THE SECOND LIFE [PART 9]

THE SECOND LIFE [PART 9]

Author : Keyholic (@keyholic9193)

Main Cast : Byun Baekhyun,Shin Hyunchan

Minor Cast :

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Suho

Yoon Jisun

Lee JinKi as Baekhyun’s Father

Genre : Romance/fantasy

Rating:  PG 16

Poster by : Cute Pixie

*semuanya hanya karangan saya yang terinspirasi dari dramkor  49days *

***

secondlife

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 |Part 7| Part 8

Senin.Tidak ada yang special mengenai hari ini.Seperti biasanya,para remaja berseragam itu sibuk berdengus karena harus memulai lagi aktivitas mereka yang membosankan,bertemu dengan guru-guru yang membosankan,ekstrakurikuler dan pastinya menunggu tugas-tugas  yang akan segera berdatangan menghampiri.Hari ini, bagi segelintir orang  mungkin tak ada bedanya dengan hari senin yang lalu.Tapi lain lagi ceritanya dengan siswa bertubuh pendek dibanding teman sebayanya itu, Byun Baekhyun.

Keputusan penting telah ia buat.Semuanya akan kembali seperti sebelumnya.Dimana makhluk yang bernama Shin Hyunchan takkan lebih dari hanya  teman kelas biasa,sama dengan yang lainnya.Dan pastinya ia sudah sangat siap menyandang gelarnya keplayboyannya lagi.

Tangan namja itu memutar kemudi mobilnya sementara tangan yang satunya mendarat manis di bahu seorang gadis cantik berambut panjang.Gesekan  ban mobil dengan aspal parkiran sekolah,seolah  menyelip di tengah suara obrolan segelintir murid yang berjalan menuju ke gedung sekolah.Suara klik berbunyi pada saat jemari lentik lelaki itu menekan tombol pembuka seatbeltnya.Sepatu putih yang dapat ditebak  tingkat kemahalannya hanya dengan sekali lihat itu, mendarat di atas tanah.Ia turun dari mobilnya,merapikan bajunya, berjalan cepat ke sisi lain badan mobilnya  demi membukakan pintu  seorang gadis cantik yang sedari tadi duduk di sebelahnya.

“Gomawo oppa~” senyuman tipis dari bibir yang nampak bercahya karena polesan lipgloss terpampang di wajah sang gadis.

Bagaimana ia tak senang.Namja yang tengah mengenggam jemari kecilnya itu adalah pangeran yang selama beberapa bulan ini ia incar.Walaupun sayangnya ia tak tahu,bahwa pada akhirnya ia akan bernasib sama seperti korban Baekhyun yang lainnya.Ia akan ditinggalkan dan bernasib sama dengan korban-korban Baekhyun lainnya.

Rambut blonde ikal sang gadis  menari-nari di punggungnyaa seiring derap kakinya.Sementara tangan Baekhyun sudah bertengger manis,melingkari pinggul ramping sang gadis.Pemandangan yang benar-benar membuat iri. Banyak mata yang tertuju pada mereka di sertai dengan komentar-komentar mulai dari biasa hingga yang menyakitkan,terutama dari para wanita yang mengaku tergabung kedalam fansclub dari seorang Byun Baekhyun.

Baekhyun  menikmati suasana yang terjadi.Ia senang ketika ia menjadi pusat perhatian,menampilkan keeksisannya.Tapi sedikit perasaan aneh menggelayutinya. Mungkin ini efek karena dua minggu belakangan ini dia benar-benar tak pernah bertingkah seperti ini lagi.

Semua tampak berjalan sesuai  rencana.Hingga dari kejauhan kedua bola matanya menangkap sosok yang menjadi faktor kenapa ia berubah.Seorang yeoja yang membantunya memperbaiki nilainya,mengajari otaknya yang tak mudah menangkap penjelasan itu dengan sabar,yeoja yang Baekhyun pun sendiri akui telah merubah dirinya.

Tapi sekarang bukanlah saat untuk mengungkit hal-hal yang telah berlalu itu.Baekhyun tahu ia sedikit berlebihan dalam menanggapi segala kebersamaannya dengan Hyunchan.Apalagi menyangkut  perasaan  tidak jelas yang selalu mendatanginya ketika ia berada di dekat yeoja itu.Ia hanya sedikit ragu atau lebih tepatnya tidak mengerti mengapa ia bisa mempunyai perasaan kepada Hyunchan  yang hanya seorang murid baru aneh yang tiba-tiba diminta oleh sang guru untuk membantunya memahami pelajaran-pelajaran  yang sulit di terima oleh otak Baekhyun.Namja itu butuh penjelasan secara logis kenapa gadis yang hanya bersamanya beberapa minggu terakhir ini sanggup membuatnya merasakan degupan jantung bak derap langkah kuda-kuda yang tengah berkompetisi, di tambah lagi dengan letupan-letupan kembang api di atas kepalanya,padahal skinship pun tak pernah terjadi secara di sengaja kecuali insiden ciuman itu.

Sementara gadis-gadis yang bahkan melakukan skinship diluar batas kewajaran hingga mengabiskan malam dengannya, tak sedikit pun bisa membuatnya merasakan efek-efek itu.Jika menelisik dari  istilah lama ,kata orang itu adalah pertanda seseorang yang tengah jatuh cinta.Jika seperti itu kesimpulannya,jadi pertanyaan selanjutnya kenapa ia harus merasakan jatuh cinta itu pada Hyunchan? Apa yang membuat hatinya bisa tertarik pada yeoja yang sangat jauh sekali dengan type idealnya?

Mata mereka saling menatap,Baekhyun terdiam sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk memalingkan wajahnya dan kembali melanjutkan perjalanannya.Hyunchan mengernyitkan dahinya menyadari sikap Baekhyun,tetapi ia memutuskan untuk tak memikirkan hal itu.

Dua minggu pun berlalu,dia benar-benar menjalankan apa yang telah ia niatkan sebelumnya.Tak ada lagi Shin Hyunchan yang pernah menjadi pengajarnya,yang ada hanyalah Shin Hyunchan seperti yang dulu,hanya teman kelas biasa.Berbicara seperlunya, tidak terlalu banyak melakukan interaksi dengan yeoja yang duduk di belakangnya itu,menghindari waktu-waktu yang membuatnya berlama-lama di dekat Hyunchan,itulah yang ia lakukan.Ia ingin melawan perasaannya,membuktikan pada dirinya yang lain bahwa iya tak sedang dalam proses jatuh hati kepada gadis aneh itu.Membuktikan bahwa ia masih lelaki normal yang menyukai wanita sexy,bertubuh indah,cantik,menarik,modis dan bukan gadis aneh bernama Shin Hyunchan yang sama sekali bahkan tidak bisa mencapai -meskipun -sedikit dari beberapa type ideal yang telah ia sebutkan tadi.

Itulah adalah rencana awalnya.Namun  anehnya hingga memasuki minggu ke dua ,semakin ia mencoba meyakinkan dirinya entah mengapa semakin gadis itu memenuhi fikirannya.Semakin keras ia menolak bahwa ia menyukai gadis itu ,semakin kuat pula suara dari sisi lain dirinya yang bertolak belakang dengan hal itu.

Buktinya, sampai saat ini mata Baekhyun tak pernah lepas dari yeoja yang tengah menulis di papan tulis itu,  yang tak lain adalah Shin Hyunchan.Itu sudah dari beberapa menit yang lalu.Ia masih saja di posisi yang sama hingga getaran yang berasal dari saku celanya membuat mata  sipit itu berkedip setelah hampir semenit berlalu.

Ibu jarinya menyentuh layar smartphone tersebut hingga tombol kuncinya terbuka.Terlihat sebuah kakao talk dari id bernama Shin Ae tepat ditengah layar ponselnya.Dengan cepat ia menyentuhnya lalu segeralah di baca pesan singkat dari orang yang bernama Shin Ae itu.Sesaat setelah membalas isi pesan singkat tersebut,ponsel keluaran terbaru berwarna putih di depan dan biru di belakang itu kini kembali dimasukkan kedalam sakunya.

“Saem.” Pangilnya sambl mengangangkat tangan menunjukkan keberadaannya.

“Ada apa tuan Byun? Kalau kau mau bolos lagi dengan alasan ke toilet,lebih baik kau tetap duduk di tempatmu karena ibu tak akan mengizinkan mu!” Si guru sepertinya sudah tahu niat dari Baekhyun,karena namja itu bukan kali pertama berbolos di mata pelajaran ini.

