Me,You and The Wedding

me-you-and-the-wedding-choi-soo-joon-storyline

ME,YOU AND THE WEDDING

Super Junior Kyuhyun | Kim Yoo Hyeon (OC/You) | TVXQ Changmin

Author : @MinhoNoona (Choi Soo Joon)

Length : One Shoot (7800 Words)

Genre : Romance,Angst,Marriage Life.

Rate : PG 15-NC 17

Summary :

Apa yang kau inginkan dariku,Cho Kyuhyun? -Yoo Hyeon-

Cerita ini sudah diposting sebelumnya di : http://myshineestory.wordpress.com/

Poster : http://cafeposterart.wordpress.com/

Annyeong,sepertinya author lagi ketagihan bikin FF dengan cast Kyuhyun !!! Haha,dan FF yang satu ini udah pernah dipublish di wordpress pribadi dengan format series fic,tapi disini bakal dijadiin one shoot aja deh. Hehe,anak kecil dilarang baca karena cukup banyak adegan kekerasan disini. Comment readers sangat berharga,gomawo !!! SILENT READERS AND PLAGIATOR GO AWAY.

YOO HYEON

“Selamat atas pembukaan usaha barumu,Tuan Cho,”Hankyung,salah satu relasi bisnisnya menyalaminya.

Kyuhyun membalas uluran tangan Hankyung dan tersenyum manis. Hari ini usaha Cho Coorporation semakin bertambah,setelah kemarin bergerak di bidang arsitektur,perhotelan dan pariwisata,hari ini Kyuhyun membuka usaha baru di bidang advertising.

“Jadi ini istrimu? Ah,dia cantik sekali,kau pasti bahagia memilikinya,”tanggap Hankyung.

Aku tersenyum. Ya,aku Kim Yoo Hyeon sudah setahun lebih menjadi Nyonya Cho. Semua orang selalu berkata seperti itu,bahwa aku adalah wanita paling beruntung karena bisa memilikinya. Kyuhyun berbisik pelan padaku.

“Sebaiknya kau berakting lebih baik sayang,”

Aku menelan ludah dan lalu mengangguk. Acara berlanjut hingga larut malam,saat jam menunjukkan pukul 22.30 barulah kami berdua pulang.

“Harus berapa kali kubilang,jangan tunjukkan semua bebanmu dihadapan relasiku,”Kyuhyun fokus pada jalanan dihadapannya.

“Aku sudah berusaha sebaik mungkin,memang kau saja yang tak pernah menghargaiku,”sahutku sinis.

Ckiiiitt !!! Kyuhyun mengerem mobilnya. Ia menoleh menatapku.

“Matamu. Matamu tadi berbicara kalau kita ini bersandiwara,”

“Memang itu kenyataannya bukan?”

Sebuah tamparan mendarat mulus di pipiku.

“Jaga bicaramu !!! Kau mau hidupmu hancur karena semua tahu kita tidak baik-baik saja?”

“Terserah kau,”sahutku dingin.

Kyuhyun menggeram dan tak lama ia kembali menginjak pedal gas mobilnya.

***

Aku tak bisa tidur. Saat aku berbalik,aku mendapati sosok Kyuhyun yang sudah terlelap. Wajahnya yang tampan terlihat seperti malaikat ketika tertidur begini,tapi lihat saja ketika ia membuka matanya nanti. Aish,dia begitu menyebalkan. Awalnya kehidupan pernikahanku dan Kyuhyun berjalan baik-baik saja,dia terlihat begitu mencintai dan menyayangiku. Hingga akhirnya setengah tahun pernikahan berlalu semuanya terungkap,malam itu Kyuhyun mengakui segalanya.

#Flashback

“Kau sudah pulang chagi?” aku beringsut mendekati Kyuhyun.

Priaku itu tampak lelah,kini jas dan kemejanya sudah kusut. Aku membuka dasinya perlahan dan melepaskannya. 

“Aku sudah menyiapkan makan malam untukmu,”aku tersenyum.

Air muka Kyuhyun tampak begitu dingin,ia menatapku lurus dan tajam.

“Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku heran. 

“Aku ingin bicara denganmu,”Kyuhyun menarikku ke ruang keluarga,kini kami berdua sudah duduk di sofa.

“Ige mwoya?” Aku hendak menyentuh wajahnya namun ia mengenyahkannya dengan kasar.

“Sebaiknya kau jangan menyentuhku lagi,”

“Mworago? Apa maksudmu?” aku terpekik.

“Semua yang kau lihat selama ini hanya sandiwara,aku tidak pernah benar-benar mencintaimu,” 

Aku menelan ludah.

“Kau jangan bercanda,chagi,”

“Aku sama sekali tidak bercanda !!! Aku serius !!! Aku tak pernah mencintaimu,aku tak benar-benar jatuh hati padamu bahkan untuk tertarik padamu pun aku sama sekali tidak merasakannya. Aku melakukan pernikahan ini karena perintah appa dan eommaku,aku mengikat janji denganmu karena aku hanya ingin membantu keadaan keluargamu,aku tidak mau mengecewakan eomma yang sudah begitu menginginkanmu menjadi menantunya. Jadi maaf,aku sudah tidak sanggup untuk ‘mencintaimu’ lagi,”jelasnya. 

Tenggorokanku rasanya tercekat,semua oksigen disekitarku perlahan menjauh dan membuatku kesulitan bernafas. Mendengar semua penjelasan Kyuhyun bagaikan petir di siang bolong untukku,jadi selama ini hanya aku yang mencintainya? Lalu ia anggap apa pernikahan ini? sebuah keterpaksaan?

“Jadi jangan salahkan aku,kalau setelah hari ini aku tidak akan seperti dulu lagi padamu,”Kyuhyun beranjak meninggalkanku.

Sejak saat itulah hubunganku dan Kyuhyun memburuk,hampir setiap hari kami berdua bertengkar karena aku yang masih memperhatikannya dan Kyuhyun yang tak mau kuperhatikan. Aku sempat mengutarakan keinginan untuk bercerai tapi lagi-lagi,kondisi keluargaku yang kini dibantu oleh keluarga Cho membuat keinginanku tertunda. Aku harus hidup seatap dengan pria bernama Cho Kyuhyun.

#flashbackend

Esok Paginya…

“Aku akan pergi ke Busan selama dua hari. Ada pekerjaan penting disana,”aku mengolesi roti dengan selai.

“Jangan pergi,besok kau harus menemaniku untuk hadir di pesta pernikahan temanku,”sahut Kyuhyun lalu menenggak air putih.

“Kau bisa pergi sendiri atau dengan temanmu yang lain,”sahutku.

Brak !!! Kyuhyun menggebrak meja.

“Sudah kubilang tidak,tetap tidak !!! Kau dengar???”

“Ini pekerjaanku,Kyuhyun-ah !!! Aku sudah janji dengan klien sejak jauh-jauh hari !!!”

“Batalkan saja,”

“Kau ini kenapa??? Ini urusan pekerjaan dan aku harus merelakannya hanya karena aku harus menemanimu? Begitu???”

“Aku ini suamimu,Yoo Hyeon-ah !!! Kau harus lebih membela kepentinganku,”

Aku tersenyum sinis.

“Suami??? Pria macam apa kau??? Pernikahan ini hanya sandiwara bukan? Jadi jangan coba untuk mengaturku,Cho Kyuhyun !!!”

Tak disangka Kyuhyun menarikku dari posisi duduk dan mendorongku hingga ke pojokan dinding,kini posisiku terkunci. Aku tak bisa lari kemana-mana.

“Jangan pernah coba untuk membantahku !!! Hidupmu ada di tanganku,Yoo Hyeon-ah,”

“Katamu kau tidak pernah mencintaiku,kenapa kau masih mempertahankanku,huh?” tanyaku sarkatis.

Kyuhyun mencium bibirku. Tak ada kehangatan dan kelembutan disana,yang kurasakan hanyalah amarah dan egonya yang menggebu-gebu. Kyuhyun sedikit mengigit bibir bawahku,sehingga aku membukanya. Kini lidahnya masuk dan memaksaku untuk bertukar saliva dengannya. Aku mulai kehabisan nafas dan mendorongnya.

“Kau benar-benar egois,Cho Kyuhyun !!!” aku mati-matian menahan tangis.

Apa yang sebenarnya dia inginkan sekarang??? Batinku. Aku menyeka air mataku yang mulai mengalir.

CHO KYUHYUN

Dia sepertinya menahan tangis. Langkahnya begitu terburu-buru meninggalkanku dan menuju kamar. Aku sendiri tak tahu,kenapa aku bisa seperti ini. Aku mengaku bahwa aku tak mencintainya tapi aku tak mau kalau ia sampai lepas dari kehidupanku,aku selalu memakai alasan bahwa hanya aku dan keluargaku yang bisa menyelamatkan kehidupannya. Kurasa dengan alasan itulah aku bisa membuatnya tak berkutik.

Aku mengetuk pintu kamar perlahan dan membukanya,benar saja. Dia sedang menangis. Ia menelungkupkan badannya diatas tempat tidur,tak peduli bahwa ia kini sudah menggunakan seragam kantornya.

“Aku pergi. Turuti apa kataku tadi,”Aku mengacak rambut panjangnya.

Dan saat aku menutup pintu itu,tangis itu masih jelas terdengar.

Lunch Time…

“Perlakukan dia dengan baik,kau tidak seharusnya seperti itu,”ujar Changmin,sahabatku saat mendengar semua ceritaku dan Yoo Hyeon.

“Kau tak tahu,permainan ini begitu menyenangkan,”aku tertawa kecil.

“Ini sama sekali tidak lucu,Kyuhyun-ah. Dia bukan bonekamu,dia adalah seorang perempuan yang seharusnya kau sayangi dan kau jaga dengan baik,”sahutnya.

“Kau ini kenapa? Kenapa kau begitu membelanya?”

