Love Story of The Sleepaholic [ Part 3 : Stay Together!? ]

Love Story Of The Sleepaholic

 

Title :

Love Story of The Sleepaholic

 

Author : Citra Pertiwi Putri / citrapertiwtiw

 

Genre : Romance, Fantasy, a little bit Comedy

 

Rating : PG15 – NC17

 

Main Casts :

‘A Pink’ Son Naeun

‘INFINITE’ L / Kim Myungsoo

 

Other Casts :

‘ BtoB’ Lim Hyunsik

‘ Hello Venus’ Yoo Ara

‘ Block B’ Ahn Jaehyo

‘ A Pink’ Yoon Bomi

‘ A Pink’ Hong Yookyung

‘ A Pink’ Kim Namjoo

‘ Miss A’ Suzy

 

Type : Chaptered

NB : Readers, mohon maaf karena author lambat update. Akhir-akhir ini author sibuk *ini ciyus loh*.

Semoga kalian masih setia mantengin ff ini ya 🙂 Happy Reading !!! *tebar bakso*

 

Cerita sebelumnya ::

Naeun mulai menjalani hari-harinya dengan gangguan kutukan tidur yang ia terima. Wanita pemilik apotik misterius yang mengutuk Naeun terus saja meneror dan akan menjadikan Naeun sebagai korbannya yang ke-99. Meski belum mengerti sepenuhnya mengapa wanita yang ternyata penyihir itu ingin menjadikannya sebagai korban ke-99, Naeun benar-benar takut karena wanita itu mengatakan bahwa Naeun akan mati tiga bulan setelah menjalani kutukan tidur itu.

Permasalahan pribadi Naeun yang lain pun gak kalah seru. Sejak insiden foto kayak ‘ehem-ehem’(?)nya dengan L sunbae (atau Myungsoo, terserah enaknya nyebut yang mana ._.), hubungan Naeun dengan namja yang dijuluki sunbae ‘gunung es’ itu semakin awkward (?). Meski Myungsoo nampak semakin kesal dan benci pada Naeun, namun Naeun justru merasa kesempatannya untuk mengalahkan Suzy semakin besar.

Insiden foto kayak ‘ehem-ehem’ itu juga membuat Jaehyo, pacar Naeun yang abnormalnya gak ketulungan, ngambek dan meminta sesuatu yang harus Naeun turuti, yaitu bertunangan secepatnya. Dan saat keluarga mereka tengah membicarakan pertunangan mereka di sebuah café yang kebetulan adalah tempat Myungsoo bekerja, kutukan Naeun malah kumat hingga akhirnya gadis itu tertidur di toilet.

Hingga satu hal yang tak boleh Naeun ketahui terjadi, Myungsoo mencium gadis itu ketika masih terlelap!

 

Selengkapnya lihat di :

Part 1 : Bad Girl Side, Mysterious Sunbae, and An Unusual Drug

Part 2 : The Curse is Beginning

 

***

 

AUTHOR UNYU POV (?)

 

“ YA!!!! MYUNGSOO SUNBAE!!!??? KAU.. KAU.. APA YANG KAU LAKUKAN!? BIBIRKU TERCEMAR (?), AAAA!!!!!”

“ Naeun.. Naeun a.. e.. a.. aku.. aku bisa jelaskan.. aku.. aku..”

“ MENGAPA KAU MENCIUMKU!!? MENGAPA!!!??? INI CIUMAN PERTAMAKU!!! KAU SUDAH MENCURINYA!!! HUAAAAA!! CIUMAN PERTAMA NYAI KAMPUS UDAH DICOLOOOONG!!”

 

“ Kyaaaa!!!!!”

Myungsoo tersadar dari khayalan buruknya, dengan sedikit tidak rela ia mendorong tubuh Naeun hingga ciumannya terlepas. Kepala Naeun langsung kejedot (?) shower, tapi emejing banget, gadis itu tidak terbangun.

Namja yang baru saja berbuat nista (?) itu masih terdiam, menunggu apakah gadis yang bibirnya sudah ia cemari (?) itu akan bangun karena kejedot cukup keras. Tetapi tidak, Naeun tetap tertidur pulas dengan cantiknya (?)

Karena takut khayalan buruknya terjadi, Myungsoo segera meletakkan lengannya di bawah lutut Naeun dan mengangkat tubuh langsing gadis itu dengan mudah, matanya terus menatap Naeun yang semi-pingsan (?) itu tanpa berkedip, nampaknya ada sesuatu yang ia pikirkan dalam-dalam.

“ Benar kata Ibu Hana, kau memang tumbuh menjadi gadis yang cantik, Son Naeun.”ucap Myungsoo dalam hatinya.

**************

 

Jaehyo menatap Myungsoo dari atas ke bawah dengan tatapan yang gampang banget diartikan : tatapan iri, cemburu, dengki, dan geregetan nyampur jadi satu. Sedangkan orang ganteng yang ditatap hanya bisa bengong di bangku rumah sakit, setelah beberapa saat berbicara dengan keluarga Lim, alias keluarga Naeun.