Tapi bukan Baekhyun namanya kalau ia tak punya jurus cadangan.

“Tapi Saem,kali ini aku serius.Kepala ku rasanya pusing.Aku seperti ingin muntah.” Namja itu berlakon seperti ekspresi orang yang sakit.Tangannya memegang jidatnya,sementara tangan yang lainnya menutup mulutnya seolah sedang menahan muntahan yang ingin keluar.

Guru yang berusaha ia tipu sepertinya masih belum menampakkan tanda-tanda akan tertipu.Baekhyun pun mulai mengeluarkan suara yang persis menyerupai orang yang ingin muntah.

“Saem,Palli juseyo~. Kalau muntahanku keluar di sini,aku tak akan bertanggung jawab.”

Entah karena acting Baekhyun yang bagus atau  apa,guru yang tetap bersikukuh tak akan tertipu kedua kalinya oleh anak yang satu ini pada akhirnya mempercayai Baekhyun dengan aktingnya yang memang tampak meyakinkan.

“Kurasa acting ku tak kalah bagusnya dengan Lee minho.” Ucapnya dengan senyum kemennagan setelah ia keluar dari pintu kelasnya.

Tangannya cepat-cepat meraih ponsel di sakunya lalu menekan sebuah nomor di buku kontaknya.

“Chagi,aku sedang menuju kesana.”

Baekhyun terus bercakap dengan penelpon di seberang sana sepnajang perjalanannya menuju parkiran sekolah.

Tak beda dengan sebelum-sebelumnya,kali ini dia juga berbolos memang  hanya demi bersenang-senang dengan gadis yang pastinya beda lagi dari mingu-minggu sebelumnya.Dia benar-benar kembali menjadi Baekhyun sebelumnya.

***

Kejanggalan pertama,ketika Baekhyun mulai j arang membuka percakapan dengan Hyunchan tidak terlalu bermasalah di fikiran gadis bermarga Shin itu.Ia memutuskan untuk mengabaikannya saja.Namun ketika kejanggalan-kejanggalan lainnya mulai berdatangan  bahwa ia mulai merasa namja itu kemabli lagi perangai awalnya,Hyunchan mulai merasa aneh.Keadaan tak baik-baik saja.Ada yang salah disini.

Terlepas dari rasa takut akan kegagalan misi 49 harinya,ia benar-benar benci dan kesal melihat Baekhyun kembali seperti dulu lagi.Kenapa ia harus seperti itu? apakah menjadi namja baik yang menjalani hidupnya dengan normal merupakan hal yang sulit dilakukan?

Mendadak ia merasa kesal dengan wanita-wanita dengan wajah yang berbeda-beda datang menyambangi baehyun di tempat duduknya ,bergelayut manja dan mengajak namja itu pergi dan tak pernah kembali lagi hingga jam sekolah usai.

Tak hanya Hyunchan yang merasa seperti itu,ke dua temannya pun ikut merasakan keanehan Baekhyun wlaupun sebelum-sebelumnya mereka telah terbiasa dengan sifat bocah yang satu ini.Namun setelah mengamati perubahan temannya belakangan ini, apa yang dilakukan Baekhyun sekarang terasa aneh.

Chanyeol memang hanya berfikiran begitu, namun ia tak pernah berusaha mengambil pusing  perubahan itu karena dia sendiri pun sedang dipusingkan oleh masalahnya dengan Jisun.Jadi yang tersisa hanyalah Kyungsoo.Rasa kepeduliannya terhadap keadaan teman-temannya memang sangat tinggi,makanya kadang kedua temannya itu meledeknya dengan sebutan ‘eomma’.

“Apa yang aneh dengan semuanya,Kyungsoo-ya? Dengar,dari sejak kau mengenalku kau tahu kan sifatku memang seperti ini? Aishh kau seperti orang yang baru menegnalku saja.” Baekhyun terkikik pelan menepuk pundak Kyungsoo sebelum akhirnya ia berlalu.

Itulah kejadian dimana Kyungsoo memutuskan bertanya apa yang tengah terjadi dengan diri Baekhyun.Tapi dasar Baekhyun, ia bukan orang yang gampang diajak bicara serius.Kyungsoo pun memutuskan untuk tak terlalu memusingkan masalah itu,ia hanya akan melihat sampai sejauh mana namja ini akan berubah.Mungkin saja sekarang Baekhyun sedang kerasukan setan jahat dan sebentar lagi malaikat akan datang menyadarkannya lagi.

Kedua tangan Hyunchan terlipat di atas meja dan kepalanya pun bersandar di lengannya.Matanya terpejam,sepertinya ia tengah tertidur pulas.Keadaan kelas telah sepi,meninggalkan kesunyian yang semakin membuat gadis itu terlelap.Ia menunggu Baekhyun.Segala pertanyaan-pertanyan yang terus saja mengganggunya soal perubahan Baekhyun sudah tak bisa membuatnya menunggu lagi. Ia betul-betul tak mengerti dimana kesalahan yang mengakibatkan semuanya perubahan itu.

Matahari nampak mulai ingin kembali ke peraduannya.Proses-proses bimbingan belajar bagi siswa tingkat akhir sejak tiga jam yang lalu telah usai.Sekolah mulai nampak sunyi,hanya tersisa sekelompok murid di ruang-ruang ekskul.Seperti biasa,setelah bolos Baekhyun akan kembali ke sekolah lagi hanya untuk mengambil tasnya.Setelah ini dia masih ada acara lain dengan kumpulannya di club di daerah Gangnam.Derap langkahnya memantul di ruang kelas tersebut.Pemandangan aneh dengan seorang gadis yang tengah tertidur pulas di ruang kelasnya mencuri perhatiannya.Dari kejauhan ia bisa tahu itu adalah Hyunchan,melihat dari posisi bangkunya yang terletak di belakang bangku Baekhyun.Dengan langkah yang pelan namja itu mendakati posisi Hyunchan.

Alisnya bertaut.Tak biasanya Hyunchan tertidur di kelas ketika jam pulang.Di tatapnya wajah yang tengah tertidur pulas itu.Bias oranye kemerah-merahan dari cahaya matahari yang hampir terbenam  menembus  kaca jendela tepat di samping Hyunchan,menerpa rambut hitamnya.Jemari lentik itu  perlahan menarik gorden jendela agar sang yeoja yang tertidur di hadapannya tak terusik dari tidur pulasnya.

Lama  Baekhyun menatap Hyunchan  dengan tatapan kosong.Sebuah rasa senang muncul di dalam dirinya kala menatap wajah itu.Seolah sudah seabad ia tak pernah menatapnya lagi.Disingkarnya poni yang menutupi sebagian waja sang gadis.Larut dalam khayalannya,perlahan tanpa ia sadari kepalanya membungkuk mendekati sosok wanita yang tidur dengan asyiknya.Seolah ada aliran magnet yang menariknya,ia semakin memperdekat jaraknya dengan yeoja itu  sampai-sampai penatulan nafasnya dapat ia rasakan sendiri.Tinggal beberapa centi  lagi sebelum ia mencium yeoja itu,ia terdiam sejenak.

Jantungnya lagi-lagi berpacu tak karuan.Aliran darahnya seolah terkumpul diwajahany,membuatnya terasa panas.Jakunnya nampak bergerak turun lalu kembali lagi ke posisi awalnya,kegugupan sedang melandanya.Namun ia berusaha mengendalikan dirinya,agar tidak berbuat terlalu jauh.Apa yang hendak ia lakukan itu adalah salah dan tidak semestinya terjadi.Di jauhkannya secepat mungkin wajahnya kembali ke posisi normal.Ia tercengang sejenak dengan apa yang baru saja hendak ia lakukan.Baekhyun benar-benar tak berniat melakukan itu,namun ada sebuah dorongan dari dalam dirinya yang hampir saja membuatnya melakukan hal berbahaya lagi.

Kepala Hyunchan perlahan bergerak tanda dia tengah terbangun dari tidurnya.Dengan sigap Baekhyun bergerak menuju bangkunya dan mengambil tasnya bersiap-siap ingin pergi.

“Kelas bimbingan berakhir hari ini,kenapa kau tak masuk?” Suara berat khas orang yang baru saja bangun tidur menghentikan langkah Baekhyun.

“Ada hal penting yang harus ku kerjakan.” Ucap namja itu datar masih dalam posisi membelakanginya dengan ransel di pundaknya.Ia berusaha terdengar sedingin mungkin dihadapan Hyunchan.