“Percayalah,suatu saat kau akan menyesal jika dia benar-benar pergi dari kehidupanmu,”

Aku terdiam. Sepertinya Tuhan salah mentakdirkanku dan Yoo Hyeon.

 

YOO HYEON

Berhasil. Dia berhasil melarangku untuk pergi ke Busan,jadilah malam ini aku menemaninya untuk pergi ke acara pesta pernikahan temannya,Choi Minho. Dan lagi-lagi malam ini aku harus bersandiwara.

“Tunjukkan senyum terbaikmu,”bisiknya pelan sebelum memasuki gedung.

Aku menarik kedua ujung bibirku semaksimal mungkin dan kini seulas senyum berbayang di wajahku,tanganku digenggam Kyuhyun dengan hangat. Aku tahu genggaman tangan ini akan berubah menjadi cengkraman yang menyakitkan kala aku tak mendengarkannya.

Kami berdua berjalan menuju pelaminan,disana ada sepasang pengantin yang tampak bahagia. Choi Minho & Seo Joo Hyun. Keduanya tampak berdampingan dengan serasi sambil tak berhenti mengulas senyum. Ah,aku juga pernah mengalaminya.

Chukae,Minho-ya,”Kyuhyun memeluk Minho dengan hangat.

Jeongmal gomawo,Hyung. Oh ya,kapan kau akan memiliki anak? Aku tak sabar untuk melihat Cho Junior,”tanggap Minho sambil tertawa.

Kyuhyun menepuk pundak Minho sambil balas tertawa,aku mendengar tawanya begitu sumbang. Memiliki anak? Bahkan untuk menyentuhku dengan baik pun Kyuhyun tak pernah melakukannya dan jujur saja kini aku benar-benar takut berada disisinya. Kami berdua turun dari pelaminan,Kyuhyun bertemu teman-temannya yang lain. Lagi-lagi aku dijadikannya boneka dan sekedar pajangan saja,aku bosan dan beranjak pamit untuk mengambil minuman. Saat aku hendak mengambil segelas wine,sepasang tangan mendahuluiku untuk meraihnya dari meja.

“Ini untukmu,Yoo Hyeon-ssi,”ternyata tangan itu milik Shim Changmin,yang kuketahui sebagai sahabat dan rekan kerja Kyuhyun.

Kamsahamnida,”aku tersenyum kecil.

“Kyuhyun mana?” tanya Changmin.

Aku menunjuk Kyuhyun yang masih sibuk mengobrol dengan teman-temannya.

“Aku tahu kau pasti bosan,Yoo Hyeon-ssi. Jika kau tidak keberatan aku akan mengajakmu ke suatu tempat,”

“Eh?” aku kebingungan.

“Tapi kalau kau tak mau,aku tidak akan memaksamu,”ralatnya.

Aku berpikir sesaat,melirik Kyuhyun yang sama sekali tak mencariku dan akhirnya aku mengangguk. Changmin menarikku keluar dari gedung,hampir setengah jam berlalu akhirnya kami sampai di sebuah tempat. Ternyata Sungai Han.

“Keluarlah,”Changmin membukakan pintu mobilnya.

Aku keluar dan angin malam langsung menerpaku.

“Maaf,aku lupa kalau kau hanya memakai gaun,”Changmin membuka jas hitamnya dan memakaikan padaku.

Aku tersenyum. Pria ini benar-benar baik.

“Kenapa kau mengajakku kemari,Changmin-ssi?”

“Kyuhyun sudah menceritakan semuanya padaku,”

Suasana hening.

“Aku memang sahabatnya bahkan sejak kami masih kecil,tapi aku sungguh membenci perlakuannya padamu. Tidak seharusnya kau diperlakukan seperti itu Yoo Hyeon-ssi,”

Aku menghembuskan nafas panjang.

“Aku yang salah. Aku yang tidak tahu diri masuk kedalam kehidupan Kyuhyun,aku berada disampingnya dan ia menerimaku karena sebuah keterpaksaan,”

“Apapun alasannya,dia sama sekali tidak berhak membuatmu seperti ini. Yang bisa dia lakukan hanya dua pilihan,belajar mencintaimu atau melepaskanmu agar dapat bahagia dengan oranglain selain dirinya,”

Air mataku mulai menggenang. Aku mati-matian menahan tangis.

“Aku pernah meminta untuk berpisah,tapi apa yang dia lakukan? Dia malah semakin menyakitiku,apa yang harus kulakukan Changmin-ssi?”

Changmin menarikku ke dalam dekapannya,tangannya bergerak menyentuh halus rambut panjangku.

“Kau boleh menangis sepuasnya malam ini,tapi berjanjilah bahwa mulai besok kau akan selalu tersenyum jika bertemu denganku,”

Air mataku mengalir semakin deras,Tuhan kenapa kau tidak memberikan pria dihadapanku ini untukku? Kenapa harus Kyuhyun?

CHO KYUHYUN

Kemana dia? Aku sudah mencarinya kemana-mana tapi dia tak kunjung kutemukan,aku hubungi ponselnya dia sama sekali tidak mengangkatnya bahkan di detik berikutnya ponselnya sudah dalam keadaan tidak aktif. Aku melirik jam yang tergantung di dinding,22.00.

TING TONG !!! Bel rumahku berbunyi nyaring,dengan langkah seribu aku langsung membukanya. Aku terpaku. Yoo Hyeon. Ia tertidur dalam gendongan Changmin.

“Kenapa kau bisa bersamanya?” tanyaku.

“Dia kelelahan,dia butuh istirahat,”sahut Changmin singkat.

Ia memaksaku untuk memberinya jalan,aku mengikutinya. Dengan perlahan Changmin menidurkan Yoo Hyeon,perempuan itu sempat mengerang sejenak dan lalu akhirnya kembali tidur.

“Apa yang kau lakukan padanya?” tanyaku lagi.

“Tenang saja,aku sama sekali tidak menyentuhnya. Aku pamit,”Changmin bergegas meninggalkan rumah.

Aku menutup pintu dan bergegas menuju kamar. Yoo Hyeon,dia memang sepertinya tidak kurang suatu apapun. Hanya saja matanya terlihat sembap. Apa mungkin dia menangis karena sahabatku itu? Atau mungkin lagi-lagi karena…aku???

Dua Hari Kemudian,Weekend…

Aku sibuk memindahkan dari satu channel ke channel yang lain,tidak ada yang menarik. Saat aku hendak beranjak menuju pantry,aku mendapati Yoo Hyeon yang sudah rapi.

“Kau mau kemana?” tanyaku.

“Aku ingin keluar sebentar,”sahutnya lalu menenggak air putih.

“Bersama siapa?”

“Dengan Changmin,”

Air mukaku sedikit berubah,apa maksudnya? Sebenarnya ada apa diantara mereka? Saat aku hendak berbicara lagi,Yoo Hyeon menyelanya.

“Jangan larang aku lagi,Tuan Cho. Aku hanya keluar untuk sebentar saja,tidak lama,”setelah itu Yoo Hyeon beranjak pamit.

SHIM CHANGMIN

Yoo Hyeon. Dia tampak cantik dengan setelan t-shirt,cardigan dan celana jeansnya. Penampilannya membuat ia terlihat lebih fresh dari hari-hari biasanya.

“Maaf aku sedikit terlambat,”ujarnya sambil tersenyum.

“Kau tidak berbohong pada Kyuhyun kan?” tanyaku.

Dia menggeleng,hari ini aku mengajaknya untuk bermain di Lotte World. Aku tahu benar,bahwa moment seperti ini jarang ia dapatkan bersama Kyuhyun.

“Kenapa kau begitu baik padaku?” tanya Yoo Hyeon.

Wae? Apa kau keberatan?”

Yoo Hyeon menggeleng.

“Tentu saja tidak. Ya sudah,lupakan saja pokoknya hari ini kita harus bersenang-senang,”

Aku mengajaknya bermain ice skating,berkali-kali ia jatuh namun tidak menyerah hingga akhirnya ia bisa meluncur sesaat. Setelah itu kami berdua bermain di game center,Yoo Hyeon pun tampak menikmatinya. Derai tawa terus keluar dari bibirnya sepanjang hari itu.

“Sepertinya teddy bear ini bisa menemanimu untuk tidur,”aku menyerahkan sebuah boneka teddy bear berukuran sedang berwarna cokelat padanya.

“Ah,kyeopta. Jeongmal gomawo,Changmin-ssi,”ia memeluk boneka itu erat.

“Aku senang akhirnya hari ini kau menepati janjimu,”

“Janji untuk selalu tersenyum ketika bertemu denganmu?”

Aku mengangguk.

“Tapi jika aku menangis lagi dihadapanmu bagaimana?”

“Aku akan membuatmu tersenyum lagi,”

Dan sekali lagi aku melihat jelas senyuman itu. Senyum yang selalu kuinginkan dan kurindukan dari sosoknya.

YOO HYEON

“Sepertinya hari ini kau senang sekali,apa saja yang kalian berdua lakukan?” pertanyaan sinis Kyuhyun langsung memberondongku ketika aku baru saja menjejakkan kaki di rumah.

“Tentu saja banyak hal dan setidaknya itu menyenangkan,”

“Kurasa kau harus menjaga jarak dengannya,”

“Kenapa? Apa kau keberatan? Atau kau mulai takut kalau suatu saat nanti aku mencintainya?”

Kyuhyun beringsut mendekatiku,tatapan matanya yang berkilat-kilat menatapku.

“Apalagi yang akan kau lakukan,Cho Kyuhyun?” tanyaku.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya,tangannya bergerak mengambil vas bunga dan PRANG !!! Ia memecahkannya. Ia mengambil salah satu pecahan vas bunga itu,aku berusaha keluar namun ia menarik lenganku dan mencengkramnya dengan kuat.

“Kalau kau berani untuk bermain-main lagi denganku,pecahan kaca ini akan melukai wajah cantikmu. Arra?”

Aku mengigit bibir,pecahan kaca itu terayun-ayun di depan mataku dan Kyuhyun membuangnya. Tuhan,harus berapa lama lagi aku hidup dengannya???

