Autumn’s Twilight [5/?]

By : MissFishyJazz

Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona

Park Jungsoo, Lee Chaerin, Kim Taeyeon

Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17

Inspired by : Baek Ji Young – After A Long Time; Super Junior’s Kyuhyun – Hope is A Dream That Doesn’t Sleep

Credit Poster : Yeonnia

[Teaser] [1] [2] [3] [4]

 Autumns Twilight

Park Hojo diperkenankan memasukki paviliun menantunya, Raja Myeongyoo. Ia sudah berencana suatu hal baru dalam otaknya setelah kemunculan dua tokoh fiktif yang ia rasa sangat menghalangi langkahnya itu.

Park Hojo memberikan hormatnya pada Raja begitu ia melihat Yoochun dengan tenangnya membolak balik lembaran buku kesastraan di depannya. Yoochun seperti sudah mulai kembali pada tabiatnya lamanya yang terkesan tenang dan dingin. Tidak seperti beberapa hari lalu yang setiap detiknya seakan ingin meledak marah karena tekanan berat yang menempanya.

“Apa yang ingin kau sampaikan Park Hojo?” Yoochun masih menikmati baris demi baris puisi puisi lama yang indah dan menyejukkan hatinya. Sementara Park Hojo menatapnya dengan raut sok perhatian, sekalipun menantunya ini tahu ia sama sekali tak pernah mengambil perhatian padanya kecuali untuk urusan kekuasaan, harta dan kedudukkannya pribadi.

“Ini tentang Geum-eun gamgaeg dan mae gamgaegCheonha.” Yoochun menghentikan bacaannya dan menatap Park Hojo dengan satu alis terangkat. Ada apa dengan dua orang yang tak ubahnya penolongnya beberepa waktu ini.

“Apa yang ingin kau sampaikan tentang mereka?”

“Tidakkah Cheonha merasa ada yang aneh dengan mereka?” Park Hojo memulai strateginya dengan hasutan perlahan-lahan. Ia yakin sekalipun nanti Raja akan menolak apa inti pembicaraannya tapi apa yang ia ucapkan pasti akan terngiang di kepala Rajanya.

“Maksudmu?” Yoochun kembali menatap bukunya dalam diam. Ia seolah masih membaca puisi itu, namun sebenarnya ia hanya tak ingin terlalu dianggap terpengaruh oleh Park Hojo.

“Mereka tiba-tiba muncul di saat kita benar-benar genting dan bingung akan melakukan apa. Bahkan di saat Janggun Kim harus menarik ulur pasukkannya. Apakah Cheonha tidak memikirkan bahwa mungkin sebenarnya mereka adalah golonga dari segerombolan orang yang ingin melakukan kudeta pada kerajaan?” Yoochun mengernyit, isu kudeta memang sedang marak sekarang. Dataran Matahari bahkan baru saja mengalami kudeta kemiliteran. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh Park Hojo, sekalipun apa yang dilakukan itu mungkin, tapi ia bisa sedikit membaca bahwa aksi yang dilakukan dua makhluk fiktif itu tidak demi urusan seperti kudeta atau perlawanan politik. Mereka hanya seperti pahlawan kesiangan bagi Jungsoo.

“Maksudmu mereka hanya ingin mencari citra baik pada rakyat hingga bisa mendapatkan simpati dan dukungan dari rakyat?” Jungsoo mengangguk perlahan dengan raut yakin. Yoochun melihat mertuanya yang mengatakan hal tersebut dengan sungguh-sungguh. Sekalipun ia tidak tahu maksud apa di balik pertolongan dua makhluk itu tapi ia tahu tidak menutup kemungkinan kemunculan geum-eun gamgaeg dan mae gamgaeg yang sedang hangat menjadi buah bibir masyarakat bisa menjadi pedang bermata dua untuknya.

“Aku rasa itu tidak mungkin. Karena sejauh ini tidak ada pergerakkan politik rakyat yang mencurigakan, bukan?”

“Tapi Raja, bukankah ini mungkin saja seperti gerakkan bawah tanah yang mengacau Bakgung? Kita tidak pernah mencium gerakkan bawah tanah itu tapi tiba-tiba sudah terjadi penyerangan. Mungkin saja mereka melakukannya dengan sangat teliti dan perlahan hingga tidak kita sadari, tapi begitu kita sadar kudeta sudah ada di depan mata, CheonhaCheonha harus segera mengambil tindakan, setidaknya Cheonha harus mengetahui siapa mereka sebenarnya.”

