Cinderella, Wolf, and Vampire 01: Into Your World

cwv1

Tittle: Wolf, Cinderella, & The Vampire 01 : Into Your World
Author: Sinta Rahayu @HSRin
Genre: Fantasy, Romance
Rate: PG-15
All casts:
f(x)’s Sulli as Cinderella (Choi Sulli)
f(x)’s Krystal as Cinderella’s Stepsister (Jung Krystal)
All of EXO-K as Werewolf
All of EXO-M as Vampire
BoA and Kangta as Leader of 12 legend
(cast lain temukan sendiri)

Kunjungi blog saya : magicalsecret

WARNING!!! MEMPLAGIAT FF INI AKAN TIDAK BERKAH. AMIN 🙂

Author POV

Lelaki itu menghela nafas, duduk ditempatnya seperti apa yang di perintahkan leadernya.

Sehun tak percaya bagaimana mugkin Suho, yang sudah dianggapnya sebagai hyung begitu teganya memberi hukuman padanya. Jika hukuman biasa itu tak masalah baginya. Ini merupakan hukuman besar. Sehun akan di metamorfosis menjadi vampire.

“Maafkan aku, aku tak bisa berbuat banyak. Kangta yang berkuasa telah menyuruh BoA untuk menggigitmu. Bersyukurlah kau tak dikutuk dan dibuang oleh Kangta. Jika kau menjadi vampire setidaknya kita masih bisa bertemu satu sama lain.” Ucap Leader kelompok werewolf itu.

Sehun hanya mengangguk dan pasrah di kursi yang ia duduki kini. Sedangkan sejak tadi Suho tak menatap wajah Sehun sama sekali. Mungkin karena tak tega. Bisa saja bukan, Suho membawa kabur Sehun ke suatu tempat agar tak digigit oleh BoA.

“Sebentar lagi Kangta dan BoA datang. Selamat ya,” ucap Suho.

“Hyung, kau mengucapkan selamat karena aku dihukum?” ucap Sehun heran dengan leader nya itu.

Suho tak menjawab dan hanya tersenyum tipis. Setelah itu ia berlari meningalkan Sehun sendirian di tempat itu. Sehun bisa melihat Suho pergi kembali masuk ke dalam hutan. Sedangkan ia hanya bisa duduk terdiam di kursi itu. Ditengah lapangan luas yang seperti gurun pasir.

Ia tak bisa kemana-mana. Ia tahu siapa BoA. BoA tak hanya seorang vampire, ia juga seorang penyihir. Jadi Sehun tahu mengapa dirinya tak bisa kemana-mana. Bangun dari kursi itu saja tidak bisa.

Angin berhembus pelan.

“Mereka datang,” gumam Sehun.

Sehun bisa membaca angin. Dua hembusan angin yang berlawanan arah mendekati Sehun. Dan Sehun tahu akan ada yang datang.

Disisi kanan pandangannya Kangta muncul. Kangta pimpinan werewolf yang bukan werewolf sebenarnya. Kangta menatap Sehun tajam, ia tahu Kangta marah namun kasihan.

Seorang perempuan tertawa pelan namun membuat sehun bergidik. Sehun menoleh ke arah kanan pandangannya. Itu BoA. Perempuan itu tertawa layaknya meremehkan Kangta.

Kangta dan BoA, sahabat dan musuh dalam waktu yang bersamaan. Bekerja sama dan bermusuhan. Mendekat dan menjauh.

Kalian mungkin tidak mengerti, tapi coba lihat Sehun. Ia akan di jadikan vampire oleh BoA atas suruhan Kangta. Namun, sebenarnya Kangta tak ingin hal ini terjadi.

“Kita bertemu lagi, Presdir.” Ucap BoA seraya mendekati Kangta. Kangta hanya tersenyum sinis. BoA memang memanggil Kangta dengan sebutan Presdir, entah mengapa.

“Aku sebenarnya tak ingin bertemu denganmu. Tapi hanya ular boa yang bisa meracuni serigala.” Ucap Kangta sambil tertawa.

“Aku tak tahu kalau anak didikmu itu bisa menyukainya,” Ucap BoA yang mulai mengalungkan tangannya ke leher Kangta.

Terlihat romantis memang? Namun tidak bagi Sehun yang sudah mengetahui siapa BoA. Wanita yang cantik, anggun, menggoda lelaki namun bisa mengerikan dan bahkan membunuhmu.

“Ya aku tahu gadis yang baru 1 bulan jadi vampire itu memang cantik. Bahkan kau tahu tidak presdir? Mereka berdua sudah pernah bertemu saat gadis itu belum menjadi vampire.” Ucap BoA, membuat Kangta kaget tak percaya.

