Baby I need Love [Part 6]

Tittle : Baby I need Love [Part 6]

Main Cats :

Cho Kyuhyun (Super Junior), Song Kihyun (OC),  Park Nara (OC),  Choi Minho (SHINEE)

Support Cats : Temukan sendiri ^^

Genre : Romance, Family, Married life

Rating : PG 15

Length: Chaptered

Author : rahmassaseol (@rahmassaseol)

Disclaimer  : Cerita ini hanya fiksi dan murni hasil imajinasi saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gomawo! ^o^

[Prolog] [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5]

~Falling~

Author POV

“Kyuhyun-ah!” terdengar suara lembut seorang yeoja memanggil Kyuhyun yang membuat langkahnya berhenti seketika.

Suara itu, suara yang amat Kyuhyun kenal itu membuat tubuhnya sesaat membeku. Perlahan Kyuhyun memberanikan diri untuk memalingkan wajahnya ke arah asal suara tersebut, dan benar kekhawatirannya terbukti sekarang, ketika melihat wajah gadis cantik yang sangat ia kagumi itu.

“Park Nara?” ucap Kyuhyun lirih yang melihat gadis cantik itu kini berjalan mendekat ke arahnya.

OMO! Itu Park Nara! Ya! Kyuhyun-ah apa kau mengenalnya?” sahut Kihyun berapi-api. Matanya kini membulat sempurna begitu melihat seorang aktris yang sangat diidolakannya itu berjalan ke arahnya, ia masih tidak percaya dengan pemandangan yang ia lihat, terlebih lagi sepertinya idolanya itu saling mengenal dengan suaminya atau bahkan sudah menjadi teman dekat.

“Aku lebih dari sekedar mengenalnya Kihyunie,” jawab Kyuhyun datar dengan tetap menatap gadis yang selama ini menjadi pujaannya tersebut. Kihyun semakin menatap Kyuhyun tajam ia masih tidak percaya dengan jawaban dari suaminya.

            Gadis cantik berkaki jenjang dengan gaun indah yang membalut tubuhnya itu tersenyum manis kepada sepasang suami isteri yang berada di hadapannya sekarang. Ia terlihat sangat tenang walaupun sebenarnya pikirannya saat ini sedang bergulat dengan berjuta pertanyaan tentang gadis yang sedang berada di samping namja yang pernah dikecewakannya. Karismanya yang kuat seakan bisa membendung semua kegelisahan yang dirasakan hatinya dan membuatnya tetap bersikap seperti biasanya, mengingat ia sudah bukan menjadi gadis biasa lagi melainkan seorang aktris yang namanya kini kian melambung.

“Kyuhyun-ah annyeong, sudah lama tak bertemu, bagaimana kabarmu?” sapa gadis cantik yang bernama lengkap Park Nara tersebut.

“Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja,” jawab Kyuhyun dingin yang kini menatap Nara penuh keangkuhhan.

Annyeonghaseyo Park Nara-shi! Nan Song Kihyun imnida. Aku adalah penggemar beratmu! Boleh aku meminta tanda tanganmu?” sahut Kihyun tiba-tiba menyela percakapan Nara dan Kyuhyun. Gadis bermata coklat itu menatap Nara dengan mata yang berbinar-binar  penuh kagum sambil menyodorkan kertas dan pena ke arah idolanya itu.

“Chamkamanyo agasshi,” jawab Nara menahan permintaan Kihyun. Gadis berkaki jenjang itupun kini kembali menatap Kyuhyun dengan raut wajah yang menyimpan berjuta pertanyaan.

“Kyuhyun-ah siapa gadis ini?” ucap Nara yang akhirnya melontarkan pertanyaan yang sedari tadi membuat hatinya gelisah kepada seorang namja yang saat ini terlihat sangat enggan menatapnya. Yah, Nara sadar benar dengan sikap Kyuhyun yang tidak bersahabat dikarenakan ia pernah membuat hati seorang namja yang mencintainya itu hancur berkeping-keping.

Kyuhyun dengan enggan kembali menatap wajah rupawan milik Nara, ia menghela nafas berat sebelum ia menjawab pertanyaan dari gadis yang sempat membuatnya terpuruk. Seraya menggenggam tangan Kihyun erat, Kyuhyun berkata, “DIA ISTERIKU!”

Tak mau berlama-lama lagi Kyuhyun segera melangkah pergi dari gedung bioskop itu dengan menarik tangan Kihyun paksa agar gadis bermata coklat itu mau mengikuti langkahnya dan meninggalkan Nara yang saat ini berdiri termangu.

 Sementara Kihyun hanya diam dan sama sekali tak memberontak ketika suaminya menariknya paksa keluar dari gedung bioskop itu, ia sadar suasana hati suaminya itu kini sedang tidak enak dan ia tidak mau semakin memperkeruhnya lagi. Kihyun sekarang mengetahui bahwa hubungan suaminya dengan idolanya itu tidak baik, ‘Mungkin ada masalah diantara mereka,’ pikir Kihyun dalam hati. Tapi kini hasil pemikirannya itu membuahkan sebuah pertanyaan yang cukup sulit dijawab oleh otaknya, ‘Kenapa Kyuhyun mau menghadiri acara premire film itu jika ia sudah tahu pasti kalau Park Nara juga akan menghadirinya?’

***********************************

Kihyun POV

            Tanganku saat ini sedang membolak-balik halaman sebuah majalah dengan malas sambil sesekali memandang Kyuhyun yang sejak pesawat take off tadi tidur dengan pulasnya yang membuatku seakan mati bosan karena tidak ada lawan yang diajak bicara. Berkali-kali aku mencoba memejamkan mataku untuk tidur tapi hasilnya nihil, entah kenapa mendadak aku menjadi imsomnia seperti ini padahal sebelumnya aku sangat mudah tertidur dimana saja.

“Kyuhyun-ah iroenna palli,” rengekku sambil memukul-mukul kecil lengan Kyuhyun. Kyuhyun yang terlihat terusik karena jam tidurnya diganggu kini membuka matanya walaupun hanya separuh dan langsung menatapku tajam.

“Wae?” ucap Kyuhyun dingin. Terdengar jelas sekali nada suaranya yang kesal itu menusuk telingaku.

“Kyuhyun-ah tolong jangan tidur ne? Temani aku. Aku bisa mati bosan karena tidak ada lawan untuk diajak bicara,” jawabku memohon.

“Shiro! Aku mengantuk! Aku ingin tidur! Sudah sana cepat kau tidur juga!” tolak Kyuhyun kasar yang kemudian membalikkan tubuhnya memunggungiku.

“Yaaa… Kyuhyun-ah, aku tidak bisa tidur, AC-nya terlalu dingin sehingga membuatku sulit untuk tidur. Jebbal jangan tidur ne?” ucapku memelas seraya manarik-narik ujung baju yang dikenakan Kyuhyun.

“Shiro! Dasar cerewet! Cepat sana tidur!” tolak Kyuhyun lagi yang tak mau membalikkan tubuhnya sedikit pun ke arahku.

