Love Story of The Sleepaholic [ Part 6A : Insomnia ]

Love Story Of The Sleepaholic

Title :

Love Story of The Sleepaholic

 

Author : Citra Pertiwi Putri / citrapertiwtiw

 

Genre : Romance, Fantasy, a little bit Comedy

 

Rating : PG15 – NC17

 

Main Casts :

‘A Pink’ Son Naeun

‘INFINITE’ L / Kim Myungsoo

 

Other Casts :

‘ BtoB’ Lim Hyunsik

‘ Hello Venus’ Yoo Ara

‘ Block B’ Ahn Jaehyo

‘ A Pink’ Park Chorong

‘ A Pink’ Yoon Bomi

‘ A Pink’ Hong Yookyung

‘ A Pink’ Kim Namjoo

‘ Miss A’ Suzy

 

Type : Chaptered

 

Cerita Sebelumnya :

Harapan Naeun untuk melepas kutukan sleepaholicnya musnah sudah karena Hayoung yang bisa menjadi penolongnya sudah meninggal (meninggal karena apa? kalian udah tau kan ._.). Chorong, malaikat pencabut nyawa yang mengikuti Naeun pun memberikan Naeun cara terakhir untuk melepas kutukan itu.

Cara yang susah bagi Naeun, meskipun sebenarnya ia hanya tinggal menunggu seorang namja mencium kedua kelopak matanya ketika ia tertidur. Tapi namja mana yang bisa ia harapkan untuk melakukan hal itu?

Ia tahu satu-satunya namja yang bisa ia harapkan hanya, ehm.. Myungsoo. Maka itu Naeun tidak akan membiarkan sunbae gunung es itu bersama yeoja lain, hingga dengan nekat Naeun berusaha menggagalkan kencan Myungsoo dan Suzy, dan berhasil.

Myungsoo yang berhasil Naeun selamatkan dalam keadaan mabuk meminta Naeun untuk membawanya ke rumah Ibu Hana dahulu, dan disana dalam keadaan sadar tidak sadar Myungsoo mulai menceritakan masa lalu mereka yang berhasil membuat Naeun ternganga-ngingi (?) meski belum sepenuhnya percaya, apalagi ketika Myungsoo dengan mudahnya mengakui bahwa ia mencintai Naeun dan mengajak gadis itu melakukan french kiss. Ciuman yang sangat bersejarah bagi Naeun, tapi…

Apakah Myungsoo mengingatnya?

 

Selengkapnya baca disini :

Part 1 : Bad Girl Side, Mysterious Sunbae, and An Unusual Drug

Part 2 : The Curse is Beginning

Part 3 : Stay Together!?

Part 4 : My New Life is Beginning

Part 5 : Love Alert !

 

NB : Ahayde, ditengah-tengah tugas dan ulangan author bisa ngepost tepat waktu. Nyiahaha, author gituloh (?)

Oke, author mau ngebacot lagi, hehe.

Pertama, duh.. apa ya? lupa *buka catetan di telapak tangan >> -_-*

Nah, di ff part sebelumnya, author ngingetin kan kalau ada NCnya? Part 6 ini NCnya mungkin gak ada, tapi ada beberapa kalimat yang agak menjurus ke NC, tergantung kalian aja yang nilainya gimana, tapi menurut author part ini aman untuk semua umur. So, keep enjoy dan jangan lupa KOMEN *ngancem-_-*

Kedua.. author ingin mengatakan bahwa..

Part ini adalah part yang bisa dibilang, lebih panjang dari part-part sebelumnya, makanya author bagi jadi dua bagian. Kenapa? Alasannya simple, kan readers yang minta dipanjangin ._.v

Yaudahlah ya author capek ngemeng mulu, happy reading!! ^^

***

 

Author POV

 

BYUR!!!!!

“ Aaaa!!!!”

Naeun sontak terbangun dari tidurnya ketika satu guyuran air membasahi tubuhnya terutama kepalanya. Gadis itu langsung melempar tatapan geram kearah namja yang sedang bertolak pinggang di depannya sambil memegang ember.

Oh, si ganteng Myungsoo. Mau nyari ribut pagi-pagi begini. Oke, author ladenin. Eh Naeun maksudnya ._.

“ Mengapa kau menyiramku!? Aku manusia! Bukan pohon toge! (?)” protes Naeun, ia segera bangkit dari sofa dan meringis karena sakit badan, semalaman ia harus melipat-lipat tubuhnya (?), ia tidak mungkin menidurkan Myungsoo yang dalam keadaan mabuk semalam di sofa, jadi ia yang mengalah.

“ Dasar pemalas. Yang menyuruhmu tidur di sofa siapa hah?” jawab Myungsoo, Naeun mendelik.

“ Heh, kemarin kan kau mabuk, mana mungkin aku menidurkanmu disini.”jawab Naeun.

“ Aku..mabuk?” Myungsoo nampak terkejut, “…semalam aku mabuk?”

Mata Naeun membelo seketika, “ Ya Tuhan, dia benar-benar tidak ingat kejadian semalam.”batin gadis itu, tentu saja ia kecewa karena itu artinya Myungsoo juga tidak mungkin ingat ia sudah bercerita tentang masa lalu itu, apalagi mengingat ciuman-panas-di-atas-mobil itu.

“ Oooh.. ya.. ya.. aku diajak minum oleh Suzy kemarin. Setelah itu.. aku tidak tahu apa-apa. pasti Suzy yang membawaku pulang dan menidurkan aku di tempat tidur. Kalau kau mana mungkin, kau pasti terpaksa tidur di sofa karena Suzy menyuruhmu mengalah, kan?” Myungsoo sok tahu, Naeun yang mendengarnya mulai kesal.

