Two Handsome Thieves in Sundae [ Part 9 : Happy Ending or… Sad Ending? [FINAL]]

Two Handsome Thieves in Sundae poster psd 2

Title :

Two Handsome Thieves in Sundae

 

Author :

Citra Pertiwi Putri / Park Ra Rin

 

Genre :

Comedy, Romance, School, Family, little bit Fantasy. And.. little bit horror

 

Rating :

PG17

 

Main Casts :

‘Infinite’ L / Kim Myungsoo (known as Myungsoo)

‘Infinite’ Hoya / Lee Howon (known as Howon)

‘A Pink’ Son Naeun

‘A Pink’ Jung Eunji

‘Infinite’ Lee Sungyeol

‘ EXO-K’ Kai / Kim Jongin

‘ F(x)’ Krystal / Jung Soojung

Another members of Infinite

Another members of A Pink

 

Other Casts :

‘ SISTAR ‘ Kim Hyorin as Sundae’s Headmaster and Kai’s mother

‘ Super Junior ‘ Kim Jongwoon / Yesung as Myungsoo’s father

‘ SNSD ‘ Kwon Yuri as Myungsoo’s mother

‘ Super Junior ‘ Lee Donghae as Howon’s father

‘ SNSD ‘ Im YoonA as Howon’s mother

‘ SHINee ‘ Kim Jonghyun as Myungsoo’s uncle

 

Type :

Chaptered

 

Cerita Sebelumnya ::

Karir nyopet Myungsoo dan Howon alias L dan Hoya benar-benar sudah berakhir. Seperti yang kita baca di part sebelumnya, ternyata Myungsoo lebih memilih Naeun daripada identitasnya, otomatis Kai segera mengumumkannya pada warga Sundae. Alhasil, Myungsoo menjadi penghuni pertama penjara Sundae.

Ternyata, penjeblosan (?) Myungsoo ke dalam penjara membuat siswi-siswi Sundae memusuhi Kai and the gengz *sengaja pake z biar alay #plak!*, sebagian besar siswi Sundae memang tidak terima namja seganteng Myungsoo dimasukkan ke dalam penjara, apalagi ia sudah mengembalikan semua uang curiannya. Tetapi tetap saja, Bu Melon alias Bu Hyorin tidak membebaskan Myungsoo. Hal ini akhirnya berujung pada perang kuah bakso dan karet gelang antara siswi Sundae dan Kai and the gengz.

Oke, lupakan perang konyol itu, lebih baik fokus pada Myungsoo dan Howon serta calon bini mereka *read : Naeun dan Eunji*.

Howon. Yah, si pahlawan bertopeng (?) ini padahal aman dan sentosa (?) saja identitasnya karena Kai tidak memergokinya, tetapi rasa persahabatan dan jiwa korsanya (?) dengan Myungsoo memang sangat besar. Meski ia tahu ia akan membuat Eunji dan Sungjong kecewa, ia lebih memilih membongkar identitasnya sendiri di depan khalayak ramai saat Prom Night Sundae. Walhasil, ini membuat Sungjong dan Eunji ayan di tempat #plak!

Apakah Sungjong akan melaporkan pada Donghae appa dan Yoona umma tentang Howon yang ternyata adalah si pahlawan bertopeng alias Hoya? Dan apakah Eunji akan marah pada Howon? Atau ia tetap menepati janjinya untuk tetap bersama Howon seperti pesan yang pernah Bomi sampaikan dalam mimpinya? Atau kemungkinan terburuk, mungkinkah ia akan kembali bersama Sunggyu?

 

Setelah mengetahui dengan sejelas-jelasnya bahwa ternyata Myungsoo adalah L, Naeun syok berat dan tentunya kecewa pada Myungsoo, namun ia sama sekali tak punya daya apa-apa untuk mengakhiri hubungannya dengan namja itu, apalagi mengingat Myungsoo adalah jodohnya kelak. Akhirnya, meski Kai sudah menyatakan cinta padanya, Naeun memilih untuk tetap bertahan dengan Myungsoo. Melalui pembicaraan di penjara saat prom night, Naeun yang awalnya sempat marah-marah dengan Myungsoo akhirnya memaafkan namja itu karena namja itu sudah mengakui kesalahannya sekaligus mengakui perasaannya. Myungsoo dan Naeun pun akhirnya malah semakin memperkuat cinta mereka.

Tetapi, masalah baru muncul ke permukaan. Soojung memberitahukan keberadaan Myungsoo pada Tuan Yesung dan Nyonya Yuri setelah kedua orangtua Myungsoo itu berjanji untuk melanjutkan pertunangan Soojung dan Myungsoo jika Myungsoo sudah kembali ke rumah!

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimanakah nasib Myungsoo yang kini disusul Howon di dalam penjara? Apakah Myungsoo akan segera dijemput oleh keluarga Kim?

Selengkapnya, silahkan dibaca di : Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6A | Part 6B | Part 7A | Part 7B | Part 8

 

NB : Yap, readers.. akhirnya author bisa juga ngepost ending ini walaupun rada ngaret karena author mikir keras untuk part ini ._. ditambah author sibuk ama ulangan dan tugas-tugas *curcol seorang tukang bakso #plak!*

Happy reading, semoga endingnya tidak mengecewakan ^^

***

 

Part 9 [FINAL] : Happy Ending or… Sad Ending?

 

Author POV

 

Dengan kedua tangan yang diborgol, Howon berjalan lemas menuju penjara Sundae dengan dikawal oleh anggota Kai and the gengz, Bu Hyorin berjalan di depan bersama dewan guru membawa kunci penjara. Sementara Namjoo berjalan di belakang diikuti sebagian besar siswi Sundae, mereka terus berteriak meminta agar Howon tidak dipenjara.

“ JANGAN PENJARAKAN LEE HOWON!! JANGAN PENJARAKAN HOYA!!!! JANGAN PENJARAKAN PAHLAWAN BERTOPENG YANG GANTEEEENG!!!!!” teriak Namjoo dan para siswi Sundae itu *kemaren Myungsoo sekarang Howon -___-*

Tetapi tetap saja, demonstrasi siswi-siswi Sundae itu tidak digubris oleh Bu Hyorin. Howon tetap digiring menuju penjara.

“ Ada apa ini!?” Myungsoo dan Naeun yang masih berduaan terkejut karena melihat orang berbondong-bondong datang menuju penjara, keduanya langsung melepas ciuman mereka sebelum dilihat banyak orang.

“ Howon!!???” Naeun nyaris epilepsi (?) di tempat ketika melihat sosok orang yang tengah dikawal oleh dewan guru itu. Myungsoo kaku, tak menyangka kalau malam ini Howon akan dijebloskan ke penjara.

“ Haha.. bagus.. sedang menjalani hukuman malah pacaran, heh?” Bu Hyorin tertawa sinis ketika melihat Myungsoo dan Naeun. Namun keduanya tetap diam memperhatikan Howon.

“…Kim Myungsoo, lihatlah, partnermu menyusul.”sambung Bu Hyorin sembari menatap Howon, lalu tanpa basa-basi beliau langsung membuka kunci pintu penjaranya. Kai and the gengz langsung mendorong Howon ke dalam penjara. Myungsoo masih menatap Howon dengan kaku dan tidak percaya, terlebih Naeun.

“ Selamat menikmati semester pertama kelas tiga kalian disini. L dan Hoya.”kata Bu Hyorin datar. Myungsoo dan Howon mengangguk pelan saja, sementara Kai and the gengz nampak tersenyum puas, tidak sama halnya dengan Namjoo dan siswi-siswi Sundae yang lain, mereka nampak kesal dan marah karena tidak tega melihat Myungsoo dan Howon.

“…besok kita akan mengadakan sidang khusus untuk kalian berdua. Malam ini saya akan menghubungi orangtua kalian dulu agar bisa datang besok.”sambung Bu Hyorin.

Myungsoo dan Howon nampak memucat, tetapi mereka tak dapat berbuat apa-apa lagi selain mengangguk pasrah.

“ Jangan takut, kita akan mendukung kalian!!” teriak Namjoo, siswi-siswi Sundae menyahut dengan ramai. Myungsoo dan Howon bisa sedikit tersenyum, tidak menyangka bahwa siswi-siswi Sundae justru pro kepada mereka. Yah, muka ganteng emang menguntungkan ._.

Sepeninggal Bu Hyorin dan dewan guru serta Namjoo dan pengikutnya (?), Naeun langsung menginterogasi Howon.

“ Howon.. kau.. Hoya?” tanya Naeun tak percaya, “…aku sama sekali tidak menyangka, kita sudah lama saling kenal dan aku tahu kau namja yang baik..”

“ Aku terpaksa melakukannya.”jawab Howon singkat, “…aku dan Myungsoo minta maaf karena sudah membuat Sundae geger..”

“ Apa alasan kalian melakukan ini semua?? Jelaskan padaku, aku masih tidak mengerti mengapa kalian berani melakukan teror pencurian seperti ini.. tidak ada yang bisa mengira kalau pelakunya adalah kalian. Aku yang seorang peramal saja bahkan tidak tega menuduh kalian karena kalian terlalu baik di mataku, apalagi Eunji..”jelas Naeun dengan mata berkaca-kaca, Myungsoo dan Howon menunduk.

“ Kau bisa mengetahui latar belakang kasus kami di sidang besok. Pulanglah ke asrama, hari sudah sangat malam. Sebaiknya kau tidur.”kata Myungsoo.

Naeun mengangguk pelan, ia meraih tangan Myungsoo dan mendekat, lalu mengecup bibir Myungsoo beberapa detik.

“ Ungkapkan semuanya dengan jujur di persidangan besok. Aku mendukungmu. Aku tahu kau bukan orang jahat. Aku mencintaimu.”ucap Naeun pelan, ia lalu berbalik dan meninggalkan penjara dengan sedikit isakan tangis. Myungsoo terdiam.