            Kini aku menatap kesal kepada pria yang sedang tidur pulas memunggungiku tersebut, kurasa sia-sia saja aku meminta sesuatu darinya. Dia sama sekali tidak pernah memperlakukanku dengan baik selayaknya isterinya, yahh… aku sadar suatu saat kami akan bercerai, tapi setidaknya aku mau Kyuhyun memperlakukanku dengan baik selayaknya isterinya yang sempurna. Aku mungkin sudah benar-benar gila karena pernah menginginkan untuk menjadi teman hidupnya untuk selamanya, tapi aku jujur dari hatiku bahwa aku sangat menginginkannya untuk menjadi milikku dan tak kubiarkan satupun gadis merebutnya dariku. Apa aku mulai menyukainya? Yang membuatku bingung akan perasaanku kepadanya.

            Perlahan aku mulai memejamkan mataku, mencoba untuk tidur walaupun sulit seraya merapatkan jaket yang membalut tubuh bagian atasku. Beberapa saat kemudian kurasakan dua buah tangan besar merengkuh tubuhku ke dalam pelukan seorang namja yang kuyakin adalah suamiku. Ditempatkannya kepalaku di atas dada bidangnya itu, dan dengan lembut ia membelai rambutku.

“Kyuhyun-ah…” ucapku lirih dengan mata yang masih terpejam di dalam pelukannya.

“Apa dengan begini sudah hangat?” tanya Kyuhyun sambil merapatkan pelukan kami.

“Ne, sudah hangat. Hangat sekali….” jawabku yang kemudian  mulai terbawa ke alam mimpi. Irama debaran jantung Kyuhyun ini bagaikan alunan simfoni indah yang membuatku tertidur dengan damai.

**********************************

Author POV

Pria tampan berambut ikal tersebut terlihat sedang sibuk mebolak balik lembaran kertas yang ada di hadapannya, raut wajahnya tampak sangat serius membaca kata demi kata yang tercetak dalam lembaran lembaran kertas itu.

Drrrrrrttttttt DRRrrrrrtttttttt, terdengar suara getaran ponsel yang berasal dari dalam kantong celanannya, pria tampan berambut ikal itu pun sontak menghentikan segala aktivtasnya.

“Yoboseo? Kyuhyun-ah!” terdengar suara seorang gadis yang berasal dari ponsel Kyuhyun.

“Ne, waeyo Kihyunie?” balas Kyuhyun malas.

“Ya! Apa kau sudah makan siang?”

“Ani, aku belum makan siang. Wae? Apa kau ingin mengajakku makan siang bersama?”

“Ne, hehehehehe, sebenarnya dompetku tertinggal di rumah maka dari itu aku mengajakmu makan siang bersama,” jawab Kihyun sambil terkekeh kecil.

“Mwo? Jadi kau hanya ingin makan gratis? Dasar gadis licik,” balas Kyuhyun sinis. “Araseo, tunggu aku di restoran depan kantormu, aku akan mentraktirmu makan siang,” lanjut Kyuhyun.

“Ok, aku akan menunggumu. Gomaweo Kyuhyun-ah,” jawab Kihyun yang juga menjadi akhir pembicaraan mereka di telepon.

            Sejenak Kyuhyun memandangi layar ponselnya, mengamati nama pemilik nomor ponsel yang baru saja meneleponnya, Kihyun. Gadis jelita bermata coklat gelap yang akhir-akhir ini selalu membayanginnya.

            Tak lama kemudian Kyuhyun menyambar jas hitamnya dari penggantung baju, dan di ambilnya kunci mobil kesayangannya yang terletak di atas meja kerjanya. Kyuhyun-pun perlahan melangkah keluar dari ruang kerjanya, namun belum sempat ia keluar langkahnya terhenti ketika mendengar suara interkom yang berasal dari telepon kabel di atas meja kerjanya.

“Ne, waeyo?” jawab Kyuhyun membalas sambungan interkom .

“Sajangnim, ada seorang gadis yang ingin menemui anda,” balas seorang yeoja yang merupakan sekertaris Kyuhyun.

“Dugu?”

“Chesohamnida sajangnim, saya tidak bisa memberitahukannya,” jawab sekertaris Kyuhyun di seberang sana.

“Mwo? Ya sudah biarkan saja dia masuk,” balas Kyuhyun yang mengakhiri sambungan interkom tersebut.

            Kini senyum tipis terulas di wajah tampan milik Kyuhyun, terbayang wajah seorang gadis yang ingin menemuinya itu. ‘Katanya dompetnya tertinggal di rumah, apa itu hanya alasan karena ia ingin makan siang bersamaku? Dan sekarang ia tidak sabar menunggu kedatanganku? Aigo gadis ini rupannya sudah mulai menyukaiku,’ pikir Kyuhyun besar kepala yang kemudian tertawa kecil.

Ceklekk, terdengar suara pintu ruang kerja Kyuhyun terbuka yang seketika membuat pria berambut ikal tersebut memalingkan wajahnya ke arah seseorang yang telah membuka pintu ruang kerjanya itu.

Mata Kyuhyun kini terbelalak lebar ketika melihat sosok gadis cantik yang kini berdiri di depan ambang pintu ruang kerjanya, keringat dingin pun seketika membasahi dahi Kyuhyun. Dadanya berdebar semakin kencang begitu melihat sosok di hadapannya bukanlah gadis yang tadi dinantinya.

“Park Nara?”

“Kyuhyun-ah, annyeong,” sapa gadis cantik yang bernama Park Nara itu dengan senyum menawannya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” jawab Kyuhyun yang masih tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya sekarang ini.

“Ya, apa kau tidak ingin mempersilahkanku duduk terlebih dahulu,” jawab Nara yang kemudian berjalan masuk dan duduk di sofa yang terdapat di dalam ruang kerja milik Kyuhyun.

“Apa yang kau mau dariku sekarang?” ucap Kyuhyun dingin dengan wajah tegang yang kini duduk di hadapan Nara.

“Ya Cho Kyuhyun apa kau masih marah padaku?” balas Nara yang sekali lagi mengalihkan pembicaraan. Di tatapnya lekat lekat pria berambut ikal tersebut seraya tersenyum penuh arti.

“Marah? Huh, sudah pasti aku masih sangat marah kepadamu! Sudahlah jangan bertele tele lagi Nara-ya, cepat katakan untuk apa kau menemuiku?” jawab Kyuhyun datar dengan mata menajam ke arah gadis molek tersebut.

Araseo, sebenarnya kedatanganku menemuimu adalah aku ingin kau menjadi produser untuk film terbaruku,” ucap Nara lugas.

Mwo? Manjadi produser untuk film terbarumu? Kau pikir aku bodoh hah? Alasan itu terlalu sederhana untuk kupercaya Nara-ya. Apa kau tak bisa berakting dan memilih kata-kata yang lebih bagus lagi?” tantang Kyuhyun seraya tersenyum penuh arti kepada gadis yang dulu sempat menjadi pujaan hatinya.

