Protect The Princess [ Chapter One ]

protect-the-princessProtect The Princess

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Main Cast :

-T-ARA Jiyeon

-Super Junior Sungmin

-EXO Kai

Support Cast :

-Super Junior Leeteuk (Jiyeon’s Appa)

-SNSD Taeyeon (Jiyeon’s Eomma)

-Super Junior Yesung (Jongin’s Appa)

-SNSD Tiffany (Jongin’s Eomma)

Length : Chaptered

Genre : Romance,Life.

Rate : PG 15

Summary :

I will protect you,Young Lady !!! -Lee Sungmin-

Previous Story :

( Prologue )

LEE SUNGMIN

Esok Harinya,Kediaman Keluarga Park…

“Anda sudah ditunggu di ruang keluarga,Tuan Lee,”Soo Jin,asisten Jungsoo Sajangnim langsung menyambutku ketika aku baru saja menjejakkan kaki di rumahnya.

Hari sabtu. Weekend. Terang saja aku merasa aneh sendiri,aku datang ke rumah atasanku disaat hari keluarga begini. Bahkan Sung Jae sempat mengeluarkan protesnya ketika aku pergi tadi pagi,katanya padahal ia berencana untuk mengajakku berjalan-jalan.

“Duduklah,sebentar lagi mereka akan datang,”Soo Jin meninggalkanku sendirian.

Suasana begitu hening,satu-satunya yang mengalihkan perhatianku ketika salah seorang maid memberikanku minum,aku tersenyum dan mengucapkan terimakasih. Saat aku tengah menikmati minumanku,derap langkah seseorang terdengar begitu jelas. Aku mendongak,ternyata derap langkah itu milik Jungsoo Sajangnim,dia tampak berbeda tanpa setelan kantornya.

“Ah,sudah kutebak kau pasti akan datang,kau penasaran bukan kenapa kau kupecat?” tanyanya sambil duduk tepat diseberangku.

Ne,Sajangnim,”

“Pekerjaanmu selama ini sangat baik,Sungmin-ah. Hanya saja aku lebih membutuhkanmu untuk hal lain,”

“Apa itu,Sajangnim?”

“Aku ingin kau menjadi supir pribadi dan pengawal putriku,”jawabnya.

Aku terdiam. Supir dan Pengawal??? Setahuku,Jungsoo Sajangnim memang memiliki seorang anak perempuan. Park Jiyeon. Dan yang kudengar Jiyeon masih duduk di bangku Senior High School.

“Kenapa Sajangnim memilih saya? Bukankah ada oranglain yang lebih tepat?”

“Kurasa kau yang terbaik,Sungmin-ah. Aku percaya kau bisa menjaga Jiyeon dengan baik,”

“Terimakasih atas kepercayaan,Sajangnim,”

“Baiklah,kau mulai bertugas Senin nanti. Kau harus mengantar-jemput Jiyeon dan menemani kemanapun ia pergi. Awasi dia dengan baik,jangan sampai dia ke tempat-tempat yang tidak seharusnya,”jelasnya.

Aku mengangguk dan membungkuk hormat,hampir 1 jam berlalu akhirnya aku beranjak pamit dan segera menyusul Sung Jae yang sudah menungguku di amusement park.

PARK JIYEON

Monday,06.40 KST…

“Eomma,kemana Appa?” tanyaku sambil mengolesi selai strawberry di roti.

“Dia sudah berangkat sejak dinihari tadi Jiyeon-ah. Appa mendadak ada urusan di Ilsan,”

“MWO??? Lalu siapa yang mengantarku,Eomma? Tahu begitu aku akan berangkat lebih awal,kalau aku naik bis jam segini sama saja akan terlambat,”protesku.

“Tenang saja,ada seseorang yang akan mengantarmu ke sekolah,”sahut Eomma ringan.

Ia memberiku segelas susu cokelat,aku menenggaknya dalam sekali tegukan. Setelah sarapanku habis,aku diajak Eomma ke pintu utama. Sebuah VW Beetle putih terpakir manis disana. Aku mengerenyitkan alis.

