Inveartible 08 :: Lee Jungmin :: New Student

inveartible-new-student-by-sasphire1

Inveartible 07 :: Krystal Jung :: Shopaholic Girl

Author : Sasphire

Main cast : Krystal f(x)

Ratting : PG 16, NC 17

Genre : Thriller

Length : Chaptered

Preview ::

Ren | Krystal | Baekhyun | Jeongmin | Ren (2) | Baekhyun (2) | Krystal (2)

Contact : FB | Twitter | Wallpaper Gallery

Note ::

Warna Ijo == Quote

Warna Merah == Flashback

Penggemar Inveartible…. Ayo merapat XD
Wah… selang 3 bulan sama part 7 yah… itu karena saya sibuk dan memilih fokus ke LITGF
makanya ada perubahan strategi, karena di awal saya bilang ada part 9 (part terakhir), maka part terakhirnya adalah part 8 ini… sorry T.T trus side story, aku juga gak janji lagi deh T.T

cuma… bakal aku usahain, bahwa part 9 tetep ada, tapi kalo pada akhirnya, yang kalian temukan adalah White Wolf Part 1, berarti gak jadi. sekali lagi maaf ya… maaf kalo kecewa T.T

Pokoknya, di White Wolf, nantinya jarang ada kesan thriller karena emang fokusnya di Extearmined, tapi tenang aja, horrornya bakal aku usahakan untuk kuat… So, Enjoy the Last Part ^^

Baekhyun sialan!! Mana mungkin aku di suruh pindah ke sekolah butut tempat mereka bertiga –Krystal, Ren, Baekhyun—mencari makan?! Sekolahku yang sekarang tak lebih buruk dari sekolah mereka, bahkan jauh lebih baik!!

Aku mendengus kesal saat berjalan menyusuri lorong gelap nan kumuh ini sambil menggenggam erat handle tas-ku. Aku berusaha menahan rasa maluku karena perploncoan yang kualami hari ini.

Benar-benar…. Baekhyun keterlaluan!!

Dia memberikan perintah padaku untuk pindah tepat saat penerimaan siswa baru!! Dan sialnya, ia menyuruhku mengulang kembali ke kelas satu karena aku terlalu muda baginya!!

Sial sial sial!!

Mungkin memang ada baiknya buatku, karena memang pembasmi Inveartible—atau yang biasa disebut Extearmined—semakin merebak di sana. Harusnya aku berterima kasih pada Baekhyun yang masih memikirkan keselamatanku.

Tapi….

Kalau begini caranya….

“Anak baru yang terlambat!! Cepat baris!!”

Aku hanya bisa merutuki Baekhyun saat berdiri di tengah lapangan bersama para pecundang ang penampilannya terlihat mengerikan. Topi kertas berwarna-warni, memakai sepatu yang warnanya tak sama, kaus kaki belang yang tingginya hanya sampai pertengahan betis, dan tentu saja wajah pucat pasi setelah mendengar bentakan-bentakan kasar manusia-manusia cecurut ini.

“Kenapa kamu Cuma pakai topi tinggi?”

Aku memilih diam. Itu lebih baik.

“Kalau ditanya, jawab!!”

Memang kau siapa?!

“Oh…. Anak baru sudah mau buat onar!!”

Exactly! Pintar kau!! Memang aku akan membawa onar ke sekolah ini, apalagi nanti malam aku akan berpesta pora dengan jantungmu itu!!

“Kenapa kak??!!”

Aku mendengar suara seorang gadis yang berjalan menghampiriku. Aura jahat mengelilinginya. Aku juga bisa mendengar tawa di hatinya. Tawa puas karena berhasil membuat seluruh murid baru ketakutan.

Dan sayangnya aku sama sekali tidak merasa takut.

“Dia….”

Lelaki jelek yang berdiri tepat di depanku menunjuk wajahku sambil memasang wajah garang.

“Dia sudah melanggar peraturan!! Tidak memakai baju yang ditentukan!! Malah memakai pakaian yang keren!!”

Oh, terima kasih sudah menyebutku keren. Aku merasa tersanjung.

“Ho…. Pecundang!!”

Kau yang pecundang.

“Kau rasa kau tampan?!” Ucap gadis itu sambil tersenyum sinis.

Oh, tentu saja aku merasa tampan. Memang kau tak merasa begitu?

“Lebih baik kau berdiri di sana….”

Aku menoleh ke arah yang ditunjuk gadis itu setelah sekian lama memilih menunduk. Sekumpulan anak pembangkang, mereka menamainya begitu. Padahal mereka menggunakan seragam sekolah yang sesuai, tapi malah di katai ‘pembangkang’. Begitulah manusia. Mempermasalahkan apa yang sebenarnya bukan masalah.

“Cepat!!!”

Punggungku di dorong kasar oleh kakak yang lainnya lagi. Eh, masih pantaskah lelaki kasar ini kupanggil “kakak” atau “senior”? mereka tak punya wibawa sama sekali. Masih lebih mending Baekhyun daripada mereka….

Ah, Baekhyun pintar!! Terima kasih!!

Pasti ia sengaja menyuruhku menjadi murid baru supaya aku bisa memakan mereka bertiga!! Pintar!! Tahu begini aku tak akan menolak!!

Aku pun berdiri di samping anak-anak manusia yang di kalungi kertas karton bertuliskan “kebodohan kami tak akan terulang lagi”. Dan seniorku yang lain menghampiriku dengan mengalungkan kertas karton yang sama.

“Kau bodoh, pecundang. Kau tak pantas masuk ke sekolah ini. Harusnya kau bekerja sebagai pengemis….” Desisnya sambil tersenyum sinis padaku dan menepuk pundakku, “Kalau aku menjadi kau, aku malu….”

Ya, aku malu karena punya senior yang tak punya hati sepertimu.

Berarti sudah 3 orang yang menjadi makan malamku nanti. Itu cukup.

“Jangan begitu. Kalian berlebihan….”

Aku bergegas mencari arah suara. Dan mataku tertuju pada sesosok lelaki yang berjalan santai menghampiri kami sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jas almamaternya.

Read More

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s