Autumn’s Twilight [TEASER]

By : MissFishyJazz

Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona

Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17

Notes : Exactly, saya nggak tahu terlalu banyak tentang saeguk. Minim malah. Jadi maaf saja jika disini nggak menggunakan istilah asing.

Inspired by : Jang Nara – Buyonghwa, Kkumgireur Geotneunda ; Jung Jun Ha – The Story Of A Tall Bachelor

Thanks to : Yeonnia Design

Autumns Twilight

“TOLONGG!!!” Yoochun batal mengarahkan arah panahnya pada kijang yang terus menggoda matanya. Ia bisa mendengar jerit penuh ketakutan yang menyentuh telinganya dengan lancang.

Cheonha[1]..” Kasim Jung terjungkang ketika menyadari Sang Pemimpin Negeri turun dari kuda coklat kesayangannya dan melempar pandang ke segala arah.

“Apa kau mendengar suara itu?”

“Tentu saja, Cheonha.” Kasim Jung membungkuk mengiyakan. Dahinya berkeringat. Kaget dengan baginda raja yang bersikap aneh dan takut pada suara asing di tengah hutan menjelang petang ini.

“Aku akan mencari asal suara itu.” Tanpa meminta persetujuan Kasim Jung yang memang tidak diperlukan, Park Yoochun, berlari mencari sumber suara itu. Membiarkan gonryongpo[2]-nya menyibak semak-semak berduri. Kasim Jung rasanya ingin menerkam baginda nya saat melihat seok[3] pemberian Daebi mama[4] harus ikut menginjak-injak semak hutan. Gajinya seumur hidup mungkin hanya bisa membeli alas seok buatan pengrajin ternama dari Tiongkok itu.

Hanya beberapa detik setelahnya Kasim Jung tergopoh gopoh mengikuti Park Yoochun. Tidak ingin kehilangan jejak bagindanya dengan mudah. Ia bersama nyaris sekodi prajurit membunti baginda raja.

“Tolongg!!” Suara teriakan itu  melemah. Semakin kehilangan daya gemanya diantara lebatnya hutan. Yoochun masih berlari. Ada sebagian dari hatinya yang berteriak ingin segera menemukan sumber suara itu. Suara itu pasti suara seorang gadis! Dilihat dari lembut yang terselip dari teriakan itu. Dan demi apapun di dunia untuk apa seorang gadis berteriak meminta pertolongan di tengah hutan ketika hari nyaris malam seperti ini.

Yoochun mengalihkan mata kenarinya pada pohon besar yang diterpa secercah rembulan. Ia melihat sesuatu bergerak-gerak di balik sana. Bergerak seiring dengan lilitan tali besar di pohon itu. Sekali lagi gadis itu meraung dan Yoochun benar-benar yakin bahwa gadis itulah yang membuat lilitan tali di pohon itu bergerak. Tanpa mengambil langkah antisipasi sebagai raja ia menuju pohon itu.

Nang-ja[5]?” Ia melihat seorang perempuan. Rambutnya yang berkepang panjang tak beraturan, daenggi[6]-nya lepas dan hanya merekat malas di ujung chima[7]-nya. Wajah perempuan itu tertutup juntaian rambut yang sudah lepas dari ikatan. Tapi Yoochun masih bisa mendengar perempuan itu menangis. Yoochun mengambil belati dari dalam lengan kiri baju kebesarannya. Dalam sekali tepas tali itu sudah lepas dan tergeletak di tanah. Sama seperti gadis itu.

Yoochun perlahan mendekati gadis itu, meraih pundak yang bergetar itu dengan prihatin. Bagaimana gadis seperti dia bisa sampai terikat di tengah hutan yang sangat membahayakan seperti ini?

“Apa yang terjadi sampai kau bisa seperti ini?” Gadis itu tidak berbalik ketika Yoochun sedikit menarik pundaknya. Gadis itu justru bergumam tak jelas. Yoochun tidak bisa mendengar apa itu karena ada suara berisik di belakangnya. Kasim Jung dan para pengawalnya telah tiba dengan nafas putus putus.

