Be Your Queenka? [Chapter: 5B. Birthday Party]

poster-234

Title                       : Be Your Queenka?

Author                  : hgks11

Casts                     :

–          Jung Jaein (OC)

–          BTOB Peniel

–          BTOB Sungjae

 

Credit Poster to Little Queen at graphicsfamily.wordpress.com for the awesome poster!

Thank you so much!<33

 

 [Prolog] Be Your Queenka? |Chapter 1. Attracted | Chapter 2. Oh, Peniel! | Chapter 3. The Reason | Chapter 4. A Week Without Sungjae | Chapter 5A. Birthday Girl

 

—CHAPTER: 5B. Birthday Party—

 

Author’s POV

 

Jaein tampak gelisah duduk di sebuah kursi di salah satu butik milik teman Mrs. Jung. Ilhoon melihat adiknya itu dengan perasaan bersalah. Ia tahu, adiknya pasti kurang tidur—sama halnya dengan Ilhoon. Karena tadi pagi, umma mereka langsung menarik mereka bangkit dari tempat tidur dan menuju kemari. Mr. Jung dan Mrs. Jung memang sengaja mengosongkan semua jadwal mereka pada hari ini, hanya untuk mempersiapkan semua keperluan pesta putri kesayangan mereka. Mereka juga sudah meminta izin dari sekolah agar Ilhoon dan Jaein dapat diliburkan hari ini.

 

“Umma, mau apa kita kemari?” tanya Jaein sebal. Matanya tampak masih sayu. Ia dan Ilhoon baru tidur sekitar 3 jam.

“Tentu saja untuk mencari dress untukmu nanti malam, Jaein-a” ujar Mrs. Jung lembut. Jaein menatap ke arah ummanya dengan pandangan bingung.

“Memangnya ada apa nanti malam?” tanya Jaein, otaknya belum bekerja sesuai dengan semestinya.

“Acara ulang tahunmu. Kau tak ingat? Setiap tahun kita selalu merayakannya” sahut Mr. Jung, tiba-tiba muncul di hadapan Jaein dengan menenteng sebuah dress panjang berwarna putih dan coklat.

 

2505-790x790

 

 

‘Ah, iya. Aku lupa’ batin Jaein.

“Bagaimana menurutmu Jaein-a?” tanya Mr. Jung sambil menyodorkan Jaein gaun yang berada di tangannya. Mrs. Jung dan Ilhoon mendekat ke arah Mr. Jung dan Jaein, ingin melihat gaun yang ditemukan oleh Mr. Jung untuk Jaein.

 

“Hmm, bagus” ujar Jaein cuek. Karena ia tahu, semua gaun di butik ini pasti bagus. Oleh karena itu ia tidak masalah dengan gaun apapun.

“Ouch!” Jaein memekik pelan begitu sebuah jitakan mendarat di atas kepalanya.

“Semua gaun di sini memang bagus, Jaein-a” ujar Ilhoon sambil memutar kedua bola matanya. Jaein mengerucutkan bibirnya, lalu menoleh ke arah Mrs. Jung, meminta pertolongan dari ummanya itu. Mrs. Jung tersenyum lembut pada putri kesayangannya itu.

“Benar apa kata oppamu, Jaein-a. Semua gaun di sini memang bagus. Jadi kau harus memilih gaun yang benar-benar kau sukai” Jaein menggembungkan kedua pipinya mendengar Mrs. Jung yang membela Ilhoon. Bukan Jaein.

“Berhenti bersikap kekanakan seperti itu. Kau sudah 18 tahun sekarang, Jung Jaei” Ilhoon menggelengkan kepalanya melihat Jaein yang tidak bergeming. Lelah melihat tingkah adiknya itu, akhirnya Ilhoon melangkahkan kakinya menjauh dari Jaein dan mulai melihat-lihat gaun dan jas yang ada di dalam butik itu.

 

Mr. Jung dan Mrs. Jung juga mulai berpencar ke sisi lain butik tersebut, meninggalkan Jaein yang masih kukuh duduk di tempatnya. ‘Baiklah, aku menyerah. Aku akan ikut mencari gaun yang cocok untukku’ batin Jaein. Akhirnya ia bangkit dari tempat duduknya, lalu melangkahkan kakinya ke rak penuh dengan gaun.