“Eomma,kurasa aku baru melihat mobil ini,”ujarku.

“Ya,Appa baru membelinya kemarin. Ini khusus untukmu,”

Tak lama setelah Eomma berujar seperti itu,seorang namja keluar dari mobil. Aku terlongong. Mwo??? Jadi ini supir dan pengawal pribadiku? Seorang namja dengan rambut blonde,kemeja pink dan berwajah imut??? Aigoo…appa sepertinya salah pilih.

Annyeonghaseyo,jeoneun Lee Sungmin imnida,”namja itu membungkuk dan setelah ia kembali ke posisi semula,seulas senyum terbayang di wajahnya.

Aku masih memperhatikannya,hingga sodokan Eomma di pinggang membuyarkan lamunanku.

“Jiyeon-ah,perkenalkan dirimu,”

“Annyeong,Jiyeon imnida,”sahutku singkat.

“Ya,sudah. Cepat kau berangkat,nanti terlambat,”Eomma mencium keningku.

Sungmin membukakan pintu mobil dan aku masuk,tak lama mobil melesat cepat meninggalkan rumah. Suasana begitu hening,aku melirik Sungmin yang duduk di sampingku. Rasanya memang aneh,melihat pria disampingku selain Appa.

Jongin,dia tidak begitu suka naik mobil. Sejak aku berteman dengannya,namja itu lebih suka naik motor. Katanya lebih fleksibel dan menghemat waktu. Tanganku bergerak menyalakan cd player,aku memasukkan CD yang sudah kumasukan berbagai lagu favoritku.

[Yesung] Geudael mannareo ganeun giren
Jangmi hansongil nae sone deulgo
Nal bomyeo useojugetjiman
Modeunge geudaen iksukhagetjyo
[Kyuhyun] Neomu neujeoseo deo mianhaeyo
Ije nan malhalkkeyo

[Ryeowook/All] Baby every day and night nae gyeote isseojul
Sesang geu mueotboda sojunghan seonmul
Geudaemanui sarangingeol yaksokhaeyo
Say i do, i can’t stop loving you
[Kyuhyun/Yesung] Loving you, oh loving you
Loving you, yes i do

(Loving You,Super Junior KRY)

Tanpa disangka,Sungmin ikut bersenandung. Awalnya suaranya terdengar pelan tapi saat bagian refrain,suaranya makin terdengar jelas. Dan kuakui suaranya memang tidaklah jelek. Bahkan dia tidak kalah dengan KRY yang sedang asyik bernyanyi di CD player.

Aku menatap Sungmin heran,sepertinya namja ini eksentrik. Penampilan luar dan kepribadiannya sepertinya berbeda.

“Kenapa? Apa aku menganggu,Jiyeon-ssi?” Sungmin berpaling menatapku.

Aku tersenyum tipis.

“Tidak. Hanya saja aku tidak menyangka kalau kau suka bernyanyi,”

Suasana hening kembali,45 menit kemudian aku sampai di sekolah. Ternyata setelah  turun dari mobil,Sungmin masih mengikutiku.

“Sepertinya tidak perlu,Sungmin-ssi,”sahutku.

“Ini sudah perintah Jungsoo Sajangnim,aku harus memastikan Nona sampai di kelas dengan selamat,”ujar Sungmin.

Aku menghembuskan nafas panjang,terserahlah !!! batinku.

“Jongin-ah !!!” aku melambaikan tangan kearah Jongin.

Namjachinguku itu menghampiriku dan memelukku sekilas. Tatapan matanya berubah ketika melihat Sungmin disampingku.

“Apa dia pengawal dan supir barumu itu?” bisiknya pelan.

Aku mengangguk. Jongin tersenyum meremehkan.

“Kurasa Appamu memberikan pilihan yang salah,”tanggapnya.

“Ya,sudahlah. Kita lihat saja,apa nanti dia bekerja dengan baik atau tidak,”aku menarik Jongin menuju kelas.