Myungsoo lagi-lagi menolong Naeun, namja itu membawa Naeun ke rumah sakit karena ini bukan pertama kalinya Naeun ia temukan dalam keadaan tidak sadar. Hal ini membuat keluarga Lim simpatik pada Myungsoo dan terus-terusan berterimakasih pada namja itu, inilah yang bikin Jaehyo iri setengah idup, kalo gini caranya 99,99% tunangannya dengan Naeun bakalan gagal total.

 

“ Heh, kau koki di café itu?” tanya Jaehyo dengan tatapan meledek kearah Myungsoo yang kebetulan masih make seragam koki. Rupanya cowok abnormal kolektor barang-barang antik dan karatan itu ingin mencoba menjatuhkan Myungsoo.

Seperti biasa, kalau jawabannya ya atau tidak, Myungsoo hanya mengangguk atau menggeleng. Kali ini namja itu mengangguk saja.

“ Wah, hebat dong. Berarti sambil kuliah kau juga kerja.”puji Nyonya Ahn, ibu Jaehyo. Myungsoo mehe-mehe doang.

Wajah Jaehyo berubah makin dongkol dan bete. Apalagi ketika Tuan Ahn, ayahnya itu sok akrab dengan Myungsoo.

“ Wah, coba saya punya anak kayak kamu. Gentleman banget mau nolong Naeun. Coba anak saya si Jaehyo ini, gendong Naeun aja gak pernah, berat katanya. Padahal berat Naeun cuma 45 kilo kan ._.”

Myungsoo nyengir, Jaehyo makin murka dalam hatinya. Karena gak mau nyari ribut, Myungsoo langsung pamitan untuk balik ke café karena ia masih harus kerja. Lagipula ia takut jika tiba-tiba Bomi, Yookyung, atau Namjoo tiba-tiba datang untuk menjenguk dan melihatnya, pasti temen-temen nyai kampus itu langsung pada hebring.

Namun sebelum Myungsoo benar-benar pergi dari rumah sakit, namja itu tidak lupa menaruh sesuatu yang memang menjadi kebiasannya setiap menolong Naeun. Kertas keluhan.

****

INI. SUDAH. YANG. KETIGA. KALINYA.

 

Naeun menganga lebar ketika ia menemukan sebuah kertas lagi di samping tempat tidurnya. Gadis itu juga nampak asing dengan ruangan yang ia tempati sekarang. Dan satu lagi, ia merasakan sesuatu yang sedikit aneh dan ‘geli’ di bibirnya.

“ Aku dimana? Mengapa ada tulisan Myungsoo sunbae lagi disini?? Dan kenapa.. bibirku terasa aneh begini ya?”

Berbagai macam pertanyaan terlintas di benak Naeun, yang ia ingat hanyalah ketika ia tertidur di dalam toilet kemarin malam. Ia yakin yang menolongnya adalah Myungsoo, tetapi bagaimana bisa?

“ Apa Myungsoo sunbae ada di café itu juga? Kok aku gak liat..” pikir Naeun.

 

“ Good Morning, Naeun. Kau sudah bangun?” Hyunsik tiba-tiba nongol.

“ Oppa, mengapa aku ada disini??” tanya Naeun to the point.

“ Kau tidur di toilet café kemarin malam. Kau tahu sendiri kan kejadian seperti ini bukan yang pertama kalinya, kami khawatir kau kena penyakit aneh jadi kami membawamu ke rumah sakit.”

“ Siapa yang menemukan aku di toilet?”

“ Salah satu koki di café itu.”

EHEK!!!

Naeun langsung tersedak air putih yang sedang ia teguk sampai menyembur ke wajah ganteng Hyunsik.

“ Woles aja dong -_- kenapa sih?”Hyunsik nyesek (?)

“ Kokinya cowok??? Namanya siapa???!!” tanya Naeun mencoba memastikan.

“ Haha.. namanya aneh. Kalau gak salah.. L. eh! Bukannya kau pernah pergi dengan namja itu ke Seoul Festival!? ya!!! Aku baru ingat!!!” Hyunsik heboh sendiri, “…dia sunbaemu di kampus. Ya! Ternyata dia koki di café itu juga ._.”

“ Tuh kan! Eh.. tapi kenapa dia tidak pernah mau mengakui kepada orang lain kalau namanya Myungsoo? Ck, namja aneh.”pikir Naeun.

“…tapi, kau baik-baik saja kan?” tanya Hyunsik kemudian, Naeun mengangguk.

“ Aku tidak sakit apa-apa, kan? Apa aku sudah diperiksa dokter?”tanya Naeun.

“ Sudah kemarin, hanya diagnosanya belum keluar.”

“ Huh.. oh iya, mana appa dan umma?”

Wajah Hyunsik memucat seketika, “ M..mereka..di..diluar.”

“ Suruh masuk dong, katakan aku sudah bangun!”

“ Mereka sedang ada urusan. Nanti.. nanti kupanggil.”

“ Hari ini aku akan pulang kan? Aku tidak sakit, aku tidak mau dirawat disini.”

“ Ne.. tentu saja. Sekarang kau mandi saja dulu sana.”

