Autumn’s Twilight [1/?]

Autumn’s Twilight [1/?]

By : MissFishyJazz

Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona

Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17

Notes : Terima kasih yah buat semua dukungan dan komennya. Saya sangat terharu dengan antusiasme readers :”)

Inspired by : Jang Nara –Kkumgireur Geotneunda ; Jung Jun Ha – The Story Of A Tall Bachelor ; 2AM – One Spring Day

Film – “The Devil Twin”

Thanks : Yeonnia Design

[Teaser]

Autumns Twilight

Kang Byeongjo pasti sedang bermimpi sekarang. Ia menepuk-nepuk dahinya ragu. Di sampingnya, Imma-nim duduk sambil menahan senyum. Suaminya terlihat seperti orang bodoh sekarang. Sebenarnya bukan karena itu saja, tapi yang membuatnya tersenyum adalah bagaimana Min Kyung, putrinya yang tidak bisa menerima orang lain dengan mudah sekarang tertidur di pundak pria di hadapannya.

 

Cheonha, saya benar-benar minta maaf karena Min Kyung menyusahkan CheonhaCheosanghamnida.” Kang Byeongjo harus berulang kali membungkuk meminta maaf, saat tangannya terulur ingin menyentuh pundak anaknya, Sang Raja Myeongyoo menghalanginya.

“Dimana kamar Min Kyung?” Kang Byeongjo memutar matanya berulang kali, berharap tidak salah dengan apa yang ia dengar.

“Mari saya tunjukkan, Cheonha.” Im ma-nim berdiri dan berjalan mendahului Yoochun. Sementara itu Kasim Jung dan Kang Byeongjo harus menahan nafas karena melihat dua tangan suci Raja Myeongyoo menggendong Min Kyung yang masih terlelap.

Seumur hidup, Kang Byeongjo tidak pernah bermimpi raja sehebat Raja Myeongyoo akan mengunjungi rumahanya dua kali. Dahulu ia memang pernah menyambut Raja Myeongyoo ke rumahnya, tapi itu karena Raja Myeongyoo menginginkan anak tirinya menjadi selir utama di kerajaan. Dan kini Raja Myeongyoo kembali datang ke rumahnya. Menggendong tubuh anak kesayangannya yang mengalami gangguan mental dengan dua tangan sucinya yang bahkan tidak bisa sembarangan disentuh oleh tabib istana.

“Kang Byeongjo..” Yoochun sudah duduk di atas bantalannya. Berhadap-hadapan langsung dengan Kang Byeongjo dan istrinya. Mereka berdua cukup heran dengan panggilan Sang Raja beberapa waktu lalu untuk mengobrol secara personal tanpa ada gangguan dari orang lain. Hanya Kasim Jung yang berdiri di balik pintu dalam ruangan itu. Kasim Jung sebenarnya juga mulai menebak-nebak apa yang akan Yoochun katakan. Mungkinkah tentang niatannya tadi?

Ye, Cheonha?”

“Selama perjalanan dari hutan kemari aku sempat kesulitan menyusun kata apa yang pantas untukmu, Ayah mertua. Tapi aku rasa aku tidak ingin terlalu berbelit-belit.” Kang Byeongjomengernyit heran, bagaimana bisa Raja Myeongyoo memanggilnya ‘Ayah mertua’ di luar istana? Di dalam istana saja Raja Myeongyoo jarang memanggilnya ‘Ayah mertua’. Pasti ada niatan terselubung yang sangat dalam.

“Jika tiga tahun lalu aku meminta Im Yoonah untuk menjadi selir utama kerajaan, maka sekarang ijinkanlah aku meminta Kang Min Kyung menjadi nae Mama[1].” Saat itu juga rasanya Kang Byeongjoingin mencekik dadanya sendiri. Kalau perlu ia akan mengupas kuping telinganya. Apa ia tidak salah dengar? Raja Myeongyoo baru saja ingin menjadikannya Ayah mertua untuk  kedua kalinya?

Cheonha, apa yang saya dengar itu..”

“Tidak itu tidak salah. Aku ingin memiliki Kang Min Kyung sebagai istriku. Permaisuriku.”

