tak marah. Tidak seperti sifat Yuri kepadaku. Ini sungguh tak adil!

Atau… YURI DAN KYUHYUN ITU PACARAN? Tapi… tak mungkin Kyuhyun tertarik dengan seorang yeoja dari kalangan rendah seperti Yuri. Atau… Yuri membohongiku?

PART 3

AUTHOR POV

Saatnya acara dimulai!. Luhan masih memperhatikan gerak-gerik Yuri dan Kyuhyun, padahal Yuri tidak bersama Kyuhyun lagi. Dan sekarang, ia tambah curiga terhadap Yuri karena Yuri memakai perlengkapan penyamaran. Coba saja pikir, untuk apa dia memakai perlengkapan penyamaran? Toh, dia bukan artis, bukan orang terkenal. Dia hanya orang biasa. Itulah yang ada dipikiran Luhan sekarang.

“Luhan-ssi, apa yang sedang kau lamunkan?” tanya MC acara itu.

Luhan terbangun dari pikirannya tentang Yuri lalu ia memalingkan wajahnya kearah MC tersebut. “Ani, aku tidak sedang melamunkan apa-apa” jawab Luhan sambil tersenyum.

Luhan melihat kearah Yuri. “Luhan! Fighting!” ucap Yuri sambil mengepalkan tangannya. Luhan tersenyum. Ia mencoba menghilangkan pemikirannya tentang Yuri yang sangat misterius.

“Apa itu pacarmu?” tanya MC itu lagi pada Luhan.

Luhan tersentak kaget. “Bukan, dia managerku” jawab Luhan.

“Benarkah? Tapi kalian terlihat seperti pasangat kekasih” MC itu mulai menggoda Luhan. Ekspresi Luhan kini adalah setengah senang, setengah takut. Dia senang karena dia dan Yuri ternyata terlihat seperti sepasang kekasih. Dia takut karena… yah, kalian tau kan? Yuri itu orangnya mengerikan sekali kalau ada orang yang mengatakan bahwa dia memiliki hubungan spesial dengan dirinya.

“Tidak! Dia hanya managerku, tidak lebih” elak Luhan.

“Walaupun dia manager Luhan hyung, tapi Luhan hyung menyukainya” ucap Sehun santai. Dasar anak polos.

“Benarkah?” MC itu lagi-lagi mencoba menggoda Luhan.

Sekarang wajah Luhan sudah merah padam. Ia tak tau bagaimana cara mengelak dari ucapan Sehun tadi. Luhan lagi-lagi melihat Yuri yang kini sedang mengepalkan tangannya pada Luhan. Luhan bergidik ngeri melihat Yuri yang sangat menyeramkan itu.

“ANI! Sehun hanya bercanda! Dia bohong! Itu tidak benar, jangan percaya pada anak kecil seperti dirinya” ujar Luhan sambil menatap Sehun tajam. Sehun terkikik geli melihat Luhan yang menatapnya dengan tatapan seperti itu.

“Aih… benarkah? Mukamu merah loh…” kali ini Leeteuk, mulai mengganggu Luhan. Luhan menutupi wajahnya menahan malu.

“Ayo… ngaku saja, kau pasti menyukai managermu, kan?” Sekarang, Eunhyuk dari Super Junior ikut bekerjasama dengan Leeteuk, Sehun dan MC.

“Luhan hyung memang menyukai managernya. Pada saat sarapan tadi pagi, dia mengatakan pada kami bahwa dia benar-benar menyukai managernya itu” cerita Kai yang terkenal dengan pembawa gosip-gosip panas itu (wah!! Author ditabok fans Kai + dibunuh Kai).

“Bukti sudah banyak! Ayolah Luhan, mengaku saja” ucap MC itu.

Luhan kembali menutup wajahnya. Ia benar-benar malu saat ini. “Baiklah! Aku menyerah, aku memang menyukai managerku” ucap Luhan yang tetap menutup wajahnya.

Semua member EXO + Super junior + MC berteriak riuh kecuali Kyuhyun yang hanya bisa memasang wajah menyeramkan sambil mengepalkan tangannya. Sama halnya dengan Yuri yang duduk dibangku penonton. Ia juga mengepalkan tangannya sambil memasang tampang menyeramkan. Sangat menyeramkan.

“Wah! Sepertinya Kyuhyun-ssi cemburu pada Luhan! Benarkah?” MC itu lagi-lagi menggoda satu diantara member EXO dan Super Junior.

“Tidak, siapa bilang aku cemburu?” elak Kyuhyun.

“Lalu, kenapa wajahmu menyeramkan seperti itu? Dan… tanganku dikepal. Bukankah itu tanda-tanda kecemburuan?”

“Tidak, aku… hanya sakit perut” jawab Kyuhyun singkat. Semua yang ada disana tertawa sejenak.

******

KWON YURI POV

Selesai acara, aku segera berlari menghampiri Kyuhyun yang sedang bergabung bersama member Super Junior lainnya.

“Kyuhyun…” panggilku.