Naeun menurut, ia segera turun dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi. Ia ingin buru-buru membersihkan dirinya, terutama bibirnya yang entah terasa.. err.. geli.

*

 

“ Naeun! Kau masih di rumah sakit?!”

“ Isshh..” Naeun sedikit menjauhkan hpnya dari telinganya karena suara Namjoo terlalu nyaring, gak di-loudspeaker aja udah keras apalagi di-loudspeaker, hpnya bisa jebol.

“…iya, aku masih di rumah sakit. Tapi hari ini aku akan pulang, aku tidak sakit kok.”jawab Naeun.

“ Kau tidak sakit? Hanya tidur??” Namjoo berbicara seakan memang hal itu sudah biasa terjadi, memang begitu sih kenyataannya.

“ Yah, kau tahu.”

“ Dan L sunbae lagi yang menolongmu?”

“ YA!! KAU TAHU DARIMANA!?”

“ Hah!?” Namjoo terkejut, “…jam segini kan aku emang jadwalnya sotoy. Jadi benar kau ditolong L sunbae lagi!? Wow, emejing. Kok sotoy aku bener yah!!!”

“ Eh.. a.. a..” Naeun gugup dan langsung menutup mulutnya, seharusnya ia tidak usah bilang tadi.

“ Eh ternyata bener Naeun ditolongin L sunbae lagi!!!” terdengar suara Namjoo memanggil Bomi dan Yookyung.

“ Heh, beneran!!?? Kok bisa!!??” terdengar suara Bomi dan Yookyung rebutan bertanya, pasti hp Namjoo lagi-lagi dikeroyok.

“ Duuuh..bagaimana ya.” Naeun bingung menjelaskannya, kalau dia bilang Myungsoo adalah koki di café yang ia datangi kemarin, ntar malah tambah ribet. Kalau satu kampus tau Myungsoo sunbae bisa saja marah. Dan kalau ia bilang ia tidur di toilet, pasti semua ngira yang enggak-enggak. Bisa-bisa jadi skandal lagi.

“ Kau tahu? Jaehyo lagi di kampus nih, dia bilang ke kita kalau tunangannya denganmu dibatalkan, dan dia juga cerita kalau kau ketiduran. Tapi dia tidak bilang kau ditolong L sunbae, cemburu kali.”jelas Yookyung.

“ Dan sekarang kita lagi ngomong ke orang-orang kalau kau ditolong L sunbae ._.”kata Bomi dengan nada watados overload (?)

“ YA!! JANGAN!! JANGAAAN!!” jerit Naeun, ini akan jadi masalah baru. Kalau Myungsoo sunbae tau pasti gunung es itu menuduh Naeun yang menyuruh mereka untuk menyebarkannya.

“ Udah terlanjur, gimana dong?”

“ IIIIH!!!” Naeun langsung mematikan teleponnya. Kadang-kadang kesel juga punya temen-temen biang gosip. Ia yakin Myungsoo sunbae akan semakin menganggapnya tak tahu diri.

“ Ck! Kalau bukan karena kutukan itu, semuanya gak akan begini!” geram Naeun, “…penyihir sialan! Penyihir gila!!!!! Apa yang kau mau dariku hah!!??? Eh..eh..”

BRUK!!

Beberapa detik setelah Naeun mencaci maki penyihir itu, gadis itu terjatuh dan tertidur lagi. Ya, kutukan itu memang terjadi setiap saat sesuai keinginan si pengutuk.

*

 

Naeun celingukan, tubuhnya bergetar ketika ia sadar bahwa ia kembali lagi ke QDrugStore. Mayat-mayat perempuan cantik itu masih ada di halaman apotik tua tersebut.

“ Jangan-jangan ia ingin membunuhku sekarang..” gadis itu khawatir setengah mati, ia berdiri dan berusaha mencari jalan untuk kabur, namun akses keluar apotik itu sudah diselimuti kabut yang tidak bisa ia tembus.

 

“ Kau tahu alasanku memanggilmu kesini lagi, nona?”

 

Naeun berbalik dan ia kembali mendapati sosok penyihir itu di belakangnya. Gadis itu mundur perlahan karena takut.

“ Jebal.. jangan bunuh aku.. aku masih muda.. aku belum menang taruhan dengan Suzy.. aku belum mutusin dan mencampakkan (?) Jaehyo, aku belum berhasil naklukin Myungsoo sunbae. Masih banyak yang harus aku lakuin di dunia.. kumohon jangan bunuh akuuu~” lirih Naeun memelas.

“ Ckckck.. siapa juga yang mau membunuhmu? Itu nanti, tidak seru rasanya jika aku membunuhmu tanpa menyiksamu dulu.”jawab wanita itu.

“ Menyiksaku?!”

“ Ya, dengan kutukan itu.”

“ Aku benci kutukan itu!!”

“ Siapa yang bilang kau menyukainya?”

Naeun masih berusaha meredam emosinya, ia lantas berlutut di depan wanita penyihir itu dan menggunakan bakat aktingnya untuk menangis.