Cheonha..” Kasim Jung harus menepuk-nepuk dadanya. Ia meratap malang pada jantung 51 tahunnya.

Sstt..” Yoochun meletakkan telunjuknya di depan bibir. Mencegah siapapun bersuara. Ia ingin mendengar gumaman gadis ini.

“Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. Mereka yang melakukannya. Aku mohon jangan apa-apakan aku. Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu.” Yoochun bisa mendengar lembut suara itu.

“Ya aku tahu itu dan aku tidak akan melakukan apapun padamu.” Yoochun tersenyum, entah karena apa. Mungkin karena mendengar suara gadis yang bahkan belum ia lihat rupanya itu?

“Benarkah?”

“Ya tentu saja.”

Yaksok?” Gadis itu sedikit menoleh tapi belum mau menampakkan wajahnya.

Ne. Janji adalah harga mati bagi laki-laki jadi mana mungkin aku mengingkarinya.” Yoochun mengusap pundak gadis asing yang berhasil menarik perhatiannya hanya dengan suara lembutnya itu.

Kedua mata Sang Penguasa Negeri itu berbinar. Gadis itu mulai memutar kepalanya. Sekalipun masih menunduk takut-takut, tapi Yoochun yakin sekali tarik dengan telunjuknya, wajah gadis itu pasti langsung terpampang di depan matanya. Dengan sangat perlahan gadis itu mengangkat wajahnya, menatap pria yang menyelamatkannya. Suaranya terdengar begitu damai dan berwibawa, suaranya kuat sekalipun begitu lembut.

Yoochun menepuk nepuk tanah dengan tangannya. Seolah mencari oksigen yang ditarik keluar secara paksa dari rongga hidungnya. Tidak kemana-mana. Mungkin oksigen itu tengah meliputi kedua mata yang kini menatapnya langsung.

Bagaimana ada mata seindah ini? Yoochun belum melihat wajah itu secara utuh, hanya beradu tatapan mata. Mata itu hitam pekat, hanya bersinar terkena remangnya bulan dan memantulkan wajah bodohnya di sana. Yoochun menggelengkan kepalanya melihat wajah gadis itu.

Astaga! Apa ada perang di langit hingga salah satu putri nya terjatuh. Yoochunt ak bisa menampik. Wajah seputih salju dengan dua lesung samar itu membiusnya. Wajah itu benar-benar polos, tapi anggun. Memabukkan, tapi juga menenangkan. Seperti tidak ada satu katapun yang mampu meluncur dari bibirnya untuk bisa menjabarkan gadis di hadapannya ini sekarang. Ia jauh lebih dari cantik. Bahkan dari makhluk manapun di dunia ini.

“Kang Min Kyung?” Gadis itu membuka sedikit bibirnya begitu tahu bahwa ada orang lain di balik pria yang menolongnya. Min Kyung langsung terjengit kaget dan melemparkan dirinya ke arah pria yang menolongnya. Alhasil Yoochun pun ikut terkejut karenanya. Seorang gadis yang baru ia kagumi wajahnya kini menempel dengan dadanya. Ia berharap gadis itu mendadak tuli dan tidak bisa mendengar debar jantungya yang sangat konyol.

“Kasim Jung..” Yoochun menegur pria paruh baya itu yang berbicara sebelum ia membuka bibirnya.

CheosanghamnidaCheonha.” Kasim Jung membungkuk berulang kali. Merasa sangat berdosa karena telah bersikap lancang pada kedaulatan rajanya.

“Apa kau tidak apa-apa, Kang nang-ja?” Yoochun menepuk pundak gadis itu yang seperti histeris sendiri melihat keberadaan orang asing. Gadis itu terus menggeleng resah dan menandakan dirinya tidak baik-baik saja.

[o]Autumn’s Twilight[o]

 Yoochun berjalan di sisi Kasim Jung. Hal mustahil memang. Tapi Yoochun hanya ingin bertanya dengan ruang jangkau yang lebih pendek dan lebih personal dengan kasimnya. Mereka berjalan di barisan tepat di hadapan tandu kerajaan yang didatangkan beberapa menit lalu.