Kasim Jung rasanya ingin menggelinding dari tempatnya. Ia bingung dimana rajanya itu meletakkan otaknya hingga menginginkan seorang gadis yang terkena gangguan mental menjadi ratu atas Joseon. Min Kyung memang cantik tapi kecantikan tidak bisa untuk mengarahkan Joseon. Mungkin jika Raja Myeongyoo mengangkat Selir Sookbin menjadi ratu ia masih bisa menerimanya. Ia masih ingat Selir Sookbin pernah mempermalukan lulusan terbaik Sungkyunkwan tahun lalu dengan pertanyaan yang sudah selir itu pahami sejak kecil.

Cheosanghamnida Cheonha. Bukan saya bermaksud tidak sopan. Tapi seperti yang sudah Cheonhaketahui sendiri, anak kami tidak seperti gadis pada umumnya. Ia.. Ia mengalami gangguan mental. Ia tidak mungkin menjadi ratu Cheonha. Selain itu, Min Kyung masih harus mengikuti terapi untuk pengembalian kesehatannya.” Im ma-nim membungkuk hormat begitu selesai menyampaikan pendapatnya. Ia bukan tidak ingin anaknya memasuki kerajaan apalagi menjadi ratu, ibu mana yang tidak ingin menjadi ibu dari ratu? Ibu ratu sama saja mendapat kehormatan seluruh negeri. Tapi ia tahu bagaimana kerasnya hidup di dalam istana.

Suaminya terdahulu, ayah dari Selir Sookbin harus rela mendapat hukum gantung karena kelalaiannya dalam medan perang sebagai seorang jenderal. Padahal hal itu bukanlah salah suaminya. Suaminya hanya terlalu frontal untuk ukuran seorang jenderal, dan Fraksi Barat menganggapnya sebagai benalu yang akan menghalangi kenginan mereka menjadikan Park Sandara—Selir Gui-in, masih selir tingkat 1 tapi di bawah Selir Sook Bin—sebagai ratu sehingga memudahkan Fraksi Barat mendapatkan kedudukan tertinggi.

“Aku yang akan menyembuhkannya dan menjaganya dengan tanganku. Tidak ada yang berhak menghalangi keinginanku, apa kalian tidak ingat?” Yoochun mulai menaikkan nada suaranya. Bagaimana bisa seorang istri menteri menghalangi keinginannya? Sekalipun dia adalah ibu dari calonpu-in[2]-nya tapi tetap saja, di mata Yoochun tidak ada yang berhak menentang raja.

Cheonha, tapi Min Kyung bukanlah gadis di dalam istana yang berhak anda miliki sesuka hati. Min Kyung adalah rakyat biasa yang harus mendapatkan persetujuan orangtuanya apabila ingin dilamar.” Im ma-nim masih mempertahankan argumennya. Tidak peduli setelah ini Raja Myeongyoo akan memberinya hukuman seperti apa. Baginya Min Kyung adalah prioritasnya. Ia tidak ingin putrinya yang sangat polos itu harus masuk dalam pusaran kerajaan yang kejam.

“Kasim Jung!” Yoochun berteriak keras, menyuruh Kasim Jung untuk masuk ke ruang pribadi keluarga Kang.

Ye, Cheonha?” Kasim Jung menatap takut-takut pada rajanya yang sudah mulai menaikkan emosinya ketingkat ubun-ubun itu.

“Mereka, kedua orang ini,” Yoochun menunjuk Kang Byeongjo dan Im ma-nim dengan telunjuknya, “telah melanggar perintahku. Mereka perlu mendapatkan hukuman.”

Kang Byeongjo dan Im ma-nim merunduk takut-takut. Sekalipun seperti itu hati mereka tetap tak gentar mempertahankan keselamatan Min Kyung. Bagi mereka mempertaruhkan nasib Yoonah di dalam istana sudah merupakan dosa besar, dan kali ini tidak untuk Min Kyung.

“Kirim mereka ke pelataran kejaksaan. Berikan Go-shin[3] untuk mereka dan Selir Sookbin.” Yoochun menatap sepasang suami istri itu dengan raut meremehkan. Mungkin jika Go-shin hanya diberikan kepada mereka berdua, sepasang suami istri itu tidak akan gentar, tapi bagaimana jika Selir Sookbin ikut di dalamnya?

Cheonha..” Im ma-nim mendesis.

“Kalian dan Selir Sookbin akan mengalami Go-shin sampai aku mendapatkan persetujuan itu.”

