Baby I need Love [Part 7]

Tittle : Baby I need Love [Part 7]

Main Cats :

Cho Kyuhyun (Super Junior), Song Kihyun (OC),  Park Nara (OC),  Choi Minho (SHINEE), Kris (EXO-M)

Support Cats : Temukan sendiri ^^

Genre : Romance, Family, Married life

Rating : PG 14

Length: Chaptered

Author : rahmassaseol (@rahmassaseol)

Disclaimer  : Cerita ini hanya fiksi dan murni hasil imajinasi saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan jalan ceritanya saya benar-benar minta maaf, karena saya sama sekali tidak tahu menahu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gomawo! ^o^

[Prolog] [Part 1] [Part 2] [Part 3] [Part 4] [Part 5] [Part 6]

~Numb and Sore~

Author POV

Gemerlap lampu yang menghiasi seluruh pelosok pusat kota Seoul tampak indah bagai ribuan bintang yang bertaburan di langit. Cahaya yang bewarna-warni mencerminkan kehidupan di kota Seoul yang seakan tak pernah mati. Bangunan-bangunan di sepanjang jalan seakan sedang berlomba-lomba menerangi seluruh kota, membujuk orang-orang untuk menikmati indahnya suasana malam di ibukota Korea Selatan yang menakjubkan itu. Jalanan tampak ramai dipenuhi pejalan kaki dan mobil-mobil yang berlalu-lalang. Aroma makanan tercium dari berbagai restoran yang menawarkan masakan unggulan mereka, lagu disko terdengar samar-samar dari toko musik , suara orang-orang yang berbicara, berteriak, dan tertawa.

Diantara banyaknya pejalan kaki tampaklah seorang gadis cantik bermata coklat indah melangkahkan kakinya gontai, matanya sayu dan sembab. Ia terus berjalan berjalan tanpa tujuan, kepalanya tertunduk, berusaha memastikan bahwa kakinya masih bisa berjalan menapaki bumi. Kemeriahan suasana malam hari di kota Seoul itu sama sekali tidak membuat dirinya tergoda untuk ikut bergabung di dalamnya sampai suara getaran dari ponselnya itu terdengar.

“Yoboseo?” ucap Kihyun lemah kepada seseorang di seberang sana.

“…………………………………………”

Oh Kris, waeyo?” ucap Kihyun lagi yang berusaha membuat suaranya kembali normal.

“………………………………………….”

Araseo, kau meneleponku pada saat yang tepat. Tunggu aku di sana,” jawab Kihyun sebelum ia memutus sambungan.

***********************************

Suasana hening dan sunyi begitu kentara menyelimuti dua orang yang masih melepas rindu dalam sebuah pelukan tersebut. Sama sekali tak ada niat dari keduanya untuk melepas pelukan itu. Angin malam yang terasa begitu dingin semakin membuat laki-laki berambut ikal itu merapatkan pelukannya kepada gadis cantik yang kini tengah membenamkan kepalanya ke dalam dada bidangnya.

“Nara-ya sebenarnya ada apa denganmu?” ucap Kyuhyun lirih memecah keheningan.

Mian Kyuhyun-ah tidak seharusnya aku bersikap seperti ini, isterimu pasti akan salah paham jika melihat kita,” jawab Nara pelan yang kemudian buru-buru melepaskan pelukannya kepada Kyuhyun.

“Ya Nara-ya kau belum menjawab pertanyaanku, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa sikapmu aneh sekali?” tanya Kyuhyun menuntut.

Molla Kyuhyun-ah, entah mengapa akhir-akhir ini aku merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika melihatmu. Aku tidak suka ketika kau bersikap acuh padaku, aku tidak suka jika ada wanita lain yang sekarang selalu barada di sampingmu,” jelas Nara yang kini menatap mata Kyuhyun intens. Sementara Kyuhyun hanya bisa diam termangu mendengar ucapan Nara barusan, ia tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya.

“Nara-ya, apa maksudmu?” tanya Kyuhyun lagi. Ia masih merasa tidak percaya pada apa yang dituturkan Nara kepadanya.

Ah mian Kyuhyun-ah, tidak seharusnya aku berpikir picik seperti ini. Ini memang salahku yang sudah menolakmu pada awalnya, salahku yang sudah membuatmu menikah dengannya, salahku yang tidak menyadari sebelumnya bahwa kau adalah orang yang berharga untukku,” jawab Nara dengan mata sendu.

Hening.
Kedua orang itu kini hanya bisa membisu. Nara, aktris cantik yang kini sedang berada di puncak kepopulerannya saat ini sedang menatap penuh harap kepada Kyuhyun-pria yang dulu pernah disakitinya. Sementara laki-laki berambut ikal itu berusaha meyakinkan perasaannya, mencoba menemukan jawaban atas pertanyaan hatinya. Apakah aku masih mencintainya?

Beberapa detik kemudian ia mengangkat kepalanya yang sebelumnya tertunduk, ditatapnya Nara tepat di manik mata. Ia menghembuskan nafas berat sebelum mulai bicara.

“Lalu apa kau tidak mau berusaha untuk mendapatkan hatiku lagi?” ucap Kyuhyun yang membuat Nara terperangah mendengarnya. Gadis cantik itu kini memandang Kyuhyun dengan mata terbelalak, tidak percaya pada apa yang baru didengarnya.

“Tentu saja aku akan berusaha,” jawab Nara mantap. Kemudian ia melanjutkan lagi, “Tapi ada satu permintaan dariku.”

Mwoya? Apa itu?”