“Hmm, yang mana yang cocok untukku? Apa tema tahun ini?” gumam Jaein sambil melihat-lihat gaun yang tergantung di dalam rak. Tiba-tiba Ilhoon sudah berada di sampingnya, membuat Jaein sedikit melompat kaget.

“Aigoo! Ilhoon oppa! Kau mengagetkanku!” ujarmu sebal. Sebelah alis Ilhoon terangkat, lalu sebuah senyum jahil terpampang di wajahnya. Kedua tangan Ilhoon berada di belakangnya.

“Sudah selesai ngambeknya? Cepet banget” ujar Ilhoon. Jaein memutar kedua bola matanya, tak menghiraukan ucapan oppanya itu.

 

“Hey, Jung Jaein” Ilhoon menyenggol lengan kanan Jaein dengan lengannya.

“Hmm” Jaein hanya bergumam. Perhatian Jaein masih terfokus pada gaun-gaun yang berada di hadapannya.

“Tema ulang tahunmu kali ini, masquerade” ujar Ilhoon membuat matamu melebar.

“Jincayo?!” tanyamu bersemangat. Sudah lama sekali Jaein menginginkan pesta ulang tahunnya dengan tema masquerade. Namun kedua orang tua Jaein dan Ilhoon tidak mengizinkannya. Karena menurut mereka belum saatnya masquerade menjadi tema ulang tahun Jaein.

“Hmm” Ilhoon menganggukkan kepalanya.

“Yeay!” Jaein tampak berlompat-lompat di tempatnya, membuat Ilhoon tertawa kecil.

“Jja~ oleh karena itu aku punya sesuatu untukmu” ujar Ilhoon tersenyum penuh arti. Jaein berhenti melompat mendengar ucapannya.

“Mwoya?” tanya Jaein. Jaein melihat ke arah tangan Ilhoon yang berada di balik badan Ilhoon. Jaein berusaha untuk menggapai tangan Ilhoon, namun dengan gesit Ilhoon dapat menghindarinya.

 

“Yaa~ Ilhoon oppa! Geuneun mwoeyo?” tanya Jaein tidak sabar.

“Tadaaa~” sebuah topeng masquerade berwarna biru berada di atas tangan Ilhoon.

 

beautiful-masquerade-mask

 

“Oppa..” Jaein menyentuh topeng itu dengan hati-hati. ‘Indah sekali’ batin Jaein.

“Gomawo oppa!” Jaein memeluk Ilhoon. Senyum terukir indah di kedua wajah kakak beradik itu.

“I’ll do anything to make you happy. You know that, right?” Jaein mengangguk di dalam pelukkan Ilhoon. ‘Gomawo Ilhoon oppa. Kau adalah oppa terbaik di dunia. Aku sungguh beruntung memiliki oppa sepertimu oppa. Dan aku percaya. Apapun yang kau lakukan, semata-mata hanya untuk membuatku bahagia’.

 

 

***

20.00 KST, Jung’s Family House’ Backyard, Peniel’s POV

 

Aku melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. ‘Kapan acaranya di mulai? Aku sudah tidak sabar ingin melihat Jaein’ batinku. Ya, aku tentu datang ke acara ulang tahun Jaein. Jung Jaein, gadis yang ntah mengapa begitu spesial bagiku. Aku berpikir, kenapa ia selalu menyembunyikan kecantikkannya di balik kacamata fake miliknya? Aku berharap suatu hari nanti ia akan memberitahuku.

 

3920-05136-Starry-Night-Themed-New-Year-Party-decoration

 

Aku berjalan ke arah salah satu meja di dekat tempat duduk Mr. dan Mrs. Jung. Halaman belakang rumah milik Ilhoon dan Jaein kini sudah berubah menjadi sebuah tempat pesta yang sangat menawan dan indah. Padahal, malam sebelumnya kami—semua member BTOB dan juga Minjoo, Chanmi, dan Jaein—tengah bercanda ria sambil menghabiskan camilan yang telah disiapkan sebelumnya di tengah-tengah karpet yang tergelar di atas rumput. Memori kemarin malam berputar di otakku, membuatku tersenyum. Karena, aku dapat melihatnya terus menerus tersenyum malam itu. Meskipun senyum itu bukan untukku, bukan karenaku, namun aku ikut senang melihatnya tersenyum.

 

Tiba-tiba Mr. Jung dan Mrs. Jung berdiri dari tempat duduk mereka. Mr. Jung mengambil alih mic yang berada di salah satu meja di dekat mereka.