*************************************

            Gadis bermata coklat itu tampak kuyu menanti kedatangan suaminya di restoran yang terletak di depan tempat kerjanya. Berkali-kali ia memandang jam tangan cantik yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah setengah jam ia menunggu di sini dengan perut kosong tapi ia tak juga melihat batang hidung suaminya tersebut.

“Kihyun-shi?” sapa seorang pria bermata besar seraya berjalan menghampiri Kihyun.

“Oh, sajangnim.”

“Apa kau sudah makan siang?” tanya pria bermata besar yang merupakan atasan Kihyun di tempatnya bekerja.

“Animida sajangnim,” jawab Kihyun.

Joha! Ayo kita makan siang bersama, aku akan mentraktirmu,” balas pria bemata besar dengan tinggi semampai itu lagi.

“Tidak perlu sajangnim, sebenarnya aku sedang menunggu kedatangan Kyuhyun.”

Oh ne araseo, baiklah aku tidak akan mengganggu acara makan siang kalian berdua. Kalau begitu aku memesan makanan di meja yang lain, jika Kyuhyun tidak jadi datang datanglah ke mejaku, aku yang akan mentraktirmu makan,” jelas pria bermata besar tersebut yang kemudian berjalan menuju meja kosong.

“Ne gamsahamnida sajangnim.”

            Kihyun kini kembali menatap ke luar jendela kaca sambil mengamati mobil mobil yang berlalu lalang di jalan raya, berharap orang yang sedang dinantinya segera datang.

****************************************

Mwo? Manjadi produser untuk film terbarumu? Kau pikir aku bodoh hah? Alasan itu terlalu sederhana untuk kupercaya Nara-ya. Apa kau tak bisa berakting dan memilih kata-kata yang lebih bagus lagi?” tantang Kyuhyun seraya tersenyum penuh arti kepada gadis yang dulu sempat menjadi pujaan hatinya.

“Sepertinnya aku sudah terlalu meremehkanmu selama ini, ne kau benar aku mempunyai maksud lain di balik keinginanku untuk menjadikanmu produser film terbaruku,” jawab Nara dengan tatapan tajam.

“Dasar gadis licik, cepat katakan apa yang kau inginkan dariku?”

“Mudah saja Kyuhyun-ah, aku hanya ingin mengetahui sejauh mana kau bisa melupakanku hingga kau berani mengacuhkanku seperti ini,” jawab Nara lagi dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.

Araseo, aku akan menjadi produser untuk film terbarumu. Chosun Group tidak akan pernah mengecewakanmu,” balas Kyuhyun dengan sorot mata yang menajam ke arah Nara. Suaranya itu terdengar penuh wibawa, Kyuhyun pun kemudian tersenyum dingin ke arah gadis yang sampai saat ini masih membuat jantungnya berdegup kencang.

Geurom, aku tidak ingin kau mengingkari kata-katamu Kyuhyun-ah,” sahut Nara seraya membalas tatapan menusuk Kyuhyun.

Ne, kau tidak perlu khawatir Nara-ya. Baiklah jika tidak ada yang ingin kau bicarakan lagi, aku akan pergi,” jawab Kyuhyun sambil membenarkan posisi jas-nya yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.

“Ya Kyuhyun-ah kenapa kau terlihat terburu-buru sekali? Apa kau ingin menemui isteri sewaanmu itu?” tanya Nara pedas yang seketika membuat mata Kyuhyun berkilat amarah.

Mwo! Ya! Park Nara jaga bicaramu! Asal kau tahu, dia mau menikah dengannku bukan karena uang! Dia adalah gadis yang baik, tidak sepertimu gadis sombong yang hanya bisa membuat orang lain terluka!” sentak Kyuhyun berapi-api. “Jika urusanmu sudah selesai cepat pergi dari sini!” lanjut Kyuhyun lagi yang kemudian melangkah pergi meninggalakan Nara yang kini tersenyum sinis.

“Kita lihat saja Cho Kyuhyun, aku akan membuatmu bertekuk lutut kepadaku sekali lagi,” ucap Nara lirih sambil menatap punggung Kyuhyun yang perlahan mulai menghilang.

****************************************

Gadis itu, gadis berambut panjang dengan warna iris mata yang berwarna coklat tampak sedang mengamati hiruk pikuk jalan raya dari balik jendela kaca sebuah restoran. Sudah dua jam ia menunggu kedatangan suaminya yang berjanji akan mentraktirnya makan siang hari ini, tapi suami yang sangat dinantikannya itu tak kunjung memperlihatkan wajah rupawanya, wajah yang akhir-akhir ini selalu ada di benaknya. Gadis itu pun mencoba bersabar menahan rasa lapar yang amat sangat, ia sama sekali tidak mempunyai uang sepeserpun untuk membeli makanan dan terpaksa harus menunggu suaminya itu datang.

“Song Kihyun-shi, apa Kyuhyun belum juga datang?” tanya seorang pria yang merupakan atasan Kihyun di tempatnya bekerja.

Ne, Minho sajangnim Kyuhyun belum juga datang,” jawab Kihyun lemas dengan wajah pucat.

Mwo? Aish! Dasar anak nakal itu,” umpat Minho. “ Ya sudah Kihyun-shi setidaknya makanlah roti ini, paling tidak ini akan menahan rasa laparmu sebelum kembali bekerja,” lanjut Minho seraya menyodorkan sebungkus roti kepada Kihyun.

“Ne, gamsahamnida sajangnim,” jawab Kihyun lemas.

Cheonma Kihyun-shi, baiklah aku akan kembali ke kantor terlebih dahulu. Jaga dirimu baik-baik Kihyun-shi,” balas Minho yang kemudian melangkah meniggalkan restoran itu.

BRAKKK!! Terdengar suara debaman yang membuat Minho seketika menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya ke arah asal suara tersebut. Dan betapa terkejutnya Minho ketika ia melihat sesosok gadis cantik yang merupakan salah satu karyawan perusahaannya itu  jatuh tak sadarkan diri.

Kyuhyun POV

            Kini aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju tempat Kihyun bekerja, sekilas aku melirik arloji yang melingkar di pergelangan tanganku yang sudah menunjukkan pukul dua siang bertanda jam makan siang berakhir. Aku tak hentinnya merutuki kebodohanku yang mengingkari perkataanku sendiri kepada Kihyun, apa gadis itu sudah makan? Apa dia mempunyai uang untuk membeli makanan? Astaga kenapa diriku ini bodoh sekali!

Aku semakin mempercepat laju mobilku menuju ke restoran tempat Kihyun menunggu, walaupun mustahil, aku berharap ia masih ada di sana menunggu kedatanganku.