“ Seandainya Eunji juga seperti itu..”kata Howon iri to the max (?), “…aku harus segera minta maaf padanya.”

Myungsoo menoleh kearah Howon. Ditatapnya pahlawan bertopeng (?) itu beberapa detik, tak lama Myungsoo langsung memeluknya.

“ Sumpah mamen.. gue terhura, eh.. terharu. Lo emang sahabat terbaik gue..~”

Sembari nyusut ingus berkali-kali (?), Myungsoo terus memeluk Howon. Howon hanya bisa cengar-cengir memelas (?) karena akhirnya sekarang ia menjadi roommate (?) Myungsoo di penjara Sundae *haha chukkae Howon..akhirnya cita-citamu kesampean juga xD #plak!!*

“…eh.. tapi Eunji sama Ujong piye kabare?” tanya Myungsoo.

“ Itu dia masalahnya..” Howon nampak lemas, “…Eunji kayaknya syok berat, pas aku selesai ngaku di panggung, dia pergi ke luar aula, tau deh kemana. Tapi Ujong jauh lebih syok, dia pingsan, sampe-sampe anak PMR bawa tandu ke aula.”jelas Howon sedih.

“ Yah.. kau juga sih, bukankah sudah kubilang kau tidak perlu begini? Kasihan Ujong..”

“ Tekadku sudah bulat, Myung. Aku tidak mau membiarkanmu mendekam sendirian disini. Sudahlah, soal Eunji dan Ujong akan menjadi resikoku. Yang penting sekarang aku sudah menemanimu, kita nikmati saja ‘liburan’ satu semester kita disini ._.”

“ Sekali lagi gomawo, Lee Howon.”

Howon mengangguk. Ia dan Myungsoo kembali berpelukan.

*

 

“ Eunji, jebal.. kau dengar aku, kan?”

Naeun masih saja berdiri di depan toilet asrama, sudah sekitar lima belas menit ia menunggu Eunji keluar, tetapi sahabatnya itu tetap saja nongkrong di dalam toilet dan bershower (?) di dalam sana.

Memang, jika sedang sedih, stress, atau marah, Eunji pasti mengurung dirinya di toilet dan bershower sepuasnya hingga tandon air asrama habis. Makanya jangan heran kalo tagihan air (?) untuk asrama putri lebih mahal dari asrama putra. Penyebabnya ya si jenong yang hobi bershower-ria ini #authordigampar

“ Howon.. Hoya.. pahlawan bertopeng.. hiks..hiks..huaaaaa~!!!” Eunji menangis sekeras-kerasnya, Naeun sampai menutup telinganya karena suara Eunji nyaring banget.

“ Ji.. aku ngerti, aku juga ada di posisi yang sama sepertimu. Kita harus paham kondisi calon laki (?) kita masing-masing..” kata Naeun *muahaha calon laki katanya xD #plak!*

“ Tapi kenapa harus Howon yang jadi malingnya??? Feelingku ternyata bener, tapi kalau harus nerima kenyataan, aku belom siap. Howon namja baik-baik..” ucap Eunji sedih, “…sekarang aku tahu apa maksud Bomi datang ke mimpiku..~”

“ Kita akan tahu semuanya besok di persidangan. Ayolah, kita harus mendukung mereka. Apalagi sebelum dipenjara mereka sudah mengembalikan uang curian mereka. Aku tahu, meski sakit ketika tahu bahwa pencurinya adalah kekasih kita sendiri, tapi kita harus tetap berada disamping mereka, kita harus buktikan kalau kita tetap mencintai mereka bagaimanapun keadaan mereka..” Naeun kembali menasihati Eunji, namun tanpa disadari airmatanya juga ikut menitik.

Tak lama, pintu toilet terbuka. Eunji keluar dalam keadaan basah kuyup, ia dan Naeun langsung berpelukan, keduanya menangis.

**

 

“ Haduuuh.. malangnya calon bini kalian, lagi mewek di depan toilet asrama..”

“ MWO!!? Maksudmu!?” Myungsoo dan Howon yang sedang mengusir rasa bosan di penjara dengan bermain congklak (?) itu terkejut ketika Sungyeol masuk dan berkata seperti itu.

“ Eunji kejer banget pas tau kalau Howon adalah Hoya..”kata Sungyeol singkat.

“ Dia pasti bershower kan di toilet?” tebak Howon.

“ Nah, kok tau?”

“ Eunji emang suka gitu dari dulu ._.”

“ Ckckck.. kasian tuh, untung ada Naeun. Tapi tetep aja, dua-duanya mewek. Iba gue ngeliatnya, cakep-cakep begitu ampe ingusan gara-gara kalian.”

Myungsoo dan Howon jadi sedih mendengarnya. Mereka merasa sudah menjadi namja paling jahat di dunia karena telah membuat orang yang mereka cintai menangis karena kelakuan mereka. Tetapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bakso, eh.. bubur ._.

Sungyeol nampak membisu, tidak rame dan abnormal (?) seperti biasanya. Dari raut wajahnya yang berlumuran darah itu juga nampak tidak ada tanda-tanda ia mau dangdutan malam ini.

“ Yeol, jangan diem begitu dong. Lo keliatan serem kalo begitu..”kata Myungsoo.

“ Iya, gue tau lo sedih kita dipenjara.”kata Howon pelan.

“ Bukan sedih mamen, tapi sedih buanget.”jawab Sungyeol, “…kalo harus jujur, gue mihak ke Namjoo dan siswi-siswi Sundae yang lain, kalian emang gak pantes dipenjara, kalian udah ngembaliin semua uang curian, bahkan udah ngasih kunci jawaban hasil otak kalian sendiri pas ulangan kemaren..gue gak bisa diem begini aja, gue harus bantu kalian.”

“ Mwo…? Mau bantu apa, Yeol?” Myungsoo dan Howon tak mengerti.

“ Hmm… begini, dalam persidangan, ada hakim, jaksa, terdakwa. Yang terdakwa dalam hal ini adalah kalian. Dan seperti yang kalian tahu, setiap terdakwa pasti punya pengacara, akulah yang akan jadi pengacara kalian.”

“ HAH!!!??? Yang bener aja Yeol, kau mau pake jas dan dasi?? Emangnya orang bisa ngeliat? -__-“

“ Ga gitu -_- liat aja besok.”kata Sungyeol misterius, dan dalam hitungan detik ia pun menghilang.

****

 

Morning, 07.30 AM @Sundae’s Hall

 

Pagi itu semua warga Sundae sudah berdesakan di depan aula. Aula yang semalam dihiasi balon dan hiasan prom night kini sudah polos dan disulap menjadi ruang persidangan.

Ya, pagi ini akan ada sidang terbuka (?) perihal kasus L dan Hoya alias Myungsoo dan Howon dengan Bu Hyorin sebagai hakimnya. Sidang akan dimulai jam delapan, tetapi siswa-siswi Sundae sudah pada berdatangan agar tidak kehabisan tiket *ini mau nonton debus apa ngeliat persidangan sih -__- #abaikan*

Kerumunan warga Sundae itu terbagi menjadi dua kubu. Kubu pertama yang berdiri di dekat pintu timur aula adalah kubu siswi-siswi Sundae yang dipimpin oleh Namjoo, mereka adalah kelompok pembela Myungsoo dan Howon, mereka membawa bendera kecil berwarna hitam dan ungu sebagai tanda pro mereka kepada Myungsoo dan Howon *ckckck bermodal amat yak -_-*, mereka juga membawa sebuah spanduk gede bertuliskan ‘ L and HOYA, TWO HANDSOME THIEVES IN SUNDAE ! WE LOVE YOU! LOPE-LOPE DI UDARA, ULALA~ ❤ ’, dan mereka beberapa kali menyerukan yel-yel , “ Lalala! Yeyeye! Lalala! Yeyeye!” *4L4Y mode on -__-*

Di dekat pintu barat aula juga berdiri kubu lawan yang beranggotakan sebagian besar siswa Sundae, mereka kelompok yang kontra dengan Myungsoo dan Howon, dengan dipimpin oleh Kai dan the gengz, mereka membawa singkong rebus, kacang goreng, popcorn, dan softdrink (?) untuk menyaksikan persidangan karena mereka yakin Myungsoo dan Howon akan dijatuhi hukuman yang berat. Mereka juga membawa spanduk yang gak kalah gede bertuliskan ‘ TWO HANDSOME THIEVES IN SUNDAE MUST BE PUNISHED !!! ‘. Tak mau kalah, mereka juga meneriakkan yel-yel “ Chibi chibi chibiiii..?? HAK! HAK! HAAAK!!!” *astajim -_- #authordilemparjumroh*

 

“ Ini mau ada konser NOAH apa persidangan sih? Rame amat ._.” Donghae appa yang jauh-jauh datang dari Busan untuk menghadiri persidangan anaknya terbengang-bengong melihat lautan manusia berseragam di halaman depan aula ketika ia baru saja sampai.

“ Meneketehe. Udah atuh hayu buruan masuk!!! Umma mau ketemu Howon!!” Yoona umma yang turun dari ojek dengan mata sembap akibat terus-terusan menangis langsung menarik suaminya itu menuju aula.

Sementara itu Jonghyun, paman Myungsoo, beliau sudah hadir di Sundae dan mondar-mandir di belakang barisan kubu Namjoo bersama Sekyung, istrinya yang kini ternyata sedang hamil besar. Keduanya bisa sedikit tenang karena mendengar penjelasan dari beberapa siswi Sundae bahwa Myungsoo dan Howon sudah mengembalikan semua uang curian mereka, tetapi perasaan takut masih membayangi Paman Jonghyun, ia takut Keluarga Kim tahu semua ini. Ia tidak bisa membayangkan jika Tuan Yesung dan Nyonya Yuri tahu anak semata wayang mereka yang merupakan calon pewaris Kim Group tersandung kasus pencurian seperti ini. Paman Jonghyun merasa bersalah karena selama Myungsoo bersekolah di Sundae, ia sama sekali tidak pernah mengirim uang kepada keponakannya itu.

