Nae Oppa,Nae Yeodongsaeng ! : Chapter 1 :

Nae Oppa,Nae Yeodongsaeng !

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Cast :

-T-ARA Jiyeon as Park Jiyeon

-Super Junior Yesung as Kim Jongwoon

-EXO Kai as Kim Jongin

Genre : Romance,Life.

Rate : PG 15

Length : Chaptered

Summary :

Tak ada satu manusia yang bisa melawan kata bernama ‘takdir’. -Kim Jongin-

Ada perbedaan yang cukup nyata terlihat,bisakah aku mengatasinya? -Park Jiyeon-

Kata mereka,aku dan dia terlalu berbeda. Oh my,lalu aku harus mencari yang seperti apa? -Kim Jongwoon-


-Jongin’s POV-

Matahari pagi menelusup kedalam kulitku. Ah,begitu hangat dan menyenangkan. Kukayuh sepedaku menuju sebuah rumah,kulirik jam di tanganku. 07.30. Aku sudah terlambat menjemputnya. Aku menambah kecepatanku,dia pasti sudah menunggu.

Mianhae. Maaf,Nona Jiyeon aku terlambat,”aku mencoba mengatur nafasku yang terengah-engah.

Jiyeon,gadis dihadapanku ini tersenyum santai lalu mengangguk.

“Tak apa,kau pasti banyak urusan di rumah. Lagipula kuliahku baru mulai 1 jam lagi,”

Jiyeon duduk di kursi belakang lalu tak lama aku merasakan tangan mungilnya melingkar di pinggangku. Ah,padahal aku sudah mengantarkanya lebih dari lima kali tapi kenapa detak jantung ini tak bisa kukontrol jika hal ini terjadi?

“Jongin-ah..,”suara Jiyeon membuyarkanku.

“Eh…,”aku tergagap.

“Ayo kita berangkat,”ujarnya.

“Ah,ya. Maaf,Nona,”

“Hhmmm,bisakah kau berhenti memanggilku Nona? kita sudah berteman lama,Jongin-ah. Sejak aku dan kau masih Junior High School,kita sering bermain dan bertukar cerita. Aku tidak suka ada jarak diantara kita,panggil saja aku Jiyeon,”

Aku menoleh,baru kali ini Jiyeon menumpahkan segala protesnya.

“Tapi bagaimanapun aku…,”ucapanku disela Jiyeon.

“Bagaimanapun kau adalah sahabatku Jongin-ah,lupakan statusmu bahwa kau adalah anak dari Kepala Asisten Rumah Tangga,”

Aku tersenyum.

“Baiklah,Jiyeon-ah,”

Jiyeon membalas senyumku. Dan setelah itu aku dan Jiyeon memulai perjalanan ke kampus.

***

“Jemput aku jam 1 ya,Jongin-ah. Jangan lupa,”Jiyeon turun dan melambai kearahku.

Ia bergegas menuju teman-temannya yang sudah menunggu sedari tadi,aku memarkirkan sepedaku dan menguncinya. Aku dan Jiyeon memang berbeda jurusan. Gadis itu memilih jurusan Hubungan Internasional sementara aku Broadcasting.

“Ya !!! Kim Jongin ! suara seseorang menghentikan langkahku.

Aku menoleh. Ternyata Xi Luhan,teman sekelasku.

“Tumben kau datang cepat,Jongin-ah,”Luhan merangkulku.

“Jiyeon ada kuliah pagi,jadi aku mengantarnya. Yah,aku jadi datang sepagi ini,”aku tersenyum kecil.

“Aku heran Jongin-ah,kenapa gadis secantik Jiyeon lebih memilih diantar olehmu menggunakan sepeda? bukankah di rumahnya banyak mobil yang bisa digunakan?

“Aku tak tahu. Yang jelas sejak lulus SMA lebih memilih ke kampus bersamaku,katanya lebih menyenangkan. Ah,dia memang gadis yang berbeda,”

“Hhhmm..jangan bilang kau menyukainya Jongin-ah,”

“He? Menyukainya? tidak mungkin !!! Dia itu nona mudaku,mana mungkin aku menyukainya,”aku mengelak.

“Kenapa kau harus menolak perasaanmu Jongin-ah? tidak ada yang salah kok,”

“Bayangkan Xi Luhan !!! Dia itu putri tunggal keluarga Park,lalu aku? hanya anak dari Kepala Asisten Rumah Tangga keluarganya. Tidak. Aku tahu,sudah banyak yang keluarga Park lakukan untukku dan juga ibuku. Aku tidak mau semuanya hancur berantakan karena anganku saja,”

“Ah,baiklah. Maaf aku sudah menyinggungmu,Jongin-ah,”Luhan tersenyum kecil.