“Gadis itu pasti sudah tertidur di dalam.” Gadis itu, yang dimaksud Park Yoochun, tentunya Kang Min Kyung.

“Saya rasa begitu, Cheonha.”

“Apa kau menengalnya?” Yoochun mulai membuka pembicaraan. Semenjak tadi ia sudah dibuat menebak-nebak bagaimana kasimnya bisa mengetahui seseorang secantik gadis itu sementara ia tidak.

“Tentu, Cheonha. Dia adalah anak dari Kang Byeongjo[8] sekaligus adik sepupu Byun eui-won[9].” Yoochun langsung menghentikan langkahnya. Terkesiap dengan apa yang baru didengarnya.

“Maksudmu Kang Min Kyung adalah saudara dari Selir Sookbin[10]?” Sekarang dunia begitu sempit dimata Yoochun. Mana mungkin ia bisa tidak mengetahui saudari dari selir kesayangannya itu.

Ye, Cheonha. Kang Min Kyung adalah anak kandung semata wayang Kang Byeongjo dari Jin Shin ma-nim [11]. Hanya saja seperti yang Cheonha ketahui bahwa Jin Shin ma-nim harus meninggal ketika ada wabah penyakit ganas ketika Kang nang-ja masih berusia 4 tahun.” Yoochun memutar kerja otaknya. Ah. Dia ingat. Dulu ayahnya pernah terlihat bersedih karena salah satu menteri kesayangannya, Kang Gongjo[12]—jabatan Kang Byeongjo terdahulu—nyaris mengundurkan diri karena ditinggal mati istrinya.

“Sekitar tiga atau empat tahun setelahnya Kang Gongjo menikah lagi dengan Im ma-nim. Ketika itu Im ma-nim sudah membawa anaknya dari pernikahannya terdahulu, yaitu Im Yoonah, Selir Sookbin.” Yoochun kembali teringat. Ibu mertuanya itu dulu pernah bersedih karena mencari-cari seseorang di upara pernikahannya dengan Selir Sookbin. Menurut yang ia dengar orang yang dicari ibu mertuanya itu adalah anaknya yang satu lagi.

“Selir Sookbin berusia dua tahun lebih tua daripada Kang nang-ja. Oleh karena itu ia yang lebih sering muncul di depan publik sebagai putri Kang Byeongjo yang berbakat.” Ya, Yoochun dulu memang langsung menambatkan perhatiannya pada Im Yoonah karena kemampuan gadis itu melukis sebuah padang rumput di atas helaian kain putih dan menjadi hadiah untuk ulang tahunnya dulu.

“Sekalipun Kang Byeongjo, Im ma-nim, dan Selir Sookbin amat menyayangi Kang nang-ja, tapi Kang nang-ja tidak pernah bisa sembuh dari gangguan mentalnya.”

“Apa?!” Yoochun mendesis kaget begitu mendengar gangguan apa yang diderita gadis manis itu hingga tadi membuatnya curiga.

Ye, Cheonha. Kang nang-ja mengalami gangguan mental sejak kematian Jin Shin ma-nim. Ia terpukul karena kehilangan ibunya diusia yang terlampau muda. Berbagai macam tabib, termasuk tabib andalan yang waktu itu ditawarkan dari Qing tidak ada yang berhasil menyembuhkan Kang nang-ja. Setiap hari gadis itu hanya berdiam diri di kamarnya, di ruang paling belakang kediaman keluarga Kang.” Yoochun meringis, menahan pedih yang tiba-tiba sampai ke ulu hatinya. Ia tidak menyangka ada hal yang sebegitu menyakitkan yang ditanggung gadis bak batu pualam yang baru ia temui itu.

“Lalu kenapa Kang Byeongjo tidak pernah menceritakan Min Kyung padaku?”