“Maksudmu?”

“Krystal bilang, ia dulu pernah bertemu dengan Sehun.” Jawab BoA dengan seringai nya.

Kangta menoleh pada sehun yang duduk. Menatap Sehun tajam.

“Kini kau tahu dengan jelas bukan, bagaimana caranya werewolf mu yang paling muda ini kenal dengan Krystal yang sudah menjadi vampire.” Ucap BoA sambil terkekeh.

BoA menghampiri Sehun, dan menatapnya lekat. “Mengakulah Sehun,” ucap BoA.

Sehun menggeleng, ia tak seperti itu pada Krystal. Baginya bertemu dengan Krystal hanyalah sebuah kebetulan. Sehun tahu Krystal bukan manusia biasa. Krystal memiliki darah ke bangsawanan.

“Lalu apa yang sebenarnya terjadi?” Teriak Kangta dengan emosi.

flashback

Sehun, lelaki itu menghirup udara musim semi. Musim yang lebih hangat daripada sebelumnya. Ia keluar dari hutan menuju sebuah pemukiman yang sama sekali tidak ramai. Hal ini memang sedikit tak di bolehkan oleh Suho, namun ada sesuatu yang menariknya untuk ke tempat ini.

“Krystal, aku memasak dulu” Teriak seseorang dari dalam rumah.

“Iya, biar aku saja yang menyiram tanaman.” Ucap gadis yang bernama Krystal itu.”

Krystal menuju halaman belakang rumahnya. Tanpa ia sadari dari kejauhan lelaki itu menatapnya. Krystal menggunakan selang dan menyalakan keran air. ia menyirami tanaman yang tumbuh subur di halaman yang cukup luas itu.

Sehun terpaku menatap gadis itu dari jauh. Rasa penasaran membuatnya mendekati sosok Krystal. Dengan langkah werewolf nya yang cepat ia menghampiri tubuh Krystal yang memunggunginya.

Krystal yang tak sadar berbalik dan terkejut melihat Sehun yang sudah ada didepannya. “Siapa kau?” Ucap Krystal dingin.

Sehun menyentuh wajah Krystal yang mulus. Bukannya menjauh, Krystal hanya terdiam dengan perlakuan Sehun.

‘gadis ini bukan vampire. Namun mengapa sangat dingin di musim semi yang hangat ini.’ Pikir Sehun dalam hati.

~~ Seminggu kemudian

Sehun menatap Krystal tajam.

Kebetulan sekali mereka bisa bertemu.

“Kenapa kau mau dijadikan vampire oleh mereka.” ucap Sehun pada Krystal.

“Kris adalah sepupuku di masa lalu.” Jawab Krystal dengan tatapan tajamnya.

“Darimana kau tahu?”

“Aku bisa membaca wajahnya. Aku bisa membaca wajah saudaraku sendiri.” Ucap Krystal dengan senyumannya yang mistik.

“Jadi, kau adalah…”

“Jadi kau tahu?” Potong Krystal seraya tertawa.

“Aku tahu bahkan sebelum kau menjadi vampire. Wajah dinginmu itu, bahkan kini menjadi bertambah dingin setelah kau menjadi vampire. Mengerikan.”

“Huh… Kalau aku mengerikan, kenapa kau merangkul pinggangku seperti ini. Bukankah kita malah terlihat seperti pasangan kekasih dari dua dunia yang berbeda.” Ucap Krystal sarkastik.

“Aku tahu kau akan lari. Kecepatan Vampire berlari sama seperti angin.” Ucap Sehun mengencangkan rangkulannya pada pinggang Krystal.

“Lepaskan Sehun!!!” Bentak Krystal pada Sehun.

“Kau takut ada yang melihat kita?” Ucap Sehun meledek Krystal.

“Ya, aku takut. Ini terlarang, kita bisa dihukum jika ketahuan.” Ucap Krystal.

“Sudah ada yang tahu,” ucap Sehun.

“Maksudmu?” Tanya Krystal panik.

“Lagipula untuk apa? Kau pikir aku menyukai gadis dingin tanpa darah sepertimu?” Ucap Sehun, melepaskan rangkulannya dan mendorong badan Krystal untuk menjauh.

flashbak end

“Lihat dia diam saja, presdir.” Ucap BoA pada Kangta.

Ya Sehun memang diam saja dan tak menjawab yang sejujurnya mengenai Krystal.

“Aku kecewa padamu Sehun. Aku tak mengerti jalan pikiranmu sebenarnya,” ucap Kangta yang sebenarnya marah dan emosi.

