MyungStal is REAL!

 

MyungStal

 

Title                       : MyungStal is REAL!

Author                  : hgks11

Cast                       :

–          Infinite’s Kim Myungsoo (L)

–          F(x)’s Jung Soojung (Krystal)

Cameo                  :

–          Infinite’s Members

–          F(x)’s Members

–          Miss A’s Bae Suji (Suzy)

Length                  : Oneshot

Rate                       : Teenager

Genre                   : Angst(?), Romance, Sad

Disclaimer          : I do NOT own all of the PICS, QUOTES, and CAST in this story. BUT I DO own the PLOT and the STORY.

Note                      : IF YOU DO NOT LIKE MYUNGSOO X KRYSTAL OTP DO NOT READ THIS STORY

 

 

“And I’m the kind of girl that would love to be yours if you asked me to. So just take a chance, try to hold my hand. I swear I’d never let go.”

 

Author’s POV

 

Gadis itu merapatkan jaket hitam yang dikenakannya. Butiran salju yang semakin banyak dan angin yang bertiup kencang tidak menggoyahkannya untuk pergi dari tempat itu. Ia menggosokkan kedua telapak tangannya, menaikkan syal yang melingkar di lehernya, berusaha menghangatkan dirinya. Sepasang telapak tangan menutup kedua matanya, membuat gadis itu menegang.

“Bogoshippo” ketegangan berganti dengan sebuah senyum di wajah gadis itu seiring dengan kedua telapak tangan di wajahnya berpindah melingkari pinggangnya. Gadis itu merasa pundak sebelah kanannya memberat ketika sebuah kepala beristirahat di sana.

“Apakah kau merindukanku?” Krystal—nama gadis itu—menganggukkan kepalanya tanpa ragu.

“I miss you too, Kim Myungsoo”  sebuah kecupan mendarat di pipi Krystal, membuat wajah gadis itu memerah. Myungsoo yang melihat perubahan warna wajah Krystal tersenyum puas.

“Kajja, kau dingin sekali” Myungsoo melepaskan pelukkannya dan menggapai tangan Krystal ke dalam genggamannya.

 

Kedua sejoli itu berjalan melewati beberapa toko di sepanjang jalan Seoul. Sebagian wajah mereka tertutup syal yang mereka kenakan. Myungsoo menggenggam erat tangan Krystal di dalam saku mantelnya, memastikan tangan gadisnya itu tidak kedinginan. Setelah melewati beberapa toko  lagi, mereka berhenti di sebuah cafe.

 

trinkle~ trinkle~

Bel di pintu cafe tersebut berbunyi begitu Myungsoo membuka pintu cafe itu. Cafe itu tampak sepi, hanya ada beberapa siswa/i sekolah, dan beberapa karyawan kantor. Myungsoo mengajak Krystal untuk duduk di meja di samping jendela dengan kaca lebar lebar. Myungsoo menarik kursi untuk Krystal, lalu duduk di depannya.

“Kau mau pesan apa?” tanya Myungsoo sambil menopang dagunya dengan tangan kanannya. Krystal menggapai menu yang terletak di atas meja, dan membaca satu persatu tulisan yang tertera.

“Hmm, aku ingin ice lemon tea saja. Oppa?” Krystal mendongakkan kepalanya, dan mendapati Myungsoo yang tengah menatap ke arahnya, membuat jantung Krystal berdetak tak tentu. Myungsoo tertawa kecil melihat telinga Krystal yang tampak memerah.

“Aigoo~ My girlfriend is so cute” goda Myungsoo, membuat wajah Krystal juga ikut memerah. Krystal menatap tajam ke arah Myungsoo, “Yah. Geumanhae” lirihnya pelan. Myungsoo menggelengkan kepalanya, tersenyum melihat tingkah Krystal. Myungsoo mengambil menu yang berada di tangan Krystal. Alis Myungsoo terangkat begitu menyadari apa yang dipesan oleh Krystal.

 

“Ice lemon tea? Di cuaca seperti ini?” tanya Myungsoo tengsin. Ia tidak suka ide di mana gadisnya meminum ice lemon tea saat cuaca dingin seperti ini. Sebuah helaan nafas keluar dari bibir mungil Krystal, membuat rambut-rambut kecil yang berada di sekitar wajahnya terangkat oleh udara yang dikeluarkannya.

“Wae? tidak bisakah aku?” wajah memelas Krystal membuat hati Myungsoo bergetar. Namun ia menggelengkan kepalanya, mengabaikan betapa manis wajah Krystal saat itu.

“Aku tidak ingin kau jatuh sakit” ujar Myungsoo lembut. Krystal melembut mendengar ucapan Myungsoo. Pengertian dan perhatian meresap hangat di dadanya.

“Arasseo” Krystal menganggukkan kepalanya, lalu merebut kembali menu di tangan Myungsoo.

“Bagaimana dengan coklat hangat?” tanya Krystal. Myungsoo menganggukkan kepalanya, lalu beranjak dari tempatnya.

