LIFE [4]

Author : Asuchi aka @hotachii

Cast :

*) Yoo Nayeon [OC]

*) Kim Kibum [SHINee]

*) Kevin / Woo Sunghyun [ U Kiss]

*) Oh Sehun [Exo]

Other Cast :

*) Nayeon’s Family

*) Nayeon’s Friends

Genre : AU, OOC, Family, Angst

Rate : G

Disclaim :  semua cast milik aku di ff ini (: jalan cerita punya aku dan dari aku

Credit Pic : Aishita World

 a/n : maaf untuk keterlambatan ff ini *bowing*, aku ganti sampe 4 kali buat part ini soal’a yg sebelum’a terlalu abuabu dan bikin ngantuk, semoga ini hasil’a gak terlalu bikin kecewa. Makasih buat yg mau nunggu dan mau baca lanjutannya. Happy reading ^^

Previous Part : LIFE [1] | LIFE [2] | LIFE [3] |

Karena Jihyun selalu dijemput oleh kakaknya setiap pulang sekolah, dia dan Nayeon hanya berjalan bersama sampai gerbang sekolah mereka. Setelah itu keduanya berpisah. Kebetulan Ricky ada janji dengan Kevin, jadi Nayeon pulang sendiri. Pikirannya sudah melayang ke rumahnya, bagaimana dia nanti akan disambut oleh sang ayah.

Perasaannya berubah menjadi suram setiap melihat bahkan membayangkan ekspresi kecewa yang tergambar jelas di wajah sang ayah.

Grepp….

Nayeon yang sedang berjalan menuju halte bis menghentikan langkahnya begitu sebuah tangan menahan lengannya. Nayeon menoleh dan melihat siapa yang memegang lengannya itu. “Kibum oppa.”

“Ayo kita pulang.”

LIFE [4]

Nayeon menggeleng sambil berusaha melepaskan tangan di lengannya. “Aku tidak akan pulang.” Ucap Nayeon dengan nada dingin. “Oppa tidak perlu berpura-pura jadi orang bodoh. Aku tahu oppa sudah membaca surat dariku. Aku yakin oppa mengerti maksudku.” Lanjutnya masih dengan dinginnya.

“Surat?” Kibum bertanya dengan nada bingung. Tapi kemudian wajahnya memperlihatkan kalau dia mengerti maksud Nayeon. “Ah, surat itu. Surat yang mengatakan kau ingin bercerai dengan oppa dan tinggal lagi dengan keluargamu?” Tanya Kibum. “Oppa sudah membuang surat itu ke tempat sampah.”

Mata Nayeon membulat, tidak menyangka reaksi yang diberikan oleh Kim Kibum, suaminya. “Mwo?”

Kibum tersenyum, dia menghampiri Nayeon yang mundur menghindar. Tapi pada akhirnya tangan Kibum berhasil mencapai kepala Nayeon dan mengacak rambut istrinya itu. “Jangan berbuat hal konyol seperti itu Nayeon-ah. Kalau kau bilang ingin menginap di rumah keluargamu, kau tinggal bilang. Oppa tidak akan melarangmu. Tapi membuat surat yang mengatakan kalau kau ingin bercerai dengan oppa, itu keterlaluan. Bercandamu tidak lucu. Oppa tahu kamu pasti kesepian ditinggal selama sebulan. Tapi tidak harus bercanda seperti itu.” Kibum setengah tertawa saat mengatakannya.

Nayeon menggeleng. “Anni. Aku tidak bercanda oppa. Aku serius.” Kata Nayeon.

Mata Kibum menatap lekat Nayeon. “Kajja, kita pulang. Tapi sepertinya hari ini kita ke Rumah Sakit dulu untuk memeriksakan kakimu.” Ajak Kibum kemudian sambil menarik lengan Nayeon agar mau ikut dengannya. Dia sama sekali tidak peduli dengan yang tadi diucapkan Nayeon.