Jebbal jangan acuhkan aku lagi seperti ketika aku mengunjungimu di kantor waktu itu, kau tahu waktu itu hatiku sangat sakit saat kau secara terang-terangan ingin mengusirku,” jawab Nara yang disambut dengan anggukkan kepala Kyuhyun.

********************************

Suara hingar bingar musik begitu menggema di seluruh seantero diskotik yang berdiri kokoh di jantung kota Seoul. Tempat hiburan malam ini begitu digemari banyak orang karena menawarkan berbagai fasilitas yang bisa menghilangkan stress dalam sekejap. Soju salah satunya, minuman beralkohol tinggi itu bisa membuat seseorang merasakan kenyamanan sesaat. Mereka yang sedang dirundung masalah samasekali tidak menghiraukan efek buruk dari Soju yang telah mereka minum, mereka hanya tahu cara menuangkan minuman maut itu ke dalam gelas kecilnya.

Dengan langkah gontai Kihyun berjalan masuk ke dalam diskotik tersebut, matanya yang indah itu kini berusaha mencari sosok yang tadi meneleponnya. Ia tersenyum kecil ketika berhasil menemukan sosok yang ia cari-cari, kemudian kaki kecilnya menuntunnya menghampiri seorang pria berambut keemasan yang sedang duduk di depan meja bar.

“Ya Kihyun-ah kau lama sekali,” sapa Kris, pria berambut keemasan itu tersenyum melihat sosok yang dinantinya telah datang.

Aish! Kau ini cerewet sekali,” jawab Kihyun sedikit kesal yang kemudian menyambar gelas milik Kris yang berisi penuh dengan bir dan meminumnnya sampai habis dalam waktu yang relatif singkat.

“Ya Kihyunie, apa kau sedang ada masalah? Tidak biasanya kau minum bir,” tanya Kris yang keheranan melihat sikap Kihyun.

“Ya! Ajushi! Cepat berikan aku soju!” ucap Kihyun berteriak keras kepada salah satu pelayan di bar tersebut. Pertanyaan Kris sama sekali tidak ia hiraukan.

“Song Kihyun! Kau belum menjawab pertanyaanku!” ucap Kris sedikit berteriak yang geram dengan sikap acuh Kihyun.

“Ya! Tidak bisakah kau membiarkanku minum terlebih dahulu sebelum aku menjawab pertanyaanmu!” balas Kihyun seram. Gadis itu sejenak menatap tajam ke arah Kris sebelum ia menyambar sebotol soju yang diberikan oleh salah satu pelayan diskotik tersebut.

Kris pun diam, ia tidak lagi menuntut Kihyun untuk segera menjawab pertanyaanya. Di matanya semua sudah jelas sekarang, ia tidak lagi membutuhkan jawaban Kihyun karena semuanya sudah dijawab oleh sikap aneh gadis cantik bermata coklat itu. Kemudian Kris menggeser kursinya merapat ke arah Kihyun, ia berusaha memastikan sesuatu dengan menatap wajah menawan Kihyun, ia mencoba menebak-nebak apa yang membuat gadis cantik itu gusar dari ekspresi wajahnya.

“Ya Song Kihyun, apa kau sedang bertengkar dengan suamimu?” ucap Kris yang sontak membuat mata Kihyun sekilas melirik tajam ke arahnya.

Gadis cantik itu diam sejenak kemudian dituangnya kembali soju ke dalam gelas kecilnya sebelum ia menjawab pertanyaan Kris, “Ani, kami tidak bertengkar. Aku yang bodoh karena sudah mencintainya.”

Mata Kris seketika terbelalak mendengar jawaban Kihyun, ada sebuah tanda tanya besar yang saat ini berputar dalam pikirannya, “Jadi kalian menikah bukan karena cinta?” tanya Kris yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

Kali ini Kihyun tidak lagi menuangkan soju ke dalam gelas kecilnya, ia langsung meminum soju tersebut dari botolnya. Pikirannya sangat kalut malam ini, dan meminum soju adalah pilihan terbaik untuk membuat beban di pikirannya sesaat menjadi ringan. Dengan mata sayu Kihyun menatap Kris lekat-lekat, “Cinta? Hah! Masih pantaskah rasa itu kumiliki?” jawab Kihyun yang membuat dahi Kris mengernyit.

“Kami berdua dijodohkan. Pada awalnya kami tentu saja tidak saling mencintai, namun seiring berjalannya waktu rasa itu mulai tumbuh di hatiku, tapi sayangnya rasa itu sama sekali tidak tumbuh di dalam hatinya. Dan pada akhirnya hanya akulah yang mempunyai perasaan itu, hanya aku yang berharap pernikahan ini tidak akan berakhir, hanya aku yang berharap kami dapat hidup bahagia dan saling mencintai,” ucap Kihyun lagi. Kris pun menatap gadis bermata indah itu dengan iba, ia bisa merasakan sakit hati yang dideritanya. Sakit hati dan kecewa karena cinta yang ia miliki hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan.

“Apakah ada wanita lain yang menjadi pihak ketiga dalam rumah tangga kalian?” tanya Kris hati-hati. Ia begitu merasa takut akan melukai perasaan gadis yang duduk disampingnya itu.

“Akulah pihak ketiganya, akulah wanita lain itu. Aku yang tiba-tiba masuk ke dalam hubungan mereka,” jawab Kihyun frustasi sambil terus menenggak soju dari botolnya. Sudah botol keempat soju yang ia minum, ia tidak tahu lagi kemana ia harus melampiaskan rasa sakit hati dan kecewanya. Gadis jelita itu pun semakin terlihat menyedihkan dengan rambut yang sudah berantakan dan ekspresi wajahnya bisa membuat orang lain yang melihatnya ikut terhanyut dalam kesedihannya.