“Akan kupesankan” ujarnya berlalu. Krystal menolehkan kepalanya ke arah jendela di sebelah kanannya. Orang-orang tampak berlalu lalang di pinggir jalan, membuat perhatian Krystal teralihkan ke arah jalanan Seoul. Krystal memperhatikan orang-orang tersebut sambil menunggu Myungsoo. Di antara mereka, ada sebuah keluarga yang berjalan beriringan, murid-murid sekolah yang bergerombol sambil bercanda ria, dan ada juga beberapa di antara mereka yang tampak berjalan terburu-buru. Krystal menghela nafas begitu melihat di antara orang-orang itu, ada beberapa pasangan yang sedang berjalan beriringan. Mereka saling berpegangan tangan, bercanda ria, dan menikmati berjalan berdua tanpa harus menutupi wajah mereka.

“Aku juga ingin seperti itu” lirihnya pelan. Berjalan beriringan dengan Myungsoo, menggandeng tangan Myungsoo, mengecup pipi Myungsoo, bersandar di bahu bidang Myungsoo, melakukan hal-hal yang dilakukan oleh pasangan lain, tanpa harus dihantui akan rasa khawatir dan takut. Khawatir hubungan mereka akan terekspos ke publik, takut akan respon netizens dan fans mereka yang tidak suka dengan hubungan mereka. Selalu ada rasa tidak tenang ketika bersama Myungsoo, dan Krystal mulai merasa lelah dengan semua perasaan tidak aman ini.

 

“Hey, Jung Soojung” Myungsoo melambaikan tangannya di depan wajah Krystal, membuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Dua buah gelas coklat panas kini terletak di hadapan Krystal. Namun, sebuah kilatan kecewa terlihat di mata gadis itu, membuat Myungsoo menaikkan alisnya.

‘Ada apa?’ batinnya. Matanya mengarah ke jendela yang Krystal pandang sebelum ia sampai. Sebuah perasaan bersalah menyergap Myungsoo begitu melihat apa yang dilihat oleh Krystal tadi. Sepasang kekasih yang tengah tertawa, tersenyum satu sama lain sambil bergandengan tangan.

 

“Mianhae” lirih Myungsoo. Krystal berhenti meminum coklat hangat miliknya, dan menghindari Myungsoo yang berusaha untuk menatapnya. Kini, helaan nafas keluar dari mulut Myungsoo. Wajah laki-laki itu menyiratkan rasa bersalah dan amarah. Ia merasa bersalah karena membuat gadis yang ia cintai seperti ini, dan merasa marah karena ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan hal yang diinginkan oleh gadisnya.

“Jung Soojung” Myungsoo memanggil Krystal lemah. Hati Krystal berdenyut, mendengar Myungsoo memanggilnya seperti itu. Namun ia tidak bergeming dari posisinya.

“Hey, Jung Soojung. Look at me” Myungsoo menggerakkan tangannya ke wajah Krystal, berusaha membuat gadisnya itu menatap ke arahnya. Krystal menepis tangan Myungsoo pelan, dan kukuh tidak mau menatap Myungsoo.

“Look at me” Myungsoo menangkup wajah Krystal dengan kedua telapak tangannya, membuat Krystal mau tidak mau berhadapan wajah dengan wajah dengan Myungsoo. Myungsoo menatap Krystal dengan pandangan yang sulit diartikan. Perasaan bersalah, marah, takut, sayang, semuanya bercampur aduk di dalam hatinya.

“Mianhae” ujar Myungsoo tulus dari hatinya yang terdalam. Krystal ingin menangis melihat Myungsoo yang begitu tulus dan sungguh-sungguh. Namun, bagian dari Krystal tidak ingin terus menerus bermain hide and seek dengan media. Ia ingin hubungannya dengan Myungsoo diketahui oleh publik. Ia ingin bisa meng-claim Myungsoo sebagai kekasihnya di hadapan banyak orang. Ia lelah harus terus bersembunyi seperti ini.

 

“Oppa” Krystal menurunkan tangan Myungsoo yang menangkup wajahnya, dan menggenggam kedua tangan tersebut. Jarin-jari Krystal terasa begitu pas di sela-sela jari Myungsoo, membuat gadis itu merasa lebih baik.

“Aku lelah, seperti ini” Myungsoo menatap ke arah Krystal. Tampak sebuah ketakutan terpancar dari kedua bola matanya. Karena ia tahu kemana pembicaraan ini akan berlanjut.

“Bersabarlah sedikit lagi, Soojung. Aku berjanji ini tidak akan lama lagi” Krystal menggelengkan kepalanya. Ia menarik tangannya dari tangan Myungsoo, membuat laki-laki itu menatap tidak percaya pada Krystal. Krystal menggigit bibir bawahnya, berusaha untuk mencegah air mata yang sudah terbendung di kelopak matanya.