“ Semua akan baik-baik saja, percaya padaku.” Sekyung mengusap punggung Paman Jonghyun, “…kalau sudah bertemu Myungsoo, jangan marahi dia. Arasseo?”

Paman Jonghyun hanya mengangguk pelan, ia benar-benar gelisah.

Tak lama, datanglah Myungsoo dan Howon dengan dikawal oleh wali kelas mereka masing-masing, Myungsoo bersama Sooyoung songsaenim, sementara Howon bersama Kyuhyun songsaenim. Wajah kedua namja itu nampak datar-datar saja, sementara semua orang langsung bersorak, terutama kubu Kai dan kubu Namjoo.

“ Kita kayak mau kuda lumpingan (?) aja disorakin begini ._.”bisik Howon.

“ Iye, emang ada ya sidang segini ramenya?” Myungsoo bingung.

“ Abaikan saja. Cepat duduk di kursi terdakwa.”kata Kyuhyun dan Sooyoung songsaenim, dua namja itu menurut.

“ Sidang akan segera dimulai, mohon tenang. Untuk orang tua atau wali dari pelaku dipersilahkan untuk duduk di barisan paling depan.” Sooyoung songsaenim memberi pengarahan.

Paman Jonghyun dan istrinya Sekyung duduk tepat di belakang Myungsoo, sementara Donghae appa dan Yoona umma beserta Ujong duduk tepat di belakang Howon.

Baik Myungsoo maupun Howon, keduanya tak ada yang berani menoleh ke belakang, rasa bersalah mulai menyelimuti mereka. Myungsoo tahu Pamannya pasti sangat terpukul ketika tahu tentang kasusnya ini, beliau sampai harus datang bersama Sekyung yang seharusnya beristirahat karena sudah hamil tua. Howon juga, hatinya terasa amat sakit ketika ia terus-terusan mendengar tangisan Yoona umma dan Ujong, Donghae appa berkali-kali menepuk bahunya namun Howon hanya bisa mengangguk-angguk, airmatanya sudah menitik.

“ Berjanjilah untuk menjawab jujur. Apapun sanksi yang akan kita dapatkan, kita harus terima.” Myungsoo memegang tangan Howon, Howon mengangguk dan mempererat pegangan tangannya dengan Myungsoo.

Tak lama, Bu Hyorin datang dan langsung duduk di depan Myungsoo dan Howon. Tanpa basa-basi lagi, beliau mengetuk palu tanda sidang resmi dimulai.

***

 

Naeun dan Eunji, kedua gadis itu tidak ikut ke aula Sundae seperti halnya siswa dan siswi Sundae yang lain, mereka justru kini berada di penjara yang sedang kosong, membersihkan penjara itu dan meletakkan barang-barang yang sekiranya diperlukan oleh Myungsoo dan Howon selama berada di tempat ini, seperti selimut, lampu, dan tak lupa juga buku-buku pelajaran karena kemungkinan Myungsoo dan Howon akan dipenjara selama satu semester. Mereka melakukan semua ini tanpa sepengetahuan Myungsoo dan Howon.

“ Jadi kita benar-benar tidak akan ke aula?” tanya Eunji.

“ Kau mau kesana?” Naeun bertanya balik.

Eunji mengangguk, “ Aku penasaran bagaimana sidangnya. Orangtua Howon sudah datang, kurasa aku harus bicara pada mereka agar mereka tidak salah paham dan tidak memarahi Howon..”

“ Hmm.. kalau begitu kau duluan saja, aku masih harus membuat jimat (?) baru untuk melindungi penjara ini dari makhlus halus. Soal jalannya sidang, tolong beritahu aku lewat sms.”kata Naeun.

“ Arasseo. Kau tidak apa-apa sendirian disini?”

Naeun mengangguk. Akhirnya Eunji pamit untuk ke aula duluan, meninggalkan Naeun yang kini sibuk dengan dunia spiritualnya (?)

****

Siang, 10.30 AM

 

Persidangan sudah mencapai pertengahan dan suasana semakin memanas. Myungsoo dan Howon sudah mengakui kesalahan mereka bahkan menjelaskan sejarah mencuri mereka dengan sejujur-jujurnya. Bu Hyorin semakin kebingungan menentukan sanksi untuk Myungsoo dan Howon karena kubu Kai dan Namjoo tak henti-hentinya bersorak dan adu nyolot (?) sampai perang lempar-lemparan melon (?), alhasil ruang sidang jadi kotor karena ada melon pecah dimana-mana.

” Kami mohon.. beri keringanan untuk mereka, mereka sudah mengembalikan semua uang curian mereka.. kami mohon..” dengan tangisan pedihnya Yoona umma kembali memohon untuk yang kesekian kalinya, Donghae appa juga mulai mewek, Ujong apalagi.  Sementara Paman Jonghyun dan Bibi Sekyung hanya bisa membisu dan merasa bersalah karena Myungsoo sampai mencuri gara-gara tidak pernah mereka kirimi uang.

Eunji yang berdiri di luar aula hanya bisa prihatin dan terus berdoa, tak lupa ia juga terus mengirim sms pada Naeun memberitahu jalannya sidang.

” Harap tenang… tenang! saya lagi mikir!” kata Bu Hyorin sambil getokin palu berkali-kali agar suasana bisa tenang, “…gini aja, karena saya gak tau lagi kudu begimana, saya akan menuruti saran salah satu anak saya! Kai, Namjoo, masuk!!””

Kai dan Namjoo akhirnya buru-buru masuk ke dalam ruang sidang dan menghampiri Bu Hyorin, Kai bisik-bisik di telinga kiri Bu Hyorin, sementara Namjoo bisik-bisik di telinga kanan Bu Hyorin. Alhasil bukannya dapet ilham(?), Bu Hyorin malah makin pusing karena usul.Kai dan Namjoo benar-benar berlawanan. Kai ingin Myungsoo dan Howon tetap dipenjara bahkan ditambah lagi hukumannya, sementara Namjoo ingin Myungsoo dan Howon dibebaskan dari hukuman. Mereka terus-terusan berusaha mengasut mami mereka sampai-sampai adu nyolot lagi.

” Duh kalian ini kenapa sih?!! kasih saran yang bijaksana dong!!” sebelum melon kembali melayang (?), Bu Hyorin melerai kedua anaknya itu.

” Kaga mao! Namjoo maunya begitu!” kata Namjoo.

” No way, Kai pokoknya maunya begitu!!” Kai gak mau kalah.

Bu Hyorin mikir lagi, ” Yaudah, gini aja, kalian suit deh! yang menang itu yang mami turutin!”

” Oke! hayu sok kita suit!!” Kai menyingsingkan lengan kemejanya. Namjoo langsung sit up 10 kali untuk pemanasan (?)

Semua orang terutama Myungsoo dan Howon menahan nafas, nasib mereka ada di tangan Kai atau Namjoo. Ketika dua anak Bu Hyorin itu sudah bersiap untuk suit…

” SUUUUUIT!!”

Semua mata langsung melotot kearah tangan Namjoo yang menunjukkan jari telunjuk dan tangan Kai yang menunjukkan jempol.

KAI MENANG!

” Yeaaaah!!!! gue menang!!!! Myungsoo dan Howon tetep dipenjara!! hahaha!!!!” Kai langsung jumpalitan kesenengan disambut teman-temen satu kubunya. Namjoo lemes, apalagi Myungsoo dan Howon. Suasana riuh kembali, Yoona umma dan Ujong udah kejer, Donghae appa hanya bisa pasrah. Paman Jonghyun hanya bisa menunduk dan menyesal, Sekyung juga hanya mematung.

” Baiklah.. berdasarkan suit barusan (?), dengan ini saya putuskan bahwa tersangka kasus pencurian Myungsoo dan Howon akan tetap dipen……”

” STOP!!!!!”

Bu Hyorin menghentikan perkataannya ketika speaker aula tiba-tiba mengeluarkan suara berat seorang namja yang sangat keras, aula sunyi mendadak karena takut dan tak tahu siapa yang bicara tadi.

” Siapa itu!?” tanya Bu Hyorin sembari berdiri.

” Aku?!” terdengar suara lagi dari speaker, “…aku Lee Sungyeol..masih ingat denganku?”

” HAH!???” seisi aula nyaris jantungan, pasalnya mereka tahu Sungyeol sudah meninggal 13 tahun silam.

” SUNGYEOL!!” Myungsoo dan Howon ikut berdiri, ternyata inilah yang akan dipertunjukkan (?) oleh Sungyeol. Mereka tak menyangka Sungyeol berani muncul meski hanya suara saja.

” M..mau apa kau??” tanya Bu Hyorin dengan amat gugup. Kini suasana aula diselimuti aura dingin dan mencekam, di luar pun hari mulai mendung dan gelap.

” Aku hanya ingin kalian membebaskan Myungsoo dan Howon dari hukuman. Ketahuilah, selama mereka jadi pencuri, aku juga ada bersama mereka. Mereka bahkan menyembunyikan semua curian mereka di dalam kuburanku, kuburan yang sama sekali tak pernah diurus, dirawat, apalagi ditaburi bunga. Sejak ada mereka, kuburanku itu sekarang jadi bersih dan terawat, mereka rajin membersihkan dan menaburi bunga, mereka juga sering mendoakan aku. Selain mereka, adakah warga Sundae yang peduli padaku seperti itu?? jawab!”

Bu Hyorin gemetaran, begitu juga dengan semua warga Sundae yang mendengar perkataan Sungyeol itu dengan jelas.

“ Kau bukan Sungyeol kan?? Tolong tidak usah iseng, ini sedang sidang!!” Bu Hyorin berusaha untuk tidak percaya.

“ Muahaha, jadi ceritanya gak percaya nih? Oke, aku akan menampakkan diri. Siap-siap yah, yang punya sakit jantung atau lagi hamil mending tutup mata..”kata Sungyeol datar tapi mengancam.