 

“Ladies and Gentlemen” suasa pesta berubah menjadi hening begitu Mr. Jung bersuara. Semua kepala tertuju ke arahnya, tak terkecuali denganku.

“Please welcome, the birthday girl. Our lovely daughter, Jung Jaein” mataku mengikuti arah tangan Mr. Jung.

 

Free_Shipping_Masquerade_Prom_Dresses_2011_Maternity_Prom_Dress_Maternity_Prom_Dresses

 

 

Deg!

Jantungku seperti berhenti berdetak melihat Jaein. Ia tampak begitu cantik dan mempesona dengan gaun biru yang membalut tubuhnya. Aku merasa ada begitu banyak kupu-kupu berterbangan di perutku. Ilhoon tampak berdiri di samping Jaein, mendampinginya sampai mereka berada di sisi kedua orang tua mereka. Tepuk tangan terdengar memenuhi langit malam. Sinar bulan menyinari wajah Jaein yang tersenyum, membuatku benar-benar lupa akan daratan.

 

 

***

Jaein’s POV

 

“Fiuhh~” akhirnya aku dapat sedikit menjauh dari keramaian setelah kerabat-kerabat appa dan umma datang menghampiriku dan memberikan selamat. Aku melangkahkan kakiku ke arah sebuah meja yang penuh dengan kue. Perutku terasa begitu lapar, karena sejak tadi sore aku harus berada di dalam kamarku untuk mempersiapkan diri.

 

“Hey! Birthday girl!” aku menoleh begitu mendengar suara Chanmi dan Minjoo yang memanggilku.

“Chanmi! Minjoo!” seruku menghambur ke arah mereka dengan sebuah senyum lebar di wajahku. Aku memeluk mereka berdua bersamaan.

“Aigoo, kenapa kau masih bisa mengenali kami?” tanya Minjoo begitu aku melepas pelukkanku.

“Tentu saja. Kau tidak tahu? Sahabatmu ini punya indra ke-enam!” ujarku tertawa kecil. Minjoo tampak memutar kedua bola matanya malas, namun sebuah senyum terukir di wajahnya.

 

Aku sedang asyik bercanda-ria dengan Chanmi dan Minjoo, ketika tiba-tiba aku merasa ada seseorang yang menuju ke arahku.

“You’re Jung Jaein, right?” aku menoleh ke belakang begitu mendengar suara dari belakangku. Seorang namja berbalutkan jas hitam dengan topeng masquerade yang senada dengan jasnya menghampiriku. Topeng miliknya terlihat berkilau karena sinar bulan dan lilin yang mengelilingi kami.

 

f_324765

 

“Yes I am. Why?” tanyaku pada pemuda yang kini berdiri di hadapanku. Tiba-tiba ia membungkukkan badannya sedikit, lalu mengulurkan tangannya padaku.

“Would you like to dance with me?” suaranya terdengar seperti alunan lagu di telingaku. Jantungku berdetak cepat, aku merasa namja ini sangat familiar. Tapi siapa?

“O..kay” ujarku ragu. Namun aku tak dapat membendung rasa penasaranku terhadapnya. Aku menyambut uluran tangannya, dan berjalan menuju ke tengah-tengah halaman yang telah berubah menjadi tempat dansa. Aku dan pria misterius di hadapanku mulai mengikuti irama musik yang mengalun begitu kami mendapat tempat yang nyaman untuk berdansa. Tangannya melingkar di pinggangku, dan tanganku mendarat di dadanya yang bidang. Ntah mengapa, aku merasa begitu nyaman berada di dalam dekapannya. ‘Siapa kamu?’ tanyaku dalam hati.

 

“Jung Jaein” aku mendongakkan kepalaku ketika ia memanggil namaku. Matanya menatap lurus ke dalam mataku.

“Kau tidak mengenaliku?” tanyanya. Aku memandangnya bingung.

“Kita saling mengenal?!” pekikku pelan. Sebuah tawa keluar dari mulutnya, membuatnya terlihat begitu tampan di mataku.

“Tentu. Kau benar-benar tidak dapat mengenaliku?” tanyanya lagi. ‘Aku tahu ia tampak begitu familiar bagiku. Tapi.. siapa?’ aku menggelengkan kepalaku mengisyaratkan bahwa aku tahu.