Dengan gerakan cepat Kris menahan tangan Kihyun yang hendak mengambil sebotol soju terakhir yang mereka pesan, “Sudah cukup kau minum soju hari ini Kihyunie. Maafkan aku yang tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi masalahmu, aku hanya bisa tetap di sini, mendengarkamu dan menemanimu,” ucap Kris lembut yang kemudian memeluk tubuh rapuh gadis bermata coklat tersebut.

*************************************

Kyuhyun POV

Hatiku terasa aneh malam ini. Seharusnya hatiku merasa bahagia malam ini karena cinta pertamaku kembali datang kepadaku. Tapi entah mengapa aku merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, ada seberkas rasa bersalah kepada Kihyun. Tunggu dulu, Kihyun? Kenapa aku harus merasa bersalah padanya? Bukankah dari awal kami memang tidak saling mencintai? Tapi mengapa aku merasakan perasaan seperti ini? Aku merasa tidak rela untuk melepaskannya, melepasnya dari genggamanku.

Aku terus melangkahkan kakiku menuju apartemenku sambil berusaha menemukan  jawaban atas pemikiranku setelah sebelumnya mengantar Nara pulang kerumahnya. Mungkinkah saat ini aku sedang menyukai dua orang gadis? Aku segera menggeleng-gelengkan kepalaku cepat dan membuang jauh-jauh pemikiranku tersebut. Tidak mungkin aku menyukai dua orang gadis sekaligus, tidak mungkin aku menyukai Kihyun.

“Kihyun hanyalah gadis biasa yang sejenak mampir di pikiranku, gadis polos yang hanya kumanfaatkan sesaat. Ia sama sekali tidak berarti begiku,” kataku dalam hati seraya memantapkan hatiku yang sempat bimbang.

Tapi apa ini adil bagi Kihyun? Apa keputusanku yang memberi Nara kesempatan  ini salah? Apa aku benar-benar tidak mempunyai perasaan apa-apa kepada Kihyun? Pikirku yang kembali bimbang.

Kubuka pintu apartemenku pelan, kemudian kulangkahkan kakiku masuk. “Kihyunie, apa makan malamnya sudah siap?” ucapku setengah berteriak tapi hanya sunyi yang kudapat. Mungkin gadis itu sudah bosan menungguku yang tidak juga kembali dari membuang semua tonik penambah kesuburan yang diberikan kakek kepadanya. Perlahan aku berjalan menuju pintu kamarnya, memastikan gadis itu sudah tertidur.

“Kihyunie, apa kau sudah tidur?” ucapku seraya mengetuk pintu kamarnya tapi diam yang kudapat. Akhirnya kuberanikan diriku untuk membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci, memastikan bahwa ia sudah benar-benar tertidur.

Mataku membeliak ketika mendapati kamar yang dihuni oleh gadis cantik bermata coklat itu kosong tak ada orang. Aku pun mendapati tempat tidurnya yang masih tertata dengan rapi, “Kemana gadis itu?” pikirku dalam hati.

Aku pun melangkahkan kakiku cepat menuju kamar mandi, kubuka pintu kamar mandi tersebut dengan keras, tapi sama saja Kihyun tak ada di sana. “Kihyunie! Kau dimana?” teriakku keras memanggil namanya.

Rasa khawatir seketika menyergap hatiku, rasa khawatir kepada gadis jelita yang telah sah menjadi isteriku tersebut. Tidak hilang akal aku pun mencarinya di seluruh ruangan yang ada di dalam apartemenku dan ia sama sekali tidak berhasil kutemukan. Mungkinkah dia pergi keluar? Sejenak pertanyaan itu terlintas dalam benakku. Aku pun sontak berlari keluar apartemenku dan mencarinya ke seluruh pelosok komplek gedung apartemen yang aku tinggali bersamanya, tapi hasilnya nihil. Ia tidak berhasil kutemukan walaupun aku sudah mencari ke seluruh pelosok kompek apartemen dengan teliti. Lalu kemana perginya gadis itu? pikirku putus asa.

Selang beberapa detik aku tersadar, aku sadar belum menggunaka cara yang paling sederhana untuk mengetahui di mana ia berada sekarang. Sesaat aku pun merutuki kebodohanku dan kemudian segera mencari kontak Kihyun di ponselku.

************************************

Author POV

Gadis jelita bermata coklat itu kini sedang terisak dalam pelukan hangat seorang namja yang mencoba mengobati laranya. Kris, pria berambut keemasan itu menepuk-nepuk punggung gadis jelita itu pelan mencoba untuk menenagkannya.

“Kihyunie, malam sudah begitu larut. Apa suamimu tidak mencarimu? Ayo kuantar kau pulang,” ucap Kris lembut yang perlahan melepaskan pelukannya.

Dengan mata sembab Kihyun menatap Kris, “Ani, dia tidak akan mencariku. Aku tidak ingin pulang Kris, aku ingin berada di sini semalaman. Melihatnya hanya akan membuat hatiku semakin sakit,” jawab Kihyun dengan nada kacau akibat alkohol yang tadi ia minum.

DDrrrrtttttttt DDDrrrrrrrtttttttt

Terdengar suara getaran yang berasal dari ponsel Kihyun. Kris pun segera menyambar ponsel Kihyun yang diletakkan di atas meja bar di hadapanya, kemudian ia pun tersenyum ketika melihat nama seorang pria tertera di layar ponsel Kihyun.