“ AAAAA!!!” semua sudah menjerit ketakutan, mengingat kematian Sungyeol tiga belas tahun lalu disebabkan oleh pembantaian berdarah, mereka takut Sungyeol muncul dalam keadaan berdarah-darah.

“ Panggil Naeun!! Suruh dia mengusir hantunya!!” Bu Hyorin mulai kelabakan.

“ Naeun tidak ada disini!” teriak Eunji dari luar. Semua semakin panik, Myungsoo dan Howon geleng-geleng karena Sungyeol bikin sidang jadi mencekam.

“ Duh..! b.. baik, baiklah! Saya percaya kau Sungyeol. Tolong pergi sekarang juga, jangan mengacaukan sidang!” kata Bu Hyorin dengan gemetaran.

“ Turuti dulu apa yang kuinginkan. Setelah itu aku akan pergi, bahkan tidak akan menampakkan diri lagi di sekolah ini selama-lamanya. Aku tidak akan lagi menakut-nakuti dan meneror Sundae jika Myungsoo dan Howon dibebaskan dari hukuman.”jawab Sungyeol, “…jika mereka dipenjara, siapa yang akan mengurus makamku? Siapa lagi yang akan peduli dengan ketenanganku kalau bukan mereka??”

“ SUNGYEOL!!” pekik Myungsoo dan Howon, tidak menyangka kalau Sungyeol rela untuk tidak gentayangan lagi jika mereka dibebaskan.

“ Mereka harus tetap dihukum. Soal kuburanmu, saya yang akan merawatnya!” kata Bu Hyorin pasrah.

“ Gue gak percaya. Paling-paling elo nanem pohon melon diatas kuburan gue.”

“ -___- saya serius! Sekarang kau pergi sebelum saya panggil pengusir setan!”

“ Baik, aku akan simpan janjinya. Tapi tolong bebaskan Myungsoo dan Howon dari hukuman! Kalo engga, ta’ sobek-sobek sampeyan!!!”

JDER!!!

Petir pun tiba-tiba menggelegar dengan keras. Setelah itu, suara Sungyeol tidak terdengar lagi.

Aula masih hening, seisi ruangan bahkan orang-orang di luar ruangan pucet semua. Masih tak percaya kalau siswa Sundae yang mati tahun 1999 itu bersuara barusan.

“ Aaaaa!!! Aaaa!!!” teriakan seorang wanita memecah keheningan, semua langsung menoleh kearah wanita itu. bibi Sekyung, istri Paman Jonghyun itu menjerit kesakitan.

“ Ada apa?? ada apa??” semua terkejut.

Kayaknya setelah mendengar suara hantu Sungyeol tadi, Sekyung langsung sakit perut dan ingin melahirkan *ada hubungannya gak sih?? Gak ya? -_- #author mulai error*

Persidangan terpaksa dihentikan untuk sementara karena semua kelabakan dengan Sekyung. Akhirnya dengan menggunakan mobil Kyuhyun songsaenim, Sekyung dibawa ke dukun beranak terdekat. Eh, rumah sakit aja deng ._.

“ Maaf Paman harus pergi. Semoga sidangmu lancar.” Paman Jonghyun mengusap kepala Myungsoo sebelum ia pergi mengantar istrinya yang sudah mau mbrojol (?) *gaenak banget bahasanya -__-*

Myungsoo mengangguk, “ Maafkan Myungsoo, Paman. Semoga persalinan Bibi Sekyung lancar..”

“ Tidak perlu, seharusnya Paman yang minta maaf..” Paman Jonghyun pun pergi.

“ Aduh Gustiiii.. kunaon ieu sidang aya wae nu ngaganggu -___-“ Bu Hyorin memijiti kepalanya yang sudah pusing karena sidangnya berjalan dengan konyol dan banyak gangguan, “…sudah-sudah!!! Sidang dilanjutkan!! Saya akan menjatuhkan vonis pada dua pencuri ini!!!”

“ Tunggu!!” Myungsoo memotong, “…karena tadi Bibi saya pergi karena mau melahirkan, mari kita berdoa dulu untuk keselamatan persalinannya. Berdoa, mulai.”

“ -__-“ Bu Hyorin nurut (?), ia beserta semua orang yang ada di aula menundukkan kepala mereka dan berdoa sejenak untuk Sekyung.

“ Berdoa selesai.”kata Myungsoo *keponakan yang baik ^^*

“ Oke, itu yang terakhir. Sekarang fokus pada sidangnya! Saya sudah menentukan hukuman untuk kalian.”kata Bu Hyorin, “…kalian akan dihukum……”

“ TUNGGU!!!!!!”

“ Astajim! Apa lagi!!??” Bu Hyorin mengacak-acak rambutnya dengan depresi karena ada lagi yang memotong jalannya sidang. Namun ketika ia tahu siapa yang berteriak itu, ia langsung gemetaran.

Tuan Yesung dan Nyonya Yuri, sepasang suami istri pemilik Kim Group itu berdiri di ambang pintu aula. Myungsoo terkejut bukan main.

“ APPA!!!???? UMMA!!!!!?????”

*****

Naeun berjalan cepat menyusuri koridor sekolah menuju aula Sundae, berita tentang jalannya sidang dari Eunji membuatnya penasaran ingin segera kesana. Namun ketika ia sampai di depan perpustakaan, Kai muncul dari belokan.

“ Hei, kau mau kemana?” tanya Kai pura-pura bego.

“ Tentu saja ke aula. Minggir!” kata Naeun ketus, namun Kai menahannya.

“ Sebaiknya tidak usah dulu!” tahan Kai.

“ Memangnya kenapa?”

“ Kau tahu? Orangtua Myungsoo datang, kalau mereka tahu Myungsoo berpacaran dengan gadis seperti dirimu apa kau tidak malu??”

Naeun terkejut, sekaligus geram dan tersinggung karena perkataan Kai.

“ Ini untuk kebaikanmu, sebaiknya kau tidak usah ke aula dulu.”kata Kai lagi, ia lalu mengajak Naeun masuk ke dalam perpustakaan.

Naeun menurut saja, meski ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi di aula sekarang, pasti orangtua Myungsoo sangat syok dan terkejut dengan kasus Myungsoo ini. Tapi apakah Myungsoo akan dibawa pulang oleh mereka? Entahlah, Naeun benar-benar ingin tahu.

“ Kau tunggu disini sebentar, aku akan cek aula. Kalau keadaan memungkinkan untukmu ke sana, aku akan menjemputmu.”kata Kai, Naeun mengangguk saja. Kai pun keluar dari perpustakaan.

Namun tak lama setelah itu…

BRUK!

Pintu perpustakaan tiba-tiba ditutup oleh seseorang yang tidak diketahui oleh Naeun, gadis itu langsung berlari dan mencoba membuka pintunya, namun ternyata dikunci.

“ HEI!! BUKA!!! BUKA PINTUNYA!!” teriak Naeun, namun tak ada jawaban dari luar. Naeun depresi mendadak, mengapa tiba-tiba ada orang yang menguncinya? Ketika ia ingin menghubungi Kai dan Eunji, ponselnya mati karena kehabisan baterai.

*****

 

“ Apa masih belum cukup!? Ini, saya tambah!”

BUK!

Satu koper berisi uang jutaan won diletakkan lagi di depan Bu Hyorin. Kepala Sekolah Sundae itu berkali-kali nelen ludah karena ngiler melihat uang sebanyak itu.

“ Kalau masih kurang, katakan saja. Akan saya tambah, asal kau membebaskan dua pemuda ini, terutama anak saya.”kata pria yang tak lain dan tak bukan adalah Tuan Yesung itu.

Sementara Nyonya Yuri terus menangis dan tak melepaskan pelukannya dengan Myungsoo, akhirnya setelah dua bulan menghilang, anak semata wayangnya itu bisa ditemukan lagi meski dalam keadaan yang mengejutkan. Tuan Yesung dan Nyonya Yuri akhirnya tahu kalau anaknya terlibat kasus pencurian setelah diberikan penjelasan singkat oleh Bu Hyorin dan Namjoo. Hingga tanpa pikir panjang, Tuan Yesung langsung mengeluarkan berkoper-koper uang untuk menyogok Bu Hyorin agar Myungsoo dan Howon dibebaskan dari hukuman.

Setelah tiga koper berjajar di depan mata Bu Hyorin, akhirnya kepala sekolah itu bicara.

“ Baik! Baiklah! Saya akan bebaskan mereka dari hukuman!” katanya dengan wajah berbinar-binar, rupanya ia sudah tergoda dengan sogokan Tuan Yesung.

“ Syukurlah! Silahkan ambil uang itu. kami akan membawa Myungsoo pulang ke rumah.”kata Tuan Yesung.

“ Baik! Baiklah!!” dengan wajah yang semakin berbinar Bu Hyorin mengangguk cepat.

“ Appa!!!! Aku tidak mau pulang! Aku tinggal di sini!” kata Myungsoo keras.

“ Nak.. kembalilah ke rumah..” kata Nyonya Yuri memelas dan masih tetap menangis. Myungsoo tidak tega melihat ibunya yang sampai sedemikian sedihnya, tetapi ia juga tidak rela meninggalkan Sundae.

“ Naeun mana sih!!?? Ya Tuhan, ini genting banget!!” Eunji berkali-kali menghubungi Naeun tetapi tidak bisa.

“ Myungsoo. Ayo kita pulang sekarang!” kata Tuan Yesung dan Nyonya Yuri bersamaan, Myungsoo terus-terusan menggeleng bahkan namja itu hampir menangis, ia melempar pandangan ke seluruh penjuru aula, namun tak ia temukan sosok Naeun.

“ Jebal, beri aku waktu lima menit saja. Aku ingin menemui seseorang!”kata Myungsoo tiba-tiba.

“ Siapa?” tanya Tuan Yesung dan Nyonya Yuri bingung.