“Kau tak usah khawatir, presdir. Sebentar lagi dia akan menjadi vampire yang kuat. Vampire keturunan Wolf yang tangguh dan sangat kuat di dunia ini.” Ucap BoA, “Pergilah.”

BoA mengusir Kangta untuk pergi. Kangta pergi begitu saja dan menghilang.

“Huh… cepat sekali dia pergi,” gumam BoA pelan.

BoA menoleh ke arah Sehun.

“Sekarang tinggal kita berdua,” ucap BoAyang kini duduk di pangkuan Sehun.

Sehun hanya diam tak bisa berbuat apapun. Walaupun sebenarnya ia ingin menjauh dari wanita anggun nan mengerikan ini.

Tangan dingin BoA menyentuh leher Sehun. Membuat Sehun bersiap bahwa dia akan digigit sebentar lagi.

***

“Maafkan aku Klee,” Kris melepaskan pergi seorang gadis. Saudara perempuan satu-satunya yang ia sayangi.

“Kau jahat. Kau yang membawaku, dan kini membiarkanku dikeluarkan.” Ucap Krystal dengan tatapan tajamnya.

“Kau takkan bersama para vampire lagi,” ucap Kris.

“Kris, bukankah kita bersaudara? Kenapa kau membuatku susah seperti ini membawaku lalu membuangku begitu saja. Lalu bagaimana caranya aku menemukan ibuku?” Ucap Krystal yang semakin lama semakin emosi menghadapi hukuman yang disebutkan Kris.

“Hukum vampire labih kuat dari apapun klee, kumohon kau mengerti.” Ucap Kris mencoba menenangkan Krystal. “Kau hanya tinggal kembali ke rumahmu.” Ucap Kris lagi.

“Aku masih tetap menjadi vampire? Bagaimana jika ada yang curiga?” Ucap Kristal.

“Kau memang bukan manusia lagi, tapi kekuatan vampire mu pun sudah hilang.” Ucap Kris dengan nada pelan, ia tahu Krystal pasti tak terima.

“APA? Kenapa kau tak membunuhku saja? Membakarku menjadi butiran abu.”

“Kau pikir aku ingin semuanya seperti ini? Lagi pula kenapa kau bertemu dengan Sehun?” Ucap Kris semena-mena dan terlihat kesal.

“Tak usah ikut campur urusanku!!!” Bentak Krystal pada Kris.

“Pergi sana! Pergi! Hush.. hush…” Ucap Kris mengusir Krystal pergi. Ia kemudian berbalik meninggalkan Krystal.

Krystal hanya diam melongo melihat saudara vampire nya itu.

“Bukannya sedih karena aku di hukum malah marah seperti itu…” gerutu Krystal.

“Dasar vampire bodoh!!!” Teriak Krystal yang masih melihat Kris yang berjalan santai selayaknya bukan vampire berkekuatan super.

Kris hanya melambaikan tangannya tanpa berbalik. Menyebalkan sekali bagi Krystal, ia menghentak-hentakkan kakinya ke atas tanah seperti anak kecil.

Apa yang harus ia katakan pada Sulli. Apa alasannya, bagaimana kalau ia ingin melaporkan pada polisi tentang hilangnya dirinya. Memalukan.

Krystal berjalan cukup dekat, karena pemukiman warga cukup dekat dari pinggiran lahan hijau alias hutan tempat nya tinggal saat dibawa oleh Kris.

Krystal sudah bisa melihat rumah mewah milik Sulli yang kokoh berdiri. Namun krystal menyipitkan matanya melihat seseorang yang berdiri. Ternyata itu Sulli.

Krystal mempercepat langkahnya mendekat menuju rumah Sulli. Ia menghampiri Sulli yang masih mematung di tempatnya berdiri.

“Kenapa kau diam disini?” Tanya Krystal kemudian.

Sulli tak merespon sama sekali pertanyaan Krystal, mennyambutnya saja tidak. Apalagi Suli terdiam dengan sebuah saputangan di genggamannya. Krystal menggoyang-goyangkan tangannya di depan mata Sulli, namun masih belum merespon.

“Apa yang kau lihat?” Krystal menepuk pundak Sulli.

“A…” Sulli terlonjak kaget, mungkin dia baru saja melamun.

“K… Krystal!!” Sulli berteriak senang dan langsung menyerbu memeluk Krystal.

“Aaaaaaa…. jangan kencang-kencang memelukku. Aku tak bisa bernafas.” Ucap Krystal yang kelabakan karena pelukan Sulli yang begitu erat padanya.

