Love Your Fate {Part 2}

FFPoster-ME

Author : awanderingwonder

Title : Love Your Fate {Part 2/?}

Genre : Romantic, comedy, friendship

Cast : Kim Myungsoo (INFINITE) & Son Naeun (A Pink)

Disclaimer : Plot is mine.

Hope you like it!

image

 

Perjalanan menuju rumah Naeun benar-benar dalam keadaan sunyi. Tidak satupun dari mereka yang membuka suara. Myungsoo memfokuskan pandanganya ke jalanan sedangkan Naeun.. yeah gadis itu masih ketakutan dan meskipun tangisnya sudah berhenti, ia masih saja teringat oleh kejadian tadi. Dan mulai saat itu ia berjanji tidak akan pergi ke tempat seperti itu lagi. Tempat menjijikkan.

“Kau sudah berhenti menangis?” tanya Myungsoo tiba-tiba, ia melihat raut muka Naeun dari spion depan diam-diam. Kejadian tadi memang membuatnya shock, apalagi gadis yang baru pertama kali pergi ke tempat seperti itu dan coba diperkosa. Naeun pasti akan sangat trauma. Dan kini masalahnya, alasan apa yang harus ia siapkan karena mereka telah pergi selama hampir 3 jam dan sekarang sudah menunjukkan pukul 11.30 malam.

“Hmm,” jawab Naeun singkat. Bicara pada laki-laki ini membuatnya mengingat masalah yang tadi.

“Apa kau baru pertama kali ke tempat seperti itu?” tanya Myungsoo lagi, mencoba mencairkan suasana.

Naeun menatap Myungsoo dengan pandangan tidak percaya. “Menurutmu?” tanyanya balik dengan kesal. Tentu saja pertama kalinya.

Myungsoo meneguk ludah. Ia tidak pernah mengurusi wanita yang sedang marah. Dan tidak tahu apa yang dilakukan ketika wanita sedang marah. “M-maaf..”

Naeun memutar bola matanya. “Tch sudahlah. Kau sudah berkali-kali mengucapkan kata maaf sebanyak 24 kali sampai saat ini. Aku bosan.”

15 menit kemudian, mereka sampai didepan rumah Naeun. Gadis itu langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Myungsoo. “Ya! Son Naeun!”

“Tch, dasar wanita.”

image

“Naeun-ah? Cepat bangun,” kata ibu Naeun serambi mengguncang-guncangkan tubuh anaknya itu. Sekarang sudah hampir jam 8 pagi dan Naeun masih belum bangun juga. “Ya, Naeun-ah!”

Naeun mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia benar-benar benci bangun pagi. “Mwo..?”

“Cepat bersiap. Myungsoo menunggumu di cafe dekat stasiun. Katanya ada hal yang perlu dibicarakan denganmu. Cepat sana mandi!”

Naeun menguap lebar dan mengucek matanya. “Ah paling juga hal yang tidak penting. Sudahlah bu, aku mau tidur lagi mumpung aku tidak ada kuliah hari ini,” jawabnya malas-malasan kemudian kembali tidur.

Ibu Naeun yang melihat tingkah anaknya itu langsung memukul pantat Naeun. “Ya! Kau ini bisa tidak sih lebih serius? Cepat mandi atau kau tidak akan kuberi uang jajan selama seminggu!” seru ibunya.

Naeun langsung bangkit otomatis sewaktu mendengar kata uang jajan. Kemudian ia tersenyum jahil kearah ibunya. “Hehe, aku tadi hanya bercanda kok. Jangan kurangi uang sakuku yah?”

Ibu Naeun memutar bola matanya dan memukul anaknya dengan bantal. “Cepat mandi.”

Selesai mandi dan bersiap, Naeun memutuskan untuk memakai short jeans dan kaus longgar berwarna hitam yang ia sukai. Ia mengambil tas ranselnya dan memakai sepatu converse favoritnya. Ia menguncir rambutnya dan hanya memakai make up natural. “Nah, selesai sudah. Sekarang waktunya untuk bertemu dengan laki-laki sialan itu,” gumamnya sewaktu mematut dirinya didepan cermin.

Eomma! Aku pergi dulu ya!” seru Naeun kencang dan langsung berlari karena ia tahu setelah itu ibunya akan ganti meneriakinya dan akan memukuli pantatnya seperti tadi pagi.