Jungsoo yakin perkataannya sudah mulai memasukki pikiran Raja Myeongyoo. Sekalipun dalam tindaknya Raja Myeongyoo berusaha menyangkal hal itu tapi dari garis garis wajahnya yang termenung dan nampak berpikir Jungsoo sudah bisa membaca bahwa ucapannya yang memang dipertimbangkan. Tinggal menunggu sampai rencana sebenarnya tercapai.

“Aku akan memikirkannya nanti, Park Hojo. Kau bisa meninggalkan paviliun ku sekarang.” Jungsoo mohon undur diri dan meninggalkan Paviliun Sesangjungsim. Senyum penuh intuisi dan ambisinya mekar begitu saja.  Sebentar lagi satu penghalangnya akan pergi. Mungkin ia dengan orang-orangnya akan sulit melacak siapa Geum-eun gamgaeg dan Mae gamgaeg tapi dengan tangan Raja yang bisa mencapai segi apapun dari negeri Joseon tentu ia akan tahu segera siapa penghalangnya. Dan siapapun orang itu nanti, ia akan menghancurkan orang itu dengan tangannya.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

“Yang mulia Raja datang!!” Dayang Ahn Sohee, salah satu bawahan Sunye berkata dengan suara agak tegas. Dua dayang yang setingkat dibawahnya membuka pintu untuk raja. Begitu pintu itu terbuka, pintu lapis kedua kamar Ratu telah dibuka oleh Sunye yang baru saja selesai mengantarkan Ratu dari tempat pemandian.

Sunye membungkuk hormat dan meninggalkan ruangan Ratu. Sekalipun tugasnya untuk membantu Ratu merias diri belum selesai tapi kedatangan Raja lebih penting. Ia menutup pintu kamar dengan hati hati dan berjaga di depannya.

Min Kyung yang baru selesai memakai hanbok nya tersenyum hangat begitu melihat Yoochun memasuki kamarnya. Sekalipun rasa di dalam dirinya belum ada untuk Yoochun tapi setidaknya ia berusaha menghormati pria itu sebagai suaminya dan sebagai Raja atas negerinya. Min Kyung akan menukar posisi duduknya di depan meja ketika Yoochun memberi tanda agar Min Kyung tetap duduk. Yoochun duduk di bantalan sofa dan mengamati wajah Min Kyung yang belum tersentuh riasan sama sekali. Wajahya begitu polos, putih seperti bayi, dan tampak bersinar dengan terpaan matahari yang menilik lewat sela selambu jendelanya.

Cheonha..” Min Kyung membuka suara.

Ne?

“Ada apa sampai Cheonha mendatangi saya?”

“Apa aku tidak boleh mengunjungi istriku?” Yoochun tersenyum geli begitu melihat Min Kyung yang merona malu-malu. Ah ekspresi itu begitu menggodanya.

“Maksud saya bukan seperti itu Cheonhaeugh..” Min Kyung terhenti ketika tangannya digenggam erat oleh Yoochun. Yoochun merasakan kulit sehalus bayi itu menyentuh permukaan tangannya yang hampir kasar karena sering berlatih pedang. Yoochun mengeluarkan sesuatu dari dalam lengan Hongryongpo[1]nya. Sesuatu itu begitu berkilau.

Cheonha..” Min Kyung terpekik begitu Yoochun menyelipkan sepasang garakji di jari manisnya. Garakji dari giok merah dengan garis emas di bagian dalamnya. Garis emas itu terlihat seperti sungai emas yang membias jika garakji itu dilihat dari luar.

Daebi mama pernah memberiku ini. Ia bilang dulu bahwa Selir Sookbin belum cukup pantas untuk menerima cincin ini. Dan ia bilang bahwa suatu saat akan ada yang lebih pantas. Dan kemarin dalam mimpiku aku kembali bertemu mendiang Ratu Dowager yang menyuruhku menyematkan cincin ini pada jemarimu.”