“Aku tidak bisa bersabar lagi, Kim Myungsoo. Kau selalu berkata seperti itu, namun apa? Hingga sekarang kau belum punya keberanian untuk melakukannya. Aku lelah, Kim Myungsoo. Berapa lama sebentar untukmu? Setahun? Dua tahun? Atau bahkan selamanya?” sebulir air mata jatuh menyusuri lekuk wajah Krystal. Tangan Myungsoo refleks terangkat untuk menghapus air mata Krystal, namun gadis itu menepis tangannya.

“Soojung-a..”

“Cukup. Kim Myungsoo. Lebih baik kita hentikan semuanya di sini. Jika kita masih melanjutkannya, aku akan semakin tidak yakin apakah aku akan bisa melepaskanmu dan melupakan semuanya suatu saat nanti. Maafkan aku karena aku egois kali ini, tapi aku benar-benar tak sanggup lagi. Terima kasih untuk semuanya, Kim Myungsoo. I’ll always love you” Krystal beranjak dari tempat duduknya, dan berlari keluar cafe dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.

‘Bahkan ia tidak mengejarku’ batin Krystal saat menolehkan kepalanya ke belakang sekilas, dan melihat Myungsoo yang menatap kosong ke arah kursi di hadapannya.

 

“… Aku lelah, Kim Myungsoo. Berapa lama sebentar untukmu?..”

“…Terima kasih untuk semuanya, Kim Myungsoo..”

Ucapan Krystal masih terngiang dengan jelas di telinga Myungsoo. Ia menatap tidak percaya.

‘Ini hanya mimpi bukan?’ batinnya. Ia memukul pipinya, meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sebuah mimpi buruk. Namun di dalam dasar hatinya, ia tahu. Semua ini bukan mimpi. Ini adalah sebuah kenyataan yang paling ia takuti, di mana Jung Soojung, gadis yang merupakan dunianya, segalanya baginya, melangkahkan kakinya keluar dari hidup Myungsoo.

 

***

Cause you’ve always been right beside me for so many days,

How could I be without you now

 

 

Hari demi hari berlalu, berganti menjadi minggu demi minggu, lalu bulan demi bulan. Myungsoo memasuki dormnya dengan gontai. Lingkaran hitam tampak jelas di kedua kelopak matanya, di wajahnya tersirat kelelahan dan stress. Tiba-tiba keseimbangan laki-laki itu limbung. Sebelum tubuhnya sempat menyentuh lantai dorm yang dingin, Sunggyu menangkap tubuh Myungsoo tepat waktu. Member Infinite yang lain, yang baru memasuki dorm, langsung mengerubungi leader dan visual mereka itu. Rasa iba menyerap di dalam hati mereka, melihat Myungsoo yang kini tak sadarkan diri—pingsan. Mereka beramai-ramai menggotong Myungsoo ke dalam kamarnya, dan membaringkan tubuh Myungsoo di atas kasur miliknya.

“Sampai kapan kau akan terus seperti ini, Myungsoo-ya” gumam Sunggyu pelan, membuat seluruh member Infinite mengangguk dalam diam.

 

 

Myungsoo terbangun dari alam bawah sadarnya begitu mendengar handphone miliknya yang berdering. Sesaat, Myungsoo menatap bingung sekelilingnya.

“Bukankah tadi aku—“ ucapannya terhenti. ‘Pingsan lagi’ batinnya. Matanya menerawang ke jendela di kamarnya. Matahari telah tenggelam digantikan oleh bulan. Pikirannya melayang pada seorang gadis, gadis yang selalu dan akan selalu berada di dalam benak dan pikirannya. Jung Soojung. 2 bulan berlalu semenjak kejadian di cafe waktu itu, namun tak ada satupun pesan atau telfon dari gadis itu mampir ke handphone milik Myungsoo.

 

Drrt drrt.. Drrt drrt..

Suara handphone yang bergetar di atas meja membuat lamunannya buyar. Ia mengulurkan tangannya ke arah meja, mengambil benda persegi itu dengan malas.

 

From     : Amber

Hey, Kim Myungsoo! Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu dan Soojung? Ia terlihat kacau sekali akhir-akhir ini

 

Ada sebagian dari dirinya yang merasa senang karena Krystal juga merasakan sakit yang ia rasakan, namun ia bagian dirinya yang lain merasa bersalah dan marah. Dan bagian bersalah itu lebih besar dibanding rasa senangnya.

Jarinya tergerak membuka pesan lain yang masuk.

 

From     : Suzy

Oppa, apa yang terjadi padamu?

 

Myungsoo menghela nafas melihat pesan dari Suzy. Ia menganggap Suzy sudah seperti adiknya sendiri, namun banyak orang yang salah paham dengan kedekatannya dan Suzy. Suzy tak lebih dari seorang teman dan adik baginya. Lagipula, Suzy sudah mempunyai seseorang di hatinya, dan orang itu bukan Myungsoo. Sedangkan Myungsoo juga sudah mempunyai seorang gadis di hatinya, Jung Soojung.

Sebuah senyum terukir di wajah Myungsoo begitu memori tentang Krystal muncul di otaknya.

