Remember When

Image

Title: Remember When

Author: Vanana

Main Casts: Kim Jongin (Kai), Park Hayeon (You)

Theme: Romance, Sad Ending, Flashback

Length: Oneshot (1641 words)

Author’s Note: Ini mau dibilang oneshot terlalu pendek, mau dibilang drabble juga terlalu panjang. Maaf kalau ceritanya aneh, soalnya ini tentang flashback gitu. Ceritanya ini suratnya si Kai buat si Hayeon. Maaf juga kalau lebay ._.v Pokoknya, bayangin aja si tokoh “Hayeon” ini adalah kalian. Bayangin kalau si Kai itu sebegitu cintanya sama kamu~ Jangan lupa comment ya 🙂

-POV: Kai-

Kalian pasti pernah mencintai seseorang. Mungkin kalian tidak menyadari bahwa perasaan yang kalian rasakan itu adalah cinta. Sebenarnya, apa definisi dari cinta sendiri? Aku pun tidak tahu. Yang aku tahu saat ini, cinta adalah suatu luka yang manis. Jika kau benar-benar mencintai seseorang, kau akan merasakan ketulusan. Kau akan menjadi sangat sensitif, kau akan tahu rasanya menyayangi seseorang walaupun kau tidak selalu bersama mereka, kau akan memikirkan mereka dimanapun kau berada. Semua hal yang kaulakukan mengingatkanmu pada orang yang kaucintai.

Ada satu orang yang sangat kusayangi dalam hidupku. Dia… sempurna. Dia begitu indah, seperti langit yang bertabur bintang, seperti lautan luas yang biru, dan dia seperti malaikat. Tentu saja aku belum pernah melihat malaikat, tetapi kata orang, mereka sangat cantik dan sempurna.

Aku tidak memanggilnya “malaikat” hanya karena senyumnya yang indah atau matanya yang seperti kristal. Aku tidak memanggilnya “malaikat” hanya karena suaranya yang halus atau tangannya yang lembut―tangan yang ingin selalu aku genggam setiap saat. Aku memanggilnya “malaikat” karena ia benar-benar seperti seorang malaikat sungguhan. Dia membantuku, melindungiku, menghiburku, dan menjagaku. Dia seperti… nyawa kedua bagiku.

Aku sangat bangga padanya. Bukan karena ia adalah anak yang pintar atau memiliki banyak piala dan medali. Bukan karena ia adalah anak populer di sekolah yang selalu menjadi pusat perhatian. Tetapi karena dia adalah seseorang dengan hati paling bersih yang pernah kukenal.

Kau tahu aku sedang berbicara tentang siapa? Orang yang sangat aku sayangi. Pada awalnya, aku tidak menyangka bahwa aku akan jatuh cinta padanya sedalam ini. Kami bertemu di keadaan yang tidak disangka-sangka. Sore hari, hari pertama sekolah, saat hujan turun. Kami berada di belakang sekolah dan saat itu hanya ada kami berdua saja. Aku masih berada disana karena aku belum dijemput dan hujan turun dengan derasnya. Aku memutuskan untuk berteduh di belakang sekolah dan aku sangat terkejut ketika aku melihatnya disana. Seorang perempuan dengan rambut kebasahan.

Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat itu, karena aku anak baru. Bisa saja dia adalah seniorku. Tapi, aku tidak tega membiarkannya seperti itu. Maka aku keluarkan handukku dari dalam tas dan memberikannya pada perempuan tersebut. Dia tersenyum padaku dan berterimakasih. Kami berkenalan dan ternyata… kami berada di kelas yang sama. Saat itupun aku tahu bahwa dia akan menjadi orang yang berharga bagiku. Sahabat dan cinta pada pandangan pertama, Park Hayeon.

Apa yang biasa dilakukan orang-orang saat mereka bosan di malam hari? Beberapa orang menonton TV, beberapa orang memakan kudapan, beberapa orang mendengarkan musik hingga mereka tertidur, dan beberapa orang menangis karena merindukan seseorang. Tapi, aku tidak melakukan hal-hal seperti itu malam ini. Aku melihat-lihat sebuah album foto tentang kota dimana aku tinggal, Seoul.

Dan Seoul selalu mengingatkanku padamu, Hayeon.

Sebuah rumah sakit. Rumah sakit yang mengingatkanku pada hari-hari ketika aku patah tulang dan harus menggunakan kursi roda untuk berjalan. Kau membantuku berjalan, Hayeon. Kau membantuku untuk berdiri, mendorong kursi rodaku, dan kaupun rela untuk terlambat datang kesekolah karena aku. Saat itu, aku merasa aku tidak ingin sembuh. Aku ingin tetap seperti ini supaya kau selalu berada bersamaku dan membantuku. Aku rasa, kehilangan kaki bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kehilanganmu.