“Cho Kyuhyun? Lihat Kihyunie dia pasti suamimu,” ucap Kris seraya menunjukkan posel itu kepada Kihyun.

“Dia pasti sedang kebingungan mencarimu sekarang, ini cepat kau angkat,” ucap Kris lagi yang menyodorkan ponsel itu ke wajah Kihyun.

Andwe! Biarkan saja dia,” tolak Kihyun tegas sambil menjauhkan ponselnya dari hadapannya.

“Keure jika itu maumu, aku saja yang akan mengangkatnya,” jawab Kris enteng yang kemudian menekan tombol hijau untuk menerima panggilan.

****************************

“Yoboseo?” ucap Kris.

“Kau siapa? Kenapa ponsel Kihyun ada padamu?” jawab Kyuhyun dingin begitu mendengar suara itu bukan milik isterinya.

“Tidak penting aku siapa, yang jelas cepat datang kemari. Jika kau tidak datang dalam waktu lima menit aku akan membawa isterimu ini pergi bersamaku,” balas Kris dengan nada mengancam.

“Baik aku akan kesana, dan jika kau benar akan melakukannya, aku akan membakarmu hidup-hidup,” ucap Kyuhyun penuh penekanan.

Keure, aku akan mengirimkan alamat lengkapnya lewat sms. Kutunggu kau,” jawab Kris untuk terakhir kali sebelum ia memutus sambungan.

*****************************

Gadis bernama Song Kihyun itu kini menyandarkan kepalanya di atas meja bar, ia sudah terlihat lebih tenang sekarang. Air mata tidak lagi membasahi pipinya. Kris, pria yang duduk di sampingnya itu menyodorkan ponsel miliknya ke arahnya, yang membuat Kihyun menoleh ke arah pria berambut keemasan itu dan menatapnya sendu.

“Aku menyuruhnya datang kemari,” ucap Kris kepada Kihyun.

“Terserah aku tidak peduli, aku ingin minum di sini semalaman. Aku ingin minum sampai mabuk” jawab Kihyun acuh sambil menggoyang-goyangkan tangannya tak jelas.

“Ya apa kau tidak takut jika kau mabuk bersamaku,” ucap Kris yang saat ini sedang tersenyum aneh.

Wae? Tidak ada yang perlu kutakutkan,” balas Kihyun kacau.

“Kalau begitu apa kebiasaan burukmu saat mabuk itu sudah hilang,” ucap Kris yang perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Kihyun.

“Molla,” jawab Kihyun yang saat ini sudah kehilangan separuh kesadarannya akibat dari soju yang minum.

Keure? Aku akan mencobanya,” balas Kris pelan yang semakin mendekatkan wajahnya ke arah Kihyun, mencoba memperkecil jarak diantara mereka.

Kihyun hanya bisa diam, sementara Kris kini menangkupkan kedua tangannya di pipi lembut milik Kihyun dan tidak perlu waktu lama hingga Kris berhasil mengecup bibir ranum gadis jelita tersebut. Dengan lembut Kris melumat bibir merah Kihyun, mencoba menyakinkan gadis itu bahwa ciuman yang ia berikan benar-benar tulus dan tidak perlu waktu lama hingga Kihyun membalas ciuman yang diberikan Kris.

Selang beberapa detik kemudian Kris melepaskan ciumannya, sesaat mereka saling berpandangan sebelum kepala Kihyun jatuh di dalam dada bidang milik Kris. Laki-laki berambut keemasan itu kemudian tersenyum tipis seraya menatap gadis yang saat ini tertidur di dadanya.

*********************************

Mata Kyuhyun membeliak melihat pemandangan tak menyenagkan di hadapannya, kedua tangannya pun kini terkepal keras. Benar, ia marah, sangat marah melihat isterinya berciuman dengan pria lain, pria yang sama sekali tak dikenalinya. Amarah kini membakar hatinya hingga menghilangkan akal sehatnya, dengan keras ia memukul wajah pria itu, pria yang telah berani menyentuh isterinya.

BUAGH!!!!

Tinjuan keras yang dilayangkan Kyuhyun mendarat mulus tepat di pipi Kris, membuat pria berambut keemasan itu jatuh tersungkur dari kursinya. Dan dengan cepat Kyuhyun menarik Kihyun ke sisinya, mencoba membuat jarak antara Kihyun dan Kris.

“Ya! Berani sekali kau menyentuh isteriku!!” ucap Kyuhyun dengan nada tinggi seraya menatap tajam ke arah Kris.  Kemudian laki-laki berambut keemasan itu bangkit dan berdiri, dengan luka memar di wajahnya ia balas menatap Kyuhyun dengan seringaiannya.

“Oh Kyuhyun-ah neon waseo?” celetuk Kihyun kacau di tengah kesadarannya.

“Gadis bodoh!” umpat Kyuhyun pelan kepada isterinya tersebut.

“Urusan kita belum selesai, camkan itu,” ucap Kyuhyun penuh penekanan kepada Kris yang masih setia dengan seringaiannya.

Dengan merengkuh tubuh Kihyun erat Kyuhyun keluar dari diskotik ini, meninggalkan pria tampan berambut keemasan itu sendiri.

“Jadi kau suami brengsek itu,” ucap Kris lirih sambil terus menatap dua sosok tersebut yang semakin menjauh dan tak terlihat lagi.

