Be Your Queenka? [Chapter: 5A. Birthday Girl]

byq 2

 

Title                       : Be Your Queenka?

Author                  : hgks11

Casts                     :

–          Jung Jaein (OC)

–          BTOB Peniel

–          BTOB Sungjae

 

[Prolog] Be Your Queenka? |Chapter 1. Attracted | Chapter 2. Oh, Peniel! | Chapter 3. The Reason | Chapter 4. A Week Without Sungjae

 

—CHAPTER: 5A. Birthday Girl—

 

Jaein’s POV

 

 

‘Siang ini Sungjae akan sampai di Seoul

Hatiku bergetar memikirkan fakta ini. Aku duduk dengan gusar di kursiku sambil melirik ke arah arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku, tak mempedulikan Shim Seongsaengnim yang tengah menulis di papan tulis. ‘Ayolah! Cepat bunyikan bel itu!’ teriakku dalam hati, tak sabar ingin cepat-cepat keluar dari sekolah.

 

“Jung Jaein, coba kerjakan soal di de—“ mataku melebar begitu mendengar Shim Seongsaengnim memanggilku.

 

Kriiiiiiiiiiiiinnggg!!

 

“Save by the bell” gumamku pelan begitu melihat Shim Seongsaengnim tidak jadi menyuruhku menyelesaikan soal di depan kelas.

“Baiklah, waktunya pulang. Annyeong hakssengdeul!” ujar Shim Seongsaengnim sambil bergegas keluar kelas. ‘Yeay!’ aku bersorak dalam hati, lalu segera membereskan buku-bukuku yang berserakan di atas meja. Aku memastikan semua bukuku sudah masuk ke dalam tas. Aku hendak beranjak dari bangkuku ketika tiba-tiba seseorang berdiri di depan bangkuku. Kudongakkan kepalaku untuk melihat siapa pemilik badan di hadapanku ini.

 

“Peniel oppa?” ujarku begitu melihat sosok Peniel oppa yang berdiri tegap di hadapanku. Sebuah senyum terukir di wajahnya, membuatku ingin ikut tersenyum juga. Seminggu ini hari-hariku tidak terasa membosankan meskipun tidak ada Sungjae di sisiku. Peniel oppa hampir setiap hari mengajakku untuk menghabiskan waktu luangku bersama dengannya.

“C’mon, follow me!” Tiba-tiba tanganku sudah berada di genggamannya, dan ia menarikku berlari ke area parkir sekolah. Tangan Peniel oppa yang menggenggam tanganku membuat jantungku berdetak sangat cepat, dan bahkan aku bisa mendengar jelas setiap detakan jantungku. Aku terkesiap begitu menyadari hal apa yang berspekulasi di otakku. ‘Aniya. Pasti ini karena aku berlari’ batinku.

 

Tiba-tiba Peniel oppa menghentikan langkahnya, membuatku menabrak badannya dari belakang.

“Ouch! Oppa!” protesku sambil mengelus keningku yang bertabrakkan dengan punggung Peniel oppa. ‘Punggung Peniel oppa ternyata keras juga-_-‘ batinku.

“Aigoo, punggungku sakit karena kau tabrak” ujar Peniel oppa sambil mengusap-usap punggungnya yang tertabrak olehku. Aku menatap tajam ke arahnya, dan sebuah kekehan keluar dari mulutnya.

“Ayo, kita jemput Sungjae” mataku berbinar mendengar perkataan Peniel oppa.

“Ayoo!” ujarku terlalu bersemangat.

 

 

***

Incheon Airport, Author’s POV

 

‘Akhirnya, kembali ke negeri kelahiranku’ batin  Sungjae begitu ia menginjakkan kakinya di bandara Internasional Incheon. Setelah mencari koper miliknya, Sungjae mengirim pesan pada Peniel.

 

To           : Peniel hyung

Hyung! Odiesseoyo? Aku sudah landing

 

Sungjae menoleh ke kanan dan ke kiri—mencari sosok Peniel yang akan menjemputnya—ketika handphone miliknya bergetar menandakan ada pesan yang masuk.

 

From     : Peniel Hyung

Maju lurus 20 langkah dari tempatmu sekarang!

