Autumn’s Twilight [6/?]

By : MissFishyJazz

Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona

Park Jungsoo, Park Chanyeol, Min Sunye

Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17

Inspired by : BoA – Between Hell and Heaven

Credit Poster : Yeonnia

[Teaser] [1] [2] [3] [4] [5]

 Autumns Twilight

Janggun Kim berani menyerahkan nyawanya di atas tiang gantung manakala Yang Mulia sekaligus sahabatnya menyorot dirinya dengan tatapan belati.

“Aku tidak percaya kau membohongiku seperti ini, aku kira selama ini kita benar-benar bersahabat.” Yoochun mendesah putus asa. Dia pernah tahu rasanya dikhianati, hal wajar yang dialami seorang pemimpin dengan pro-kontra nya, tapi ia baru kali ini merasa dikhianati dan sangat tersakiti. Apalagi ini karena sahabatnya. Sahabat yang telah dianggap sebagai saudaranya.

“Mohon Ampun, Yang Mulia. Saya tidak memiliki maksud sedikit pun untuk membohongi Yang Mulia.”

“KALAU KAU TIDAK BERNIAT MEMBOHONGI KU KENAPA TIDAK KAU CERITAKAN DARI AWAL!!” Yoochun memukul meja kayu berplitur kemerahan di depannya dengan kemarahan yang telah memuncak.

“Maafkan saya Yang Mulia. Saya benar-benar tidak berniat mengatakan ini pada Yang Mulia, kalau perlu sampai saya telah tiada. Bagi saya pengabdian pada kerajaan dan Yang Mulia lah yang lebih penting ketimbang identitas saya yang sesungguhnya.” Nam Gil kembali membungkuk lamat-lamat. Rasa bersalah yang memang sudah menghantuinya sejak lama kian menjadi. Ia merasa dikuliti dan digarami langsung oleh sahabatnya.

“Jika kau melihatku sebagai Myeongyoo kenapa kau tidak melihatku sebagai Park Yoochun? Kenapa kau tidak melihatku sebagai orang yang pernah menolongmu memasukki kemiliteran? Kenapa kau tidak melihatku sebagai orang yang membuatmu menempati ruang yang sama dengan anak para Menteri ketika Gwa-geo?” Yoochun mengusap-usap dadanya yang lelah. Lelah berpikir dan lelah dikhianati.

Kim Nam Gil seperti di telanjangi di depan umum begitu Raja-nya menguak kembali semua kebaikan yang pernah ia terima. Tidak, ia sama sekali tidak menganggap rajanya memberi dengan pamrih. Ditolong oleh seorang calon raja sewaktu Gwa-geo saja sudah membuatnya bersyukur setengah mati, mau disiksa seperti apa dia jika tidak mengingat kebaikan Raja-nya. Ia justru kini jatuh dalam penyesalan, dan rasa sungkan hati yang begitu besar.

“Maafkan saya, Yang Mulia.” Hanya sebaris kata itu yang mampu Nam Gil ucapkan dengan intonasi pemimpin kemiliteran.

Yoochun memandangnya lurus-lurus, seolah enggan memberi pengampunan. Tapi sebenarnya dalam hatinya, ia tak pernah tega memusuhi sahabatnya lebih jauh. Yoochun kembali sadar, kali ini ia tidak berada di mata koin sebagai sahabat untuk Kim Nam Gil. Ia berada di sisi mata koin yang melihat Kim Nam Gil sebagai bawahannya yang seharusnya setia padanya.

“Aku benar-benar kecewa.”

Keheningan malam dengan suara ilalang yang hinggap di rerumputan bangsal kemiliteran menenggalamkan Park Yoochun dan Kim Nam Gil dalam kesedihan yang berbeda. Yang hanya bisa didefinisikan oleh mereka pada dirinya masing-masing.

“Lalu..” Janggun Kim menelan ludahnya pahit begitu Yoochun kembali berucap dingin, “siapa yang yang seorang lagi?”

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

 

Jun-jeon..” Min Sunye entah tahu atau tidak mengalami dilematika yang sama dengan orang yang beberapa malam lalu sama tegangnya dengan dia, Janggun Kim.

“Aku mohon..” Min Kyung mendesah kembali dengan meraih tangan dayangnya.

