The Secret of Marriage Love [Part 10 End + Epilog]

chanyeol

 

Author: richannyda

Cast: Choi Ji Hyun (OC)

Park Chanyeol  (EXO K)

Lee Taemin (SHINee)

Kim Yejin (trainee SM)

Other cast: Choi Family (Siwon, Sooyoung, Minho, Sulli)

Park Family (Kim Taeyeon, Park Jungsoo, Ji Yeon, Thunder)

Chan Yeol’s Friend (Suho, Baekhyun, D.O, Kai, Sehun)

Previous part :part 1 Part 2 part 3 part 4 Part 5 Part 6 Part 7 Part 8 Part 9

Part 10

.

.

Chan Yeol tiba-tiba memegang tanganku, “Ri Chan anakku juga. Aku akan melakukan yang terbaik untuknya. Lagi pula cepat atau lambat aku harus mengenalkannya pada keluargaku”

Aku mengangguk mengerti lalu menatap wajah Ri Chan yang kini sibuk menguap, “Sepertinya aku harus pulang sebelum Ri Chan tertidur disini”

Chan Yeol tertawa kecil, “Baiklah, apa perlu aku antar?”

Aku mengibaskan tanganku, “Tidak perlu. Aku bawa mobil” lalu memangku tubuh mungil milik Ri Chan, “sampai jumpa”

“Biar aku saja yang menggendong Ri Chan” Chan Yeol buru-buru mengambil Ri Chan dari gendonganku, “ini yang pertama bagiku menggendongnya”

“Ri Chan tubuhnya berat” kataku bergurau.

….

….

Pagi ini tumben sekali Ri Chan mau bangun pagi. Tentu saja karena aku dan Minho Oppa mengajaknya untuk menjemput Siwon Oppa di bandara. Jika dibandingkan dengan Minho Oppa, Ri Chan sepertinya lebih sayang pada Siwon Oppa.

Aku sendiri sengaja meluangkan sedikit waktu untuk menemani mereka karena nanti siang aku akan melakukan wawancara tentang bisnisku yang sudah terkenal di Amerika dan akan melakukan pemotretan untuk majalah pashion khusus baju kerja dan blazzer.

“Mommy.. Mommy itu Daddy”  Ri Chan menarik narik ujung kemejaku dengan semangat.

Aku dan Minho Oppa serempak melihat ke arah yang ditunjukan oleh Ri Chan. Minho Oppa melambaikan tangannya ke arah Siwon Oppa sehingga dia bisa melihat kami.

“Daddy” Ri Chan memanggil Siwon Oppa dengan manja, “I miss you, Daddy”

Siwon Oppa memangku Ri Chan lalu berkata, “Really?” lalu menatapku, “Bukankah kau punya Daddy baru?” tanyanya dengan wajah penasaran dan curiga.

Setelah memperkenalkan Chan Yeol pada Ri Chan, aku langsung mengirim email pada Siwon Oppa dan menceritakan semuanya. Siwon Oppa membalas emailku dengan antusias.

Ri Chan menatapku curiga, “Mommy yang bilang?”

“Aku peramal” Jawaban Siwon Oppa membuat Ri Chan memukulnya dengan pelan.

“Hyung, bagaimana dengan perjalananmu?” Minho Oppa bertanya pada Siwon Oppa.

Siwon Oppa melepaskan Ri Chan dari pangkuannya, “Baik, hanya sedikit lelah”

Aku menatap wajah Siwon Oppa. Ingin rasanya aku menanyakan tentang asal usul keluarga kandungku padanya, tapi melihatnya lelah begini aku jadi tidak tega. Sepertinya aku harus mencari waktu yang tepat selama dia disini.

…..

…..

Chan Yeol POV

Aku duduk di ruangan ayah sambil menemaninya membolak-balik majalah pashion. Katanya ia sedang mencari seragam baru untuk para staf. Pandangan ayah terpaku pada sebuah halaman di majalah itu. Entah apa yang dia lihat.

“Zaman sekarang aneh-aneh saja. Seorang direktur menjadi model untuk blazzer” katanya mulai berkomentar. Aku sendiri tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan ayah. “Umurnya lebih muda darimu, tapi sudah bisa mengembangkan perusahaan di Amerika. Jika dilihat dari bentuk tubuhnya, dia tidak terlihat seperti ibu-ibu dengan seorang anak”

Aku tertawa mendengarnya, “Aku akan berusaha menjadi lebih baik lagi”

“Coba lihat lah ini, kau tidak berminat?” Ayah menunjuk ke arah halaman yang tadi ia buka. “meski sudah punya anak tapi dia masih cantik. Mirip dengan….”