Min Kyung teringat tentang perkataan Sunye bahwa Ratu Dowager meninggal beberapa bulan sebelum pernikahannya karena memang usianya yang sudah cukup dan sejak kecil membawa penyakit jantung yang lemah.

“Tapi Cheonha, Sunye pernah bilang bahwa garakji merah sangatlah langka dan..”

“Dan hanya akan diberikan untuk seseorang yang paling berhaga dalam hidupmu. Dan orang itu dihidupku adalah dirimu,  Jun-jeon.” Min Kyung menutup mulutnya dengan tangannya yang tak disentuh Yoochun ia terenyuh dengan kesungguhan pria ini.

Cheonha, saya benar-benar merasa tidak pantas untuk ini…” Yoochun menatap mata wanitanya. Di matanya Min Kyung terlihat begitu sempurna, ia memiliki mata yang indah, senyum yang manis, dan pipi yang selalu merona. Dan di telinganya sekarang dari tiap kata sederhana yang berhasil Min Kyung gunakan untuknya adalah satu bait keindahan.

“Aku mencintaimu Jun-jeon, sangat mencintaimu.” Yoochun tersenyum begitu tulus dan meraih kedua tangan Ratu-nya dengan sangat hati-hati. Ia begitu lembut dan berperasaan ketika menyentuh wanita ini. Jauh lebih lembut daripada ketika ia menyentuh Selir Gui-In ataupun Selir Sookbin. Min Kyung seperti sangat rapuh di matanya, jadi ia harus sangat berhati-hati meraihnya.

Cheonha, saya.. Saya tidak tahu harus mengatakan apalagi. Semua yang Cheonha berikan untuk saya sangat berharga.” Yoochun mengusap mata Min Kyung yang terus berair dengan tangan-tangan besarnya. Min Kyung justru semakin ingin menangis haru karenanya, “harga apa yang pantas untuk membayar semua ini?” Min Kyung berkata akhirnya dengan bergetar. Mungkin bagi orang awam tidak akan bisa seorang gadis yang masih gangguan mental sepertinya membalas semua kebaikan dan cinta suaminya yang notabene adalah Raja, tapi bagi Yoochun melihat wanita ini masih bernafas dan tersenyum ke arahnya adalah segala hal yang pantas untuknya. Dan..

“Berikan seorang Seja[2] untukku, Jun-Jeon.” Yoochun masih sempat melirik Min Kyung yang langsung tersenyum malu tapi langsung mengangguk sebelum ia menarik padam pelita di sampingnya. Ia yakin, cepat atau lambat, seorang Seja akan lahir dari rahim Jun-Jeon-nya untuk negeri ini.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Park Bo Young dan Park Chanyeol masih berlari mengejar kupu-kupu bersayap hijau zamrud yang tidak pernah diam. Dua anak belia itu masih berkejaran. Chanyeol yang masih berusia dua tahun harus nampak pasrah kalah cepat dari Bo Young yang walaupun seorang gadis tapi berusia lebih tua dua tahun darinya. Dua anak Raja dari dua selirnya itu enggan menemani ibu mereka yang masih menikmati teh bersama di salah satu jeonmangdae[3].

“Nantinya Bo Young dan Chanyeol akan memiliki adik lagi.” Selir Gui-In menatap putrinya yang masih berusaha menangkap kupu-kupu, sementara Chanyeol, anak Selir Sookbin sibuk menghalau kakaknya itu agar ia yang bisa mendapatkan kupu-kupu yang terbang tinggi hampir tiga kali lipat tubuh mungilnya.

“Ya, kehormatan bagi kita untuk membiarkan Seja bermain bersama mereka nantinya.” Selir Sookbin menyesap teh beraroma ginsengnya dengan perlahan. Ia membayangkan bagaimana nanti lucunya Seja. Ibunya cantik luar biasa dan ayahnya gagah dan rupawan. Terbukti dari Bo Young dan Chanyeol yang sama-sama menarik perhatian setiap orang yang melihatnya. Seja nanti pasti akan lebih banyak menarik perhatian.

