Replay [Part – 1]

ReplayTitle: Replay

Author: Wenz_Li (follow me: @Wenz_Li)

Genre: Romance, Tragedy

Rating: PG – 13

Length: Ficlet Series

Casts:

  • Lee Yoorin
  • Kim Jongin (Kai)
  • Kim Kibum (Key)
  • Oh Sehun

Summary: “Kau tidak boleh melupakannya, kau harus mengingatnya dan kau harus bertanggung jawab untuk semua yang telah terjadi.”

***

“Yoorin-ah, Lee Yoorin… kau dimana sayang?” wanita paruh baya dengan pakaian serba elegan terlihat berteriak dan berlarian tak tentu arah sepanjang koridor rumah sakit yang sepi.

Wajah tua wanita itu terlihat begitu lelah, peluh bahkan sudah hampir melunturkan seluruh make up tebal yang selalu menghiasi wajahnya. Sudah hampir 1 jam wanita itu mencari anak semata wayangnya yang mendadak hilang dari kamar rawatnya, tapi tak kunjung juga ditemukan. Langkah wanita itu mulai terhenti diujung koridor, kemudian ia rebahkan tubuhnya di kursi panjang yang memang ada disetiap sisi koridor.

“Nyonya, kau baik-baik saja?” tanya salah seorang perawat yang sedari tadi mengikuti langkah wanita itu.

“Aku tidak mau tau, kalian harus menemukan Yoorin-ku. Kalau tidak, aku akan menuntut rumah sakit ini!” ancam wanita itu dengan suara terengah-engah dan para perawat yang sedari tadi memang berkumpul untuk mencari yeoja bernama Yoorin mulai terlihat panik.

“Baik nyonya, kami pasti akan menemukan nona Yoorin.” ucap salah seorang perawat, dan setelah itu kumpulan perawat-perawat mulai berpencar mengitari seluruh rumah sakit mencari sosok Yoorin yang menghilang.

Wanita paruh baya itu mengusap wajah tua nya dan mendesah panjang, perasaan kalut dan stress mulai menyelimuti hatinya. Bagaimana tidak, ini sudah yang kelima kalinya Yoorin menghilang dari kamar rawatnya. Dan wanita tua itu sungguh tak tau apa yang ada dipikiran Yoorin.

***

Yeoja berambut panjang dengan pakaian piyama biru khas orang yang dirawat di rumah sakit terlihat sedang berjalan tak tentu arah dijalanan kota Seoul dengan pandangan kosong. Telapak kakinya yang tak beralaskan apapun terlihat sudah mulai lecet dan berdarah, tapi tak sedikitpun rasa sakit dirasakan oleh yeoja itu. Pandangannya tetap lurus kedepan, memandang kosong jalanan yang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang berlalu lalang dan menatapnya aneh.

Langkah yeoja itu terhenti saat tak sengaja seseorang berperawakan jangkung menabrak bahunya hingga membuatnya hampir terjatuh kalau orang itu tak menopang tubuh ringkihnya.

Yoorin -nama yeoja itu- ia mendongakkan kepalanya menatap seorang namja yang kini dihadapannya dan sedang menahan punggung Yoorin agar yeoja itu tak terjatuh. Namja itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum menatap kedua bola mata Yoorin yang terlihat sayu sedang menatapnya.

“Lee Yoorin-ssi…” panggil namja itu pelan, lebih tepatnya berbisik di telinga Yoorin.

Yoorin menjauhkan tubuhnya dari namja didepannya dengan sedikit mendorong tubuh namja itu. Sekilas mata Yoorin memandang kosong wajah namja itu dengan tatapan yang entah apa maksudnya. Tapi kemudian Yoorin mengalihkan pandangannya kembali pada jalanan didepannya, dan tanpa berkata apapun, Yoorin kembali melangkahkan kakinya maju.

Namja itu menarik pergelangan tangan Yoorin, dan membuat langkahnya terhenti.

“Aku, Kim Kibum. Key. Kau tidak mengingatku, Yoorin-ah?” namja yang mengaku dirinya bernama Kibum kini berdiri tepat dihadapan Yoorin dan menatap mata Yoorin lekat.