Kyuhyun memalingkan wajahnya dariku. Aku menarik tangannya. “Kyu, itu salah paham! Luhan tidak menyukaiku!” ucapku sambil terus memegang tangan Kyuhyun. Kyuhyun berusaha melepaskan tangannya dariku.

“Kyu! Aku bisa jelaskan semua ini!” ucapku lagi.

Kyuhyun menatapku tajam lalu menarikku kasar keluar gedung dan berhenti ditaman belakang gedung yang sepi.

“Kyuhyun… dia tidak menyukaiku… percayalah padaku!” ujarku.

“Yuri, sudah kubilangkan? Kau jangan sampai menyukai Luhan, dan jangan sampai Luhan menyukaimu!” kata Kyuhyun.

“Ne, aku tau! Tapi… aku tidak menyukai Luhan. Dan, aku tidak tau kenapa Luhan bisa menyukaiku! Tak ada yang kulakukan! Aku hanya diam dan bersikap dingin padanya! Aku juga tidak tau kenapa! Kyu, percayalah padaku… jebal!” aku menjelaskan semuanya pada Kyuhyun.

“Aku percaya padamu, Yul. Tapi… aku tak suka bila ada namja lain yang menyukaimu! Dan, aku tau… karena aku, kau tak bebas menjalankan tugasmu sebagai manager Luhan. Semua karena aku. Karena aku dan kau terikat dalam suatu hubungan spesial. Dan karena hubungan itu, kau tidak bebas dalam menjalankan tugas yang diberi appa terhadapmu. Kalau kita masih mempertahankan hubungan ini, maka makin lama pula kau menyelesaikan tugas ini. dan semakin lama kau menyelesaikan tugas ini, makin lama pula aku memendam rasa sakit” ucap Kyuhyun.

Aku tersentak kaget. Apakah maksud kata-kata Kyuhyun tadi adalah dia mau memutuskan hubungan kami?.

“Maksudmu?” tanyaku.

“Aku mau… kita putus. Maaf, tapi aku harus melakukan ini. dan… aku akan tetap mencintaimu sampai kapanpun. Maaf, tapi… aku tak mau menahan rasa sakit ini lebih lama” jawab Kyuhyun lirih.

“APA? Kenapa kau tega, Kyu? Aku mencintaimu! Hanya mencintaimu! Aku tak mau berpisah darimu!” teriakku. Airmataku mengalir begitu saja.

Kyuhyun memelukku. “Maafkan aku, tapi aku terpaksa Yuri. Terpaksa” ucap Kyuhyun. Dapat kurasakan airmatanya yang juga mengalir deras dan mengenai bajuku.

Aku melepaskan pelukan Kyuhyun. “Terpaksa? Terpaksa apanya? Hah? Hei, aku ini Yuri, aku mencintamu dan kau mencintaiku. Lalu… apa kau tega mengakhiri hubungan kita disini?” tanyaku sedikit berteriak.

“Maafkan aku Yuri, tapi…” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan ucapannya itu, aku sudah berlari pergi meninggalkannya sendiri ditaman itu. Aku berhenti sebentar lalu membalikkan badanku kearah Kyuhyun.

“Oke, kita putus. Dan kau, jangan pernah coba-coba usik kehidupanku lagi. mengerti?” ucapku dingin. Mataku menatap Kyuhyun dengan penuh kebencian. Kyuhyun menunduk dengan airmata yang terus mengalir dipipinya.

Aku berlari menjauh dari Kyuhyun. Aku pergi ke mobilku. Disana sudah ada Luhan yang duduk dibangku supir.  Aku masuk kedalam mobil lalu menutup pintu mobil dengan kasar.

“Yuri? Kau kenapa?” tanya Luhan.

Aku menatapnya tajam. “Ini semua karena kau! Karena kau! Aku benci kau! Sekarang juga, keluar dari mobilku!” teriakku.

“Apa salahku?” tanya Luhan.

“KAU SALAH! Cepat! Keluar dari mobilku!” teriakku lagi.

Luhan tetap berada ditempat duduknya. “Tidak, aku tidak mau keluar sebelum kau katakan apa kesalahanku!” ucap Luhan.

“Kau salah! Aku benci kau!! Cepat keluar!” teriakku lagi.

Luhan keluar dari mobilku. Ia berjalan menuju… ntahlah, aku tak tau. Aish… Kwon Yuri jaga emosimu!. Luhan tak tau apa-apa! dia tidak salah apa-apa! Kwon Yuri, ayolah… jaga emosimu!!.

Aku keluar dari mobilku, mengejar Luhan. Aku menarik tangannya. “Luhan, maafkan aku” ucapku lirih. Luhan tersenyum lalu mengacak-acak rambutku. Kali ini, aku merasa nyaman bila berada didekat Luhan. Aku tak tau kenapa.

“Ayo kita kembali ke kantor” ucap Luhan sambil menarikku menuju mobilku. Kami masuk kedalam mobil, lalu Luhan mengendarai mobilku menuju kantor SM.