“Hal penting?” ia tersenyum sarkastik.

“ Memangnya hal apa yang lebih penting dari menjadi murid baik yang mengikuti proses belajar sewajarnya dan lulus dengan nilai memuaskan? bermain bersama-wanita-wanita yang tak jelas?Itu yang kau maksud dengan hal penting?”

Ada rasa cemburu,kecewa,marah,dan sedih di setiap kata-katanya.Posisinya sekarang tak duduk lagi namun tengah berdiri menatap punggung Baekhyun.

“Mwo?Kau bilang apa?” Tubuh kurus itu berbalik menatap Hyunchan dengan ekspresi herannya.Nadanya naik seoktaf dari sebelumnya.

“Apa yang salah dengan mu?Kurasa kemarin-kemarin semuanya mulai membaik,dan sekarang entah apa yang terjadi padamu hingga kau berubah seperti ini.

Mata Baekhyun melotot.Setiap kata yang keluar dari mulut gadis itu membuatnya terkejut.Kejadian ini seolah mengingatkannya ke masa ketika Ia baru mengenal Hyunchan.Saat gadis pendiam dan misterius itu tiba-tiba saja membentakknya dan menegur tingkahlakunya,padahal jika dilihat dari luar Hyunchan bukanlah type orang yang akan berbuat begitu.

“Ada apa dengan mu?Aku betul-betul tak mengerti apa yang kau bicarakan.” Ujar Baekhyun meskipun ia tahu kemana arah pembicaraan Hyunchan.

“Sepertinya kau masih setengah berada di bawah alam mimpi mu.Kusarankan kau pulang dan melanjutkan istirahat mu di rumah.Aku masih banyak banyak urusan.” Ucapnya membungkuk sedikit lalu hendak meninggalkan Hyuchan.

“Aku benar benar tak mengerti?Apakah kau merasa tak nyaman dengan berperan sebagai anak baik yang menjalani kehidupannya dnegna baik?Apakah ketika kau menyandang gelar ‘Lelaki dengan segudang wanita’ barulah kau merasa bahwa itulah artinya kehidupan?! Apakah dengan berperan sebagai anak kaya yang hanya tahu bersenang-senang tanpa memikirkan masa depan mu,membuat mu sangat bahagia?! ” Hyunchan melanjutkan ucapannya tanpa menjawab pertanyaan Baekhyun.Dari nadanya ia tampak frustasi.Sangat.

“Kau berubah.Berubah menjadi orang yang buruk lagi.Wae? Apa yang salah dari semuanya?” Kalimat terahir yeoja itu terdengar seperti bisikan namun masih sanggup ditangkap oleh pendnegaran Baekhyun.

Kata-kata itu sukses menghentikan Baekhyun untuk melangkah lebih jauh lagi.Keduanya terdiam menyisakan kesunyian yang di isi setiap tarikan dan hembusan nafas keduanya.Hyunchan tampak berusaha mengatur nafasnya.Rasa marah dan kecewa membuatnya benar-benar lepas kendali terhadapa ucapan yang seharusnya tak ia keluarkan.

Baekhyun tertawa singkat,entah menertawai dirinya yang terkejut atau Hyunchan yang sungguh diluar dugaan mengucapkan kata-kata seperti itu padanya.Baekhyun berjalan mendekati posisi yeoja itu.

“Aku tak tahu apa yang telah terjadi padamu,tapi kurasa  aku tak harus memberikan mu alasan yang kau minta dan kaupun tak berhak mengetahui alasan ku.”

“Kau hanya seseorang yang pernah menjadi pengajar ku dan kaupun cukup tahu dimana batas pertanyaan untuk posisi  mu.Nada pertanyaan mu itu tampaknya lebih pantas dimiliki untuk seseorang yang memiliki posisi hubungan dekat.Dan kau pasti tahu betul,kita tidak didalam posisi yang seperti itu.”

Yeoja itu menatap wajah Baekhyun sejenak sebelum akhirnya ia memilih untuk menatap lantai yang ia tapaki.Yah,ia tahu dirinya dan Baekhyun sama sekali jauh dari posisi seperti itu dan ia punmerasa pertanyaan yang baru saja ia lontarkan sama sekali tak pantas untuk dipertanyakan dengan nada demikian.tapi seperti yang sudah ia katakan.Dirinya lepas kendali.Kata-kata itu meluncur begitu saja.

“atau jangan jangan kau berfikir kita sudah hampir berada pada posisi itu?”

“Kau menyukai ku?” ucapnya namja itu tepat sasaran.

Kepala yang sedari tadi menunduk itu sontak terangkat mendnegar tebakan yang sepertinya memang hampir benar.Ruang kelas nampak mulai gelap kehilangan penererangan.Sayangnya karena hal itulah,walaupun Baekhyun dalam keadaan menatap Hyunchan tapi ia tak dapat menagkap sorotan seperti apa yang Hyunchan lontarkan padanya.

Apakah Hyunchan memang menyukai lelaki bermarga Byun itu,ia sendiri pun masih ragu.Ia belum bisa mengartikan bahwa apa yang selama ini dia rasakan adalah rasa suka yang lebih.Lagipula ia tidak berada didalam posisi yang boleh memiliki perasaan pada Baekhyun.

Derap kaki dari lelaki di hadapannya semakin memperkecil jarak keduanya membuat jemari siswi itu bergetar.Sebuah deringan terdengar dari  saku namja itu.Namun deringan ponsel itu sepertinya belum bisa menghentikan langkah namja itu.Ia terus melangkah,namun deringan itupun sepertinya tak mau kalah juga.Hingga pada akhirnya Baekhyun terpaksa harus berhenti dan mengangkat ponselnya.

Hyunchan hanya mampu mendnegar suara samar-samar dari si penelpon ,selanjutnya didapatinya Baekhyun hanya berkata pada si penelpon bahwa temannya itu harus menunggu sebentar karena dirinya sudah di perjalanan. Setelah itu ponsel itu ia nonakifkan dan memasukkannya kembali ke sakunya.

“Maaf.”

Kata yang terlontar dari mulut yeoja itu membuat kepala Baekhyun kembali terfokus pada wanita yang ada di depannya.

“Kau benar.Sepertinya kondisi ku memang sedang tidak stabil.Aku menarik semua kata-kata ku sebelumnya dan anggap saja percakapan ini tak pernah ada.”

Mulut Baekhyun tertutup rapat-rapat.Kata-kata yanga akan ia lontarkan seolah tercekat di tenggorokannya.

“Percakapan ini benar-benar konyol.” Yeoja itu tertawa,tetapi bukan tawa bahagia.Disetiap nadanya siapa saja bisa mendengar ada bentuk kesedihan.

Baekhyun masih mematung.Ia tak bisa bertindak apa-apa,seolah setiap gerakan Hyunchan terlalu cepat.Hyunchan meraih ransel coklatnya yang sedari tadi terletak manis di bangkunya.

“Aku pergi.Maaf sudah menyita waktu berharga mu…….Baekhyun-ssi.”

Gadis itu meninggalkan ruang kelas 3-3,menyisakan Baekhyun yang terkejut dengan kata terakhir di kalimat Hyunchan.

Namja itu tercengang.”Baekhyun-ssi”.kata terakhir yang di ucapkan Hyunchan entah mengapa menusuk ulu hatinya.Ingat,dulu ia pernah menyuruh Hyunchan agar mengganti akhiran ssi dengan –ah di belakang namanya.Ssi, jika kata ini kau berikan pada teman sebaya mu,maka artinya kau bukanlah orang yang dekat dengan mereka,melainkan hanya orang asing yang hanya saling mengetahui nama saja. Itu berarti,mulai sekrang bagi Hyuncha, Baekhyun adalah orang asing.Meskipun namja itu seharusnya senang jika sekarang meerka menjadi orang asing satu sama lain,namun perasaannya tak bereaksi seperti itu.

Ucapan itu terngiang-ngiang di otaknya membuat Baekhyun semakin frustasi.Percakapannya beberapa detik yang lalu dengan Hyunchan  terangkai kembali.Ia terheran sendiri.Kenapa ia bisa berbica seperti itu terhadap Hyunchan.Ia merasa apa yang dikatakannya tak sepenuhnya sesuatu yang ingin perasaannya utarakan.

Hatinya sakit dan ini untuk yang pertama kali di sebabkan oleh seorang yeoja.Namun ia tetap saja tak mengerti kenapa ia bisa merasakan hal demikian.