“Hal itu, saya tidak bisa melakukannya, Jun-jeon.” Min Sunye menyentuh belakang lehernya yang meremang. Min Kyung baru saja menantang dirinya untuk mempertaruhkan nyawanya. Dan ia benar-benar belum siap.

“Ini tidak akan serumit itu, Dayang Min. Setelah kekacauan di dalam istana yang ditandai dengan hilangnya aku, kau hanya perlu menyuruh Kang ma-nim pergi dari Hanyang, dan melindungi Chanyeol.”

“Tapi itu..”

“Apa yang perlu kau takutkan?” Min Kyung kembali mengusap tangan dayangnya sekali lagi memberi isyarat seolah akan baik-baik saja masa ke depannya.

Jun-Jeon saya rela mempertaruhkan nyawa untuk Anda, tapi ini akan menjadi kebohongan terbesar. Jika anda hilang padahal kenyataannya tidak, dan akan kembali setelah prediksi anda tentang kepastian anak bungsu Park Hojo untuk melindungi Selir Gui-In ini akan menjadi skandal kerajaan.”

“Dayang Min..” Min Kyung menelan ludahnya yang terasa begitu menusuk penuh duri, “ini tidak akan lama lagi. Cepat atau lambat aku akan hilang tapi tidak. Aku telah meminta Dayang Lee untuk memberi tanda awal pada Janggun Kim. Setelah itu tugasmu hanya memindahkan Kang ma-nim dari Hanyang, dan memastikan keselamatan dua anak dari Cheonha, terlebih Chanyeol.”

“Kenapa harus Chanyeol, Jun-Jeon?” Sunye mengangkat wajahnya yang sudah menyungai oleh air mata.

“Karena dia.. Mungkin menjadi seja. Karena aku, mungkin saja tidak akan kembali.” Min Kyung tersenyum dalam getir. Ia tidak bisa memastikan dengan jelas. Apa Sanghyun akan mau memasuki istana dan menjaga kakaknya sesuai prediksinya. Jika Sanghyun tidak mau, maka kakaknya akan tanpa perlindungan, dan tidak menutup kemungkinan Fraksi Utara akan menggulingkan Selir Gui-In yang tidak tahu apa-apa.

Sunye hanya terdiam dalam pucat pasi. Apa yang bisa dipikirkan oleh wanita di hadapannya ini, sementara ia tidak? Rancangan seperti apa yang sebenarnya sudah wanita ini ketahui sebelum ia sempat mereka?

Jun-jeon, beberapa jam yang lalu aku masih mengenalmu menjadi pribadi yang sama.” Sunye mengusap air matanya dan duduk dengan punggung yang tegak, “dan kini aku mengenalmu sebagai pertaruhan nyawaku, aku Min Sunye dengan seluruh sisa hidupku akan mempertaruhkan semua yang aku miliki untukmu. Untuk menjalankan perintahmu, Jun-jeon.” Sunye membungkuk hormat. Entah Min Kyung akan kembali atau tidak, yang ia tahu ia ada untuk menjadi pengabdi setia Min Kyung. Dan sudah sewajarnya pengabdi setia menyerahkan nyawanya untuk yang diabdi. Dan ia akan menyerahkan nyawanya pada Min Kyung.

“Terima kasih, Dayang Min. Aku tidak bisa berjanji padamu, tapi setelah aku menghilang, orang di dalam istana yang akan mengetahui diriku adalah dirimu.” Min Kyung kembali mengusap tangan dayangnya dengan lembut. Ia berterima kasih untuk pengabdian setia dayangnya pada dirinya. Sama seperti Lee Chaerin, kesetiaan Min Sunye hari ini akan menentukan kestabilan istana kedepannya.

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Park Chanyeol membaca sebuah gulungan kertas dengan abjad sederhana yang kemarin diberikan ibunya untuk coba ia baca. Sedari tadi ia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang tertulis di sana.

Ah, aku bodoh.” Chanyeol memukul pelan keningnya. Ia anak selir dan tentu anak Raja, tapi kenapa ia merasa begitu bodoh.

Chanyeol ingin kembali memukul kepalanya begitu sebuah tangan meraihnya dengan halus.