Nayeon langsung menepis tangan Kibum. “Aku sudah bilang aku tidak bercanda oppa! Aku harus menjelaskan seperti apa lagi agar oppa percaya huh?” Tanya Nayeon dengan nada tinggi.

“Tapi apa alasannya?” Tanya Kibum sambil berusaha meredam emosinya. Sampai detik tadi dia masih percaya kalau Nayeon memang bercanda. Tapi melihat raut wajah Nayeon yang sangat serius, dia sadar itu bukan hanya sebuah candaan.

“Aku lelah. Aku bosan menjadi istri oppa.” Jawab Nayeon dingin.

“Mwo?”

“Aku lelah. Pernikahan kita… adalah sebuah kesalahan oppa.” Kata Nayeon masih tetap dingin.

Nayeon menatap Kibum yang terlihat kaget dengan ucapannya. Dia memanfaatkan situasi itu untuk pergi, menaiki bis yang kebetulan berhenti di halte.

-o0o-

“Sudah kubilang jangan pulang ke rumah ini lagi.”

Lagi, suara berat yang sama menyambut kepulangan Nayeon. Tidak ada Ricky yang selalu menggenggam tangannya dan membawanya untuk masuk ke dalam rumah. Membuat Nayeon mengabaikan sosok di hadapannya. Tapi itu bukan masalah untuk Nayeon. Dia sudah mengambil keputusan untuk hidupnya, jadi dia mau tidak mau terima semua resikonya.

Nayeon mengepalkan tangannya, berharap mendapatkan sedikit kekuatan. Dia menengadahkan kepalanya, menatap mata pria yang biasa dia panggil ‘appa’. Nayeon menghirup udara sebanyak yang mampu ditampung paru-parunya kemudian berkata, “ini juga rumahku appa. Aku anak appa dan eomma. Kalian tinggal di sini, jadi aku punya hak untuk berada di sini.”

Air muka ayah Nayeon memerah. Tapi dia tetap bungkam saat mendapati putrinya itu masuk ke dalam rumahnya.

Nayeon sendiri, berusaha berjalan setenang mungkin. Berusaha untuk tidak menunjukkan emosinya. Sampai dia masuk ke dalam kamarnya.

Brukk…

Nayeon terduduk di tempatnya sesaat setelah dia menutup pintu kamarnya. Nafasnya tersengal. Dia masih berusaha untuk tegar tapi akhirnya dia kalah. Nayeon menangis.

-o0o-

Mata Nayeon terlihat awas saat melihat orang yang duduk di samping bangkunya. Dua minggu dia menjadi siswa di sekolah barunya, dia sudah memberikan kesan yang tidak baik pada teman satu bangkunya itu. Nayeon tidak pernah bermaksud seperti itu.

“Annyeong haseyo Sehun oppa.” Sapa Nayeon begitu dia meletakkan tasnya dan bersiap duduk.

Tidak mendapat tanggapan sudah cukup bagi Nayeon. Setidaknya dia tidak mendapatkan tatapan marah seperti sehari sebelumnya. Tapi anehnya, Sehun justru menoleh dan menatap Nayeon. Itu kali pertama Sehun menoleh karena sapaan Nayeon. Dan itu reaksi baik pertama yang diterima Nayeon.

Nayeon cukup terkejut dengan perubahan sikap teman sebangkunya itu. Dia bahkan duduk dengan ekspresi sedikit bingung. Tapi tetap tidak ada kata yang meluncur dari mulut Sehun. Dia masih bersikap seperti pria yang lupa bagaimana caranya berbicara.

“Kakimu… apa baik-baik saja?”

Nayeon mematung, tidak percaya dengan pendengarannya sendiri. Dia kemudian menoleh ke sampingnya dan mendapati Sehun menatapnya. “Oppa bertanya padaku?” Tanya Nayeon dengan bingung sambil menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya.

Sehun mengangguk pelan.

“Nan gwencaha oppa, gomawo.” Kata Nayeon masih dengan ekspresi kagetnya.