“Saat berada di kuil aku selalu berdoa agar Jun-jeon bisa segera memberi Seja untuk Cheonha. Setelah ada Seja pasti kehidupan Cheonha akan menjadi lebih sempurna.” Selir Gui-In bagaimanapun ayahnya, hatinya tetap seperti ibunya yang hangat. Kang Sora masih mendominasi kedua anaknya dengan hati yang terpancar. Selir Sookbin mengangguk mengiyakan. Memang seperti itu jugalah doanya selama ini. Agar Seja segera lahir untuk Joseon dan setidaknya penerus Joseon menjadi jelas di mata banyak orang.

“Lihat apa yang kau lakukan pada kue ini Chaerin! Rasanya sangat asin!” Selir Sookbin dan Selir Gui-In menoleh begitu mendengar keributan yang menghampiri mereka. Chanyeol dan Bo Young berhenti bekejar-kejaran dan Chanyeol melepaskan kupu-kupu dalam genggamannya.

“Yah! Kau juga terlalu banyak memberikan sari mawar hingga warna kue yang ini menjadi sangat merah hampir seperti darah!”Chaerin nampak mengangkat gue berbentuk bulat dengan warna merah yang terlalu pekat. Sementara Taeyeon baru membersihkan mulutnya yang sepertinya baru menelan kue asin bautan Chaerin.

“Aku kan menurutimu memberi semua sari mawar dalam botol di rak dapur!”

“Tapi yang ku maksud botol yang setinggi kelingking, bukan potol sebesar kepalan tangan!”

“Itu salahmu tidak mengatakannya dengan jelas!”

“Salahmu juga! Siapa yang menyuruhku kemarin menata ulang tempat garam, gula, lada dan bumbu dapur lain? Jadi salah siapa jika aku tertukar memberi garam dan gula!”

“Tapi gulanya kan aku bilang gula cair!”

“Kau hanya mengatakan bahwa gunakan gula yang ada di dekat tungku, dan hanya ada gula bubuk yang baru kutata!”

“Itu berarti kau yang salah tata! Dasar tidak becus!”

“Berarti kau juga yang salah karena menyuruhku menata, sudah tahu aku tidak becus!”

“Huhh!!” Chaerin dan Taeyeon merengut bersamaan dan mengangkat nampan nampan sedang dengan enggan. Langkah mereka dihentak hentakkan sebal. Dari dapur hingga Paviliun Gyeonghoeru mereka masih saja mendebatkan hal yang sama. Salah siapa hingga kue buatan mereka hancur berantakan.

“Chaerin-aa..”

“Taeyeon-aa..”

“MWO?!” Keduanya sama-sama membentak panggilan dari Selir mereka. Begitu melihat siapa yang memanggil mereka, Chaerin dan Taeyeon buru-buru membungkuk berulang kali meminta maaf.

Cheosanghamnida Selir, kami benar-benar tidak tahu Selir Sookbin dan Selir Gui-In yang memanggil kami.” Taeyeon berkata takut-takut. Bisa dipenggal Raja Myeongyoo saat itu juga jika ia ketahuan membentak dua selir Raja.

Ne, kami benar-benar minta maaf Selir.” Chaerin ikut menyahut. Sejak kenal Taeyeon ia jadi lebih ceplas ceplos bahkan jadi seperti baru saja ini memukul rata kesebalannya bahkan pada Selir yang seharusnya ia hormati.

Ne, ayo kemarilah bawa kue kalian kemari.” Selir Sookbin memanggil mereka dengan arahan tangan. Sementara Selir Gui-In sibuk memanggil Chanyeol dan Bo Young yang ternyata kembali berkejar-kejaran, “Chanyeol! Bo Young! Ayo kemari makan dulu kue kalian!” Dua anak itu langsung berlari kembali ke arah jeonmangdae. Mereka menghampiri ibu masing-masing dan bergelut di lengan ibunya. Chanyeol menggigit satu kue dari nampan Taeyeon. Taeyeon sudah menelan ludahnya pahit, kue itu kan asinnya tak karuan.

“Kuenya asin..” Taeyeon langsung berusaha meminta maaf pada Para Dewa jika setelah ini Chanyeol tiba-tiba sakit perut atau apa. Tapi ternyata Chanyeol langsung mencelupkan kue yang ia pegang ke arah cangkir teh ibunya. Dan menelan kue itu lagi.