“ Heh! Itu tidak benar!! Yang benar ituuuuu….” Naeun menggantung kata-katanya, ia masih belum berani menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, ia takut Myungsoo menuduhnya mengarang-ngarang cerita, apalagi kalau Naeun menceritakan ciuman itu, pasti Myungsoo membantah habis-habisan, dia kan cowok paling jual mahal di dunia.

“ Apa?? apa??” tanya Myungsoo menantang, “…kau tidak tahu apa-apa kemarin. Jadi diam saja.”

“ Kau yang tidak tahu apa-apa, gunung es.”jawab Naeun kesal, gadis itu langsung mengambil kimononya dan masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu.

“ YA! heh bodoh, kau kenapa!?” teriak Myungsoo. Naeun tak menyahut, gadis itu langsung menyalakan shower agar tidak mendengar suara Myungsoo lagi.

“ Namja sialan. Benar kan dugaanku, dia tidak ingat apa-apa. padahal semalam itu.. ah.. kenapa begitu nikmat..”di dalam kamar mandi Naeun terduduk lemas di bawah guyuran shower, memegangi bibirnya sembari mengingat kejadian semalam. Mengapa ia begitu mudah membalas ciuman Myungsoo? Padahal setiap Jaehyo ingin menciumnya saja ia selalu menolak dan berujung pada bibir Jaehyo yang bengkak akibat ditonjok pake linggis olehnya *pake linggis mamen, apa kurang sakit tuh ._.*

“ Ckckck.. lihatlah dirimu, dasar gadis bodoh..”

“ YA!! mengapa kau kesini hah!!??” Naeun terkejut, ia langsung berdiri hingga nyaris terpeleset, ia segera menyambar kimononya untuk menutupi tubuhnya yang tentu saja saat itu sedang tidak mengenakan apa-apa karena ia tengah mandi.

“ Ck, biasa aja kali. Kita sama-sama perempuan, kan?” Chorong tertawa, “…bagaimana ciumannya?”

Naeun merengut, malas menjawab pertanyaan Chorong.

“…hm.. pasti enak, lembut, dingin, dan.. basah..”

“ YA!!!! jangan dibahaaaasss!!” Naeun langsung melempar gayung ke arah Chorong karena sudah malas dan tentu saja malu setengah mati, Chorong hanya bisa mehe-mehe doang dan tidak menghindar karena gayung itu menembus badannya.

“ Hahahaha!! Mengaku saja, kau menikmatinya kan??? Yeoja mana yang menolak dicium oleh namja setampan L. hahahaha.. aku melihatnya, Nona Son. Kau seperti orang bodoh, mau saja meladeni orang mabuk dalam urusan pervert seperti itu, kau menyukainya, kan!?” goda Chorong, membuat emosi Naeun semakin terbakar hingga sehelai rambut gadis itu hangus (?)

“ YAA!!!! Dia yang mulai duluan!!! Aku ngikutin aja!!!!” Naeun membela diri, sekarang ia melempar sabun kearah Chorong, dan lagi-lagi makhluk jahil itu hanya tertawa.

“ Kau menyukainyaaa.. kau menyukainyaaaa..”

“ Grr.. aku.. aku tidak..”

“ Kau menyukainya, Nona Son.. kau menyukai gunung es itu hahahahaha…”

“ YAAAA!!!” Naeun semakin gelap mata, ia melempari Chorong berbagai macam benda yang ada di kamar mandi. Ketika ia mau ngelempar jamban (?), Myungsoo menggedor kamar mandinya.

“ HEH!!! ORANG GILA, KAU SEDANG APA DI DALAM HAH!!?? LEMPAR-LEMPAR GAJELAS!!” bentak namja itu, Naeun langsung menghentikan aksi frontalnya.

“ Ak..aku..aku sedanggg..akuuu..~” Naeun gugup, “…tadi ada kecoa jadi aku melemparnya biar kabur, hehe.”

“ Beraninya lo nyamain gue ama kecoa!” protes Chorong.

“ Lo juga sih nyari ribut duluan!”jawab Naeun.

“ Siapa yang nyari ribut!!!??” Myungsoo yang mendengar omongan Naeun dari luar bingung.

“ Eh.. ng.. engga.. engga.. kecoanya ituloh..”jawab Naeun.

“ Masa iya ada kecoa? Selama aku tinggal disini tidak pernah ada makhluk itu di kamar mandi.”

“ Yaaa.. mana kutahu, itu tadi muncul, hehe..”

“ Ck, lalu sekarang apa masih ada?”

“ Ng.. ng..”

“ Masih ada!? Biar aku bunuh..” Myungsoo mulai memutar knop pintu kamar mandinya, sebenernya niat namja itu pengen ngeliat Naeun telanjang, namanya juga namja mesum, ngerti-ngerti ajalah #plak!

“ Eeehh! Sudah tidak ada!” Naeun menahan pintunya, “…jangan masuk, aku.. malu.”

“ Hah. Ya sudah, cepat selesaikan mandimu dan buatkan aku sarapan, aku mau berangkat kuliah.”

“ YA! kenapa tidak buat sendiri?”

“ Selagi ada perempuan kenapa aku harus repot-repot memasak, huh?”

“ Aku tidak mau. Aku akan mandi lama. Aku mau mandi susu, luluran, keramas, dan lain-lain!”

“ Oh, begitu? Terserah, lima menit lagi kau tidak keluar aku akan menjemputmu.”ancam Myungsoo dengan evil smirk gantengnya.

“ HEH!! Awas kalau kau berani menjemputku!! Arasseo aku akan segera selesaiii!!” jawab Naeun pasrah, Myungsoo tertawa kecil dan menjauh dari pintu kamar mandi.

PLETAK!!!!

“ YA!! sakit!!!!” teriak Myungsoo, Naeun melempar kepalanya dengan botol shampoo.