***

Baekhyun  meletakkan sembarangan kaleng minuman yang telah tak berisi itu.Tangannya meraih satu minuman kaleng lagi untuk di buka.Suara khas ala minuman kaleng yang terbuka terdengar ketika ia menarik pembuka kalengnya.Di teguknya minuman bersoda berwarna coklat itu sambil menatap kedepan.Ia terduduk di  deretan anak tangga kecil yang dibangun di sepanjang lapangan sepak bola di sekolahnya. Menikmati pemandangan Kyungsoo bersama penghuni club bola lainnya sedang berlatih untuk pertandingan antar sekolah musim Semi ini.Yah,meskipun Do Kyungsoo berbadan sedikit pendek dibanding yang lain tapi jangan salah ia mempunyai kecepatan lari yang bagus dengan skill permainan bola yang tak bisa diremehkan.

Gas  karbon dioksida menyusup keluar melalui  sela-sela kedua bibirnya .Manik hitam itu menatap ke arah lapangan sepak bola yang terbentang di hadapannya.Untuk pertamakalinya di jam-jam kosong seperti ini ia menemani Kyungsoo latihan sepak bola,padahal biasanya di saat-saat seperti ini orang-orang akan sulit menemukannya karena yah, apalagi kalau ia tidak berbolos ataupun berduaan dengan wanita yang tempo hari baru saja ia kencani.

Otaknya sedikit banyak fikiran dan ia sama sekali tidak di dalam mood yang baik untuk berkencan ataupun bermesraan dengan wanita yang sebenarnya lebih pantas disebut ‘koleksi terbarunya’.Setelah inseden 2 hari yang lalu di kelas berama Shin Hyunchan,kepalanya seolah terasa sangat berat dengan fikiran-fikiran yang sma sekali tak bisa ia cerna.Yeoja itu benar-benar tak pernah mengusiknya lagi sejak pertengkaran itu.Bahkan parahnya jangankan berbicara, menatap Baekhyun saja ia tak pernah.Yeoja itu benar-benar menganggap Baekhyun tak ada di dunia ini.

Yang paling terburuk dari semuanya,Hyunchan terlihat semakin akrab dengan namja yang saat ini sedang bermain sibuk dengan bolanya,Do Kyungsoo.Baekhyun tak menampik,ia sedikit kesal setiap kali  suara percakapan  Kyungsoo dan Hyunchan memenuhi kupingnya.Ia benci itu.Tapi yang paling dia benci di atas semuanya adalah perasan bencinya sendiri terhadap hal-hal seperti itu.

“Aishhh.” Baekhyun menggeram kesal  terhadap apapun  ia pikirkan sekarang.

“hei~” Tiba-tiba bocah tinggi dengan senyuman paling menakutkan di dunia muncul dan menepuk pundaknya . Tanpa menunggu sapaan balik dari Baekhyun,dia  langsung menempatkan dirinya duduk tepat di sebelah Baekhyun.

Baekhyun hanya menoleh sejenak sambil melemparkan senyum sekilas kearah makhluk yang tak lain dan tak bukan adalah Park  Chanyeol.Baekhyun baru sadar beberapa hari terakhir ini ia sangat jarang bercakap dengan  Chanyeol dan ini untuk pertama kalinya mereka kembali memulai percakapan lagi.

“rasanya sudah lama kita tak berbicara.Aigoo~ kurasa aku merindukan mu Byun Baekhyun.”  Chanyeol  merangkul pundak namja yang mempunayi tinggi yang begitu kontras dengannya itu.

“Ya!” protes Baekhyun sambil melepaskan dirinya dari rangkulan  Chanyeol.

Melihat reaksi Baekhyun ia hanya tertawa kecil menanggapi.Tangannya mengambil kaleng minuman milik Baekhyun yang memang tinggal satu.Dibukanya minuman tersebut,lalu di teguknya sebelum ia kembali menatap lapangan dimana Kyungsoo masih sibuk menggiring bola secara zig zag melewat rintangan yang telah disediakan.

Lama keheningan melanda keduanya hingga Baekhyun mulai membuka percakapan.

“Kudengar dari Kyungsoo,kau ada masalah dengan Jisun?”

Chanyeol yang tengah asik meneguk minuman gratisannya,berhenti seketika dan menjauhkan kaleng berwarna merah itu dari mulutnya.

Memang ini terdengar aneh.Ia justru tahu kabar tentang hubungan saudarinya dari mulut sahabatnya dan bukan dari mulut adiknya sendiri.Bukan karena ia dan Jisun tidak dalam hubungan yang  akrab untuk membicarakan hal seperti itu,tapi ia mungkin kurang peka terhadap kondisi adik satu-satunya karena ia pun sendiri punya masalah dengan hidupnya.Lagi pula Jisun bukan type orang yang akan berkeluh kesah terhadapnya apalagi jika menyangkun hubungan pribadinya.

“Dia akan memutuskan pertunangan kami.” Jawab  Chanyeol dengan berat dan diakhiri dengan helaan nafas di akhir.

Baekhyun menoleh untuk memastikan air muka wajah sahabatnya,dan sepertinya ia salah mengambil langkah dengan membahas topik sensitif seperti ini. Namja yang menurut orang tidak akan pernah memiliki ekspresi sedih,sekarang jsutru benar-benar tampak murung.Tapi kenapa  Chanyeol harus murung? dia dan Kyungsoo tahu betul sekalipun  Chanyeol tak pernah mengatakannya.Mereka tahu namja itu tak benar-benar punya rasa terhadap Jisun saat perencanaan pertunangan itu.

“Bukankah ini hal yang bagus,Yeol? Maksud ku dengan begini kau tak perlu mencari cara dan merasa tak enak hati memutuskan pertunangan kalian,betul kan?

Chanyeol menoleh sejenak kea rah Baekhyun lalu kembali memandang kea rah lain.

“Seharusnya memang seperti itu.Tapi.. entahlah. “ Lagi-lagi siswa jangkung itu menghela nafas untuk yang kesekian kalinya.

“Tanpa sadar,sepertinya aku mulai menyukainya.”

Dan pengakuan  Chanyeol itu cukup membuat Baekhyun terkejut.Ia tahu betul bagaimana sejarah hubungan Jisun dan  Chanyeol sejak awal.ia tahu mengenai namja itu yang hanya menganggap adiknya tak lebih dari seorang adik kecil.ia tahu bagaimana  Chanyeol tak bisa menolak perjodohan mereka.Meskipun  Chanyeol tak pernah secara langsung mengatakan padanya,tapi  persahabtannya dengan namja itu selama bertahun-tahun cukup membuatnya dapat menebak isi fikiran dari namja itu tanpa perlu ia berkata.Dan ketika   Chanyeol mengatakan bahwa ia mulai menyukai Jisun,sedikit rasa senang menyelimutinya.paling tidak sekarang  Chanyeol seudah menemui titik temu dari perjalanan kisah cintanya.Dan sekarang tersisalah dirinya yang masih bingung dngan perasaannya sendiri.

“Bagaimana kau bisa yakin bahwa kau menyukainya?”

“Ini sedikit susah untuk dijelaskan tapi kau tahu, tanda-tanda yang biasa kita baca di novel romance ataupun kita lihat dari drama ketika seseorang masuk kedalam tahap yang dinamakan jatuh cinta,semuanya ternyata benar-benar kenyataan.Hal-hal speerti itulah yang kurasakan.”

Chanyeol menatap langit seolah berusaha mendeskripsikan apa yang selama ini ia rasakan terhadap Jisun.

“Saat  bersamanya tanpa kau sadari kau merasa senang meskipun hari itu kau mungkin mengalami sesuatu yang kurang baik.Saat berada di dekatnya ataupun hanya bersentuhan dengan kulitnya kau akan merasa seperti tersengat listrik dan ada susuatu yang aneh terjadi di dalam perut mu.”

Baekhyun menatap mata namja itu yang seolah berseri-seri menceritakan semua yang ia rasakan.Pandangannya teralihkan ke atas,menatap suasana langit yang sedikit berawan.Telinganya memang masih menangkap suara bass milik Park  Chanyeol namun fikirannya kini sudah melayang ke satu sosok.Shin Hyunchan.Ia mulai membayangkan rerentetatan kejadian ataupun perasaan-perasaan aneh yang ia pun tak mengerti,ketika berada dekat dengan gadis itu.Setiap perkataan yang  Chanyeol lontarkan seolah sama persis dengan apa yang ia alami.