“Enak!” Taeyeon serasa ingin jatuh ke tanah saking gembiranya karena setidaknya Chanyeol tidak akan terkena penyakit apapun karena kue super asinnya.

Bo Young yang melihatnya langsung mengambil kue dari nampan Chaerin yang masih ragu-ragu melihat segumpal darah bernama kue dihadapannya. Doanya mungkin sama dengan doa Taeyeon ketika Chanyeol merasakan kue buatannya. Bo Young memainkan kue itu sebelum membaginya menjadi dua.

Eomma lihat! Kuenya meleleh!” Bo Young menunjuk isi kue yang masih panas dan tentu saja masih agak meleleh. Bo Young memakan kue itu dengan gembira dan menikmati sari mawar yang membuat isi dari kue Chaerin sulit membeku.

“Jadi siapa yang membuat kue ini?” Selir Gui-In dan Selir Sookbin bertanya bersama menautkan alis mereka ke atas dan menunggu reaksi dua dayang yang baru bertengkar saling tuduh itu.

“KAMI!” Mereka menjawab serentak dan disambut tawa oleh keluarga kecil kerajaan itu. Tampang Taeyeon dan Chaerin benar-benar terlihat konyol begitu akhirnya mengakui kue itu sebagai buatan mereka padahal baru saja memperdebatkan dan saling tunjuk atas kesalahan masing-masing.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

“Kasim Jung..” Jung Yonghwa bergegas masuk begitu Raja memanggilnya dari dalam. Ia tadi di suruh meninggalkan ruang kerja Raja untuk membiarkan Raja berpikir. Entah apa yang dipikirkan Raja karena tadi Raja belum menyiarkan pikirannya. Yang jelas sekarang apapun yang dipikirkan Raja pastinya ia sudah matang dengan hal itu hingga Yonghwa diperbolehkan masuk.

“Saya disini, Cheonha.”

“Aku akan mengunjungi bangsal pelatihan militer. Siapkan kepergianku, jangan sampai Fraksi Barat mengetahui kepergianku sekarang.”

“Baiklah Cheonha..”

Yonghwa baru saja akan berbalik dan menyuruh beberapa anak buahnya untuk bersiap-siap. Karena tidak mungkin jika keperluan ini tanpa melibatkan Fraksi Barat dan ia yang sudah berusia 51 tahun harus pergi berdua dengan Raja saja.

“Satu lagi..”

“Ya, Cheonha?”

“Jangan memberi kabar kedatangan pada Janggun Kim, aku ingin terlibat pembicaraan pribadi dengannya.”

“Baiklah Cheonha.” Baiklah, masalah ini pasti sangat penting. Yonghwa selesai berpikir, mengangguk dan akhirnya keluar untuk menyiapkan kepergian Cheonha-nya ke bangsal kemiliteran.

.TOBECONTINUE.

Dictionary :

[1] Hongryongpo     : baju keseharian Raja

[2] Seja                        : Putera Mahkota

[3] Jeonmangdae      : Semacam gazebo yang biasanya ada di dekat paviliun untuk tempat melihat pemandangan / bersantai.

 

authornotes :

Adakah di part kemarin yang sadar bahwa Kasim Jung umurnya 51 tahun dan kenapa justru saya pake Jung Yong Hwa? Karena kemungkinan Yunho dan Il Woo akan muncul sebagai peran lain. XD hwakzhwakz.. masih kemungkinan yah. Saya belum pasti mau pake mereka atau nggak.

Nah di part ini sepertinya konfliknya makin panas apalagi ahjussi itu sudah mulai membujuk Uchun untuk melakukan penyelidikan pada geum-eun dan mae gamgaeg. Tapi seperti cerita pada umumnya makin panas ceritanya maka puncaknya akan semakin dekat. Semakin dekat, bukan berarti part 6 entar saya langsung buat puncaknya XD masih terlalu cepat.

Oke, terima kasih untuk perhatian dan antuasiasnya selama ini.

Komen, saran, masukkan, dan kritik sangat saya terima dengan baik! Terima kasih!

24 responses to “Autumn’s Twilight [5/?]

  1. hihi chaerin sama taeyon konyol wkwk
    chanyol yg jadi anaknya ? pasti ganteng banget
    bakal ada ill woo juga ?
    ngga sabar bacanya
    keep writing yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s