*

“ Sarapanmu, Tuan L Kim.”dengan ogah-ogahan Naeun meletakkan sepiring mi goreng cabe ijo dan telor ceplok di depan Myungsoo yang sejak tadi menungguinya grasak-grusuk di dapur. Namja itu mengangguk saja.

Naeun pun berbalik, matanya sudah mengincar tempat tidur sejak tadi, rupanya ia ingin tidur lagi.

“ Heh bodoh.”panggil Myungsoo datar.

“ Apa lagi!?” Naeun terpaksa berbalik lagi dengan malas.

“ Aku memanggil bodoh dan kau menyahut, berarti selama ini kau memang bodoh ya. hahahaha.” Myungsoo tertawa jahil.

“ Ya sudah, tidak jadi.”Naeun berbalik lagi.

“ Yaaaa.. Son Naeun.”

Naeun tak menyahut, ia sudah terlanjur kesal dengan Myungsoo, sejak tadi pagi namja itu ngajak ribut terus, padahal semalam mereka sudah melakukan hal yang lazimnya dilakukan oleh orang-orang yang sudah menikah. Yaa.. berciuman sepanas itu, orang-orang yang berpacaran saja belum tentu berani melakukannya.

“…Son Naeun.”

Naeun masih tak menyahut, gadis itu mulai melangkah menuju tempat tidur.

“…ck, heh bodoh!!” Myungsoo akhirnya memanggilnya dengan sebutan biasa dan dengan nada yang sedikit lebih ditinggikan *paduan suara kali nada ditinggikan -_- auk ah gelap ._.*

“ Yaaaa!!! APA!!?” Naeun akhirnya berbalik lagi.

“ Nah kan. Dipanggil Son Naeun tidak menyahut, dipanggil bodoh menyahut. Berarti kau…..”

“ Yaaaa yaa aku bodoh, puas!? Kau mau apa!?”

Myungsoo tertawa sinis, “ Sini. Duduk.”

Dengan terpaksa Naeun pun duduk di samping Myungsoo sembari menopang dagunya. Jika moodnya sedang bagus, pasti sekarang ia yang mengganggu Myungsoo, tapi sekarang moodnya benar-benar buruk, kesal karena Myungsoo sama sekali tidak ingat apa yang mereka lakukan semalam, padahal Naeun ingin sekali mereka mengenang perbuatan nista di atas mobil itu.

“ Tanggung jawab, kepalaku sakit.” Myungsoo menunjuk bagian kepalanya yang terkena lemparan botol shampoo Naeun tadi.

“ Ck, cuma dilempar gitu doang manja amat!”cibir Naeun.

“ Oh, katamu gitu doang? Ya sudah, mau ngerasain?” Myungsoo mengancam dengan berdiri dari duduknya untuk pergi ke kamar mandi dan mengambil botol shampoonya.

“ Yaaa!! Jangan!!” jerit Naeun, ia sadar sekarang Myungsoo pasti beneran kesakitan karena botol shampoo itu ujungnya tajam, setajam… silet! #apaini-_-

“ Makanya tanggung jawab.”

“ Apa yang harus kulakukan?”

“ Suapi aku.”

“ YA!!! kepalamu yang sakit kok malah minta disuapin?! Gak nyambung b….”

“ Kalau tidak mau silahkan angkat kaki dari sini.”potong Myungsoo.

“ Anjir, ngancemnya horor amat.”dengus Naeun, dengan terpaksa ia pun menyuapi Myungsoo. Namja itu tersenyum ganteng (?), ia memang tidak puas mengerjai Naeun kemarin, jadi ia ingin mengerjai gadis itu lagi hari ini.

“ Heh.”

“ Apa lagi!? Dibikinin sarapan udah, disuapin udah, mau apa lagi!?”

“ Perasaan gua cuma bilang ‘heh’, kenapa jawabannya panjang amat -_-“ Myungsoo nyesek (?), Naeun sensi banget hari ini, kayaknya lagi come moon nih cewe *come moon : datang bulan ._. #plak!!!maksathormaksa-__-*

“ Kau mau apa lagi!?” ulang Naeun dongkol.

“ Aku mau.. bertanya saja.”

“ Bertanya apa??”

“ Apa..kau pernah.. mabuk?”

EHEK!!!

Naeun keselek seketika saat mendengar pertanyaan itu, tentu saja karena ia ingat kejadian semalam.

“ Perasaan gue yang makan kok elo yang keselek -_-“kata Myungsoo bingung.

“ Kan tenggorokan kita telepati (?)”jawab Naeun ngarang.

“ Apa???’

“ Lupain deh, lupain ._.”

“ Jadi, apa kau pernah mabuk??”

Naeun menggeleng, “ Mengapa kau menanyakannya??”

“ Tidak apa-apa. kau tau? aku sering mabuk. Tapi mabuk berat, baru satu kali. Suatu saat kau harus mabuk, Naeun, mabuk itu ternyata ada enaknya, hahaha.”

“ Dasar sunbae sinting, mabuk dibilang enak?” batin Naeun.

“ Kau pasti bingung mengapa aku bilang enak. Tapi percaya tidak percaya, saat mabuk berat kemarin aku bermimpi indah, indah banget.”

“ M..mimpi indah!??” Naeun makin penasaran dan perasaannya makin gak enak, “…kau..mimpi apa sampai seindah itu?”

“ Aku akan menceritakannya. Tapi..”

“ Apa!?”

“ Keep it secret, okay?”

Naeun mengangguk, “ Akan kurahasiakan!”

“ Apa jaminannya jika kau membongkarnya?”

“ Ng.. apa yah? Mm.. bibirku? Eh..” Naeun keceplosan, mengapa ia mendadak tolol begini? Yah, mungkin karena sudah kepedean bahwa mimpi Myungsoo pasti adalah kejadian semalam.

Myungsoo menyunggingkan smirk gantengnya lagi, “ Baiklah, bibirmu.”