Sehun berbalik ke arah jendela. Dan kembali bersikap seperti biasa. Sedang jantung Nayeon berdegup dengan kencang. Dia bahkan sedang berusaha mengontrol dirinya agar tetap sadar.

“Ya, Yoo Nayeon!”

Sebuah suara membuat Nayeon tersentak. Dia mendongak dan melihat Jihyun menatapnya bingung.

“Neo gwenchana?” Tanya Jihyun saat melihat raut wajah Nayeon yang tidak baik. Dia mendapat anggukan dari Nayeon. “Tadi aku bertemu dengan Kevin oppa, dan dia memintaku untuk menyampaikan pesan kalau istirahat siang nanti kau ditunggu dia di ruang kesehatan.” Terang Jihyun kemudian.

“Ah. Ara.” Kata Nayeon pendek.

“Sebenarnya kau ada hubungan apa sih dengan Kevin oppa? Kemarin dia sampai mengantarkan kau ke kelas dan dia mengundangmu istirahat siang nanti.” Jihyun bertanya.

Nayeon menggeleng. “Nan molla.” Katanya. “Kemarin memang dia memaksa untuk mengantarku ke kelas. Tapi aku tidak tahu tujuan dia memanggilku nanti.” Lanjutnya. “Aku jujur Jihyun-a.” Ucap Nayeon begitu mendapatkan tatapan tidak percaya dari Jihyun.

“Arasseo. Aku hanya mau bilang hati-hati. Kevin oppa itu banyak fansnya. Apalagi para sunbae.” Ucap Jihyun sebelum kemudian dia berjalan menuju bangkunya.

-o0o-

“Jangan sampai kau mengatakan hal itu di lingkungan sekolah kita. Kalau perlu, jangan pernah membahasnya di tempat yang kamu tidak yakin tidak ada orang lain yang bisa mendengarnya. Ricky tidak tahu soal ini, aku yakin dia akan cemas jika dia tahu. Berhati-hatilah.”

“Dan kalau kau butuh teman untuk memberimu pendapat, datang saja kapanpun kau mau. Aku akan berusaha memberikan pendapat terbaikku.”

Nayeon mendesah pelan. Dia sama sekali tidak mengerti bagaimana bisa seseorang yang berstatus sebagai asisten dokter sekolahnya bisa tau begitu banyak tentang dirinya. Seolah pria itu bisa menelanjangi semua rahasia yang dimiliki Nayeon hanya dengan sekali lihat.

Dia baru saja keluar dari ruang kesehatan. Dia baru saja tahu kenyataan bahwa seorang Kevin Woo tahu statusnya yang merupakan istri dari seseorang. Padahal dia sudah berusaha untuk merahasiakan hal itu dari siapapun. Hanya orangtua dan saudara kembarnya, dan ya petugas catatan sipil yang tahu hal itu. tapi ternyata seorang Kevin bisa tahu dengan mudah tentang rahasianya itu.

Nayeon menduga Kevin tahu hal itu dari Ricky. Tapi dia tidak habis pikir bagaimana bisa saudara kembarnya itu bisa begitu terbuka pada seseorang yang statusnya hanya asisten dokter sekolah. Dan lagi kejadian kemarin bersama Kibum sempat dilihat Kevin saat dia hendak membeli sesuatu. Kevin memintanya datang ke ruang kesehatan karena hal itu.

Tak ada yang menyangka memang. Usia Nayeon belum genap delapan belas tahun, dan dia sudah menjadi istri dari Kim Kibum. Kisahnya cukup rumit, tapi intinya pernikahan keduanya terjadi karena keegoisan Nayeon yang masih labil.

Dan Nayeon kini ingin bercerai dengan Kibum.

“Apa Kevin oppa membuat hal yang tidak menyenangkan, eoh?” Sebuah pertanyaan membuat Nayeon yang setengah melamun sambil berjalan di lorong sekolah kembali sadar sepenuhnya.