“ Tidak ada waktu untuk menjelaskannya! Izinkan aku menemuinya!”

“ B..baiklah, lima menit saja!! Tidak boleh lebih!”

Myungsoo mengangguk, ia segera lari secepat kilat keluar dari aula menuju asrama, mencari Naeun. Namun tak ia temukan gadis itu.

“ Naeun!! Kau dimana sih???” Myungsoo berusaha menghubungi kekasihnya itu tetapi tidak bisa, namja itu semakin panik karena waktunya untuk menemui Naeun sangat terbatas.

“ SON NAEUN!!!! KAU DIMANA!!?????” dengan terburu-buru Myungsoo terus memeriksa sekitar asrama sembari berteriak memanggil Naeun, tetapi tetap saja hasilnya nihil.

“ Myungsoo!! Waktumu habis, ayo kita pulang sekarang!” Tuan Yesung dan Nyonya Yuri muncul bersama para bodyguard yang langsung memegang Myungsoo.

“ Aku menghubungi Naeun tetapi tidak bisa! Aku akan segera mencarinya.”kata Eunji, “…baik-baik, Myung. Kau tetap sekolah disini, kan?”

Myungsoo mengangguk, “ Kuharap aku tetap bisa bersekolah disini.”

“ Kalaupun tidak, tolong jangan lupakan kami. Terutama aku.”kata Howon dengan mata berkaca-kaca.

Myungsoo langsung menitikkan airmatanya, ia dan Howon pun berpelukan.

“ Bro.. aku tidak mungkin melupakanmu. Kau sahabat terbaik yang pernah aku miliki. Susah dan senang kita lewati bersama, aku tidak mungkin bisa menghapus dirimu..” kata Myungsoo sembari terisak.

“ Aku juga.. meski karir kita sudah berakhir, bukan berarti persahabatan kita juga berakhir, bukan? Aku akan merindukanmu, Myungsoo..”kata Howon.

Tak hanya kedua namja tampan itu yang menangis, semua orang yang melihat mereka juga ikutan mewek, kecuali Bu Hyorin yang udah mehe-mehe sendiri karena dapet uang tiga koper.

Myungsoo pun masuk ke dalam mobil meski ia benar-benar setengah hati meninggalkan Sundae, apalagi ia sama sekali tidak bertemu Naeun. Bagaimana jika ia tidak bisa lagi bersekolah di Sundae? Apakah hubungannya dengan Naeun akan berakhir begitu saja?

Tidak, tidak akan. Myungsoo sudah sangat mencintai Naeun.

**

 

KLEK..

“ Akhirnya!!!” dengan wajah berbinar-binar Naeun segera keluar dari perpustakaan ketika pintu ruangan itu terbuka. Ia tak sempat lagi mempertanyakan siapa yang menguncinya tadi, ia segera berlari menuju aula, namun si pembuka pintu yang tak lain dan tak bukan adalah Kai kembali menahannya.

“ Percuma kau kesana, aula sudah kosong. Sidang sudah selesai.”kata Kai.

“ Mwo!!?? Lalu Myungsoo, Howon.. bagaimana!?” tanya Naeun tak sabaran.

“ Mereka dibebaskan dari hukuman.”

“ Syukurlah, lalu!!??”

“ Sekarang Howon sedang berbicara dengan keluarganya di lobi asrama. Dan Myungsoo..”

“ Myungsoo kemana!!??” tanya Naeun.

“ Ia sudah pulang ke rumahnya.”kata Kai dengan nada licik, terlihat dari wajahnya ia menyimpan kebahagiaan karena ia yakin sebentar lagi Myungsoo akan keluar dari Sundae.

“ APA!!!??? M..maksudmu dia..”

“ Ya, dia sudah pergi dari sini. Ia bahkan lupa untuk menemuimu, mungkin ia sudah terlalu merindukan rumahnya yang mewah.”kata Kai memanas-manasi, dan hal itu langsung membuat Naeun tersentak dan sakit hati.

“ Apa benar??? Hiks..” Naeun langsung menangis mendengarnya, “…tidak, tidak mungkin!! Myungsoo tidak mungkin meninggalkan aku!!”

“ Tapi memang begitu kenyataannya, Son Naeun.”

Airmata Naeun semakin deras, Kai segera memeluknya.

“ Son Naeun. Sebentar lagi, kau akan menjadi milikku.”ucap Kai dalam hatinya.

************************

 

Dua minggu kemudian…

 

“ Myungsoo!! Aku sudah siap!!! Ayo kita jalan-jalan!” Soojung masuk ke kamar Myungsoo dan langsung memeluk lengan namja yang tengah berdiri di balkon itu. Tanpa basa-basi Myungsoo langsung berontak dan membuat Soojung terdorong.

“ Pergi.”kata namja itu dingin.

“ Myungsoo!!! Kau ini kenapa?? Ini sudah kesekian kalinya aku mengajakmu jalan, tapi tanggapanmu selalu seperti ini!!”

Myungsoo malas menjawab, ia keluar dari kamarnya. Soojung mengikuti dari belakang.

“ Aku tidak akan pulang kalau kau tidak mau pergi denganku hari ini!”ancam Soojung.

“ Silahkan.”jawab Myungsoo ketus.

“ Myungsoo!! Kita harus pergi sekarang! Kita harus mencari cincin baru untuk pertunangan kita minggu depan!!”

“ Pertunangan apa, hah?! Tunangan aja sana sama kambing!”

“ Myungsoo!!!” Tuan Yesung dan Nyonya Yuri yang mendengar pembicaraan Myungsoo dan Soojung langsung berdiri karena lagi-lagi Myungsoo kasar dan ketus pada Soojung.

“ Ahjumma.. ahjussi, mengapa Myungsoo seperti ini terus padaku?” adu Soojung manja, “…dulu ia tidak pernah sekasar ini padaku. Apakah selama sekolah di Sundae ia diajari seperti ini!??”

“ Heh, jaga perkataanmu. Sundae tidak pernah mendidik aku menjadi seperti ini. Aku seperti ini karena muak dengan kelakuanmu!!” jawab Myungsoo.

“ Diam!! Diam dulu!!” kata Tuan Yesung menengahi, “…Myungsoo, kau tidak seharusnya seperti ini. Soojung adalah calon tunanganmu, calon pendampingmu. Kau harus perlakukan dia dengan baik!!”

“ Aku tidak sudi bertunangan dengannya.”

“ Ahjussi! Bagaimana??!” Soojung semakin rewel.

“ Myungsoo, appa tidak mau mendengar itu lagi darimu. Kau harus tetap bertunangan dengan Soojung, paham!?”

“ TIDAK!” jawab Myungsoo keras, ia langsung masuk ke dalam lift rumahnya dan pergi ke lantai paling atas. Nyonya Yuri segera menyusulnya.

 

“ Nak..” Nyonya Yuri menghampiri Myungsoo yang ternyata sedang curhat dengan ikan cupang di pinggir kolam (?)

“ Ada apa, umma? Kau mau memaksaku juga untuk bertunangan dengan Soojung?” tanya Myungsoo dingin.

“ Ani.. umma hanya ingin mendengar apa saja yang kau inginkan. Sudah dua minggu kau tinggal lagi disini, dan sudah dua minggu pula kau membuat banyak kekacauan baru. Umma tahu, kau pasti punya keinginan yang tak bisa kau capai karena kau sudah keburu dipulangkan..”kata Nyonya Yuri lembut.

Memang, setelah Myungsoo pulang ke rumahnya, namja itu benar-benar tidak bisa hidup tenang. Ia ingin kembali ke Sundae, ia ingin berkumpul lagi dengan para penghuni lantai tujuh dan bercanda dengan Howon dan Sungyeol seperti dulu, ia ingin merawat makam Sungyeol bersama Howon setiap malam jumat seperti biasanya, dan tentu saja, ia ingin bertemu dengan Naeun, semakin hari rasa rindunya pada gadis itu semakin menggila. Karena perasaan-perasaan itu semakin menyiksa, Myungsoo melakukan berbagai tindakan yang membuat Keluarga Kim geleng-geleng kepala. Myungsoo pernah hampir membunuh ddangkoma, kura-kura peliharaan Tuan Yesung (?), Myungsoo juga selalu berbuat kasar pada Soojung. Dan yang paling parah, Myungsoo sempat mencuri dompet tamu-tamu yang datang ke rumah keluarga Kim hingga akhirnya Tuan Yesung dan Nyonya Yuri yang keteteran untuk minta maaf.

“ Myungsoo hanya ingin kembali ke Sundae dan batal bertunangan dengan Soojung. Itu saja. Apakah itu sangat sulit?” kata Myungsoo kemudian.

“ Mengapa kau sangat ngotot menginginkan hal itu?”tanya Nyonya Yuri.

“ Tentu saja. Umma harus tahu, di Sundae,aku tahu apa itu hidup. Aku sudah bisa menjadi anak yang mandiri, yang tidak tergantung pada pembantu dan pelayan seperti disini. Aku juga mulai bisa merubah sifat-sifat burukku disana, meski aku harus menjadi pencuri untuk memenuhi kebutuhan hidupku..”jelas Myungsoo, “…dan satu lagi, disana juga aku sudah menemukan seseorang yang aku cintai. Aku dan dia sudah menjalin hubungan dan kami saling mencintai. Jadi jangan paksa aku lagi untuk menerima perjodohan sinting dengan Soojung itu.”

Nyonya Yuri terdiam beberapa saat.

“ Kalau boleh tahu, siapa gadis yang kau cintai itu, Nak?”tanyanya kemudian.

“ Kalau umma ingin tahu, ikutlah denganku besok ke Seoul Mall.”

“ Mwo…? Kau ingin bertemu dia disana?”

Myungsoo menggeleng, “ Saat masih sekolah di Sundae, Myungsoo sempat mengikuti kontes Paparazzi, dan Myungsoo menjadikan gadis itu sebagai objeknya. Ternyata Myungsoo menang dan dapat uang lima puluh juta won..”