            Begitu sampai, dengan segera kulangkahkan kakiku memasuki restoran tempat aku dan Kihyun berjanji untuk makan siang, kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan tapi sosok yang kuharapkan itu tak juga tampak. Dan saat itulah aku baru menyadari bahwa ia tidak akan mau menugguku, ia tidak akan mau menunggu seorang suami picik sepertiku. Hanya gadis bodoh yang mau menunggu kedatangan seorang laki-laki lebih dari dua jam. Aku pun akhirnya melangkahkan kakiku keluar dari restoran ini dan kembali mengendarai mobilku menuju tempat kerjaku.

**************************************

Tepat jam delapan malam aku pulang bekerja, kemudian kubuka pintu apartemenku dan betapa terkejutnya diriku ketika mendapati lampu apartemenku tak menyala yang menjadikan seluruh ruangan di dalam apartemenku terselubung oleh kegelapan. Aku pun segera menyalakan lampu agar mataku dapat melihat dengan baik, dan terlihatlah sesosok gadis yang merupakan isteriku sedang duduk di atas kursi minibar dengan sebuah mangkuk besar yang berisi campuran nasi dan kimchi di hadapannya. Tangan kanannya kini memegang sendok sup dan bersiap untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya itu tanpa sedikitpun menoleh ke arahku.

Ya! Song Kihyun kenapa tadi tak kau nyalakan lampunya?” sentakku yang membuat gadis bermata coklat itu kini melirikku tajam.

Ya! Cepat siapkan makan malam untukku!” pintaku kasar seraya berjalan mendekat ke arahnya. Kemudian mataku terbelalak terkejut ketika ia tiba-tiba saja melemparkan sendok sup yang ia pegang tadi ke arahku dan beruntung aku bisa menghindarinya.

Ya! Kihyunie apa kau sudah gila huh!” bentakku berapi-api.

Ne! aku memang sudah gila! Aku sudah gila karena mau menunggumu selama dua jam di restoran itu!” balas Kihyun yang kini terlihat sudah berselimut amarah.

Ya! Apa aku memintamu untuk menungguku? Tidak bukan? Lagi pula kau bisa saja meminjam uang kepada teman kerjamu untuk membeli makanan tanpa harus menungguku yang mentraktirmu,” jawabku yang semakin membuat gadis di hadapanku ini terbakar amarah.

“Mwo! Ya! Cho Kyuhyun! Nappeunom!” umpat Kihyun dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Ya Kihyunie, jangan menangis….” Ucapku yang kini berjalan mendekat ke arahnya.

Ya! Kyuhyun-ah setidaknya katakanlah maaf kepadaku!” jawab Kihyun dengan suara parau sambil terisak.

“Ya miane Kihyunie, apa tadi terjadi sesuatu?” balasku dengan rasa bersalah begitu melihat tangisnya mulai pecah dan perlahan kudekatkan wajahku ke wajahnya untuk dapat melihat dengan jelas ekspresi yang tergambar di wajah rupawan itu.

“Ah! Molla! Neon cheongmal neppeun namja!”

“Ya Kihyunie bukankah aku sudah minta maaf padamu? Ya jangan marah….”

Aish! Shiro! Aku sangat kesal padamu!” jawab Kihyun yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.

“Ya Kihyunie kau mau ke mana?” ucapku seraya menahan pergelangan tangannya.

“Aku mau tidur!”

“Ya Kihyunie aku lapar, tolong masakkan sesuatu untukku ne?” jawabku memelas sambil memegangi perutku yang mulai bernyanyi riang.

Shiro!” tolak Kihyun lugas.

Shiro? Ya! Song Kihyun cepat buatkan aku makanan atau…”

Mwo? Atau apa huh!” tantang Kihyun yang semakin meninggikan dagunya.

“Atau aku akan menciummu.”

Keure! Cium saja kalau berani!” balas Kihyun yang semakin meninggikan dagunya seraya memanyunkan bibirnya yang lembut itu ke arahku.

****************************************

Author POV

            Laki-laki berambut ikal itu kini tengah bingung dan hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya mendapati tingkah isterinya yang terkesan menantangnya, laki-laki berambut ikal itu pun semakin mempertegas wajahnya dan menajamkan tatapannya kepada gadis cantik bermata coklat yang berada di hadapannya. Kemudian Kyuhyun tiba-tiba mencengkram kedua pundak isterinya yang membuat gadis bermata coklat itu terkesiap dan dengan seketika ia menundukkan kepalanya.

            Dengan mata sayu Kyuhyun menatap isterinya yang kini menundukkan kepalanya dalam, dan perlahan Kyuhyun pun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah jelita milik isterinya tersebut.

“Ya… Kihyunie, kenapa kau malah menundukkan kepalamu? Apa kau takut jika aku benar-benar akan menciummu?” ucap Kyuhyun lirih di telinga Kihyun. Gadis itu sesaat bergetar merasakan desiran nafas yang menggelitik indera pendengarannya.

Ani, aku hanya….,” jawab Kihyun yang tiba-tiba bungkam karena merasakan bibir milik suaminya itu bersentuhan dengan bibirnya dan membuatnya hanya bisa membisu seraya mengerjap-ngerjapkan mata indahnya.

            Beberapa detik kemudian Kyuhyun menarik tengkuk Kihyun untuk semakin memperdalam ciumannya sementara Kihyun yang semula memberontak kini mulai terhanyut dalam permainan Kyuhyun. Dengan perlahan Kyuhyun mulai melumat pelan bibir isterinya itu bergantian kemudian tangan Kyuhyun segera menarik tubuh Kihyun untuk lebih dekat dan mendekapnya erat.

            Ciuman ini, ciuman yang telah membuat Kihyun merasakan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang membuncah hatinya dengan perasaan bahagia. Ciuman tulus yang diberikan suaminya itu terasa sangat lembut menyapa bibir ranumnya.

**********************************

Secercah sinar mentari yang menyelinap di balik tirai sebuah kamar bernuansa klasik itu menyapa seorang pria tampan berambut ikal. Laki-laki itu perlahan mulai membuka matanya yang masih terasa mengantuk. Beberapa saat kemudian ia mulai beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar kamarnya, saat ia  membuka pintu kamarnya tampaklah seorang gadis bermata coklat tengah berdiri di ambang pintu kamarnya yang berhadapan dengan pintu kamar pria berambut ikal tersebut sambil mengusap-ngusap kedua matanya dengan punggung tangannya.  Seketika rona merah mulai tampak di wajah pria tampan yang bernama Kyuhyun itu, sekelebat bayangan tentang apa yang dilakukannya tadi malam terhadap gadis jelita itu selalu saja muncul di benaknya. Ekspresi yang sama pun ditunjukkan oleh gadis jelita bemata coklat itu, entah kenapa ketika ia melihat Kyuhyun ia selalu saja terbayang akan kejadian tadi malam yang membuat perasaannya semakin tak menentu.

“Annyeong Kihyunie,” ucap Kyuhyun dengan wajah yang masih memerah.

Ne, annyeong Kyuhyun-ah. Apa kau ingin dibuatkan sarapan?” jawab Kihyun yang berusaha menyembunyika rasa malu yang menghujam dirinya.