“Ya!! Bicara yang normal bisa tidak sih?!”

image

Myungsoo mengaduk-aduk ice coffeenya dengan sendok kecil itu dengan lemas. Ia sudah menunggu Son Naeun kira-kira hampir satu jam dan gadis itu belum muncul juga. Kalau saja ini bukan karena hal penting, ia tidak akan sudi menunggu gadis itu selama ini.

“Myung-sshi!”

Myungsoo mendongakkan kepalanya dan didepannya sudah berdiri seorang Son Naeun yang tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya seperti anak kecil. “Ya! Kenapa kau lama sekali huh?! Tidakkah kau tahu aku hampir mati bosan disini?! Aku sudah menunggumu selama hampir satu jam babo!” seru Myungsoo kesal. Tapi Naeun malah tidak memperhatikannya dan merebut minuman Myungsoo. Gadis itu menyeruput ice coffee pesanan Myungsoo sampai habis. Kemudian ia meletakkan gelas itu kembali dan tersenyum jahil kepada laki-laki didepannya itu. “Mian.”

Myungsoo merasakan kepalanya akan meledak saa itu juga. Ia benar-benar ingin memakan Son Naeun saat itu juga! “Ya kau gadis gila! Apa yang kau lakukan hah?! Seenaknya sendiri merebut minuman orang!”

Naeun mengerutkan keningnya. “Kau ini laki-laki tapi cerewet sekali ya? Aku kan hanya minum. Uangmu kan pasti banyak, nah kau pasti juga bisa membeli itu lagi. Lagipula siapa yang menyuruhku kesini? Kau kan?”

Myungsoo mengepalkan tangannya yang berada dibawah meja. Ia benar-benar kesal dan menatap Naeun dengan pandangan mematikannya. “Aish diamlah!”

“Oke. Kau mau apa sih menyuruhku kesini? Aku masih punya banyak hal yang harus kuurus sekarang daripada bertemu denganmu.”

Myungsoo mendecakkan lidahnya. Kalau ia membalas perkataan gadis didepannya ini, maka perang mulut ini tidak akan selesai-selesai. Jadi lebih baik ia tahan dulu saja emosinya daripada nantinya seluruh cafe ini akan terbakar gara-gara amarahnya.

“Hmm, aku punya hal penting yang harus kubicarakan denganmu.”

“Apa?”

Myungsoo mengambil secarik kertas dari tas ranselnya dan meletakkan benda itu didepan Naeun. “Ini.”

“Apa itu?” tanya Naeun.

Myungsoo mengerang. “Geez, tidak bisakah kau membaca tulisannya?!”

Naeun memutar bola matanya dan memukul Myungsoo pelan. “Ya! Aku bisa membacanya dan terus untuk apa ini?!” balasnya sebal.

“Oke. Jadi ini adalah persetujuan yang harus kau setujui dan tandatangani karena ini sangat penting, untuk kita. Okay? Jadi dengarkan in ibaik-baik karena aku tidak akan mengulangnya kembali apalagi untukmu.”

Naeun hanya memutar bola matanya dan menyuruh Myungsoo melanjutkan kalimatnya.

“Pertama, disini aku adalah pihak pertama sedangkan kau adalah pihak kedua. Arraseo?” Myungsoo melanjutkan kalimatnya ketika melihat gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dan bertopang dagu melihatnya membaca kertas itu.

“#1 rules, pihak kedua tidak berhak untuk ikut campur masalah pihak pertama. Begitupun sebaliknya.”

“Uhm-huh.”

“#2 rules, pihak kedua tidak boleh menyentuh barang-barang pihak pertama.”

“Uhm-huh.”

“#3 rules, pihak pertama dan kedua tidak boleh tidur sekamar. Kecuali jika disana ada orangtua salah satu dari kedua pihak.”

“Uhm-huh.”

“#4 rules, kedua pihak harus bertingkah.. lovey-dovey didepan kedua orangtua. Di luar itu, anggap kita ini tidak mengenal satu sama lain.”

“Uhm-huh.”

“#5 rules, pihak kedua tidak boleh melakukan hal-hal yang membuat pihak pertama jatuh cinta.”

“Uh.. yucks. Apa-apaan itu?! Tidak akan pernah!” seru Naeun sambil memandang Myungsoo tidak percaya. Laki-laki ini gila apa?

“#6 rules, ini yang terakhir. Kita, tidak boleh saling jatuh cinta.”

“Uhm-huh.”

“Ya! Bisakah kau katakan hal yang lain selain ‘uhm-huh’ mu itu?! Aku benar-benar bosan mendengarnya,” kata Myungsoo sebal.

