LIFE [1]

Author : Asuchi aka @hotachii

Cast :

*) Yoo Nayeon [OC]

*) Ricky / Yoo Changhyun [Teen Top]

*) Oh Sehun [Exo]

*) Nayeon’s friends [OC]

*) Sementara segitu :p

Genre : AU, OOC, Romance, Angst <- di otak sih gitu :p

Rate : General

Disclaim : Inspirasi dari komik lama, lupa apa,, cuma sedikit jalan cerita kok, itu juga belom sempet ditulis yg itu.. selain OC’s Nayeon’s friends dan jalan cerita semuanya bukan punya aku, eh tapi kalo kasih kepin gak bakal ditolak /ditimpukkiseop

Credit Pic : Aishita World

a/n : Dita sama kepin lagi miskin, jadi dikontrak lagi sama aku buat maen bareng, tapi kepinnya masih belum nampang nih :p tunggu aja.. lanjutannya mungkin lama, mian (_ _) judul bisa diganti, aku gak pinter bikin judul :p terus, ini bisa dibilang masih intro tapi aku gak pake intro di judul *biar keiatan panjang eps’a* happy reading ^^

LIFE

“Annyeong haseyo, Yoo Nayeon imnida. Bangapseumnida.”

Nayeon membungkukkan tubuhnya sebentar sesaat setelah dia mengenalkan diri. Dia lantas memberikan senyum terbaiknya pada orang-orang di hadapannya.

“Dia  seperti siapa ya?”

“Iya wajahnya familiar, tapi aku lupa siapa.”

“Akh! Ricky oppa!”

Nayeon tertawa begitu mendengar bisik-bisik orang di depannya. “Oh iya, saya saudara Yoo Changhyun.” Ucap Nayeon kemudian.

Reaksi yang ditunjukkan orang-orang di depan Nayeon berbeda jauh dengan sesaat yang lalu. Suara bisik itu kini berubah jadi bising. Hampir semua penghuni ruangan tempat Nayeon berada langsung berkomentar mengenai statusnya sebagai ‘saudara Yoo Changhyun’.

“Baik anak-anak, berhenti! Nayeon-ah, kau bisa duduk di bangku kedua dari belakang yang itu.” Ucap satu-satunya wanita dewasa di ruangan itu.

“Maaf saem, saya memiliki masalah dengan penglihatan saya. Boleh saya mendapatkan tempat duduk yang dekat dengan papan tulis?” Nayeon mencoba menawar.

“Baiklah. Jihyun, kau pindah ke belakang.”

Nayeon kemudian menghampiri bangku dimana gadis yang bernama Jihyun duduk. Kedua dari depan. “Gomawo.” Ucap Nayeon begitu Jihyun bangkit dari tempat duduknya dan pindah ke bangku yang seharusnya ditempati Nayeon.

“Anni, gomawo.” Ucap Jihyun.

Hari ini hari pertama Nayeon masuk sekolah. Sebenarnya, seharusnya dia sudah masuk sekolah dua minggu yang lalu. Namun karena masalah sakitnya, dia menunda rencana masuk sekolahnya. Nayeon kini menjadi seorang siswa kelas 2 di salah satu SMA swasta. Nayeon merupakan siswa baru di sekolah tersebut karena sejak SMP dia memilih sekolah putri.

Ricky, orang yang sukses membuat isi kelas berisik adalah saudara Nayeon, tepatnya saudara kembar. Dia cukup populer di beberapa kalangan siswa. Wajahnya imut dan pintar menari. Selain itu, sikapnya juga senada dengan wajahnya. Jadi kebanyakan orang yang menyukainya lebih merasa gemas dibanding kagum.

Dan Nayeon masuk ke sekolah tempat saudaranya itu sekolah juga karena desakan Ricky. Karena penyakitnya, Nayeon harus mengulang tahun keduanya di sekolah SMA. Dan itu alasan yang lain kenapa Nayeon pindah sekolah.

“Annyeong haseyo, Yoo Nayeon imnida.” Sapa Nayeon pada pria yang duduk di sampingnya.

Yang disapa hanya menoleh sebentar, menatap malas Nayeon kemudian menatap ke arah jendela di sampingnya.

Nayeon mengernyitkan dahinya heran, tapi kemudian dia berusaha mengacuhkan pria di sampingnya dan mulai serius mengikuti pelajaran.

-o0o-

“KAU BENAR-BENAR SAUDARA RICKY OPPA?? AIGOO~ senangnyaa….” Ucap Jihyun yang langsung menghampiri Nayeon begitu bel tanda jam istirahat berbunyi. Jihyun menoleh ke tempat duduk samping Nayeon dan buru-buru menarik lengan Nayeon tanpa memberikan penjelasan apapun.