CHO KYUHYUN

“Sebenarnya apa maksud semua perhatianmu pada Yoo Hyeon,Changmin-ah?” tanyaku to the point.

Kami berdua baru saja menyelesaikan rapat dewan direksi,dua jam berlalu dan aku lelah. Ditambah lagi sepanjang rapat pertanyaan akan hubungan Yoo Hyeon dan Changmin begitu menguasai pikiranku.

“Aku tidak bermaksud apa-apa. Wajar kan,aku memperhatikannya? Bagaimanapun dia ada hubungan denganmu sebagai sahabatku jadi dia temanku juga,”jelasnya.

“Tapi kau tak perlu sampai mengajaknya berjalan-jalan bukan?” sahutku.

Changmin tersenyum kecil.

“Berilah dia sedikit kebahagiaan,jika kau mulai melakukannya percayalah dia akan senang,”

“Kau mencoba untuk mengaturku?” nada suaraku agak menaik.

“Coba kau pikirkan,sekarang kau tak lagi hidup dengan keluargamu. Hanya dia yang hidup bersamamu dan mencoba mengerti dirimu,apa kau pikir dia tidak lelah dengan semua perlakuanmu padanya? Apa jadinya kalau dia pergi dari kehidupanmu? Siapa lagi yang akan mengerti dan menerimamu apa adanya?”

Aku menelan ludah. Sial,kata-kata Changmin begitu menyudutkanku. Aku meninggalkannya tanpa kata.

YOO HYEON

Neo eodisseo,Yoo Hyeon-ah?” suara Kyuhyun terdengar jelas di telingaku.

“Tentu saja aku di kantor,wae?” aku sengaja mengaktifkan loudspeaker sementara tanganku masih sibuk mencari file.

“Jam makan siang nanti aku akan menjemputmu,”

“MWO??? Kau tak salah bicara?” pekikku.

“Aish,kau ini. Apa kau pikir aku sudah tuli?”

“Kau ini kenapa,Cho Kyuhyun?”

“Apa kau pikir ini sebuah keajaiban?”

“Kurasa begitu,”

Suasana hening sejenak.

“Kyuhyun-ah…,”

“Sudahlah. Nanti kujemput,bye,”

Aigoo…pria itu sedang kerasukan apa? Kenapa dia tiba-tiba mengajakku makan siang?

Lunch Time…

“Kau mau pesan apa?” tanya Kyuhyun,ia menurunkan buku menu yang sedari tadi menutupi wajahnya.

“Hhmmm…Niku Donburi—olahan nasi,telur,daging sapi,”

“Kau benar-benar lapar?” tanya Kyuhyun lagi.

“Aktivitasku masih banyak,aku butuh energi lebih,”sahutku.

Tak lama pesananku dan Kyuhyun datang,kami berdua hening dan larut dalam sajian makan siang.

“Menurutmu kebahagiaan itu seperti apa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.

Uhuk !!! aku yang tengah minum ocha–teh hijau jelas tersedak.

“Kenapa kau menanyakan itu?”

“Jawab saja,”sahut Kyuhyun tegas.

“Hhmm…menurutku kebahagiaan adalah ketika kau nyaman dengan seseorang dan sesuatu yang kau cintai,”

Suasana hening sejenak.

“Sepertinya aku bukan kebahagiaanmu,”

Aku menelan ludah.

“Kalau begitu biarkan aku bahagia dengan oranglain,Kyuhyun-ah,”

“Tapi kurasa kebahagiaanku adalah dirimu,”

Aku terdiam. Apa maksudnya???

Malam Harinya…

Sungguh aneh. Biasanya selalu ada saja hal yang membuatku dan Kyuhyun bertengkar,mulai dari hal kecil sampai hal besar. Tapi malam ini semuanya lenyap seketika,Kyuhyun dengan tenang duduk disampingku. Di pangkuannya kini ada laptop,namja itu tampak sibuk dengan pekerjaannya. Aku melirik jam dinding. 20.00. Tak biasanya Kyuhyun ada di rumah di jam sekarang,biasanya ia akan datang ketika aku sudah tidur dan memaksaku untuk membuatkan makanan untuknya.

“Kau tahu,kau berada di rumah saat malam belum larut adalah sebuah keanehan,”ujarku.

Kyuhyun berpaling dari layar laptopnya dan menatapku.

“Aku bosan dengan kondisi kantor,kurasa disini aku bisa mengerjakannya lebih maksimal,”

“Cho Kyuhyun…,”

“Hhmmm..,”

“Kau seperti sekarang itu hanya sementara atau…,”

Belum selesai dengan ucapanku,Kyuhyun sudah mengecup ringan bibirku. Aku tak tahu,kali ini perasaanku benar-benar campur aduk.

SHIM CHANGMIN

Dua Hari Kemudian…

“Bagaimana? Apa kau sudah mulai melihat perubahan darinya?”

“Ya,sudah terlihat. Tapi aku merasa aneh,”

“Aneh???”

“Aku takut dia kembali kasar padaku lagi,Changmin-ah,”

“Kau jangan takut,aku selalu siap untuk mendengarkan ceritamu,”

Yoo Hyeon tersenyum kecil. Aku senang Yoo Hyeon tidak tersakiti lagi,tapi disisi lain aku kecewa karena semakin kecil kesempatanku untuk berada disisinya.

YOO HYEON

Satu minggu berlalu,sikap Kyuhyun masih sama. Ia begitu baik dan manis padaku,tak ada lagi kata-kata kasar yang ia tujukan padaku bahkan untuk mencubitku saja tidak. Aku bertanya-tanya,apa yang sebenarnya mempengaruhi dia sedalam itu? Jujur saja,aku takut. Aku takut kalau semakin baik Kyuhyun sekarang padaku semakin mengerikan dia saat emosinya nanti kembali.

Aku melirik jam,Kyuhyun sudah berjanji untuk menjemputku tapi sudah satu jam berlalu ia tak kunjung datang juga. Saat kuhubungi ponselnya,ia tak mengangkatnya bahkan detik berikutnya ponselnya sudah tidak aktif. Aish,kemana dia sebenarnya???

Tak lama sebuah mobil berhenti dihadapanku,ini bukan mobilnya. Saat jendela mobil terbuka,kulihat jelas wajah Changmin yang tersembul disana.

“Ini sudah malam,Hyeon-ah. Kajja,kuantar kau pulang,”

Gwaenchana,aku bisa menunggu Kyuhyun sebentar lagi,Changmin-ah,”

“Semakin lama kau menunggu,maka malam akan semakin larut. Tidak baik untuk perempuan pulang sendirian,”Changmin membukakan pintu mobilnya.

Aku menghembuskan nafas panjang dan akhirnya masuk ke dalam mobil. Changmin menginjak pedal gas dalam-dalam,setelah itu mobilnya melesat cepat menembus hiruk pikuk kota Seoul.

“Kau sudah lama menunggu?” tanya Changmin sambil menatap lurus jalanan.

“Sudah satu jam,”sahutku.

“Aish,kemana dia sebenarnya? Padahal dia pulang lebih dulu daripada aku,”tanggapnya.

“Mungkin dia sedang ada urusan sehingga terlambat menjemputku,”ujarku.

Changmin tidak langsung mengajakku pulang,ia membawaku ke jajaran vendor makanan yang berada di tepi jalan kota.

“Kau pasti belum makan,ayo ikut aku,”Changmin menarikku keluar mobil.

Semuanya sungguh mengugah selera,aku memesan chajangmyeon & tteuboki. 

“Dia masih baik-baik saja kan sampai sekarang?” tanya Changmin.

Aku yang tengah asyik makan,berhenti sesaat dan menatapnya.

“Maksudmu?”

“Mmm…dia sama sekali tidak menyakitimu kan?”

Aku terdiam sejenak.

“Sejauh ini tidak,”sahutku.

“Syukurlah,aku senang mendengarnya,”

“Tapi aku takut,saat nanti ia ‘kembali’ reaksinya bisa lebih mengerikan dari sebelumnya,”

“Berdoalah semoga dia tidak ‘kembali’,Hyeon-ah,”

“Kuharap begitu,”

Setelah makanan habis,Changmin langsung mengantarku pulang. Sampai di rumah,aku mendapati mobil Kyuhyun sudah terparkir manis. Dia sudah pulang.

Jeongmal gomawo,Changmin-ah,”aku tersenyum kecil.

“Nde,cheonma,”Changmin balas tersenyum.

Aku melambaikan tangan ketika mobilnya mulai meninggalkanku. Aku masuk ke dalam rumah,keadaan ruang keluarga begitu gelap hanya terlihat TV yang masih menyala. Kyuhyun tertidur di sofa dan masih memakai setelan kantornya.

“Kyuhyun-ah,ireona,”aku menepuk pipinya halus.

“Kau pulang dengan siapa?” Kyuhyun bangun dari tidurnya.

“Dengan changmin,”jawabku jujur.

“Kenapa harus dengannya,huh?” nada suaranya mulai tidak enak didengar.

“Kebetulan tadi ia menawariku tumpangan,jadi aku menyetujuinya,”

Kyuhyun berpaling menatapku,sisa kantuknya lenyap dan berganti menjadi tatapan mata yang begitu tajam.

“Kau tahu kan,aku tidak suka jika kau dekat-dekat dengannya?”

Ne,Arra. Tapi kemana saja kau tadi? Aku hampir satu jam menunggumu !!! Aku menghubungimu tapi tak kau jawab,apa kau tega membiarkan aku pulang sendiri di malam selarut ini? Apa jadinya kalau sesuatu yang buruk terjadi padaku?” cecarku.

Kyuhyun terdiam,tapi aku mendengar jelas giginya yang bergemeletuk.

“Kau tahu,saat kau sudah pergi dengan Changmin,aku berada di belakangmu !!! Apa kau tidak bisa bersabar sedikit huh?”