Aku buru-buru merebut majalah itu lalu menatapnya lekat-lekat. Meski wajahnya tidak jelas terlihat tapi penampilan sanggul kecil dan kacamata putih itu… “Dia Ji Hyun”

“Apa?” ayah memastikan bahwa ia tidak salah dengar.

“Dia Choi Ji Hyun “kataku mengulang ucapan.

Ayah menghela napas kesal, “Dan dia kembali ke Seoul?” kata ayah mengingat kalau majalah yang sedang dia lihat adalah majalah pashion Korea.

Aku mengangguk, “Dia dan… Putriku”

“Kau yakin dia putrimu?”

“Ayah!”

“Ji Hyun saja tidak tahu asal usul keluarganya. Bukannya tidak mungkin jika dia membohongimu tentang anak yang dia bawa dari New York”

Aku menghela napas kecewa, kali ini ayah benar-benar kelewatan, “sekarang sikap ayah malah terlihat lebih buruk dari pada sikap ibu lima tahun yang lalu”

Selama beberapa saat kami terdiam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing.

“Aku akan mengajak putriku ke rumah untuk dikenalkan pada ibu dan Ji Yeon…. juga ayah” kataku memecahkan keheningan.

Andai saja nenekku yang di Busan masih hidup, beliau pasti sangat senang jika tahu kalau akhirnya aku bisa memberikan buyut untuknya. Nenekku meninggal tiga tahun yang lalu tanpa tahu kalau Ji Hyun pergi meninggalkan Seoul. Jika saat itu nenek tahu Ji Hyun pergi, dia pasti akan mati-matian mempertahankan cucu menantunya.

“Ayah pasti akan menyukainya” kataku melanjutkan, “dia lucu dan pintar. Ji Hyun sudah merawatnya dengan baik selama ini.

Ayah mendesah lalu berkata, “Aku tidak bisa berjanji akan menemui putrimu jika kau mengundang ibunya juga”

Sudah aku duga. Ayah masih memikirkan masalah itu. apa waktu lima tahun belum cukup bagi ayah untuk bisa melupakan semuanya? Ji Hyun bisa meluluhkan hatiku, Ji Yeon dan ibu. Semoga saja dia juga bisa meluluhkan hati ayah.

“Aku mengundang Ji Hyun dan Choi Siwon juga”

Ayah tersenyum sinis, “berarti sudah jelas kalau aku tidak akan datang”

….

….

Ji Hyun POV

Aku duduk disamping kemudi sementara Ri Chan duduk di kursi belakang. Siwon Oppa dengan lihai memainkan stir mobil tanpa membicarakan apapun. Tadinya aku mengajak Minho Oppa juga tapi dia mengatakan kalau akan menghandle pekerjaanku di kantor malam ini.

Kami sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Park. Tadinya aku sempat ragu ketika Chan Yeol meneleponku dan mengatakan kalau dia akan mengenalkan Ri Chan pada keluarga malam ini, tapi seperti biasa jika Chan Yeol mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja maka aku langsung memiliki keyakinan bahwa semuanya memang akan baik-baik saja meskipun Chan Yeol mengatakan kalau Ayahnya tidak akan datang, tapi biarlah seperti ini.

Lebih baik Ri Chan tidak perlu bertemu dengan kakeknya daripada harus melihat Tuan Park tidak mau mengakuinya.

“Hei, kau tegang?” Siwon Oppa menoleh padaku, “Rasanya baru kemarin aku pertama kali pergi ke kediaman mereka untuk mengatur perjodohan kalian”

Siwon Oppa tersenyum lalu berkata, “Ternyata sudah lama sekali, ne?”

Aku mengangguk lalu menengok ke arah jok belakang, memperhatikan Ri Chan yang tengah asik memainkan oleh-oleh yang baru saja diberikan Siwon Oppa dari New York. Ipad terbaru!

“Siwon Oppa” panggilku.

Siwon Oppa menoleh, “kenapa?”