Nayeon berusaha sekuat tenaga untuk tidak berlari. “Jihyun-a.” Panggil Nayeon dengan nafas tersengal. “Aku tidak boleh lari.” Ucapnya cepat, berharap Jihyun segera melepaskan tangannya.

“Mwo? Wae?” Jihyun bertanya begitu dia menghentikan langkahnya.

Nayeon berusaha untuk tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Jihyun. “Aku sakit.”

“Aigoo~ mianhae, aku tidak tahu.” Ucap Jihyun lengkap dengan tampang bersalahnya.

“Gwenchana. Ngomong-ngomong, kenapa kau membawaku keluar?” Nayeon bertanya.

“Ah, itu… sebenarnya aku sangat sangat sangat senang bisa pindah tempat duduk. Tapi aku merasa bersalah juga padamu. Namja yang duduk di sampingmu itu, dia seharusnya lulus tiga tahun yang lalu. Tapi karena sering berbuat masalah, jadi dia masih kelas 2 sampai sekarang.” Cerita Jihyun.

Nayeon mendengarkan cerita Jihyun dengan penuh perhatian.

“Aku terpaksa duduk dengannya karena tempat duduk kami ditentukan oleh undian. Dan sejak kami sebangku, aku tidak pernah mendengar suaranya. Dia sangat dingin pada siapapun. Mengacuhkan apapun, bahkan tidak pernah memperhatikan pelajaran. Dia hanya memandang ke arah luar jendela.” Lanjut Jihyun. “Dia…”

“Jihyun-a! Kau mau memonopoli Nayeon sendirian huh? Aku yakin kau pasti sedang meminta Nayeon untuk mengajakmu bertemu Ricky oppa.”

Nayeon dan Jihyun menoleh ke dekat pintu kelas mereka dan mendapati empat orang gadis tengah menatap keduanya. Mereka adalah teman sekelas Nayeon dan Jihyun, dan beberapa dari fans Ricky.

“Ah! RICKY OPPA! Aku lupa.” Teriak Jihyun. “Nayeon-ah, ayo kita bertemu Ricky oppa. Aku ingin sekali makan siang dengannya.” Oceh Jihyun sambil menarik lengan Nayeon. Menyeretnya untuk pergi ke bangunan kelas 3 berada.

“YA! Jung Jihyun! Kami juga mau makan siang dengan Ricky oppa.” Rengek satu dari empat orang itu.

Nayeon tertawa sambil ditarik paksa lima teman barunya. Mendapatkan teman karena saudara bukan masalah bagi Nayeon.

“Changhyun-a!” Nayeon memanggil Ricky yang sedang berjalan berlawanan arah dengannya.

Ricky tersenyum begitu melihat sosok Nayeon, dia mempercepat langkah kakinya menghampiri saudara satu rahimnya itu. Dia memang berencana untuk menemui Nayeon ke kelasnya.

Lima gadis di samping Nayeon langsung saja salah tingkah karena kelimanya memang tidak terbiasa untuk sedekat itu dengan Ricky tanpa berdesakan dengan gadis lain.

“Jadi, kau sudah punya banyak teman huh?” Tanya Ricky begitu ketujuh orang itu sudah duduk manis di kantin dengan makanan di atas meja mereka.

Nayeon mengangguk. “Dan semuanya adalah fansmu.” Jawabnya.

Wajah Ricky langsung saja bersemu merah. Dia memang tipe pemalu, dan paling suka kalau ada orang yang menyukainya. Nayeon hanya tertawa kecil melihat reaksi Ricky.

“Nayeon-ah, kau kok tidak memanggil Ricky oppa dengan panggilan oppa? Dia kan satu tahun lebih tua darimu.” Bisik Hyeri, salah satu teman Nayeon yang duduk tepat di sampingnya.

“Aku dan Changhyun saudara kembar kok. Dan aku lahir lebih dulu daripada dia.” Jawab Nayeon dengan suara normal.

“MWO??” Lima gadis kecuali Nayeon langsung saja berteriak dengan ekspresi kaget jelas terlihat. Mereka kompak menoleh ke arah Ricky dan Nayeon bergantian, membandingkan wajah keduanya.

“Kami bukan kembar identik.” Terang Nayeon sebelum teman-temannya melontarkan pertanyaan.

“Tapi bagaimana bisa? Kau kan satu angkatan dengan kami?” Tanya Minyoung.

“Aku sakit dan harus mengulang kelas duaku karena absenku tahun kemarin tidak cukup untuk naik kelas.” Jawab Nayeon santai.