“Sejak istrinya meninggal Kang Byeongjo menjadi sangat tertutup. Tidak banyak yang mengetahui hidupnya. Selain itu ia dan Im ma-nim sudah sepakat untuk merahasiakan tentang Kang nang-ja. Bukan karena mereka malu, keluarga Kang seperti yang kita ketahui adalah keluarga dengan hati seperti mutiara. Kang nang-ja dirahasiakan agar tidak ada yang menggunakannya sebagai alat untuk melemahkan Kang Byeongjo dan mereka berharap Kang nang-ja akan cepat sembuh dengan suasana yang hening dalam persembunyiannya.”

“Bagaimana kau bisa tahu sampai sedetail itu Kasim Jung, apa kau memiliki kekerabatan dengan mereka?” Yoochun memicing. Sepertinya ia terlihat begitu ironi sekali tidak mengetahui hal semacam itu ketimbang Kasim Jung.

Ye, Cheonha. Mendiang Jin Shin ma-nim adalah kakak dari saudari ipar saya. Selain itu saya dan Kang Byeongjo sangat dekat sewaktu di Sungkyungkwan[13].”

Yoochun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Tidak berniat lagi bertanya lebih lanjut. Isi kepalanya sudah berkutat tentang Min Kyung lagi. Secantik-cantiknya Selir Sookbin, di matanya Min Kyung berkali-kali lipat dari saudarinya itu. Ia tidak bisa membayangkan apa kata rakyatnya jika di mata rajanya sekarang Selir Sookbin tidak lagi yang tercantik. Karena Selir Sookbin dahulunya adalah gadis paling diincar di Hanyang. Bahkan pelayar dari dataran Siam dulu ada yang langsung melamar Sookbin dalam sekali lirik.

Namun kenyataannya memang Min Kyung lebih indah dari Sookbin. Mungkin Sookbin jauh lebih berbakat dari Min Kyung. Tapi Yoochun bisa merasakan aura berbeda dari kedua bola mata bening yang beberapa saat lalu masih menatapnya dengan takut-takut itu. Jika Selir Sookbin adalah sebongkah berlian mulia yang langka, maka Kang Min Kyung sebenarnya adalah gunung intan permata yang tertimbun salju. Hanya butuh mengusapnya dan membersihkan timbunan salju hingga aura Min Kyung yang sebenarnya bisa terpancar.

“Kasim Jung..” Kasim Jung yang sedang menengok jalan di pinggir kota dengan tentram menoleh.

Ye Cheonha?

“Apa dalam peraturan Kerajaan, seorang raja diperbolehkan menikahi sepasang saudara sekaligus?” Yoochun bertanya dengan senyum yang merekah di ujung-ujung bibirnya.

Nampaknya Kasim Jung belum mengerti dengan sesuatu dibalik kabut keinginan rajanya, “Tentu saja boleh, Cheonha.”

Rekahan senyum Yoochun semakin melebar. Meninggalkan jejak kebahagiaan luar biasa yang baru ditemukan Kasim Jung selama 34 tahun menjadi pengawas Yoochun. Perlahan-lahan neuron dalam otaknya bersinerji dan menghasilkan buah pikir paling masuk akal dari tingkah Raja Myeongyoo—gelar milik Yoochun yang artinya kehormatan—.

Cheonha, akan menikahi Kang nang-ja?!!”

.TOBECONTINUE.

 

DICTIONARY :

[1] Cheonha               : Panggilan hormat untuk Raja

[2] gonryongpo         : Pakaian seperti hanbok Merah yang biasa digunakan raja dengan emblem kerajaan dan tampak mengkilap

[3] seok                      : Arti sebenarnya adalah keras / batu. Tapi bisa juga digunakan untuk sepatu

[4] Daebi mama        : Ibu Suri. Ibu dari Cheonha

[5] Nang-ja                 : Nona /Gadis muda. Biasanya digunakan untuk gadis yang baru saja ditemui atau belum terlalu dekat. Dalam cerita ini mungkin hanya pada bagian teaser atau part 1 nya.