“Kau selalu memanggilku oppa” ujarnya memberiku petunjuk. Oppa? Tapi banyak sekali namja yang kupanggil oppa-_-

“Kau tetap tidak tahu?” aku hanya menggelengkan kepalaku dan menatapnya dengan tatapan bersalah. Aku sudah berusaha untuk menebak, namun aku tetap tidak bisa menebaknya.

“Margaku shin” ujarnya. ‘Shin? Seingatku, aku tidak punya oppa yang bermarga—tunggu! Shin? Peniel Shin?

“Peniel Shin?” ujarku menyuarakan apa yang ada di dalam pikiranku. Sebuah senyum terukir di wajahnya, membuat darah di dalam tubuhku berdesir.

“Yes, I am”

 

 

***

Ilhoon’s POV

 

Siapa itu?’ batinku begitu melihat Jaein yang tengah berdansa dengan seseorang.

“Hyung, siapa itu?” tanya Sungjae yang berada di sebelahku. Aku melirik ke arahnya, dan mengangkat kedua bahuku.

“Molla” ujarku. Dapat kulihat sekilas, mata Sungjae berkilat kecewa. Aku tahu, Sungjae menyukai Jaein dan Jaein juga menyukai Sungjae. Namun, ntah mengapa aku merasa bahwa Sungjae dan Jaein tidak ditakdirkan untuk bersama. Hatiku berkata seperti itu.

 

“Kita hampiri saja” ujarku menyenggol lengan Sungjae.

“Arasseo” aku dan Sungjae berjalan menghampiri Jaein yang tengah berdansa. Semakin dekat jarakku dengan mereka, aku menyadari siapa yang tengah berdansa dengan adikku.

 

“Peniel hyung?” Namja di hadapan Jaein tampak menghentikan gerakan dansa mereka dan menolehkan kepalanya ke arahku.

“Tsk. Jung Ilhoon” dapat kurasakan otot-otot di wajahku berkontraksi membentuk sebuah senyuman. Aku merasa lega, karena Peniel hyunglah yang sedang berdansa dengan Jaein. Aku hanya merasa, bahwa aku bisa tenang jika Jaein bersama dengan Peniel hyung.

 

“Ilhoon oppa!” Jaein berjalan menghampiriku sambil berlari-lari kecil.

“Wooaah—“ tiba-tiba keseimbangan Jaein goyah karena kakinya tersandung sebuah batu kecil.

“Jae—“ sebelum aku sempat untuk menangkapnya, Sungjae sudah berada di sisi Jaein, menangkapnya tepat sebelum Jaein jatuh ke tanah.

“Gwenchana?” tanyaku. Jaein menganggukkan kepalanya, membuatku bernafas lega.

“Gomawo.. err..” aku tertawa kecil melihat ekspresi Jaein yang seperti anak hilang. Aku heran, mengapa ia terkadang bisa susah sekali untuk mengenali orang lain.

 

“Annyeonghaseyo Jung Jaein! Naneun Yook Sungjae imnida~!” Sungjae mengerlingkan sebelah matanya pada Jaein, lalu tertawa geli melihat ekspresi shock Jaein. Aku dan Peniel hyung ikut tertawa melihat Jaein yang kini mulutnya terbuka.

“Ouch!” Sungjae menjitak pelan kepala Jaein, membuat Jaein memekik pelan.

“Ingatan yang buruk” ujar Sungjae sambil tertawa. Jaein melirik tajam ke arah Sungjae. ‘Kkk~ Jung Jaein. Tatapan seperti itu tidak akan mempan pada seorang Yook Sungjae’ batinku.

“Ouch!” kini pekikan keluar dari mulut Sungjae. Jaein menjitak balik kepala Sungjae, dan menatap sebal ke arahnya.

“Rasakan kau Yook Sungjae!” ujar Jaein dengan intonasi penuh ancaman.

“Itu baru adikku!” seruku sambil bertepuk tangan untuk Jaein. Jaein tersenyum ke arahku, sedangkan Sungjae menatap tidak percaya padaku.

 

“Yah! Birthday girl!” aku, Jaein, Sungjae dan Peniel hyung menolehkan kepala kami begitu mendengar suara Minhyuk hyung. Minhyuk hyung bersama dengan Eunkwang, Hyunsik dan Changsub hyung berjalan menghampiri kami. Tentu saja mereka mengenakan topeng masing-masing, namun sebuah topeng tak dapat menghalangiku untuk mengenal mereka. Kami sudah bersama-sama selama bertahun-tahun, dan aku sudah menganggap semua member BTOB seperti saudaraku sendiri. Jadi, tidak susah bagiku untuk mengenali mereka. Tidak seperti adikku, Jung Jaein yang memang sedikit susah mengenali wajah orang lain—terkadang.