Hening. Diperjalan tidak ada suara apapaun yang terdengar dari mulutku ataupun Luhan. Sampai akhirnya, kami sampai di kantor SM. Luhan keluar dari mobilku. Aku tetap berada dimobil dengan maksud, ingin langsung pulang.

“Kau langsung pulang?” tanya Luhan.

“Ne, tidak apa-apa, kan?” ucapku.

“Tidak apa-apa, istirahat yang banyak! Bye!” ujar Luhan sambil melambaikan tangannya kepadaku. Aku tersenyum lalu balik melambaikan tangan kepada Luhan. Aku mengendarai mobil ini menuju rumahku. Diperjalanan, ponselku berbunyi tanda telfon masuk. Choi Minho.

“Yeoboseo” ucapku sambil mengangkat telfon itu.

Yeoboseo, noona!!” teriak Minho dari seberang telfon.

“Ada apa?” tanyaku to the point. Jujur saja, saat ini aku sedang tidak mood untuk mengobrol dengan seseorang.

Aish… noona ini! pakai tanya-tanya lagi! cepat jemput aku dan Sulli ke bandara! Kami sudah sampai!” teriak Minho lagi.

“Mwo? Sudah sampai? Kapan berangkatnya?” tanyaku bingung. Tentu saja aku bingung. Bayangkan saja, mereka tak ada mengatakan bahwa mereka akan berangkat hari ini. dasar, merepotkan!

Ah, noona ini nggak usah banyak tanya! Cepat jemput kami!” rengek Minho. Aku menghela napas panjang.

“Ne, tunggu aku”

Aku memutuskan sambungan telfon antara aku dan Minho. Dan dilayar ponselku sudah tertera nama Luhan. Aku segera mengangkat telfon itu.

“Ne, ada apa?” tanyaku langsung.

“Yuri-ssi, bisakah kau menjemputku ke kantor SM?” tanya Luhan.

“Untuk apa lagi?” tanyaku kesal. Untuk apa dia memintaku menjemputnya? Bukankah dia seharusnya sudah pulang bersama member EXO lainnya?

“Member EXO yang lain ternyata sudah pulang duluan, aku ditinggal. Jadi, bisakah kau menjemputku lalu mengantarku pulang?” jelas Luhan.

“Kejam sekali mereka. Ya sudah, tunggu aku ya… aku balik ke kantor” ucapku yang segera berbalik  kearah kantor SM.  Aish… kenapa semuanya jadi begini, sih?. Seharusnya aku sudah berbaring dirumah, melupakan saat-saat indah bersama namja menyebalkan Kyuhyun. YA! Kwon Yuri, kau harus bangun! Jangan pikirkan Kyuhyun lagi!.

Tak lama, aku sampai di kantor SM. Luhan sudah menunggu didepan kantor. Setelah ia menyadari bahwa aku sudah berada disana, ia naik ke mobilku. Dia yang menyetir.

“Hmmm… Luhan, kita ke bandara dulu, ya” ucapku.

“Untuk apa?” tanya Luhan.

“Itu… adik sepupuku datang ke Seoul dan dia bilang dia sudah sampai dan minta dijemput” jawabku.

“Oke!” ucap Luhan sambil mengacungkan jempolnya. Aku terkikik geli melihat tingkah kekanak-kanakannya.

Luhan melajukan mobil ini menuju bandara.

“Siapa nama adik sepupumu itu?” tanya Luhan.

“Choi Sulli dan Choi Minho” jawabku singkat.

“Choi Minho? Rasanya aku pernah dengar nama itu. Tapi dimana, ya?” Luhan terlihat sedang berpikir. Aku diam tak menanggapi perkataan Luhan tadi. Sudah kubilang, kan? Aku sedang tidak ingin banyak bicara.

“Ah, kita sudah sampai” ucap Luhan sambil memberhentikan mobil di tempat parkir. Aku turun dari mobil, begitu juga dengan Luhan.

Aku memandang Luhan dengan tatapan tajam. “Apa?” tanya Luhan. “Kau ini…. sudah kubilang, kan? Kalau keluar bersamaku, pakai alat penyamaran!” jawabku sambil menjitak kepalanya.

“Aish… aku pinjam alat penyamaranmu lagi” ucap Luhan sambil mengelus-elus kepalanya. Aku terkikik geli lalu memberinya alat penyamaran yang kupunya. Luhan segera memakainya.

Aku dan Luhan berjalan mencari Minho dan Sulli. Aish, mereka ini dimana, sih? Merepotkan saja!

“Eonni!!” teriak seorang yeoja dari arah depanku sambil melambaikan tangannya.

“Sulli-ah!” teriakku balik sambil melambaikan tanganku. Sulli langsung berlari kearah aku dan Luhan. Sulli memelukku.

“Eonni, aku sangat merindukanmu” ucap Sulli. Aku tersenyum. “Nado”

Sulli melepas pelukannya dariku lalu melihat kearah Luhan. “Apakah kau Kyuhyun oppa? Tapi… kalau kau Kyuhyun, kenapa kau pendek sekali?” tanya Sulli tiba-tiba.

