Friend Romance [Part 1]

Tittle: Friend Romance

Author: Sinta Rahayu

Casts: Lee Donghae, Jung Jessica, Choi Siwon, Im Yoona, Choi Sooyoung

Rating: PG13

Length: Chapter

Genre: Romance, Friendship

Disclaimer: Para casts milik para pemiliknya masing-masing(?) dan jalan cerita juga Poster Fanfic ini milik saya, sinta rahayu (^-^)/

Note: Jangan bingung dengan alur cerita, resapi saja dan bayangkan apa yang ada dalam cerita ini 😀

“Jessica!!! Bisakah kau bantu aku. Apa kau tidak capek dari tadi hanya berfoto saja?” Teriak Sooyoung.

Jessica tidak mempedulikan teriakan Sooyoung yang berada di dalam villa. Ia terus saja ber-self camera tepat didepan teras villa yang menghadap ke pinggir pantai.

“Andwae….” Jawab Jessica lantang.

Jessica menyelesaikan sesi foto nya. Ia memandang pemandangan di depan matanya dengan takjub. Tidak salah bila ia merengek pada appa nya untuk memberikan ijin menginap di Villa tersebut. Karena memang sudah lama Jessica tidak ke pantai ini sejak kecil dulu. Jessica sangat senang bisa berlibur ke pantai ini lagi dengan sahabat-sahabat nya.

Jessica merapihkan rambutnya ang berterbangan diterpa angin pantai. Tapi, alangkah kesalnya ia saat tangan sesorang mengacak rambutnya kasar. Donghae tersenyum mengejek manatap Jessica yang kesal karena rambutnya berantakan.

“Tidak bisakah kau diam?” Tanya Jessica ketus.

“Tidak bisa, ice princess.” Jawab Donghae meledek dan menggelengkan kepalanya.

“Ck…” Jessica berdecak dan menatap sahabat nya itu sinis. Donghae hanya terkekeh.

“Ini camilan nya, katanya kau ingin makan camilan?” Yoona keluar menghampiri Donghae dan memberikan snack pada Donghae.

“Gomawo, cantik.” Jawab Donghae sambil menerima Snack yang diberikan Yoona.

“Yoona, lihat pemandangan nya indah bukan?” Tanya Jessica ceria sambil menarik tangan Yoona untuk mendekat ke arahnya.

“Ne, pemandangan nya indah sekali. Appa mu baik sekali mengijinkan kita menginap di villa milik appa mu.” Kata Yoona takjub memandang pemandangan pantai yang terhampar di depan matanya.

“Seharus nya kau berterima kasih padaku juga. Aku dengan susah payah membujuknya untuk mengijinkanku berlibur kesini.” Ucap Jessica antusias.

“Ne, gomawo Sica-ya.” Kata Yoona sambil tersenyum menatap sahabat nya itu.

“Yoona, kau melihat snack punyaku yanga ada di meja?” Tanya Sooyoung menghampiri Yoona.

“Ah, snack itu punya mu? Mian, aku sudah memberikannya pada Donghae.” Jawab Yoona polos sambil menunjuk Donghae.

“Yak, Donghae jangan habiskan makanan ku!” Teriak Sooyoung pada Donghae. Tapi, Donghae malah kabur menjauhi Sooyoung sambil membawa snacknya.

“Sudah, nanti kita beli lagi. Di sekitar dini sepertinya ada supermarket.” Cegah Jessica sebelum Sooyoung akan mengejar Donghae.

“Soo, bukannya tadi kau sudah makan?” Tanya Yoona.

“Aku lapar lagi.” Jawab Sooyoung datar. Sedangkan Yoona dan Jessica terperangah dengan jawaban Sooyoung.

Jessica terlonjak saat Handhone nya berdering. Ia merogoh kantung celana nya dan mengeluarkan handphone nya. Ia tersenyum senang saat melihat layar handphone nya. Segera ia mengankat telpon tersebut

“Ne, oppa. Aku ada di pantai, apa kau mau kesini nanti malam?” Ucap Jessica dengan nada yang terdengar lembut dengan seseorang di telepon.