Cheonha, saya mohon, lebih baik kami yang menerima go-shin daripada Selir Sookbin. Ia tidak bersalah sama sekali. Mohon, Cheonha.” Kang Byeongjo sujud berulang kali di hadapan rajanya, ia tidak ingin penderitaan sekecil apapun dialami Selir Sookbin. Bagaimana bisa ia membiarkan putrinya yang sangat baik itu menerima siksa atas ketidaksetujuan yang dilontarkan kedua orangtuanya.

“Itu adalah harga mati, Kang Byeongjo..”

“Kami mohon, Cheonha..” Im ma-nim ikut bersujud sama seperti suaminya. Jangan putrinya, jangan putrinya. Sekuat apapun Yoonah, dia masih perempuan yang gampang terluka. Melihat Yoonah yang nanti mungkin saja terluka atau lebih dari itu sama saya menyayat hatinya sekali lagi seperti dahulu kehilangan suaminya.

“Keputusanku sudah bulat. Kalian akan mendapat go-shin sampai persetujuan itu aku terima.” Yoochun sendiri merasa dirinya terlalu kejam. Tapi nalurinya sebagai pria menuntunya lebih. Ia sudah menginginkan Kang Min Kyung sejak mata mereka pertama kali bertemu. Dan untuk itu ia memanfaatkan anugerah dari langit dengan kedudukannya sebagai Raja Myeongyoo yang berkuasa.

Dua orang pengawal sudah berdiri di ambang pintu. Hendak menyeret sepasang suami istri itu. Sementara baik Kang Byeongjoo ataupun Im ma-nim sama-sama mengalami dilema. Penyiksaan untuk Selir Sookbin atau keselamatan Min Kyung? Jika mereka mengorbankan Selir Sookbin apakah mereka tidak kejam? Selama ini padahal Selir Sookbin lah yang menjadi bintang di Joseon tapi mereka selalu mengutamakan Min Kyung. Tapi jika mengorbankan keselamatan Min Kyung dengan memasukkan gadis itu ke dalam istana, apa janji Yoochun untuk menjaga gadis itu bisa ditepati?

Cheonha..” Kang Byeongjo menyela dengan suara serak. Rasanya ia ingin menangis. Bagaimana ia menjadi ayah sekejam ini? Mengorbankan salah satu dari putrid yang disayanginya?

Ye Kang Byeongjo?” Rasanya senyum Yoochun ingin merekah lebih besar dari kelopak bunga tulip yang berebutan mendapatkan dinginnya pagi hari.

“Kami menyetujuinya.” Kasim Jung bisa bernafas lega sekarang. Tadi ia sudah ingin pingsan ketika mendengar Raja Myeongyoo menginginkan Go-shin untuk sepasang suami istri yang sudah seperti saudaranya sendiri itu.

“Apa?” Yoochun ingin mendengar persetujuan itu sekali lagi. Persetujuan kepemilikan Min Kyung padanya.

“Kami menyetujui Min Kyung menjadi istri Cheonha. Kami menyetujuinya.”

Im ma-nim rasanya ingin menangis keras-keras. Ia tidak bisa menentang suaminya, Yoonah masih darah dagingnya yang lahir dari rahimnya. Tapi ia juga tidak ingin putrinya yang tidak tahu dunia sama sekali, Kang Min Kyung harus hidup di dalam istana. Tempat yang bahkan tidak pernah Min Kyung pahami semenjak kecil.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Oraboeni[4]!” Gadis itu berjengit! Mendapati seseorang yang menutup kedua matanya dari belakang. Pria itu membalikkan tubuh gadisnya menatap kedua mata bening gadis itu dan tersenyum.

Nan neomu saranghanika..” Pria itu kembali tersenyum mengembari senyum manis gadisnya. Mata mereka kembali bertemu dengan indah. Bahkan ketika keduanya saling berbagi kehangatan di antara bibir mereka, keduanya bisa merasakan tatapan itu masih membelai seakan tidak lekang oleh apapun.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

“Selir! Selir!” Dayang Kim tergesa-gesa memasuki Paviliun Gyeonghoeru[5]. Ia bahkan tak mempedulikan sapaan dari dayang dayang lain yang ia lewati. Baginya sekarang memberi tahu Selir Sookbin adalah yang terpenting.