Kening Yoorin berkerut dan wajahnya terlihat sedang berfikir.

“Anniyo, aku tidak tau. Aku tidak tau siapa kau. Aku tidak tau. Aku tidak mengingatnya.” Yoorin terdengar merancau tak jelas dan nada bicaranya semakin meninggi dengan kedua tangan yeoja itu yang diletakkan di telinganya.

Tubuh Yoorin bergetar hebat dan pandangannya menatap takut semua yang ada disekelilingnya, “Aku tidak mengingat apapun. Sungguh, aku tidak tau. Aku tidak tau. Jangan paksa aku…” Yoorin menjerit dan semakin menutup erat kedua telinganya. Bulir air mata terlihat menetes dari sudut mata Yoorin, bukan karena yeoja itu sedih, tapi karena yeoja itu sangat ketakutan.

Orang-orang disekitar Yoorin menatapnya aneh dan takut, mereka bergerak menjauhi yeoja itu karena berfikir Yoorin sedang gila. Kecuali namja yang sedari tadi memang dihadapan Yoorin dan mencoba merangkul tubuh Yoorin kedalam pelukannya.

“Menjauh dariku. Menjauh…” rancau Yoorin tak jelas. Kini kedua tangan yeoja itu ia gunakan untuk memukul-mukul dada bidang namja yang tengah berusaha memeluknya.

“Tenanglah Yoorin-ssi. Kumohon tenanglah…” ucap lembut namja itu dan semakin mengeratkan kedua tangannya memeluk Yoorin.

Perlahan Yoorin terlihat mulai tenang dan tak berteriak-teriak lagi. Pandangan Yoorin yang sebelumnya dipenuhi rasa ketakutan kini kembali kosong. Kedua tangannya tak lagi memukul dada namja itu tetapi ia biarkan terkulai lemas kebawah dan perlahan bukan hanya tangannya saja, tetapi seluruh tubuh Yoorin terkulai lemas dan yeoja itu tak sadarkan diri. Ia terjatuh dalam pelukan namja didepannya.

***

“Kau gila? Kenapa kau membawa yeoja yang sudah membuat hyung-mu terluka kesini huh?” seorang namja terlihat berteriak kesal pada teman karibnya yang sedang menggendong seorang yeoja dipunggungnya.

“Ya! Kai! Jawab aku!” namja itu kembali berteriak pada namja yang dipanggilnya Kai yang sedari tadi hanya focus menaiki satu demi satu anak tangga yang akan membawanya ke tempat tinggalnya di ujung gang kecil itu.

“Apa kau ingin keluarganya menghancurkan kalian lagi huh?” tanya namja itu dengan nada semakin kesal.

Kai menghentikan langkahnya dan menoleh kearah namja yang sedari tadi berbicara padanya, “Hentikan ocehanmu Oh Sehun! Kalau kau tak mau membantuku membawa yeoja ini, menjauh! Jangan ganggu aku!” ucap Kai dingin. Kemudian ia kembali melangkah menaiki anak tangga.

Sehun mengerutkan keningnya, ia tak mengerti dengan jalan pikiran Kai sekarang.

“Terserah lah. Tapi aku tidak akan peduli kalau terjadi sesuatu padamu karena yeoja itu!” Sehun menatap kesal yeoja yang sedang Kai gendong di punggungnya.

Tapi tidak ada ucapan balasan dari Kai, namja itu hanya diam dan hal ini membuat Sehun semakin kesal dan mendesah.

“Ah, aku pulang.” Ucap Sehun akhirnya dan kemudian ia memutar balik arah langkahnya menuruni anak tangga menuju rumahnya yang berada di gang yang berbeda dengan Kai.

“Aku titip Key hyung denganmu, Sehun-ah…” terdengar suara Kai yang membuat Sehun menghentikan langkahnya. Kai berbalik dan memandang punggung Sehun. “Tolong jaga Key hyung selama aku bersama dengan yeoja ini. Jebal…”

Sehun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kemudian ia sedikit melirik kearah Kai yang ada dibelakangnya, “Tak perlu kau minta pun, aku akan menjaga Key hyung. Dia sudah kuanggap sebagai kakak-ku sendiri. Bodoh!” umpat Sehun.