Mendengar percakapan Jessica di telepon, Sooyoung menatap Yoona dengan pandangan bertanya.

“Siapa orang itu?” Tanya Sooyoung.

“Annieyo.” Jawab Yoona singkat.

“Ne, oppa aku tunggunanti malam.” Jessica mengakhiri telpon nya.

“Siapa namja tersebut? Sepertinya kau senang sekali mendapat telpon darinya?” tanya Sooyoung penuh selidik pada Jessica.

“Dia Tampan, baik, seorang anak pengusaha yang kaya raya.” Jawab Jessica dengan semangat, membanggakan namja tersebut.

“Jadi kau menyukai nya?” Tanya Yoona.

“Tentu saja, Yeoja mana yang tidak menyukai namja seperti itu. Nanti malam dia akan datang kesini, aku akan memperkenalkan nya pada kalian.” Kata Jessica dengan semangat nya yang masih terlihat.

“Jinjja? Aku sangat penasaran siapa namja beruntung itu yang telah mendapatkan hati seorang ice princess.” Ucap Sooyoung.

“Ah kau ini.” Kata Jessica sambil menepak bahu Sooyoung.

“Benar, Kau ini kan tidak pernah menyukai namja.” Kata Yoona mengiyakan kata-kata Sooyoung.

“Yaaak, aku ini bukan nya tidak menyukai namja. Tapi, selera ku untuk memilih pasangan sangat tinggi, kau tahu?” Jawab Jessica garang.

“Ne ne, kau memiliki syarat yang sangat tinggi. Namja-namja seperti Donghae itu tidak mungkin kau sukai.” Kata Sooyoung.

“Kau ini bicara apa. Orang seperti Donghae mana cocok menjadi pasanganku ia lebih cocok menjadi sahabatku. Setiap kesusahan ia pasti akan membantu ku.” Jawab Jessica.

“Aku setuju denganmu.” Kata Yoona menyetujui.

“Hey!!! Kalian sedang membicarakan ku.” Teriak Donghae yang tiba-tiba datang mengagetkan mereka bertiga.

“Aish… kau ini mengagetkan kita saja. Mana Snack ku? kau harus menggantikan nya?” Tanya Sooyoung sambil menyodorkan tangan nya di depan mata Donghae.

“Hah, nanti kita ke supermarket aku yang bayar.” Jawab Donghae.

“Tapi aku lapar sekarang.” Ucap Sooyoung mendesak.

“Bukannya tadi sudah makan?” Tanya Donghae keheranan menatap Sooyoung.

“Iya sih, tapi aku lapar lagi.” Jawab Sooyoung memelas.

“Ckckckck…. Apa kau punya penyakit anorexia?” Tanya Donghae.

“Yak…. apa kau sedang bercanda? Aku tak segila itu mengeluarkan makanan-makanan yang sudah aku makan.” Jawab Sooyoung sambil memukul kepala Donghae.

Donghae meringis. “Ne nanti aku belikan.”

***

“Mana jessica? Kenapa dia belum keluar daritadi?” Tanya Donghae saat mereka bertiga -tanpa Jessica- sdah berada di meja makan untuk makan malam.

“Aku tidak tahu. Daritadi dia hanya menatap layar handphone nya saja. Saat aku ajak makan, dia hanya menggeleng.” Jawab Yoona.

“Ada apa dengannya?” Tanya Donghae khawatir.

“Aku tak tahu.” Jawab Yoona kebingungan melihat Donghae yang khawatir.

“Apa dia mengatakan soal namja itu?” Tanya Sooyoung.

“Tidak. Benar juga, mungkin karena namja itu. Oh ya, katanya namja itu akan datang malam ini.” Jawab Yoona.

“Mungkin namja itu tidak jadi datang dan itu yang membuat Jessica tidak mau makan.” Kata Sooyoung.