“ MWO!?” Nyonya Yuri terkejut karena baru tahu.

“ Ne.. tapi uangnya langsung Myungsoo pakai untuk mengganti semua uang yang pernah Myungsoo curi. Tapi tidak apa-apa, Myungsoo tetap senang karena hasil jepretan Myungsoo akan dipamerkan di Seoul Mall besok.”

“ Ah, jinjja??! Nak, umma tak tahu lagi harus bicara apa. meski sekarang kau seperti ini, tapi umma bangga padamu.” Nyonya Yuri memeluk Myungsoo, “…umma pasti ikut denganmu ke Seoul Mall besok, kalau perlu appa dan Soojung juga ikut. Agar mereka bisa melihat siapa gadis yang kau pilih itu.”

Myungsoo tersenyum, “ Terimakasih, umma..”

****

 

Keesokan Harinya…

Sundae, 03.30 PM

 

“ Kak Eunji! Kak Naeun!”

“ ASTAJIM!! UJONG!!!???”

“ Ssst…”

“ Tapi kau kenapa..”

“ Aku terpaksa berdandan seperti ini biar bisa masuk ke asrama putri!”

Eunji dan Naeun nganga melihat penampilan Sungjong, adik Howon itu memakai seragam siswi Sundae, menyamar menjadi siswa perempuan agar bisa masuk ke asrama putri dengan leluasa karena ia tak bisa mengendap-ngendap seperti kakaknya.

“ Memangnya ada apa? apa ada kabar dari Howon??” tanya Eunji. Sungjong mengangguk cepat.

Ya, saat ini Howon sama seperti Myungsoo, ia juga pulang bersama orangtuanya ke Busan. Namun bukan karena keinginan orangtuanya, tetapi atas keinginan Howon sendiri. Entah apa alasannya, Howon ingin pulang ke Busan untuk sementara waktu.

Eunji menerima surat dari Howon yang diberikan oleh Sungjong lalu membacanya buru-buru.

Ujong, bagaimana kabarmu? Baik-baik saja, kan?

Howon hyung disini baik-baik juga. Ada hal yang ingin hyung beritahukan padamu..

Setelah hyung pikir-pikir, Hyung memutuskan untuk tidak akan kembali ke Sundae. Hyung memilih untuk keluar saja dari sekolah dan membantu appa dan umma bekerja disini. Jadi maaf Jong, kau harus hidup sendiri di sana. Jaga dirimu, hyung akan sering-sering mengirimimu surat. Salam untuk Eunji, katakan padanya kalau hyung akan segera melamarnya jika sudah lulus SMA, itupun kalau dia mau.

Wasalam, pahlawan bertopeng. Eh, Hoya. Eh, Lee Howon ._.v

*akhirannya koplak -__-*

 

“ Aaa!! Apa ini!!??? Ora iso!! Ora isooo!!!” Eunji panik setelah membaca surat tersebut, “…Howon gak bisa berhenti dari Sundae begitu aja!! Gak bisa!!! Aku harus paksa dia untuk balik!!”

“ Sebaiknya memang begitu, noona. Ujong juga gak rela kalo Howon hyung putus sekolah begitu aja..”kata Sungjong yang udah mewek, make up yang ia pakai jadi luntur (?)

“ Ck, mengapa jadi begini..”keluh Naeun, “…Myungsoo tidak kembali ke Sundae, sekarang Howon..”

“ Tidak akan! Aku akan ke Busan hari ini juga! Aku harus bawa Howon balik kesini!!” Eunji langsung bersiap-siap lalu memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, “…Naeun, kau bisa kan antar aku ke terminal??”

“ Ji, kau yakin??” tanya Naeun.

“ Aku yakin!! Kajja, aku sudah siap!!” Eunji memasang tasnya dan langsung menarik Naeun.

“ Hwaiting!!! Cemungudh qaqa, bawa kak Howon balik kesini yaaa!!!” teriak Ujong *cemungudh qaqa katanya -___-*

*

 

Eunji berangkat menuju Busan dengan bus sore. Setelah mengantar kepergian Eunji, Naeun mampir ke warung Bakso dan Mi Ayam Author karena kelaperan *horeee warung author jadi tempat syuting lagi XD #PLAK!!*

Gadis itu makan seporsi bakso sambil bengong, memikirkan keadaan yang harus dijalaninya saat ini tanpa Myungsoo. Ia benar-benar merindukan namja itu, ia tidak bisa menghubungi Myungsoo lagi karena sepertinya nomor ponsel Myungsoo diganti oleh keluarga Kim. Naeun benar-benar lost contact dengan kekasihnya itu.

“ Apa ini artinya hubunganku dengan dia berakhir begitu saja? Apa kata Kai benar kalau sekarang Myungsoo sudah bahagia karena sudah hidup mewah lagi? Pasti Myungsoo sudah dijodohkan dengan gadis yang pernah bertemu dengannya waktu tawuran itu..” pikir Naeun sembari menangis hingga airmatanya bercampur dengan kuah bakso, “…tetapi bukankah Myungsoo adalah jodohku?? Tapi jika ia jodohku, kenapa sekarang Tuhan menjauhkan kita?? hiks..”

“ Neng, kenapa nangis?”seseorang tiba-tiba menghampiri Naeun, ternyata author XD *seneng banget dapet dialog, dasar kamseupay -_- #tunjukdirisendiri*

“ Hm.. tidak apa-apa.” Naeun segera menyeka airmatanya, “…oh iya, kira-kira tempat yang rame dan ada hiburannya dimana ya? Saya mau jalan-jalan untuk ngurangin rasa sedih..”kata Naeun lagi.

“ Ah.. ke Seoul Mall aja neng, lagi ada pameran disana.”jawab author.

“ Pameran? Pameran apa?”

“ Pameran Paparazzi Contest bulan lalu, tiga pemenang lomba itu hasil jepretannya dipamerkan di Seoul Mall. Masa’ neng gak tau sih? Kan ada beritanya di tv.”

“ Gak tau Mba, tv di asrama saya rusak. Wah.. saya jadi penasaran pengen liat.”

“ Liat aja Mba, denger-denger sih katanya hasil jepretan yang juara satu itu bagus banget lho. Yang bikin saya bangga, orang yang juara satu itu pelanggan di warung bakso saya dulu..”

“ Jinjja? Wah.. siapa?”

“ Kalo nggak salah namanya Kim Myungsoo.”

EHEK!!!

“ MWO!!???” Naeun terkejut bukan main, ia langsung tersedak, bakso yang ia makan langsung keluar lagi dan mantul di jidat author *kurang asem -____- author jadi korban mulu :(*

“ Emang kenapa neng?” tanya author bingung, pura-pura bingung lebih tepatnya, karena gak mungkin author gak tau soal Myungsoo dan Naeun, wong author yang bikin ceritanya kok :p #authorsongong

“ Gak apa-apa! yaudah saya ke Seoul Mall dulu yah! Makasih infonya!!” Naeun langsung mengambil tasnya dan ngacir keluar.

“ Heh elo belom bayar neeeeng!!!!!” teriak author, tetapi Naeun tak peduli, ia langsung memanggil tukang ojek untuk mengantarnya ke Seoul Mall.

****

 

“ Eunji!!?? mengapa kau ada disini!!??” Howon kaget sekaget-kagetnya ketika melihat Eunji datang ke rumahnya.

“ Harusnya aku yang tanya begitu,kenapa kau masih ada disini dan tidak kembali ke Sundae?” Eunji balik bertanya.

“ Kau tidak perlu menanyakan soal itu, kau pasti sudah membaca suratku dari Ujong kan.”

“ Tapi aku belum tahu jelas apa alasanmu berhenti dari Sundae, Howon!”

“ Aku hanya ingin semua orang melupakan kasus pencurian itu. Aku tidak mau menjadi bulan-bulanan di sana! Sekarang kau paham???”

“ Mwo!?? Jadi hanya itu alasanmu!?” Eunji nampak kesal, “…Howon, bukan begini caranya!!! Kau harus tetap sekolah di Sundae!!!”

“ Aku tidak bisa, aku tidak mau mengecewakan orangtuaku lagi, dengan aku bersekolah disana hanya akan menambah beban, aku tak mau tergoda untuk menjadi pencuri lagi. Jadi lebih baik aku disini, membantu appa dan umma bekerja. Biar saja Ujong yang menuntut ilmu.”

“ Howon!! Kau tidak sedang sakit kan!!?” Eunji makin bingung, ia sampai memegang kening Howon.

“ Tidak. Aku baik-baik saja. Aku memang sudah memikirkan ini baik-baik. Jadi sudahlah, sebaiknya kau kembali saja ke Seoul. Aku sedang sibuk.”

“ Sibuk apa kau!?”

“ Kau tidak lihat aku sedang kerja?? Nih, ngasih stempel ke telor-telor asin lima puluh lusin.”

Eunji geleng-geleng kepala, “ Howon, kau bisa bekerja sambil sekolah. Kau bisa kerja di Sundae café bersamaku, kau juga masih bisa siaran di Radio Sundae bersamaku. Jangan putus sekolah begini, aku tidak suka!!”

“ Kau malu punya pacar yang tidak bersekolah, begitu?” tanya Howon telak.

“ M..mwo??! tidak.. tidak begitu!”

“ Aku tahu, Eunji. kalau kau malu punya pacar seperti aku kau boleh kembali pada Sunggyu sunbae. Aku memang tidak pantas untukmu.”

“ Astajim Howoooon!! Mengapa kau terus berbicara ngaco begini sih!!??”

“ Pulanglah.”

“ Ck!!” Eunji mengacak-acak rambutnya, “…kau harus kembali ke Sundae!”

“ Aku tidak mau. Lebih baik sekarang kau pulang.” Howon mengantar Eunji keluar dari rumahnya, “…mianhae, Jung Eunji.”