“ Lepaskan aku dari kutukan itu, kutukan itu sudah membawa banyak masalah bagiku! Aku akan melakukan apapun asal bisa terlepas dari kutukan itu!! kumohon!!” pinta Naeun memelas dengan airmata berlinang.

“ Menangislah sepuasnya. Tapi kau harus tahu kalau hati semua penyihir terbuat dari batu.”

Naeun langsung menghentikan aktingnya dan berdiri, “ Wanita jahat!! Mengapa harus aku yang menjadi korbanmu, hah!!!??”

“ Bukankah sebelumnya aku sudah bilang kalau kau sendiri yang memulai ini semua? Kalau kau tidak menggunakan obat tidur itu untuk kejahatan kau tidak perlu menerima kutukan ini. Ini semua salahmu, nona Naeun.”

“…sudah selesai protesnya?” tanya wanita itu, Naeun diam saja menahan marah.

“…aku memanggilmu kesini karena kau yang meminta untuk dipanggil.”

“ Mwo?? aku tidak meminta untuk dipanggil!”

“ Kau menghinaku tadi. Benar kan?”

Dengan santai Naeun mengangguk, “ Karena kau memang pantas dihina.”

“ Ya.. ya.. baiklah, terserah kau mau bilang apa. tapi aku hanya memberi satu kali peringatan. Sekali lagi kau menghinaku, kau akan kuberi kutukan bonus.”

“ APA!?? Kutukan bonus!!???” Naeun semakin dongkol mendengarnya.

“ Ya. Setiap kau menghinaku, kau akan mendengkur ketika tertidur. Itu kutukan bonusnya.”

“ Hah!!?? Kau gila!!? Semua orang akan ilfil jika aku sampai…mengorok.”

“ Makanya, jangan menghinaku lagi. Paham?”

“ Huh!! Dasar penyihirr…….” Naeun tak jadi marah dan menghina penyihir itu lagi, ia tak ingin mendapat kutukan bonus.

“ Berhati-hatilah, sayang. Silahkan kembali ke duniamu, nikmati kutukanmu sebelum kau bergabung bersama perempuan-perempuan cantik disini. Hahahahaha!!!”

 

“ Issshh!”

Naeun terbangun dari tidurnya dan lagi-lagi mendapati dirinya sudah berbaring di tempat lain. Namun kali ini tempat itu sama sekali tidak asing baginya. Ini kamarnya. Ia sudah pulang dari rumah sakit. Dan yah, ia pulang dalam keadaan tidur. Untung saja tidak ngelindur selama pertemuannya dengan si penyihir yang belum ia ketahui namanya itu.

Gadis itu melirik meja dekat tempat tidurnya. Tak ada tulisan berisi keluhan disana yang biasanya ia baca. Itu artinya yang membawanya kesini jelas bukan Myungsoo, pasti Hyunsik.

Gadis itu bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu karena ingin keluar menemui keluarganya, namun ketika ia baru saja memegang knop pintu, pembicaraan di luar menarik perhatiannya.

 

“ Jadi pertunangan Naeun dengan Jaehyo dibatalkan?” terdengar suara Hyunsik berbicara.

“ Ya, kejadian di café itu memalukan, apalagi yang menolong Naeun kemarin adalah namja, kita tidak enak dengan keluarga Jaehyo..”terdengar suara orangtua mereka menjawab.

 

“ MWO!? dibatalkan!!?? YES!!!” Naeun loncat-loncat ala pocong (?) karena kesenengan, semoga setelah ini Jaehyo mau diputusin.

 

“ Apa diagnosa tentang penyakit Naeun sudah keluar?” terdengar lagi suara Hyunsik.

“ Belum, dokter akan menelpon nanti.”jawab Nyonya Lim, sang umma.

“ Dan kalian akan benar-benar melakukan itu kalau ternyata Naeun terkena penyakit yang aneh?”tanya Hyunsik dengan nada sedikit kesal.

“ Tentu saja, kita sudah membicarakannya kan di rumah sakit tadi.”jawab Tuan Lim, sang appa.

“ YA! Kita memang sudah membicarakannya tapi aku belum bilang setuju!” protes Hyunsik.

“ Keputusan ada di tangan kami. Bukan ditanganmu, Hyunsik. Kau tidak merasakan repotnya mengurus Naeun dari kecil hingga sekarang, jadi kau bisa bicara seperti itu!”terdengar suara Tuan dan Nyonya Lim sedikit keras.

 

Naeun terkejut dan tak mengerti arah pembicaraan mereka. Gadis itu semakin mendekatkan telinganya ke pintu.

 

“ Aku memang tidak berbuat banyak dalam mengurus Naeun, tapi aku bisa merasakan apa yang appa dan umma rasakan, repotnya mengurus Naeun yang ternyata bukan seperti yang kita inginkan, biaya besar yang harus kita keluarkan karena masalah-masalah yang ia timbulkan dari dulu. Tapi kalau kalian ingin mengembalikannya ke panti asuhan, kurasa itu keterlaluan.”terdengar penjelasan Hyunsik dengan nada memelas.