“Benar juga, Soo-ah lebih baik kau bicara dengan nya.” Bujuk Yoona.

“Ne.” Sooyoung bangun dari kursi nya dan berjalan menuju kamar Jessica yang merupakan kamar Sooyoung dan Yoona juga.

Sooyoung mengetuk pintu, “Jessica.”

Sooyoung akhirnya membuka pintu kamar tersebut. Sooyoung menghela nafas melihat Jessica yang sedang berbaring di ranjang mentap handphone nya.

“Jessica apa yang kau lakukan? Ini sudah waktunya makan malam, kau malah sedang berbaring disini. Ayo makan sebelum badanmu tinggal tulang!” Sooyung menarik tangan Jessica.

“Aku tidak mau.” Jessica menghempaskan tangan Sooyoung.

“Aku tidak mau makan sebelum pangeran ku datang.”

“Kau ini kekanak-kanakan sekali. Makan dulu saja.” Bujuk Sooyoung agak keras.

“Kau tidak mengerti!” Jessica membentak, membuat Sooyoung tersentak kaget.

“Aku mengharapkannya datang.” Kata Jessica dengan nada yang pelan kali ini, “aku ingin memperkenalkannya pada kalian semua.”

“Sudahlah, besok-besok dia pasti bisa datang. Mungkin dia sibuk hari ini. Ayo makan dulu.” Bujuk Sooyoung pelan dan mengusap pundak Jessica.

“Ne, mungkin besok dia bisa datang.” Kata Jessica pelan dengan rasa kecewa yang menumpuk dalam hatinya.

“Ehmm…. memangnya kau sudah resmi berpacaran dengannya?” Tanya Sooyoung hati-hati.

“Sebenarnya belum. Tapi, aku tidak peduli, pokoknya dia adalah pangeranku.” Jawab Jessica teguh dan dengan cepat pergi ke ruang makan meninggalkan Sooyoung sendirian.

“Dasar anak aneh.” Gumam Sooyoung pelan.

***

“Oppa, kau ini kemana? Bukannya sebentar lagi akan bertunangan? Eomma bertanya terus padaku sampai-sampai kotak masuk sms ku penuh dengan sms nya.” cerca Sooyoung pada namja diseberang sana saat dia sudah mengangkat telpon nya.

“Ck… kau ini mendukung eomma ya?” Tanya Siwon.

“Bukan begitu, dia itu bawel sekali.” Kata Sooyoung.

“Kau kan tahu aku sedang sibuk di Jepang untuk bisnis. Kenapa kau tidak bilang saja padanya?”

“Dia tidak percaya.” Jawab Sooyoung lantang.

“hhhh.” Terdengar sekali Siwon menghela nafasnya.

“Baiklah nanti aku akan menghubunginya.” tut tut tut…. Siwon memutuskan sambungan telepon begitu saja. Sooyoung berdecak kesal. Ia sangat kesal harus ikutan repot dengan urusan eomma dan oppa nya. Choi Siwon kakak kandung Choi Sooyoung. Seorang penerus perusahaan appanya yang telah meninggal. Dan sekarang Siwon harus menerima perjodohan eomma nya.

Sooyoung melempar handphone nya ke atas kasur dan berjalan keluar dari kamar. Ia menghampiri Jessica dan Yoona yang sedang duduk di balkon sambil memakan makanan ringan yang sudah dibeli Donghae kemarin. Ia mengembil snack yang sedang dipegang Jessica dan memakan nya dengan santainya. Ditatapnya raut muka Jessica yang datar tanpa ekspresi. Sepertinya masih memikirkan namja itu, pikir Sooyoung.

“Bagaimana dengan pangeranmu?” Tanya Sooyoung pada Jessica. Jessica menggeleng lemah.

“Dia bilang ada urusan bisnis mendadak, jadi tidak bisa kesini.”

“Ckckck… memang begitulah nasibmu bila berurusan demgan seorang pebisnis, pasti akan sibuk dan mengabaikanmu.” Jawab Sooyoung.