Beberapa saat kemudian

“Jangan menghabiskan semuanya, itu jatah makan kita untuk seminggu.” Ucap Sulli melihat Krystal yang kini mengambil makanan dari kulkas.

“Aku masih ingin makan.” Ucap Krystal dengan segera melahap makanan itu.

Sulli menarik-narik tangan Krystal agar berhenti makan. Akhirnya Sulli merampas makanan itu. Namun kegigihan Krystal yang memang lapar membuatnya kembali merebut makanan itu. Sulli menghindar, dan akhirnya terjadi kejar-kejaran.

Setelah beberapa kali berlarian mengelilingi meja makan dengan tidak warasnya untuk merebut makanan, Krystal berhenti. Ia lelah, dan mungkin bisa saja dia lapar lagi. Sulli langsung memasukkan makanan itu ke dalam kulkas kembali.

“Kalau kau tidak baik padaku, aku akan pergi lagi.” Ucap Krystal dengan nafas terengah-engah. Gadis itu mengancam Sulli.

“Memangnya kau mau pergi kemana?” Kata Sulli yang juga kelelahan, ia kini meminum air mineral dengan gelas yang di pegangnya.

“Aku… hmm… bisa kemana saja. Kau tak perlu tahu.” Ucap Krystal dengan nada ragu, karena memang tak ada tujuan lain selain pulang ke rumah Sulli.

“Kau kemana? Pergi begitu saja, sampai-sampai eomma kabur.” Ucap Sulli pelan.

“Aku diculik.” Ucap Krystal tak kalah pelannya. Sebenarnya ia ingin memberitahukan semuanya.

“Mwo?? Diculik oleh siapa? Kau tak terlihat depresi setelah diculik.” Ucap Sulli yang kaget sekaligus khawatir.

“Kau nanti akan tahu sendiri.” Ucap Krystal.

***

“Dia sangat cantik,” gumam seorang lelaki yang memandang seorang gadis yang sedang terdiam dari jauh. Baju Lelaki itu terlihat sedikit basah.

Kedatangan seorang perempuan membuat lelaki itu kaget. “Itu Krystal? Berarti gadis itu adalah adik tiri Krystal?”

“Sedang apa kau disini?”

Luhan terlonjak kaget dan berbalik. Lelaki bertubuh tinggi menatapnya dingin.

“Sejak kapan kau disini, kris?”

“Sudah kubilang padamu, Luhan. Jangan nampakkan wajahmu pada manusia. Kau lihat Sulli menjadi shock seperti itu, sampai-sampai hampir menyirammu.”

“Oh Jadi namanya Sulli? Kenapa kau tak pernah bilang ada anak manusia secantik itu?” Ucap lelaki yang disebut-sebut bernama Luhan itu dengan sumringah. Ia tak peduli dengan ucapan Kris yang melarangnya bertemu manusia.

“Apa kau menyukainya?” Tanya Kris.

“Bukan seperti itu, hehehe…”

“Kau pikir barusan dia Shock karena terpesona dengan wajahmu, lalu dia jatuh cinta padamu begitu?” Ucap Kris.

“Semua wanita pasti akan jatuh hati padaku,” ucap Luhan dengan wajah bangga yang dibuat-buat.

“Dia tu sebenarnya takut padamu!!” Ucap Kris sambil memukul kepala Luhan pelan.

“Aduuuh…” Luhan mengelus kepalanya.

“Issh… Kau ini berlebihan, cepat kembali sana. Ada anak baru,” Ucap Kris sambil mendorong-dorong badan Luhan bermaksud menyuruhnya pulang.

“Tak usah dorong-dorong, memang siapa anak baru itu?” Tanya Luhan.

“Jangan pura-pura lupa.”

“Ah iya, aku tahu.” Ucap Luhan terlonjak ingat dan menampakkan wajah cengar-cengirnya.

“Kenapa…”

Luhan melesat pergi begitu saja, padahal Kris belum menyelesaikan kalimatnya. Kris hanya terbengong-bengong, lalu ikut pergi menuju rumahnnya. Rumahnya alias markas vampire yang berada di tengah hutan ini.

Di markas vampire itu, seorang lelaki berwajah tidak terlalu pucat berdiri di tengah-tengah ruang tamu. Ia memang kini menjadi vampire, namun tak sepenuhnya menjadi vampire seperti 6 lelaki yang kini sedang memandangnya.

***

Sehun POV

Disinilah aku berdiri. Di tengah-tengah vampire ini. Di sebelahku BoA tersenyum dengan puas dan bangga karena telah membuat werewolf sepertiku berubah menjadi setengah vampire.