************************************

Kyuhyun POV

“Kihyunie cepat bangun! Kita sudah sampai,” ucapku setengah berteriak kepada gadis yang saat ini sedang tertidur pulas di sampingku. Kami telah tiba di area parkir apartemen yang kami tinggali setelah aku menjemputnya dari diskotik laknat itu. Laki-laki itu, berani-beraninya dia memanfaatkan isteriku yang sedang berada dalam pengaruh alkohol.

“Yak! Song Kihyun cepat bangun!” Kini aku berteriak keras di samping telinganya karena tak mendengar jawaban darinya. Tapi usahaku nihil karena teriakkanku sama sekali tidak membuatnya terbangun. Dan dengan terpaksa akhirnya aku harus menggendongnya sampai di apartemen milik kami.

Perlahan kubuka sabuk pengamannya yang membuat wajahku menjadi sangat dekat dengan wajahnya, sejenak kuamati wajah menawannya itu. Wajah yang sanggup membuat pria manapun akan jatuh hati dalam waktu yang relatif singkat. Bulu mata yang lentik, hidung yang mancung dan bibir ranum miliknya itu semakin membuatnya terlihat sempurna. Dia cantik, sangat cantik jika sedang tertidur seperti ini.

DEG…. DEG… DEG… DEG…DEG..

“Ya! Ada apa dengaku? Kenapa hatiku begitu berdebar sekarang? Kenapa aku berdebar saat berada sedekat ini dengan Kihyun?” ucapku dalam hati seraya memegangi dadaku yang saat ini berdebar tak karuan.

Pelan-pelan semakin kudekatkan wajahku ke arahnya. Desir nafasnya yang hangat itu menerpa wajahku ketika hindung kami bersentuhan, kemudian kupejamkan mataku, mencoba menikmati irama debaran jantung di dadaku. Kukecup singkat bibir ranum miliknya dan dengan cepat aku kembali ke posisiku semula begitu melihatnya akan terbangun. Dadaku pun semakin berdegup kencang, takut jika ia benar-benar akan terbangun. Tapi ternyata kekhawatiranku tidak berarti apa-apa, gadis itu-Kihyun- hanya membuka separuh matanya,    kemudian menutup matanya lagi dan kembali jatuh tertidur.

Ada sedikit kelegaan di dalam hatiku, tanganku pun mengelus dadaku sembari menghembuskan nafas lega. Kemudian segera kukeluar dari mobilku dan dengan langkah cepat kubuka pintu mobil di samping Kihyun. Dengan hati-hati kuangkat tubuh mungil gadis bermata coklat itu dan menggendongnya di punggungku, dan kugunakan kaki kananku untuk menutup pintu mobilku.

Pelan-pelan aku mulai berjalan memasuki gedung apartemenku, berusaha sebisa mungkin agar gadis yang sedang tertidur pulas di punggungku ini tidak terbangun. Sekilas muncul pertanyaan dalam benakku, “Apa yang membuat Kihyun menjadi seperti ini? Tidak biasanya ia minum soju jika pikirannya benar-benar tidak sedang terganggu,” ucapku lirih sambil berpikir keras untuk menjawabnya, namun belum lama aku berpikir pertanyaan baru pun muncul dalam benakku.

“Siapa pria itu? Pria brengsek yang berani menyentuh isteriku,” ucapku lagi lirih yang teringat dengan kejadian di diskotik terlarang itu.

“Kyuhyun-ah.” Lamunanku seketika buyar begitu mendengar suara yang sangat kukenal itu. Ya benar Kihyun terbangun, seketika jantungku kembali berdetak cepat, takut jika ia menyadari apa yang telah kulakukan padanya ketika berada di dalam mobil tadi.

“Ne, wae?” jawabku gugup. Keringat dingin pun mulai membasahi pelipisku.

“Kenapa kau menciumku?” ucap Kihyun lirih.

DEG!!

Sejenak jantungku terasa akan berhenti, akhirnya ia menyadarinya, menyadari jika aku telah mencuri ciumannya. Cukup lama aku mendiamkannya sampai aku berani menjawab pertanyaan yang sanggup membuatku mati berdiri.

“Jadi kau tahu,” jawabku takut-takut.

“Tentu saja aku tahu karena bibir tebalmu itu sangat menggangguku,” racau Kihyun yang semakin membuat mataku terbelalak.

“Jadi kenapa kau menciumku? Apa kau menyukaiku?” ucap Kihyun lirih yang memberondongku dengan pertanyaan-pertanyaan sulit itu.

Molla, aku tidak tahu mengapa aku menciummu,” jawabku.

“Lalu kenapa kau memeluk gadis itu? Apa benar dia adalah cinta pertamamu?” tanya Kihyun lagi dengan suara yang semakin lirih.

Seketika perasaan bersalah memenuhi hatiku, hatiku mencelos mendengarnya, suaranya yang amat lirih itu, suara pilu dari relung hatinya. Yah, kuakui aku telah berbuat jahat di belakang gadis yang telah sah menjadi isteriku beberapa bulan yang lalu. Aku pun hanya membisu sambil terus berjalan menyusuri koridor gedung apartemen kami.

“Kau melihatnya?”

Ne, aku melihatmu dengan erat memeluk Park Nara, apakah kau akan kembali kepadanya? Tidakkah kau merasa benci kepadanya yang dulu pernah melukaimu?” ucap Kihyun yang kembali membajiriku dengan pertanyaan-pertanyaan sulit.