“Lihat oppaku, dia benar-benar sibuk sampai-sampai aku harus menelponnya puluhan kali.”

“Aku tidak pernah bertemu dengan oppamu, jadi penasaran melihat tampangnya seperti apa.” Kata Yoona mendengar kata-kata Sooyoung yang membicarakan oppa nya.

“Susah untuk bertemu dengan nya. Aku saja yang adiknya sendiri sangat jarang untuk bertemu dengan nya.” Jawab Sooyoung dengan mulut yang masih mengunyah makanan.

“Besok kita pulang,” ucap Jessica sambil terus melanjutkan mengunyah makanannya.

“Wae? Aku masih betah disini. KIta kan baru menginap satu malam, apa kau yakin?” Tanya yoona dengan tatapan heran.

“Aku bermaksud untuk memperkenalkan pangeranku pada kalian, namun sepertinya ia sibuk. Lebih baik kita pulang saja. Aku merasa menjadi jenuh.”

“Kau jahat Sica, aku masih betah disini. Aku mohon kita tinggal disini lebih lama lagi ya. Sehari atau dua hari lagi,” ucap Yoona memelas.

Sooyoung hanya mengangguk setuju dengan ucapan Yoona. Mereka ingin melepas penat lebih ama lagi di pulau itu. Jessica berfikir sejenak dan akhirnya mengangguk menyetujui. Yoona terlihat senang, karena dia yang paling antusias saat Jessica mengajak pergi berlibur.

***

Siang menjelang sore. Pemandangan pantai terasa sangat indah. Mungkin jika bisa, rasanya ingin menghentikan saat-saat yang indah ini. Pemandangan pantai terasa lembut dengan matahari ang tersenyum menyampaikan pesan -sampai jumpa lagi esok pagi.

Seorang namja -dengan tatapan lembutnya yang dapat membuat para yeoja meleleh- berjalan dengan tenang di pinggir pantai. Sesekali banyak orang yang melihatnya berjalan seorang diri. Donghae berhenti memandangi pemandangan di depannya. Di wajahnya tersirat senyuman yang tak dapat dimengerti.

Tersirat di mata namja tersebut, sesosok wajah yeoja cantik yang ia dambakan sejak dulu. Donghae menghela nafas. Mana mungkin ia akan mengatakan perasaan tersebut pada yeoja itu. Ia hanya seorang namja biasa, itulah yang dipkirkannya selama ini. Yang ada dipikiran Donghae hanyalah yeoja itu. Padahal banyak sekali yeoja yang sering mendekatinya dengan banyak alasan, namun sebenarnya yeoja itu sedang jatuh hati pada donghae. Apa yang dilakukan yeoja lain takkan pernah dipedulikan olehnya, yang ia pikirkan hanyalah yeoja yang ia selalu pikirkan setiap saat.

Tak ada yang tahu kalau Donghae memendam perasaan kepada sesorang.

“Ikan…..!!!” Teriak seseorang dari jauh. Donghae yang mendengar teriakan tersebut hanya diam, tak peduli.

Orang tersebut terburu-buru menghampiri donghae dengan nafas tersengal.

“Kau ini! Dipanggil kenapa tak menyahut?” Ucap Yoona yang tadi berteriak pada Donghae.

“Ada apa?” Tanya Donghae tanpa menjawab. Sebenarnya Donghae malas saat sedang merenung ada orang yang mengganggunya.

“Jessica,” ucap Yoona tertahan.

“Jessica? Jessica kenapa?” Tanya Donghae dengan raut wajah khawatir.

“Jessica menghilang, dia tidak ada. Dia pergi, dan aku dan sooyoung tidak tahu dia kemana.” Ucap Yoona dengan cepat.

Donghae berdiri dan pergi, tanpa bertanya-tanya lagi. Yoona hanya bisa diam melihat Donghae yang begitu saja pergi dengan perasaan khawatir.