“Ketika kau merasa kau menyakitinya,kau akan memiliki perasaan yang bahkan lebih sakit dari yang bisa kau bayangkan.Bukan rasa sakit karena kau merasa bersalah layaknya bersalah ketika kau melukai perasaan orang biasa.Tapi rasa sakit  seolah kau juga menyakiti sebagian dari jiwa mu.”

Fikiran Baekhyun kembali melayang ke insiden pertengkarannya dengan Hyunchan beberapa hari yang lalu. Namja itu akhirnya menyadari mengapa ia bisa merasakan sakit sesaat setelah gadis itu meninggalkannya sendirian di kelas.Sorot bola mata hitam milik Hyunchan saat itu jelas mengungkapkan bahwa ia tak hanya kecewa namun  lebih besar dari pada itu,ia tersakiti dengan semua perkataan yang di ucapkan Baekhyun padanya.Ia telah menyakiti Hyunchan dank arena itulah ia juga merasa sakit di sisi lain dirinya.

“sayangnya aku terlambat menyadari semuanya hingga keadaan menjadi begitu sulit dan rumit untuk mencari jalan keluarnya.”

Chanyeol menghela nafas dengan berat di akhir kalimatnya.Kepalaya masih mendongak ke atas,berusaha memasukkan air mata yang kini mulai menggenangi pelupuk  matanya.Sementara Baekhyun yang tadinya asik dengan fikirannya,mulai kembali memfokuskan dirinya terhadap  Chanyeol.

“Hei~ Jangan menyerah begitu.Ini belum garis finish,Yeol.Sepertinya Jisun belum memberitahukan appa mengenai masalah pertungan kalian dan aku yakin,kau masih punya kesempatan.” Baekhyun menepuk pundak sahabatnya berusaha memberikan kata-kata yang  bisa membuat  Chanyeol kembali bersemangat.

“Kesempatan? Heh.”  Chanyeol tersenyum miris.

“Orang bilang kesempatan hanya datang sekali dan jikapun ada kesempatan kedua maka itu hanya bonus.Aku sudah menyia-nyiakan keduanya.Apalagi yang bisa aku harapkan?Kesempatan ke tiga? Sayanganya tidak ada yang namanya kesempatan ketiga.”

“Kalau tidak ada,maka buatlah kesempatan itu menjadi ada.”

Chanyeol menoleh kea rah Baekhyun,ia cukup tercengan dengan kata-kata yang keluar dari sahabat playboynya itu.

“Cobalah.Aku yakin sebesar apa pun kemarahan Jisun padamu,sebesar apapun rasa kecewanya padamu, jangan pernah lupakan bahwa dia menyukaimu bukan kemarin hari, tapi bertahun-tahun lamanya.Rasa yang ia bangun selama bertahun-tahun itu aku yakin masih cukup kokoh untuk menanggulangi rasa kecewa dan kemarahannya.Kau hanya perlu buktikan padanya bahwa perasaanmu itu bisa menjadi alasan agar bangunan itu bisa lebih kokoh lagi.”

“Aku akan memikirkannya.” Suara bas itu kembali memasuki lubang telinganya setelah sempat terjadi jedah beberapa saat.

Tak ada tanggapan lain lagi yang keluar dari mulut  Chanyeol,yang ada hanya ribut-ribut dari para angota club bola yang lagi bersemangat-semangatnya latihan. Chanyeol terdiam,memikirkan kata-kata yang baru saja diucapkan oleh kawannya.Punggungnya membungkuk dengan kedua lengannya berada di atas lututnya.

Sementara Baekhyun kembali meneguk minuman sodanya,menatap kedepan .Meskipun ia sebenarnya tak terlalu perduli dengan apa yang terjadi dihadapannya.Tangannya menopang punggungny ayang sedikit kebelakang sambil menselonjorkan kaki jenjangnya di atas deretan anak tangga kecil yang ia tempati duduk saat ini.

“Kau sendiri,belakangan ini apa yang terjadi dengan mu?”

Alis tebal milik Baekhyun bertaut satu sama lain mendengar pertanyaan  Chanyeol.

“Maksudmu? Setahuku belakangan ini tak ada yang terjadi dengan ku.”

Chanyeol menanggapi jawaban Baekhyun dengan cekikikan kecil.

“Pabbo!kau fikir aku tidak bisa melihatnya ,Baek?”

“Kulihat belakangan ini kau sedikit aneh dengan Hyunchan.Dan yang paling aneh dari semuanya,sepertinya Byun Baekhyun si playboy sekolah sudah kembali mencari mangsa lagi.” Kekehan kecil terdengaar dari pita suara namja itu.

“Apa-apan kau?Perumpamaan mu itu terlalu berlebihan,Yeol.” Baekhyun mendorong pelan badan  Chanyeol lalu sedetik kemudian mereka tertawa.

“Aishh..kenapa semua protes tentang sikap ku.Hei~ Tidak ada yang aneh dengan semuanya.” Baekhyun berusaha menjelaskan dengan alasan logis,yah meskipun sebenarnya semua pembelaannya itu tak ada yang benar.

“Memangnya hanya karena beberapa waktu terakhir ini kau tak melihatku bermain wnaita lagi lantas kalian menganggap Byun Baekhyun ini sudah bertaubat?heh,tidak akan semudah itu.” Kebohongan pertama.

“dan untuk Hyunchan, aku salah sikap dimana?Kurasa sikapku terhadapnya normal-normal saja.” Kebohongan kedua.

“ Belakangan ini kulihat kau tak pernah bertegur sapa dengannya.Apa itu normal? Maksudku kalian bukan orang asing satu sama lain lagi.Kau dan dia sempat menjadi dekat dengan bimbingan belajar itu dan setelah semuanya selesai kenapa sepertinya kalian jadi orang asing lagi.”

“Aishh kau ini banyak omong Park  Chanyeol!Memangnya ada peraturan ,setelah Hyunchan menjadi pembimbing ku aku harus lebih akrab dengannya ,begitu? Sudahlah aku tak mau membahas hal ini lagi.Lagi pula kenapa kau ambil pusing mengenai aku dan Hyunchan?” Dari nada ucapannya  Baekhyun terlihat kesal dan  Chanyeol menyadari itu.

“Hei~ kenapa kau jadi marah begitu? Aku kan bertanya baik-baik.”  Chanyeol memanyunkan mulutnya ikut kesal.

Baekhyun tak merespon lagi ucapan namja jangkung disampingnya,karena sekarang ada hal menarik lainnya yang mengalihkan perhatiannya.Yeoja yang baru saja ia diskusikan dengan  Chanyeol.Shin Hyunchan.Seperti ekspresi biasanya,tenang dan tak mau ambil pusing dengan sekitarnya,yeoja yang mengenakan rok di balut lagging hitam seperti style biasanya,berjalan tak jauh dari lapangan sepak bola.beberapa tumpukan buku tebal di topang oleh kedua telapak tangannya.Sepertinya ia sedang ingin menuju ke perpustakaan.Belum cukup puas ia memandang gadis itu,tiba-tiba musibah siap menghampiri sang gadis.Sebuah bola yang berasal dari tengah lapangan sepak bola melayanag jauh menuju kea rah gadis itu.

“Awas!” Teriak kompak beberapa pemain sepak bola di lapangan itu tak terkecuali Baekhyun.

Tapi sayangnya suara semuanya tak sempat menyelamatkan Hyunchan dari  pukulan bola tersebut.Buktinya sekarang ia sudah terduduk di jalanan sambil memegang kepalanya dengan buku-buku tebal yang sudah tak karuan bentuknya.

Baekhyun ingin kesana,namun langkahnya tertahan ketika dilihanya namja yang tak beda jauh tingginya dengan dirinya,dengan seragam bola bernomor  11 bertuliskan Do Kyungsoo berlari menghampiri gadis tersebut.

“Wow,apa yang terjadi barusan?” heran  Chanyeol yang memang tak melihat kejiannya secara jelas.

Saat matanya menagkap Hyunchan yang sudah terdudk di jalanan,tubuh raksasa itu berangsur berdiri tegak ingin menghampiri Hyunchan.

“Apa yag kau lakukan? Di sini saja!” Ucap Baekhyun.Ia tak ingin  Chanyeol juga ikut kesana dan meninggalkannya sendiri dengan segala kerumitan perasaannya saat ini.