Omo! Sulli, kau bisa saja menghancuran misiku!!!.

“Ani, dia bukan Kyuhyun! Dia Luhan” jawabku cepat.

Sulli tampak terkejut. Ntah terkejut karena apa, aku tidak tau. “Kau Luhan EXO itu, ya? wah!!! Aku fansmu!!” teriak Sulli sambil melompat-lompat kegirangan.

“Benarkah? Wah, senang sekali ada fans yang secantik dirimu” ucap Luhan. Dia ini memang playboy tingkat tinggi. Dasar!

“Tidak juga. Aku hanya fans EXO dan fans Baekhyun oppa. Aku tidak terlalu nge-fans denganmu. Kau itu… terlalu menggelikan” ucap Sulli. Wajahnya mendadak berubah ekspresi menjadi ekpresi jijik.

Aku tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Sulli tadi. Luhan mencibir kearah Sulli.

“Dimana Minho?” tanyaku pada Sulli. Sulli tampak mencari-cari seseorang, Minho. “Tuh, lagi tebar pesona” jawab Sulli sambir menunjuk Minho yang sedang tersenyum penuh kharisma kepada semua gadis canti yang lewat. Menjijikkan.

“Panggil dia, cepat! Kalau bisa, buat dia malu sekaligus” perintahku pada Sulli. Sulli tersenyum lalu mengangkat jempolnya. Sulli berlari kearah Minho. Aku dan Luhan saling bertatapan dan mengangkat bahu masing-masing, lalu tertawa.

“YA! Kau ini dicari kemana-mana! Ternyata disini! Dasar supir tak tau diuntung! Ayo cepat antarkan aku pulang, atau kau mau dipecat?” terdengar suara Sulli yang sedang ‘mempermalukan’ Minho. Minho terkejut. Ia hendak membuka mulut tapi mulutnya sudah ditutup oleh Sulli. Sulli menyeret paksa Minho sampai kedekat aku dan Luhan.

Aku dan Luhan tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Minho dan reaksi orang-orang yang telah terserang senyuman maut Minho.

“Hahaha, kau ini lucu sekali” aku tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk-nunjuk Minho yang kini mukanya sudah merah padam.

“Noona! Kenapa kau selalu mengerjaiku?” rengek Minho kesal. Aku tertawa terbahak-bahak.

Minho menatap Luhan dengan tatapan bingung. “Ini siapa? Ini bukan Kyuhyun hyung, kan?” tanya Minho. Aish… lagi-lagi pertanyaan ini! misiku bisa gagal kalau begini terus.

“Bukan, ini Luhan oppa dari EXO” jawab Sulli. Minho mengerutkan keningnya. “EXO? Oh! Boyband terkenal Korea itu, ya? wah… noona, jadi ganti pacar nih? Kyuhyun hyung dibuang kemana?” tanya Minho.

Minho!!! Kau ini!! misiku bisa gagal total karena ketahuan! Resiko sangat tinggi! Apa kau mau membiarkan noona-mu mati dan dipenjara selama-lamanya?.

Aku menginjak kaki Minho lalu menarik Minho dan Sulli menjauh dari Luhan.

“YA! kalian jangan katakan tentang Kyuhyun, GGent, atau apapun tentang kehidupan pribadi eonni yang sebenarnya!” omelku kepada kedua sepupu menyebalkan ini.

“Memangnya kenapa eonni?” tanya Sulli.

“Eonni sedang menjalankan misi dari appa” jawabku kesal. Sulli dan Minho bertatapan. Sepertinya mereka terkejut.

“Maaf noona, kami tidak tau! Maaf” ujar Minho memohon maaf. Aku tersenyum lalu memukul pelan pundak Minho. “Ne, tak apa” ucapku sambil tersenyum.

Aku, Sulli dan Minho berbalik menuju Luhan. Luhan terlihat sedang memikirkan sesuatu. Aku yakin dia pasti sedang memikirkan semua kejanggalan-kejanggalan yang sering sekali aku perbuat. Aish, Yuri pabo!

“Luhan, ayo kita pulang” ujarku. Luhan terbangun dari lamunannya dan kami semua pergi menuju mobilku.

Sesampainya di mobil, Sulli dan Minho menaruh barang-barang mereka ke bagasi mobil lalu mereka duduk di jok belakang.

Luhan melepas masker dan topi yang ia gunakan untuk menyamar tadi lalu segera mengendarai mobil ini menuju dorm EXO. Tiba-tiba saja Minho terkejut. “Luhan hyung??” teriak Minho.

Aku yang sedang melamun jadi ikut terkejut. “Ne? Aku Luhan” ucap Luhan sambil mengerutkan dahinya. Pasti karena bingung.

“Bukan! Ya, aku tau kau Luhan. Tapi, tidakkan kau mengenalku sebelum ini?” tanya Minho.