Aku menatapnya ragu lalu berkata, “Aku mohon beri tahu aku tentang asal usulku”

Siwon Oppa memalingkan wajahnya, “Aku takut kau akan menjauhi kami jika kau sudah tahu asal usulmu”

“Tidak akan” aku mengatakannya dengan mantap, “aku hanya ingin tahu saja. Aku akan tetap menjadi keluarga kalian”

Aku tahu apa yang kini sedang berkecambuk dalam pikirannya. Sungguh, aku tidak akan meninggalkan keluarga Choi meski aku tahu keluarga kandungku.

Siwon Oppa menerawang jauh. Sepertinya ada rahasia besar yang disimpan oleh Siwon Oppa tentang masa laluku. Sepertinya ini bukan karena Oppa takut aku akan meninggalkan keluarga Choi tapi ada sesuatu yang lebih gawat dari hal itu, sesuatu yang—-

Jangan berpikir macam-macam!

Aku duduk dengan gelisah, “Siwon Oppa. Aku mohon katakan padaku!” kataku mendesaknya.

Siwon Oppa tersenyum dengan kaku dan ragu, “Akan aku ceritakan” katanya, “tapi sekarang bukan waktu yang tepat”

Aku mendesah kecewa. Sampai kapan aku harus menunggu?

Siwon Oppa membukakan pintu Ri Chan ketika kami sudah sampai di kediaman keluarga Park. Ri Chan melompat-lompat kesenangan meski tangannya dituntun oleh Siwon Oppa, anak itu tak henti-hentinya mengagumi rumah yang besar ini sementara Siwon Oppa hanya tersenyum melihatnya.

Mungkin hanya aku yang tidak bersemangat. Aku memperhatikan setiap sisi rumah ini. tidak ada yang berubah, tetap sama seperti terakhir kali aku kesini.

Aku merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Tidak, semua masalah telah selesai kecuali masalah dengan Tuan Park, tapi aku yakin cepat atau lambat Tuan Park akan menerimaku kembali.

Lalu kenapa dadaku masih terasa sesak? Apa ini ada hubungannya dengan —asal usulku? Apa mungkin sebentar lagi semuanya akan terungkap?

Aku mengikuti langkah kaki Siwon Oppa dan Ri Chan yang sudah lebih dulu masuk ke dalam. Beberapa pelayan menyambut kedatangan kami dengan hangat. Aku melihat wajah Ri Chan, dia sepertinya sangat senang diperlakukan seperti tuan putri.

Meski sudah menguasai pasar Amerika, aku tidak pernah memanjakan Ri Chan berlebihan. Aku hanya ingin dia bisa hidup tegar dan mandiri. Bahkan untuk semua keperluan Ri Chan, aku sendiri yang mengurusnya karena aku tidak percaya pada pengasuh.

Kami duduk di ruang tamu. Chan Yeol, Ji Yeon dan eommonim sudah duduk disana lebih dulu. Mereka sepertinya sangat terkesan ketika pertama kali melihat Ri Chan.

“Selamat malam, namaku Choi Ri Chan! Senang bertemu bibi dan nenek” kata Ri Chan memperkenalkan diri lalu kembali duduk di tengah-tengah aku dan Siwon Oppa, “Daddy, geser sedikit!

Eommonim tersenyum, “Aigooo benar-benar lucu seperti yang diceritakan oleh mu, Ji Yi”

“Benarkan dia mirip denganku?” Ji Yeon bertanya dan dijawab anggukan oleh eommonim.

“Ji Hyun-ah”

Aku menoleh lalu tersenyum, “Apa kabar eommonim?”

“Aku baru tahu kalau putrimu memanggil semua pamannya dengan sebutan Daddy” Eommonim berkomentar setelah Ri Chan memperkenalkan diri padanya dan tiba-tiba memanggil Siwon Oppa dengan sebuatan Daddy, “Kenapa Ri Chan tidak memakai marga Park saja?” lanjutnya bertanya.

Aku menatap eommonim dengan ragu, “Mungkin Aboeji tidak akan suka jika Ri Chan memakai marga Park”

Eommonim mengangguk mengerti. Kami memperhatikan Ri Chan yang sedang bermain boneka barbie bersama bibi-nya. Ji Yeon bilang, waktu masih kecil dulu dia mengoleksi banyak boneka dan sampai sekarang bonekanya masih berjejer di lemari kaca yang ada di kamarnya.

“Dulu bibi sering main boneka dengan Daddy?”  Ri Chan bertanya sambil memainkan boneka barbie yang sedang memakai baju perawat.