Aku menghembuskan nafas panjang,sebenarnya Luhan tidak salah. Aku sendirilah yang terlalu sensitif menanggapinya.

-Jongwoon’s POV-

Pening. Matahari sampai puncaknya,aku sudah merasakan pusing yang luar biasa. Pekerjaanku banyak,sedari pagi sekretarisku sudah memberi file-file laporan untuk kubaca dan kuevaluasi. Belum lagi meeting-meeting yang sudah menantiku seusai makan siang nanti.

“Oppa..,”suara seorang yeoja mengusikku.

Aku menoleh sejenak,dia ternyata Dara. Salah satu supervisorku.

“Apa kau sudah makan,Oppa? belum apa-apa tangan Dara sudah melingkar di leherku.

“Lepas. Aku sedang banyak pekerjaan,”aku menanggapinya dengan ketus.

“Kau butuh asupan energi Oppa,kau jangan terlalu lelah bekerja,”Dara tidak menyerah.

“Kau tahu,aku akan semakin lelah jika kau terus mengoceh disini,”aku membereskan file-fileku yang berantakan.

Dara memberengut lalu dengan kesal ia menghentakkan kakinya dan beranjak keluar dari ruanganku. Ah,Sandara Park !!! Kau memang cantik tapi kau berlebihan. Maaf,kau bukan tipeku sama sekali. Aku memutuskan untuk merefresh pikiranku sejenak. Aku beranjak keluar untuk menikmati makan siang. Sendirian? ah,tidak masalah. Aku butuh ketenangan sekarang.

-Jiyeon’s POV-

Jam menunjukkan pukul satu siang,sudah sejak limabelas menit yang lalu aku menunggu Jongin di taman kampus tapi sosoknya tidak kunjung muncul. Aku menelepon,sedari tadi pesanku tidak dibalasnya.

“Kau dimana Jongin-ah? Aku sudah lama menunggumu,”protesku.

mianhae Jiyeon-ah,aku harus mengerjakan tugas yang harus selesai sore ini. Aku tidak bisa mengantarmu pulang,”nada suara Jongin begitu memohon,aku jadi tak tega untuk memarahinya lagi.

“baiklah,aku akan pulang sendirian,”nada suaraku sedikit melunak.

“hati hati Jiyeon-ah,sekali lagi aku minta maaf,”

ne,gwaenchana,”klik. Setelah itu telepon terputus.

Kruuuukkkkk !!! perutku berbunyi tanpa ampun. Ah,aku lapar !!! Akhirnya aku memutuskan untuk mampir di salah satu resto Italia yang tak jauh dari kampusku. Tak lama aku sampai disana,ya ampun !!! Penuh sekali,padahal jam makan siang sudah berlalu sejak satu jam yang lalu. Yah,yang kulihat memang bukan orang kantoran semua tapi mahasiswa semua. Piring dan gelas mereka sudah kosong tapi mereka masih sibuk mengobrol sana-sini. Ah,terkadang aku juga seperti itu. Mataku melihat meja kosong diujung ruangan,aku tersenyum. Saat aku hendak duduk disana,sesosok namja sudah menempatinya duluan. Aku menghembuskan nafas panjang. Ya,tuhan padahal aku sudah lapar luar biasa !!!

“Maaf,apa tidak ada meja lain? tanyaku pada pelayan yang lewat.

“Maaf,nona. Tidak ada,”ujarnya.

Ommo,masa aku harus satu meja dengan namja asing itu? Sungguh,aku sudah malas mencari tempat makan lain. Akhirnya aku memberanikan diri untuk mendekatinya,Tuhan semoga dia manusia baik hati !!! batinku.

Mianhae…,”aku mengucapkannya pelan.

Namja itu menoleh,ia sedang asyik membaca menu.

ne…,”

“boleh aku duduk disini? kebetulan meja yang lain sudah penuh,”aku tersenyum kecil.

Namja itu terdiam sejenak lalu mengangguk. Senyumku semakin lebar lalu aku duduk dihadapannya. Rasanya memang aneh makan dengan orang asing begini tapi masa bodohlah !!!

“Apa sudah siap untuk memesan? tanya waitress.