Cheonggyecheon (stream yang ada di MV Seoul Song, tempatnya Kyuhyun sama Seohyun ber-romantis ria). Aku ingat ketika aku berjalan sepanjang sungai kecil itu bersamamu. Kita duduk dipinggir sungai, lalu melihat ke langit yang dipenuhi dengan bintang. Ada sebuah bintang jatuh, aku bilang padamu untuk membuat suatu permintaan. Ketika kita sudah membuat permintaan, aku bertanya padamu apa yang kau minta. Kau bilang bahwa kau ingin aku selalu bahagia. Jujur saja, aku sangat senang. Tapi, ketika kau bertanya apa permintaanku, aku tidak memberitahukannya padamu. Mungkin sekarang aku harus bilang padamu bahwa permintaanku saat itu adalah… aku berharap kau akan mencintaiku.

Sebuah taman. Aku ingat taman itu. Dulu, kita sering pergi kesana dan bermain sepeda. Kau membantuku saat aku terjatuh. Kau mengulurkan tanganmu, tangan halus yang selalu ingin aku genggam. Saat itu aku berharap, aku akan terjatuh lebih keras lagi, supaya aku tetap bisa memegang tanganmu selama aku mau.

Sebuah toko es krim terkenal di Seoul. Selama musim panas, kita sering pergi kesana sepulang sekolah. Kesukaanmu adalah pistachio dan kesukaanku adalah vanilla. Aku kadang meminta es krimmu dan kau meminta es krimku. Aku ingat saat kau mengotori mulutmu dengan es krim. Aku membersihkan mulutmu dengan tissue dan saat itu aku ingin sekali menjejalkan satu juta es krim untuk mengotori mulutmu, supaya aku bisa tetap membersihkannya sambil memandang matamu yang sangat  indah.

Semua tempat di Seoul selalu mengingatkanku padamu.

Aku teringat wajahmu yang sangat cantik. Setiap aku melihatnya, aku merasa seperti melihat bulan yang terang dari dekat. Kau terlalu indah untuk menjadi manusia, Hayeon. Matamu bersinar seperti bintang, senyummu adalah sebuah mahakarya. Terimakasih Tuhan, terimakasih telah menciptakan malaikat ini untukku.

Dari buku tentang Seoul, aku beralih ke album yang berisi kenangan kita bersama. Itu bukan hanya berisi foto-foto, tetapi juga beberapa tulisan yang merupakan siratan memoriku tentangmu. Dan beberapa tulisan bodoh tentang betapa aku mencintaimu.

Halaman pertama dari isi album itu… tidak terlalu menarik bagi kebanyakan orang. Tetapi cukup berharga bagiku, karena itu adalah kata-kata yangaku ucapkan dengan sungguh-sungguh. Kau tau apa yang ada di halaman pertama album itu? Hanya kata-kata…

Untuk Park Hayeon, seseorang yang aku cintai lebih dari aku mencintai diriku sendiri,”

Terdengar berlebihan, tapi itu semua benar. Aku benar-benar mencintaimu lebih dari diriku sendiri, Hayeon. Tidak apa-apa jika aku terluka selama kau baik-baik saja. Aku akan selalu mencoba untuk memberikanmu apa yang kau inginkan. Meski jika kau memintaku untuk bunuh diri, aku akan melakukannya, asalkan itu cukup untuk membuktikan betapa aku menyayangimu. Karena aku yakin, kita akan bertemu di kehidupan selanjutnya.

Aku buka halaman-halaman selanjutnya dari album itu. Aku baca setiap halaman yang berisi tulisan, dan aku dapat melihat foto-foto kita sewaktu bersama. Saat kita di sekolah, saat kita di Myeongdong, saat kita di Seoul Tower, saat kita bermain salju bersama, saat kita bermain bola bersama… aku benar-benar merindukan saat-saat itu. Aku ingin kau kembali supaya aku dapat mengulang kembali kejadian-kejadian tersebut.

Park Hayeon, apakah kau ingin tahu seberapa besar rasa sayangku padamu? Aku tahu, itu bukanlah sesuatu yang bisa dideskripsikan. Tapi jika kau memintaku untuk menyebutkannya, aku akan menyuruhmu untuk melihat ke langit. Kau dapat melihat langit yang luas itu, bukan? Tidak berujung. Seperti itulah cintaku padamu. Satu-satunya perasaan di dunia yang lebih besar daripada alam semesta. Masih belum jelas? Kalaupun aku menambahkan kata “aku mencintaimu, Hayeon” pada setiap kata yang aku ucapkan selama aku hidup, itu tidak akan pernah cukup untuk mendeskripsikan betapa aku menyayangimu. Dan aku dapat membuktikannya. Aku dapat membuktikan bahwa di dunia ini ada satu orang yang benar-benar mencintaimu.