“ Duh..” Naeun menjitak kepalanya sendiri, “…y..ya sudahlah.. ceritakan mimpi indahmu itu!”

“ Hmm..” Myungsoo sedikit bingung untuk memulai ceritanya, “…jadi.. aku bertemu seorang gadis. Dia.. cantik.”

“ H.. hah? Ooh.. terus terus??”

“ Aku melakukan sesuatu dengannya. Sesuatu yang…ah.” Myungsoo tidak sanggup melanjutkannya.

“ Iiih.. sesuatu apa!?” Naeun tidak sabaran, ia penasaran bagaimana Myungsoo menjelaskan dan mendeskripsikan (?) french kiss mereka semalam.

“ Duh.. gimana yah. Itu mimpi aneh, aku menyuruhnya membawaku pergi ke suatu tempat lalu aku menjelaskan tempat itu padanya.. dan dia tidak mempercayai perkataanku..” jelas Myungsoo.

“ Tempat itu, pasti rumah.. Ibu Hana.”pikir Naeun, untung banget dia lagi lumayan konek pagi ini, kalau Myungsoo ceritanya siang-siang pasti otak Naeun udah lola.

“ Karena dia tidak percaya.. aku bilang aku mencintainya. Ya, aku mengatakan hal itu.”jelas Myungsoo lagi, Naeun semakin tertegun mendengarnya.

“…dan gadis itu.. dia masih diam, cengo gitu.. akhirnya kuangkat dagunya seperti ini..” Myungsoo mengangkat dagu Naeun dan menatap gadis itu, “…persis seperti ini.. lalu..”

“ Kau menciumnya?”tebak Naeun.

“ Bagaimana kau tahu?”

“ Apa lagi yang akan kau lakukan selain itu?”

“ Kau benar. Aku menciumnya. Itu sudah mimpi yang cukup indah, tapi ternyata keindahannya tidak sampai disitu.. aku membaringkan tubuhnya di atas mobilku dan menciumnya lebih dalam, sampai akhirnya dia merespon. Ia menciumku juga, dan ketika ia membuka mulutnya.. kami melakukan.. french kiss..”

“ Dasar mesum, dia mengingat mimpinya sampai sedetil ini.”pikir Naeun, “…eh, tapi aku juga mesum, sama aja dong -_-“

“ Ah, aku hampir gila. Mimpi itu terlalu cepat.”ucap Myungsoo pelan, , seandainya saja ia bercerita pada sesama laki-laki, ia pasti tidak malu-malu untuk mengatakan bahwa ia sampai ereksi saat bangun tidur gara-gara mimpinya itu.

“ Siapa gadis itu?” tanya Naeun kemudian, mencoba memastikan, “…bukan Suzy, kan?”

“ Tentu saja bukan, di mimpi itu aku justru meninggalkannya.”

“ Lalu siapa?”

Myungsoo melirik Naeun sejenak, namun setelah itu mengangkat bahunya, membuat Naeun bingung setengah mati.

“ Kau benar-benar tidak tahu siapa gadis yang sudah kau ajak berbuat nista itu?” tanya Naeun dengan nada yang semakin ditekankan.

“ Aku tidak tahu. Hanya saja.. dia mirip sekali dengan.. kau.”

Mata Naeun membelo, Myungsoo panik.

“ Ahh.. eh.. tapi.. tapi tapi.. kan.. kan itu hanya mimpi, lagipula mana mungkin aku melakukan hal itu denganmu, gila aja kali!”ucap Myungsoo cepat namun keringat dingin membasahi jidat mulusnya.

“ Tuhkan, emang dasar cowok paling jual mahal. Dasar gunung es, awas lo.”umpat Naeun dalam hatinya.

“ M..mengapa kau diam begitu??” Myungsoo masih agak panik, ia menyesal mengatakan kalau gadis yang ada di mimpinya itu mirip Naeun. Sebenernya sih bukan mirip lagi, itu beneran Naeun. Tapi namanya juga Kim Myungsoo, dia cowok-paling-jual-mahal.

“ Ah, t..tidak..tidak apa-apa.” Naeun menggeleng cepat, “…ya sudahlah, cepat berangkat kuliah!”

Myungsoo pun segera berdiri dari duduknya dan mengambil tasnya, namja itu masih saja salah tingkah.

“ Ingat ya, kau harus merahasiakannya.”Myungsoo memperingatkan, Naeun mengangguk.

“ Cepat sana berangkat.” Naeun mengantar Myungsoo sampai depan pintu apartemen.

“ Eh.. itu..”

“ Apa lagi!?”

“ Gelang itu.. darimana kau mendapatkannya!?” Myungsoo terkejut karena gelang hitam bertuliskan nama asli dan tanggal lahir Naeun yang selama ini ia simpan kini sudah melingkar indah di pergelangan tangan Naeun.

“ Darimu. Kau lupa? Ya sudahlah tidak apa-apa.”jawab Naeun santai, ia yakin suatu saat Myungsoo pasti akan menyadari bahwa yang ia ceritakan tadi bukanlah mimpi.

“ T.. tapi kapan aku..”

“ Sudah sana cepat berangkat kuliah, nanti telat lho!” Naeun sedikit mendorong Myungsoo keluar dari apartemen dan…

Cup~

Sebuah ciuman singkat mendarat di pipi Myungsoo.

“ Semoga kuliahmu lancar, sunbae.”ucap Naeun sembari menahan rasa malunya, gadis itu langsung masuk kembali ke dalam apartemen dan menutup pintunya rapat-rapat.

“ N..Naeun.. apa yang kau lakukan?” Myungsoo memegang pipi kirinya dengan muka cengo ganteng (?)

Naeun hanya bisa mehe-mehe di balik pintu apartemen.

“ Park Chorong, kau benar. Kurasa.. aku sudah mulai menyukainya.”gumam Naeun, kemudian tak lama setelah itu ia memejamkan kedua matanya.