Ne, kalau begitu aku akan mandi dulu,” balas Kyuhyun tanpa menatap mata Kihyun yang kemudian berjalan terburu-buru menuju kamar mandi.

            Kihyun pun perlahan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuatkan suami tercintanya itu sarapan. Seulas senyum terus tersungging di wajah cantiknya itu, kejadian yang tak diduga semalam telah membuat hatinya kini bagai dihinggapi beribu-ribu kupu-kupu. Sebuah ciuman yang sangat berarti untuknya, sebuah ciuman lembut yang kini membuat hatinya yakin bahwa ia benar-benar menyukai laki-laki tampan berambut ikal tersebut. Dan berharap laki-laki tampan yang telah membuatnya jatuh cinta itu memiliki perasaan yang sama dengannya.

************************************

            Sebuah meja makan berbentuk persegi yang terbuat dari kaca kini tengah berisi sepasang suami isteri yang sedang menikmati sarapan mereka masing-masing. Tidak ada pembicaraan di antara mereka, hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring, rona merah-pun masih menghiasi pipi keduannya. Mereka merasa canggung sejak kejadian tadi malam, kejadian dimana bibir mereka bertemu yang membuat keduanya kini menyadari akan sesuatu hal, sesuatu yang menyangkut perasaan mereka masing-masing. Terlihat berlebihan memang, jika hanya kerena sebuah ciuman telah membuat keduanya kini merasa canggung satu sama lain.

“Kihyunie,” kata Kyuhyun lirih memecah keheningan.

“Wae?” jawab Kihyun yang masih focus menikmati sarapannya, berpura-pura tetap tenang walaupun sebenarnya jantungnya ingin meledak saat ini juga.

“Hari kerjamu libur kan?” tanya Kyuhyun yang sekarang menatap intens kepada gadis jelita yang duduk di hadapannya.

“Ne, waeyo?”

“Aku ingin kau menggantikanku untuk menjemput kakek di Bandara.”

“Apa Donghae tidak ikut bersama kakekmu?”

“Tidak, karena sesuatu alasan Donghae-hyung tidak bisa menemani kakek.”

“Tapi kenapa harus aku? Bukankah kau adalah cucu biologisnya?”

“Ya Kihyunie, hari aku sangat sibuk di kantor jadi aku tak ada waktu untuk menjemput kakek di Bandara,” jelas Kyuhyun yang semakin menajamkan tatapannya ke arah Kihyun.

“Shiro! Aku juga sibuk hari ini,” tolak Kihyun.

“Mwo? Shiro? Ya! Jika kau tak mau menjemput kakek, aku akan…..”

“Mwo? Akan apa? Apa kau mau menciumku lagi huh?” balas Kihyun dengan nada menggoda yang membuat wajah Kyuhyun semakin memerah seperti kepiting rebus.

“Ya! Molla! Pokoknya kau yang harus menjemput kakek!” jawab Kyuhyun yang buru-buru beranjak dari tempat duduknya dan menyambar jas hitamnya, kemudian dengan langkah cepat ia keluar dari apartemennya agar isterinya tidak melihat ekspresi yang sekarang tergambar di wajah tampannya itu.

“Kyopta!” sahut Kihyun melihat tingkah aneh yang ditunjukkan suaminya.

***************************************

Kihyun POV

            Sudah satu jam aku menunggu kedatangan kakek tetapi sosok pria beruban dengan perut yang sedikit tambun itu tak juga terlihat sampai aku menyadari suatu hal, suatu hal yang seketika membuat mataku membeliak.

“OMO! Ternyata aku salah menunggu di pintu kedatangan interlokal!”

Dengan langkah seribu aku melangkah menuju pintu kedatangan internasional sambil merutuki kebodohanku ini. Bagaimana bisa aku salah tempat menunggu kedatangan kakek? Aigo, pasti kakek sekarang sudah lelah menungguku selama satu jam.

BRUGH!

“Omo! Chesohamnida,” ucapku meminta maaf kepada seseorang yang tidak sengaja kutabrak seraya membukukkan badanku sembilan puluh derajat.

“Ya! Kau Song Kihyun kan?” jawab seorang pria yang tak sengaja kutabrak tadi. Sekilas suaranya tidak asing lagi di teligaku. Aku pun sejenak mengamati pria berpostur tinggi tersebut, cukup lama aku mengamati pria itu sampai ia melepaskan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.

“Kris? Omo! Apa benar kau Kris?” sahutku dengan mata membulat melihat sosok kawan lama yang kini berdiri di hadapanku.

“Annyeong Kihyunie, kupikir kau sudah lupa padaku,” jawab Kris dengan senyum manisnya.

“Ya, bagaimana bisa aku melupakanmu. Aish! Kau ini.”

“Sudah lama rasanya sejak satu tahun yang lalu. Waktu itu kau masih seorang mahasiswa Esmod yang sangat ambisius kan?”

“Ne kau benar, waktu itu juga kau masih seorang mahasiswa kolot yang kutu buku kan? Hahahhaha, jujur saja aku masih tidak percaya sekarang kau telah berubah menjadi pria yang tampan,” jawabku sambil tertawa kecil.

“Hehehehe, oh ya Kihyunie untuk apa kau datang ke Bandara? Tidak mungkin kan kau datang menjemputku?” balas Kris dengan nada menggoda.

“Omo! Aku hampir lupa menjemput kakek!” sahutku dengan mata membeliak kerena melupakan maksud sebenarnya kedatanganku ke Bandara.

“Kakek? Sejak kapan kau mempunyai seorang kakek?” tanya Kris dengan dahi mengernyit.

“Maksudku kakek dari suamiku.”

“Mwo? Jadi kau sudah menikah?”

“Ne, mian aku tidak mengundangmu,” jawabku yang hendak pergi menjemput kakek.

“Ya! Mau pergi kemana kau? kau masih berutang penjelasan kepadaku,” ucap Kris yang tidak puas dengan jawabanku seraya menahan pergelangan tanganku.

“Aigoo, aku sedang terburu-buru sekarang. Nanti saja aku jelaskan ne?” balasku yang melepaskan genggaman tangan Kris di pergelangan tanganku dengan paksa dan kemudian memberikan selembar kartu nama kepada pria berpostur tinggi tersebut.

“Hubungi aku nanti ne?” ucapku sambil berlalu meninggalkan Kris.

****************************************

            Kakiku kini tengah berlari menuju pintu kedatangan internasional, dan tampaklah pria beruban sedang duduk di ruang tunggu sambil membaca sebuah koran.

“Chesohamnida harabeoji aku terlambat menjemputmu,” ucapku dengan nafas terengah-engah. Pria beruban itu pun menurunkan korannya dan menatapku intens.

“Oh Kihyunie neon waseo? Kajja kita harus segera ke rumah sakit,” jawab Kakek yang seketika beranjak dari tempat duduknya dan menyeretku pergi bersamanya.

“Ya harebeoji untuk apa kita ke rumah sakit?” tanyaku bingung.