“ Memang keterlaluan, tapi itu jalan satu-satunya. Kita tidak sanggup lagi mengurus dia. Dia harus mencari orangtua yang sanggup dan tahan menghadapinya. Ini salahmu, Hyunsik. Kalau saja waktu itu kau tidak merengek minta adik perempuan, kita tidak usah mengadopsi anak itu.”

“ Mwo!? salahku!?” Hyunsik terdengar tidak terima, “…ini salah appa dan umma. Kalian yang mendidik Naeun sampai menjadi anak manja dan nakal seperti itu!”

“ Tapi kau yang meminta adik perempuan!”

“ Lalu bagaimana!?? Sudah terlanjur, kita sudah terlanjur mengadopsinya, dan aku sudah… terlanjur sayang padanya.” Hyunsik sedikit terisak, ia benar-benar kesal dengan

“ Kau pasti bisa melupakannya, Hyunsik. Dia bukan adik yang baik, terimalah kenyataan kalau kau anak tunggal. Kami akan tetap mengembalikannya ke panti asuhan.”

“ Bisakah kalian pikirkan baik-baik!!??” Hyunsik semakin marah, ia benar-benar tidak mau orangtuanya memisahkannya dengan Naeun. “…bayangkan saja, ia pasti akan syok berat ketika tahu kalau ia bukan bagian dari keluarga kita, bukankah kita juga sudah sepakat untuk tidak memberitahukan padanya kalau dia adalah anak adopsi?”

“ Lupakan kesepakatan itu, Lim Hyunsik. Syok tidak syok dia harus tahu siapa dia sebenarnya, dia sudah 19 tahun, sudah cukup dewasa untuk mengetahui kalau dia bernama Son Naeun, bukan Lim Naeun.”

 

“ SON NAEUN…!?”

Naeun sudah menyandar sembari meringkuk di pintu kamarnya, airmata berlumuran di wajahnya, pakaiannya sudah basah bahkan lantai kamarnya sudah licin karena airmatanya.

“…jahat!!!! Mengapa mereka tidak memberitahu dari dulu??” tangis Naeun hingga tubuhnya gemetaran, ia masih belum bisa menerima kenyataan. Beribu pertanyaan langsung muncul dibenaknya. Siapa orangtua aslinya? Mengapa ia sampai berada di panti asuhan? Sejak kapan ia menjadi anggota keluarga Lim?

Naeun baru sadar ia hidup di tengah-tengah keluarga yang membohonginya. Keinginannya untuk keluar dan menemui keluarganya musnah sudah, gadis itu justru berdiri dan mengambil koper hitam dari atas lemarinya, membuka koper itu lalu mulai memasukkan pakaian-pakaiannya ke dalam sana.

“ Mereka tidak perlu mengembalikan aku ke panti asuhan, aku akan pergi sendiri!”

****

 

Night, 09.00 PM

 

Naeun masih duduk di terminal tanpa menunggu apapun, ia masih belum punya tujuan. Ia sama sekali tidak memikirkan baik-baik bagaimana nasibnya tanpa keluarga Lim, yang penting ia menghilang dari keluarga itu.

Ponselnya terus-terusan bergetar, Hyunsik sudah menghubunginya ratusan kali, namun tak ia angkat juga, pesan singkat dari Hyunsik pun tidak dibalas. Pasti sekarang Hyunsik sedang mencarinya, makanya Naeun sedikit gelisah karena belum menemukan tempat bersembunyi. Ia tidak berniat ke rumah Bomi, Yookyung, atau Namjoo, karena Hyunsik pasti akan mudah menemukannya.

Gadis itu bersyukur karena saat ini kutukannya belum kumat. Sebelum ia ketiduran di terminal dan ditemukan oleh Hyunsik, ia segera berdiri dan mencari tempat makan karena perutnya belum terisi makanan sejak tadi pagi. Hingga akhirnya, ia sampai di sebuah tempat yang baru saja ia datangi kemarin malam.

Infinite Café. Ya, café tempat keluarganya bertemu dengan keluarga Jaehyo kemarin. Café tempat Myungsoo bekerja.

Karena sudah terlalu lapar, tanpa pikir panjang Naeun pun meninggalkan kopernya di depan lalu memasuki café itu dan memesan menu yang paling mahal.

“ Filet mignon satu.”

“ Wow, siapa yang memesan menu ini? Bukankah ini menu yang paling mahal?” Ara terkejut ketika Eunji datang dan menyampaikan pesanan dari pelanggan.

“ Tuh, cewek di meja nomer 7.”jawab Eunji sembari menunjuk sesosok gadis yang sedang melamun menatap jendela café.

“ Astaga!” terdengar suara Myungsoo yang tiba-tiba muncul entah dari mana. Namja itu terkejut karena ‘Nyai Kampus’ itu datang lagi ke cafenya, sendirian pula. Pertanda apakah ini saudara-saudara?? (?)

“ Oh ya, bukankah itu yeoja yang kau bawa ke rumah sakit kemarin?” Ara baru sadar dan nada suaranya langsung berubah cemburu.

“ Biar aku yang buat.” Myungsoo langsung mempersiapkan peralatan memasaknya.

“ Aku saja, kau kan masih mengurus pesanan yang lain!”kata Ara.