[6] Daenggi                : Hiasan diujung kepangan rambut berupa kain umumnya berwarna merah.

[7] Chima                   : Bagian rok dari Hanbok. Hanbok rakyat biasa umumnya menyatu tapi untuk kalangan bangsawan / menteri biasanya terpisah.

[8] Byeongjo              : Menteri Pertahanan

[9] Eui-won               : Dokter

[10] Sookbin              : Bin sendiri artinya selir tingkat satu atau yang biasa dikenal sebagai selir utama. ‘Selir Bin’ yang terdengar aneh maka sebelum sandangan gelar Bin diletakkan lampiran awalan sesuai karakter selir tersebut. Sookbin artinya Selir tingkat satu yang jelas / murni.

[11] ma-nim               : Sebutan untuk Nyonya.

[12] Gong-jo              : Menteri Pekerjaan

[13] Sungkyungkwan          : Sebuah sekolah khusus pria untuk menimba ilmu sebelum akhirnya mengikuti Gwageo / ujian sipil.

Authornotes:

Aduh demi apa deh yah, enggak tahu kok jadi bernafsu (?) bikin cerita ini padahal otak masih keisi Archimedes sama hidrostatik. Mungkin karena tiba-tiba One Chanel nggak sengaja nunjukin kilasannya Gu Family Secret sama Jang Ok Jung itu loh.-.

Maaf yah saya masih pemula banget untuk urusan ff saeguk.

Jadi terima kasih sekali untuk Sora unnie dengan postingannya yang membantu.

47 responses to “Autumn’s Twilight [TEASER]

  1. Wahhh,,,daebakkk…gak sabar nunggu lanjutannya…
    suka banget sama cerita2 saeguk kayak gini…Menarik bangett..
    Semoga UNnya lancar dan Lulus dengan nilai yang baik ya thor… 🙂

  2. Keren, Na..
    ff mu kali ini beda yha sama yang sebelumya..
    sekedar saran lebih baik kalau ada bhasa korea yg kyak tdi sbaiknya artnya jgn ltak dbwah, lbih baik klo letak dismping atau buat tnda kurung, jdi lbih mmpermudah para riders..
    sekedar saran ajha ya, Na..
    hehe
    untuk semuanya, it’s good..
    Ditunggu chap 1 nya..
    Fighting!!!

    • iyah sih, beberapa readers udah ada yang bilang. tapi nana nggak suka aja dalam penulisan ada tanda kurung. kalo yang bener-bener bisa baru nana tulis setelahnya 🙂

      readers anyway, bukan riders 😆
      makasih yah komennya 🙂

  3. huwaaaa!!! sya bru pertama kali bca ff saeguk kya gni!!! 😀
    daebak.. daebak.. cma agak kurang ngerti tentang saeguk sih.. heheh 😀
    ohh yaa thor sya mw tanya, jd si yoochun itu udah punya istri, si selir sookbin, trs mw nikah lg gt? *wah poligami ._.* atw gmn? sya gaa ngerti pas bagian:

    “Yoochun kembali teringat. Ibu mertuanya itu dulu pernah bersedih karena mencari-cari seseorang di upara pernikahannya dengan Selir Sookbin. Menurut yang ia dengar orang yang dicari ibu mertuanya itu adalah anaknya yang satu lagi.”

    author mw UN yaa? semoga lancar, lulus, dan dapat nilai yang bagus jg yaa eonni!!~ heheh 😀
    d tunggu kelanjutan ff ini dan ff yg lainnya yaa eonnie/thor.. 🙂

    Hwaiting!! 😀

    • raja punya selir berapapun suka” dia 😀
      kalo kamu liat di Dong Yi, itu aja udah 3 istrinya.

      yoochun inget lagi, waktu hari pernikahannya dia sama selir sookbin, mamanya selir sookbin (im ma-nim) itu gelisah nyari-nyari orang yang nggak dateng di acara pernikahan itu. yang nggak dateng itu ya Kang MIn Kyung itu.

      iyap 😀 makasih yah 😀
      panggil naan aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s