“Sudahlah turuti saja apa kataku, kajja,” balas Kakek yang mengiring tubuhku memasuki sebuah taxi yang akan mengantarkan kami ke rumah sakit.

            Tiga puluh menit kemudian kami tiba di rumah sakit dan aku pun menyadari sepenuhnya alasan Kakek menyeretku paksa kemari. Saat ini kami sedang duduk di ruang tunggu bagian Poli Kandungan, Kakek menunggu dengan antusias, mata tuanya itu tak hentinya memandangi setiap pasien yang keluar masuk dari ruang periksa, sementara aku hanya bisa menatap bosan ke arah kakek.

“Harabeoji kenapa kita harus datang kemari?” tanyaku kepada pria tua yang tepat duduk di sampingku.

“Tentu saja untuk memeriksakan kandunganmu Kihyunie, lebih tepatnya untuk memastikan apa kau sudah hamil atau tidak,” jawab Kakek dengan nada datar sambil terus memandangi para calon ibu yang keluar masuk ruang periksa.

“Ya kakek tidak perlu seperti ini, lagi pula ada Kyuhyun yang akan mengantarku nanti. Jadi lebih baik kita sekarang pulang ne? Apa kakek tidak lelah setelah menempuh perjalanan panjang,” ucapku yang berusaha menolak ajakan kakek secara halus.

“AH! Aku tidak percaya kepada anak nakal itu lagi, aku harus memastikannya sendiri apa kau sudah hamil atau tidak,” jawab kakek lagi dengan nada yang masih sama.

Aku pun bungkam mendengar jawaban dari kakek barusan karena usahaku untuk mengelak ajakkan kakek sia-sia. Bagaimana bisa aku hamil sementara aku dan Kyuhyun tidak pernah sekalipun melakukan ‘itu’

            Seketika rasa khawatir memenuhi hatiku, bagaimana jika kakek tahu kalau ternyata aku masih belum mengandung calon cicit-nya? Apa kakek akan melakukan hal yang aneh-aneh seperti waktu itu? Waktu dimana kami nyaris melakukannya jika saja aku tak berhasil meredam nafsu Kyuhyun yang membeludak akibat meminum wine oplosan, wine oplosan yang beliau berikan secara cuma-cuma lewat pelayan restoran dengan menghilangkan kata ‘oplosan’ dengan kata ‘spesial’ sebagai usaha untuk merealisasikan keinginannya agar segera mempunyai seorang cicit yang lucu.

“Nyonya Cho silahkan masuk,” ucap sorang asisten dokter yang memanggilku untuk segera masuk ke dalam ruang periksa.

“Ne!” jawab Kakek semangat yang kemudian menarik tanganku memasuki ruang periksa tersebut. Aku pun hanya bisa mengikuti langkah kakek dengan malas, sambil menebak-nebak apa rencana licik kakek selanjutnya untuk membuatku segera merealisasikan mimpinya.

            Di dalam ruang periksa aku menjalani berbagai pemeriksaan selama kurang lebih setengah jam, dan kakek tak bosannya menungguiku dengan antusias. Setelah selesai menjalani berbagai pemeriksaan aku dan kakek pun duduk berdampingan menghadap dokter untuk mendengar penjelasan darinya.

“Bagaimana keadaan kandungan cucu menantu saya ini dok?” tanya kakek tidak sabaran.

“Ne, kandungan cucu menantu anda ini sangat sehat, kami tidak menemukan sesuatu yang salah dalam kandungannya,” jawab Dokter tersebut dengan tenang sambil sesekali memeriksa lembaran kertas yang menyangkut hasil pemeriksaanku tadi.

“Kalau begitu apakah ia sudah hamil?” jawab Kakek memburu dengan mata berbinar.

“Melihat dari usia pernikahan cucu menantu anda yang masih belum lama, saya rasa ini terlalu cepat untuk mengetahui apakah ia sudah hamil. Anda harus lebih bersabar dan berikanlah waktu kepada cucu dan cucu menantu anda, lagi pula mereka masih sama-sama muda dan banyak kesempatan lagi bagi anda untuk mempunyai seorang cicit,” jelas dokter itu panjang yang dibarengi dengan anggukkan-anggukkan Kihyun bertanda ia sependapat dengan dokter tersebut.

            Rona bahagia yang sedari tadi menghiasi wajah keriput itu kini perlahan memudar, sinar matanya yang tadi berbinar juga mulai meredup setelah mendengar penjelasan dari dokter yang duduk di hadapannya tersebut.

“Ne, baiklah kalau begitu, tapi dokter apa kau bisa menuliskan resep untuk membeli tonik panambah kesuburan?” jawab Kakek yang sepertinya masih tetap berusahan untuk mendapatkan seorang cicit dariku dan Kyuhyun.

*************************************

Kyuhyun POV

            Terlihat Kihyun sedang duduk di sofa sambil menonton drama di televisi saat aku pulang dari kerja, gadis jelita itu tampak serius menonton drama hingga ia tak menyadari kedatanganku.

“Kihyunie, nan waseo,” ucapku seraya melepas jas dan menggantungkanya di penggantung baju.

“Oh kau sudah pulang Kyuhyun-ah,” jawab Kihyun yang seketika memalingkan wajahnya ke arahku.

“Ya! Minuman aneh apa yang sedang kau minum itu?” sahutku ketika melihatnya sedang menyedot cairan hitam pekat berasal dari pembungkus plastik yang sedang ia pegang.

Ah, ini tonik penambah kesuburan, tadi kakek mengajakku ke rumah sakit untuk memeriksa kandunganku dan membelikan tonik ini untukku, kakek juga menyuruhmu meminumnya juga,” jelas Kihyun santai sambil tetap menonton drama di televisi dengan serius.

Aku pun diam sejenak dan kembali mencerna apa yang dikatakan Kihyun barusan, ada satu kata yang membuatku curiga. “Tonik penambah kesuburan?” ucapku lirih kepada diriku sendiri. Seketika aku tersentak dan dengan cepat memandang Kihyun yang tengah asyik menonton drama sambil meminum cairan hitam pekat itu. Kuamati Kihyun dengan seksama dan perlahan pikiranku jauh menerawang……..

In My Mind

            Kihyun kini menatapku tajam, bukan tatapan kesal seperti biasanya tapi tatapan yang sanggup membuat bulu kudukku berdiri. Mata coklatnya yang indah itu menatapku sayu, dan perlahan ia pun berjalan mendekat ke arahku seraya melepas ikat rambut yang mengikat rambutnya dan dikibaskannya rambut panjang indah miliknya itu dengan lirikan menggoda.

“Yeobo? Kau sudah pulang,” kata Kihyun sambil melepaskan dasi yang masih bertengger di kerah kemejaku. Wajahnya sangat dekat, desir nafasnya pun sangat terasa dan hangat menerpa wajahku.

“Ya Kihyunie kau terlalu dekat,” ucapku lirih sambil mencoba menjauh darinya yang semakin dan semakin mendekat.