“Bersabar??? Aku harus bersabar juga untuk hal sepele seperti ini,Kyuhyun-ah? Apa kau pikir kesabaranku tidak habis untuk menghadapimu???”

Plak !!! Sebuah tamparan mendarat mulus di pipiku.

“Aish,kau ini benar-benar !!!” aku memegang pipiku yang terasa panas.

CHO KYUHYUN

Plak !!! Aku menamparnya.

“Aish,kau ini benar-benar !!!” Yoo Hyeon memegang pipinya.

“Sudah kubilang jangan terlalu dekat dengannya !!!” bentakku.

Wae??? Kau sendiri bilang bahwa kau tidak mencintaiku,untuk apa kau melarangku,huh? kau sama sekali tidak berhak,Cho Kyuhyun,”ujarnya.

“Tentu saja aku berhak,aku suamimu !!!” tegasku.

“Kalau begitu perlakukan aku dengan semestinya !!! Kau harus mencintaiku kalau kau ingin kuturuti,ingat itu,”

“Memangnya kau pikir aku tidak memperlakukanmu dengan baik beberapa waktu belakangan ini?” emosiku semakin menarik.

“Kau memang baik belakangan ini tapi semuanya palsu !!! Kau tahu semakin baik kau padaku,aku semakin takut sikapmu akan semakin mengerikan !!!”

“Arrghhh….!!!” Aku membanting vas bunga yang ada di meja ruang keluarga.

Aku mengambil salah satu pecahan dan menggoreskanya di pipi Yoo Hyeon. Darah segar keluar dari wajahnya.

Appo…Appo,”jeritnya,air matanya mengalir perlahan.

“Ini yang kau sebut mengerikan?” bisikku pelan.

Entah apa yang merasukiku kini,sehingga aku melukainya sedikit lagi. Yoo Hyeon menjerit lebih keras,ia merosot dan terduduk.

YOO HYEON

Perih. Rasanya perih sekali ketika Kyuhyun menggoreskan pecahan kaca itu di pipiku,belum selesai rasa sakit itu,Kyuhyun sudah menimpalinya dengan satu goresan lagi.

“Aaaaaaa…!!!” aku menjerit lebih keras.

Kali ini lukanya lebih dalam,saking lemasnya aku sampai jatuh terduduk. Air mataku mengalir semakin deras. Tak kuduga,detik berikutnya Kyuhyun sudah berjongkok dihadapanku. Tatapan mata evilnya hilang dan berubah sendu. Ia menatapku agak lama dan air matanya mengalir satu persatu. Pria dihadapanku ini merengkuhku erat.

Jeongmal mianhae,”lirihnya.

“Kau ini kenapa,Kyuhyun-ah? Apa salahku padamu?” ujarku serak.

Kyuhyun tidak menjawab,ia mempererat dekapannya dan mencium puncak kepalaku lembut.

SIDE STORY : SECRET OF HEART

Setiap manusia memiliki rahasianya masing-masing. Apa kalian ingin tahu?

-Kyuhyun,Hyeon,Changmin-

YOO HYEON DIARY

Cho Kyuhyun. Aku kira,aku mengenal sosoknya dengan baik tapi ternyata tidak. Setahun pernikahanku dan Kyuhyun tidaklah berarti apa-apa,malah sekarang aku menerima kenyataan pahit bahwa sebenarnya Kyuhyun tidak pernah mencintaiku. Aish,apa itu cinta? Jangankan perasaan sedalam itu,untuk menyukaiku pun Kyuhyun tidak pernah merasakannya padaku. Ia menikah denganku karena terpaksa,keluargaku yang tengah kritis perlu ditolong dan Nyonya Cho menginginkanku untuk jadi menantunya. Aku mencoba memahami posisinya,bisa kubayangkan bila aku harus menikah dengan namja yang sama sekali tidak kusayangi. Itu sangat menyiksa bukan??? Namun satu yang tak kumengerti dari Kyuhyun adalah kenapa sejak pengakuan itu ia berubah kasar padaku? Yah,aku tak meminta ia semanis dulu tapi setidaknya tak bisakah ia memperlakukanku dengan baik? Aku benar-benar lelah. Di satu waktu Kyuhyun bisa begitu manis padaku tapi detik berikutnya ia seperti kehilangan kendali dan menyakitiku. Aku pernah mencoba untuk meminta perpisahan darinya,tapi yang kuterima adalah ancaman bahwa nasib keluargaku akan kembali hancur tanpa bantuan keluarganya. Ya Tuhan,apa yang harus kulakukan sekarang? Hal seperti apa yang bisa membuatku lepas dari kehidupannya? Kalau memang tidak bisa,hal seperti apa yang akan membuat ia mencintaiku?

KYUHYUN NOTE 

Kim Yoo Hyeon. Dia tidak sengaja masuk ke dalam kehidupanku,kondisi keluarganya yang sedang sulit membuat keluargaku ikut terlibat. Aku sama sekali tidak menyangka semuanya akan berujung pada pernikahanku dan Yoo Hyeon. Yah,dia memang gadis manis juga baik hati,tak ada yang kurang darinya tapi entahlah aku sama sekali tidak tertarik padanya. Namun karena desakan Eomma akhirnya aku menyetujuinya,saat hari pemberkatan hingga setahun pernikahanku dan Yoo Hyeon sekarang semuanya adalah palsu. Aku tidak pernah melakukannya dengan hati,menyesakkan? Tentu saja,mimpiku sejak lama adalah bisa menikah dengan yeoja yang kusayangi namun semuanya buyar sudah. Setengah tahun pernikahanku dan Yoo Hyeonaku benar-benar tidak kuat lagi dan akhirnya mengutarakan segalanya pada Yoo Hyeon,ia shock dan kecewa padaku. Hubungan kami mendingin sejak saat itu,namun Yoo Hyeon masih berusaha menunjukkan perhatiannya dan mengharapkan aku bisa luluh,tapi aku sama sekali tidak tersentuh. Sejak itulah aku berubah menjadi sosok yang kasar untuknya,aku sama sekali tidak berniat tapi entahlah emosiku selalu meluap setiap dia melakukan kesalahan sekecil apapun. Aku mengakui bahwa aku tidak mencintainya tapi aku sama sekali tidak ingin dia pergi dari kehidupanku,apa itu sebuah keegoisan??? Sebenarnya aku memiliki kenangan buruk,terlebih disaat aku masih kecil. Appa,setiap hari kulihat dia menyiksa Eomma,semua terjadi berulang-ulang dan mengendap di otakku. Menjadi sebuah memori yang sulit untuk kuhapuskan,Eomma memang melawan tapi sungguh itu tidak berarti dan hingga kini Appa masih bersamanya. Sebesar itukah cinta Eomma pada Appa? Padahal yang kutahu mereka berdua dijodohkan dan Appa tak terlalu mencintai Eomma,persis apa yang kulakukan pada Yoo Hyeon sekarang. Aku jadi berpikir,seperti itukah cara mempertahankan seorang yeoja??? Apa aku ini benar-benar jahat padanya?

CHANGMIN MEMO

Cho Kyuhyun. Dia sahabatku sejak kecil,kami berdua hidup di lingkungan yang sama. Aku dan Kyuhyun satu sekolah saat Elementary dan sempat berpisah saat Junior High School & Senior High School,lalu setelah itu kami bertemu di Kyunghee University sebagai mahasiswa. Aku dan Kyuhyun berbeda jurusan,namun persahabatan kami tetap intens. Menurutku Kyuhyun adalah tipe sahabat yang baik,ia bisa menjadi pendengar dan pemberi advice yang tepat. Semua masalahku selalu diceritakan padanya dan begitu pula sebaliknya. Setelah lulus kuliah ternyata kami terlibat dalam proyek yang sama untuk pekerjaan,Kyuhyun dijodohkan dengan seorang yeoja. Aku tahu dia sama sekali tidak mencintainya,namun pada akhirnya Kyuhyun dan yeoja yang akhirnya kuketahui sebagai Yoo Hyeon itu menikah. Aku melihat awal pernikahan mereka begitu bahagia,namun ditengah perjalanan semuanya berubah dan Kyuhyun menjadi begitu kasar terhadap istrinya tersebut. Jujur aku tidak menyukainya,aku tahu perasaan itu tidak ada tapi haruskah ia memperlakukannya dengan semena-mena? Aku benar-benar kasihan pada Yoo Hyeon,aku berusaha untuk membantunya. Ternyata membantu Yoo Hyeon memberi dampak lain untukku. Ya,aku tertarik padanya. Gadis itu benar-benar manis dan baik hati,kenapa Kyuhyun tidak bisa mencintai gadis sebaik dan setulus ini? Dan kini saat hubungan mereka mulai membaik,aku sendiri yang menghadapi dilema. Disatu sisi aku senang Yoo Hyeon tidak tersakiti lagi tapi disisi lain? Itu artinya kesempatanku untuk memilikinya memang benar- benar hilang. Aku berjanji,jika Kyuhyun kembali menyakitinya maka aku akan memberinya “pelajaran” dengan tanganku sendiri.

 

SHIM CHANGMIN 

Kyuhyun sedang keluar kantor untuk mengurusi bahan produksi,aku yang sudah menyelesaikan pekerjaanku melirik jam yang tergantung. 11.45. Sepertinya sebentar lagi jam makan siang tiba,aku meraih ponselku dan menghubungi Yoo Hyeon.

“Yoo Hyeon-ah,apa pekerjaanmu sudah selesai?” tanyaku saat telepon tersambung.

“Sebentar lagi selesai,memangnya kenapa Changmin-ah?” sahutnya.

“Aku ingin mengajakmu makan siang,”ujarku.

Tak ada reaksi diseberang sana.

“Hyeon-ah,gwaenchana?” tanyaku.

“Ah,nan gwaenchana. Ya sudah,kita bertemu di tempat atau..,”aku menyela ucapan Yoo Hyeon.

“Aku akan menjemputmu. Tunggu aku 15 menit lagi,bye,” Klik. Hubungan telepon terputus.