 

“Mwo? Ige mwoya?” gumam Sungjae bingung dengan isi pesan dari hyung favoritenya itu. Meskipun ia masih bingung, ia melangkah 20 langkah dari tempatnya seperti apa yang ada di dalam pesan itu.

“15.. 16.. 17.. 1—huwaaa!!” Sungjae memekik kaget begitu merasakan badannya dipeluk oleh seseorang. Sebuah senyum terukir di wajah Sungjae, dan jantungnya berdetak abnormal saat mengetahui bahwa yang sedang memeluknya adalah Jung Jaein. Gadis yang sangat ia rindukan.

 

“Yah! Jung Jaein! Kau harusnya membiarkan ia melangkah sampai 20 langkah terlebih dahulu” seruan Peniel terdengar dari belakang Jaein, membuat Jaein melepaskan pelukkannya.

“Aku tidak sabar menunggu Sungjae menghitung sampai 20” ujar Jaein sambil menjulurkan lidahnya pada Peniel, membuat pemuda itu hanya melirik ke arahnya.

“Sungjae-ya!” seru Peniel sambil membuka kedua lengannya lebar-lebar. Sungjae tertawa kecil melihat tingkah hyungnya yang menginginkan sebuah pelukkan darinya. ‘Skinship mosnter’ pikir Sungjae geli. Namun ia tetap berjalan ke arah Peniel, dan memberikannya sebuah pelukan hangat.

“How’s L.A ?” tanya Peniel pada Sungjae.

“L.A is great! But I miss my hyungdeul so much” ujar Sungjae.

“Wah! Your english’s improving Sungjae!” ucap Peniel tersenyum bangga pada Sungjae.

“Yah! Yook Sungjae! Kau hanya merindukan oppadeul?” tanya Jaein tiba-tiba.

Sungjae tersenyum geli, “Tentu saja aku juga merindukan my nerd friend. Hahaha”

“Aish, Yook Sungjae!” Jaein memukul lengan Sungjae pelan, namun namja itu berpura-pura kesakitan.

“Ouch, appo! Tenagamu kuat sekali seperti kuli bangunan!” ujar Sungjae menggodamu, membuat Peniel tertawa. Kamu memutar kedua bola matamu malas, “Awas kau Yook Sungjae” gumammu sambil mengutuknya di dalam hati.

 

***

 

Setelah pulang dari menjemput Sungjae, Peniel langsung mengantarmu pulang ke rumahmu. Kamu menghempaskan badan kecil milikmu di atas kasur, setelah mengganti pakaianmu dengan pakaian yang lebih santai. Angin semilir masuk dari jendelamu yang terbuka, membuatmu tanpa sadar menutup kedua matamu tertidur.

 

Kini waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 KST, namun tak ada seorangpun yang membangunkanmu untuk turun ke bawah dan menikmati makan malam. Ilhoon yang sudah selesai melahap makan malamnya bersama dengan Mr. Jung dan Mrs. Jung, melangkahkan kakinya dengan hati-hati dan pelan ke arah pintu kamar Jaein. Ia membuka pintu kamar Jaein, dan melongokkan kepalanya ke dalam kamar Jaein yang gelap. Ia melihat Jaein yang masih tertidur, membuatnya tersenyum puas.

‘Saatnya menjalankan rencana’ batinnya, lalu menutup kembali pintu kamar dongsaeng satu-satunya itu. Ia mengeluarkan benda persegi dari sakunya, dan menghubungi semua member BTOB dan juga Minjoo dan Chanmi, agar segera datang ke rumah Jung bersaudara itu.

 

 

***

Jaein’s POV

 

Aku membuka mataku saat merasakan ada cahaya yang begitu terang menyinar wajahku. Aku menghalau sinar tersebut dengan telapak tanganku begitu aku membuka mataku.

“Saengil chukkahamnida~” samar-samar aku mendengar lantunan lagu selamat ulang tahun di telingaku.

“Saengil chukkahamnida~” mataku melebar begitu penglihatanku membaik, dan mendapati semua BTOB oppadeul serta Minjoo dan Chanmi melingkari tempat tidurmu. Sebuah kue dengan lilin happy birthday berada di tangan Ilhoon oppa, membuatku mataku melebar.