Tidur -_-

****

Keringat dingin membasahi dahi mulus Myungsoo ketika namja itu baru saja memasuki halaman kampus, mobilnya diikuti oleh gerombolan mahasiswa.

“ Woy, mobil gua masih perawan, jangan dipegang-pegang! (?)” sungut Myungsoo ketika gerombolan mahasiswa itu mulai menggrepe-grepe (?) mobilnya dan mengikutinya sampe ke parkiran.

“ Buruan turun, L sunbae!!” teriak gerombolan mahasiswa itu, Myungsoo makin bingung. Karena takut diapa-apain namja itu pura-pura bingung nyari parkiran kosong, biar aja dah tuh gerombolan ngikutin mobilnya sampe encok.

“…wooooy turun buruan!!! Perasaan banyak deh tempat kosong! Kenapa lo ngalor ngidul ngabisin bensin!!” teriak tiga orang cewek yang ternyata oh ternyata adalah pemimpin dari gerombolan mahasiswa gajelas itu.

“ Bomi, Yookyung, Namjoo?? Mau apaan lagi nih antek-antek si sleepaholic..” Myungsoo bingung, akhirnya ia memarkirkan mobilnya di bawah pohon cemara (?).

“ Buka buruaaaan turuuuuun!!!” teriak para mahasiswa itu, dan suara tiga cewek itu yang paling nyaring. Bener-bener kayak lagi paduan suara ada di depan mobil Myungsoo.

Myungsoo pun turun dari mobilnya, gerombolan mahasiswa itu langsung pada diem seribu bahasa.

“ Ada apa?” tanya Myungsoo dingin, seperti biasa.

“ Anjir, ganteng banget. Kagak tega gue marahin dia.”bisik Yookyung.

“ Iye, ganteng banget. Lo aja yang marahin, gue juga kagak tega.”bisik Namjoo.

“ Yee! Gimane sih lo bedua, gua juga kagak tega marahin makhluk seganteng ini.”bisik Bomi.

“ Ck..” dengan malas Myungsoo pun mencoba melewati kerumunan mahasiswa itu, dan akhirnya ia mengerti mengapa ia sampai dicegat seperti ini ketika ia mendengar bisik-bisik dan omongan beberapa mahasiswa yang ia lewati.

“ Heh, gunung es. Kau kemanakan nyai kampus kita?”

“ Kau menculiknya?”

“ Tidak kami sangka mahasiswa misterius sepertimu ternyata bisa nyulik anak orang.”

“ Iya, nyai kampus pula.”

“ L sunbae, dimana Naeun sekarang…!?”akhirnya Bomi, Yookyung, dan Namjoo memberanikan diri untuk berteriak.

Myungsoo menghentikan langkahnya, ia berbalik dan berdiri dengan ganteng di depan tiga cewek nekat itu.

“ Mana kutahu.”ucap namja itu singkat, padat, jelas, dan… bohong ._.

“ Jangan bohong, kemarin kau ada di club malam kan bersamanya!!??”

“ Anjir, ngomong keras banget. Aib woy!” Myungsoo nginjek kaki Bomi yang ngomong seenak jidat *emang jidat rasanya enak? Meneketehe ._.*

“ Biarin!! Semua udah pada tau!!” bela Namjoo, “…kau menculik Naeun, kan!!?”

“ Hah!? Nyulik!? Sotoy markotoy (?) banget lo!”

“ Suzy yang memberitahu kami.”ucap Yookyung dengan mata tajamnya, “…kau tahu dimana Naeun sekarang, kan!!??”

*

TEEEETTT!! TEEETTT!!!

“ AAAAA!!” Myungsoo tersadar ketika ia mendengar suara klakson bersahut-sahutan. Namja itu mengucek-ngucek matanya, ternyata ia ketiduran di mobil saat menunggu lampu merah dan tiba-tiba bermimpi aneh.

“…sialan, kenapa jadi ketularan Naeun molor sembarangan.”sungut Myungsoo, ia segera menjalankan mobilnya karena sudah menghalangi banyak kendaraan.

Sesampainya di kampus, namja itu lari tunggang langgang memasuki gedung untuk terpaksa mencari Suzy. Ia mulai menyadari ternyata yang ia alami tidak sepenuhnya mimpi. Naeun benar-benar menjemputnya di club kemarin malam, dan Myungsoo tidak ingin mimpi buruknya yang tadi terjadi. Makanya, sebelum itu terjadi ia harus menutup mulut Suzy.

BRAK!

Sesuatu, Myungsoo tabrakan dengan nyai kampus baru jadi (?) itu.

“ Aaaaaa… L sunbae!?? Kau.. kau..” Suzy udah gelagapan sendiri.

“ Sini!” Myungsoo menarik Suzy ke tempat yang agak sepi.

“ Apa?? apa?? kau mau minta maaf padaku gara-gara kejadian kemarin!? Iya kan!!???” Suzy udah heboh sendiri sampe debus di tempat (?)

“ Tidak, bego!”

“ L..lalu sunbae mau apa? hm.. mau nembak aku ya!!!?? ahayde!!”

“ Semua nyai kampus bego ya. gak elu, gak Naeun, otaknya soak semua -_-“

“ -_____-“ Suzy akhirnya diem karena lagi-lagi Myungsoo ngomong pedes.

“ Aku ingin memintamu untuk.. merahasiakan kejadian kemarin.”kata Myungsoo kemudian, “…please, jangan beritahu siapapun tentang kedatangan Naeun ke club kemarin.”

Suzy tersenyum sinis sekarang, “ Cie.. sunbae ganteng yang terkenal misterius itu sekarang sedang memohon-mohon padaku. Hahaha..”

“ Ck, ayolah.. rahasiakan, ya!? jangan katakan pada siapapun soal ini. Paham?”

“ Tidak.”