Kenapa aku tak kembali saja ke rumahku. Kata BoA aku tetap menjadi werewolf, tapi kenapa malah kesini. Bertemu vampire-vempire aneh ini.

Aku menatap seseorang yang telah membuatku kemari. Ia yang baru datang menatapku lekat, seakan antusias menerima kehadiranku. Ingin rasanya kupukul orang itu, maksudku vampire itu.

Mungkin semua vampire disini tidak begitu mempedulikan, bagaimana aku sebelumnya. Bukankah beberapa vampire tidak menyukai adanya serigala. Mereka mungkin menerima ku dengan tulus. Atau mungkin karena BoA yang barusan mengenalkanku pada mereka. Bisa jadi mereka takut.

“Annyeong Haseyo, Namaku Sehun.” Ucapku memperkenalkan diri.

“Kris, coba beritahu dimana kamarnya.” Ucap BoA pada Kris.

Kris mengangguk dan menatapku. Aku mengikuti Kris yang berjalan menuju lantai dua rumah ini. Rumah ini cukup besar dengan fasilitas yang ada. Tak beda jauh dengan markas werewolf. Namun disini lebih modern, seperti rumah manusia normal.

“Ini kamarmu, semua barang-barang mu sudah ada disini. Jika ada sesuatu atau perlu apapun bilang saja.” Ucap Kris dengan baiknya.

Kris meninggalkanku sendiri di kamar. Kututup pintu kamar ini. Sepertinya aku tidur sendiri di kamar ini. Aku rasa banyak kamar disini. Jadi mungkin tak masalah bagi mereka.

Kubaringkan badanku di ranjang kecil ini. Aku merasa lelah, tapi anehnya aku tak mengantuk. Rasa sakit digigit oleh penyihir itu, maksudku BoA juga tak terasa lagi.

Ku sentuh leherku dan ternyata bekasnya sudah hilang, benar-benar penyihir handal.

Tokk tokk tokk…

Seseorang mengetuk pintu kamarku. Aku bangun dan membuka pintu. Ternyata vampire ini.

“Kau tak mau ikut pergi berburu?” Tanya vampire yang wajahnya selalu terlihat sumringah ini.

“Tidak, terima kasih aku mau disini saja.” Ucapku menolak ajakannya.

“Apa kau marah?”

“Marah apa?

“Karena aku yang mengadu pada Kangta soal Krystal.” Ucapnya yang sangat berterus terang.

“Lupakanlah,” aku menutup pintu. Namun dia menahannya.

“Kau benar-benar tak ingin ikut?” Ucapnya lagi.

“Tidak, Luhan.” Ucapku Kesal dan segera mengusirnya.

Kututup pintu dan menguncinya.

“Sehun kami pergi!” Teriak seseorang dari luar, Kurasa itu Kris.

Aku tak peduli. Memangnya aku ingin makan apa. Apa makanan yang mereka makan? Darah hewan. isssh menjijikan.

Aku suka memakan sayuran saat masih menjadi werewolf. Tapi tunggu dulu.

Ini aneh, kenapa aku sama sekali tak ingin meminum darah seperti vampire lain. Apa karena aku masih setengah werewolf. BoA, kau membuatku bingung.

Ah rasanya ingin pergi ke taman bunga saja. Aku membuka pintu dan bergegas keluar. Tak peduli jika ada yang mengejekku, werewolf setengah vampire kenapa pergi ke taman bunga.

***

Sulli POV

Krystal sedang berbaring dengan enaknya di depan tivi. Ia terlihat nyaman dengan angin sepoi-sepoi menerpanya. Aku heran kenapa ia tak ingin memberitahukanku dia pergi kemana waktu itu.

“Krystaaaal…” Aku memanggilnya dengan lantang.

“Apa?” Jawab Krystal dengan nada malas sambil terus mengganti chanel televisi.

“Kita ke taman bunga yang ada di tengah hutan yuk,” ajakku padanya yang terlihat tak peduli.

“Pergi saja sendiri.”

“Mwo? Biasanya kau mau bila kuajak pergi kesana. tempat sepi dan nyaman,” ucapku.

“Aku tak mau lagi kesana,” ucap Krystal sambil terus menatap layar televisi.

“Ya sudah, aku pergi sendiri.” Ucapku dengan kesal dan berbalik menuju pintu.

“Sull,” panggil Krystal. Aku menoleh.

“Hati-hati ada binatang buas hihi,” Ucap Krystal sambil terkekeh pelan.

“Isssh…” Aku mendesis kesal padanya, kukira dia memanggilku karena ingin ikut.