Ji Yeon mengangguk dengan semangat, “Tapi sekarang ada Ri Chan yang akan menemani bibi”

Aku tersenyum dan masih memperhatikan mereka. Chan Yeol tiba-tiba menghampiriku lalu duduk disampingku.

Eommonim tersenyum, “Sepertinya kalian ingin berduaan saja” katanya menggoda, “Aku akan menemui Siwon dulu, untuk membicarakan rencana Park Corporation yang akan menjadi investor di perusahaan kalian”

Aku mengangguk dan membiarkan eommonim berlalu dari hadapanku. Aku menatap Chan Yeol ragu. Oke, mungkin ini berlebihan tapi jantungku berdebar sangat kencang untuk saat ini. jangan bergetar seperti ini lagi, please!

“Kau senang?” Chan Yeol bertanya padaku.

Aku mengangguk dengan canggung, “Ten..tu”

“Aku senang” kata Chan Yeol sambil merentangkan tangannya dan mengambilku ke dalam pelukannya. Park Chan Yeol, jangan buat jantungku berdebar lagi!

“Mommy dan Daddy sedang apa?”

Kami menoleh. Ri Chan menghampiri kami lalu duduk ditengah-tengah kami, “Kakek mana?” tanyanya mungkin lebih pada Chan Yeol, “Mommy bilang aku punya kakek”

Aku menatap Chan Yeol tidak enak lalu beralih pada Ri Chan, “Kakek sedang sibuk, Honey!” kataku berbohong.

Ri Chan menunduk dengan kecewa, “Padahal aku kira akan bertemu dengan kakek juga. Kakek kan ayahnya Daddy berarti kakek juga baik seperti Daddy”

Aku mengacak rambut Ri Chan lalu berkata, “Tentu saja kakek sangat baik. Nanti juga kau pasti akan bertemu dengannya”

Ucapanku terhenti ketika seorang pria paruh baya masuk ke dalam rumah lalu langsung berjalan menuju arah tangga tanpa melihat ke arah kami. Semua pasang mata di ruang tamu melihat ke arahnya, namun dia tidak memperdulikannya. Dia—-

Park Jung Soo

“Mommy, apa dia kakek?”  mata Ri Chan menatapku dengan penuh harap.

Apa yang harus aku katakan? Aku menatap wajah Chan Yeol, meminta jawaban dan Chan Yeol menganggukan kepalanya.

Aku menatap wajah Ri Chan dengan hati-hati lalu menjawab dengan ragu, “Iya, Honey! Tapi jangan ganggu kakek dulu, ne! Kakek baru pulang kerja!”

“Tapi aku ingin berkenalan dengan kakek” katanya.

Aku tidak menyangka jika Ri Chan akan berlari dan langsung memegang tangan kakeknya yang kini sedang berada di anak tangga yang ketiga. “Kakek, Ini Ri Chan! Ri Chan ingin main dengan kakek”

Kami semua menatap mereka berdua dengan cemas. Apa yang akan dilakukan Tuan Park pada putriku? Sungguh, apapun itu tolong putriku masih terlalu kecil! Bisakah pura-pura baik padanya? Dia belum siap untuk mengerti apa yang tengah terjadi di ruangan ini.

Di luar dugaanku –dan kami semua- Tuan Park tiba-tiba berjongkok di depan putriku lalu membelai rambutnya dengan lembut, “Aku capek, kau kembali pada ibumu, ne”

Aku menghela napas lega. Syukurlah, ini tidak seburuk apa yang aku bayangkan, tapi Ri chan masih bersikukuh untuk menarik-narik tangan kakeknya. Ini membuatku cemas. Apa yang akan dilakukan Tuan Park pada putriku?

Tuan Park mendesah kesal, “Aku bilang aku capek! Apa ini yang diajarkan ibumu padamu?”

Ri Chan menatap kakeknya tak percaya. Lalu menunduk, perlahan air mata mulai jatuh dari pelupuk matanya, “Aku tidak nakal, tapi kenapa kakek membenciku?”

“Aku tidak membencimu karena dalam darahmu mengalir darahku juga” Tuan Park merendahkan suaranya, “Tapi aku membencinya” lanjutnya sambil mengalihkan tatapan matanya padaku.