Kai tersenyum mendengar ucapan Sehun. Dia tau, sekesal apapun Sehun karena sikap dan ulahnya, tapi namja itu tidak akan benar-benar marah padanya. Dia, Oh Sehun akan selalu ada dipihak Kai apapun yang terjadi.

***

Kai membaringkan tubuh Yoorin diatas ranjang kecil di tempat tinggalnya yang hanya terdiri dari tiga ruangan sebesar 3×3 meter. Ada dua kamar tidur dan satu ruang tamu yang menyatu dengan dapur dan ruang keluarga. Rumah minimalis khas rakyat jelata Korea.

Disibakkannya rambut Yoorin yang sedikit menutupi wajah yeoja itu. Kemudian Kai memandangi setiap inci lekuk wajah Yoorin. Alis yang sedikit tipis, bulu mata lentik, hidung mancung, bibir mungil dan kulit seputih salju. Manis dan cantik. Itu yang ada didalam pikiran Kai sekarang. Sungguh, leluk wajah Lee Yoorin sangat sempurna, meskipun sekarang kecantikan yeoja itu sedikit tertutupi oleh peluh dan kulit yang terlihat agak pucat dan kusam, karena sepertinya sudah lama yeoja itu tak mengurus wajah manisnya.

“Pantas saja Key hyung jatuh cinta padamu,” gumam Kai pelan. “Tapi sayang keluagamu begitu mengerikan, Noona.” Lanjutnya.

Kai beranjak meninggalkan Yoorin dikamarnya dan beralih pada kamar Key yang terletak bersebelahan.

Kai memandangi foto-foto Key dan Yoorin yang masih terfigura rapih diatas sebuah meja kecil. Ada seorang namja berambut hitam legam sedang memeluk yeoja berambut sedikit pirang panjang dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu yeoja itu, kedua orang dalam foto itu tertawa bahagia. Foto lainnya, masih dengan namja dan yeoja yang sama sedang saling memandang dan melempar kemesraan. Ada beberapa foto dimana sang yeoja dan namja menjulurkan lidah mereka –merong- dengan tangan membentuk huruf ‘V’. Keromantisan jelas tercermin dari dalam semua foto itu siapapun yang melihatnya.

Kai menghela nafas berat dan menghembuskannya sekaligus. “Maafkan aku, hyung.” Gumamnya sambil menutup semua foto-foto berfigura itu agar ia atau siapapun tak melihatnya.

Sementara itu dari kamar Kai, dimana Yoorin sedang berbaring, terlihat yeoja itu menggeliat dan perlahan membuka kedua matanya. Sejenak Yoorin mengedarkan pandangannya berkeliling menatap setiap sudut yang ada diruangan itu. Ia tidak kenal tempat dimana ia berada sekarang, tapi yeoja itu sedang enggan dan malas untuk bertanya dimana dia sekarang.

Yoorin bangkit dan berjalan keluar kamar Kai tanpa mengeluarkan sedikitpun suara gaduh. Langkahnya terdengar tenang dan pandangannya kosong, hingga sebuah cermin yang cukup besar yang ada di ruang tamu Kai menarik perhatiannya dan membuatnya menghentikan langkah. Ditatapnya pantulan wajahnya didalam cermin. Seorang yeoja dengan kulit agak kusam, berwajah lusuh dengan rambut sedikit acak-acakan. Itu adalah Lee Yoorin.

Nuguseyo?” tanya Yoorin pelan pada pantulan wajahnya di cermin. Tidak ada balasan dari wajah yang ditanyanya. Yeoja itu mengerutkan keningnya dan pantulan wajahnya pun melakukan hal yang sama.

Neo, nuguya?” Yoorin menunjuk dirinya sendiri didalam cermin dan lagi-lagi pantulan dirinya melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya, menunjuk.

“Kenapa kau mengikutiku huh?!” Yoorin berteriak kencang. “Aku bertanya padamu!”

PRANG

Tak kunjung mendapat jawaban dari pantulan dirinya dicermin membuat Yoorin kesal dan marah hingga memutuskan untuk memecahkan cermin itu dengan kedua tangannya.