Perasaannya benar-benar rumit dan anehnya ia tak tahu kenapa? Seharusnya ia tak terlalu memikirkan hal yang menimpa Hyunchan.Siapa Hyunchan? Gadis itu bukanlah siapa-siapanya.Namun otaknya sungguh tak sejalan dengan perasaannya.Jauh didalam dirinya,ia sangat ingin berlari kesana,memastikan gadis itu baik-baik saja dan tak terluka sedikit pun.

Dilihatnya Kyungsoo membungkuk dan meminta maaf kepada Hyunchan.Tak lama setelahnya tangan namja itu menyentuh lengan lalu ke kepala Hyunchan,dan itu sukses membuat pupil  Baekhyun membesar.Mungkin maksud Kyungsoo baik,dia ingin memastikan yeoja tak terluka sedikit pun.Tapi belakangan ini setiap adegan Kyungsoo dan Hyunchan membuat Baekhyun sedikit lebih sensitif dan selalu kesal.

Tanpa ia sadar,kaleng minuman bersoda berwarna merah yang dimunumnya tadi,sudah tak berbentuk seperti aslinya akibat genggamannya.

“Aku pergi.Katakan pada Kyungsoo aku ada urusan.” Tanpa mau mendengar ucapan  Chanyeol selanjutnya,namja itu terus melangkah cepat dengan nafas yang masih tak beraturan.

“ya! Mau kemana kau!” Suara  Chanyeol mungkin masih dapat ditangkap oleh telinga Baekhyun ,tapi namja itu sudah kehilangan kendalinya dan sama sekali tak ingin bersuara.

“Ck,dasar aneh!” namja itu mengernyitkan dahinya ketika melihat kaleng minuman yang setengah penyot tak jauh darinya.” Ada apa dengannya?”  Ucap  Chanyeol sambil memandangi punggung namja pendek itu menjauh dan menghilang dari pandnagannya.

***

Hyunchan terduduk menghadap jendela besar apartemen pemberian Suho sambil menyesap kopinya.Memandang lampu-lampu gedung,kendaraan,jalan,dan yang lainnya sebagai  persembahan dari kota  seoul di malam hari.Di letakkanya cangkir putih itu tepat di atas meja kecil yang bertema minimalis sama dengan kursi yang ia duduki sekarang.Matanya kembali  memandang keluar jendela.Melihat pantulan seorang wanita dengan gurat kesedihan,ketakutan,kekecewaan,bercampur menjadi satu.Waktu yang tersisa tak banyak lagi.Perjalanan 49 hari akan segera berakhir dan semuanya justru bertambah buruk.Ia menghela nafas,meninggalkan bekas karbon dioksida tersebut menempel di jendela membuat pantulan wajahnya memudar sedikit.

Tanpa menunggu hari itu tiba ia sudah yakin seperti apakah akhir dari semuanya.Kegagalan.Seharusnya dari awal ia tak memilih perjalan ini.Hasilnya sudah terlihat jelas,bahwa pada akhirnya ia akan tetap gagal.Kalau difikir-fikir sulit membayangkan seorang Shin Hyunchan yang introvert,anti sosial,aneh dan julukan lainnya,bisa berhasil menjalankan misi ini mengubah sifat orang sejenis Baekhyun dalam waktu 49 hari.Mustahil.

Ia hanya membuang-buang waktunya,menguras tenaganya, tanpa tercapainya hasil yang ia inginkan.Yeoja itu kesal.Kesal pada Baekhyun yang dikiranya sudah sedikit berubah,dan tiba-tiba saja semuanya menjadi jelas bahwa namja itu hanya berlakon saja.Kesal pada dirinya yang seharusnya bisa memanfaatkan kesempatan ini demi hidup kembali.Kesal pada supir yang menyebabkannya harus berhadapan dengan malaikat yan bernama Suho.Dan kesal pada takdirnya,bahwa di tengah proses kematiannya pun ia masih disulitkan seolah penderitaannya sejak kecil belum cukup untuk membuat sang takdir menikmati pertujukan kehidupan anak manusia ini.

Pertengkaran tempo hari dengan Baekhyun,sudah cukup menjadi alasannya kenapa ia memutuskan akan menyerah sampai disini.Kesempatannya dengan Baekhyun sudah tertutup.Petengkaran itu sudah memperjelas batasan antara mereka dan Hyunchan tak ingin mengusik namja itu lagi.Sekarang ia hanya perlu sedikit menikmati sisa hidupnya yang tak lebih dari 2 minggu lagi.Menghirup sebanyak-banyaknya oksigen.Melihat-lihat pemandangan yang mungkin saja tak bisa ia lihat lagi kelak.Memperbaiki hubungannya dengan orang-orang yang sempat menjadi teman seperjalanannya di hidup 49 harinya.Do Kyungsoo,Park  Chanyeol,Yoon Jisun dan….Byun Baekhyun.

Khusus untuk namja yang terakhir itu,dia memang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengusiknya lagi.Tapi paling tidak ia hanya ingin mengucapkan selamat tinggal,pergi dengan kesan yang baik,meskipun ia atupun orang-orang yang ia sebutkan tadi tak akan pernah bisa mengingat satu sama lain pada akhirnya.

Dipandangnya buku catatan kecil yang seminggu sebelum hubungan ‘pembimbing-murid’ berakhir,dimintai tolong oleh Baekhyun untuk diisikan catatan-catatan penting . Hanya ini hal yang bisa ia lakukan untuk Bekhyun.Ia berharap dengan buku ini,Baekhyun sedikit lebih muda belajar menghadapi ujian kelulusan nanti.Meskipun Baekhyun memang tak akan berubah menjadi anak baik yang akan membuatnya mendapatkan hidupnya kembali,tapi paling tidak jika anak itu lulus dengan baik berkat bantuannya itu sudah cukup untuk Hyunchan.Ia akan memberikan buku ini secepatnya,paling tidak sebelum ujian berlangsung.

***

Jisun memasukkan beberapa buku catatan yang masih berserakan di mejanya.Kelasnya sudah kosong,dan ia harus terlambat pulang hanya karena Nona Han hendak membicarakan soal persiapan dance di upacara kelulusan murid kelas tiga nanti.

Ia menghela nafas berat diiringi jemarinya yang mengusap peluh di keningnya.Setelah ini ia akan pulang  menghabiskan waktunya dengan mendekam di balik selimut.Tidur selama mungkin hingga hari akan terasa cepat berlalu.Itulah aktivitasnya belakangan ini.Semenjak memutuskan untuk menjauh dari namja yang bernama Park  Chanyeol,semua daftar kegiatan-kegiatan  yang ia lakukan jadi berantakan,karena hampir dari seluruhnya dia habiskan bersama  Chanyeol.

Diraihnya ransel mini berwarna pink itu dengan malas.Kakinya melangkahi keramik-keramik putih yang menjadi sebuah dekorasi lantai yang indah di dalam ruang kelasnya.Tinggal beberapa langkah lagi ia menjangkau pintu kelas berwarna coklat pekat itu,sebelum sebuah sosok tinggi dengan mata bulatnya berdiri di depan pintu.Cahaya matahari yang memancar dari belakang orang itu sempat menyulitkan Jisun untuk menyadari siapakah orang itu.Hingga kemudian ketika sosok tersebut mendekatkan dirinya dengan posisi dimana Jisun terdiam,barulah yeoja itu sadar bahwa ia mengenal sosok ini.Bahkan sangat mengenalnya dengan baik.Park  Chanyeol.

Tak ada suara keluar dari mulut keduanya. Yang ada hanyalah mata keduanya yang saling menatap seolah berbicara sesuatu.

Tak ada  Jisun yang akan berlari dengan senyum sumringah dan langsung menggamit lengan  Chanyeol kala namja itu menghampirinya.Tak ada rengekan manja yang keluar dari mulut yeoja itu agar  Chanyeol hendak menemaninya jalan-jalan dulu sebelum pulang ke rumah.Dan lebih menyakitkan lagi tak ada sapaan ‘Annyeong oppa?Bagaimana kegiatan mu tadi?Apakah semuanya berjalan baik hari ini?”

Semua gambaran ini kini hanya tinggallah sebagai sekumpulan kenangan yang hanya bisa membuat bibirnya tersenyum miris.

Merasa aura di sekitarnya mulai tak enak,Jisun akhirnya memutuskan untuk berhenti lebih dulu dari adegan tatap menatap itu.Ia memutar bola matanya dan melangkah seolah tak ada  Chanyeol di situ.Akhir-akhir ini,sejak kejadian dimana ia melihat namja yang entah sudah berapa lama ia sukai itu mencium gadis lain,ia berusaha untuk menghindarinya.Mengabaikan teleponnya,tidak membalas pesannya,bahkan ketika  Chanyeol datang je rumahnya ia tak akan pernah menampakkan diri meskipun namja itu menggedor-gedor pintu kamarnya atau memilih memanjat tangga hingga ia sampai di balkon kamar Jisun.