 

Flashback

Cuaca pada hari itu cukup cerah, memungkinkan Myungsoo dan Krystal untuk pergi keluar bersama. Mereka berjalan di sebuah taman di pinggir kota Seoul, lengkap dengan aksesoris yang menutupi sebagian wajah mereka.

“Oppa” Krystal menarik Myungsoo mendekati sebuah bangku panjang di sisi jalan taman. Mereka duduk berdampingan, dengan tangan mereka yang saling terkait. Tiba-tiba handphone milik Myungsoo berbunyi, sebuah panggilan masuk. Krystal melirik ke arah display name di handphone milik Myungsoo, dan wajahnya berubah pucat.

‘Kenapa Suzy menelponnya?’ batin Krystal. Myungsoo menggerakkan jari-jarinya untuk menerima telpon dari Suzy, yang ternyata merupakan video call. Krystal yang melihat wajahnya masuk ke dalam layar milik Myungsoo, segera menarik kepalanya dan menjauh dari Myungsoo. Namun Myungsoo menariknya untuk tetap berada di dekatnya.

 

“Oppa?!” wajah Suzy di layar handphone milik Myungsoo terlihat kaget begitu menyadari Krystal yang berada di samping Myungsoo.

“Mwoeyo?” tanya Myungsoo. Suzy yang tersadar dari shocknya pun tersenyum pada Myungsoo. Membuat Krystal merasa sedikit cemburu.

‘Kenapa ia tersenyum manis seperti itu pada Kim Myungsooku?’ teriak Krystal dalam hati.

“Anieyo. Apakah itu Krystal eonni?” tanya Suzy. Myungsoo menganggukkan kepalanya malas. ‘Pasti ia akan menggodaku habis-habisan nanti’ sesal Myungsoo dalam hati. Suara tawa terdengar dari seberang telpon. Wajah Suzy tampak memerah karena tertawa, dan matanya berlinang—bukan berlinang karena sedih, melainkan senang.

“Krystal eonni?! Jincayo?!” tanya Suzy masih tidak percaya, setelah tawanya reda. Krystal menganggukkan kepalanya ragu, berusaha tersenyum pada Suzy. Meskipun ia tahu Suzy tidak akan dapat melihat senyumnya, karena sebagian wajah tertutup oleh masker yang dikenakannya.

 

“A-annyeong Suzy-ya” sapa Krystal gugup. Myungsoo menyenggol lengan Krystal, dan berkata “Kau kenapa?” tanpa suara pada Krystal. Krystal menggelengkan kepalanya, lalu memfokuskan pandangannya kembali pada Suzy. Krystal tampak sedikit terkejut begitu melihat wajah Suzy yang sangat ceria.

“Aigoo, kyeowoo~! Oppa! Kenapa kau tidak memberitahuku kau sudah bersama dengan Krystal eonni? Aww chukkae eonni!” ujar Suzy dari seberang telpon, membuat wajah Krystal memanas. Myungsoo memutar kedua bola matanya malas, “Kau tidak memberi selamat padaku?” tanya Myungsoo. Suzy tampak menggembungkan kedua pipinya, dan menggelengkan kepalanya.

“Ani. Kau tidak memberitahuku. Aku kecewa padamu oppa” Suzy menjulurkan lidahnya, membuat Myungsoo menggelengkan kepalanya, lalu tertawa kecil. Setelah itu Suzy memberitahu Myungsoo bahwa ia akan mampir ke dorm infinite nanti sore, untuk ikut makan malam, bersama dengan eooni-eonninya. Myungsoo menganggukkan kepalanya, lalu memutuskan telpon dari Suzy.

 

“Sedekat apa kalian?” tanya Krystal tiba-tiba, membuat alis Myungsoo terangkat. Wajah Krystal tampak begitu merah, dan bibirnya sedikit mengerucut, membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Myungsoo tersenyum jahil, begitu menyadari apa yang terjadi pada gadisnya itu. Myungsoo merangkul pundak Krystal, memperkecil jarak di antara mereka.

“Aigoo, Jung Soojung sedang cemburu” ujar Myungsoo, yang mendapat pukulan kecil di lengannya dari Krystal.

 

End of Flashback

 

 

“Apa yang harus kulakukan agar kau kembali padaku?” lirih Myungsoo. Lirihannya terdengar begitu menyayat hati, membuat siapapun yang mendengarnya merasa iba.

 

***

“I could go across the world

see everything and never be satisfied

if I couldn’t see those eyes”

 

 

Kali ini, Myungsoo mencoba menghubungi Krystal untuk yang ke sekian kalinya, dan ia berspekulasi bahwa Krystal tidak akan mengangkatnya. ‘Wajar’ batinnya saat melihat jam yang terletak di atas meja di samping tempat tidurnya. Kedua angkanya menunjukkan pukul 11:50 PM KST. Namun  ia tidak dapat memungkiri, bahwa ada sebagian dari dirinya yang berharap Krystal akan mengangkat telpon darinya. Karena bagaimanapun, beberapa menit lagi adalah hari ulang tahunnya yang ke 22 (umur korea).