Aku hanya kembali membisu, bukan karena aku takut melukai hatinya dengan jawabanku yang akan mengatakan, ‘Iya, aku akan kembali kepadanya.’ Itu tidak benar, karena aku tidak akan menjawab seperti itu. Aku hanya tidak bisa menemukan jawabannya, otakku terasa bebal dan bodoh. Hatiku penuh dengan keraguan, ‘Apakan aku masih mencintai Nara?’

“Kyuhyun-ah jebbal jangan kembali kepadanya, aku ingin kau membencinya, aku ingin kau tidak menemuinya lagi ne?” ucap Kihyun lagi dengan suara parau. Dan sekali lagi aku hanya bisa diam, membiarkannya menunggu dengan pertanyaan yang tidak akan kujawab sampai ia kembali tertidur.

“Miane Kihyunie.”

Aku berjalan dan berjalan terus menyusuri koridor-koridor gedung apartemenku dengan membawa beban yang cukup berat di punggungku. Koridor ini terasa begitu panjang dan sunyi hanya suara langkah kakiku yang terdengar mengingat malam sudah sangat larut.

Kubaringkan tubuh rapuh itu di ranjang dan menutup setengah badannya dengan selimut. Kutatap wajah gadis jelita yang tengah tertidur itu dengan iba, ia terlihat begitu menyedihkan. Ya, akulah yang bersalah, aku yang membuatnya seperti ini. Tapi apa yang membuatku begitu ragu? Kenapa aku begitu memikirkan perasaannya? Kenapa aku sangat marah ketika melihatnya berciuman dengan laki-laki lain? Sebenarnya ada apa denganku?

******************************

Kihyun POV

            Cahaya matahari yang menyelinap dari balik tirai mengusikku dari tidur yang pulas. Perlahan kubuka mataku yang terasa berat, kutatap langit-langit kamarku. Tunggu dulu kamarku? Dengan apa aku bisa pulang ke rumah?

PS: Habiskan minumanmu! Dan jangan pergi bekerja hari ini, istirahatlah yang cukup di rumah!

~Kyuhyun

Aku pun terlonjak dari tempat tidurku. Mataku bergerak-gerak liar mengamati setiap sisi kamarku, mencoba menyakinkan diriku bahwa aku benar-benar berada di kamarku sendiri. Kemudian mataku menemukan sebuah notes kecil di atas meja nakasku dengan sebuah gelas berisi air madu yang menindih bagian ujung dari notes tersebut.

Aku mengernyitkan keningku begitu selesai membaca catatan singkat tersebut. “Kenapa dia aneh hari ini?” gumamku lirih sambil memijit pelipisku yang terasa pening. Kuambil gelas berisi air madu tersebut, dan sejenak tubuhku terasa rileks setelah meminumnya.

Tiba-tiba hatiku tersentak ketika sekelebat pertanyaan itu muncul dalam benakku, “Mungkinkah Kyuhyun yang telah membawaku kembali ke rumah? Lalu apakah semalam ia telah bertemu dengan Kris?”

Dengan sekuat tenaga aku mengingat-ngingat kejadian tadi malam untuk memastikan sesuatu bahwa semua berjalan dengan baik. Tapi usahaku nihil, aku sama sekali tidak berhasil mengingat apapun. Tanganku pun dengan cepat menyambar poselku yang berada di atas meja kerjaku dan segera mencari kontak Kris di dalamnya.

“Yoboseo? Kris?” ucapku kepada pria yang kutemui semalam di diskotik.

“Ne Kihyunie, wae? Tidak biasanya kau yang menghubungiku duluan,” jawab Kris di seberang sana.

“Ya itu tidak penting sekarang, apa nanti siang kau ada waktu? Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu.”

Araseo, tapi apa kau sudah tidak apa-apa hari ini?” jawab Kris lagi yang membuat tanda tanya besar di otakku.

“Apa maksudmu? Apa semalam aku bertingkah aneh lagi?”

“Ya! Bukankah tadi malam kau datang padaku dengan mata sembab?” ucap Kris yang sontak membuat mataku membulat.

“Tadi malam kau mabuk berat karena suamimu mencintai wanita lain,” jelas Kris yang sanggup membuat jantungku berhenti berdetak. Dengan cepat aku pun segera memutus sambungan.

Yah, sekarang aku ingat. Aku melihatnya semalam, melihatnya berpelukan dengan gadis itu, Park Nara. Sebuah kenyataan yang begitu menyakitkan bagiku, kenyataan bahwa suami yang baru saja kucintai bertemu kembali dengan cinta lamanya. Cinta yang mungkin tidak bisa dilupakannya sampai sekarang.

*********************************

Author POV

12.00 pm

Seorang pria dengan tinggi semampai dengan mata bulat terlihat memasuki sebuah restoran di pinggiran kota Seoul. Mata besarnya itu kemudian bergerak-gerak berusaha mencari seseorang yang memintanya untuk datang ke restoran tersebut. Sebuah senyum tipis terulas di wajah rupawannya ketika ia berhasil menemukan sosok tersebut, dengan cepat ia melangkah menghampiri sosok pria berambut ikal kecoklatan tersebut.

“Ya! Kyuhyun-ah annyeong!” sapa pria bermata besar itu seraya duduk di hadapan Kyuhyun.

“Annyeong Minho-ya, gomaweo kau sudah mau datang,” jawab pria bernama Kyuhyun tersebut dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

Aish! Ya! Cepat katakan apa yang kau inginkan dariku,” ucap Minho dengan nada mengejek.