“ YA!! kau mau apa hah!???” Myungso sudah esmosi, tetapi ia berusaha menahannya.

“ Jadi pacarku dulu, baru akan kurahasiakan.”

“ HAH!!??”

“ Cuma itu doang syaratnya. Gampang, kan?”

“ Jidatmu gampang -_-“

“ Ya sudah, aku akan umumkan pada seisi kampus kalau ternyata nyai kampus yang-udah-di-D.O, Lim Naeun, ternyata diketahui keberadaannya oleh L, si sunbae gunung es. Biar jadi berita besar cetar membahana badai dan ulala(?)” Suzy tertawa licik, ia pun berbalik dan pura-pura mau ngacir.

“ Andwaaaeee!! Ya! b.. baiklah.”ucap Myungsoo pasrah.

“ Baiklah apa!!???” tanya Suzy dengan wajah berbinar-binar.

“ Ak..aku..aku turuti persyaratanmu.”

****

 

“ Aku pulang.”

Myungsoo memasuki apartemennya dengan langkah gontai, tidak percaya dengan bencana yang harus ia terima hari ini.

Ia-sekarang-terpaksa-jadian-dengan-Suzy.

“ Dasar gadis bodoh, seharusnya ia tidak perlu menjemputku ke club kemarin! Suzy jadi melihatnya! Dasar bodoh!!” umpat Myungsoo berkali-kali, “…eh, tapi kalau ia tidak menjemputku, bisa saja keadaan lebih buruk dari sekarang.”

Myungsoo terduduk lemas di sofa, ia memang tidak bisa menyalahkan Naeun, gadis itu justru baik dan peduli padanya. Walaupun sebenernya Naeun menyelamatkannya agar tidak kalah taruhan saja dengan Suzy.

“ Mana lagi tu cewek? Pasti lagi molor.” Myungsoo berdiri dan celingukan mencari Naeun.

“ Heh bodoh, kau dimana!?” panggil Myungsoo, Naeun tidak ada di tempat tidur, mungkin ia ada di ruangan lain.

“ Eh!” Naeun yang sedang berada di ruangan kecil yang terletak di pojok apartemen terkejut dan terbangun dari tidurnya, gadis itu mengucek-ngucek matanya, “…Myungsoo sunbae sudah pulang. Cepat sekali..”

Naeun buru-buru membereskan peralatan lukisnya dan menutup kanvasnya, ia akan sangat malu jika Myungsoo melihat lukisannya. Setelah selesai, gadis itu langsung keluar menemui Myungsoo.

“ Dari mana?” tanya Myungsoo bingung, terlebih ketika melihat pipi Naeun yang terkena noda cat karena gadis itu tidurnya nempel di kanvas.

“ Eh, aku..aku..”Naeun bingung.

“ Dasar gagap, jawab aja susah.”ucap Myungsoo kesal, namja itupun berbalik dan mengambil seragam kokinya dari dalam lemari.

“ Ng.. kau mau kerja hari ini??” tanya Naeun. Myungsoo mengangguk saja. Entah, namja itu nampak tidak sanggup berbicara dengan Naeun sekarang.

“…tapi kau baru pulang, apa tidak istirahat dulu?” ucap Naeun sedikit khawatir.

“ Ah, jangan sok baik seperti itu, aku jadi semakin menyesal.”batin Myungsoo, namja itu masih saja menyesal mengapa harus mau berpacaran dengan Suzy demi keamanan Naeun.

“ Ya sudah, kalau begitu aku buatkan kopi ya. biar gak ngantuk pas kerja.”kata Naeun lagi, ia pun berjalan ke dapur.

Myungsoo nampak heran mengapa Naeun benar-benar perhatian padanya, biasanya gadis itu hanya akan membuatnya marah dan kesal. Tapi hari ini? Gadis itu begitu manis.

Teng..tong..

Bel apartemen berbunyi, Myungsoo segera membuka pintunya dan ia terkejut melihat siapa yang tengah berdiri di depan pintu apartemennya.

“ Yoo Ara…?”

PRANG!!

Seketika itu juga Naeun menjatuhkan gelas yang tengah ia pegang di dapur. Ia takut, ia takut dilihat oleh Ara, maka itu ia langsung mencari-cari tempat yang kece buat ngumpet, hingga akhirnya terpilihlah kolong meja makan sebagai tempat yang lumayan buat menyembunyikan diri.

“ Siapa itu?” Ara malah celingukan melihat isi apartemen karena mendengar suara pecahan barusan.

“ Yaaaaa… tidak ada siapa-siapa! Kau.. mau apa kesini!?” tanya Myungsoo gugup, ia sama sekali tidak menyangka Ara akan datang karena biasanya gadis itu jarang sekali mendatangi apartemen Myungsoo.

“ Menjemputmu. Kau kerja kan hari ini?”

“ Tentu saja, aku sedang bersiap-siap!”

“ Boleh aku masuk??”

“ Eh.. tapi..”

Meski belum mendapat izin dari Myungsoo, Ara pun masuk ke dalam apartemennya.

“ L, kukira kau akan bolos kerja demi dugem bersama gadis bernama Naeun itu lagi.”ucap Ara santai sembari duduk di sofa.

EHEK!

Myungsoo langsung keselek sendal (?) ketika mendengar perkataan Ara barusan.

“ A..apa maksudmu!!?” tanya Myungsoo kaget.

Ara tersenyum sinis, “ Heh, kau kira aku tidak tahu kalau kemarin kau keluar dari club tengah malam dalam keadaan mabuk bersama gadis bernama Naeun yang pernah kau tolong waktu ketiduran di café itu!? aku memergokimu, L.”

Myungsoo hampir jantungan mendengarnya, Naeun yang sedang bersembunyi di dapur pun tentu tak kalah syok. Ara memergoki mereka! Ia terancam.