 

Flashback

 

Myungsoo tampak tertidur pulas di atas kasurnya, membuat Krystal tersenyum puas. Krystal menapakkan kakinya sepelan mungkin, tidak ingin membangunkan laki-laki itu dari tidurnya—untuk sekarang. Sebuah kue tart dengan ukuran yang cukup besar terdapat di atas kedua tangannya, lengkap dengan lilin yang sudah tertata rapi di atasnya. Krystal menaruh kue itu di samping Myungsoo dengan perlahan, dan melirik ke arah jam digital yang berada di atas meja di samping kasur milik Myungsoo. Krystal tersenyum begitu melihat angka di jam itu berganti menjadi 00:00 AM. Krystal buru-buru mematikan alarm yang selalu Myungsoo pasang di hari ulang tahunnya. Krystal merogoh saku bajunya, dan mengeluarkan korek api dari sana. Ia menghidupkan semua lilin yang berada di atas kue tart, lalu menggoyang-goyang badan Myungsoo.

 

“Oppa~ ireonaa~” ujar Krystal. Perlahan, kedua kelopak mata Myungsoo terbuka. Krystal segera memindahkan kue tart yang berada di atas kasur ke atas tangannya. Myungsoo menyipitkan matanya, karena cahaya lilin yang masuk ke dalam retinanya.

“Saengil chukkahamnida~ Saengil chukkae hamnida~ Saranghaneun nae Myungsoo, saengil chukkahamnida~” suara Krystal melantun di tengah-tengah sunyinya malam, membuat Myungsoo benar-benar terbangun dari alam mimpinya. Mata Myungsoo berbinar melihat Krystal yang tersenyum di hadapannya, menyodorkan sebuah kue tart bertuliskan Happy 21st Birthday Kim Myungsoo.

“Apakah ini hari ulang tahunku?” tanya Myungsoo, tersenyum jahil pada Krystal. Lidah Krystal mendecak, mendengar ucapan Myungsoo.

“Sudahlah, cepat tiup lilinnya!” ujar Krystal sambil memutar kedua bola matanya malas. Myungsoo tertawa melihat tingkah Krystal.

“Arasseo arasseo. Gomawo, Jung Soojung” ujar Myungsoo, mendaratkan sebuah kecupan manis di atas pipi Krystal.

 

End of Flashback

 

 

Jam di samping kasur Myungsoo berdering, menunjukkan pukul 00:00 AM. Myungsoo menggerakkan tangannya, mematikan alarm yang selalu ia pasang di hari ulang tahunnya itu.

“Saengil chukkae, Kim Myungsoo” ucapnya pada dirinya sendiri.

 

***

Come back and bring back my smile
Come and take these tears away
I need your arms to hold me now

 

 

Victoria menatap iba pada dongsaengnya itu, Krystal. Krystal tampak begitu kacau dan tak bernyawa. Akhir-akhir ini ia sering melamun dan menjadi orang yang sangat ceroboh. Matanya menerawang jauh, dan kosong. Kesedihan dan kekecewaan tersirat di kedua matanya yang indah.

Victoria, Amber, Luna dan Sulli mulai merasa resah dengan keadaan Krystal. Mereka, tahu, Krystal dan Myungsoo sudah berakhir. Dan mereka dapat mengerti, kenapa Krystal memutuskan hubungan yang telah ia dan Myungsoo jalani selama 3 tahun itu. Mereka juga ikut merasakan kekecewaan yang dirasakan oleh Krystal. Namun, mereka tidak dapat menyalahkan Myungsoo ataupun Krystal.

 

Sedangkan di sisi lain, Sunggyu, Dongwoo, Woohyun, Hoya, Sungyeol, dan Sungjong mengabaikan Myungsoo yang terus menerus terlihat seperti seorang mayat hidup. Mereka lelah, melihat Myungsoo yang seperti itu. Ingin rasanya Hoya memukul wajah sempurna milik Myungsoo, agar laki-laki itu dapat sadar dengan apa yang dilakukannya. Dan akhirnya, kesempatan itu datang untuk Hoya.

Myungsoo sedang duduk di atas kasur miliknya, temani secangkir coklat panas di sampingnya. Di pangkuannya terletak foto Krystal yang terpigura dengan rapi. Hoya memasuki kamar Myungsoo, bermaksud memanggilnya untuk ikut makan siang bersama member yang lain. Namun niatnya berubah begitu melihat tatapan Myungsoo yang begitu miris, dan tidak berjiwa. Rahang Hoya mengeras, tangannya terkepal. Ia berusaha semaksimal mungkin untuk menahan amarahnya, namun kesabarannya habis ketika Myungsoo menoleh ke arahnya.

“Hoya hyung..” Myungsoo tersenyum lemah pada Hoya. Hoya melangkahkan kakinya menghampiri Myungsoo.