Ia tak ingin mendengar penjelasan dalam bentuk apapun dari  Chanyeol.Apa yang sudah ia lihat telah menjelaskan semuanya dan ia sudah terlanjur kecewa pada namja itu.

“Tunggu sebentar.” Jemari besar  Chanyeol menggenggam erat jemari mungil Jisun,menahannya untuk berhenti melangkah.

Posisi mereka saling memunggungi,tanpa satupun dari mereka yang menolehkan kepala.

“Lepaskan.” Nada yang keluar dari mulut yeoja itu terdengar begitu dingin.

Bukannya mendengar perintah Jisun,tangan itu justru semakin mengeratkan genggamannya.

“Aku ingin bicara.”  Chanyeol membalikkan badannya menatap punggung Jisun yang tak jauh dari pandangannya.

“Aku tak punya waktu.”

Jisun ingin melepaskan genggaman namja itu tapi semakin ia memaksa untuk melepaskannya,semakin kuat genggaman itu.

“Dengan sangat hormat tuan Park  Chanyeol,kuminta lepaskan tangan mu dariku.” Jisun berbalik memberikan tatapan dingin yang tak pernah sekalipun ia lemparkan pada  Chanyeol.

“Tidak akan.Kau selalu menghindar belakangan ini dan aku tak tahu harus bagaimana lagi.Ku mohon Jisun-ah,beri aku waktu untuk bicara sedikit.”

“Sudah kubilang aku tak punya waktu.Aku harus segera menghadiri les piano—“

“Kau tak jadwal les piano di hari  rabu.” Potong namja itu ,membat kebohongan Jisun terkuak.Tapi yeoja itu belum menyerah sampai disini.Ia sepandai oppanya dalam membuat alternative alasan alasan di saat seperti ini.

“Maksudku les balet—“

“Itu hari kamis.”

Jisun mulai gugup.Kenapa ia begitu bodoh.Tentu saja  Chanyeol tahu betul semua jadwal lesnya,namja itukan yang selalu mengantarnya.”

“Maks—“

“Berhentilah membuat alasan-alasan yang tak jelas Jisun-ah.Aku tahu kau hanya ingin menghindariku.Sampai kapan kau akn terus menghindar?Masalah tak akan selesai jika kau begini  terus.”

Jisun terdiam.Mungkin memang lebih baik ia menyelesaikan ini semua agar ia tak perlu melihat  Chanyeol lagi.Lebih cepat lebih baik,bukan?

Genggaaman tangan  Chanyeol mulai mengendur dan Jisun mengambil kesempatan untuk membebaskan pergelangannya dari cengkraman jemari namja itu.

“Baiklah.15 menit.”

“Mwo? Itu terlalu singkat Jisun-ah.”

“10 menit.”

“Ya.. ya..Mwo?!”

“5 menit”

“Tahan..tahan.Ok baiklah.15 menit.”

Chanyeol akhirnya bernafas lega ketika yeoja itu berhenti menurunkan wkatunya.Tapi,sepertinya ada hal yang lebih buruk.

“satu..dua..tiga..—“Jisun terus berhitung,Menghitung setiap detik yang terlewatkan meskipun rasanya akan konyol jika ia harus menghitung hingga  detik ke 900.

“Ya!Apa yang kau lakukan?”  Chanyeol terlihat panic lagi.Ia benar-benar tak mengerti apa yang Jisun lakukan.

“Bukankah kau ingin bicara?Bicara saja….dua belas..tiga belas..empat belas..” yeoja itu menjawab dengan santainya dan terus menghitung detik demi detik.

“Bukan seperti itu maksud ku.Aku berbicara dan kau harus mendengarkan ku.” Tak ada tanggapan yang keluar dari mulut yeoja itu selain angka demi angka yang terus ia hitung dengan tatapan tanpa ekspresi.

“Jisun-ah.” Chayeol terlihat makin frustasi.Waktunya terus berlajalan dan ia belum mengatakan apaun yang menjadi tujuannya.

“BYUN JISUN! BISAKAH KAU DIAM SEBENTAR SAJA!” Suara bass yang menggema di dalam ruang kelas itu sukses menghentikan perhitungan detik oleh mulut Jisun.

Chanyeol tidak pernah berteriak padanya,jangankan setinggi ini, nada yang lebih rendah dari ini pun Ia tidak pernah.Menyadadari raut wajah Jisun yang terlihat ketakuan namja itu menghela nafas,mengusap jidatnya hingga keubun-ubunnya dengan telapak tangannya dengan kasar.

“Mianhae.” Ucapnya lembut menatap mata Jisun.

“Aku tak bermaksud seperti itu.Kau terus saja berbicara dan aku tak tahu bagaimana aku harus menghentiakn mu.Ku mohon,aku benar-benar serius Jisun-ah.Dengarkan aku.”

Chanyeol terdengar mengatur nafasnya akibat teriakannya tadi.”Soal apapun yang kau lihat malam itu di apartemen ku,itu benar-benar tak seperti yang kau fikirkan.Aku dan Jiyeon sama sekali tak memiliki hubungan lebih dari teman.Kami hanya teman baik.”

Chanyeol mulai membahas soal keajdian malam itu dan Jisun cukup terkejut ternyata namja itu mengetahui kedatangannya malam itu.Tapi ia sudah tidak terlalu pusing menyoal masalah tersebut.Yang ia tahu rasa kecewanya dan kekesalannya kembali muncul.

“Heh?Teman baik kata mu?Apakah teman baik berciuman?” Jisun mulai mendapatkan keberaniannnya lagi.

Chanyeol mengungkit lagi kejadian yang membuat merasakan sakit yang tak pernah ia rasakan selama ia hidup dan dengan begitu emosinya benar-benar terpancing lagi.

“Aku baru tahu ciuman juga diberlakukan untuk orang yang sebatas teman baik.” Jisun menunjukkan raut muka lugunya,namun di setiap kata yang ia ucapkan ada kekesalan yang tertahan di dalamnya.

“Aku sama sekali tak pernah ada niat menciumnya.Dia yang menciumku lebih dahulu.”  Chanyeol berusaha mengatakan yang sebenarnya.

“Tapi kau diam.Kau juga pasti menikmatinya kan? Aku tahu itu.Kalau tidak,kau dengan segera akan langsung mendorongnya dan tak membiarkannya berlama-lama.”

Chanyeol sama sekali tak menikmati adegan itu.Ia betul-betul langsung mendorong Jiyeon ketika ia tersadar.Hanya saja butuh waktu yang cukup lama sebelum perintah dari otaknya dialirkan ke saraf-saraf tangannya,dan Jisun muncul tepat diantara waktu yang lama itu.

“Kau tahu,malam itu aku merasa gadis yang benar-benar bodoh.Berharap sesuatu yang sebeneranya tak pernah bisa tercapai.” Matanya menatap ke arah plafon ruang kelasnya,berusaha memasukkan kembali genangan air mata di rongga matanya.

“Masalah ini betul-betul membuatku ingin gila.” Deru nafasnya sungguh tampak orang yang menyimpan tekanan batin.

“Sudahlah kurasa kita tak seharusnya membahas masalah ini lagi.Apapun alasan di baliknya.Sekalipun aku salah prasangka,keputusanku sudah bulat soal hubungan ini.Semuanya selesai.”

Bagi Jisun percuma saja mendengar penjelasan dari  Chanyeol.Mau ia salah sangka ataupun benar terhadap hubungan chnayeol dan Jiyeon,tetap saja itu tak akan berpengaruh.Karena pada kenyataannya hati namja itu tidak bisa menjadi miliknya.Yeoja itu memutar badannya bersiap ingin pergi,namun sebuh lengan kekar melingkar di pingganggnya,lelaki itu memeluknya dari belakang.

“Opp—“

“Saranghae.” Dagunya bertumpu tepat di ubun-ubun Jisun.Ia tak ingin membiarkan yeoja ini pergi tanpa berkata apaun seperti dulu.Ia berharap perasaan yang ia utarakan ini dapat membuat gadis itu berada di sisinya lagi.