 

 

“Saranghanun uri Jaein~ Saengil chukkahamnida~” mataku melebar, ‘Ulang tahunku?’ batinku.

“Iya, ini hari ulang tahunmu” ujar Ilhoon oppa. ‘Oppa bisa membaca pikiranku?

“Tidak, aku tidak bisa membaca pikiranmu. Sekarang cepat buat permintaan, lalu tiup lilinnya” ujar Ilhoon oppa membuat mataku melebar. ‘Katanya ia tidak bisa membaca pikiranku, tapi kenapa ia bisa menjawabnya-_-‘ pikirku. Aku memutar kedua bola mataku, lalu membuat permintaan sambil mengeratkan kedua tanganku di depan lilin.

 

“Yeaayy! Selamat ulang tahun Jung Jaein!” seru mereka semua begitu aku meniup lilin-lilin yang berada di atas kue, membuat kamarku kini menjadi gelap kembali.

“Gomawo BTOB oppadeul, Minjoo, Chanmi!” ujarku dengan sebuah senyum terpampang lebar di wajahku.

“Ini belum selesai” ujar Eunkwang oppa menyeringai. Aku melihat bingung ke arahnya. Sebelum sempat aku bertanya apa maksud Eunkwang oppa, tanganku sudah ditarik oleh Ilhoon oppa. Kue yang tadinya berada di tangan Ilhoon oppa, telah berpindah ke tangan Minjoo.

Aku berlari, berusaha menyamai langkah kaki Ilhoon oppa. Hembusan angin malam menyerang tubuhku begitu kami sampai di halaman belakang rumahku.

“Oppa..”

 

 

Ilhoon’s POV

 

Aku tersenyum melihat ekspresi Jaein yang tampak speechless dengan apa yang berada di hadapannya. Aku—bersama dengan member BTOB yang lain dan juga Minjoo dan Chanmi—telah mengubah halaman belakang menjadi sebuah tempat piknik dengan lampu di mana-mana. Di tengah halaman, kami menggelar karpet yang cukup lebar untuk kami ber-9. Di atasnya, terdapat berbagai macam kue dan cemilan. Aku mengikat beberapa balon di sekitar karpet yang kami gelar. Di seluruh permukaan rumput di halaman kami, terdapat lilin-lilin kecil yang menerangi halaman kami.

 

“Oppa.. gomawo” ujar Jaein memelukku. Aku mengacak pelan puncak rambutnya, sebuah senyum tulus terukir di wajahku.

“I’ll do anything to make you happy, nae dongsaeng. Jung Jaein” ujarku. Jaein mendongakkan kepalanya, dan tersenyum ke arahku. Aku pun ikut tersenyum melihatnya yang tersenyum bahagia.

 

kruyuuuk~

Alisku terangkat mendengar suara yang berasal tak jauh dariku. Samar-samar dapat kulihat wajah Jaein yang memerah. ‘Ah, pasti suara perut Jaein haha. Ia kan belum makan siang’ batinku.

“Suara apa itu?” sahut Hyunsik hyung, membuatku tertawa kecil. Aku melepaskan pelukkan Jaein, dan memegangi perutku.

“Perutku hyung. Ayo kita makan!” seruku sambil mengerlingkan sebelah mataku pada Jaein.

 

 

A.N. : Pendek? iya pake banget  mianhaeeee ;____; aku lagi sibuk sama sekolah akhir2 ini ;___; aku usahain update next chap secepatnya ;____; mianhaaae ;____;

25 responses to “Be Your Queenka? [Chapter: 5A. Birthday Girl]

  1. Keren thor!tapi kurang panjang tuh.. .-. Hehe ditunggu next chap secepatnya thor!!’-‘)9

  2. Pingback: Be Your Queenka? [Chapter: 5B. Birthday Party] | FFindo·

  3. Pingback: Be Your Queenka? [Chapter: 6. Dates+Chicago+Queenka] | FFindo·

  4. Makin bagus aja makin kesini, makin dapet feelnya. XD
    Tp kok berasa ada typo ato emang cara nulisnuya balik lagi kaya’ chapter 1 yg pakek kata ‘kamu’ buat author povnya yak-,-)a
    Tp gak masalah^^ Kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s