Jun-jeon mama..” Chanyeol membungkuk hormat begitu melihat Min Kyung di hadapannya tengah berdiri dengan seuntai senyum halus.

“Apa yang sedang kau baca?” Min Kyung bertanya dengan suara parau, khas dirinya yang dikenal seluruh istana.

“Ini.. Eomma bilang ini adalah kata-kata sederhana yang seharusnya tiap anak dalam kerajaan ketahui untuk pertama kali.”

Min Kyung menarik gulungan kertas yang diangkat dengan raut frustasi oleh Chanyeol.

“내가 헌신 자신 에 킹. 와 경의를 표합니다 여왕.”

Min Kyung lalu tersenyum sederhana dan menatap Chanyeol dengan tatapan ibu.

“Maukah kau untuk kuajar?” Min Kyung bertanya dengan nada rendah hati, tidak seperti sewajaranya Ratu yang bisa memerintah

“TENTU!” Chanyeol berkata dengan riang. Ia kadang kala lupa dengan siapa ia bicara, bahkan dengan Ratu sekarang ini pun ia lupa. Ia sepertinya hanya ingat dengan ia yang harus mempelajari kata-kata sederhana yang menurutnya rumit.

“Kemarilah.” Min Kyung duduk di turunan jeonmangdae paviliun Chanyeol. Chanyeol mengikutinya dan duduk merapat ke arah Sang Ratu. Min Kyung melingkarkan tangannya di pundak bocah itu dan Chanyeol langsung merasakan hangatnya tangan keibuan sama seperti ketika ibunya menangkupnya dalam tangan hangat.

“Ini dibaca, Aku akan mengabdikan diriku pada Raja. Dan akan menghormati Ratu.” Min Kyung menunjuk satu persatu barisan kalimat yang tadi membuat Chanyeol kebingungan.

“Jadi aku harus mengabdikan diriku pada Abeoji dan menghormati Anda?” Chanyeol menatap Min Kyung dengan senyum khas kekanakkan.

“Ya, seperti itu.”

“Aku mengerti sekarang! Terima kasih Jun-jeon mama!” Chanyeol berteriak girang dan menyambar ke dalam pelukan Min Kyung. Min Kyung melihatnya dengan penuh rasa kasih. “Chanyeol-aasuatu saat yang akan kau ketahui adalah mengabdikan dirimu pada ayahmu, dan menghormati ibumu sebagai ratu yang baru jika aku tak kembali.

“Chanyeol-aa..” Min Kyung memanggil dengan suara lembut. Chanyeol hanya mengangguk mengiyakan dan masih menempel padanya.

“Entah apa yang terjadi di masa depan, tapi berjanjilah padaku sebagai tanda hormat pada Ratumu untuk tetap bertumbuh dengan baik, belajar dengan rajin, dan berlatih dengan giat. Jadilah anggota Kerajaan yang tak mudah dipatahkan.” Min Kyung menjatuhkan sebulir air matanya. Rasa sendu itu menderu dadanya kembali.

“Ya, Jun-Jeon..”

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Yoochun dan Yonghwa baru saja tiba di Bangsal Kemiliteran ketika mereka melihat sekelabat bayangan dengan pedang tersulur yang baru dimasukkan ke dalam gagang penjaganya.

Yonghwa bersiap di depan Yoochun memberi tanda pada pengawal untuk berjaga. Yoochun memasang mata waspada dan penuh perhitungan melihat sosok asing di areal Bangsal Kemiliteran yang terkenal dengan penjagaan kuat.

 

Yonghwa hendak menyuruh pasukkan penjaga untuk menyerang sosok yang memasuki ruang Bangsal Kemiliteran itu ketika tanpa sengaja Yoochun memalingkan wajah melihat sosok di bawah sinar rembulan yang menggantung itu tanpa sengaja menunjukkan ujung kepalanya. Menunjukkan ujung kepalanya yang berhiaskan lambang elemen angin kuno. Geum-eun gamgaeg. Sang Pendekar Hitam dengan keahlian pedang yang secepat kedipan mata.