“aku pesan Risotto Cheese & Ice Lemon Tea,”ujar namja tersebut.

“Hhhmmm..kalau aku Spaghetti ukuran Large,Milkshake Vanilla dan Banana Split,”

Entah aku salah lihat atau tidak,namja dihadapanku terbengong-bengong mendengar pesananku. Mungkin ia pikir aku yeoja dengan porsi makan jumbo.

“Aku tidak menyangka dengan tubuh mungilmu itu nafsu makanmu begitu banyak,”ujarnya.

Aku tertawa kecil.

ah,Naneun Park Jiyeon Imnida,”aku mengulurkan tanganku.

Kim Jongwoon Imnida,”namja itu membalas uluran tanganku.

Tak sampai sepuluh menit pesanan datang. Aku dan Jongwoon tampak menikmati makan siang kami.

Mianhae,Jongwoon-ssi. Tapi kau terlihat berbeda,pakaianmu rapi sekali seperti…,”ucapanku disela Jongwoon.

“Pekerja kantoran? ya,aku memang sudah bekerja Jiyeon-ssi. Aku bukan mahasiswa,”Jongwoon menandaskan sesendok terakhir Risottonya.

“Ah,pantas saja. Aku jarang melihat wajahmu,biasanya yang datang kesini kan teman-teman kampusku,”

“Aku bosan dengan menu di kantorku makannya aku datang kesini,”

Suasana hening sejenak.

“Oh ya,ngomong ngomong sehabis ini kau akan kemana Jiyeon-ssi? kau ada kuliah lagi? tanya Jongwoon.

Aku menggeleng.

“Mata kuliahku sudah habis. Aku akan pulang,”

“Ah,begitu. Aku duluan ya,Jiyeon-ssi. Oh,ya tidak usah khawatir makan siangmu aku yang bayar,”

Jinjja? Kamsahamnida,Jongwoon-ssi,”air mukaku berubah cerah. 

Yah,walaupun dompetku lebih dari cukup tapi siapa juga yang tak senang ditraktir??? Selepas membayar di kasir,Jongwoon tersenyum dan melambai kearahku. Makan siangku kali ini sungguh diluar dugaan.

-Jongwoon’s POV-

Sepanjang perjalanan kembali ke kantor aku tersenyum sendiri,siapa sangka disaat makan siang begini aku malah bertemu seorang gadis. Dia cantik. Aku akui itu. Selain itu dia begitu sopan dan lucu. Wajahnya berbinar senang ketika aku berkata bahwa aku akan membayar makan siangnya. Rasa-rasanya lucu,selama ini makan siangku kulewati sendirian atau bahkan meeting dengan klien.

Ponselku berbunyi. Eomma…Calling.

Yeoboseyo,ne ada apa Eomma?

“Kau sedang dimana Jongwoon-ah? tanya Eomma.

“Aku baru selesai makan siang,Eomma. Waeyo?

“Ah,begitu. Eomma hanya mau mengingatkan lusa kau akan bertemu dengan yeoja yang Eomma ceritakan kemarin. Jadi Eomma mohon,kau pulang lebih awal ya,”

Aku mendengus pelan.

“Ini salahmu,kalau kau bisa mencari sendiri Eomma tidak akan seperti ini. Tapi buktinya kau selalu sibuk dengan pekerjaanmu,”

“Baiklah,Eomma,” Klik. Setelah itu telepon terputus.

___________________________________________________________________

Naaaah….segitu aja chapter 1 nyaaaa !!! Gimana ceritanya? Semoga pada suka yaa,komen readers sangat berharga. Gomawo ^^ 

32 responses to “Nae Oppa,Nae Yeodongsaeng ! : Chapter 1 :

  1. Omunaa!! Jong woon akan dijodohkan??
    Nah lho?? Jiyeonkah yeoja itu…

    Ecie… Jongjin naksir jiyeon!!
    Hahaha…

    Lanjut thor..

  2. yah jong woon y padahal baru ketemu ma jiyeon n kyk y dia tertarik tp ma eomma y udah mau dijodohin….
    q sedikit kasian ma jongin,,, pa lg pas bilang k luhan klo cinta u cuma angan ja,,,, dia anak kepala rumah tangga dikeluarga jiyeon lg makin nambah miris tu….

  3. kalo Kai yg nganter gw pulang pergi kampus kkkyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa dalam s’bulan gw pasti nerima transfusi darah 10 kantong gara2 tiep d’bonceng mimisan melulu lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s