TIME MACHINE : IF ONLY : YoonA’s & Sunny’s

wed

 

Title  : Time Machine – If Only( YoonA’s and Sunny’s version)

Author : Marissa

Genre : Romance/Drama/Angst

Rating : semua umur

Length : One shot

Cast : YoonA, Takuya Kimura, Donghae, Sunny, Lay.

Sinopsis : Kisah mengenai penyesalan seorang pengantin muda dan seorang malaikat. 

 

YoonA

YoonA

“Brengsek! Kenapa hidupku seburuk ini!”

Mungkin pertama kali dalam hidupnya, nona muda itu mengumpat. Di tengah jalanan dengan rambut hancur lepek karena hujan yang turun. Ia tidak peduli akan pandangan aneh orang-orang terhadap seorang gadis muda dalam baju pengantin yang berlarian dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya.

Baru satu jam lalu, ia berada di pelataran di depan seorang pria kebangsaan Jepang bernama Takuya Kimura. Pria itu bertubuh tinggi dengan kulit coklat yang sehat, bersinar seperti emas. Mempelai pria itu tampak begitu menawan dalam balutan jas putihnya. Sudah lama YoonA mengimpikan hal itu, mungkin sejak kecil.

Sama seperti anak gadis lainnya, ia selalu bermimpi kalau suatu saat ia akan menikah dengan seorang pria tampan yang menyerupai pangeran dari negeri dongeng dan dijemput oleh limousine hitam. Menjadi seorang ibu rumah tangga dengan kelimpahan harta dan suami yang menyayanginya.

Dengan wajahnya yang cantik, bisa dibilang mimpinya tidak sulit untuk diraih. Seumur hidup ia mengalami kemudahan, semua orang menyayanginya karena ia cantik dan ramah. Sampai-sampai seorang pria berdarah biru bernama Takuya Kimura bisa menyukai gadis yang baru saja menginjak umur 22 tahun.

Mimpi yang selama ini diimpikannya hampir saja dicapainya. Hanya satu langkah lagi sampai di pernikahan tersebut seorang wanita mengangkat tangannya di tengah pemberkatan nikah, menyatakan persetujuannya. YoonA tidak pernah tahu siapa wanita itu. Tetapi, ia ingat tatapan Takuya ketika wanita Jepang itu mengangkat tangannya, yang membuat Takuya tiba-tiba membatalkan pernikahannya.

Kemarahan menguasai YoonA. Bukan Takuya yang meninggalkan ruangan itu, melainkan YoonA. Gadis muda itu melepas mahkota dan cadar di rambutnya, ia cepat-cepat mencari taxi untuk meninggalkan tempat itu dan berpikir untuk tidak kembali lagi.

Hatinya hancur. Impiannya hancur lebur. Tetapi, bukan itu yang membuat YoonA menangis. Ia menangis karena ia mengingat kalau ada lelaki yang selama ini terus mencintainya, tetapi ia tolak karena pria itu tidak setampan dan sekaya Takuya. YoonA tahu tidak mungkin ia meminta pria yang ia tolak demi Takuya itu untuk mencintainya lagi.

“Andai saja mesin waktu ada. Aku akan memilih untuk mencintai Lee Donghae dibanding Takuya”

Kata YoonA dalam hatinya. Tetapi, ia tahu itu tidak mungkin terjadi.

YoonA menangis sejadi-jadinya sampai berharap agar ia membuang rasa penyesalan itu sambil berlari kembali ke tempat pernikahannya, dimana ada orang tua dan semua tamu beserta Takuya disitu.

Untuk menjadi seorang wanita dewasa yang bisa menerima kenyataan meskipun itu menyakitkan dan terus melanjutkan hidup.

***

Sunny

Sunny

Sunny. Itulah nama gadis bertubuh mungil itu. Kebalikan dengan namanya, hari itu hujan begitu lebat. Hari itu hari Jumat, tanggal 13 Maret. Hari itu adalah hari yang paling berat untuk Sunny.