Hahaha, Yak! Kau tahu saja apa yang sedang aku pikirkan, tapi sebelumnya ayo kita pesan makanan dulu perut sudah sangat lapar,” jawab Kyuhyun sambil terkekeh geli yang disambut tawa oleh sahabat karibnya itu. Kemudian tangannya memberi tanda kepada salah satu pelayan restoran tersebut untuk datang mendekatinya.

*************************

“Ya, Cho Kyuhyun cepat katakan apa yang inginkan dariku,” ucap Minho sambil menyantap makanan yang telah ia pesan.

Aish! Kau ini selalu saja bersikap seperti ini ketika aku butuh bantuanmu. Apa kau tidak senang membantuku? Teman macam apa kau ini,” jawab Kyuhyun yang membuat sahabatnya itu sekilas melotot kesal kepadanya.

Yak! Sudah cepat katakan saja! Tidak usah menyindirku seperti itu,” balas Minho sebal yang diiringi dengan seringaian nakal Kyuhyun.

Sejenak Kyuhyun menghentikan aktivitasnya semula, ia menatap Minho tajam penuh keseriusan. Pria tampan berambut ikal itu pun mulai bicara dengan pelan, “Aku ingin kau bertanggung jawab untuk merancang dan membuat pakaian yang akan dipakai untuk produksi film yang akan kupimpin,” jelas Kyuhyun yang sontak membuat mata sahabat yang duduk di hadapannya membeliak.

“Mwo? Film? Ya! Sejak kapan kau tertarik dengan dunia perfilman?” sahut Minho yang dibuat terkejut dengan kata-kata dari Kyuhyun.

“Lagi pula kenapa kau yang memintaku untuk bertanggung jawab? Kau bisa saja meminta isterimu yang melakukannya,” lanjut Minho.

“Aku tidak bisa memintanya untuk melakukannya,” jawab Kyuhyun lirih.

“Ya, apa kau sedang bertengkar dengannya?” tanya Minho yang merasakan ada sesuatu yang ganjil.

“Aku bertemu lagi dengan Park Nara,” ucap Kyuhyun pelan yang sekali lagi membuat sahabat karibnya itu terkejut.

Mwo! Park Nara? Lalu apakah Kihyun tahu jika kau masih mencintainya?”

Ne, tadi malam ia melihatku berpelukan dengannya,” jawab Kyuhyun lagi yang semakin membuat sahabatnya itu frustasi.

Yak! Kau gila Kyuhyun-ah! Jangan katakan bahwa yang membuatmu tiba-tiba tertarik dengan dunia perfilman adalah Park Nara!” ucap Minho sedikit kasar kepada Kyuhyun. Ia sungguh tidak habis pikir dengan sikap sahabat yang disayanginya itu.

“Yah, sekali lagi kau benar Minho-ya. Dia yang memintaku untuk menjadi produser film yang akan dibintanginya,” kata Kyuhyun yang membuat Minho memijit-mijit keninya yang tiba-tiba terasa sakit.

Ditatapnya Kyuhyun lurus-lurus sebelum ia kembali berbicara, “Ya Cho Kyuhyun apa kau sadar bahwa kau telah berbuat jahat kepada isterimu? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk melupakan Nara dan belajar mencintai isterimu sendiri?”

“Ne, aku sadar benar jika aku telah berbuat jahat kepada Kihyun. Tapi apa yang bisa kuperbuat Minho-ya? Aku masih mencintai Nara. Aku tidak bisa melupakannya begitu saja, aku begitu mengasihi gadis itu,” jelas Kyuhyun dengan mata sendu.

“Jika benar begitu, cara yang kau tempuh salah Kyuhyun-ah. Kenapa waktu itu tidak kau kejar Nara sampai kau mendapatkannya? Ingat Kyuhyun-ah kaulah yang telah memutuskan untuk menikah dengan Kihyun,” ucap Minho penuh penekanan.

Kyuhyun hanya bisa balas menatap sahabatnya itu sayu. Ia sadar benar bahwa ia telah berbuat salah kepada Kihyun, gadis itu pasti terluka karenanya. Lalu apa yang harus dia perbuat untuk mengatasi kegalauan hatinya?

“Hanya ada dua pilihan untukmu Kyuhyun-ah. Ceraikan isterimu atau mulailah belajar untuk mencintainya, tapi sebelum kau memilih pilihan pertama pikirkan terlebih dahulu, apa kau rela melepaskannya? Apa kau tidak mempunyai perasaan apapun terhadapnya? Dan maaf  kali ini aku tidak bisa membantumu,” lanjut Minho panjang seraya beranjak dari tempat duduknya dan berjalan meninggalkan Kyuhyun yang saat ini hanya bisa menatapnya pergi.

Aish! Apa yang harus kulakukan?” ucap Kyuhyun lirih kepada dirinya sendiri sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

*******************************

At the same time

Yak! Song Kihyun kau ini lama sekali datang! Padahal kau sendiri yang membuat janji,” kata Kris kesal kepada gadis jelita yang tengah menghampirinya dengan nafas terengah-engah.

Aish! Miane, salahmu sendiri yang memilih tempat jauh dari rumahku,” balas Kihyun tidak terima yang kini telah duduk di samping pria berambut keemasan tersebut.

Ya! Aku tidak mau tahu pokoknya kau yang harus mentraktirku hari ini! Kau tahu berapa banyak uang yang harus kukeluarkan untuk membayar soju yang kau minum semalam? Aigo kau itu benar-benar merepotkan!” ucap Kris kesal sambil melotot tajam kepada gadis yang berada di sampingnya tersebut.

Jeongmal? Hehehh mian mian. Keure aku yang akan mentraktirmu makan kali ini,” jawab Kihyun menyesal seraya mengatupkan kedua telapak tangannya untuk meminta maaf.