 

Yoochun memberi isyarat para pengawal untuk mundur, berikut dengan Kasim Jung. Siapapun dan apapun bahaya yang akan merintanginya hari ini, melihat salah satu tokoh legenda yang menjadi perbincangan beberapa bulan ini merupakan hal langka baginya. Dan ia sebagai Sang Raja yang juga ahli perang telah membuat tekad bulat untuk mengetahui siapa sosok Pendekar Hitam itu seorang diri.

 

Yoochun melangkah hati-hati tanpa ketukan sepatu dan tanpa hitungan nafas dalam radius yang menurutnya tak terbaca oleh pendekar itu. Dulu ia selalu berhasil menggunakan kemampuannya yang mampu berjalan mengendap-endap tanpa suara itu untuk mengerjai pamannya yang memang mudah kaget. Dan sekarang ia akan menggunakannya untuk mengungkap siapa sebenarnya sosok dalam legenda itu.

 

Geum-eun gamgaeg memasukki salah satu ruangan di dalam Bangsal Kemiliteran. Ruang yang setahu Yoochun menyimpan peralatan perang rahasia milik Bangsal Kemiliteran, peralatan rahasia yang bahkan belum pernah digunakan oleh Janggun Kim. Yoochun menggelengkan kepalanya heran, “siapa dia sampai berani memasukki ruangan ini?”

 

Yoochun kembali dalam pengintaiannya begitu langkah Sang Pendekar kembali berlanjut. Pendekar itu meletakkan pedangnya dalam sebuah kotak kayu jati yang nampak terkelupas peliturnya tapi masih kokoh. Kemudian kotak itu di sembunyikan entah dalam selipan rak yang ke berapa karena gerakkan tangan Pendekar itu memang sangat cepat. Yoochun tak ambil pusing, ia tetap mengikuti kemana Pendekar itu melangkah.

 

Hingga akhirnya sosok intaian itu berhenti. Berhenti di hadapan cermin besar yang nampak penuh debu di sisinya. Tanda bahwa cermin itu hanya dibersihkan sebagian saja untuk memeriksa penampilan seseorang yang menggunakannya. Yoochun merasa beruntung begitu sosok itu merunduk melepaskan ikatan kepala berlambang elemen angin kuno itu di salah satu nakas tak jauh dari cermin. Setidaknya sosok itu tidak begitu menyadari dirinya yang berada di belakang dalam posisi mengawasi.

 

Namun tiba-tiba jantung Yoochun berdebar. Berdebar begitu melihat sosok itu melepaskan balutan kain hitam di kepalanya yang melindungi sosok itu dari sorotan kehidupan nyata. Sosok itu berhasil melepaskan kain penutup kepalanya dan meletakkannya tak jauh dari letak kain pengikat kepalanya. Sosok itu masih menata ujung surai rambutnya yang berantakkan dan penuh peluh.

 

Dan seluruh debaran jantung Yoochun berhenti dengan sekali sentak begitu sosok itu mengangkat kepalanya. Membiaskan wajahnya melalui cermin hingga bisa tertangkap retinanya. Semua argumentasi dalam otaknya bahkan tak mampu mendeskripsikan kenapa pria itu yang berada di balik balutan kain hitam. Dan pria itu, pria yang kini seakan di kremasi dalam keadaan segar bugar harus menatap wajah Yang Mulia-nya dengan sejuta kekagetannya.

 

“Yang Mulia..”

“Janggun Kim?”

 

[o]Autumn’s Twilight[o]

Kasim Mun Jung Hyuk memasukki kediaman atasannya, Park Hojo dengan raut tak bisa tergambar. Ia meradang, cemas dan juga entah apalagi.

“Ada apa kau selarut ini bertamu kemari?” Park Hojo menatap Kasim nya lekat-lekat. Tidak peduli bagaimana reaksi Kasim-nya yang sudah terlihat kelelahan setelah berlari dari istana.

“Maafkan saya karena telah mengganggu, tapi saya membawa informasi penting Park nim.”

“Apa itu?”

“Raja, Raja telah mengetahui siapa sebenarnya Geum-eun gamgaeg.”

Dan saat itu demi apapun di dunia, Park Hojo yang sebenarnya terbalut dalam setengah rasa kantuknya ingin langsung menghunus pedang peperangan penuh ambisi di tangannya. Satu penghalangnya telah di ketahui. Dan tentunya.. Cepat atau lambat, tanpa perlu bersusah payah, anak buahnya akan memberikan informasi siapa orang yang sudah patut ia bunuh itu.