Jisun terkejut untuk beberapa saat,tapi ia sadar ada yang salah di sini.Yeoja mungil itu memutar badannya ,memundurkannya langkahnya hingga ia bisa menatap wajah  Chanyeol.

“Apa semua yang kau lakukan belum cukup puas menyakiti ku Park  Chanyeol? Apakah kau harus mempermainkan kata-kata sakral itu juga unuk lebih menyakiti ku.” Tak ada banmal lagi yang terselip di setiap kata-kata yeoja itu.Masa bodoh jika Chanyeol itu lebih tua darinya dan ia tak boleh berkata kasar padanya.

Raut wajah  Chanyeol nampak bingung dengan respon Jisun.Bukan respon seperti ini yang ia harapkan.

“kau bilang kau mencintai ku? Heh? Berhentilah mempermainkan perasaan ku.Aku tak sekuat yang kau bayangkan,yang bisa menanggung kesakitan lebih dari ini.” Matanya sudah tak berkaca-kaca lagi tetapi air mata itu kini sudah membentuk aliran kecil di pipinya.

“Jisun-ah,aku—“

“Jangan pernah mengatakan kau mencitaiku karena aku yakin kau tidak seperti itu.Bertahun-tahun aku menunggu pernyataan itu,tapi kau tak pernah punya rasa seperti itu pada ku.Dan sekarang hanya karena 2 minggu kita berpisah dan aku hendak memutuskan pertunangan lantas kau tiba-tiba mengatakan kau mencintau ku.kau mencoba untuk berkelakar huh?” Jisun tertawa penuh kesakitan.Yeoja itu terus tertawa hingga perlahan tawa itu berubah menjadi sesenggukan.

Kedua telapak tangannya menutup matanya yang sudah tak berhenti mengeluarkan air mata. Chanyeol mendekat hendak memeluk yeoja itu,ia tak tahan melihat Jisun menangis sesenggukan di hadapannya.Sebesar itukah ia menyakiti yeoja mungil ini?

“Jangan mendekat!” Teriak Jisun ketika ia menyadari derap langkah  Chanyeol yang mendekatinya.Ia mengangkat wajahnya,mengusap sisa sisa air mata di pipinya.Ia kembali mamasang wajah angkuhnya.

“Waktu mu habis.Ini sudah lewat dari 15 menit.” Ia menatap arlojinya sejenak.

“Terima kasih untuk penjelasannya.Appa akan membahas pertunagan kita jumat nanti.Dan kuharap kita tak bertemu hingga saat itu tiba.” Yeoja itu membungkuk dan secepat mungkin ia pergi dari hadapan  Chanyeol.Meskipun suara bas itu masih mampu di tangkap oleh pendnegarannya,meneriakkan namanya,tetapi ia tak akan pernah menoleh lagi untuk suara itu.

***

Penghujung musim gugur nampaknya sudah dekat.Dingin yang menusuk hingga ketulang seolah menandakan musim dingin sebentar lagi akan tiba.Pukul 9 malam,namun Seoul masih tetap ramai layaknya di siang hari.Rerentetan klakson,deru mesin roda empat dan roda dua seolah masih mempersembahkan alunan indah kepada penduduk yang mungkin saja hendak beristirahat.Dari atap sebuah gedung apartemen dua pasang bola mata sedang menikmati lautan cahaya dari kumpulan lampu-lampu di kota Seoul.Seoul memang benar-benar kota yang indah.Angin yang berhembus memainkan baju dengan bahan sutera berwarna putih milik salah satu dari kedua makhluk berlawanan jenis itu.Makhluk dengan perawakan bak malaikat,kulit  putih,rambut hitam,wajah dengan penuh kedamaian,benar-benar ciri seorang malaikat.

“Suho-ssi,ada sesuatu yang ingin kubicaran.” Gadis di sebelahnya menautkan beberapa helaan rambutnya yang diterpa hembusan angin,ke belakang kupingnya.Membuat penglihatannya jelas  kala berbalik menghadap pria tinggi di hadapnnya.

Tak ada jawaban dari pria itu.Ia hanya menoleh melemparkan senyumannya,tanda ia sedang mempersilahkan.

“Aku..”

Rasanya kata-kata yang hendak ia ucapnya masih tersangkut di pangkal tenggorokannya.Ia takut,ketika ia telah berucap kata-kata ini,ia akan menyesali semuanya.Gadis itu menarik nafas,jemarinya menyatu membentuk kepalan.Ia sedang berusaha meyakinkan tekadnya.

“Aku ingin menyerah.”

Tiga kata itu sontak membuat alis tebal lelali yang dipanggilnya Suho saling bertaut.

“Hyunchan-ssi..” Ia bermaksud agar Hyunchan lebih memanjangkan kalimatnya,membuatnya mengerti dengan maksud apa yang hendak yeoja itu utarakan.

“waktu ku semakin berkurang dan aku sudah tidak bisa mengubah perangai anak itu.”Hyunchan menarik nafas,lagi-lagi untuk mengumpulkan tenaganya.Sebelum suara tegas meluncur dari dalam mulutnya.

“Aku ingin mengakhiri perjalan 49 hari.”

***

TBC

ANNYEONGGGG…

MIAN NGEPUBLISH FFNYA LAMANYA PAKE BANGET UDAH BRASA KEA SEABAD HOHOHHO

KEMARIN-KEMARIN LAGI SIBUK KULIAH NAH MUMPUNG SEKARANG UDAH LIBURAN SEMESTER LAGI AKHIRNYA INI FF PUN SELESAI SAYA KETIK HAHAHA

SPESIAL UNTUK PART YG INI SAYA PANJANGIN CERITANYA DEH,,,TAPI KEANYA INI KEPANJANGAN INI SIH #PLAKK

MAKASIH BUAT READERS YG MASIH SETIA NUNGGU FF INI SAMPE LUMUTAN..HIKS *TERHARU*

84 responses to “THE SECOND LIFE [PART 9]

  1. Baekhyuuuuunnn!!! kamu tuh bikin orang gemes gregetaannn taugakkk -_-
    Songong amatsi jadi orang -,,- bilang aja suka sama hyunchan kenapa:”

  2. Baekhyun cepatlah sadar kalau lu sebenarnya suka sama Hyunchan, gak usah sok gengsi” an kek gitu. Kalau ntar Hyunchan diembat Kyungsoo baru tau rasa Dan buat Jisun sama Chanyeol kalau kalian saling suka pliss balikan aja.

    Thorr chapter ini keren, Feel nya dapet banget ah , fighting thor. Izin baca sampai last chapter ya 😉

  3. makin rumit aja nh… ><
    chanyeol ma jisun,hyunchan ma baekhyun… mdh2n mslh mrk yg msh blm slese bs cpt2 dslesein…n kr2 apa yg bkal trjadi kl hyunchan bnr2 nyerah??apa hyunchan bkal mati gtu aja??andweee…T.T

  4. Baek astagaaa, gemes sendiri-_- kenapa gapeka2 sama perasaan sendiri sih-_- bacanya ikut greget gitu wqwq
    Buat, jisun sama chan kapan baikannya:( baper beneran bacanyaaa:(:( jisun dengerin chanlah:(
    Itu beneran mau nyerah hyunchan? Aaa bikin penasaran, fix:(
    Serius thor, keren nihhh^^ keep writing thor!!^^

  5. YAAAA!
    Aku bener-bener kesel, marah!
    Ternyata ini udah mulai konflik dan bodohnya aku baru sadar itu :v
    YAAAA!
    Chanyeol Jisun! Dua-duanya salah ini, udah lah kalian berdua salah dan saling minta maaf aja lah. Pacantel sekalian :” sedih liatnya kalo gini, sedih banget, miris iya ke kalian berdua itu :”
    YAAAA!
    Si baekhyun gensi an, suka mah suka aja, gue bilang apa ha? Kalo suka nyatain jangan ngulur waktu mulu! Noh liat si hyunchan mau nyerah ngubah kepribadian lo! Yaaaaa tapi aku yakin hyunchan ga bakal nyerah gitu aja. Tapi sumpah kesel banget sama baekhyun. Nanti klo hyunchan sama kyungsoo gmana ha? Lo jga tau kan baek kalo hyunchan makin deket sama kyungsoo! Awas klo lo masih ragu sama perasaan lo, masa laki raguan sih, gue tonjok juga lo baek
    Emosi gue-___-
    Kaka sukses bikin baper! Sukses banget pokonya!

    Semoga komentar saya yang selalu panjang, bertele-tele dan ga jelas ini menjadi kenangan bagi kaka😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s