Setelah beberapa langkah,aku menoleh ke belakang. Sungmin masih di posisi yang sama,matanya tampak lekat memperhatikanku. Aku kembali melihat kedepan dan mengobrol dengan Jongin.

KIM JONGIN

Aisshhh…pengawal baru itu benar-benar mengesalkan !!! Bagaimana tidak? Dia mengikuti Jiyeon ke kantin ketika jam istirahat,yah dia memang tidak terus menerus berada disisi Jiyeon,tapi ia selalu mengawasi dari jauh. Ketika kami berdua sedang menikmati makan siang,ekor mataku melihat dia sedang mengawasi Jiyeon dari sudut kantin. Namja itu duduk sambil membaca majalah.

Saat jam menunjukkan pukul 15.00,jam sekolah pun usai. Semua siswa berhamburan keluar kelas.

“Jiyeon-ah,apa kau mau menemaniku pergi ke toko musik sebentar?” ujarku.

“Hhhmm…ayo,”tanggap Jiyeon semangat.

Saat kami melewati parkiran,sosok Sungmin langsung menghadang.

“Kau mau kemana,Nona?” tanyanya.

“Aku ada perlu dengan Jongin sebentar,jadi kau bisa pulang lebih cepat,”ujar Jiyeon.

Aku menarik lengan Jiyeon,mencoba menerobos Sungmin namun pria itu tidak bergeming.

“Apa maumu sih? Biarkan kami pergi !!!” hardikku.

“Kau harus segera pulang,Nona. Ayahmu memberitahuku seperti itu,”

“Cih,kau pikir dia anak kecil? Kau ini hanya pengawalnya,pergi sana !!!” usirku.

“Kalau Nona ingin pergi,Nona harus bersama saya. Biarkan dia naik motor sendirian,atau dia harus ikut dengan kita,”ujarnya.

Aish,dia ini benar-benar !!! rutukku. Akhirnya aku membiarkan Jiyeon naik mobil bersama Sungmin,sementara aku mengendarai motor. Setengah jam berlalu,akhirnya kami sampai di toko musik.

“Tak bisakah kau memberi sedikit kebebasan untuknya,Sungmin-ssi?” ujarku saat Sungmin tetap mengikuti Jiyeon.

“Aku tidak akan menganggu kalian,jadi nikmati saja,”Sungmin beringsut menjauh dariku dan Jiyeon.

Lagi-lagi ia mengamati Jiyeon dari kejauhan,persis seperti apa yang dilakukannya di kantin tadi.

“Pengawalmu itu benar-benar !!!” omelku.

Jiyeon menghembuskan nafas panjang.

“Ya,sudahlah. Biarkan saja,”

PARK JIYEON

3 Hari Kemudian…

Tak disangka,Appa dan Eomma mengajak Sungmin untuk makan malam bersama. 3 hari sudah namja itu mengawalku. Hhmm…kerjanya memang baik tapi entahlah aku belum nyaman dengan kehadirannya.

“Bagaimana? Kau suka dengan hasil kerjanya,Jiyeon-ah?” tanya Appa.

Aku memasukkan sesendok nasi ke mulut lalu menatap Appa.

“Jawab,Jiyeon-ah. Jangan menatap Appamu seperti itu,”sahut Eomma.

“Ya,dia bekerja dengan baik,”ujarku.

Perlahan Appa tersenyum. Kulirik Sungmin,pria itu juga sepertinya lega dengan jawabanku.

“Tapi aku belum nyaman dengan kehadirannya,dia mengikutiku terlalu intens. Apa dia perlu sampai mengikutiku ke kantin? Kurasa itu tidak perlu,beberapa temanku juga mengeluh tidak nyaman karena ada dia yang terus mengawasiku,”jelasku.

Suasana seketika berubah. Senyum Appa hilang dan air muka Sungmin berubah tak nyaman.

“Aku ini sudah besar Appa,kurasa aku bisa menjaga diriku sendiri. Teman-temanku itu orang yang sangat baik,mereka tidak mungkin menyakitiku termasuk Jongin,” ujarku.