Aku keluar dari rumah dan berjalan menuju sebuah jalan yang terlihat buntu. Ya tepatnya jalan menuju hutan. Hutan ini sudah beberapa kali ku kunjungi dengan Krystal. Baru pertama kali ini aku sendirian, sebenarnya takut. Tapi, aku merasa bosan di rumah saja sejak kemarin-kemarin. Lagipula pasti hari ini banyak buga yang sudah mekar.

Tak berapa lama aku berjalan pintu taman sudah terlihat. Pintu taman yang menyambutku ini, terlihat seperti gapura. Aku mempercepat langkahku dan masuk ke dalam taman.

“Woaaah indahnyaaa…” Ucapku terkagum-kagum dengan bunga matahari yang terlihat tumbuh disini.

Aku berlari pada sebuah bangku panjang dan duduk dengan nyamannya di bangku ini. rasanya seperti di surga melihat pemandangan indah seperti ini.

***

Author POV

Sulli yang dengan nyamannya duduk bersandar pada bangku taman panjang itu. Sambil bersantai sulli bersenandung kecil. Sementara Sehun mengendap-endap mendengar suara Sulli yang terdengar merdu di telinganya.

“Siapa gadis itu?” gumam Sehun pelan pada dirinya sendiri. Yang ia lihat hanyalah punggung sulli dari belakang.

Sulli berjalan menuju tengah tengah sekumpulan bunga. Gadis manis itu membaringkan badannya di rumput. Sulli memejamkan matanya, ia terlihat sangat menikmati moment ini.

Tanpa ia sadari Sehun dengan beraninya mendekati Sulli yang memejamkan mata. Sehun bahkan memandangnya dari jarak yang sangat dekat.

“Cantik sekali,” gumamnya secara tak sadar. Sontak Sulli membuka matanya.

“Waaaaa…” Sulli berteriak kaget, membuat Sehun ikut terlonjak dan sedikit menjauh.

“Si… siapa kau?” Ucap Sulli takut dan kaget setengah mati, ia duduk menatap Sehun.

“A… Aku hanya ingin mengunjungi taman ini, lalu tiba-tiba melihatmu.” Ucap Sehun dengan perasaan campur aduk.

“Kenapa kau mendekatiku seperti itu?” Ucap Sulli terindikasi tatapan Sehun yang polos dan sedikit gugup, sehingga pertanyaan yang tak ingin ia ucapkan keluar begitu saja.

“Aku… aku… e aku,” Sehun bingung menjawabnya.

“Sudahlah lupakan,” ucap Sulli yang memang juga bingung dengan kejadian ini. Ia memandang Sehun bingung.

Hening sementara, karena Sehun hanya duduk diam dan tak beranjak pergi. Mereka berdua duduk dalam diam. Sulli menunduk tak berani menatap Sehun, yang notabene adalah orang asing baginya.

“Siapa namamu?” Tanya Sehun.

“Namaku Choi Sulli,” Sulli kini akhirnya memandang Sehun.

Mereka berdua saling bertatapan.

1

2

3

‘deg deg deg’

***

Sehun POV

Aku membelai rambutnya lembut, dia hanya diam menunduk. Mungkin, ia terlihat pasrah. Kita hanya duduk berhadapan.

Matanya kini memandangku lembut, tak seperti sebelumnya yang berteriak kaget. Kini ia membiarkanku memandangnya lebih dekat. Aku menyentuh wajahnya yang lembut, bibirnya merekah merah. Dia benar-benar manusia. Manusia yang sanagat cantik yang pernah kulihat.

Apakah aku jatuh cinta?

“Siapa namamu?” tanyaku lagi.

“Choi Sulli,” ucapnya pelan. “Lalu, siapa namamu?”

Tak kujawab pertanyaannya. Suaranya terdengar merdu di telingaku. Ia memandangku lembut, tak kusia-siakan hal ini. Kudekatkan wajahku perlahan padanya. Aku ingin mengecupnya sekali saja.

Namun, tiba-tiba terdengar…

“Awuuuuuuuu…”

Sial, mengacaukan saja!! Suara serigala terdengar dari jauh, mungkin itu Baekhyun yang suka berteriak-teriak tidak jelas. *lol*

Ini sudah beranjak sore. Bersama dengan gadis ini membuatku merasa bahwa waktu berhenti berputar. Tak terasa waktu cepat sekali berlalu.

“Ini sudah sore, lebih baik aku pulang.” Ucapnya ragu. Sepertinya ia takut dengan binatang buas, ia terlihat gugup setelah mendengar suara serigala.

Ia bangun dari duduknya. Ia tersenyum dan berbalik menuju pintu taman ini, namun aku menarik tangannya.

“Tunggu dulu,” Ucapku menahannya.