“ K..kurasa kau salah lihat, aku tidak…”Myungsoo mencoba mengelak.

“ Aku yakin seribu persen itu adalah kau, L.”potong Ara, “…dan.. kau tahu? Aku mengenal baik kakak Naeun. Namanya Hyunsik, hanya dengan pulsa lima ratus perak aku bisa memberitahunya kalau Naeun ada bersamamu.”

“ Heh!! Kau gila!!?? Jangan! Kumohon jangan!” larang Myungsoo.

“ Berarti benar kan kau bersama Naeun kemarin malam???”

Myungsoo tertunduk, dan dengan pasrah ia pun mengangguk.

“ Tolong, jangan beritahu kakaknya.”ucap Myungsoo memelas, “…sekarang aku tidak tahu kok dimana Naeun, aku hanya bersamanya kemarin malam.”namja itu berbohong.

“ Apa yang kau lakukan dengannya kemarin malam?”tanya Ara pelan.

“ Aku.. aku hanya berjalan-jalan biasa.”

“ Kau pacaran dengannya?”

“ Tidak!” jawab Myungsoo cepat.

Ara tersenyum licik, “ Kalau begitu..”

“ Apa??”

“ Mulai sekarang, kau harus jadi pacarku.”

“ H..HAH!!????” Myungsoo terkejut. Apa-apaan hari ini!? Tadi pagi Suzy juga seperti ini padanya, sekarang Ara? Terus Naeun kapan? (?) -__-

“ Kenapa? Yaa.. maaf kalau aku lancang. Tapi kurasa itu satu-satunya syarat agar aku tidak memberitahukan perbuatanmu dengan Naeun pada Hyunsik.”ucap Ara santai.

“ Yoo Ara. Itu tidak mungkin, kita bersahabat sejak lam….”

“ Tapi aku ingin kau menjadi pacarku, mulai sekarang. Kalau tidak mau juga ya sudah, aku akan bilang pada Hyuns…..”

“ Ya! ya! baiklah.. aku.. aku mau.”ucap Myungsoo dengan teramat berat hati. Ara tersenyum dan tanpa ragu memeluk namja itu, Myungsoo segera menghindar karena takut Naeun mengamatinya.

Naeun yang mendengar semuanya dengan jelas dari dapur hanya bisa tersenyum getir. Myungsoo benar-benar menjaganya agar keberadaannya tidak semakin diketahui oleh orang lain, meski terpaksa harus menjadi kekasih Ara.

Perlahan, setetes demi setetes air bening keluar dari sudut mata indah Naeun.

“ Aku tidak rela kau dimiliki orang lain, Kim Myungsoo..” ucap Naeun pelan dalam hatinya.

*****

Night, 11.00 PM

 

“ Kau.. benar-benar belum bisa tidur?”

Naeun mengangguk lagi, Chorong sampai bingung.

“…kalau kau begini, bisa-bisa kau tidur sepanjang hari. Aku pernah dengar dari Victoria, kalau korbannya sempat insomnia, keesokan harinya ia akan mengantuk sangat berat dan tidur sangat lama.”

“ Tapi aku benar-benar tidak bisa tidur sekarang.”

“ Paksakan tidur.”

“ Aku tidak bisa.”

“ Kurasa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu sampai akhirnya membuat kutukanmu terhambat dan menjadi insomnia begini.”

“ Kau benar.”jawab Naeun pelan sembari memeluk gulingnya dengan erat, airmata kembali mengalir dari sudut matanya, “…Myungsoo sunbae.. dan.. Ara..”

“ Ck, bagaimana kalau Naeun tahu Myungsoo pacaran dengan Suzy juga? Bisa guling-gulingan di atas api ni orang.”batin Chorong, hari ini ia memang sempat membuntuti Myungsoo, besok dia baru ngeceng lagi ke mal dan ketemuan dengan Woohyun.

“…kau cemburu, ya?” tanya Chorong pelan. Dan tak disangka, Naeun ternyata tidak mengelak lagi, gadis itu mengangguk cepat dan airmatanya mengalir kembali.

“ Aku tahu ini semua ia lakukan demi melindungiku, tapi tetap saja aku….”

“ Naeun, kau bicara dengan siapa?”

“ YA!” Naeun terkejut karena Myungsoo menghampiri tempat tidurnya, gadis itu segera menghapus airmatanya.

Myungsoo duduk di atas tempat tidurnya dan duduk bersandar disana, “ Tenang aja, aku tidak akan tidur disini kok.”

Naeun mengangguk saja, “ Sunbae kenapa belum tidur?”

“ Kau juga belum.”

“ Aku..insomnia.”

“ Sleepaholic bisa insomnia? Hahaha.”ledek Myungsoo sembari tertawa kecil untuk menutupi kegalauannya.

“ Duh, ketawa aja ganteng. Gimana gue bisa rela dia sama cewek lain?” batin Naeun.

Myungsoo menyalakan lampu di samping tempat tidur lalu memainkan ponselnya, entah apa yang sedang dilakukannya. Naeun hanya bisa memperhatikannya dengan bingung. Raut wajah tampan namja itu terlihat resah.

Tentu saja, Myungsoo benar-benar membenci hari ini. Ia tidak menyangka harus terpaksa berpacaran dengan dua perempuan sekaligus demi melindungi seorang perempuan yang masih ia cintai sampai sekarang. Ia tidak tahu kapan semua ini akan berakhir. Ia harus memikirkan cara untuk memutuskan Suzy dan Ara secepatnya tanpa harus membuat keberadaan Naeun diketahui oleh orang lain terutama Bomi, Yookyung, Namjoo, dan.. Hyunsik.

Setelah memainkan ponselnya beberapa saat, Myungsoo menatap Naeun yang sudah hampir tertidur di sampingnya. Perlahan ia menyingkirkan rambut yang menutupi wajah gadis itu lalu ditatapnya mata gadis itu dalam-dalam.