 

BUGH!

 

Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Myungsoo.

“Geumanhae!” teriak Hoya. Darah keluar dari ujung bibir Myungsoo. Sunggyu, Dongwoo, Sungyeol, Woohyun dan Sungjong berlari ke kamar Myungsoo begitu mendengar suara teriakan Hoya.

“Apa yang kau lakukan?!” seru Sunggyu begitu melihat sudut bibir Myungsoo yang berdarah, dan tangan Hoya yang terkepal. Woohyun, Dongwoo dan Sungjong memegang lengan Hoya, berusaha menghentikan Hoya yang masih ingin memukul wajah Myungsoo. Myungsoo hanya menatap lantai kosong, pikirannya berkecamuk.

 

“Yah! Kim Myungsoo! Berhenti bersikap seperti ini! Dengan sikapmu yang seperti ini, tidak akan mengubah apapun! Kau hanya menyakiti dirimu sendiri dan Krystal!” seru Hoya sambil meronta-ronta. Sungyeol bahkan ikut membantu memegang lengan Hoya, agar laki-laki itu tidak lepas kendali.

“Cepat tentukan keputusanmu. Jangan hanya terus menerus menyakiti dirimu dan Krystal seperti ini” ujar Hoya. Sungjong, Dongwoo, Woohyun dan Sungyeol melepas tangan mereka dari lengan Hoya yang sudah berhenti memberontak. Hoya berjalan keluar kamar Myungsoo, meninggalkan Myungsoo bersama Sunggyu, Dongwoo, Woohyun, Sungyeol dan Sungjong yang menutup rapat mulut mereka.

 

 

“Dengan sikapmu yang seperti ini, tidak akan mengubah apapun!”

“Jangan hanya terus menerus menyakiti dirimu dan Krystal seperti ini”

Ucapan Hoya membangunkan Myungsoo ke alam sadarnya. Penyesalan menyerang dirinya, membuatnya benar-benar marah dengan sikapnya sendiri.

 

Praang!

Jam di atas meja Myungsoo jatuh berkeping-keping di atas lantai. Tangan kiri Myungsoo tampak berdarah terkena serpihan kaca jam itu.

“Myung—“ sebelum Sunggyu sempat membuka mulutnya lebih lebar lagi, Myungsoo sudah berjalan keluar dari kamarnya dengan sebuah jaket yang sudah berpindah dari atas kasurnya ke tangan kanannya.

 

***

“I’d be lying if I told you losing you was something I could handle.”

 

 

Tingtong Tingtong

 

Bel di dorm milik f(x) terus menerus berbunyi, membuat Krystal bangkit dari kasurnya. Dorm itu tampak begitu sepi, karena Victoria, Amber, Luna dan Sulli tengah keluar dorm untuk mencari udara segar. Tadinya mereka mengajak Krystal untuk ikut bersama mereka, namun Krystal menolak ajakan mereka dengan halus. ‘Jika aku pergi keluar, aku akan terus mengingat lelaki bernama Kim Myungsoo itu’ batin Krystal.

 

Tingtong Tingtong

 

Krystal mempercepat langkahnya ke pintu depan dormnya. Mata Krystal melebar begitu membuka pintu dormnya, terkejut dengan apa yang dilihatnya.

“Myungsoo oppa..” lirih Krystal. Myungsoo berdiri di hadapannya, dengan wajahnya yang memar, rambut berantakan dan hanya mengenakan sebuah jaket membungkus tubuhnya.

“Kim Myungsoo, apa yang kau la—“ ucapan Krystal terhenti begitu melihat tangan kiri Myungsoo yang berdarah. Rasa khawatir menyerang dirinya, membuatnya menarik Myungsoo masuk tanpa berpikir panjang lagi. Ia menyuruh Myungsoo untuk duduk di atas sofa di ruang tengah dormnya.

“Tunggu sebentar. Akan kucarikan P3K” belum sempat Krystal melangkahkan kakinya untuk mencari kotak P3K, tangannya ditarik oleh Myungsoo. Menyebabkan ia duduk di samping Myungsoo.

 

“Kim Myung—“ “Sstt. Dengarkan aku” Myungsoo menaruh jari telunjuknya di depan bibir Krystal, membuat gadis itu menutup mulutnya. Krystal mengalah, ia menganggukkan kepalanya, mengiyakan kemauan Myungsoo. Myungsoo tersenyum lemah pada Krystal.

“Aku ingin kau kembali padaku” ujar Myungsoo. Krystal diam, tidak menanggapi ucapan Myungsoo. Ia—Krystal—sungguh ingin kembali bersama Myungsoo. Namun ia tetap teguh pada keputusannya. Ia tidak boleh kembali bersama Myungsoo lagi. Tidak, jika Myungsoo belum berani untuk mengakui hubungan mereka pada publik.

 

“Aku tahu, tidak akan kembali padaku jika aku tidak mempublikasikan hubungan kita” Krystal memalingkan wajahnya, menghindari wajah Myungsoo yang tampak begitu menderita.