***

Kini aku dan Yoo Hyeon sudah berada di sebuah resto Jepang,perempuan dihadapanku itu tampak antusias dalam memilih menu. 15 menit berlalu akhirnya pesanan pun datang,kami berdua makan dengan lahap. Yoo Hyeon tidak banyak bicara seperti biasanya,ia seperti menyembunyikan sesuatu dariku.

“Apa yang terjadi diantara kau dan Kyuhyun?” pancingku.

Benar saja. Yoo Hyeon menghentikan aktivitas makannya dan menatapku,air mukanya berubah.

“Tidak ada. Aku dan Kyuhyun masih baik-baik saja,”elaknya.

“Kau yakin baik-baik saja?” aku tak mau menyerah.

Yoo Hyeon mengangguk,tapi aku masih menangkap keraguan di matanya. Mataku menangkap rambut panjangnya yang sedari tadi selalu menutupi kedua pipinya. Aku menyibaknya,ternyata ada dua luka goresan di kedua pipinya. Bahkan kurasa yang satu cukup dalam.

“Ini yang kau sebut baik-baik saja?” sahutku dingin.

“Kyuhyun lepas kendali,dia tidak sengaja melakukannya,”

Aku tersenyum sinis.

“Tidak sengaja? Melukaimu tentu saja itu ia lakukan dengan seluruh kesadarannya. Apa alasannya dia menyakitimu,huh?”

Yoo Hyeon menghembuskan nafas panjang.

“Dia tidak suka. Dia tidak suka aku pulang bersamamu,karena ternyata dia sempat melihatnya ketika kau menjemputku,”

Aku menggebrak meja pelan,jadi hanya karena itu Kyuhyun melakukan hal ini pada Yoo Hyeon? Aish,benar-benar !!! Sekarang aku tidak mengerti jalan pikirannya.

“Dia sudah benar-benar keterlaluan Hyeon-ah,dia harus diberi pelajaran,”aku menaruh sumpitku,kini nafsu makanku benar-benar hilang.

“Apa yang akan kau lakukan,Changmin-ah?” tanyanya.

Aku tak menjawab,pandangan mataku terlempar keluar jendela restoran.

CHO KYUHYUN

Cho Coorporation,13.00 KST…

Para klien sudah menunggu sejak 15 menit yang lalu,tapi Changmin belum datang juga. Padahal dialah yang memegang seluruh berkas yang kini kubutuhkan. Aku menghubungi ponselnya,tapi tak diangkat. Aish,kemana anak itu??? Braaaakk !!! kudengar seseorang membuka pintu auditorium dengan kasar dan yang melakukannya adalah Changmin.

“Kau kemana saja? Aku sangat..,”ucapanku diselanya.

“Kita harus bicara tapi tidak disini,”sahutnya dingin.

Aku pamit pada klien dan membuntuti langkah Changmin yang ternyata menuju rooftop gedung,tak kusangka disana sudah ada Yoo Hyeon.

“Apa maksud ini semua? kenapa kau membawa istriku,huh?” tanyaku.

“Seharusnya aku yang bertanya seperti itu. Apa maksudmu melukai istrimu sendiri,Cho Kyuhyun??? Dimana pikiranmu sekarang? Apa kau pikir dia tidak berharga???” Nada suara Changmin menaik.

Gigiku bergemeletuk. Jadi ini yang dia sebut masalah? Berhubungan dengan Yoo Hyeon?

“Ini sama sekali bukan urusanmu !!! Jangan campuri urusan pernikahanku dan Yoo Hyeon !!!”ujarku.

Changmin tersenyum sinis.

“Aku tidak bisa !!! Kau sudah keterlaluan !!! Kau melukai Yoo Hyeon hanya karena ia pulang denganku? Apa kau tidak pernah memikirkan dia yang menunggumu selama satu jam lebih? Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi padanya?”

“Seharusnya dia bisa sedikit bersabar,apa susahnya?”

“Bersabar? Untuk hal sekecil itu juga dia harus bersabar? Apa dia kurang sabar untuk menghadapimu selama ini?”

“Aish,kau ini banyak bicara !!! Diamlah !!!” Jbreeeett. Aku mendaratkan sebuah pukulan di wajahnya,Changmin terhuyung dan Yoo Hyeon menahannya.

“Kau ini benar-benar,arrrgghhh !!!” Changmin menyeka darahnya dan dengan sekuat tenaga menghampiriku. Sebuah tinju bersarang tepat di perutku hingga aku terduduk.

“Aku tidak akan membiarkan Yoo Hyeon kembali padamu,jika kau masih seperti ini. Ingat itu !!!” ancamnya.

Changmin menarik Yoo Hyeon menjauhiku. Jadi,ini maumu Shim Changmin???

YOO HYEON

Aku tidak menyangka,Changmin akan melabrak Kyuhyun dan memukulinya. Ia bahkan mengancam untuk tidak ‘mengembalikanku’ pada Kyuhyun jika sikap pria itu masih sama. Kini kami berdua tengah dalam perjalanan.

“Changmin-ah…,”panggilku.

“Ne..,”

“Kenapa kau begitu membelaku?” tanyaku.

“Kau keberatan?” sahutnya sambil menatap jalanan.

“Bukan begitu,hanya saja kurasa,kau terlalu baik padaku,”

Changmin menepikan mobilnya,ternyata kini kami berada di pinggir Sungai Han. Ia keluar dari mobil dan menuju pintu penumpang,ia membukanya dan mengulurkan tangannya.

“Keluarlah,”aku meraih tangannya. Angin Seoul langsung menerpa kami berdua.

“Aku hanya memiliki satu alasan kenapa aku melakukan semuanya,”

Alisku terangkat.

“Aku menyukaimu,Hyeon-ah. Entah sejak kapan perasaan ini muncul,aku tidak tahu. Perasaanku sakit ketika setiap mendengar cerita Kyuhyun tentangmu padaku,aku benci dengan perlakuan Kyuhyun yang begitu seenaknya. Dia menganggapmu bonekanya yang bisa kau mainkan dengan sesuka hati,aku berusaha diam dan menahannya tapi ternyata tidak bisa. Perlakuan Kyuhyun semaikin keterlaluan dan aku tidak kuat melihatmu menangis dan terus menangis,aku tidak ingin wajahmu terus dihiasi air mata. Aku ingin kau tersenyum dan bahagia,”jelasnya.

Aku mengigit bibir. Mendengar semua pengakuan Changmin membuatku tersentuh. Pria dihadapanku ini menyukaiku. Pantas saja,aku merasakan kehangatan luar biasa ketika matanya menatapku dan saat ia memelukku…entahlah kurasa itu begitu nyaman. Aku tak merasa ada sedikitpun keraguan dan ketakutan di dalam diriku,padahal aku tidak begitu kenal dekat pria ini.

“Aku tak akan memaksakan perasaanku. Aku tahu kau mencintai Kyuhyun,tapi satu yang kuminta jangan karena cintamu itu hidupmu jadi tersiksa Hyeon-ah. Kau juga berhak untuk mendapatkan segalanya. Kyuhyun. Dia terlalu bodoh karena sudah menyia-nyiakanmu,”lanjutnya.

Tangan Changmin bergerak perlahan,ia merengkuhku erat. Tangisku pecah dan tak bisa kutahan lagi. Apalagi ketika Changmin mencium puncak kepalaku dengan sayang,sungguh aku tidak pernah merasakannya dari Kyuhyun.

“Jeongmal Gomawo atas semua perasaanmu,Changmin-ah. Sungguh kalau aku boleh meminta,aku ingin dipertemukan denganmu terlebih dahulu dan tak pernah mengenal Kyuhyun dalam hidupku,”

Changmin semakin mempererat dekapannya,pria itu tidak berkata apa-apa lagi.

차가운 너의 그 한 마디가 나의 마음에 닿게 됐을 때
Chagaun neoe geu han madiga nae maeume dake dwaesseul ddae
내 눈동자엔 나도 모르는 촉촉한 이슬 방울
Nae nundongjaen nado moreuneun chokchokan iseul bangul

*어디서 어떻게 자꾸만 맺히는지 나도 모르죠
Eodiseo eoddeoke jagguman maetineunji nado moreujyo
그냥 내가 많이 아픈 것만 알아요
Geunyang naega mani apeun geotman arayo
뜨거웠던 가슴이 점점 싸늘하죠
Ddeugeowotddeon gaseumi jeomjeom ssaneulhajyo
뭐라고 말할지, 어떻게 붙잡을지 나도 모르겠잖아
Mworago malhalji, eoddeoke butjapeulji nado moreugetjjana
어떻게 난 어떻게 하죠
Eoddeoke nan eoddeoke hajyo

(Coagulation,Super Junior KRY)

YOO HYEON

“Apa kau yakin pergi ke kantor hari ini?” tanya Changmin.

Kami berdua tengah sarapan,tadi aku sengaja membuatkannya pancake.

“Tentu saja,aku sudah izin kemarin Changmin-ah. Aku tidak ingin membuat rekan kerjaku kewalahan hanya karena aku tidak masuk,”jelasku.

“Lalu bagaimana jika kau bertemu Kyuhyun?” kentara nada khawatir dalam nada suaranya.

“Berdoalah supaya aku tidak bertemu dengannya,”aku tersenyum kecil.

Akhirnya pria itu mengangguk dan setelah sarapan,dia mengantarku ke kantor.

“Aku akan menjemputmu tepat jam 7 malam nanti,”ia melambaikan tangannya.

***

“Hyeon-ah,ada yang ingin bertemu denganmu,”Yoona,rekan kerjaku muncul di kubikelku.

“Bertemu denganku? Nuguya?” alisku bertaut,rasa-rasanya aku sedang tidak memiliki janji dengan siapapun.

“Cepat temui dia saja,sepertinya dia ingin sekali menemuimu,”Yoona segera menghilang.