“ Kau tolong lanjutkan. Aku mau buat yang ini!”

“ Ih!“ Ara langsung melempar pandangan sinis ke arah author *loh kok author? Author salah apa? #nangisdipojokanTT*

“ Kau masih menyukai Myungsoo? Bukankah kemarin kau cerita kalau kau bertemu dengan namja keren di depan pintu toilet?” tanya Eunji iseng. Ara langsung mencubitnya.

“ Ssstt! Jangan keras-keras! Iya sih, kemarin aku memang bertemu dengan namja keren, dunia ampe serasa berhenti gitu. Tapi kan aku tidak sempat kenalan dengannya, lagipula aku tidak percaya dengan lop et pers sait (?).”

“ Love at first sight woy, ngomong bahasa inggris kampung amat lu -_-“

“ Maklumin napa -_-“

*

 

Naeun celingukan mengamati seluruh pegawai café. Pelan-pelan ia berdiri dan berniat untuk kabur dari café sebelum disodorin bill oleh pelayan. Gadis itu baru inget saat kabur dari rumah ia hanya membawa pakaian dan kosmetiknya, ia benar-benar tidak membawa uang atau kartu kreditnya.

“ YA! Mau kemana kau? Billnya nih!” terdengar suara Eunji, si pelayan itu memanggil Naeun.

“ Mampus gue.”umpat Naeun ketakutan ketika Eunji menghampirinya.

“ Ini, semuanya jadi satu juta won. Minumannya gratis soalnya ente cuma mesen aer putih.”kata Eunji sembari menyerahkan billnya, “…silahkan bayar ke kasir.”

“ MWO!? satu juta won!? Mahal amat! Steak cuma segitu doang!” Naeun terkejut. Jangankan sejuta, bayar lima ratus perak aja dia gak bisa karena di celananya cuman ada duit cepek.

“ Bukannya sudah aku bilang kalau menu itu memang paling mahal? Harga normalnya sih tujuh ratus ribu won, tapi karena kokinya ganteng, jadi ditambah tiga ratus ribu won.” *ngek, bisa gitu ya? -__- #plak!*

“ Pasti si gunung es kokinya. Yaelah, tampangnya aja kudu dibayar -_-“ sungut Naeun.

“ Buruan nih ambil billnya.” Eunji semakin mendekatkan kertas tagihan itu kepada Naeun, rasanya pengen ngejejelin juga karena sejak tadi Naeun tidak menerima bill terebut.

“ Elo aja yang ambil, gue ikhlas kok.”

“ -____- serius nih, buruan bayar ke kasir!” Eunji akhirnya menaruh bill tersebut di tangan Naeun, lalu menunggu Naeun melangkah menuju kasir.

 

“ Sebenarnya dia kenapa sih? Coba liat, malah salah tingkah begitu bukannya bayar ke kasir.” Ara yang sejak tadi memperhatikan Naeun dari jendela dapur kebingungan.

Myungsoo ikut melihat, dan ketika ia memperhatikan raut wajah Naeun, namja itu sudah menduga, pasti ada yang tidak beres.

 

“ Ehm.. begini.. begini mbak, saya mau ngomong sesuatu dulu.” Naeun mencoba untuk bicara pelan-pelan.

“ Ngomong apaan?”tanya Eunji bingung.

“ Eng..em.. gini, saya.. saya lupa bawa…”

“ Lupa bawa uang?!”

“ Nah, tuh tau ._.”

“ Haha! Situ kira saya baru kali ini ngadepin pelanggan yang lupa bawa uang?? Ini udah yang ke-8439 kalinya saya nemu pelanggan kayak situ!” *8439, ngitung banget ya -__-*

“ T.. trus gimana?”

“ Kau.. pasti.. BOHONG! Iya kan?? Pelanggan selalu bilang lupa bawa uang, itu alasan klasik biar gak usah bayar.”

“ YA!! Tapi aku benar-benar tidak bawa uang!!”

“ Aku tidak percaya! Apalagi kau memesan menu yang paling mahal, kau pasti bawa uang!”

“ Ck! Pake acara gak percaya segala, nih silahkan geledah!!” Naeun merentangkan tangannya persis kayak orang yang lagi nyamain barisan kalo mau senam (?).

Eunji mulai menggrepe-grepe (?) semua saku Naeun, namun yang ia temukan hanya uang cepek itu.

“ Aku tidak mau tahu!! Pokoknya kau harus bayar!” desak Eunji.

“ Bayar pake apa??! pake bulu ketek!? Aku aja gak punya bulu ketek!!”balas Naeun *ini apaan -_-*

“ Siapa yang minta bulu ketek -__-“

“ Terus aku kudu bayar pake apa??! ikhlasin aja napa, gak kasian ya sama yeoja imut seperti aku u,u” Naeun memelas, Eunji makin gedeg (?)

“ Pokoknya kau tidak boleh keluar dari sini sampai kau bisa membayarnya!”

“ Terus aku ngapain disini? Semedi? Gak bakalan dapet duit juga. Bego amat lo.”