“Sebentar lagi.. Sebentar.. Tinggal menunggu keluarnya Mae gamgaeg dan kalian berdua akan aku lenyapkan dalam sekali tebas. Tinggal menunggu waktunya.”

.TOBECONTINUE.

 

authornotes:

tanpa dictionary! Hihihihi! Setelah agak menunggu lama adakah yang rindu dengan ff ini? Maaf yah telat update karena saya ada Long Trip nguehehehehehe.

Disini saya bener-bener tanpa dictionary dan sekalipun ada istilah asing, istilah-istilah itu sudah ada di part sebelumnya dan sepertinya bagi kalian yang mengikuti ff ini udah tahu kan artinya?

Gimana? Pusing yah! XD Memang di sini udah semakin mendidih konfliknya dan pasti semakin membingungkan. Dan part 7 mungkin akan lebih meradang lagi. Akan semakin kritis. Maaf untuk yang menuntut lebih panjang tapi saya ingin menulis sesuai minat saya. Dan minat saya sekarang adalah menulis sekitar 9-10 page Ms. Word dengan font Book Antiqua dan font size 12 serta spacing 1.5 line untuk satu part-nya! Hihihihi. Untuk yang udah sabar nungguin saya ucapin terima kasih. Untuk yang udah geregetan saya ucapkan, sabar aja. Hahaha XD

Selamat bertemu di part 7! Komentar, saran, kritik, dan masukkan saya terima dengan senang hati! 😀 :mrgreen:

13 responses to “Autumn’s Twilight [6/?]

  1. wah,,
    iya,,
    mkn seru n mkn kompleks permasalahan ny,,
    buat apa janggun Kim nyamar kyk gtu???
    o.O

    trs knpa Min Kyung mesti pergi,, kabur dr istana??
    mkn memanas permasalahan ny,,
    >.<

    hwaiting ya chin,,
    dtggu next chapter ny,,
    :*

  2. eh, minkyung mau kemana ini? koq tiba2 pengen dirinya menghilang gitu?
    dan salah satu dr pendekar legenda itu adalah janggun kim? O__O
    oke, part ini sebenernya sedikit memusingkan dan membingungkan karna peliknya masalah yg terlihat rumit~ padahal ini baru awal2 ya…duhduhduh > <

  3. Ya ampun, ini tu konfliknya membingungkan banget..
    Kenapa si Janggun Kim jadi si legenda itu? Apa motifnya?
    Kenapa rencana si Min Kyung bisa buat dayang Min mati? Kenapa rencananya si Min Kyung ha rus melibatkan si dayang Min? Apa hubungan rencananya dia sama Chanyeol yg bakal jadi seja dan Yoon Ah yg bakal jadi jungjeon (katanya Min Kyung) ?
    Kenapa si Min Kyung harus pura-pura hilang (atau lebih tepatnya Dayang Min yg berpura-pura kalo Min Kyung tu hilang) ?
    Terus rencananya Min Kyung juga melibatkan selir Gui In sama adiknya kan? Nah itu hubungannya apa?
    Part kali ini menimbulkan banyak pertanyaan karena part ini merupakan awal konflik~
    Hufft, kembali ke pekerjaan biasa yaitu menerka nerka apa yg bakal terjadi selanjutnya~
    Ini bakal Happy end kan?
    Part ini adalah part terbikin penasaran dari part” yg lainnya..
    Good joob author, udah bisa bikin readernya penasaran + galo nungguin part selanjutnya~

    Maaf panjang hehehe 😀
    Ditunggu part selanjutnya ya..
    HWAITING!!!!!! 😉

  4. iseng keliling-keliling ffindo eh ketemu ff ini e.e
    kece thor *walaupun agak mupeng tentang istilah-istilahnya e.e
    dan kebetulan castnya Yoochun oppa *eyaaak x3
    jarang nemu ff begini e.e
    btw any busway/? dilanjutin gak thor? sayang banget kalo gak lanjut, udah greget ini ;_;
    kok aku mikir pendekar yang satunya itu minkyung eonni ya -.-a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s