Aku melangkahkan kaki menuju lobby kantor,ternyata orang yang disebut Yoona tadi adalah Kyuhyun. Apa mungkin Kyuhyun mengancam Yoona agar gadis itu tak bicara bahwa yang ingin bertemu denganku adalah dirinya??? Aku menghembuskan nafas panjang. Sepertinya tidak ada gunanya lagi aku bertemu Kyuhyun,aku memutuskan untuk tidak menemuinya. Namun saat aku berbalik meninggalkannya,kurasakan tangan seseorang menahanku.

“Kenapa? Kenapa kau enggan menemuiku,huh?” suara itu kembali menyapa pendengaranku dengan jelas.

Aku menoleh. Benar saja kini Kyuhyun sudah berada dihadapanku.

“Tak ada lagi hal yang perlu kita bicarakan,Kyuhyun-ah,”tegasku.

“Ada,”

“Apalagi? Kau tidak mencintaiku dan tidak menginginkan pernikahan ini. Apalagi yang harus dipertahankan? Aku lelah,sebaiknya kita mengambil waktu sejenak untuk sendiri dan lalu setelah itu kita bisa bercerai,”

“Andwae !!! Kau jangan pernah berpikiran seperti itu,Hyeon-ah,”nada suara Kyuhyun menaik.

Aku tersenyum sinis.

Wae? Kenapa aku tidak boleh berpikiran seperti itu?”

“Kau harus tetap jadi milikku,”

Aku melepaskan tanganku yang sedari tadi digenggamnya.

“Cish,kau ini benar-benar egois Cho Kyuhyun !!! Aku tidak akan berubah pikiran,semuanya sudah selesai,”

CHO KYUHYUN

“Cish,kau benar-benar egois Cho Kyuhyun !!! Aku tidak akan berubah pikiran,semuanya sudah selesai,”

Tanpa kusadari gigiku bergemeletuk,aku meraih tubuhnya dan mendekatkannya padaku.

“Apa yang akan kau lakukan padaku,Cho Kyuhyun? Lepaskan !!!”

Yoo Hyeon berusaha meronta namun aku tak menyerah. Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“Kau tahu apa akibat jika kau meninggalkanku,huh?”

“Aku tak peduli !!! Aku bisa berusaha dengan tanganku sendiri untuk menghidupi keluargaku,”

“Kau yakin? Kurasa Eommamu tidak akan setuju,”

Yoo Hyeon terdiam,ia tampak bingung membalas perkataanku. Tanpa menunggu lama,aku mencium bibirnya dan melumatnya.

“Aarrrghh…le..pas..Kyuhyun-ah,”kata-kata Yoo Hyeon terputus,tangannya memukul-mukul dadaku.

Aku tak menggubrisnya,rasa manis yang kurasakan dari bibir mungilnya membuatku tidak menghentikannya. Aku memaksanya untuk bertukar saliva,aku melihat jelas air matanya yang mulai mengalir.

“Arrghhh !!!” Yoo Hyeon mendorong tubuhku hingga menjauh darinya.

“Kau ini kenapa,Cho Kyuhyun??? Bukankah perpisahan itu yang paling kau inginkan huh? Kenapa sekarang kau tidak mau melepasku? biarkan aku menjalani hidupku sendiri dengan tenang,aku sudah lelah !!!” cecarnya ditengah tangis.

“Apa yang Changmin katakan padamu?” tanyaku sarkatis,aku yakin benar ada pengaruh namja itu di dalam diri Yoo Hyeon sekarang.

“Dia tidak mengatakan apa-apa. Aku memang bodoh sempat mencintaimu,Cho Kyuhyun !!!”

Kali ini Yoo Hyeon benar-benar meninggalkanku,ia tak peduli denganku yang terus menjerit memanggil namanya. Aku memang akui tidak mencintainya,tapi kenapa melepaskannya menjadi seberat ini?

SHIM CHANGMIN

21.00 KST…

Suasana begitu hening,hanya suara televisi yang terdengar. Yoo Hyeon duduk disampingku,yeoja itu tampak serius menekuri pekerjaan di laptopnya.

“Hari ini,tidak ada sesuatu yang buruk terjadi padamu kan?” tanyaku.

Yoo Hyeon menghembuskan nafas panjang,ia mematikan laptopnya dan melepas kacamata yang sedari tadi bertengger di wajahnya.

“Kyuhyun. Dia benar-benar membingungkan,Changmin-ah. Dia mengaku tak memiliki perasaan apa-apa padaku,tapi kenapa dia tidak mau melepaskanku dengan mudah? Dia tak ingin bercerai,padahal aku sudah menjelaskan bahwa aku bisa menghidupi keluargaku dengan hasil kerja kerasku,”

“Mungkin tanpa dia sadari,selama ini dia juga mencintaimu. Hanya saja dia tak tahu cara mengungkapkannya,”ujarku lirih.

“Semua sudah terlambat,Changmin-ah. Jika memang dia mencintaiku,aku sudah trauma dengan semua perlakuannya padaku selama ini. Aku sulit untuk mempercayainya,”

Aku terdiam. Tanpa kusadari,tangan Yoo Hyeon mengenggam tanganku erat.

“Jangan pernah anggap kau hanya sebagai pelarianku,Changmin-ah. Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu,”

Aku tersenyum kecil. Perempuan dihadapanku ini hanya butuh waktu. Ya,itu saja.

YOO HYEON

Satu Minggu Kemudian…

Aku tidak lagi tinggal di rumah Changmin,rasanya aku tak enak terus-menerus membuat pria itu repot dengan kehadiranku di rumahnya. Aku memutuskan untuk membeli sebuah apartemen kecil yang letaknya tak jauh dari kantorku,aku hanya perlu 10 menit dengan naik bis atau 15 menit berjalan kaki.

“Saya akan bekerja dengan sebaik mungkin,Yoo Hyeon-ssi,”Kim Jonghyun,pengacaraku membereskan file-file yang berserakan di hadapannya.

Ya,aku memang sudah mengajukan perceraianku ke Pengadilan dan besok adalah sidang pertama. Aku menunjuk Jonghyun atas saran Changmin,katanya dia adalah pengacara muda yang cukup handal. Aku melirik jam tangan. 12.45. Sepertinya aku harus kembali ke kantor. Saat aku baru saja duduk di kursi kerjaku,ponselku bergetar. Aku menghela nafas berat. Untuk apa dia menghubungiku lagi?

“Ada apa lagi?” sahutku dingin.

“Kau tidak akan memikirkan ulang,Hyeon-ah?”

“Tidak. Semuanya sudah kupikirkan dengan baik dan benar. Sudahlah jangan mengusikku lagi,Kyuhyun-ssi,”Klik. Aku memutus hubungan telepon.

Aku memijat pelipisku yang terasa pening,semua permasalahan ini menguras tenaga dan emosiku.

CHO KYUHYUN

Esok Harinya,15.00 KST,Pengadilan Seoul…

Aku masuk ke ruang persidangan,kulihat sosok Yoo Hyeon disana. Yeoja itu tampak ditemani pengacaranya. Aku? Aku datang kesini sendirian,tanpa seorang pengacara. Entahlah,kurasa aku tidak membutuhkannya. 45 menit berlalu.

“Saya beri waktu dua minggu kepada pengugat dan tergugat untuk melakukan mediasi. Dimohon kepada pengacara menjembatani proses ini,sidang hari ini selesai,” Tok !!! Tok !!! Tok !!! ketukan palu hakim terdengar jelas.

Aku melihat Yoo Hyeon langsung beranjak dari duduknya,hendak meninggalkan ruang sidang.

“Yoo Hyeon-ah !!!” panggilku.

Yeoja itu menoleh,ia memberi isyarat agar pengacaranya meninggalkan dia sejenak. Aku beringsut mendekatinya.

“Kurasa tidak disini,”Aku menarik Yoo Hyeon keluar dari ruangan tersebut.

“Ada apa lagi?” tanya Yoo Hyeon.

“Masih ada dua minggu,Hyeon-ah,”ujarku lirih.

“Hyeon-ah…,”panggilku.

“Kau ini kenapa? Kenapa kau tidak mau melepaskanku dengan mudah,huh? Aku ingin semua cepat selesai,”

“Entahlah,mungkin kurasa aku mulai..,”belum selesai kata-kataku,Yoo Hyeon sudah menyelanya.

“Mencintaiku? Maaf,tapi caramu itu salah dan membuatku trauma. Semuanya sudah terlambat,”

“Bahkan untuk kesempatan yang terakhir kalinya,Hyeon-ah?”

Yoo Hyeon menggeleng keras. Tanganku meraih tubuhnya dan mendekapnya erat.

“Kumohon,jangan pernah pergi dari hidupku Kim Yoo Hyeon,”lirihku,suaraku bergetar karena menahan tangis.

“Semua yang kau lakukan,membuatku ingin segera pergi dari kehidupanmu,Cho Kyuhyun,”tanggapnya.

“Lalu aku harus melakukan apa?”

“Tidak perlu,kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kau hanya perlu melepaskanku,itu saja,”

YOO HYEON

“Kumohon,jangan pernah pergi dari hidupku Kim Yoo Hyeon,”betapa terkejutnya aku saat Kyuhyun mendekapku erat,suara pria itu bergetar dan sepertinya ia tengah menahan tangis.

“Semua yang kau lakukan,membuatku ingin segera pergi dari kehidupanmu,Cho Kyuhyun,”tanggapku.

“Lalu aku harus melakukan apa?”

“Tidak perlu. Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kau hanya perlu melepaskanku,itu saja,”

Detik berikutnya setelah aku menyelesaikan kalimat itu,aku mendengar isak tangisnya. Aku menghembuskan nafas panjang,didekapnya seperti ini membuat perasaanku tak karuan. Ya,tuhan kenapa pria ini menjadi begitu melankolis saat aku hendak meninggalkannya? kenapa dia harus mulai mencintaiku saat aku hampir kehilangan kepercayaan padanya?

“Maaf,aku harus segera pergi,”aku segera melepaskan dekapannya.