“Aku tau kau Minho. Lalu?” sepertinya Luhan belum mengerti maksud Minho tadi.

“Bukan itu… maksudku, tidakkah kau mengenalku jauh sebelum kita bertemu tadi?” tanya Minho lagi.

“Tidak” jawab Luhan singkat. “Aish, dasar pikun! Tidakkah kau ingat kalau aku ini termasuk dalam member HanLine?” tanya Minho lagi.

HanLine? Apa itu semacam KyuLine? Dasar aneh!. “OH! Kau Choi Minho!! Sorry, aku lupa! Apa kabar?” teriak Luhan.

“Ingatanmu tetap buruk seperti biasa. Oh iya, bagaimana kabar Sehun, Taemin, Kai dan Onew sangtae?” tanya Minho sambil menghiraukan pertanyaan Luhan tadi.

Luhan tertawa. “Sehun dan Kai baik-baik saja, Taemin sedang manjalani masa kuliahnya di Jerman dan Onew hyung… dia membuka bisnis rumah makan ayam yang sudah tersebar di seluruh Asia” Jawab Luhan.

Aku dan Sulli hanya menatap mereka dengan tatapan bingung. Tentu saja bingung. HanLine? Taemin? Onew sangtae? Apa itu?.

“Si Onew itu benar-benar jatuh cinta pada ayam! Aku salut dengan dirinya” ujar Minho sambil mengangguk-angguk sendiri.

“What? Kau salut dengan orang gila seperti Onew hyung?” Luhan kembali berteriak. Minho tertawa, dan Luhan juga ikut tertawa. Aku menggeleng-geleng melihat tingkah mereka berdua yang aneh itu.

“Kalian bicarain apa, sih? HanLine itu apaan?” tanya Sulli yang daritadi tampak bingung dengan kedua orang yang sedang berbicara didepannya ini.

“HanLine itu seperti KyuLine. Kau tau KyuLine, kan? KyuLine yang beranggotakan Kyuhyun, aku, Changmin, Ryeowook dan Jonghyun.  Nah… kalau HanLine itu beranggotakan Luhan, aku, Taemin , Sehun, Kai dan Onew. Kalau Taemin, kau pasti tau dia. Dia kan first love kamu. Kalau Onew sangtae, dia itu orang paling sinting yang pernah ada didunia. Sehun dan Kai, kau juga pasti sudah tau, mereka itu kan idolamu” jawab Minho.

Sulli mengangguk-angguk mengerti. “Kita mau kemana, nih?” tanya Sulli lagi.

“Mengantar Luhan ke dorm EXO. Tadi, dia ditinggal oleh EXO di kantor SM” jawabku. Sulli tersenyum bahagia. Mungkin dia bahagia karena akan bertemu idolanya.

“Wah!! Aku ingin bertemu Baekhyun oppa dan Sehun oppa!!” teriak Sulli senang.

“Hyung, bisakah hari ini kau menginap di rumah Yuri noona bersamaku?” tanya Minho. Mwo? Enak saja dia menawarkan menginap dirumahku. Hei, itu rumahku! Bukan rumahmu, Choi Minho.

“Memangnya kenapa?” tanya Luhan.

“Aku risih disana tidak ada teman. yang ada malah omelan kedua yeoja cerewet ini yang nyuruh ini itu. Memangnya aku pembantu” jawab Minho sambil mengerucutkan bibirnya.

“Itu memang deritamu!” ucap Sulli. Minho mencibir ke arah Sulli. Aku dan Luhan terkikik melihat tingkah mereka ini.

“Aku mau saja, sih… tapi, bagaimana pendapat si pemilik rumah? Boleh atau tidak?” tanya Luhan dengan sedikit mengejek.

Aku menoleh kearah Luhan. “Aku?” tanyaku.

“Tentu saja kau! Siapa lagi pemilik rumah itu kalau bukan kau!” jawab Luhan yang lagi-lagi dengan nada mengejek.

“Tidak! Tidak boleh! Aku tidak bersedia menampung orang menyebalkan seperti kau” ucapku dengan nada kesal.

Siapa juga yang mau menanmpung orang seperti Luhan? Resiko banyak! Pertama, scandal. Kedua, pasti banyak maunya. Ketiga, dia sangat menyebalkan. Dan yang paling penting adalah… semua kebohonganku akan terbongkar dan misiku pasti gagal!

“Lihat kan? Si pemilik rumah tidak mengizinkanku untuk menginap dirumahnya. Jadi, aku tak bisa” ucap Luhan santai.

“Hyung, jangan dengarkan noona cerewet itu! Bagaimanapun juga itu juga rumahku!” kata Minho.

Rumahmu? Apa dia sudah gila? Masih untung dia kuberi tumpangan, sekarang dia malah ngaku-ngaku itu juga rumah dia. Ya! Choi Minho, sebenarnya maumu apa???? Dasar babo!!!

“Siapa bilang itu rumahmu juga?” tanya Sulli ketus. Sulli, kau baik sekali.