Selir Sookbin yang baru saja selesai menyematkan binyeo[6]-nya harus segera berdiri, menengok sebentar ke arah pintu dan mendapati dayangnya, Kim Taeyeon harus tergopoh-gopoh berlari.

“Ada apa, Taeyeon-aa?”

“Berita penting Selir!” Selir Sookbin memberi perintah agar dayangnya duduk. Tepat di hadapannya. Taeyeon masih harus menata nafasnya satu-satu. Bisa cepat mati dia jika nafasnya terus tersengal-sengal. Berlari dari gerbang istana tempat para pengawal raja berkumpul hingga ke PaviliunGyeonghoeru seperti menjadi altet marathon baginya.

“Berita apa?”

“Raja.. Raja Myeongyoo akan mengangkat ratu!” Selir Sookbin melebarkan dua matanya. Kenapa raja tidak memberitahunya sama sekali tentang pengangkatan ratu? Bukannya ia terlalu percaya diri bahwa dia yang akan menjadi ratu, karena menjadi apapun di istana ini asalkan bersama Yang Mulia yang ia cintai tak masalah. Tapi ia dan Raja Myeongyoo sudah seperti sahabat yang saling berbagi cerita satu sama lain, jadi agak mengherankan jika pengangkatan ratu tanpa ada cerita dulu dari Raja Myeongyoo.

“Siapa? Selir Gui-in?” Selir Sookbin menekuk salah satu kakinya, meletakkan tangannya di atas tumpuan kaki yang terangkat itu dan berusaha memikirkan siapa yang akan menjadi ratu selanjutnya.

“Dunia bisa kiamat jika anak ketua Fraksi Barat itu yang menjadi ratu, Selir.” Taeyeon memutar matanya sebal. Ia bisa langsung meminum sayak[7] jika sampai Sandara yang menjadi ratu selanjutnya. Selir Gui-in memang selir dengan hati lembut, tapi latar belakang Fraksi Barat lah yang membuatnya enggan jika wanita itu yang menjadi ratu.

“Lalu siapa?” Selir Sookbin mengerutkan keningnya bingung.

“Berjanjilah jika Selir tidak akan terkejut.” Taeyeon mengerjap-ngerjapkan matanya, berharap Selir Sookbin menyetujui.

Ne.” Selir Sookbin hanya mengiyakan dengan senyum penasaran.

“Ratu selanjutnya adalah.. Adik Selir Sookbin!”

Jika ia bukan Selir utama, anggota kerajaan wanita yang saat ini dianggap paling tinggi karena posisi ratu yang belum terisi, sekarang juga Selir Sookbin ingin melonjak senang luar biasa. Mengesampingkan fakta bahwa Kang Min Kyung, adiknya, adalah seorang yang terkena gangguan mental, ia sangat senang ia akan memiliki teman baru dan itu adalah saudaranya. Sebenarnya Selir Sookbin yakin jika Min Kyung sembuh ia akan menjadi gadis paling berbakat seantero Joseon. Mengingat bagaiaman dulu Jin Shin ma-nim yang multitalenta.

“Selir?” Taeyeon menegur Yoonah. Gadis itu terus-terusan tersenyum begitu mendengar raut selanjutnya adalah adik kesayangannya.

“Ya?”

“Selir nampak begitu bahagia.” Taeyeon ikut tersenyum. Ia memang tahu Selir di depannya ini begitu mencintai adiknya. Ia sering mendengar Selir Sookbin menceritakan tentang adiknya dan bagaimana besar harapannya agar Kang Min Kyung bisa cepat sembuh dan mereka bisa menjadi saudara yang baik.

“Siapa yang tidak bahagia jika saudarinya akan memasuki istana. Kami bisa tinggal bersama lagi!” Yoonah masih tidak bisa menyembunyikan raut bahagianya. Setelah ini ia tidak akan menghadapi kerasnya kehidupan kerajaan seorang diri. Akan ada Min Kyung. Mungkin tidak bisa membantunya secara langsung dalam menghadapi penjahat di dalam istana, tapi setidaknya ia bisa saling membagi kekuatan dan dukungan.

Tapi kebahagiaan itu memudar. Ia menengok ke arah jendela kecil yang tertutup selambu di sisi kanannya. Ia bisa melihat Park Hojo[8] sedang berlari ke arah Paviliun Seojjog[9].