 

“…” Jaein (lagi-lagi) tampak bingung. Aku yakin ia hafal dengan suara Minhyuk hyung, namun aku tak yakin ia bisa mengenalinya dengan baik. Kkk~

“Itu Minhyuk hyung, Eunkwang hyung, Hyunsik hyung dan Changsub hyung” ujarku sambil menunjuk ke arah mereka satu persatu. Wajah Jaein tampak menerang begitu menyadari wajah mereka.

“Kau tahu siapa aku?” tanya Minhyuk hyung begitu ia dengan hyungdeul yang lain sudah berada di dekat kami.

“Minhyuk hyung” bisikku di telinga Jaein, mengingatkannya kembali.

“Yah! Jung Ilhoon! Jangan beritahu dia! Itu curang!” protes Minhyuk hyung.

“Mehrong~” ujarku sambil menjulurkan lidahku pada Minhyuk hyung. Suara tawa keluar dari mulut Jaein, membuatku tersenyum.

 

 

***

Author’s POV

 

Waktu menunjukkan pukul 11:00 PM KST. Halaman belakang rumah milik keluarga Jung tampak sepi. Semua undangan satu persatu berpamitan untuk pulang. Setelah semua undangan pulang, Mr. Jung dan Mrs. Jung masuk ke dalam rumah, meninggalkan semua member BTOB bersama Minjoo, Chanmi dan Jaein di halaman belakang. Mereka semua melepas topeng yang mereka kenakan, dan duduk di atas sebuah karpet yang telah di gelar tak lama sebelum mereka duduk oleh para pelayan. Mereka semua duduk melingkar, dan sebuah botol kaca kosong terdapat di tengah-tengah mereka semua.

 

“Main truth or dare?” tanya Jaein dengan alis terangkat. Minhyuk tampak menyeringai mendengar ucapan Jaein, lalu menggelengkan kepalanya.

“Aniya. Kita main dare or dare” ujar Minhyuk. Mata Jaein, Minjoo dan Chanmi melebar begitu mendengar ucapan Minhyuk.

“Mwoya?! Mana ada dare or dare!” protes Chanmi pada Minhyuk.

“Tentu saja ada. Buktinya kita akan memainkannya” elak Minhyuk. Chanmi menatap sebal ke arah Minhyuk, namun Minhyuk membalasnya dengan sebuah senyuman penuh arti.

“Arasseo, cepat mulai. Di sini mulai dingin” ujar Minjoo sambil memeluk dirinya dengan kedua lengannya. Ilhoon yang berada di sebelahnya, melepaskan jas yang dikenakannya dan menyodorkannya pada Minjoo.

“Gwenchana, oppa” tolak Minjoo halus.

“Jangan keras kepala” ujar Ilhoon sambil memaksa Minjoo untuk mengenakan jas miliknya, agar Minjoo tidak kedinginan.

 

“EHM! Bisa kita mulai?” Jaein berdeham sambil mengerlingkan sebelah matanya pada Minjoo yang kini wajahnya memerah. Ilhoon memutar kedua bola matanya malas, lalu memfokuskan dirinya ke botol yang berada di depannya.

“Oke, kalian sudah tahu bukan aturannya? Aturannya sama saja dengan TOD. Aracchi?” mereka semua menganggukkan kepalanya pada Ilhoon.

“Jaein, kau duluan” ujar Ilhoon. Jaein mengulurkan tangannya, dan memutar botol tersebut. ‘Kumohon! Berhenti di Ilhoon oppa!’ doa Jaein dalam hati. Namun, botol itu berhenti di hadapan Eunkwang, membuat namja itu tersenyum. ‘Syukurlah, Jaein yang memberiku dare’ batin Eunkwang, sambil menghela nafas. Jaein menggembungkan kedua pipinya, sedikit kecewa karena ia tidak dapat mengusili oppanya.

 

“Dare or dare oppa?” ujar Jaein, membuat semua member BTOB dan juga Minjoo dan Chanmi tertawa. Jaein yang menyadari ucapannya tadi, menutup wajahnya yang memerah dengan kedua telapak tangannya.