Aku buru-buru berlari menuju anak tangga dan langsung mengambil Ri Chan dalam pangkuanku, “Don’t worry, kakek hanya sedang lelah saja” bisikku mencoba untuk menenangkannya, “Kita pulang saja, ne? Sudah jangan menangis, selama ini kan Mommy tidak pernah mengajarimu menangis”

Tuan Park membalikan badannya kembali mengarah menuju arah kamarnya, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti ketika Siwon Oppa memanggil namanya, “Tunggu Tuan Park!”

Tuan Park menoleh sambil menatap Siwon Oppa dengan malas. Siwon Oppa berjalan menghampiri kami bertiga, “Tuan membenci Ji Hyun karena dia bukan anggota keluarga Choi dan menyesal karena telah menikahkan Ji Hyun dan Chan Yeol?”

Tuan Park menganggukan kepalanya, “Ya, dan aku tidak suka dibohongi”

“Ji Hyun-ah” Siwon Oppa menatapku dalam, “Mungkin ini saat yang tepat untukku menceritakan semuanya”

“Awalnya aku tidak mau menceritakan ini semua karena aku takut kau akan minder dan meninggalkan kami. Tiga tahun yang lalu aku pergi ke Seoul dan bertemu dengan teman baik ayahku sewaktu masih hidup dan dia menceritakan semuanya”

Siwon Oppa melanjutkan, “Dia tahu siapa nama ibumu. Ibumu bernama Nam Gyu Ri. Dia adalah isteri kedua ayahku”

“Teman ayahku memberikanku foto putri ayahku dan wanita itu. Gadis kecil di foto itu sangat mirip denganmu ketika masih berumur dua tahun”

Aku mendongkakan wajahku menatap Siwon Oppa. Aku? Anak dari selingkuhan ayahnya Siwon Oppa? Kenyataan ini bahkan lebih buruk dari menjadi adik angkat! Jadi ini sebabnya mengapa Siwon Oppa merahasiakan ini dariku?

“Sewaktu perjalanan ke Jepang, ayahku sengaja mengajakmu dan ibumu untuk ikut dengan rencana bahwa ayah akan mengatakan yang sejujurnya pada ibuku saat di Jepang. Tapi naas mereka meninggal sebelum saling jujur”

Tuan Park menatap Siwon Oppa dengan jengkel, “Kau pikir aku akan percaya dengan pembohong sepertimu?” kata Tuan Park, “Dan secara tidak langsung kau mengatakan kalau Ji Hyun anak hasil hubungan gelap”

“Aku sudah melakukan tes DNA secara diam-diam dan hasilnya memang positif. Aku juga bersedia jika harus melakukan tes ulang” Siwon Oppa menatapku, “Ji Hyun bukan anak hasil hubungan gelap karena pernikahan ayahku dan ibunya Ji Hyun resmi dicatat di catatan sipil. Teman baik ayahku memberikan surat nikah mereka dan Besok akan aku perlihatkan surat nikahnya”

Siwon Oppa melanjutkan, “Aku dengar dari Ji Hyun kalau kau merasa berhutang budi pada ayahku. Karena itu, aku yakin ayahku akan sangat berterima kasih kalau kau mau menjaga Ji Hyun”

Tuan Park menghampiri kami bertiga. Aku mulai menduga-duga apa yang akan dilakukannya pada kami, tapi ternyata—

Dia ambruk dan berlutut di depan kami. Setetes cairan bening keluar dari pelupuk matanya, “Aku membenci Ji Hyun hanya karena aku ingin putraku menikah dengan putri dari orang yang pernah menolongku. Saat itu pikiranku benar-benar sedang kalut sehingga semua kebaikan yang dulu pernah dilakukan Ji Hyun langsung hilang dari otakku” Tuan Park melanjutkan, “Aku tahu kalau aku tidak pantas mengatakan ini, tapi aku mohon tolong maafkan semua kesalahan yang pernah aku lakukan!”

Ri Chan tiba-tiba memintaku untuk menurunkannya lalu dia menghampiri Tuan Park dan menepuk-nepuk bahu kakeknya, “Kenapa kakek menangis? Ayo kita main! Jangan menangis lagi, nanti gantengnya hilang”

Tuan Park tersenyum lalu berdiri dan memangku Ri Chan, “Ya ampun, cucu ku kenapa berat begini?”

“Itu karena kakek sudah tua” kata Ri Chan mencibir. Kami semua tertawa mendengar ucapannya.

“jadi kita mau main apa?”