Malam Harinya…

“Dia. Aku belum pernah melihat Kyuhyun seperti itu. Di kantor,dia seperti kehilangan arah dan kesulitan menyelesaikan pekerjaannya,”Changmin hadir disampingku,namja itu memberiku segelas cokelat hangat.

“Bahkan tadi sebelum dia datang ke pengadilan,kami hampir tidak mendapatkan tender besar karena dia tidak fokus dalam presentasi,”lanjutnya.

“Itu kesalahannya. Itu bukan karena aku,tanpanya ritme hidupku lebih baik Changmin-ah,”

“Tapi kurasa dia tidak,”

“Sudahlah,biarkan dia menyelesaikan semuanya sendiri,”tanggapku.

Aku menatap langit Seoul yang begitu pekat. Ah,aku hanya berharap semuanya baik-baik saja.

CHO KYUHYUN

23.00 KST…

“Arrrgghh…!!!” aku menjambaki rambutku.

Aku sama sekali tidak menduganya. Dengan perginya dia dari kehidupanku,semuanya akan berantakan seperti ini. Kukira dia akan luluh dengan permohonanku tadi,tapi ternyata??? Dia menolaknya !!! Aish,kau memang bodoh Cho Kyuhyun !!! Kenapa dulu aku harus menyakitinya? Kalau saja aku tidak melukainya,dia tidak akan pernah menjauh dariku. Mungkin hari ini dia masih bersamaku,tersenyum padaku dan memberikan kasih sayangnya padaku. Tapi semuanya terlambat. Aku menghubungi seseorang.

“Donghae-ssi,aku ingin berkonsultasi denganmu,”

“Baiklah,kutunggu kau besok di tempat praktekku jam dua siang,”sahut namja itu diseberang.

Aku memijat kepalaku yang terasa sakit luar biasa. Yang kuhubungi tadi adalah Lee Donghae,psikiaterku.

[Hangeng] Naeirimyeon geudaen nareul tteonago
[Siwon] Naeirimyeon naui kkumdo tteonago
Naneun eotteoke haeya hajyo
[Henry] Geudaen eotteoke nal ijeul su innayo
[Kyuhyun] Sigani jinagado geudael itji motamyeon
(Oh~ no)
Nan eolmana deo ureoya hajyo (oh~ no)
[Henry] Ijen geudael saranghaneunde

[Hangeng] Nae bange modeun geotdo
Jageun haendeupon sok sajindo geudael gieok hana bwa
[Zhou Mi] Beorigo [Henry] (naui modeungeol beorigo)
[Zhou Mi] Jiugo [Henry] (neoui modeungeol jiugo)
[Zhou Mi] Hajiman geudaen machi mabeopcheoreom nal ikkeulgo gajyo
(Blue Tomorrow,Super Junior M)

Esok Harinya,14.00 KST…

“Seharusnya ketika gejala itu sudah tidak bisa kau kendalikan,kau menghubungiku Kyuhyun-ssi. Kau benar-benar salah membiarkannya berkembang dan membuatmu melukainya,”jelas Donghae.

Kini aku sedang berada di tempat prakteknya,sejak Senior High School aku memang diajak Eomma kesini untuk berobat. Yah,aku memang sakit. Ketika kambuh,biasanya aku selalu kemari dan setelah diterapi aku akan lebih tenang.

“Kukira efeknya tidak akan sedahsyat itu,”tanggapku.

Donghae tersenyum kecil.

“Efek penyakit psikis jauh lebih luar biasa daripada fisik,”

“Jadi sekarang apa yang harus kulakukan?” tanyaku.

“Beri waktu badanmu untuk beristirahat. Kau butuh ketenangan,tapi jauhi rumahmu yang selama ini menjadi tempat tinggal kalian berdua. Itu akan memperlambat proses,”

“Berapa lama?” tanyaku.

“Tergantung kau sendiri Kyuhyun-ssi. Semakin cepat kau mengendalikan dan menenangkan dirimu,maka semakin cepat juga kau akan kembali ke aktivitas semula. Tapi kurasa 1 minggu itu sudah lebih dari cukup,aku juga akan memberikan obat untukmu,”Donghae tampak menuliskan resepnya diatas secarik kertas.

“Ingat satu pesanku,selama masa tenang ini kau tidak boleh menemuinya atau menghubunginya. Atau jika tidak semuanya akan sia-sia,”tegasnya.

Aku menghembuskan nafas panjang dan lalu mengangguk. Aku bergegas pulang dan meminta izin untuk cuti selama 1 minggu. Saat hari menjelang senja akhirnya aku pun pulang ke Cheonan,rumah Appa dan Eommaku.

YOO HYEON

3 Hari Kemudian…

Dddrrrtt !!! Ddddrrt !!! Ponselku bergetar. Ada telepon masuk. Tapi kenapa tidak ada namanya? yang kulihat hanyalah deretan nomor di layar. Klik. Aku mengangkatnya.

“Yeoboseyo,”sahutku.

“Yeoboseyo,apa anda Kim Yoo Hyeon?” suara namja menghampiri pendengaranku.

“Ya,saya Kim Yoo Hyeon. Maaf,anda siapa?” tanyaku heran.

“Saya Donghae. Lee Donghae. Apa saya boleh bertemu dengan anda? Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan,”

“Maaf,apa anda adalah rekan bisnis perusahaan yang baru? Baru kali ini saya mendengar nama anda,”

“Ini bukan masalah perusahaan Yoo Hyeon-ssi. Kalau tidak keberatan,saya ingin bertemu saat jam makan siang nanti,”

Sebenarnya siapa pria ini? tapi kudengar dari obrolannya itu sangat serius,aku segera menyetujuinya dan berdoa semoga dia tidak berniat buruk padaku.

***

12.00 KST,Mouse Rabbit…

“Donghae-ssi…,”ujarku memastikan.

Di pesan singkat tadi dia bicara bahwa dia mengenakan setelan jas biru dongker dan benar saja,pria itu mendongak dan tersenyum kecil.

“Donghae Imnida,”ia mengulurkan tangannya.

Yoo Hyeon Imnida,”aku membalas uluran tangannya.

Aku duduk dihadapannya,setelah memesan cake dan kopi,obrolan pun dimulai.

“Sebenarnya kau ini siapa,Donghae-ssi?” tanyaku to the point.

“Saya adalah seorang psikiater,”tanggapnya.

Aku yang tengah meminum Vanilla Latte-ku tersedak.

“Uhuk !!! Psikiater?” tanyaku.

Ia mengangguk.

“Saya psikiater yang menangani pasien bernama Cho Kyuhyun,”

Air mukaku berubah,mendengar nama Kyuhyun disebut rasanya hatiku sakit luar biasa.

“Aku mengetahui semua tentangmu dari Kyuhyun,aku sengaja menemuimu Yoo Hyeon-ssi. Minggu ini Kyuhyun sedang menjalani terapinya di rumah,aku melarangnya untuk menemui dan berkomunikasi denganmu dalam bentuk sekecil apapun. Yang perlu kau tahu adalah,sejak masa sekolah Kyuhyun memang mengalami sakit psikis. Ia memiliki kepribadian ganda dan manic depresi. Manic depresi menyebabkan pasien memiliki mood yang selalu berubah drastis dalam waktu sekejap,di satu waktu dia bisa begitu lembut tapi detik berikutnya dia bisa sangat marah ketika sesuatu menyinggung perasaanya walau hal kecil sekalipun. Kedua penyakit psikis yang diderita karena kenangan masa kecilnya,ia selalu melihat ayahnya yang menyiksa ibunya dan ibunya terlihat tak berdaya. Ibunya pernah meminta cerai tapi ayahnya semakin menyiksa ibunya,dari memori buruk itulah Kyuhyun belajar bahwa memiliki seseorang bisa melalui cara yang dilakukan ayahnya. Ia berpikir bisa melakukan hal yang sama padamu Yoo Hyeon-ssi,seharusnya ketika gejala itu tiba dia berobat padaku tapi ternyata dia malah membiarkannya dan membuatmu terluka. Dia sangat depresi ketika kau meninggalkannya dan memutuskan untuk bercerai,”jelasnya.

Aku terdiam. Berusaha mencerna kata-kata Donghae. Ternyata Kyuhyun memiliki kelainan dalam jiwanya.

“Biarkan dia stabil terlebih dahulu,aku tahu ini berat untukmu. Tapi aku yakin bahwa Kyuhyun bisa lebih terkendali atau bahkan sembuh jika kau berada disampingnya,Yoo Hyeon-ssi,”

Aku menelan ludah. Jadi sekarang Kyuhyun membutuhkanku???

“Apa aku harus berada disampingnya sebagai istri?” tanyaku.

“Kuharap begitu. Itu akan lebih baik untuk kesehatan jiwanya dalam jangka panjang,jika kau hadir dalam waktu singkat aku takut dia kembali seperti semula saat kau meninggalkannya. Percayalah,aku bisa melihat jelas dari sorot mata dan caranya menceritakanmu bahwa sebenarnya dia mencintaimu. Hanya saja dia tidak menyadarinya dan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya,”

Aku terdiam. Tatapan mataku menerawang keluar jendela kafe.

“Aku tidak memaksamu untuk bertindak dalam waktu cepat. Aku hanya ingin membicarakan itu saja,terimakasih banyak atas waktunya Yoo Hyeon-ssi,”Donghae beranjak pamit.

Ya,tuhan haruskah aku kembali pada priaku itu??? batinku.

YOO HYEON

“Tak perlu. Kau tak perlu mengantarku,Changmin-ah,”ujarku saat Changmin datang ke apartemen.

Weekend. Minggu. Aku memutuskan untuk berangkat ke Cheonan,atas seizin Donghae dan orangtua Kyuhyun aku pergi kesana. Bahkan semalam Kyuhyun Eomma bercerita bahwa kini kondisi putranya sudah lebih baik,ia juga meminta maaf atas perlakuan Kyuhyun padaku selama ini. Beliau yakin bahwa kehadiranku akan membuat kondisi Kyuhyun jauh lebih baik.