Jika kau menanyakan apa alasan aku mencintaimu, aku tidak akan menjawabnya karena aku menyukai semuanya yang ada pada dirimu. Matamu, hidungmu, bibirmu, tanganmu, kakimu, caramu melihat, caramu bernafas, caramu bicara, caramu berjalan, bahkan semua kesalahan yang kaulakukan, semuanya terlihat sempurna dimataku.

Aku ingat saat kita pergi ke rumahmu dan membuat cupcake bersama. Tapi sayang sekali, semuanya hangus karena kita terlalu banyak tertawa.

Aku ingat saat kita pergi ke rumahku dan membuat lagu. Kita membuat liriknya bersama, tetapi kita belum sempat menyelesaikan iramanya.

Aku ingat saat kau mengajariku caranya merajut. Kau mengajariku dengan sabar, dengan penuh kasih sayang seperti seorang ibu hingga akhirnya aku dapat melakukannya. Kau masih ingat sweater yang kuberikan sebagai hadiah natalmu? Aku merajutnya sendiri untukmu.

Aku ingat saat aku menangis karena masalah keluarga. Kau bertanya padaku apakah aku ingin memelukmu, dan aku bilang iya. Aku memelukmu dan menangis dalam pelukanmu. Aku tau ini terdengar aneh karena tidak seharusnya seorang laki-laki menjadi cengeng seperti aku. Tapi kau tau, semua hal terasa sempurna saat itu. Tidak. Semua hal terasa sempurna ketika aku bersamamu.

Aku ingat semua hal yang kita lakukan bersama. Aku ingat segala sesuatu yang kau ucapkan, bahkan mungkin kata-kata yang kau lupakan. Aku mengingat setiap detik yang kulewati bersamamu, Hayeon. Aku masih ingat.

Aku ingat bagaimana kau menyelematkan aku dari kematian. Aku ingat bagaimana kau mencoba mencegah sebuah mobil dari menabrakku. Ya, kau berhasil mencegah mobil itu untuk menabrakku, tapi kau tidak berhasil mencegahnya dari menabrakmu. Aku ingat caramu menangis dan kau bilang bahwa kau tidak ingin meninggalkanku. Aku memelukmu dan membiarkanmu menangis dalam pelukanku, seperti apa yang kaulakukan saat aku menangis. Saat itulah, saat aku terakhir kali memelukmu. Kau meninggalkanku tanpa berpamitan, Hayeon. Dan itu cukup menyayat hatiku. Tapi, saat itu juga aku semakin yakin bahwa kau benar-benar seorang malaikat yang Tuhan kirim untukku.

Aku ingat saat aku menemukan secarik kertas bertuliskan “Aku mencintaimu bahkan sampai aku mati, Kim Jongin”. Aku terharu membacanya, dan aku menyadari bahwa permintaanku telah terkabulkan. Kau tidak pernah bilang bahwa kau mencintaiku, dan aku juga belum pernah menyatakannya padamu. Belum pernah sama sekali. Dan aku ingat ketika aku jatuh koma sesudah membaca tulisan itu.

Tunggu. Aku masih dalam keadaan koma, bukan? Apakah ini semua hanyalah mimpi? Bukan. Ini bukan mimpi. Semuanya terasa begitu nyata. Lalu… Apa yang sebenarnya terjadi? Oh. Flashback.

Aku melihat ke sekelilingku dan aku mendapati semuanya menangis. Ibuku, Ayahku, dan semuanya yang ada dalam ruangan. Apa yang terjadi?

Aku baru menyadari apa yang terjadi ketika aku melihat ke mesin yang berada di sebelahku. Yang dapat kulihat hanyalah sebuah garis lurus. Itulah saat aku menyadari bahwa aku akan bertemu denganmu, Hayeon. Itulah saat aku tahu bahwa pada akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk bilang padamu bahwa aku sangat mencintaimu.

Banyak sekali hal yang tidak kau ketahui di dunia ini, Hayeon. Salah satunya adalah kenyataan bahwa aku sangat mencintaimu. Dulu, kupikir terlalu cepat untuk bilang padamu tentang semua ini. Tapi kemudian aku sadar, waktu tidak berlaku ketika kita menyatakan cinta pada seseorang. Seperti sekarang ini. Ketika aku berada di dimensi lain, dimana waktu bukanlah sebuah masalah besar, aku akan menemuimu dan hal pertama yang akan aku lakukan ketika bertemu denganmu adalah memelukmu, dan bilang bahwa aku cinta padamu. Karena aku mencintaimu hingga seluruh lautan menjadi kering, hingga matahari kehilangan sinarnya,

Jadi, apakah definisi dari cinta? Kau tidak akan pernah bisa menjawabnya, hingga kau merasakan apa yang sebenarnya terjadi ketika kau mencintai seseorang.

13 responses to “Remember When

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s