“Maafkan aku, karena aku tidak punya keberanian untuk meng-claim­ mu sebagai gadisku di depan massa. Sungguh, aku sangat ingin mengatakan pada semua orang bahwa kau adalah gadisku, dan aku adalah lelakimu. Aku ingin bisa mengusir dan menghajar semua lelaki yang mencoba mendekatimu itu. Aku ingin bergandengan tangan denganmu, berjalan beriringan, berpelukan, melakukan apapun yang kita suka tanpa harus menyembunyikan wajah kita.” Mata Krystal mulai berkaca-kaca, air matanya siap jatuh kapan saja dari kedua kelopak matanya.

‘Aku juga menginginkannya, Kim Myungsoo’ batin Krystal.

 

Tangan Myungsoo terangkat, menangkup wajah Krystal di kedua telapak tangannya. Membuat gadis itu mau tidak mau menatap ke arah Myungsoo.

“Dan untuk mewujudkan semua keinginan itu, kenapa kita tidak memberitahu mereka semua tentang hubungan kita?” Krystal menatap tidak percaya pada Myungsoo.

‘Apakah telingaku tidak salah dengar? Atau aku sedang berilusi?’ pikir Krystal.

“Be..narkah?” tanya Krystal ragu.

“Ya, itu jika kau menerimaku kembali menjadi kekasihmu” tatapan Krystal melunak, mendengar perkataan Myungsoo. Sebulir air mata turun membasahi wajahnya, seiring dengan munculnya sebuah senyum di wajahnya.

 

“Uljima..” ujar Myungsoo pelan, menghapus air mata yang jatuh di pipi Krystal. Krystal menghapus sisa air matanya, dan beranjak dari sofa, meniggalkan Myungsoo yang menatapnya dalam diam. Setelah beberapa menit, Krystal kembali ke hadapan Myungsoo dengan sebuah kotak P3K di tangannya. Hati-hati, Krystal meraih tangan kiri milik Myungsoo, dan mulai membersihkan lukanya. Krystal menggigit bibir bawahnya, menahan tangisnya yang akan pecah lagi. Dengan cepat ia membersihkan luka Myungsoo, dan membalutnya dengan perban setelah diberi antiseptik. Krystal menaruh kembali gunting dan perban yang ia gunakan untuk membalut tangan Myungsoo, ke dalam kotak P3K.

 

“Kau menyakitiku, jika kau menyakiti dirimu sendiri seperti ini lagi. Kim Myungsoo” ujar Krystal pelan, membuat sebuah senyum terukir di wajah Myungsoo. Myungsoo menarik wajah Krystal, memperkecil jarak di antara mereka. Myungsoo mendekatkan wajahnya dengan wajah Krystal, membuat jantung gadis itu berdetak dengan cepat. Jantung Myungsoo juga ikut berdetak beriringan dengan detak jantung Krystal, membuat sebuah irama yang mendebarkan.

“I love you, Jung Soojung” lirih Myungsoo, dan bibirnya pun mendarat di atas bibir Krystal. Waktu terasa berhenti bagi mereka berdua. Krystal melepaskan dirinya dari Myungsoo, begitu ia mulai kehabisan nafas. Wajahnya tampak memerah, bahkan sampai ke ujung telinganya, membuat Myungsoo tertawa kecil.

“Yah, apa yang kau tertawakan Kim Myungsoo?” tanya Krystal sebal, berusaha menyembunyikan rasa malunya. Ini memang bukan pertama kalinya ia dan Myungsoo berciuman, tapi ntah mengapa setiap kali mereka berciuman, hal tersebut selalu seperti saat ciuman pertama mereka. Sangat mendebarkan, dan manis.

 

“Aniya. Kau terlihat sangat manis” ujar Myungsoo dengan sebuah seringai di wajahnya. Krystal mengambil bantal yang berada di atas sofa, dan melemparkannya tepat ke wajah Myungsoo.

“Hahaha” tawa terdengar dari mulut mungil Krystal, begitu ia melihat wajah Myungsoo yang terkena bantal. Myungsoo menatap tajam ke arah gadisnya itu, membuat Krystal menghentikan tawanya.

“Rasakan ini, Jung Soojung” tangan Myungsoo bergerak menggelitiki perut Krystal. Membuat Krystal tertawa kegelian.

“Op-paah~! Geu-geumanhaaaee.. hahaha”

 

***

“Cause the spaces between my fingers are right where yours fit perfectly”

 

 

Pagi hari itu, dorm infinite dan dorm f(x) disibukkan karena satu perkara.

 

ARE INFINITE’S L AND F(X)’S KRYSTAL DATING?

 

Begitulah judul-judul headline news di seluruh koran dan majalah di Korea selama beberapa hari ini.