“Wae? Bukankah aku isterimu? Jadi wajar saja bukan jika kita seperti ini,” balas Kihyun yang kini sudah melingkarkan kedua tangannya di leherku yang menahanku untuk menjauh darinya.

“Ya kenapa kau jadi menakutkan seperti ini? Apa yang sudah kau minum hah?” sahutku yang dengan sigap melepaskan kedua tangannya yang melingkar di leherku dan kemudian berlari ke kamarku.

            Kini aku bisa bernafas lega di balik pintu kamarku, nafasku yang tadi sempat menderu-deru kini perlahan mulai stabil. Aku pun segera menjatuhkan tubuhku di atas ranjangku yang nyaman, sejenak kupejamkan mataku untuk menenangkan pikiranku yang tadi dibuat shock oleh tingkah Kihyun yang mengundang nafsu. Hawa sejuk yang berasal dari Air Conditioner di dalam kamarku itu membuat rasa kantuk mendera tubuhku, dan tidak perlu waktu lama sampai aku jatuh tertidur.

            Belum lama aku bermain di alam mimpi tiba-tiba saja aku merasakan tangan asing sedang membelai rambut ikalku dengan lembut yang membuatku terpaksa membuka mata. Perlahan kubuka mataku yang masih terasa berat dan samar-samar terlihatlah wajah rupawan milik isteriku, wajahnya berada tepat di atas wajahku, matanya yang indah itu pun menatapku seduktif mengisyaratkan bahwa kejadian yang membuatku tergoda tadi belum berakhir. Sontak aku pun terbangun dan terduduk di hadapannya dengan mata membeliak

“Ya! Kihyunie! Apa yang akan kau lakukan padaku huh?” sahutku kaget begitu melihatnya sudah memakai gaun tidur yang amat tipis sehingga sebagian tubuh indahnya itu terlihat. Aku hanya bisa mengerjap-ngerjapkan mataku yang masih tidak percaya dengan pemandangan di hadapanku.

“Yeobo…..,” ucap Kihyun menggoda sambil terus mempertipis jarak di antara kami. Tubuhnya yang berbalut gaun tidur tipis itu tampak begitu seksi dengan rambut yang ia gerai, sehingga memperlihatkan sosoknya sebagai seorang wanita sempurna.

Aku pun segera mengambil langkah seribu menuju pintu kamarku, mencoba meloloskan diri dari seorang yeoja yang terlihat sedang dalam pengaruh sesuatu. Saat kutekan engsel pintu, harapanku untuk lolos itu pupus seketika. Pintu kamarku terkuci tidak bisa dibuka. Kemudian kualihkan pandanganku ke arah Kihyun yang sekarang sedang tersenyum penuh kemenangan sambil memamerkan kunci kamarku tersebut.

Wajahku mulai memucat ketika kaki jenjangnya itu melangkah ke arahku, sorot mata Kihyun terlihat lain, mata coklat indah yang biasanya memancarkan kesan polos pemiliknya kini hilang tanpa bekas.

“Kyuhyun-ah….” Ucap Kihyun lirih di telingaku. Seketika tubuhku menegang begitu merasakan desir nafas Kihyun menyapa daun telingaku.

Saat ini entah bagaimana caranya ia sudah berada di atasku dan hendak menindihku, posisi tubuhku sekarang sedang tertidur di lantai marmer tak jauh dari pintu kamarku, sementara Kihyun berada tepat di atasku. Gadis itu semakin menatapku lekat-lekat seakan memberitahuku bahwa ia ingin melawatkan malam ini dengan cara yang berbeda dari malam-malam yang biasa kami lewati.

Wajahnya yang amat cantik itu semakin mendekat ke wajahku hingga membuat tenggorokanku tercekat karena sama sekali tak bisa menghindar darinya.

“Kihyunie jangan lakukan ini,” ucapku memelas.

“Wae? Bukankah kakek juga sangat ingin kita melakukannya? Kenapa kau selalu membantah perintah kakek?” balasnya bertanya dengan mata yang menatapku sayu.

“ANDWE! ANDWEEEEEE!!!!!!”

Back to Reality

“ANDWE! ANDWEEEEEE!!!!!!”

“Ya! Kyuhyun-ah! Kenapa kau berteriak?” sahut Kihyun heran yang melihatku berteriak seperti orang kesetanan.

Aku melihat gadis itu masih dengan santai meminum cairan hitam pekat yang membuat pikiranku tak karuan. Dengan langkah tergesa-gesa kuhampiri gadis yang telah sah menjadi isteriku itu lalu kurebut plastic minuman yang sedang ia pegang.

“Ya! Apa yang kau lakukan?” teriak Kihyun seram.

“Buang saja minuman berbahaya ini!” jawabku yang kini menatap plastik minuman itu tajam.

“Mwo? Buang? Ya! Kau tahu kakek telah menghabiskan banyak uang untuk membeli Tonic penambah kesuburan ini!” balas Kihyun dengan mata membeliak.

“Memang seberapa banyak minuman aneh yang dibeli kakek?”

“Entahlah aku juga malas menghitunya, kau bisa lihat di dalam lemari es,” jawab Kihyun santai sambil menunjuk sebuah lemari es yang terletak di pojok dapur.

Aku pun berjalan menuju lemari es yang ditunjuk Kihyun, dan betapa terkejutnya aku begitu mendapati minuman aneh itu memenuhi semua bagian di dalam lemari es.

“Mwo! Dasar pria tua itu!” umpatku pelan.

“Ya! Apa kau sudah lihat? Bagaimana kau bisa membuang semuanya? Apa kau tidak sayang mau membuangnya begitu saja?”

“Aku tidak peduli! Yang jelas semua minuman aneh ini harus dimusnahkan!” balasku berapi-api sambil mengambil sebuah kantong plastik yang amat besar dan memindahkan semua minuman aneh itu ke dalamnya.

Setelah berhasil memasukkan semua minuman aneh itu kedalam kantong plastik, aku pun segera beranjak keluar rumah untuk memusnahkannya. Teriakkan Kihyun sama sekali tak kupedulikan, gadis itu pun mengeluarkan sumpah serapah untukku yang menurutnya tidak menghargai uang yang dikeluarkan kakek untuk membeli Tonic penambah kesuburan ini.

***************************************

   Author POV

            Pria tampan berambut ikal itu tampak berjalan santai menuju apartemennya setelah berhasil memusnahkan semua minuman aneh yang diberikan kakeknya kepada Kihyun. Tonic penambah kesuburan itu terbuang sia-sia hanya karena imajinasi aneh Kyuhyun yang terlalu berlebihan. Namun langkah namja tampan itu terhenti seketika ketika ia melihat sosok gadis yang amat sangat dikenalnya. Park Nara. Gadis yang selalu membuat tubuhnya bergetar.

“Nara?”

“Kyuhyun-ah annyeong!” ucap gadis cantik itu seraya berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun yang masih tidak percaya akan kehadiran Nara di hadapannya.

“Aku hanya ingin melihatmu,” jawab Nara lirih. Matanya yang semula bersinar itu perlahan-lahan meredup.