“Jihyun-a.” Kata Nayeon dengan wajah bingung. Dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Jihyun yang memang tidak sengaja melihatnya berjalan di lorong.

“Aku baru kembali dari kantin. Wae? Apa dia melakukan sesuatu? Kau terlihat tidak baik seharian ini.” Jihyun bertanya lagi.

Sebuah gelengan dari menjawab sebagian pertanyaan Jihyun. “Hanya merasa lelah dengan kehidupanku.” Ucapnya yang jelas tidak bisa dimengerti Jihyun. “Jihyun-a, apa kau bisa mengarang alasan untukku? Aku mau bolos. Hari ini tinggal pelajaran matematika, fisika dan sejarah, dan aku sudah cukup mempelajari materinya.” Tanya Nayeon sambil menatap Jihyun dengan tatapan berharap.

Jihyun mengangkat kedua alisnya bingung. Baru menyadari ternyata Nayeon bukan murid yang serajin seperti dipikirannya. Dia kemudian menggeleng. “Aku tidak pintar membuat alasan.” Ucapnya. “Bagaimana kalau kau minta surat keterangan dari Kevin oppa kalau kau sakit? Itu jauh lebih mudah.” Tawarnya.

Seketika saja Nayeon menggeleng. “Aku sedang tidak ingin bertemu dengannya. Dia terlalu menakutkan untukku sekarang ini.”

“Maksudmu?” Jihyun bertanya.

“Anniya. Lupakan!”

-o0o-

“Kupikir karena kau sudah tidak naik kelas sekali, kau akan memperbaikinya tahun ini dan bahkan kau akan menjadi seorang yang lebih pintar dari siapapun. Tapi ternyata kau bisa bolos juga. Bahkan mendatangi tempat yang jelas-jelas dilarang untuk didatangi.”

Nayeon sedang duduk sambil bersandar di tembok tepat di samping pintu atap sekolah yang seharusnya tidak diijinkan untuk dimasuki. Yang dia lakukan hanya diam, bahkan tidak memikirkan apapun. Tapi sebuah suara yang berasal dari samping tembok di sebelahnya membuatnya terusik.

Nayeon sedikit menggeserkan tubuhnya tanpa berniat untuk bangun dari duduknya dan melihat siapa yang bicara padanya itu. sebenarnya suara yang didengarnya itu cukup familiar baginya, tapi dia ragu untuk menebak. Tapi ternyata apa yang ada diduganya benar.

Oh Sehun ada di samping tembok tempat Nayeon berada.

Nayeon kembali pada posisinya. Duduk sambil menyandarkan punggungnya ke tembok. Dalam keadaannya yang biasa dia mungkin akan bersikap jauh berbeda dari yang sekarang. “Rasanya aneh. Kemarin aku melakukan kesalahan yang membuat oppa begitu marah padaku. Pagi ini aku mendapatkan pertanyaan yang sama sekali tidak aku duga sebelumnya. Dan sekarang, oppa bicara begitu panjang. Padahal aku tidak pernah mendengar suara oppa sebelumnya. Teman-temanku juga begitu. Apa orang yang ada di sana itu adalah orang yang sama dengan teman sebangkuku?” Tanya Nayeon kemudian.

Nayeon tidak mengharapkan sebuah jawaban dari Sehun. Sejujurnya dia sedang tidak ingin melakukan pembicaraan apapun. Tapi memang kebiasaannya yang akan bertanya jika penasaran tidak bisa hilang begitu saja.

“Hanya ingin menjadi diriku.” Kata Sehun dari samping tembok.

Nayeon menoleh, menatap ke arah Sehun berada. Dia lantas berdiri, berjalan menghampiri Sehun yang tidak bereaksi dengan kedatangan Nayeon. Dia duduk di samping Sehun yang tetap diam. Melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya tadi. Dia duduk sambil bersandar di tembok di samping Sehun yang juga duduk.

“Apa orang yang sebangku denganku bukan Oh Sehun?” Nayeon bertanya sambil menatap wajah pria di sampingnya.