“Pabo. Itu sama saja” Sungjae yang duduk di sebelah Jaein, melayangkan telapak tangannya menepuk pelan puncak kepala Jaein. Jaein mengutuk di dalam hatinya, mengapa ia bisa mengatakan hal bodoh seperti itu.

“Aish, geumanhae~!” seru Jaein sebal karena tak ada yang berhenti tertawa.

“A-arasseo” ujar sambil Changsub mengelap matanya yang mulai berlinang karena tertawa terlalu keras.

 

“Eunkwang oppa!” Eunkwang menolehkan kepalanya ke arah Jaein, menanti dare dari Jaein.

“I dare you to.. kiss Ilhoon oppa’s cheek!” ujar Jaein sambil menyeringai ke arah Ilhoon. Ilhoon menatap horror ke arah Jaein, wajahnya tampak begitu gelap dan suram.

“Mianhae Ilhoonie. Jangan salahkan aku!” ujar Eunkwang sebelum bangkit dari tempat duduknya dan mencium pipi kiri Ilhoon dengan cepat. Ilhoon tampak shock dengan apa yang baru saja terjadi, membuat semua yang berada di situ tertawa terbahak-bahak. Wajah Ilhoon tampak pucat karena skinship tadi.

“Yah! Awas kau Jung Jaein!” seru Ilhoon begitu ia sadar. Eunkwang membentuk peace dengan kedua tangannya ke arah Ilhoon, sedangkan Jaein tertawa terbahak-bahak, bahkan sampai matanya berlinang.

 

Setelah itu, botol terus berputar. Setelah Eunkwang, botol tersebut berhenti di Changsub. Eunkwang menyuruh Changsub untuk tertawa sambil melebarkan matanya, karena mata Changsub yang selalu terlihat seperti orang yang mengantuk. Semua member BTOB, Minjoo, Chanmi dan Jaein tertawa melihat Changsub yang tidak berhasil-hasil menjalankan dare dari Eunkwang. Akhirnya setelah menyerah, botol tersebut berputar kembali. Kini sasaran botol itu adalah Hyunsik. Changsub menyuruh Hyunsik untuk membuktikan bahwa ia benar-benar memiliki abs yang bagus pada saat itu juga. Menghela nafas, mau tidak mau Hyunsik harus menjalankan dare dari Changsub. Ia pun segera menjalankan darenya. Ilhoon segera menutup mata Minjoo begitu Hyunsik mulai shirtless, di sisi lain Minhyuk menutup mata Chanmi dengan telapak tangannya, dan Jaein langsung menundukkan kepalanya dan menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.

 

Setelah kejadian yang memalukan bagi Hyunsik, botol itu berputar kembali. Mata Minhyuk melebar begitu botol tersebut berhenti di arahnya. Hyunsik menyeringai ke arah Minhyuk, ingin membalas dendam atas dare yang Changsub berikan padanya tadi.

“I dare you to carry Chanmi around this backyard, 2 lap” ujar Hyunsik sedikit berbaik hati. Sebenarnya ia ingin agar Minhyuk mengelilingi halaman sebanyak 10 kali, namun ia tidak tega dengan sahabatnya itu.

 

Keringat mengalir di pelipis Minhyuk begitu selesai menjalankan dare dari Hyunsik.

“Awas kau, Lim Hyunsik” gumam Minhyuk sambil menatap tajam ke arah Hyunsik yang tersenyum polos ke arahnya. Minhyuk memutar botol, dan botol itu berhenti mengarah ke Sungjae.

“Mwo? Naega?!” pekik Sungjae begitu botol itu berhenti di arahnya. Minhyuk menyeringai ke arah Sungjae, lalu melirik ke arah Jaein. Sebuah pikiran usil muncul di otaknya.

“Yook Sungjae. Aku menantangmu untuk pergi kencan dengan Jaein, besok.” Minhyuk menunjuk ke arah Sungjae dan Jaein sambil mengerlingkan sebelah matanya. Mata Sungjae dan Jaein melebar begitu mendengar ucapan Minhyuk.

“Ta-tapi hyu—“

“Tidak ada tapi-tapian, Yook Sungjae. Dare tetaplah dare” titah Minhyuk sebelum Sungjae dapat protes ataupun menggunakan aegyonya untuk mempengaruhi Minhyuk.