“Tentu saja kau harus mentraktirku! Aku akan memesan makanan yang paling mahal di sini!” balas Kris yang masih saja melotot tajam kepada Kihyun.

Ne…ne…ne, pesan saja makanan yang paling mahal. Tapi ngomong-ngomong apa tadi malam terjadi sesuatu gawat?” tanya Kihyun penuh selidik.

Ani, tidak ada kejadian gawat yang terjadi,” jawab Kris enteng.

Keure? Kalau begitu apa kau bisa menceritakan apa saja yang terjadi tadi malam dengan rinci.”

Ya! Jadi itu alasanmu ingin bertemu denganku?” ucap Kris dongkol.

Yak! Kau ini pemarah sekali! Bukankah kau temanku, ya jebbal ayo ceritakan kepadaku,” kata Kihyun yang mencoba merayu Kris dengan mengeluarkan puppy eyes-nya.

“Berhenti menatapku seperti itu! Menjijikkan tahu!” balas Kris dingin. Kihyun pun hanya bisa menatapnya kesal sambil sesekali mengumpat dalam hati.

Lama mereka diam. Kris hanya memandang lurus dengan muka sebal sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Sementara Kihyun juga bersikap sama, ia tidak mau lagi menurunkan harga dirinya untuk kembali merayu Kris agar mau menceritakan kejadian tadi malam dengan rinci.

Kemudian Kris mengalihkan pandangannya ke atas, menatap awan-awan putih yang berara sembari menghela nafas berat sebelum ia kembali bicara, “Tadi malam kau datang menemuiku dengan mata sembab. Kau bercerita kepadaku dengan menangis bahwa suamimu mencintai wanita lain. Saat itu kau begitu frustasi dan sedih karena cinta yang kau miliki hanyalah cinta bertepuk sebelah tangan, kau minum begitu banyak soju untuk menghilangkan kesedihanmu hingga kau mabuk dan tidak sadarkan diri,” jelas Kris panjang yang membuat Kihyun kini menatapnya serius.

“Lalu apa yang terjadi setelah itu,” tanya Kihyun.

“Aku menciummu. Aku memanfaatkan kebiasaan burukmu yang sedang mabuk saat itu. Dan saat itulah suamimu datang dan memukulku,” jawab Kris yang masih saja memandang lagit, enggan menatap wajah Kihyun yang kini kembali bersedih. Gadis jelita bermata coklat itu hanya diam setelah mendengar jawaban dari Kris.

Wae? Kenapa kau diam? Apa kau marah padaku? Apa kau marah karena aku telah mencuri ciumanmu dan membiarkan suamimu melihat semuanya?” tanya Kris lirih yang masih tidak berani menatap wajah menawan milik Kihyun.

Ani, aku tidak marah padamu. Gomaweo kau mau menemaniku dan mendengarkan keluh kesahku malam itu,” jawab Kihyun pelan. Tangan lembut Kihyun kini meraih pipi kiri Kris dan membuat laki-laki tampan berambut keemasan itu berpaling menatapnya. Ditatapnya Kris dengan rasa sayang.

“Apa di sini ia memukulmu? Apa rasanya sangat sakit?” ucap Kihyun lembut sambil mengelus pelan pipi kiri Kris yang terlihat memar kebiruan. Namja berambut keemasan itu hanya mengangguk lemah.

“Kihyunie kenapa kau tidak marah padaku? Kenapa kau masih begitu baik padaku?” tanya Kris yang kini menatap Kihyun intens.

“Karena kau adalah teman terbaikku, aku tidak mungkin marah kepadamu?” jawab Kihyun sabar sambil memamerkan senyum menawannya.

“Kihyunie, kau tahu kan jika aku masih menyukaimu?”

“Ne, aku tahu jika kau menyukaiku.”

“Kalau begitu tidak bisakah kau pergi denganku kembali ke Paris dan meninggalkan semua kenangan buruk di sini?”

“Aku benar-benar tidak tahan melihatmu seperti ini Kihyunie, kumohon ikutlah denganku kembali ke Paris ne?”

-To be Continued-

Annyeong chingu2 ^^  Gimana kabarnya nih udah lama gk jumpa *plak author sok manis 😛
Maaf banget karena publishnya molor lagi, mian juga’ karena setiap publish selalu aja minta maaf T^T *author nangis di pojokan

Tapi gimana nih part 7-nya? Banyakkah yang kecewa? Yah sekali lagi aurhor minta maaf karena gk bisa menuhi harapan reader T_T Di part 7 ini emang lagi galau-galaunya abis author juga lagi galau sih gara tugas masih bejibun *plak gk nanya thorrr

Ya udah deh like n komen jangan lupa ya ^o^ Karena komen kalian sangat berarti banget buat author agar tetep semangat nulis ff ini 😀

PS: Follow author yah ^^ @rahmassaseol

Advertisements

99 responses to “Baby I need Love [Part 7]

  1. kyu-ah aku bener” marah padamu. kau sangat bodoh karna menyakiti hati kihyun >_,<.
    kris terima kasih sudah menemani kihyun ^^ walau curi kesempatan dalam kesempitan hehe
    kris mau ngajak kihyun balik ke paris, aku setuju itung2 kasih pelajaran sama kyu yg nyakitin hatimu #smirk haha 😀

  2. O em ji………. Kenapa jd gini thor -__- aku sih setuju aja kihyun sm kris, tp aku gasetuju kyu ama nara -__- lanjut dulu thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s