“Sudahlah cepat pulang sana, bisa repot jika ada wartawan yang mengikutimu,” ucap Kyuhyun dengan nada datar. Pria tampan itu terlihat tenang walaupun sebenarnya hatinya kini seperti tercabik-cabik karena menatap wajah gadis yang sudah mencampakkannya itu. Gadis yang selama ini ingin ia hilangkan dari ingatannya. Ingin ia musnahkan dalam hatinya. Gadis yang membuatnya menikahi gadis lain yang sama sekali tidak dicintainya. Song Kihyun.

“Shiro!” tolak Nara yang kemudian menghambur ke pelukan Kyuhyun. Ia merengkuh tubuh tinggi itu erat.

Tenggorokan Kyuhyun tercekat ketika Nara membenamkan kepalanya dalam di dada bidangnya. Seketika perasaan rindu menyeruak dari dalam dirinya, perasaan rindu kepada gadis yang ia kira tidak bisa disentuhnya lagi. Gadis yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya.

“Nara-ya apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan,” ucap Kyuhyun yang berusaha melepaskan pelukan Nara.

“ANDWE! Jebbal biarkan seperti ini lima menit saja. Aku ingin memelukmu,” balas Nara yang semakin merapatkan pelukannya kepada pria tampan berambut ikal tersebut.

Kyuhyun hanya bisa diam membeku, ia tidak lagi berusaha melepaskan pelukan Nara yang amat erat itu. Kedua tangannya yang semula ia biarkan menggantung begitu saja kini merengkuh tubuh gadis cantik itu, membalas pelukan yang diberikan Nara. Matanya kini terpejam mencoba menikmati hangatnya pelukan itu, dan berkali-laki ia menciumi puncak kepala Nara, berusaha menghirup kuat-kuat aroma yang sangat dirindukannya itu.

**************************************

Kihyun kini terlihat gelisah, sudah tiga puluh menit lebih sejak Kyuhyun keluar rumah untuk memusnahkan Tonic yang diberikan kakeknya itu. Langkah kakinya itu kemudian menuntunya ke luar rumah untuk melihat keadaan Kyuhyun, ia takut terjadi sesuatu kepada suaminya.

“Kemana saja dia? Kenapa tak kunjung kembali?” gumam Kihyun yang bertannya-tanya kepada dirinya sendiri seraya menunggu lift yang terbuka.

Begitu sampai di lantai dasar gadis bermata coklat itu terburu-buru melangkah ke luar gedung apartemennya. Namun langkah kecilnya itu terhenti, nafasnya tercekat ketika melihat dua sosok yang dikenalinya itu. Ia melihat sosok Kyuhyun sedang berpelukan dengan seorang gadis yang samar-samar di lihatnya karena separuh wajahnya dibenamkan dalam dada Kyuhyun.

            Mata Kihyun membeliak ketika ia dapat melihat dengan jelas wajah gadis yang sedang berpelukan dengan suaminya itu. Bulir bulir air bening itu pun tak tertahankan untuk jatuh ke bumi, Kihyun menatap kedua orang itu nanar. Hatinya terasa sakit, sangat sakit, dadanya pun mulai terasa sesak. Kihyun berbalik membelakangi kedua orang itu, ia tak sanggup lagi melihat pemandangan yang membuat hatinya bagai dihujam beribu-ribu batu tersebut. Sekilas teringat kembali di benak Kihyun saat Kyuhyun mengungkapkan alasanya untuk menerima perjodohan ini. Saat di mana ia belum terikat janji suci dengan pria itu, saat di mana ia begitu frustasi karena telah dikhianati oleh kekasihnya.

“Ada sesuatu yang sedari tadi ingin kutanyakan padamu.”

“Ya sudah tanyakan saja….,” jawab Kyuhyun datar.

“Kenapa kau setuju dengan perjodohan konyol ini?” tanya Kihyun yang seketika membuat Kyuhyun memalingkan wajahnya ke arah gadis jelita itu.

“Agar kartu kreditku tidak diblokir oleh kakek,” ucap Kyuhyun enteng.

“Mwo! Hanya itu?”

“Ani ada satu alasan lagi.”

“Mwoya?”

“Aku sama sepertimu, sama-sama dikecewakan oleh cinta pertama,” jawab Kyuhyun. Wajah yang rupawan itu kini tertunduk.

Air mata Kihyun kini mengalir deras, membuat wajah cantiknya itu basah karenanya. Kihyun tetap berdiri membelakangi kedua orang yang sedang melepas rindu dalam sebuah pelukan itu. Ia tak ingin melihatnya lagi. Ingatan itu telah menyentak hatinya, menyadarkanya bahwa gadis itu – Park Nara – adalah cinta pertama Kyuhyun. Dan sekarang, saat ia mulai mencintai suaminya dengan sepenuh hati, saat ia mengharap dengan sangat Kyuhyun juga akan memiliki perasaan yang sama dengannya itu pupus seketika. Kyuhyun telah bertemu kembali dengannya, bertemu dengan gadis yang menjadi pujaan hatinya yang membuat Kihyun mau tidak mau harus mundur perlahan. Tapi hatinya menolak untuk melakukannya, intuisinya mendorongnya untuk tetap berdiri di tempat, tetap mempertahankan perasaanya. Perasaan cinta yang ia rasakan. Namun ia menyadari bahwa ia tidak bisa selamanya seperti ini, ia tidak bisa tetap diam di tempat.

“Lalu apa yang harus kulakukan?” ucap Kihyun lirih yang kini mulai terisak dalam kelam.

Every time I see you, my heart ponds

Starting from some time, my heart got a rush

But now, slowly, it’s starting to hurt

I’m falling in love as time goes by

I’m falling in love my feelings are growing

Right here- what should I do?

 (Park Jin Young – Falling)

-To be Continued-

Hola chingu ^^

Akhirnya publish juga’ nih part 6 setelah sekian lama gk publish eheheh.

Pertama mian banget chingu-chingu karena publisnya molllooorrr banget T_T Bukan karena kesengajaan Author buat bikin tambah penasaran tapi emang author udah kelas tiga SMA dan banyak ulangan dan tugas yang harus segera diseleseiin *gk nanya thorrr   jadi author hanya bisa nulis ff ini di waktu senggang aja kalau besoknya hari libur atau nggak ada PR

Nah tapi author lega nih udah publis yang part 6 adakah yang menunggu? *plak *ngarep lu thorrr

Tapi gimana nih ceritanya? dapet gk feel-nya chingu? hehehhe Mian juga’ kalau yang part ini ancur dan bikin readers kecewa huhuuu T_T

Ya udah di tunggu like sama comment-nya yahh 😛

 

 

 

Advertisements

107 responses to “Baby I need Love [Part 6]

  1. Yaahhh nara gebleeekkkk ah nyebeliinnnn aiisssss kyuhyunnnnnn ah authoorr maaf saya kesel sama kyu sama nara, tapi ffnya kereeen saya ijin baca part slanjutnya ya trimakasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s