“Arasseo” ujar Sungjae pasrah, namun diam-diam hatinya bersorak sorai dan berterima kasih pada Minhyuk. Jaein hanya bisa menatap tajam ke arah Minhyuk, sambil merasakan jantungnya yang berdetak cepat.

 

“Baiklah, giliranku” ujar Sungjae. Sungjae mengulurkan tangannya, dan memutar botol itu. Kini, Botol tersebut berhenti di Ilhoon.

“Yah! Yook Sungjae! Jangan berani-berani kau menantangku yang aneh-aneh!” sahut Ilhoon memberi peringatan pada Sungjae. Sungjae tertawa kecil melihat tingkah Ilhoon yang tampak masih trauma dengan dare yang dilakukan oleh Eunkwang tadi.

“Tenang saja hyung. Tidak akan” ujar Sungjae sambil menggelengkan kepalanya. Ilhoon menghela nafas lega, mempercayai ucapan Sungjae.

“Aku menantangmu untuk memeluk Minjoo!” seru Sungjae dengan senyum jail di wajahnya. Ilhoon menatap Sungjae tidak percaya. ‘Aish! Yook Sungjae! Kau mempermainkanku!’ kutuk Ilhoon dalam hati. Wajah Minjoo tampak memerah seperti tomat begitu Ilhoon memeluknya. Meskipun hanya sepersekian detik, namun skinship itu membuat kedua wajah manusia itu berubah semerah kepiting rebus. Semua member BTOB, Chanmi dan Jaein tertawa kecil melihat wajah kedua manusia itu.

 

“Geumanhae! Sekarang giliranku!” seru Ilhoon tiba-tiba, berusaha mengalihkan topik. Botol tersebut berputar, berputar, dan terus berputar. Dan akhirnya, botol tersebut berhenti di depan Peniel. Ilhoon melirik ke arah Jaein, dan sebuah ide muncul di otaknya. ‘Sekarang aku akan membalasmu, Jung Jaein’ batin Ilhoon.

 

“Peniel hyung”

“Yes?” Peniel menatap ke arah Ilhoon dengan wajah innocent. Ia sama sekali tak merasa tegang atau apapun, karena yang memberinya dare adalah Ilhoon. Oleh karena itu ia terlihat tenang dan santai.

“Aku menantangmu, untuk pergi bersama Jaein. Besok.” Ilhoon menekankan kata besok, membuat 8 pasang mata melebar di saat yang bersamaan. ‘Menarik’ batin Minhyuk sambil tersenyum ke arah Ilhoon.

 

“Chakkam. Tapi besok Sungjae juga akan pergi bersamaku, otte?” tanya Jaein bingung.

“Ck. Sehari itu waktu yang panjang Jaein-a. Sungjae bisa mengajakmu pergi di pagi hari, sedangkan Peniel di sore hari. Adil bukan?” ujar Minhyuk dengan sebuah senyum penuh arti di wajahnya. Minhyuk dan Ilhoon saling berpandangan, lalu tertawa. Seakan-akan mereka bisa bertelepati berdua.

 

Peniel melirik ke arah Sungjae, penasaran dengan reaksinya. Namun Sungjae mengenakan ekspresi poker face-nya, membuat Peniel hanya dapat menghela nafas.

“Arasseo” ujar Peniel pasrah. Peniel mengulurkan tangannya, dan memutar botol. ‘Kumohon, berhentilah di Jaein. Kumohon!’ doa Peniel dalam hati. Wajah Peniel berubah cerah begitu botol tersebut berhenti di depan Jaein.

“Naega?” tanya Jaein tidak percaya. Ia mengalihkan pandangannya pada Peniel yang duduk di sampingnya, membuat kontak mata di antara mereka tanpa sengaja. ‘I’ll use this dare to make you more shiny, Jaein-a. Because I didn’t want another people said badthing about you’ batin Peniel.

“I dare you, Jung Jaein. To…”

 

 

___

A.N.: Otte? otte? kira-kira Peniel akan menantang Jaein untuk apa? kkk~

Semoga kalian suka dengan chap ini! hehe ^^;;; dan semoga chap ini tidak mengecewakan!

34 responses to “Be Your Queenka? [Chapter: 5B. Birthday Party]

  1. Aaah~ gila’ chapter ini bikin senyum2 sendiri. XD
    Makin berasa, seru, penasaran, dan asik. Sukaaaaaaaaa~
    Chapter ini enggak mengecewakan kok tp bagus banget^^)b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s