“Diam kau. Nah sekarang, apa sudah selesai? Aku benar-benar ingin pulang daripada menghabiskan waktu berhargaku denganmu,” ujar Naeun dengan wajha poker-face.

Belum sempat Myungsoo membalas omongan gadis itu, sebuah suara sudah mendahuluinya. “Naeun-nie?”

Myungsoo dan Naeun secara serempak ikut menoleh ke sumber suara. Mata Naeun sedikit terbelalak ketika mengetahui siapa itu. “Jaehyo oppa?” bibirnya langsung membentuk senyuman manis ketika melihat Jaehyo. Myungsoo tertegun, “oppa? Dia siapa? Pacarnya?”

Naeun berdiri dari kursinya dan memeluk Jaehyo. “Wah oppa lama tidak berjumpa. Bagaimana kabarmu disana? Dan.. kapan kau kembali kesini? Kau tidak memberiku kabar.”

Jaehyo tertawa melihat tingkah Naeun. Ia mencubit pipi Naeun gemas dan tersenyum kearahnya. “Kalau tanya satu-satu Hime,” ujarnya.

Myungsoo mendelik melihat kejadian didepannya ini. Laki-laki yang bernama Jaehyo itu benar-benar tidak menyadari keberadaannya disini? Ia buta? Sembarangan menyentuh tunangan orang lain juga. Ah,t api itu tidak penting. Tidak seharusnya juga ia mengurusi hidup Naeun.

“Aish kau masih saja memanggilku Hime.”

Jaehyo terkikik. “Yeah aku baik-baik saja. Aku baru pulang ke Seoul kira-kira.. 4 hari yang lalu. Waeyo? Kau merindukanku?” goda Jaehyo sambil tertawa. Naeun yang cemberut kemudian ikut tertawa juga. “Ya, bogoshipeo.”

Myungsoo yang sedari tadi hanya melihat kedua orang didepannya ini kemudian menyeringai. “Lihat saja, Son Naeun..”

Myungsoo berdehem dan baru itulah Jaehyo menyadari bahwa ada orang disana. Ia mengerutkan keningnya. “Dia siapa, Naeun?”

Naeun baru akan menjawab ketika Myungsoo buru-buru menyelipnya. Ia mengulurkan tangannya kemudian tersenyum lebar. “Aku tunangannya, sekaligus calon suaminya. Perkenalkan, namaku Kim Myungsoo.”

Jaehyo membalas jabat tangan Myungsoo dan hanya tersenyum kecil. Ia menoleh lagi pada Naeun. “Kukira kau masih sendiri. Ternyata kau sudah mau menikah ya?”

Naeun bisa menyadari raut wajah sedih Jaehyo. Ia juga bingung harus berkata seperti apa. Kim Myungsoo benar-benar menyebalkan. “Ah itu tidak seperti yang kau bayangkan, Oppa. Kami ini hanya dijo-”

Belum sempat Naeun menyelesaikan kalimatnya, Myungsoo langsung menarik tangannya dan merangkul pundaknya erat. “Kami sudah lama mencintai satu sama lain,” ujarnya sambil tersenyum. Di dalam hati, Myungsoo tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi sedih Jaehyo yang sangat terlihat dan ekspresi marah Naeun yang serasa ingin menghancurkan dunia saat itu juga.

Naeun berusaha melepaskan rangkulan Myungsoo, tapi laki-laki itu malah mempereratnya. Kemudian secara spontan, ia mencium pipi Naeun dengan sangat mesra. Naeun terkesiap dan menoleh kearah Myungsoo dengan tatapan kau-mau-mati-hah?!

Jaehyo menghela napas berat kemudian memaksakan senyumnya. “Baiklah. Aku harus pergi. Kuharap kalian langgeng ya,” ucapnya dengan berat hati melihat wanita yang selama ini dicintainya jatuh ke pelukan laki-laki lain. Kalau saja waktu itu ia tidak pergi ke luar negeri dan meninggalkan Naeun, hal ini tidak akan terjadi.

Naeun berusaha menahan Jaehyo tapi terlambat, laki-laki itu sudah pergi menaiki mobil Porsche kesayangannya yang berwarna merah. Kemudian gadis itu menatap Myungsoo dengan pandangan marah. “Ya! Apa yang kau lakukan huh?!”

Myungsoo tersenyum polos seperti tidak ada hal yang terjadi. “Apa? Aku tidak melakukan apa-apa kok.”