“ YAAA!!!” Eunji geram karena Naeun begitu menyebalkan, namun ketika Eunji baru saja hendak adu jambak dengan gadis itu, para pegawai café yang lain berdatangan dan langsung melerai.

“ Kamu kenapa beb?? Ampe gelap mata begini!” Hoya, si cleaning service café langsung menenangkan Eunji.

“ Ini nih gak mau bayar!!” adu Eunji sembari melempar death glare kearah Naeun.

“ Tapi gausah ngejambak juga kali! Kalo adu sama Bomi aja lo pasti kalah!” Naeun menjulurkan lidahnya kearah Eunji. ia memang benar-benar menyebalkan bahkan disaat genting seperti ini.

“ Panggil manager!” Hoya meminta beberapa pegawai café untuk memanggil manajer café, hampir semua pegawai langsung berbondong-bondong menuju ruangan manajer. Karena kalo cuma satu orang yang manggil pasti gak akan berhasil, secara manajer sering banget pake headset di dalem ruangan, gedoran pintu satu orang gak bakal kedengeran.

Merasa keadaan aman, pelan-pelan Naeun beringsut menuju pintu dan mencoba kabur. Saat sudah berada di luar café ia langsung menyeret kopernya dan lari tunggang langgang.

“ YAAA!!!!!!! ORANGNYA KABUUUUR!!! KEJAAAAARRRRR!!!” jerit Eunji, sampe kaca-kaca café pada retak semua.

Semua pegawai café sekarang langsung pada keluar dan ngejar Naeun sambil bawa-bawa obor *ini kayak ngejar apaan aja -_-*. Naeun semakin ketakutan, apalagi larinya semakin lamban karena ia menyeret kopernya. Gadis itupun celingukan mencari tempat sembunyi. Hingga matanya menangkap seonggok (?) mobil kece terparkir di samping café, ia pun masuk ke dalam sana.

 

“ Mana orangnya tadi!?” para pegawai café itu pada berhenti di dekat mobil tersebut, Naeun menundukkan badannya agar tidak kelihatan.

“ Buset dah ya, cantik-cantik gak bisa bayar. Miris.”kata salah satu pegawai café disitu.

“ Iya, trus gimana dong? Dia menghilang tanpa jejak.”

“ Balik aja dah ke café, mau cari kemana lagi coba?”

“ Yaudah yok balik.. balik!”

Semua pegawai café itupun pada bubar dan balik lagi ke café.

Naeun menghela nafas selega-leganya. Namun ketika ia berniat untuk keluar dari mobil tersebut..

BRUK!

Ia malah tertidur disana.

************

 

“ Haruskah aku bilang ini sudah yang keempat kalinya?”

 

“ AAAA!!!” Naeun terbangun dan terkejut karena kini ia mendapati dirinya terbaring diatas spring bed yang sangat nyaman, dan didepannya berdiri sesosok namja ganteng naujubilah sedang tersenyum misterius kearahnya.

“…M..Myungsoo sunbae..”gadis itu masih tak percaya.

“ YA!! Bisakah kau panggil aku L?!” namja itu protes lagi.

“ L sunbae.. mengapa.. mengapa aku bisa disini!!?? Dimana ini??! Apa yang kau lakukan!?” Naeun langsung menyerang namja itu dengan berbagai pertanyaan, gadis itu juga langsung memeriksa tubuhnya apakah masih dibalut pakaian atau tidak.

“ Harusnya aku yang bertanya. Mengapa kau bisa ada dimobilku? Apa yang sedang kau lakukan disana? Huh?” balas Myungsoo.

“ J.. jadi aku masuk ke dalam mobilmu?” Naeun mehe-mehe, “…aku tidak tahu, aku asal masuk saja. Aku tidak tahu harus bersembunyi dimana..”

“ Siapa suruh tidak bayar.”

“ Aku tidak punya uang!”

“ Lalu kenapa kau makan disana?!”

“ Aku..lapar.”

“ Lalu kenapa tidak bawa uang?”

“ Kau mau mendengar ceritaku?”

“ Cerita..apa?”

“ Ya.. cerita mengapa aku sampai begini.”

Myungsoo nampak tertarik, namun ia tetap berusaha mempertahankan imej coolnya. Ia pun duduk disamping tempat tidur dan menatap Naeun.

“ Ceritakan.”katanya singkat.

“ Tapi.. aku.. ada dimana?”tanya Naeun sembari melihat sekelilingnya.

“ Kau tidak tahu ini tempat apa? dasar kampungan.”

“ Grrr.. menyebalkan.” Naeun kesal karena disaat seperti ini Myungsoo tetap saja menjadi gunung es yang pedas (?)

“ Ini apartemen, bodoh.”

“ Ooh.. eh..apartemen!!?? kau tinggal disini?!”

“ Ngga, dipinggir jalan. Yaiyalah disini! Pake nanya lagi, dasar bodoh.”

Naeun masih bengong, “ Kau.. tidak punya rumah? Kau tinggal sendiri saja?”

Myungsoo mengangguk saja.

“ Mana keluargamu?”

“ Tidak ada.”