“Terkecuali Jongin,”tegas Appa.

Aku menaruh sendokku diatas mangkuk.

“Apa selama ini Appa pernah mendapati kondisiku dalam keadaan buruk? 3 bulan aku bersamanya,aku masih baik-baik saja Appa. Aku masih utuh,”

“Hari ini kau masih utuh,apa jadinya besok? Anak itu tidak bisa dipercaya !!!”

“Jongin. Dia memiliki nama Appa,jangan memanggilnya lagi dengan sebutan anak itu,”

“Terserah !!! Appa sama sekali tidak peduli,Appa melakukan semuanya demi kau Jiyeon-ah. Semua keluhanmu tidak akan mengubah pendirian Appa. Sungmin tidak akan Appa berhentikan untuk jadi bodyguardmu,”

Aku menghentakkan kaki dengan kesal dan bergegas meninggalkan ruang makan.

LEE SUNGMIN

Jiyeon. Yeoja muda itu tampak emosi,semuanya makin menjadi ketika ia berdebat soal Jongin—yang kuyakini sebagai kekasihnya dengan Jungsoo Sajangnim. Jiyeon begitu marah sampai-sampai meninggalkan meja makan sebelum makan malamnya usai. Aku mempercepat makanku.

“Sebaiknya saya harus bicara dengan putri Sajangnim,”ujarku.

Jungsoo Sajangnim menghembuskan nafas panjang.

“Bicaralah padanya,tapi jangan pernah bicara kalau kau akan berhenti jadi pengawalnya,”

Aku mengangguk mengerti. Pamit pada Jungsoo Sajangnim dan istrinya,setelah bertanya pada maid,aku melihat Jiyeon sedang di taman belakang. Gadis itu tampak duduk di kursi yang persis di tengah.

“Boleh aku duduk disini?” tanyaku.

Jiyeon menoleh,ia mendengus pelan dan lalu memberiku ruang untuk duduk.

“Maaf,kalau kau tidak suka dengan cara kerjaku. Aku berusaha membuatmu tak merasa diawasi tapi ternyata kau masih merasakannya,lalu maumu apa?”

“Tentu saja..,”aku menyela ucapan Jiyeon.

“Jangan pernah meminta aku tidak mengawalmu lagi,aku tidak akan melanggar perjanjian kerja dengan Appamu,”

Jiyeon menghembuskan nafas keras-keras.

“Jangan ikuti aku di kantin. Dan biarkan aku menuju kelas sendirian,aku tak ingin teman-temanku menjauh karena kehadiranmu,”

“Baiklah,tapi ingat satu hal,”

“Apa itu?” alis Jiyeon terangkat.

“Aku harus tetap bersamamu meski kau tengah ada kencan dengan kekasihmu itu,”

Jiyeon menelan ludah.

“Aku tidak akan bercerita pada Appamu jika kau menghabiskan waktu dengannya. Aku akan memberitahu bahwa kau melakukan hal lain,”ujarku.

Suasana kaku sejenak dan lalu kulihat Jiyeon tersenyum tipis padaku. Aku pun membalas senyumannya.

_________________________________________________________________________________

Mengapa Sungmin menjadi sedikit lebih lunak pada Jiyeon? Lalu apa alasan Jungsoo menolak hubungan putrinya dengan Jongin? Comment readers sangat berharga. Gomawo. 

48 responses to “Protect The Princess [ Chapter One ]

  1. Kayanya Sungmin ada feel deh sama jiyeon Trus apanya jiyeon tw klu kai itu anak YG g bener gtu heheee lanjut Thor

  2. Author udah tau apa yg readers tanyain… Kkkkkkk

    Ihhhh suka deh sama cerita nya… Tp knp cast nya yg di pilih sungmin ya thor?? Bukan ∂ķΰ ƍäªk suka.. ∂ķΰ ELF dan ∂ķΰ suka semua member suju… Tp tumben bgt sungmin yg kepilih jadi bodyguard kkkkkk

    Mau lanjut ke part 2 yaaa 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s