Naeun mendorong bahu Myungsoo kuat hingga laki-laki itu terjatuh dan tidak terasa airmatanya juga ikut terjatuh juga. “Awas kau Kim Myungsoo!! Aku akan membalasmu membuatku menangis dua kali seperti ini!!”

Myungsoo bangkit kemudian mendecak. “Tch, kau mau apa? Apa yang bisa kau lakukan? Hidupmu saja kalau tanpa bantuan orang tuaku juga akan berantakan bukan? Makan saja cintamu itu,” ujarnya dingin.

Naeun berusaha menahan tangisnya. “Tidak tahukah kau betapa berharganya Jaehyo oppa? Aku sudah lama tidak bertemu dia dan sekarang kau membuatku tidak akan bertemu dia lagi!! Kau benar-benar jahat!!”

Setelah itu, Naeun bergegas keluar dari cafe. Tidak mempedulikan pandangan orang-orang sekitar. Myungsoo hanya memandangi tempat duduk Naeun tadi. Kemudian ia tersenyum miris. “Hm, dua kali ya?”

image

Hey man, kau memang gila. Kau sudah membuatnya menangis dua kali dan kau tidak ada maksud untuk meminta maaf? Kau benar-benar jahat,” komentar Sungyeol setelah mendengar cerita Myungsoo tadi. Myungsoo hanya balas mengangkat bahu dan bersandar ke sofa sambil memainkan ponselnya.

“Kau sudah kelewat batas, L,” sambung Hoya. “Kau tahu, perasaan wanita itu sangat sensitif dan mereka gampang terluka. Apalagi mungkin bagi Naeun yang sudah lama tidak bertemu dengan orang yang dia sukai kini malah tidak akan bertemu lagi, ia pasti akan merasakan betapa sakit perasaannya.”

“Yup. Pertama, dia dipaksa menikah denganmu. Kedua, menuruti semua kemauanmu. Dan ketiga, kau membuat orang yang dicintainya pergi meninggalkannya. Tidakkah kau berpikir itu sedikit, ah tidak, benar-benar jahat?” sahut Dongwoo yang kini ikut duduk disofa disebelah Myungsoo.

Myungsoo menutup matanya dan membiarkan member yang lainnya terus mengoceh. Sebenarnya ia juga tidak tahu apa yang telah ia lakukan. Entahlah, ia juga ingin Naeun merasakan apa yang sudah ia rasakan sebelumnya. Dan ia berpikir hal itu akan membuat Naeun tidak suka padanya. Dan yeah, ia berharap itu.

“Apakah kau melakukan hal ini gara-gara kau juga pernah dicampakkan oleh gadis itu?” sahut Sungyeol dan berhasil membuat mata Myungsoo terbuka kembali. “Kau tahu, tidak semua orang sepertimu dan kau juga tidak berhak membuat hidup orang kacau seperti ini. Kau mau Naeun juga merasakan apa yang kau rasakan bukan? Kemudian kau berharap itu akan membuatnya benci padamu. So, tidak akan ada cinta diantara kalian. Begitu?”

“Aku rasa kau hanya takut ia nantinya akan jatuh cinta padamu. Dan ini semua karena kau masih menunggu Sera untuk kembali,” ujar Sunggyu.

“Dan saat Sera kembali, kau tidak mau melihat Naeun jatuh cinta padamu dan kau jatuh cinta padanya,” sambung Woohyun.

“Karena kau.. masih menunggu Sera, kan?”

image

– t o  b e  c o n t i  n u e d –

[A/N] Hai hai\o/ aku hadir bawa part yang kedua nih. Bikinnya langsung pas habis pulang UN –” btw kayaknya part ini ngebosenin yah? Heuheu maaf deh kalo gitu u,u mau gimana lagi. Sebenernya part 1 itu bukan alurnya yang kecepetan, itu emang aku buat gitu hehe. Anyway, hope you like it yah 😀 wish me luck for tomorrow national exam! 🙂

image

58 responses to “Love Your Fate {Part 2}

  1. Kenapa cuma pendek sih.
    Aku udah nungu lama ff ini. Aku kira gak bakal diterusin.
    Eh waktu OL infinite eh ada ff ini. Good
    lanjut ya.

  2. KYAAA, Lanjut dong thor. jangan bikin penasaran. oh ya, ada typo . sembari jadi serambi , emgnya kue ? 😀 .
    Sera itu siapa?

  3. siapa sera??
    myungsoo nyebelin,dah buat naeun menangis dua kali..
    smg nanti dia yg menangis krn tkt kehilangan naeun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s