Aku menariknya dan merangkul pinggangnya. Ia tak melawan sama sekali.

“Dimana rumahmu?” Tanyaku padanya.

“Rumahku dekat di pinggir hutan ini,” Ucapnya polos menatapku.

“Kuantar?” Tawarku.

“Tidak usah, rumahku dekat.” Ucapnya menolak dengan pelan.

“Bisakah kita bertemu lagi besok?” Tanyaku lagi.

“E…” gadis ini terlihat bingung. Aissh, apakah ia biasa mengigit bibirnya sendiri ketika bingung.

“Hmm, baiklah.” Ia mengangguk pelan.

Aku tersenyum senang. Aku tak sadar kalau aku masih merangkulnya seperti ini. Sulli, aku tak ingin pisah darimu.

“Bisakah… Kau melepaskannya…” Ucapnya ragu.

“Ah… Ne maaf,” ucaku agak malu.

Ia berbalik dan pergi.

“Sulli…” Panggilku sebelum ia pergi terlalu jauh.

Ia berbalik, dan aku melambaikan tangannya. Ia membalas lambaian tanganku dan tersenyum lebar.

***

Author POV

“Sehuuuun, aku bawa makanan.” Luhan berlari menuju lantai 2 setelah menaruh sesuatu di dapur.

“Kata Kris kau vege…” Tak ada Sehun di kamarnya.

“Kemana perginya vampire vegetarian itu?” gumam Luhan sambil mencari ke seluruh penjuru rumah besar itu.

Luhan berlari melesat menuju suatu tempat. Sedetik kemudian ia sudah melihat Sehun yang berdiri tersenyum-senyum sendiri.

Luhan menghampirinya. Dan ia ikut mengikuti arah pandangan Sehun. “Kau melihat siapa?”

Sehun terlonjak kaget dengan kedatangan Luhan. “OMO…”

Luhan tertawa terbahak-bahak, bahkan ia nyaris jatuh dari tempatnya berdiri mendengar Sehun mengatakan ‘omo’ karena kaget. Sehun menatap Luhan sinis. Lelaki itu tambah tertawa melihat tampang Sehun yang menatapnya sinis.

“Kau sebenarnya serigala atau bukan, huh?” Ucap Luhan sambil mengatur nafasnya yang masih tak kuat untuk berbicara karena masih geli dan ingin tertawa.

“Cih…” Sehun berdesis dan berbalik. ‘Untung sudah tidak ada,’ pikir Sehun.

“Siapa? Kau bertemu siapa barusan?” Ucap Luhan seakan tahu pikiran Sehun.

“Bukan siapa-siapa,” ucap Sehun menjawab dengan acuh tak acuh.

“Apa itu Krystal?” Tanya Luhan yang sepertinya masih penasaran.

“Tak perlu tahu,” Ujar Sehun yang langsung melesat meninggalkan Luhan dengan penuh tanda tanya besar si pikirannya.

“Siapa sebenarnya?” gumam Luhan bingung.

***

Sehun masuk ke dalam kamarnya. Dan mulai berpikir.

Sehun bergumam sendiri. “Krystal, kenapa aku tak ingat padanya. Jangan-jangan Sulli itu…”

“Sehun!” Panggil seseorang dari luar.

Sehun menoleh ke arah pintu dan membuka pintu, melihat siapa yang memanggil.

“Hei vampire berbulu serigala. Luhan sudah membawa makanan untukmu, apa kau tidak lapar?” Ucap Xiumin.

“Nanti kumakan,” Ucap Sehun tak perduli dan menutup pintu.

“Tunggu,” Xiumin menahan pintu kamar Sehun.

“Sepertinya ada yang aneh denganmu,” ucap Xiumin curiga.

“Sehun!! Mana anak itu?? Mana Sehun huh??!!” seseorang berteriak-teriak dari luar rumah.

“Sehuuuun….” Teriaknya lagi.

Ah tidak sepertinya lelaki itu menerobos kedalam rumah dan sudah berada di dalam ruang tamu sekarang. Seorang lelaki tinggi berkulit setengah gelap membuat keributan.

“Kau siapa? Serigala tak boleh masuk kesini!!” Ucap Tao yang menghadangnya.

Lelaki itu melihat Sehun yang baru keluar dari kamarnya bersama Xiumin yang kini menghampiri Tao. Lelaki itu kini tersenyum pada Sehun.

“Sudah kubilang Serigala tidak boleh masuk kesini!!” Ucap Tao yang bersikeras menghadang Kai.

“Kalau serigala tidak masuk kesini, kenapa Sehun yang sejatinya masih setengah serigala boleh masuk kesini.” Jawabnya mengelak ucapan Tao.