Howon pun berbalik dan masuk kembali ke dalam rumahnya.

Kasus pencurian itu memang menyisakan hal-hal pahit di hati Howon. Seandainya saja Myungsoo masih ada di Sundae, Howon tentu masih mau bersekolah di sana. Tetapi karena sahabat sepermalingannya (?) itu juga kini sepertinya tak kembali juga ke Sundae, Howon pun akhirnya memutuskan untuk berhenti sekolah dan membantu orangtuanya bekerja.

“ AKU TIDAK AKAN PULANG SEBELUM KAU MAU KEMBALI KE SUNDAE!!!!” teriak Eunji, Howon berusaha untuk tak peduli, ia menutup pintu rumahnya dan membiarkan Eunji berdiri di sana.

*

Eunji benar-benar membuktikan perkataannya. Sudah dua jam ia berdiri di depan rumah Howon sampai hari memasuki malam. Howon yang masih sibuk ngasih stempel ke telor-telor asin yang akan dijual Yoona umma nampak gelisah karena kekasihnya itu tidak pulang-pulang.

“ Kau tega membiarkan yeoja berdiri di luar sendirian berjam-jam? Howon, pikirkan lagi keputusanmu. Appa dan umma tidak apa-apa kerja berdua saja, kau boleh melanjutkan sekolahmu.”kata Donghae appa yang tidak tega pada Eunji.

“ Ne.. soal pencurian itu, kau tidak perlu pikirkan lagi. Appa dan umma sudah memaafkanmu, apalagi kau sudah mengganti uang curian itu bahkan masih punya uang sisa menjual pot dari orangtua Myungsoo.”sambung Yoona umma.

“ Tapi hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menebus kesalahanku, aku ingin membantu appa dan umma bekerja..”kata Howon pelan.

“ Tidak perlu, nak. Kau harus sekolah. Eunji benar, ia menginginkan yang terbaik untukmu..”

Howon kembali menatap jendela. Terlihat Eunji masih betah berdiri di depan rumahnya.

Entah mengapa ada sedikit perasaan malas di hati Howon untuk kembali ke Sundae, ia hanya tidak mau Bu Hyorin membencinya dan memperlakukannya dengan tidak baik. Tetapi jika dipikir-pikir, ia juga sebenarnya harus tetap bersekolah di Sundae karena ia takut Sungjong yang akan dijadikan bulan-bulanan oleh Kai and the gengz yang notabene kontra dengan Myungsoo dan Howon.

“ Apa sekarang aku harus menasihatimu juga?”

“ Siapa itu!?” Howon terkejut ketika ia mendengar suara seseorang di dalam kamarnya.

“ Kau lupa denganku? Ah, Lee Howon. Kau keterlaluan.”

“ Kau.. Yoon Bomi?”

“ Ne.. kau masih ingat aku kan??” seorang gadis tiba-tiba duduk disampingnya, Howon terkejut. Namun rasa takutnya benar-benar hilang ketika ia bisa melihat lagi sosok mantan kekasihnya yang sudah meninggal ini. Seandainya Bomi bukanlah arwah, Howon pasti sudah memeluknya dengan erat.

“  Aku akan terus mengingatmu. Bomi, mengapa kau datang?” tanya Howon, “…kau tidak akan pergi lagi, kan?”

“ Aku tidak suka kau memperlakukan Eunji seperti ini, tolong temui dia dan kembalilah ke Sundae. Keputusanmu untuk berhenti sekolah sama sekali tidak tepat.”kata Bomi, “…aku tidak akan bisa tenang jika hubunganmu dengan Eunji jadi seperti ini. Kau seharusnya bersyukur memiliki gadis seperti dia, yang perhatian dan menginginkan yang terbaik untukmu..”

“ Tapi aku..”

“ Kau sayang padanya, kan?”

“ Tentu saja, sama seperti rasa sayangku padamu.”

“ Nah,kalau begitu cepat kau temui dia. Kalau kau tidak menurut, aku tidak akan memaafkanmu.”

Bomi pun menghilang, Howon kembali menatap jendela. Ia terkejut karena ternyata diluar hujan deras, Eunji sudah basah kuyup di depan rumahnya.

Howon segera keluar dan menemui Eunji dengan perasaan khawatir dan bersalah.

“ Akhirnya keluar juga..” Eunji tersenyum meski wajahnya sudah pucat dan hidungnya mimisan karena kedinginan.

“ Jenongkuuuu.. maafkan pahlawan bertopeng yang bodoh ini.. hiks.. hiks..” Howon mewek, ia memeluk Eunji erat-erat, Eunji membalas pelukannya.

“ Kau akan kembali ke Sundae, kan?”

“ Ya! Aku pasti kembali kesana! Kau tidak perlu memohon-mohon lagi apalagi nongkrong sampe basah kuyup begini. Sekali lagi aku minta maaf.. aku sayang padamu..” Howon mengelap darah yang keluar dari hidung Eunji, “…ayo masuk ke rumah!”

“ Nanti saja, aku mau hujan-hujanan disini!”kata Eunji semangat.

“ Yaelah, idung udah mimisan begitu mau hujan-hujanan!”

“ Mimisan apanya?? Aku pake ini! Muahahahahaha XD” Eunji menunjukkan sebotol obat merah didepan mata Howon, “…pahlawan bertopeng tertipu. Hahahaha!!!”

“ Kyaaa!!! Dasar jenoooong!!!!” Howon gemas, ia dan Eunji pun kejar-kejaran di depan rumah, bener-bener persis adegan pilem-pilem India. Lari-larian ditengah hujan, dan setelah itu… berciuman.

****

 

Naeun memasuki area pameran Seoul Mall. Dengan terburu-buru, ia menghampiri sebuah dinding yang dikerumuni banyak orang, dinding yang ditempeli foto-foto milik juara satu Paparazzi Contest itu. Hasil jepretan Myungsoo.

“ Wah.. gadis di foto ini benar-benar cantik..”

“ Ya, padahal dandanannya biasa saja, sangat sederhana. Tetapi, wah.. pemotret foto ini memang benar-benar hebat.”

Terdengar suara orang-orang memuji hasil jepretan Myungsoo. Naeun semakin penasaran, ia menerobos kerumunan orang tersebut dan melihat foto-foto yang ada di dinding tersebut.

“ AIGO!!!” Naeun terkejut bukan main, “…itu kan.. aku.”

“ Hei, kau gadis yang ada di foto ini, kan??” orang-orang mulai menyadari kehadiran Naeun. Naeun mengangguk dengan tampang dodol.

“ Wah, di foto saja cantik, aslinya memang seperti bidadari..” puji orang-orang itu. Naeun benar-benar salah tingkah, ia syok karena ternyata Myungsoo menjadikannya sebagai objek foto. Mengapa ia sama sekali tidak sadar kalau Myungsoo pernah mempotret dirinya sebanyak ini?

Naeun memperhatikan satu per satu potret dirinya, membaca deskripsinya yang merupakan tulisan Myungsoo. Ia sangat terharu dan tak menyangka, Myungsoo menuliskan deskripsi yang membuatnya melayang. Berbagai gombal gembel (?) ada dalam deskripsi Myungsoo. Naeun kira namja itu kaku dan tak bisa romantis seperti ini.

“ Kau tahu siapa yang memotretmu ini?” tanya orang-orang itu lagi pada Naeun. Naeun hanya bisa diam.

“ Itu orangnya! Dia sudah ada di tempat ini dari tadi. Sebaiknya kau hampiri dia dan ucapkan terimakasih.”kata orang-orang itu lagi sembari menunjuk seorang namja yang ternyata berdiri tak jauh dari Naeun.

Myungsoo. Namja itu ada di sini bersama keluarganya dan Soojung. Naeun langsung berdebar, tak tahu harus berbuat apa. Ketika gadis itu memutuskan untuk pergi dan menghindar saja, Myungsoo sudah terlanjur melihatnya.

“ NAEUN!!!” panggil Myungsoo dengan wajah berbinar, semua mata langsung tertuju pada Naeun, terutama Tuan Yesung, Nyonya Yuri, dan tentunya Soojung, mereka akhirnya melihat langsung siapa gadis yang ada dalam foto yang diambil Myungsoo itu.

Naeun gugup, ketika Myungsoo berlari kecil ke arahnya, ia langsung berjalan cepat dan tak mau melihat namja itu.

“ Hei!! Naeun, kau tidak merindukan aku!!?? Naeun, aku Myungsoo!!!” Myungsoo nampak heran karena Naeun justru menghindarinya.

“ Aku tahu, pergilah!”kata Naeun cepat sembari berusaha menutupi kesedihannya.

“ Hei, kau kenapa???” Myungsoo berusaha menggapai tangan Naeun, namun gadis itu keburu berlari.

Myungsoo tidak menyerah, ia langsung mengejar gadis itu sampai mereka keluar dari area pameran dan memasuki gedung parkir. Naeun kebingungan harus melarikan diri kemana.

“ Jangan ikuti aku!!” kata Naeun keras, Myungsoo tak peduli.

“ Aku merindukanmu, Naeun!! Mengapa kau jadi seperti ini??!” Myungsoo mempercepat larinya hingga akhirnya ia bisa meraih tangan Naeun.

“…kau kenapa.. menangis??” Myungsoo terkejut melihat wajah Naeun yang sudah berlumuran airmata.

“ Aku tahu kau sudah bahagia sekarang. Lupakan aku. Terimakasih atas semuanya.”kata Naeun dengan suara paraunya, ia menepis tangan Myungsoo dan kembali berjalan.

“ Hei! Kau bicara apa!?? bahagia apa maksudmu!?” Myungsoo tak mengerti, tetapi Naeun tak menyahut. Karena gemas, Myungsoo membalikkan tubuh gadis itu dan…

Chu~

Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Naeun. Myungsoo melakukannya tanpa rasa malu meski ia tahu ini adalah tempat umum.  Naeun kaget, ia berusaha berontak tetapi ketika ciumannya terlepas, Myungsoo kembali mencium Naeun bahkan lebih dalam dari sebelumnya.