Pasti mereka akan menyampaikan kabar ini pada Selir Gui-in.

“Selir kenapa?” Taeyeon kembali membuyarkan lamunan Yoonah. Yoonah menjadi dilema sekarang. Sekalipun ia akan mempunyai teman, tapi Min Kyung akan menjadi subjek yang paling mudah diserang oleh Fraksi Barat sekarang. Pasti mereka akan menolak kenaikan Min Kyung sebagai permaisuri apalagi ratu. Dan ia juga tidak tahu apakah Selir Gui-in masih bisa diam atau tidak. Selir itu memang baik, tapi ia juga anak yang sangat patuh pada ayahnya. Park Hojo bisa meracuninya dengan akal bulus untuk ikut menentang Min Kyung apabila Selir Gui-in percaya pada ayahnya.

“Taeyeon-aa..”

Ye?”

“Menurutmu, apakah Selir Gui-in akan tetap berdiri di garis netral?”

Taeyeon terdiam. Mungkin saat ini iya, Selir Sookbin. Tapi mungkin tidak untuk selanjutnya.

.TOBECONTINUE.

 

DICTIONARY :

[1] Nae Mama           : Ratuku

[2] Pu-in                     : istri

[3] Go-shin                 : hukuman penyiksaan saat interogasi di kepolisian. Biasanya dengan cambuk, atau pukulan dari semacam tongkat besar diantara paha.

[4] Oraboeni              : Panggilan semacam ‘Oppa’ yang digunakan semasa Joseon.

[5] Gyeonghoeru      : dari info yang saya dapat, Gyeonghoeru biasa digunakan sebagai paviliun selir utama.

[6] Binyeo                  : semacam tusuk konde yang biasa digunakan untuk hiasan rambut. Untuk golongan selir biasanya terbuat dari giok dan dihiasi batu mulia.

[7] Sayak                    : racun yang diminum oleh orang-orang kerajaan yang dijatuhi hukum membunuh dirinya sendiri. Biasanya sayak diminum sembari menghadap ke arah paviliun utama / paviliun raja sebagai tanda penghormatan dan permohonan maaf terakhir.

[8] Hojo                      : Menteri Perpajakan

[9] Paviliun Seojjog : Paviliun Barat. Saya gunakan sebagai paviliun selir Gui-in di sini.

Authornotes:

Part 1 terselesaikan teman-teman! Ya ampun cukup melelahkan juga yah menyelesaikan FF Saeguk. Mesti bolak-balik buka kamus. Selain itu masukin Sandara di sini juga nggak ikhlas /aduh mama/ Takut ditimpuk GDragon. XD

Kritik dan saran sangat dibutuhkan. Oh iya, kalian juga bisa menyarankan siapa yang akan menjadi Kang Byeongjo, dan Park Hojo. Saya jujur lagi kehabisan ide. /haduh/

Sampai berjumpa di part selanjutnya!

25 responses to “Autumn’s Twilight [1/?]

  1. Ya ampun author, ini tu keren !!!
    Dimana sih dapet ide bikin ff keren kayak gini..
    Genre ff paling aku cari..
    Dulu pernah baca yg romance saeguk satu kali, dan sekarang yang kedua 😀
    Setelah itu pengen nyari genre yg sama tapi ternyata nyari ff genre ini susah banget, dan sangat beruntung bisa nemuin ff ini *ihh, kok malah curhat? *
    intinya ini ff bagus thor..
    Terusin ya ffnya..
    Aku ke chapter selanjutnya ya…
    Hwating!

    • makasih yah 😀
      nggak tau sih akunya, cuma waktu itu emang lagi pinginnya bikin ff saeguk.-.
      terus akhirnya jadi ini deh XD

      kak sora (sorajang) itu banyak ff saeguknya 😀 ada di snaildragoncastle.wp.com *seingetku yah*
      kenamgil juga.

      makasih makasih 😀
      saya usahakan 😉

  2. Jarang banget selir utama yg rela kedudukan yg harusnya bisa dimiliki, direbut sm wanita lain fufufufu Love selir SookBin \(´▽`)/

  3. haii
    aku tau ff kakak dari temen nih
    baru part awal aja bagus
    suka sama temanya
    keep writing yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s