“Kai, sudah tak usah buat keributan lagi.” Ucap Sehun yang kesal pada lelaki yang dipanggilnya Kai itu.

“Aku hanya ingin bertemu denganmu,” Ucap Kai sambil merengut. *sokimut*

Kris datang dengan Lihan di belakangnya. Ia menatap Kai tajam. Tao mundur melihat leadernya itu.

“Kau ingin bertemu dengannya?” Ucap Kris seakan menginterogasi Kai.

Kai hanya mengangguk pelan, menatap Kris dengan pandangan aneh namun tajam.

“Aku akan mengijinkanmu, tapi aku ingin menanyakan sesuatu pada Sehun.” Ucap Kris yang kini menoleh menatap Sehun yang masih berdiri di tangga.

“Apa?” Tanya Sehun yang kemudian turun dan berdiri diantara Kris dan Kai.

“Tadi kau menemui siapa di taman itu?” Ucap Kris menginterogasinya.

Sehun kaget, namun tak menunjukkan ekspresi sebenarnya pada Kris. Sehun menatap Luhan dengan tajam. Vampire yang berwajah baby face itu tersenyum sinis pada Sehun.

‘Dasar licik,’ pikir Sehun pada Luhan. Luhan kini terkekeh pelan, karena senang melihat ekspresi Sehun yang suram itu.

“Cepat katakan! Karena kau lah satu-satunya serigala setengah vampire yang tak bisa dibaca pikirannya.” Ucap Kris mendesak Sehun.

“Heh bocah, Siapa yang kau temui?” Ucap Kai berbisik, dengan wajah yang penasaran.

“Diamlah,” ucap Sehun pada Kai dengan tatapan membunuh.

“Hey, Apa itu Krystal?” Tanya Chen yang sejak tadi diam, sepertinya dia mulai berpikir dengan logika. Ya logika nya memang Sehun di hukum karena bertemu Krystal.

“Apa memang itu Krystal?” Tanya Kai lagi sambil menyikut Sehun.

“Bisakah kau diam?” Ucap Sehun yang sepertinya mulai kesal dengan Kai, teman serigalanya sendiri.

“Yyyaaak!! Cepat jawab!” Ucap Kai yang sepertinya tidak sabaran, kemudian menepuk-nepuk pundak Sehun dengan cukup keras.

“Aissh… kenapa kau yang ribut sih?” Ucap Sehun gusar dan sedikit mendorong Kai untuk menjauh.

“Heei serigala, tak bisakah kalian berdua tenang?” Ucap Tao.

“Apakah itu Krystal?” Tanya Kris sekali lagi pada Sehun.

Sehun terlihat ragu sejenak, ia Menjawab “Ya, itu Krystal.

***

Sulli POV

“Kau kemana saja, sampai pulang sesore ini?” Tanya Krystal padaku saat aku sudah sampai di rumah.

“Aku bertemu dengan lelaki yang sangat tampan.” Ucapku sambil masih menerawang wajahnya.

“Di taman?” Tanya Krystal dengan nada yang terdengar kaget. Ada apa dengan Krystal?

Aku mengangguk.

“Klee, dia seperti pangeran.” Ucapku dengan antusias.

“Klee…” Aku memegang kedua lengannya dan menggoncang-goncang badannya.

“Apa?” Krystal menjawab dengan kesal.

“Apakah dia pangeran yang akan memakaikanku sepatu kaca dan berdansa denganku di istana yang indah?”

“Aissh…”

To be Continue

note:

gatau kenapa saya kasih judul into your world? saya sendiri juga bingung hehehe

makasih yang udah banyak nunggu. makasih banget, mudah-nudahan gak bikin bingung chapter satu nya ini ya. Semoga chapter selanjutnya tetap ditunggu ya 🙂 makasih readers semuaaa 😀

Advertisements

70 responses to “Cinderella, Wolf, and Vampire 01: Into Your World

  1. Keren thor, keren . . #meskiharusnyaritempatsepidulu
    Keke. . Dan itu, Luhan si tukang ngaduu . . Sehun nya juga lucu. . And, baby Ssul, bersiap2lah dikelilingi namja2 tampan nan eror. .
    #eh

  2. Agak aneh sebenernya serigala digigit vampire berubah jadi vampire. Soalnya menurut bbrp buku,patternnya itu kalo serigala digigit vampire ya mati. Tapi ya karena ini imajinasimu ya terserah hehehe. Memang agak beda sih dari biasanya. Termasuk krystal si vampire yg masih makan makanan manusia. Bener2 unik. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s