“ Son Naeun..”

“ Hm?”

“ Besok, kau akan kupindahkan ke tempat lain. Ke tempat yang lebih aman.”

Naeun terkejut, perasaannya benar-benar tidak enak.

“ Kau.. tidak ingin aku tinggal disini lagi?” tanya gadis itu dengan tangis tertahan. Myungsoo segera menggenggam tangannya.

“ Tidak, tidak seperti itu. Ini jalan satu-satunya agar kau tetap aman. Kau tetap bersamaku, hanya saja kau harus berada di tempat lain. Kita sudah dicurigai karena kejadian kemarin malam. Kau paham?”

Naeun hanya bisa mengangguk pelan. Ia masih belum sepenuhnya mengerti apa yang direncanakan oleh Myungsoo. Tetapi ia juga tidak bisa mengelak, ia harus menurutinya agar ia tetap bisa bertahan hidup.

*****

Esok malamnya …

“ Sudah kucari kemana-mana dan aku tidak menemukan kost khusus yeoja yang aman dan layak untukmu. Jadi..”

“ Jadi apa?”

“ Aku memasukkanmu ke kost khusus namja.”

EHEK!!

“ MWO!!?? sunbae.. YA!! mengapa begitu!!??” Naeun protes sampe keselek mi ramen yang sedang ia makan bersama Myungsoo di warung pinggir jalan yang satu-satunya masih buka tengah malam itu.

“ Ck, dengar aku dulu.”ucap Myungsoo mencoba sabar, kepalanya sudah mumet semumet-mumetnya karena seharian direcokin oleh sms rewel Suzy dan Ara, belum lagi ia kesulitan mencari tempat tinggal baru untuk Naeun. Sementara Naeun sendiri seharian ini tidur di apartemen Myungsoo sebagai akibat dari insomnianya semalam. Naeun dan Myungsoo baru bertemu tengah malam itu karena Myungsoo baru saja menemukan tempat yang pas untuk Naeun.

“ Kau jahat.” Naeun manyun, “…jelas-jelas aku yeoja mengapa kau…..”

“ Kubilang diam! Cium nih!” ancam Myungsoo karena Naeun terus-terusan protes *ehem.. masihkah ingat dengan ancaman ini? ._.*

Naeun pun diam, menunggu namja tampan yang nampak kelelahan itu berbicara.

“ Aku sudah mencari kost khusus perempuan untukmu tapi aku tidak menemukan tempat yang layak. Karena memang jarang banget ada perempuan yang tinggal sendirian di Korea. Sampai akhirnya aku menemukan kost yang bersih dan layak untukmu, sayang kostnya khusus namja. Jadi aku mengatakan pada pemiliknya kalau aku yang akan tinggal disana.”

“ Lho, lalu?”

“ Makanya aku baru menjemputmu tengah malam, agar kau bisa masuk ke kost itu dengan aman karena seluruh penghuninya sudah tidur. Setelah itu kau harus tinggal di dalam kost tersebut dan jangan sampai ada yang tahu kalau kau yang ada di sana.”

“ Lalu kalau aku mau keluar bagaimana???”

“ Kau harus menghubungiku dulu.”

“ Ini susah.” Naeun hampir menangis. Myungsoo merasa bersalah, tetapi memang hanya itu yang bisa ia lakukan, ia tidak mungkin mempertahankan Naeun di apartemennya karena Suzy dan Ara bisa saja datang tiba-tiba ke sana dan menemukannya.

*

Malam itu juga bahkan hampir menjelang jam 4 pagi, Myungsoo membantu Naeun memasuki kost tersebut dan membantu gadis itu membereskan barang-barangnya. Setelah semuanya selesai, dengan terpaksa namja itu pamit untuk langsung pulang ke apartemennya.

“ Untuk sementara waktu seperti ini saja dulu. Aku akan memikirkan cara lagi supaya kau bisa hidup dengan nyaman. Maafkan aku.. semoga kau bisa tidur nyenyak disini.”

Sebelum benar-benar pulang, Myungsoo meminta maaf pada Naeun yang sejak tadi menangis karena belum yakin sanggup menjalankan rencananya. Namja itu juga sebenarnya belum yakin harus melepas Naeun, ia melakukan semuanya dengan terpaksa.

Naeun menunduk, dan pelan-pelan ia memeluk Myungsoo kemudian menangis.

“ Seharusnya aku yang minta maaf. Aku memang tidak tahu diri, seharusnya aku berterimakasih karena sunbae sudah berjuang melindungiku. Maafkan aku..” ucap Naeun, “…aku sudah terlalu banyak merepotkanmu.. jeongmal mianhae..”

“ Yaa.. jangan menangis.” Myungsoo menghapus airmata Naeun, “…kumaafkan. Sudahlah, cepat tidur ya, jaga dirimu. Besok aku akan datang.”

Naeun mengangguk, Myungsoo pun melepas pelukannya pelan-pelan. Namun sebelum pelukan itu benar-benar terlepas, Naeun menarik tangannya dan menghilangkan jarak di antara mereka.

Chu~

“ Aku mencintaimu, sunbae.”bisik Naeun di sela ciumannya.

Myungsoo terperanjat.

“ Apakah aku bermimpi lagi…?”

_To be Continued_

 

Panjang kan? Maaf ya readers kalo kalian ampe mabok bacanya (?) author bener-bener lagi ketsunamian ide(?).. *kalo orang mah kan kebanjiran lah author ketsunamian -__-*

Okay! RCL di part ini amat sangat diharapkan! Sampai bertemu di next part, semoga author bisa ngepost sambungan part ini tepat waktu lagi 🙂 ~

 

Next >> Part 6B : Still Insomnia

292 responses to “Love Story of The Sleepaholic [ Part 6A : Insomnia ]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s