“Yuri noona pernah bilangg gitu kok. dia bilang ‘sudah, santai saja… ini kan rumahmu juga’. Ya kan noona?” ucap Minho.

“Ne, terserah kau” ujarku ketus. Minho dan Luhan terkekeh pelan. Aku melihat tajam kedua orang itu.

“Jadi, nanti Luhan hyung nginap di rumah Yuri noona, ya?” tanya Minho lagi. Luhan menatapku dengan tatapan ‘bagaimana? Bolehkan?’. Aku menghela napas panjang. “Terserah” ucapku pendek.

Luhan tersenyum. “Oke, aku akan menginap disana” ucap Luhan. Minho berteriak senang. Aku dan Sulli saling berpandangan lalu mengangkat bahu masing-masing.

Terserah saja, dia mau menginap atau tidak. Yang penting, aku bisa beristirahat dengan tenang. Kalau misalnya dia membuat kegaduhan, lihat saja… dia beserta Minho akan kulempar keluar dari ‘rumahku’.

Tak lama, kami sampai di dorm EXO. Luhan turun dari mobil diikuti oleh Minho. Aku dan Sulli tetap berada di mobil.

“Kalian tidak mau turun?” tanya Luhan. Aku dan Sulli menggeleng bersama. “Hmm? Sulli… apa kau tak mau bertemu dengan Baekhyun?” tanya Minho.

Sulli tersenyum lalu segera turun dari mobilku. Luhan menatapku sambil mengangkat alisnya. Aku mengangkat bahuku lalu ikut turun dari mobilku menuju dorm EXO. Kami masuk ke dorm EXO. Disana, member EXO yang lain sedang bersantai di ruang tengah dorm mereka.

“Wah… Lulu hyung, akhirnya kau pulang juga. Yuri noona juga ikut? Wah… bakalan rame nih!” teriak Sehun.

Aku tersenyum. “Sehun!! Kai!! Kalian masih kenal aku?” tanya Minho.

Sehun dan Kai sontak mengarahkan pandangannya kearah Minho. “AH! Minho-ya!!” teriak Sehun dan Kai bersamaan sambil berlari memeluk Minho.

“Lama kita tak jumpa!!” ujar Minho sambil melepaskan pelukan Sehun dan Kai.

“Ne, kau lama sekali di Amerika. Hei, bukankah ini adikmu? Sulli?” ucap Kai.

“Ne, aku Sulli” ujar Sulli sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Kai dan Sehun.

“Wah, kau tambah cantik saja” ucap Sehun. Sulli lagi-lagi tersenyum. “Hahaha, kau bisa saja. Mana Baekhyun oppa?” tanya Sulli.

Memang, daritadi Sulli selalu melihat-lihat keseluruh ruangan dan kurasa dia mencari Baekhyun. “Baekhyun sedang pergi bersama Chanyeol” jawab Kai. Sulli menghela napas panjang lalu menundukkan kepalanya tanda dia kecewa.

“Oh iya, Kris… Suho, hari ini aku menginap di rumah… Minho, ya!” ucap Luhan. Suho dan Kris menganggukkan kepala mereka tanda mereka setuju.

Mwo? Rumah Minho katanya? Hei… itu rumahku, babo!!! T_T. Lihat saja kau nanti, Xi Luhan!!!!

******

IN YURI HOUSE, 21.00

LUHAN POV

“Minho oppa, berhenti main game!! Tidur sekarang!” teriak Sulli dari luar kamar Minho yang menggema ke kamar Minho.

“Aish… anak itu!! Padahal ini baru saja jam 21.00” omel Minho yang masih tetap memainkan PS miliknya. Aku tertawa kecil melihat anak ini. Kelakuannya tak pernah berubah dari dulu. Selalu saja begini. Dasar!

“Minho, aku capek main game… kau main sendiri saja, ya! hyung mau mencari udara segar diluar! Oke?” ucapku.

“Aish.. hyung ini bukan gamer sejati! Tidak seperti Kyuhyun hyung! Ya sudahlah, aku main sendiri saja” ujar Minho.

Aku mengangkat alisku tanda aku bingung. Aku keluar dari kamar Minho dan berjalan keluar dari rumah Yuri yang mewah ini. lagi-lagi aku dibuat penasaran, kenapa orang seperti Yuri bisa mempunyai barang dan rumah semewah ini. Dan, sekarang yang paling buat aku penasaran adalah… semua orang yang dekat dengan Yuri pasti menyebutkan nama Kyuhyun. Sebenarnya ada apa antara Yuri dan Kyuhyun???

Aku mengelilingi halaman rumah Yuri yang sangat luas ini sampai akhirnya aku menemukan Yuri sedang duduk di sebuah bangku di taman rumahnya. Aku mendekatinya lalu duduk di sebelahnya.

“Belum tidur?” tanyaku.

Yuri menolehkan kepalanya kearahku. “Belum, kau sendiri juga belum tidur!” jawab Yuri dingin. Ya tuhan, kenapa yeoja ini kembali bersikap dingin denganku?