“Perjalanan ke Cheonan itu cukup jauh Hyeon-ah,lebih baik kau naik mobil daripada kereta,”tanggap Changmin.

“Tapi apa kau tidak…,”ucapanku diselanya.

“Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja,kau tidak perlu mengkhawatirkanku,Hyeon-ah. Sekarang yang terpenting adalah Kyuhyun,”tegasnya.

Aku menghembuskan nafas panjang,aku tidak ingin melibatkan pria ini karena aku tidak mau melukai perasaannya lebih jauh. Aku tahu,dia sedang berharap lebih padaku tapi kondisi Kyuhyun membuatku berpikir dua kali. Akhirnya aku menuruti Changmin,dia membantuku untuk membawa beberapa kantong berisi oleh-oleh untuk Appa dan Eomma.

***

14.00 KST.Cheonan…

“Aigooo..akhirnya kau datang juga,Hyeon-ah !!!” Eomma menyambutku gembira saat aku baru saja menjejakkan kaki di rumahnya.

Eomma !!! Neomu bogoshipeoyo !!!” aku membalas pelukan Eomma.

Ah,wanita ini memang luar biasa baik dan begitu menyayangiku. Bertemu dengannya sama saja ketika aku bertemu Eomma kandungku,begitu hangat dan penuh kasih sayang. Tak ketinggalan Appa juga menyambutku,ia tampak tersenyum melihatku.

“Eomma,dia…,”

“Dia sedang keluar sebentar,Hyeon-ah. Sebentar lagi juga dia pulang,”Eomma tersenyum kecil.

“Hyeon-ah,sepertinya aku pamit pulang,”suara Changmin membuyarkan kehangatan suasana itu.

“Pulang? kenapa kau terburu-buru,Changmin-ah?” tanyaku.

“Aish,kau ini !!! Apa kau tidak rindu pada Kyuhyun? dia juga pasti ingin bertemu denganmu,”tanggap Eomma.

Changmin tersenyum kecil. Ia menggeleng.

“Aku masih ada janji dengan seseorang,Eomma. Maaf aku tidak bisa berlama-lama disini,”Changmin membungkuk dan beranjak pamit.

Aku menatap kepergian Changmin dengan perasaan bersalah. Aku tahu,dia tidak ingin melihat semuanya lebih jauh. Tak lama kulihat mobilnya menjauhi rumah.

CHO KYUHYUN

“Eomma,ini lobak dan sawinya !!!” pekikku saat masuk kedalam rumah,tadi Eomma menyuruhku untuk membelinya,katanya dia ingin membuat Kimchi.

Eomma,neo eodisseo?” aku celingak-celinguk,ruang keluarga begitu sepi.

Aku melongok ke dalam kamar Appa dan Eomma,tidak juga ada siapa-siapa. Aku bergegas ke dapur,mungkin Eomma berada disana. Aku melihat seorang yeoja sedang asyik memasak,tapi kurasa itu bukan Eomma. Aku menepuk halus pundaknya.

“Yoo Hyeon?” aku terkejut saat yeoja itu berbalik.

Yeoja itu tersenyum.

“Wae? Apa kau terkejut,Kyuhyun-ah?” tanyanya.

Aku menelan ludah,tentu saja. Kenapa dia bisa berada disini??? Aku terdiam. Tak tahu apa yang harus kukatakan,rasanya kata-kata di otakku menghilang dan oksigen disekitarku mendadak menjauh. Membuatku kesulitan bernafas.

“Ya !!! Berhentilah menatapku seperti itu,apa kau kira aku ini hantu,huh?” Yoo Hyeon meninju pundakku pelan.

“Kenapa kau bisa berada disini?” tanyaku akhirnya.

“Aku sudah mengetahui semuanya,kenapa moodmu selalu berubah drastis,kenapa kau begitu kasar padaku,aku mengerti. Kau harus sembuh,Cho Kyuhyun. Aku akan menemanimu sampai kau benar-benar bisa mengontrol perasaanmu,arra?”

Aku tersenyum dan memeluknya erat. Ah,aku tak tahu perasaan seperti apa yang kini tengah berada di hatiku.

YOO HYEON

Kyuhyun tersenyum. Untuk pertama kalinya aku melihat ia tersenyum selebar dan sehangat itu. Senyuman itu tulus dan tidaklah palsu,ia langsung memelukku erat. Dan untuk pertama kalinya juga aku didekapnya dalam keadaan bahagia. Ya,aku tidak menangis lagi.

“Perpisahan itu tidak akan terjadi kan?” tanyanya.

“Aku sudah bicara pada Jonghyun,besok dia akan mengurus untuk mencabut tuntutanku,”jawabku.

“Ah,aku lega sekali mendengarnya,”

“Kyuhyun-ah,apa yang akan terjadi padamu jika aku benar-benar meninggalkanmu?”

“Hhmm,molla. Aku tak tahu,kurasa aku akan gila Hyeon-ah,”Kyuhyun menaruh dagunya diatas kepalaku.

“Kyuhyun-ah..,”

“Ne…,”

“Kenapa dekapanmu bisa senyaman ini,huh?” protesku.

“Haha,mungkin karena sekarang aku mendekapmu dengan kasih sayang Hyeon-ah,”

Aku kembali tersenyum.

“Ehem !!! Kapan kimchinya akan selesai? Appa dan Eomma sudah lapar,”suara Eomma menyadarkan kami.

Kyuhyun melepaskan dekapannya,aku menggaruk kepala sambil tersenyum malu. Akhirnya kami berdua melanjutkan membuat Kimchi juga menu masakan lainnya hingga selesai.

CHO KYUHYUN

Dua Minggu Kemudian,Beijing…

“Selamat atas dibukanya,Cho Coorporation !!!” suara MC terdengar begitu jelas ke seluruh ruangan.

Malam ini tengah diadakan peresmian cabang perusahaanku yang baru di Beijing,atas bantuan Hankyung,salah satu rekan bisnisku aku bisa membukanya di negeri tirai bambu ini.

“Ah,kau semakin luar biasa Kyuhyun-ssi,”Hankyung tersenyum.

“Ini semua juga berkat bantuanmu,Hankyung-ssi. Kuharap kau bisa mengelola perusahaanku dengan baik,”

Ya,aku mempercayakannya pada Hankyung. Aku hanya akan ke Beijing satu atau dua bulan sekali,perusahaan inti di Seoul tetap jadi prioritas utamaku. Aku melirik Yoo Hyeon yang berdiri disampingku,dia tampak cantik dengan balutan gaun berbahan sifon berwarna pink. Sejak tadi ia terus memamerkan senyumnya.

“Berhentilah tersenyum,Hyeon-ah,”bisikku pelan ditelinganya.

“Wae?” tanyanya heran.

“Aku tidak mau salah satu dari semua rekan bisnisku jatuh cinta padamu karena senyumanmu yang manis itu,”

Yoo Hyeon tertawa kecil,ia mencubit pinggangku gemas.

“Aish,kau ini !!! Tenanglah,aku hanya mencintaimu Tuan Cho,”

Aku ikut tertawa kecil. Dan..cup !!! Aku mencium pipinya.

“Aigooo..kau itu nakal sekali !!! Jangan menciumku di depan umum,aku malu,”protesnya.

Aku meraih tangannya dan mengenggamnya erat. Ah,kurasa sekarang hidupku hampir sempurna. Aku memiliki semuanya. Keluarga,bisnis yang sukses dan tentu saja yang terpenting Kim Yoo Hyeon. Yeoja yang begitu kusayangi dan tentu saja ia menyayangiku. Yeoja yang begitu mengertiku dan kuharap dengan seiring berjalannya waktu aku pun bisa mengerti dirinya dengan utuh. Mengenal Yoo Hyeon membuatku belajar,bahwa jangan pernah menyia-nyiakan orang yang berada di sekeliling kita,apalagi menyakitinya. Karena kita tidak pernah tahu apa masih ada kesempatan kedua untuk bersamanya atau tidak.

“Hyeon-ah,saranghae,”bisikku pelan.

Yoo Hyeon berpaling menatapku,tak disangka yeoja itu mengecup bibirku ringan.

Nado saranghae,Kyuhyun-ah,”

La la
La la la la
La la
La la la la
I like your smile
I like your vibe
I like your style
But that’s not why I love you

And I, I like the way
You’re such a star
But that’s not why I love you
Hey
Do you feel, do you feel me?
Do you feel what I feel, too?
Do you need, do you need me?
Do you need me?

You’re so beautiful
But that’s not why I love you
I’m not sure you know
That the reason I love you is you
Being you
Just you
Yeah the reason I love you is all that we’ve been through
And that’s why I love you

(I Love You,Avril Lavigne)

-The End-

 ___________________________________________________________________

Nah,segitu aja ceritanyaaaa !!! gimana? gimana? semoga pada suka yaa 😀 comment readers sangat berharga,gomawo ^^

Advertisements

360 responses to “Me,You and The Wedding

  1. authornim….. *TeriakPakeSpeaker tau gaakkk??? semalem aku sampe FRUSTASI gegara nyari ff ini..:3 huhuhu..:( soalnya dua tahun lalu pas posting ff ini aku baca, naahh… kemarin itu entah kenapa tiba2 keinget ff ini dan pengen baca lagi.. dan tau apa? aku lupa judulnya…:3 jadi ngubek2 di gugel pake keyword yg ada hubungannya sama ff ini..:3 dan hasilnya gak ketemu! TT__TT setelah tanya sana-sini bermodal tanya pake inti cerita sama alurnya, akhirnya aku nemu lagi ff ini..;) #BahagiaSyekali hahaha..XD #TawaSetan

    maafkan aku yg curhat hal gak penting ini, dan maaf juga karna sempat melupakan judul ff nya yg berujung aku pusing sendiri nyarinya gak ktemu..:3 #plak

    intinya.. AKU CINTA FF INI..:* #TebarKiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s