-o0o-

“Kau bisu?” Nayeon bertanya pada pria yang duduk di sampingnya. Yang ditanya hanya diam tak peduli. “Hei, kita ini satu kelas, dan akan duduk berdampingan sampai akhir kelas dua. Kau sama sekali tidak mau berinteraksi dengan teman sebangkumu ini? Ayolah, aku hanya ini mengenalmu, tidak lebih. Atau aku panggil kau oppa? Kata teman-teman kau ini lebih tua dari kami.” Nayeon masih berusaha mengajak pria di sampingnya itu bicara. Meski tetap saja usahanya tidak berbuah manis.

“Ngomong-ngomong, Jihyun tidak bilang namanya siapa.” Kini Nayeon bicara sendiri. Dia menatap pria yang duduk di sampingnya itu, lantas melihat ke arah nametag yang dipakai pria di sampingnya itu. “Oh Sehun.” Gumam Nayeon.

“Jadi namamu Oh Sehun ya? Kalau begitu, kenalkan.. aku Yoo Nayeon. Ups, tadi aku sudah memperkenalkan diri ya?” Nayeon tetap berusaha mengajak teman sebangkunya itu berinteraksi. Namun tetap saja Nayeon seperti berhadapan dengan patung. Selain membisu, pria yang bernama Oh Sehun itu sama sekali tidak memberi sedikitpun reaksi terhadap ocehan Nayeon.

“Ngomong-ngomong, aku juga tinggal kelas loh. Makanya aku sekolah di sini. Aku malu dengan teman-teman di sekolahku yang dulu, haha…. Tapi aku hanya satu tahun. Kata teman-teman kau katanya mengulang sampai tiga tahun, berarti kita ini beda dua tahun yaa? Hm, aku panggil kau oppa bagaimana? Sehun oppa, sepertinya enak didengar.” Nayeon kembali mengoceh pada pria patung di sampingnya.

Mata Nayeon membulat, terlihat berbinar saat dia melihat Sehun menoleh ke arahnya. Dia kemudian memberikan senyuman terbaik yang dimilikinya, senyuman yang sama seperti yang Changhyun punya.

BRAKKKK…..

Sehun menggebrak meja dengan kepalan tangannya. Tidak cukup keras, tapi sukses menarik perhatian seisi kelas. Raut wajahnya menyiratkan kalau dia kesal pada Nayeon. Mungkin karena Nayeon begitu berisik. Wajah Sehun memerah karena emosi. Dia kemudian berdiri dan meninggalkan Nayeon yang sedang memperlihatkan wajah bingung.

KRIIINGGGG…..

Tepat sesaat sebelum Sehun menghilang di balik pintu, bel tanda jam istirahat siang sudah habis berbunyi.

Orang-orang penghuni kelas yang sebelumnya menatap ke arah Nayeon, karena efek gebrakan meja Sehun, langsung tertib dimeja masing-masing.

“Psstt.. Nayeon-ah, waeyo? Kenapa dengan Sehun sunbae?”Jihyun bertanya setengah berbisik dari mejanya, tiga meja di belakang Nayeon.

Nayeon menoleh dan menggeleng. “Molla.” Jawabnya. “Mungkin dia…”

Baru juga Nayeon mau memberi penjelasan, suara deheman dari guru pelajaran berikutnya membuat Nayeon mau tidak mau kembali berbalik ke depan.

Sehun sama sekali tidak kembali ke kelas bahkan sampai jam pelajaran terakhir. Ada rasa bersalah di diri Nayeon karena walau bagaimanapun, menurutnya Sehun pergi dari kelas karena dirinya. Nayeon menuliskan sebuah kalimat di secarik kertas dan menyimpannya di atas meja Sehun begitu pelajaran terakhir hari pertamanya hampir selesai.

“Sehun oppa, mianhae kalau aku menyinggungmu. Aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya ingin kita bisa akrab sebagai teman sebangku. Mianhae.”

-Nayeon-

-o0o-

“Lupa jalan pulang? Tidak seharusnya kau pulang kemari.” Suara berat pria paruh baya menyambut kepulangan Nayeon dan Ricky.

Nayeon menatap sang ayah yang sedang duduk di teras depan rumahnya. Dia menunduk, merasa bersalah dan ingin sekali menangis saat itu juga. Saat itu, Ricky langsung saja menggenggam tangan Nayeon, dan mengajak sauadaranya itu masuk ke dalam rumah.

Ayah si kembar mendesah pelan sambil menatap punggung putra dan putrinya itu.

-to be continued-

Komen penting banget buat saia, tapi gak pernah maksa buat komen kok…

-chii-

39 responses to “LIFE [1]

  1. akh kenapa si sehunie galak dia itu kalau jadi galak beneran gimana ya #mikir dia kan cute maknae dan keliatan pemalu gitu thor tspi ini nice ff kok lanjutannya jgn lama2 ya thor #please

Leave a Reply to gya Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s