“Kenapa kau belum tidur?” tanyaku.

“Itu bukan urusanmu” jawab Yuri dingin. Aku berusaha tetap tersenyum.”Katakan saja padaku, aku siap jadi sandaranmu kapan saja” ucapku lembut.

Tiba-tiba saja Yuri menangis dihadapanku. Aku terkejut melihat Yuri menangis. Ini pertama kali aku melihat seorang yeoja menangis dihadapanku dan aku merasa ikut ada dalam kesedihan yeoja itu.

“Luhan, aku minta maaf” ucap Yuri yang masih menangis.

“Minta maaf? Kenapa?” tanyaku lembut sambil menghapus airmata yang terus mengalir dari matanya. Sungguh, aku tak tega melihatnya menangis.

“Aku telah membohongimu” ujar Yuri. “Maksudmu?” tanyaku lagi.

“Sebenarnya… aku ini pacaran dengan Kyuhyun Super Junior. Dan tentang appa-ku yang sedang sakit dan dirawat di Amerika itu, juga bohong! Appa-ku adalah CEO perusahaan, dan dia tidak sakit seperti yang kau kira. Tentang alasanku ingin menjadi managermu  juga itu bohong. Aku ingin menjadi managermu karena…. karena, maaf aku tak bisa memberitahumu alasannya” jawab Yuri.

Aku tersenyum. “Sudah, aku memaafkanmu. Jadi, kau menangis karena itu?” ucapku.

“Tidak, aku tidak menangis karena itu. Aku menangis karena… Kyuhyun. Dia memintaku agar kami mengakhiri hubungan kami. Aku tidak tau kenapa, tapi… ini sungguh tidak masuk akal” ucap Yuri.

Aku tersenyum. aku tau perasaan Yuri sekarang, karena aku juga pernah mengalami itu. Persis seperti cerita Yuri tadi. Aish, cerita itu mengingatkanku tentang masa-masa mengerikan itu. Seo Joo Hyun. Yeoja yang pertamakali berhasil merebut hatiku. Cinta pertamaku. Aku sungguh menyayanginya, tapi rasa sayang itu berubah menjadi rasa benci. Dia mengakhiri hubungan kami begitu saja. Semenjak itu aku tak percaya lagi dengan yang namanya cinta sampai akhirnya Yuri muncul dihadapanku dan merebut hatiku.

“Aku juga pernah mengalami itu, dengan yeoja bernama…. Seo Joo Hyun” ucapku lirih.

“Mwo? Seo Hyun?” teriak Yuri. Sepertinya dia mengenal Seo. “Ne, kau kenal dia?” tanyaku menyelidiki.

“Ah… ne, tentu saja aku kenal dia. Siapa juga yang tidak mengenal salah satu dari ‘8’ CEO GG Ent” jawab Yuri dengan wajah saltingnya. Tapi… apa Yuri bilang? 8 CEO GG Ent? Bukankah CEO GG Ent ada 9? Aneh!

“Hahaha… kau benar, Yuri” tawaku.

Yuri tertawa sekilas. “Oh iya, besok aku ada jadwal apa saja?” tannyaku mengalihkan suasana. “Hmm… sepertinya besok lagi bebas. Wae?” jawab Yuri.

“Benarkah? Wah!! Akhirnya ada waktu bebas juga sehari! Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan?” tawarku pada Yuri.

“Kemana?” tanya Yuri.

“Hmm… kemana sajalah… pokoknya kita jalan berdua saja!” jawabku. Yuri tertawa. “Baiklah, besok kita jalan-jalan!” ucap Yuri menyetujui tawaranku.

Aku tersenyum senang lalu mengacak-acak rambut Yuri. Yuri lagi-lagi tertawa. Tumben sekali, biasanya wajahnya langsung berubah bila aku menyentuhnya sedikit… saja. Ckckcc

*******

                Ah, akhirnya pagi datang juga. Aku bangun dari tidurku dan melihat Minho yang masih tidur pulas disebelahku. Dasar, tukang tidur!

Aku segera mandi dan bersiap-siap untuk berjalan dengan Yuri hari ini ^^. Setelah selesai mandi dan bersiap-siap, aku pergi keluar kamar Minho menuju ruang makan. disana sudah duduk Yuri dan Sulli dengan makanan sarapan yang WAW!

“Pagi!” sapaku sambil duduk disebelah Yuri.

“Pagi oppa!” sapa Sulli sambil tersenyum. aku membalas senyum Sulli.

“Mana Minho?” Tanya Yuri. “Masih tidur” jawabku singkat sambil mengambil makananku. Yuri dan Sulli menggeleng-geleng pelan. “Dasar tukang molor” ucap Yuri.

Aku, Sulli dan Yuri memakan sarapan sambil disertai dengan canda tawa. Setelah kami selesai makan, aku dan Yuri pamit pergi dengan Sulli.

“Kalian mau kemana?” Tanya Sulli. “Mau jalan-jalan, kenapa?” Tanya Yuri balik.