“ Mwo?? mengapa……”

“ YA! Yang mau cerita sebenarnya siapa? Kau kan? Jadi tidak usah banyak tanya!” potong Myungsoo, “…cepat ceritakan apa masalahmu. Biar bisa jadi bahan pertimbangan apakah aku harus mengusirmu.”

“ Andwae!! Jebal andwae sunbae! Aku tidak tahu harus kemana kalau kau mengusirku!!” Naeun langsung memohon dengan memelas, “…baik.. akan kuceritakan masalahku.”

Myungsoo mengangguk. Naeun pun menjelaskan pembicaraan keluarganya yang ia dengar di rumah hingga ia memutuskan untuk pergi dari rumah, gadis itu sampai menangis dan entah tidak sengaja atau emang cari kesempatan, ia memeluk Myungsoo.

“ Sekarang sunbae mengerti, kan? Aku ternyata sebatang kara, tidak punya orangtua. Aku hanya anak pungut..” tangisnya, “…dan aku bukan Lim Naeun.. aku.. aku..”

“ Son Naeun.”

“ Mwo??” Naeun terkejut, ia langsung menatap sunbae ‘gunung es’ itu dengan heran dan bertanya-tanya, “…darimana kau tahu?”

“ Sudah selesai kan ceritanya? Baiklah, tidur saja sana.” Myungsoo mengalihkan pembicaraan, ia melepas pelukan Naeun dan berdiri.

“ Sunbae, mengapa….”

“ Aku akan tidur di sofa. Kau disitu saja.” Myungsoo kembali memotong, namja itu langsung masuk kamar mandi agar Naeun tidak bisa melanjutkan pertanyaannya lagi.

Meski masih bertanya-tanya, namun Naeun bersyukur karena Myungsoo berbaik hati mau memberinya tumpangan untuk bermalam. Ternyata, meski cuek dan sinis begitu, Myungsoo punya sisi baik juga.

*

 

Pagi harinya …

Sinar matahari yang berasal dari jendela apartemen yang sudah dibuka menerpa Naeun, gadis itu terbangun dan terkejut ketika melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh.

“ Astaga! Aku bangun terlambat! Myungsoo sunbae pasti marah!” gadis itu kelabakan, ia celingukan mencari Myungsoo namun tak ia temukan namja itu. ia justru menemukan dua potong roti, segelas susu, dan secarik kertas di meja dekat tempat tidurnya.

Naeun pun segera mengambil kertas itu dan yakin pasti Myungsoo menulis keluhan lagi. Namun ternyata dugaannya salah, ia melongo dan tidak percaya ini adalah tulisan Myungsoo :

 

GOOD MORNING, MISS SON 🙂

 

_To be Continued_

 

Sorry, part ini kependekan. Author buru-buru nyelesaikannya 😀

READ, LIKE, and COMMENT sangat sangat diharapkan ! silahkan tulis juga kritik dan saran kalian kalau ada, sampai bertemu di part selanjutnya 🙂

 

Next >> Part 4 : My New Life is Beginning

276 responses to “Love Story of The Sleepaholic [ Part 3 : Stay Together!? ]

  1. Ciye… ciye….
    Ada pepatah… “Setiap pria pasti memiliki 1 wanita yang akan ia jadikan everest utk ditaklukan,” au ah… kurbihnye ky gt ppth’a kalo ada slh ye mangap…
    Tp ini kok kebalik bkn pria ke wnt tp wnt ke pria… au ah gelap… (--〆)

  2. Sepertinya L tau asal usul naeun yhe.
    Soalnye dye udah tau nama asli naeun son naeun bukan lim naeun.
    Duh naeun ga papelah kabur dari keluarga lim.
    Karna sekarang kan dapet buah runtuh(?) bisa tinggal bareng sama sunbae gunung kidul eeh gunung es itu.
    Jadi bisa lancarkan aksinye kan dengan menjadikan myungsoo taruhan dengan suzy.
    Berdoa aje somogga myungsoo ga tau soal taruhannya.
    Bakal nanti ga di usir tuh dari apartemen sunbae gunung esnya.
    Thor luh emng doyan banget ngeksis yhe si segala ff.
    *melotot
    Dasar author sono mending jualan bakso aje.
    Hush..Hush..Hush..

    Salaam somplaakkk..

  3. Aaa melting xD
    Greget bacanya, uhuhuhuk/?
    Jadi MyungEun shipper kyaa ><
    Maapin ane yah Zy/? u,u

  4. apa jangan2 L itu temen Naeun pas di panti asuhan ya?? makanya L tau nama asli Naeun.
    Astaga entah kenapa aku nangis di bagian Naeun dengerin pembicaraan Umma, appa sama Hyunshik,,, apa lagi pas Hyunshik bilang udah terlanjur sayang sama Naeun.
    Elah,,, sebenernya Naeun baik sih,,, cuman mungkin gara2 act dia jadi sombong?

  5. Enak banget ya bayangin bisa tinggal bareng cowok seganteng myungsoo..
    Btw lucu banget itu bagian kabur ngga mau bayar bill.nya…
    Ada ada aja si naeun….
    Okkai kak keep writing deh 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s