“Myungsoo! Cepatlah bersiap-siap!” seru Sunggyu sambil berlari mencari dasi celana panjang miliknya. Myungsoo segera merapikan penampilannya di depan kaca. Lalu ia melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, dan bergabung bersama Sungyeol dan Sungjong di ruang tengah. Setelah beberapa kegaduhan yang disebabkan oleh kecerobohan member Infinite, akhirnya mereka pergi menaikki sebuah van bersama manager mereka menuju suatu tempat yang telah dipenuhi oleh wartawan.

Sesampainya mereka di sana, tampak mobil van milik f(x) juga baru sampai. Satu persatu member f(x) turun dari van tersebut, begitu pulan member Infinite yang turun dari van mereka. Myungsoo merupakan member terakhir yang turun dari van milik Infinite, langsung diserbu oleh kilatan-kilatan kamera. Tanpa menghiraukan bunyi potret yang keluar dari kamera-kamera wartawan itu, Myungsoo melangkahkan kakinya ke arah van f(x), dan menunggu Krystal untuk keluar dari van tersebut. Myungsoo melongokkan kepalanya masuk ke dalam van, dan melihat Krystal yang masih duduk tegang di dalam van. Myungsoo tersenyum tipis melihat Krystal. Myungsoo memasuki van tersebut, menghampiri gadisnya yang masih belum sadar akan kehadirannya.

 

“Jung Soojung” Krystal mendongakkan kepalanya begitu mendengar suara Myungsoo. Myungsoo duduk di samping Krystal, membuat gadis itu reflek memeluknya.

“Oppa, aku.. takut” gumam Krystal di dalam dekapan Myungsoo. Myungsoo mengeratkan lengannya di sekeliling tubuh mungil Krystal, dan mendaratkan dagunya di puncak kepala Krystal.

“Aku tidak bisa menghilangkan rasa takutmu untuk menghadapi masalah ini. Tapi aku bisa memastikan padamu, bahwa kau tidak akan menghadapi masalah ini sendirian”

“Oppa..” mata Krystal mencari kedua bola mata milik Myungsoo. Myungsoo tersenyum pada Krystal, membuat perasaan hangat menyerap di dalam hatinya.

“Gomawo, oppa.  Saranghae Kim Myungsoo”

“Nado saranghae, Jung Soojung”

 

 

Blitz kamera bertebaran begitu Myungsoo dan Krystal bergandengan tangan keluar dari van milik f(x). Senyum menghiasi wajah kedua sejoli itu, membuat semua orang yang berada di sana berpikir tentang satu hal.

 

MYUNGSTAL IS REAL

 

Myungsoo mengeratkan genggaman tangannya dengan Krystal. Ia sedikit menundukkan kepalanya, dan mendekatkan wajah ke telinga Krystal. Membisikkan kata-kata lembut, membuat wajah Krystal memerah.Krystal yakin, di dalam hatinya, bahwa ia dan Myungsoo akan dapat melewati semua ini. Bersama-sama.

 

 

“When two people really care about each other, they will always look for a way to make it work,

 no matter how hard it is”

 

 

-END-

 

A.N.: Maafkan akuuu ff ini nistaaaa ;___; aku lagi klepek2 (?) sama MyungStal<333 mereka cocok banget, aku iriii ;___; kalo mereka beneran pacaran, aku bakal jadi fan no.1 shipper mereka<333 #plak *malah curcol* wkwk

dan berhubung aku lagi stuck ngasih judul, jadinya judulnya seperti itu *nunjuk atas* maafkan akuuuu ;___;

 

Do comment/like if you’re enjoying this MyungStal’s fic<333 Thank you so much<333

 

Here are some MyungStal’s picture that I found in tumblr<333

 

myungstal-2

tumblr_mlefuwbMT41qe6n66o1_500

tumblr_mn6zzh1M711r32xp5o1_500

 

35 responses to “MyungStal is REAL!

  1. menurutku, bahasanya lembut mudah dicerna. Setiap bca kalimatnya dengan mudah aku membayangkannya. Langsung terbayang gitu deh. I Like it!^^
    setuju bngt deh klo MyungStal is REAL!!!hehe^^
    aku ska bngt ffnya. sweet-sweet gmanaaa gituu!^^ #ceileh, bahasaku
    Hehe!^^ Pokoknya Keep Writing buat author! terus berkarya yaa!!!!!!!!!^^

  2. Kyaaaaaa andai ini beneran aku pasti seneng bgt ayo thor buat ff myungstal lagi dong please

  3. yeay!! ketemuu Myungstal fic lagii XD
    aaaaaa manis bangett!! aku sukaaaa >.<
    Myungie so sweet gilaa!! ohh my Myungstal feels :3 /gajegajegaje -_-

    lanjutkan! Myungstal Jjang!! 😀

  4. Aaaaaaa >..< bener2 kebayang banget gimana perjuangan cinta mereka…coba ada drama korea yg ceritanya kek gini….trus pemeran utamanya MyungStal…pasti ratingnya tinggi nih *MyungStal shipper bertebaran* hahaa… Nice FF….MyungStal Jjang!!! Lanjutkan 😀 author faighting 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s