Pecahan-pecahan kecil kaca cermin masih memantulkan wajah Yoorin yang terlihat stress dan depresi, membuat Yoorin seakan melihat banyak sosok yang sama sedang menatapnya ketakutan.

Kai yang mendengar keributan berlari keluar dari kamar Key dan mendapati sosok Yoorin yang sedang merengkuh tubuh mungilnya dengan kedua tangannya dan terduduk diujung ruangan.

“Apa yang kau lakukan eoh?” Kai merangkul pundak Yoorin yang bergetar. “Kau tidak apa-apa?” tanya Kai yang mulai khawatir.

“Mereka…” Yoorin menunjuk pecahan-pecahan kaca yang berserakan. “Mereka semua menakutiku. Aku takut, aku takuuuut…”

Kai menatap arah pandang Yoorin. Ia tau yeoja itu sedang ketakutan dengan pantulan dirinya sendiri dicermin. “Tenanglah Yoorin-ah. Ada aku disini. Tenanglah…” Kai memeluk tubuh Yoorin dan mengusap lembut rambut yeoja itu.

Cukup lama Yoorin terus merancau tak jelas tentang ketakutannya dan Kai dengan sabar menenangkan Yoorin dan meyakinkan tak ada yang menakutkan disana.

“Ada aku disini Yoorin-ah, tenanglah…” untuk kesekian kalinya kalimat yang sama terus keluar dari bibir Kai.

Perlahan Yoorin mulai tenang dan ia mendongakkan kepalanya menatap sayu wajah namja yang tengah memeluknya erat.

Nugu-seyo?” tanya Yoorin ragu.

Kai menatap bola mata Yoorin lekat, kemudian ia tersenyum, “Aku, Kim Kibum. Key.”

“Kim Ki-bum?” Yoorin memiringkan kepalanya dan mengulang nama yang disebutkan oleh Kai.

Kai menganggukkan kepalanya, “Ne, aku Kim Kibum, Yoorin-ah…” Kai mengusap puncak kepala Yoorin lembut.

“Kim Kibum… Kim Kibum…” Yoorin terus mengulang nama Kim Kibum dalam setiap ucapannya. Yeoja itu sedang berusaha menyimpan nama Kim Kibum dalam ingatannya.

Kai tersenyum miris, “Key hyung, mianhae. Jeongmal mianhaeyo.” Gumamnya pelan dalam hati dan semakin mempererat pelukannya pada Yoorin.

Perlahan Yoorin merasakan kenyamanan yang Kai berikan padanya dan tanpa yeoja itu sadari kedua tangannya sudah melingkar di pinggang Kai dan balas memeluk namja itu. Kai yang menyadarinya pun tersenyum.

***

Seorang namja berambut hitam legam dengan kulit pucat pasi dipenuhi dengan alat-alat bantu pernafasan yang ala kadarnya terbaring kaku dan tak bergerak diatas sebuah ranjang kecil.

Sehun berjalan perlahan mendekati ranjang namja itu dan mengambil posisi duduk disampingnya, kemudian ia merapihkan rambut namja itu yang sedikit berantakan dengan tangannya.

“Sekarang Kai sedang bersama dengan Yoorin Noona, hyung. Aku tidak tau apa yang ada dipikirannya.” Gumam Sehun mencoba mengajak bicara namja yang bagaikan mayat didepannya.

Kim Kibum atau Key –nama namja itu, ia tidak merespon ucapan Sehun dan tetap dalam posisi yang sama dan tak bergerak.

Sehun mendesah.

“Sampai kapan kau akan berbaring seperti ini? Apa kau tidak menginginkan balas dendam pada yeoja itu, hyung?” tersirat nada kebencian saat Sehun mengucapkan kata-kata itu pada Key.

“Aku benar-benar tidak suka Kai bersama dengan yeoja sial itu. Sungguh.”

“Aku tidak mau sahabatku bernasib sama sepertimu, hyung.”

***

Langit sudah mulai gelap dan lampu-lampu mulai bernyalaan memberi sinar dikegelapan malam. Jalanan menuju tempat tinggal Kai yang termasuk terpencil karena berada disebuah ujung gang kecil terlihat sudah mulai sepi. Termasuk rumah-rumah yang ada disana pun terlihat sepi. Bukan karena tak ada penghuninya, tapi karena memang di daerah itu dihuni oleh orang-orang yang lebih suka berdiam dan tak bersosialisasi dengan lingkungan.