“Aish… bolehkah aku ikut? Aku malas dirumah” rengek Sulli.

Yuri mengangkat alisnya meminta jawaban dariku. “Ya sudah, ayo… kita tinggalin si tukang molor itu sendirian” ucapku sambil berjalan masuk ke mobil yang diikuti dengan Sulli dan Yuri.

“Oke, pertama kali, kita mau kemana?” Tanya Sulli senang.

“Hmm… bagaimana kalau kita ke taman bermain? Atau… ke mall?” usul Yuri.

“Boleh juga, bagaimana kalau kita ke taman bermain saja? Kurasa, disana lebih mengasyikkan daripada mall” ucapku yang disetujui oleh Sulli.

Aku segera melajukan kesalah satu taman bermain yang ada di Seoul. Setelah sampai, kami turun dari mobil.

“Mau kemana duluan, nih?” tanyaku pada Yuri dan Sulli.

“Hmm… bagaimana kalau kita masuk ke took itu dulu” usul Sulli sambil menunjuk sebuah toko yang menjual berbagai macam baju dan aksesoris.

“Baiklah! Ayo!” teriak Yuri sambil menarik tanganku dan Sulli. Kami masuk ke dalam toko itu. Yuri tampak melihat-lihat aksesoris yeoja bersama Sulli. Aku melihat baju kaos bergambar angry bird.

“Yuri, Sulli!!” teriakku memanggil Yuri dan Sulli. Yuri dan Sulli langsung menghampiriku. “Ada apa oppa?” Tanya Sulli.

“Lihat baju ini, keren kan? Bagaimana kalau kita membelinya lalu memakainya bersama-sama?” usulku.

“Ide bagus!!” ucap Sulli. Aku mengambil tiga baju itu dan membayarnya di kasir. Aku sengaja membayarnya memakai uangku karena… aku juga tidak tau alasannya.

Aku memberi baju kaos itu satu untuk Yuri dan satu lagi untuk Sulli. Kami memakainya bersama-sama.

“Mau kemana lagi?” Tanyaku setelah selesai menukar bajuku dengan baju angry bird tadi.

“Mau photo sticker?” Tanya Sulli. “Oke, let’s go!” teriakku sambil berjalan menuju mesin photo sticker.

Aku, Yuri dan Sulli berfoto ria. Sungguh menyenangkan berjalan bersama mereka. Tidak ada kecanggungan antara kami.

Setelah selesai bermain-main di taman bermain, kami memutuskan untuk pergi ke kantor SM dahulu. Kalau tidak ke kantor SM, siap-siap saja kena omelan Mr. Soo Man yang mengerikan itu.

Di kantor SM, aku dan Yuri mengisi absen dahulu. Setelah itu, aku, Yuri dan Sulli pergi ke ruanganku untuk sekedar beristirahat. Yuri dan Sulli langsung menghempaskan tubuh mereka ke sofa yang berada di ruanganku. Aku tertawa geli melihat tingkah laku mereka. Aku duduk di kursiku dan melihat sebuah undangan di mejaku. Aku mengambil undangan itu.

MWO? APA INI! INI…..

WEDDING PARTY

CHO KYUHYUH

&

SEO JOO HYUN

TO: XI LUHAN

“Kenapa Luhan?” Tanya Yuri sambil menghampiriku. Yuri mengambil undangan itu dari tanganku.

“MWO? APA INI? KENAPA? ARGH!!” Yuri berteriak sambil melempar undangan itu ke sembarang arah.

Apa maksud semua ini? Kenapa semua menjadi begini? ARGH!!!!

TBC

34 responses to “(EXOSHIDAE STORY) S.P.Y IN LOVE –KWON YURI & XI LUHAN- (PART 3)

  1. D sni toh part 3 nya..
    C yuri gak terlalu niat jadi mata2nya. Haha. Bnyak yg ktauan..
    Waa, kyu knapa mninggalkan yul?

  2. Wah apa jangan-jangan itu kerjaannya papa nya Yuri? Kok bisa tiba-tiba gitu sih… Bikin penasaran. Bagus thoor

  3. haha.. kalau yuri kyk gitu, mungkin secepatnya bakal ketahuan klu dia mata2.
    tapi luhan kurang peka/tidak ingin bertanya lebih jauh tentang keanehan yuri…
    Kyu.. knp ninggalin yuri?
    nice chingu!

  4. yuri gk pinter nih jadi mata”nya, banyak yg ketauan
    MWOO, i..it..itu~ ga..gak salah. kyuppa mau married sm seohyunggie, wah sama” magnae nih hihihi><
    jd ini maksud kyuppa mutusin yul
    jangan" ada hubungannya sm misiny yul n seohyun mutusin lulu tanpa sbab yg jelas
    hemmm… mencurigakan skali
    yaudah drpd banyak bacot n kepo yg dah bejibun(?) langsung kepart brikutnya ne^^
    HWAITING NE
    pai..pai..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s