Sunny, sang shinigami atau sang malaikat pencabut nyawa. Biasanya mudah untuk gadis itu mencabut nyawa orang, terutama untuk orang tua yang memang sudah sakit-sakitan, apalagi orang yang jahat. Tetapi, kali ini ia harus mencabut nyawa seorang pria yang sangat amat baik dalam hidupnya. Seorang pria Cina yang sangat amat baik. Anak tunggal dari seorang pasangan yang sudah menanti anak untuk belasan tahun. Seorang pria Cina yang baru saja memasuki masa dewasa mudanya. Seorang pria Cina yang disayangi semua orang karena sikapnya yang ramah.

Sudah lama Sunny mengawasi pria itu. Ia ingat saat ia kecil dan anak itu dinamai Zhang Yixing. Sunny juga ingat ketika pria itu harus dioperasi karena amandelnya dan nyawa pria itu yang menjadi pertaruhan. Pria itu hanya memiliki satu kekurangan, ia memiliki penyakit yang bernama hemofilia, yaitu kesulitan pembekuan darah, dimana ketika ia terluka, darahnya akan sulit untuk membeku.

Hujan lebat membasahi jalanan Changsa hari itu. Tetapi, Yixing masih tetap mau untuk pergi mengunjungi temannya yang sakit. Temannya yang lebih tidak beruntung darinya, karena harus dilahirkan di keluarga miskin.

Semudah itu nyawa Yixing untuk kedua kalinya dipertaruhkan lagi. Ketika ia menyebrang, sebuah mobil menabrak Yixing sampai tubuh anak itu terpelanting ke aspal. Dari mulut dan kepalanya mengeluarkan darah yang terus mengucur deras di jalanan yang sepi itu. Sampai-sampai darah itu ikut mengalir bersama air hujan ke dalam drainase terdekat.

Perintah Tuhan bahwa Sunny harus mencabut nyawa anak itu sekarang. Sunny mengosongkan pikirannya, bukan kali pertama ia melakukan ini pikirnya. Ia mengeluarkan sabit raksasanya dan menarik nyawa anak itu dari tubuhnya dan langsung melepaskannya agar ia bisa langsung pergi ke surga.

Sunny tetap berdiri di situ, di tengah hujan. Mengawasi mayat yang tergeletak, berharap agar Tuhan menggerakan seseorang untuk menemukannya.

Sampai satu jam kemudian, hujan masih tetap deras membasahi Changsa dan sebuah mobil melintasi mayat Yixing. Dimana yang tak lain mobil itu ialah mobil ayah dan ibu Yixing. Mereka keluar tanpa payung, membiarkan tubuh mereka basah tersiram hujan sembari berusaha memasukkan anak mereka ke dalam mobil dengan tangis dan teriakan yang menjadi-jadi.

Sunny tidak mengikuti mereka ke rumah sakit. Sunny tetap terdiam di tengah hujan itu, tak bisa berkata apa-apa. Tak bisa melakukan apapun. Nyawa yang sudah dicabut dan diberikan ke surga, tidak bisa dikembalikan ke bumi.

Sampai air mata membasahi pipinya sendiri setelah ratusan tahun ia menjadi seorang malaikat pencabut nyawa. Tetes air mata yang bercampur dengan hujan membuat air mata itu tidak tampak, membuat Sunny mengeluarkan air matanya dengan bebas. Ia tidak pernah mengerti kenapa Tuhan melakukan itu, ia hanya menuruti perintah-Nya. Ia tidak menyangka mencabut nyawa anak itu membuatnya begitu emosional.

Hukuman malaikat pencabut nyawa untuk meminta pengalihan tugas adalah hilangnya semua memori akan orang yang diawasinya itu, tidak peduli betapa indahnya memori itu, ia akan hilang total. Tetapi, Sunny sudah terlambat.

“Andai saja… aku tidak mencabut nyawanya”

Kata Sunny dengan tangis yang masih mengalir membasahi pipinya seraya dengan air hujan yang masih saja sederas tangisnya karena ia tahu tidak mungkin baginya untuk melupakan pengalaman ini.

***

END

Tentu saja saya tahu kalau lagu dan video Time Machine ini sudah rilis sejak zaman dahulu sekali, tetapi tetap saya terinspirasi untuk membuat one shot dari video musik itu yang notabene adalah video favorit saya dari SNSD sendiri(Kali ini saya mengambil dari scene YoonA dan Sunny) dan buat yang masih ingin menonton videonya, ini linknya:

3 responses to “TIME MACHINE : IF ONLY : YoonA’s & Sunny’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s