Chan Yeol-ssi, apakah ini adalah akhir dari masa-masa sulit yang pernah kita alami? Semoga saja ini akan menjadi awal yang baik untuk kita. Meskipun aku adalah anak dari isteri kedua ayahnya Siwon Oppa, tapi aku bahagia karena Siwon Oppa masih menyayangiku sampai saat ini  bahkan Siwon Oppa tidak menceritakan semua ini karena takut aku akan kecewa dengan masa laluku yang sebenarnya.

Ini saja sudah cukup untukku, akhirnya aku tahu dari mana asalku dan aku beruntung karena ternyata aku memang salah satu bagian dari keluarga Choi.

…..

…..

EPILOG

2 bulan kemudian

“Jadi Oppa akan ikut pergi bersama Siwon Oppa?” tanyaku memastikan lagi. Saat ini aku sedang membantu Minho Oppa untuk berkemas sementara Ri Chan dan Chan Yeol mungkin masih tidur di kamar ku.

Minho Oppa tersenyum lalu mengacak rambutku, “Aku yakin kau sudah bisa mandiri disini. Park Corporation itu perusahaan yang cukup berpengaruh di Asia. Produkmu bisa menguasai pasar Asia. Kalau perusahaan mereka macam-macam, kau tinggal ancam Chan Yeol saja” katanya sambil tertawa.

“Ji Hyun-ah” Minho Oppa memanggilku tiba-tiba. “Aku minta maaf”

“untuk?” aku bertanya tidak mengerti.

Minho Oppa menarik napas dalam-dalam, “Dulu aku kira kau benar-benar bukan adikku, tapi ternyata kau memang adikku” lalu melanjutkan, “maaf karena telah mencintaimu”

Lagi-lagi seperti ini. Aku menjadi pendiam dan sering melamun jika ingat kejadian malam itu ketika  Siwon Oppa mengatakan kalau aku adalah putri dari isteri kedua ayahnya Siwon Oppa. Entah kenapa kenyataan ini begitu menyesakan.

Melihatku berubah menjadi murung, Minho Oppa bangkit dan memelukku, “Jangan berpikir yang macam-macam lagi, ne? Sudah saatnya kau bahagia”

Aku menatapnya dengan tatapan sendu, “Tapi aku adalah—“

“Tidak apa-apa, dulu ketika kami mengetahui kau anak angkat kami semua menyayangimu” Minho Oppa tersenyum dan membelai rambutku penuh kasih, “Sekarang setelah kami tahu kalau kau adalah saudara satu ayah dengan kami maka kami akan lebih menyayangimu”

Aku melepaskan pelukannya, “Lalu kenapa aku pendek?”

Minho Oppa tertawa sambil mengacak rambutku, “Kau tidak pendek, hanya kurang tinggi saja. Mungkin mendiang ibumu pendek juga”

Melihatku merengut, Minho Oppa cepat-cepat menambahkan, “Meski kau tidak setinggi Sooyoung noona dan Sulli tapi kau tetap menjadi gadis tercantik yang pernah aku temui”

Mendengar ucapannya, tiba-tiba hatiku terasa sesak. Minho Oppa, apa mungkin dia—? “Apa Oppa pergi untuk menghindariku —lagi?”

Minho Oppa tertawa, “Tentu bukan. Perusahaan di New York sedang membutuhkanku lagi pula aku dan kekasihku akan sangat sibuk mempersiapkan pernikahan Sulli” Minho Oppa menatapku, “Mungkin sekarang aku sudah bisa mengatakan kalau aku mencintaimu—sebagai adikku”

Aku menghela napas lega lalu mengangguk mengerti, “oya, pernikahannya tanggal 10 kan? Aku akan datang… bersama Ri Chan dan Chan Yeol”

….

….

Aku, Ri Chan dan Chan Yeol mengantarkan Minho Oppa dan Siwon Oppa ke bandara. Setelah semua masalah selesai, aku dan Chan Yeol memutuskan untuk menempati rumahku saja karena takut rumahku tidak terurus sementara Ri Chan, hampir setiap Minggu menginap di rumah kakek neneknya.

“Ji Hyun-ah” Chan Yeol tiba-tiba memanggilku ketika pesawat yang ditumpangi Minho Oppa dan Siwon Oppa lepas landas.

Aku menoleh ke arahnya, “Kenapa?’