“Donghae…! Kau mau kemana?”

***

Seorang lelaki paruh baya menatap gadis kecil di depannya, dengan seringai nya yang menakutkan. Gadis kecil tersebut sangat gugup, apalagi sekarang kedua tangan dan kakinya terkunci dengan ikatan yang kuat, tentu saja, gadis itu tak dapat pergi melarikan diri dari tempat pengap itu.

Tak tahu mengapa dan bagaimana ceritanya ia bisa berada disitu. Seingatnya ia hanya memakan permen pemberian lelaki paruh baya -yang sekarang ini sedang menatapnya dengan seringai menyeramkannya itu. Atau mungkin dia dibius dengan racun yang sudah dimasukkan ke dalam permen tersebut, sehingga tak sadarkan diri.

Hati gadis itu berdegup kencang. ia sadar sedang diculik. Tapi untuk apa? Mengapa ia yang harus berada di tempat pengap ini. ia sangat benci dengan tempat gelap yang pengap. Seperti yang sering ia lihat dalam drama, diculik memang menakutkan.

Gadis kecil itu menunduk. Tak ingin menatap lelaki paruh baya yang menyeramkan tersebut.

“Sebentar lagi orang tuamu pasti akan datang,” ucap lelaki tersebut.

Tidak, tidak mungkin orang tua gadis itu akan datang. Gadis itu menggeleng lemah, mengingat orang tuanya tak pernah mempedulikan dirinya. Namun adakah seseorang yang akan bersedia untuk menolongnya. Ia sangat ketakutan. Ia tak ingin berlama-lama di tempat itu. Ingin rasanya menjerit, tapi tak bisa.

***

Donghae berlari tak tentu arah menyusuri villa milik orang tua Jessica. Tiba-tiba ada yang menghadangnya.

“Hae, kau mau kemana?” Tanya Sooyoung dengan tatapan yang sama khawatirnya dengan Donghae.

“Mencari Sica,”  ucap Donghae singkat.

Donghae melangkahkan kakinya kembali, namun ditahan oleh Sooyoung.

“Kau jangan kemana-mana. Aku sudah mengatakan pada orang tua Jessica. Mereka akan menyuruh orang untuk mencari Jessica. Lebih baik kau tetap di villa. Akan repot kalau kau juga menghilang.” Ucap Sooyoung panjang lebar.

“Tapi aku ingin mencarinya, Young. Aku sangat khawatir,” ucap Donghae dengan kening berkerut.

“Aku tahu, aku pun begitu khawatir. Tapi lebih baik kita berdiam diri di villa. Apabila Jessica sudah kembali ke villa sendiri mana ada yang tahu nanti.” Ucap Sooyoung menjelaskan.

“Hah, baiklah.” Jawab Donghae menyerah.

To Be Continue

Advertisements

21 responses to “Friend Romance [Part 1]

  1. Ini ff yoonwon + haesica trz yg dculik tuw spa jessica?? tp kog ‘gadis kecil’ trz yg pngernxa sica itu siwon?? dtnggu banget next partxa jgn lma” ea^^

  2. Waaa haesica yoonwonkah ? #hope xD.
    Yaaa seruseruseru. Suka idenya. Msh bnyk yg blm terungkap, dtnggu bgt chingu nextnya. Fighting ne ~~ ^^!

  3. Thor psti yg dimaksud sica pangerannya itu si siwon, trus siwon dijodohin sama jessica kali ya.. Kasihan my fishy
    Pokoknya harsica ya thor

  4. yaahh kenapa pairingnya donghae bukan yoona:(akukan yoonhae shipper tapi gapapa deh^^seru juga kayanya thor hehe^^oke thor ditunggu part selanjutnya ya^^ authhor hwaiting:DD

  5. Penasaraaannn seru seru… couple nya yoonwon kan?? Pleaseee yoona ama siwon yaaa trus jessica ama donghae…

    Jessica kmana? Itu yang diculik siapa???

    Lanjut thor 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s