“Dia Oh Sehun yang berbeda.” Jawab Sehun.

“Eh?”

“Lupakan.”

Keduanya lantas diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing.

-o0o-

Nayeon mengacak rambutnya frustasi begitu melihat seseorang sedang bersandar di pintu gerbang sekolahnya. Dia yang berniat pulang malah berbalik dan kembali masuk ke gedung sekolahnya. Nayeon melangkahkan kakinya menuju ruang kesehatan.

Tokk.. tokk…

“Annyeong haseyo Park-nim, apa Kevin oppa ada?” Tanya Nayeon pada dokter sekolah begitu dia masuk ke dalam ruang kesehatan.

“Oh, dia sedang ke toilet. Mau menunggu dia?” Dokter Park bertanya balik.

“Saya akan menunggu di luar Park-nim, kamsahamnida.” Jawab Nayeon kemudian kembali keluar dari ruang kesehatan.

Nayeon menyandarkan punggungnya ke tembok di samping ruang kesehatan, menunggu Kevin kembali dari toilet.

“Oh, Nayeon-ah, sedang apa di sini?” Tanya Kevin saat dia melihat Nayeon.

“Aku butuh bantuan oppa.” Kata Nayeon.

Kevin tidak tahu apa-apa. Nayeon juga tidak bicara apa-apa. Yang dilakukannya sekarang adalah berjalan di samping Nayeon. Sesuai dengan permintaan Nayeon.

“Oppa akan tahu nanti. Tapi tolong nanti oppa diam saja. Jangan bereaksi apapun.” Nayeon hanya bicara seperti itu ketika Kevin menanyainya.

Keduanya berjalan menuju gerbang sekolah. Kevin menebak-nebak saat dia melihat seorang pria berdiri di dekat gerbang sekolah. Dia lantas menoleh pada Nayeon. “Apa yang akan kau lakukan?” Tanyanya.

Tapi Nayeon tidak mengatakan apapun. Matanya menatap lurus ke depan. Ke arah pria  yang berdiri itu. “Untuk apa oppa kemari?” Nayeon bertanya dengan nada dingin pada pria yang sedang berdiri itu.

Kibum, pria itu, memberikan senyumannya pada Nayeon. “Menjemputmu.” Jawabnya.

“Aku tidak mau dijemput oleh oppa. Aku tidak akan kembali kesana. Dan ya, kenalkan. Dia Kevin oppa, kekasihku.” Kata Nayeon sambil menarik lengan Kevin dan melingkarkan tangannya di lengan Kevin.

 “Mwo?” Kibum terlihat kaget. Kevin langsung melotot pada Nayeon, tapi Nayeon fokus menatap Kibum.

-to be continued-

Komen penting banget buat saia, tapi gak pernah maksa buat komen kok…

-chii-

Advertisements

40 responses to “LIFE [4]

  1. Aishh kerennnn!!
    Bikin penasaran tingkat dewaaa:D

    disini tokoh nayeon egois bnget ya trus kayaknya gak setia n masih sangatt labil!-selama yg aku baca-

    hadeuhh nextparnya jgan lama-lama ya thor:D

  2. Kyaaaaa!rame bgt!baru buka web in lgi, nemu ff in, rame bgt!cepet lnjut thoooor!

    eung, kibum oppa disini jahat ya?menyedihkan…sehun oppa disini kayakny mau nunjukin diri dia sebenarny, and mgkn berkaitan dgn ruangan ituuu…kevin oppa care bgt!*Secara pecinta key sehun kevin, kekeke~

  3. mwo udh kawin?? oohh ohh seru.. tp itu kasihan keynya. nayeon labil bgt. aq gk ngerti kenapa mereka bisa kawin -.-

    tp masa keynya disakiti?? aq kan lockets, gk enak kl liat bias tersiksa #eaa -.-” jgn disakiti ya keynya… please… jebal… aku mohon… kkeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s