Tuan Yesung, Nyonya Yuri, dan Soojung yang sejak tadi ternyata mengikuti Myungsoo terkejut melihatnya. Tangan Soojung sudah mengepal menahan marah, sementara Tuan Yesung dan Nyonya Yuri hanya bisa mematung melihat kelakuan anak mereka.

Pelan-pelan Myungsoo melepas ciumannya lalu menghapus airmata di pipi Naeun dengan ibujarinya. Ditatapnya mata gadis itu dalam.

“ Kurasa kau salah paham. Aku sama sekali tidak bahagia meskipun aku sudah kembali ke rumahku, setiap hari aku merasa tersiksa karena tidak bisa melihatmu lagi. Jadi tolong jangan menghindar dariku. Aku mencintaimu, Son Naeun.”kata Myungsoo pelan, “…cara apapun akan aku tempuh asal aku bisa kembali ke Sundae. Aku janji aku akan kembali sekolah di sana, aku tidak mungkin meninggalkanmu..”

Naeun menangis lagi, merasa bersalah.

“ Maafkan aku..”ucapnya, “…tapi bagaimana dengan keluargamu? Mereka pasti tidak akan menerima ak…..”

“ Sstt..” Myungsoo menaruh telunjuknya di bibir Naeun, “…mereka pasti menerimamu, percaya padaku.” Myungsoo menoleh kearah appa dan ummanya. Tuan Yesung dan Nyonya Yuri nampak tersenyum tulus, Naeun membalas senyuman mereka. Sementara Soojung langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan marah.

“ Janji jangan salah paham lagi, kalau masih suka marah gak jelas nanti aku curi dompetmu.”canda Myungsoo sembari mengecup bibir Naeun singkat, gadis itu tertawa kecil. Mereka langsung berpelukan dengan erat.

****

 

Thursday, 3rd of October 2013 @ Sundae High School

 

Setelah membersihkan dan menaburi bunga di makam Sungyeol, Myungsoo dan Howon ditemani Naeun dan Eunji berjalan menuju asrama putra. Myungsoo dan Howon membuka pintu kamar 130 yang sudah agak lama mereka tinggalkan karena kepulangan mereka beberapa waktu yang lalu. Kamar itu masih seperti dulu. Berantakan dan banyak bekas bercak darah Sungyeol.

“ Aku benar-benar merindukannya.”kata Howon memecah keheningan.

“ Aku juga. Apa ia benar-benar tidak akan muncul lagi?” sambung Myungsoo.

“ Aku tidak menyangka selama ini kalian bersahabat baik dengan hantu.”kata Eunji kagum.

“ Biar aku coba untuk memanggilnya.”kata Naeun, ia memejamkan matanya sejenak, namun tak lama ia membukanya kembali.

“…ada sesuatu yang ia tinggalkan disini, kita harus membacanya.”kata Naeun.

Semua langsung mencari ke setiap sudut kamar, hingga akhirnya Eunji menemukan selembar kertas penuh bercak darah di bawah radio tape. Surat dari Sungyeol.

Dengan terburu-buru, Myungsoo dan Howon segera membacanya.

Annyeong Haseyo, Myungsoo & Howon.. Dua pencuri tampan Sundae yang sudah insaf. Kekeke~ 😀

Sebelumnya aku minta maaf karena saat persidangan aku mengacaukan suasana sampai-sampai tantenya Myungsoo langsung mau melahirkan -_- hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membantu kalian. Dan aku kini sudah menepati janjiku untuk tidak nongol lagi di Sundae. Meski aku sangat merindukan kalian..

Aku sadar. Sedekat apapun kita, seakrab apapun kita, tetapi kebersamaan kita belum bisa abadi saat ini. Meski kegantengan kita sama (?), tapi dunia kita berbeda. Aku tidak bisa selamanya bersama kalian karena aku juga harus ada di duniaku sendiri. Dan inilah perpisahan kita.

Aku akan selalu mengingat kalian, aku berterimakasih atas semua kebaikan yang kalian berikan padaku, persahabatan kita terlalu indah, aku sampe nangis darah nulis surat ini. Bercak darah yang ada di surat ini bukan tetesan dari wajahku, tetapi air mataku..

Kurasa itu saja yang bisa aku sampaikan. Aku harap kalian akan selalu ingat padaku dan tetap merawat makamku agar aku bisa beristirahat dengan tenang. Sekali lagi terimakasih Kim Myungsoo, Lee Howon. Tetap ingat juga nama samaran yang pernah aku berikan pada kalian^^

 

Salam, Lee Sungyeol.

 

Airmata Myungsoo dan Howon tak henti-hentinya menetes. Sungyeol benar-benar sudah pergi untuk selama-lamanya dan mereka belum bisa menerima hal itu. Naeun dan Eunji nampak prihatin.

“ Yeol.. plis balik Yeol.. kita gak sanggup kehilangan elo. Walaupun elo rese’, nyebelin, suka ngagetin, dan suka dangdutan, kita tetep sayang sama elo..” kata Myungsoo dengan airmata bercucuran.

“ Iya Yeol, bener.. lo balik dong Yeol. Apapun yang lo mau bakal kita turutin deh! Lo mau lagu Ayu Tingting, Rhoma Irama, Trio Macan, apapun yang lo mau kita setelin deh!!” kata Howon.

“ Iya Yeol, gue udah beli kaset lagu dangdut kompilasi khusus buat elo nih..”kata Myungsoo.

“ Please Yeol, dateng.. kita setelin lagu dangdut deh!!”kata Howon.

“ HAH!!!??? CIYUS!!??? ENELAN??? MIAPAH!!!???? BURUAN SETEL!!! MUAHAHA KENAPA LO BERDUA MEWEK BEGITU!!???” Sungyeol tiba-tiba nongol dengan tampang watadosnya di atas meja, semua terkejut.

“ Kampret!! Lo ngebohongin kita ya!!??” Myungsoo dan Howon malu setengah mati karena udah cengeng di depan pacar mereka. Naeun dan Eunji tertawa, baru kali ini mereka melihat hantu Sungyeol. Ternyata gak serem-serem amat, imut malahan #plak

“ Haha, sorry bro. cuma ngerjain dikit sebagai tanda penyambutan kembalinya kalian ke Sundae!”kata Sungyeol, “…buruan setel lagu dangdutnya!! Ayo kita dangdutan!!”

 

Begadang jangan begadaaang.. kalau tiada artinyaaa.. begadang boleh sajaaa.. kalau ada perlunyaaaaa~~

 

Dengan suasana penuh kebahagiaan, Myungsoo dan Howon bersama Naeun dan Eunji dan tentunya bersama Sungyeol pun dangdutan di kamar 130 yang selama ini dianggap keramat itu.

Kisah tentang Dua Pencuri di Sundae sudah berakhir. Mari kita mulai dengan Lima Dangduters di Sundae ._.v

 

_THE END_

 

LITTLE EPILOG ::

Myungsoo dan Howon sudah kembali bersekolah di Sundae dan hidup bahagia serta aman dan sentosa (?) bersama Naeun dan Eunji. Kepemilikan Sundae diserahkan kepada Kyuhyun songsaenim, Bu Hyorin dipenjara karena ternyata ia punya kasus korupsi lahan kebun melon ._.

Kai and the gengz sudah bubar, mereka mengganti nama mereka menjadi EXO dan membentuk boyband ._. Kai sudah insyaf dan tak lagi berusaha merebut Naeun dari Myungsoo karena ia sudah berpacaran dengan Soojung.

Paman Jonghyun dan Bibi Sekyung ternyata dikaruniai seorang anak perempuan. Mereka tidak lagi tinggal di gubuk reyot, kini Paman Jonghyun dan Bibi Sekyung kini sudah tinggal di rumah keluarga Kim.

Lalu bagaimana dengan nasib author? Ya gitu deh, gak penting juga buat diceritain ._. #PLAK!!

 

Okay, sudah jelas semuanya? Mari kita akhiri ff ini dengan mengucap, Alhamdulillah yaa.. sesuatu! 🙂

 

_SELESAI_

 

Haha akhirnya kelar juga ending gaje bin aneh ini ._.v

Maaf readers, author tahu kalian pasti teler ngebacanya karena ini panjang banget ;_; author minta maaf 😥 udah gitu gaje pula..

Tetapi mengingat dukungan dan komentar kalian mulai dari part pertama ff ini, author mengucapkan TERIMAKASIH yang sebesar-besarnya. Semoga kalian tidak bosan membaca karya-karya author 🙂 setelah ff ini author akan mengeluarkan beberapa synopsis ff baru yang nantinya tinggal kalian vote 🙂

RCL untuk part ini amat sangat wajib!!! Maap kalo rada maksa, tapi tolong hargai perjuangan (?) author dalam mengerjakan part ini. Sekian dan terimakasih, sampai bertemu di karya author yang selanjutnya ^^ #tebarbakso

 

 

233 responses to “Two Handsome Thieves in Sundae [ Part 9 : Happy Ending or… Sad Ending? [FINAL]]

  1. Aishhhhhhh naeun myungsoo:v
    Kyeoptaaaaaaaa:v
    Lanjutin buat ff lagi thor:v
    Ini aja di rekomendasiin dari temen:v
    Okeeee bye:v
    Salam cantik dari sonnawn/?:v
    ><

  2. thor,, aku ska bgt ff mu.. saking lucu aku bingung mau ngomen gmana?!!! ..

    sbelumnya maaf ya thor, aku slalu komen ff mu saat ending.. soalnya aku bru bca ff mu akhir2 ini , itupun 2 hari.. karna aku bnar2 gk sbaran liat chap slanjutnya jdi ku gk komen.. sory thor.. semenjak bca ff mu aku jdi ska L ..
    lope lope for you lah thor :*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s