Termasuk salah satunya adalah rumah Kai. Rumah kecil itu terlihat begitu sepi setelah sebelumnya sempat terjadi keributan yang disebabkan oleh Yoorin. Kini yeoja itu sedang tertelap dalam tidurnya dan Kai sedang berjaga disamping Yoorin, memastikan yeoja itu tidak terbangun dan melakukan kegaduhan serta keributan dirumahnya.

Untuk kedua kalinya Kai diam-diam memandangi lekuk wajah Yoorin saat yeoja itu sedang berbaring. Kali ini kesan lain terlihat dari wajahnya, yaitu damai, berbeda dengan wajah ketakutan yang Yoorin tunjukan sebelumnya.

“Kau tau,” terdengar suara Kai memecah keheningan disekitarnya, “sebenarnya aku sangat membencimu, Noona.” Ucapnya dengan nada dingin pada Yoorin yang dua tahun lebih tua darinya. “Kau sudah membuat Key hyung menjadi seperti sekarang. Aku sungguh membencimu, Noona…”

“Aku tidak rela kau tetap bisa hidup seperti sekarang sedangkan Key hyung terbaring tak berdaya dengan pengobatan seadanya. Meskipun aku tau sekarang kau kehilangan semua ingatanmu dan gila seperti ini, tapi aku tetap tidak rela.”

“Aku tidak mau hanya aku sendiri yang bersedih dengan kondisi Key hyung, aku ingin kau juga tau kenyataan yang ada dan kuharap kau akan menyesal dan bertanggung jawab atas semua yang terjadi…”

“Kalau kau sudah melupakan semua kenanganmu dengan Key hyung, maka aku yang akan mengulangnya kembali dan membuatmu ingat. Kau akan menyesal, Yoorin Noona!”

Rahang Kai mengeras, tanda ia sedang menahan emosinya. Matanya menatap tajam sosok Yoorin yang kini tengah tertidur dengan wajah damainya. Tidak ada lagi tatapan lembut dari Kai seperti sebelumnya saat namja itu menenangkan Yoorin yang ketakutan. Semuanya palsu. Semuanya sandiwara. Semua yang Kai lakukan pada Yoorin hanya semata-mata untuk Key, kakaknya. Semuanya hanya drama…

***

TO BE CONTINUE

***

A/N: Annyeong-annyeong readers-deul~ author wenzli balik lagi dengan FF baru nih. Hihi 😀 Kali ini casts-nya EXO loh.

Ayo ayo yang udah baca FF ini, siapa yang tau jalan ceritanya? Pasti pada bingung ya gimana ceritanya? Hehe *senyum geje. Maaf ya, ini pasti FF paling ga banget karena penggunaan bahasanya alakadarnya banget dan bingungin. Jalan ceritanya juga gatau gimana. Huhu. Ya udah deh, yang ngerti jalan ceritanya silahkan dikomen, yang ga ngerti juga komen ya? Kritik dan saran yang membangun sangat ditunggu author. Ah iya, kalo FF ini pendek banget, itu emang sengaja, karena ini FF jenisnya Ficlet Series. Jadi pendek-pendek gitu tiap part-nya. Biar ga muak bacanya. Soalnya kalo panjang-panjang, bawaannya suka cape dan jadi males baca *alesan.

Oke deh, ayo di read, like dan komen ya kawan-kawan reader tersayang~

16 responses to “Replay [Part – 1]

  1. ahhh, tnyata kai toh yg dari awal ngaku2 jd key gara2 pengen bales dendam..
    sbenernya pnasaran gmn caranya mreka bisa smpe kaya gitu, apa sih yg uda dilakuin sama eommanya yoorin..sedikit ga tega jg klo nanti kai ngejadiin yoorin ajang bales dendamnya ><

  2. annyeong. :3
    hihihihihii.
    uwaaa, kai, knpa dirimu bgtoooo. o.O
    pdahal klo kta ktmu, dirimu senyum2 kokk. T.T #alay mode on. hho..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s