Chan Yeol tersenyum padaku sambil sesekali membetulkan posisi Ri Chan yang kini tertidur di pangkuannya, “Aku tidak pernah sesenang ini”

Aku mengangguk, “Aku juga”

“Bagaimana kalau kita merencanakan untuk bulan madu?” katanya memberi ide, “aku yakin ayah dan ibu tidak akan keberatan kalau kita menitipkan Ri Chan selama beberapa hari”

Aku menatapnya penasaran, “memang kita mau pergi kemana?”

“Ke New York sekaligus menghadiri pernikahan Sulli dan mantan kekasihmu” katanya meledekku.

“Kalau ke New York, kita juga harus membawa Ri Chan” kataku menyela, “lebih baik mencari tempat yang lain”

“Kita bisa kan sekalian ke Kanada…”

Aku mendelik kesal, “Untuk bertemu Kim Yejin? Aku harap suaminya tidak akan meninju wajahmu”

Chan Yeol tertawa kecil, “Aku senang melihatmu cemburu seperti itu”

“Aku tidak cemburu” kataku membela diri lalu berdecak dan memanyunkan bibirku kesal.

“Kalau kau tidak mau tidak apa-apa, aku tidak akan membiarkan isteriku merasa cemburu” Chan Yeol menatapku, “Bagaimana kalau ke Tokyo, sekalian kita berkunjung ke rumah Thunder Hyung?”

Aku tertawa mendengarnya, “Kau yakin tidak akan cemburu?”

“Tidak akan” katanya dengan sangat yakin.

“Yang penting jangan salahkan aku kalau kakakmu kembali jatuh cinta pada isterimu yang cantik ini”

Chan Yeol tertawa, “Aku tahu meski banyak yang menyukaimu, tapi hatimu hanya untukku”

“Kau tahu Chan Yeol-ssi? Kau adalah orang yang paling menyebalkan di dunia ini, tapi jika aku terlahir kembali, aku akan tetap memilihmu”

Chan Yeol tersenyum, tapi tiba-tiba berkata, “Jangan panggil aku Chan Yeol-ssi terus!”

“Lalu?”

“Panggil aku Yeobo atau Oppa!”

Aku mengangguk, “Ne, Yeobo!”

Chan Yeol tiba-tiba mendekatkan wajahnya dengan wajahku. Aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, aku hanya berharap tidak ada pengunjung bandara yang memergoki kami dan aku harap Ri Chan tidak bangun dengan tiba-tiba.

Tinggal sedikit lagi bibir kami akan bersentuhan dan sampai saat ini tidak ada orang lain yang memergoki kami dan Ri Chan belum bangun dari tidurnya, tapi tiba-tiba…

“Ukuk, hoek” aku mundur dari wajah Chan Yeol dan menutup mulutku dengan sebelah tangan. Lagi-lagi mual.

“Kau tidak apa-apa?” Chan Yeol bertanya dengan khawatir.

Aku mengangguk, “Sudah seminggu aku mual-mual”

“jangan-jangan… “Chan Yeol tiba-tiba menebak.

“jangan-jangan apa?”

Chan Yeol tersenyum, “Tidak apa-apa, mungkin Ri Chan akan segera punya adik”

“Mwo?”

.

.

.

FIN

Akhirnya selesai juga ff kejar tayang ini ^^ makasih buat semua reader, baik active reader ataupun silent reader.

Aku mau jawab pertanyaan yang paling sering aja yah. Kenapa ffnya kependekan? Karena aku suka bingung mau naruh tulisan TBC dimana makanya ffnya jadi pendek ._.

Oya banyak yang bilang juga kalo alurnya kecepetan, tapi kalo ga dicepetin aku takutnya reader bakal bosen dan juga aku buru-buru soalnya senin udah UAS.

Mohon doanya yah teman-teman, selamat bertemu lagi di fanfic selanjutnya (Adakah yang mau biasnya dijadikan cast ff selanjutnya?)

NB: KARENA INI PART TERAKHIR, WAJIB NINGGALIN KOMENTAR YANG PANJANG BUAT AKTIVE READER SAMA SILENT READER!

Gomawo ^^

-richannyda-

159 responses to “The Secret of Marriage Love [Part 10 End + Epilog]

  1. Eonnieeee~~~
    Aku minta maaf karena gak comment dipart sebelumnya T^T
    Ffnya daebak eon (y)
    Sering sering bikin ff marriage live, biar aku bisa baca sering sering, keke~~ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s