Cinderella, Wolf, and Vampire 02: Met The Boys

cwv1

Cinderella, Wolf, And Vampire 02: Met The Boys
Author: Sinta Rahayu @HSRin
Genre: Fantasy, Romance
Rate: PG-15
Main Casts:
f(x)’s Sulli as Cinderella (Choi Sulli),
f(x)’s Krystal as Cinderella’s Stepsister (Jung Krystal),
EXO’s Sehun, EXO’s Luhan

Minor Casts:
All of EXO-K as Werewolf
All of EXO-M as Vampire
BoA and Kangta as Leader of 12 legend
(cast lain temukan sendiri)

WARNING!!! MEMPLAGIAT FF INI AKAN TIDAK BERKAH. AMIN :) 

Teaser

Previous Chap

“Apakah itu Krystal?” Tanya Kris sekali lagi pada Sehun.

Sehun terlihat ragu sejenak, ia Menjawab “Ya, itu Krystal.

***

“Klee, dia seperti pangeran.”

“Klee…”

“Apa?”

“Apakah dia pangeran yang akan memakaikanku sepatu kaca dan berdansa denganku di istana yang indah?”

“Aissh…”

Chapter 02 : Met the Boys

Author POV

Krystal menatap Sulli yang sedang makan di meja makan kecil, wajahnya terlihat sangat sumringah hari ini. Krysal sedikit penasaran pangeran seperti apa yang ditemui Sulli. Akhirnya Krystal memutuskan untuk bertanya padanya.

“Dimana kau bertemu dengan pangeranmu itu?” Tanya Krystal. Krystal sudah menghabiskan makananya, sedangkan Sulli masih belum menghabiskan makanannya dan hanya tersenyum-senyum saja.

“Aku bertemu dengannya di taman di dalam hutan. Ia benar-benar seperti pangeran, Klee. Jangan bilang kau ingin melihatnya juga?”

“Jangan bertemu dengannya, nanti kalau kau bertemu dengannya kau menyukainya juga.” Ucap Sulli sambil menatap Krystal tajam. Ia takut pangerannya akan direbut orang.

“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu? Aku hanya penasaran saja, dan juga heran.” ucap Krystal pelan, ia terlihat… takut akan ada sesuatu yang buruk menimpa Sulli.

“Heran? Heran kenapa?”

“Heran, ini pertama kalinya kau menyukai namja.” Ucap Krystal.

Sulli mengernyitkan keningnya, ia menunduk sebentar. Berpikir, memang inilah pertama kalinya ia jatuh cinta.

Dan ia juga sama sekali tak tahu bahwa first love nya adalah jelmaan setengah vampire, setengah serigala.

“Iya juga, Klee. Tapi untungnya aku menyukai namja yang tampan ya?” Ucap Sulli sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Aku tak tahu namja itu tampan atau tdak,” ucap Krystal sambil menggendikkan bahunya.

“Kau belum melihatnya saja. Besok aku akan bertemu lagi dengannya?” Ucap Sulli dengan wajah berbinar.

“Tapi apa dia menyukaimu juga?” Tanya Krystal lagi dengan pandangan sinis.

“Apa maksudmu? Dia yang mendekatiku lebih dulu kok.” Ucap Sulli dengan wajah menyombongkan.

“Cissh… Aku tidak percaya.” Ucap Krystal sarkastik.

“Yasudah kalau tak percaya. Kau yang masak malam ini!!” Ucap Sulli seraya melanjutkan makanannya

***

Kai menatap Sehun bingung. Ia menatap Sehun dengan pandangan aneh terhadapnya.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?” Ucap Sehun yang melihat pandangan Kai terhadapnya.

“Aku heran denganmu, apa yang kau sukai dari gadis itu?” Ucap Kai secara blak-blakan, tangannya menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal sama sekali.

“Aku memang tak menyukainya.” Ucap Sehun dengan tatapan tak peduli pada Kai. Ia meneruskan langkahnya.

Ya kini mereka berjalan pulang menuju markas serigala. Kris sudah mengijinkan Kai untuk membawa Sehun menuju markas serigalanya.

“Lalu kenapa kau mengatakan pada mereka, bahwa kau bertemu dengan Krystal?” Tanya Kai sambil menyusul langkah Sehun.

“Itu hanya alasanku saja,” ucap Sehun.

“Mwo? Jadi sebenarnya siapa yang kau temui?” Tanya Kai lagi.

“Kau tidak perlu tahu,” ucap Sehun sambil menyeringai sok misterius pada Kai.

Sehun POV

“Kau tidak perlu tahu,” ucapku pada Kai.

Hanya satu hal yang aku ketahui dari Krystal. Ia berdarah bangsawan. Ia adalah seorang putri es. Darah bangsawan sepertinya dapat membuat siluman manapun berubah menjadi manusia seutuhnya. Inilah yang kutunggu sejak dulu, bahkan aku rela menjadi vegetarian.

Aku menatap Kai, aku takkan mengatakan pada siapapun. Maafkan aku Kai.

Saat ini aku tidak memikirkan Krystal lagi sebenarnya. Tapi, Sulli yang bahkan bola mata nya yang menatapku masih terbayang di otakku.

Namun, aku harus bagaimana? Aku bukan manusia. Aku tak mungkin membunuh Krystal hanya demi menjadi manusia sejati.

Mana yang harus kupilih?

Author POV

Darimana Sehun mengetahui tentang bangsawan? Itu sudah cukup lama, mukin bertahun-tahun yang lalu. Ia bertemu dengan kakek tua penebang kayu. Kakek itu secara sengaja memberitahukan pada Sehun. Walaupun tak mengerti, amun sejak bertemu Krystal secara alamiah ia paham.

Di ambang pintu, ia melihat Suho berdiri menatapnya. Suho menatap Sehun datar. Kenapa dengan Leader itu? Kai yang belum keluar juga dari semak-semak berbisik memanggik Kai.

“Ssst, apa ada suho?” Tanya Kai yang masih memelankan suaranya.

Suho Kembali masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Keluarlah, kau ini kekanakan.” Ucap Sehun sambil menghela nafas bosan melihat tingkah Kai.

“Heeei, kau pulang?” Tanya seorang namja tinggi yang keluat dengan langkah cepat. Ia menatap Sehun cengiran lebarnya yang seperti biasa membuatnya selalu terlihat ceria.

Sehun hanya tersenyum. Tiba-tiba Namja yang baru saja menyambutnya dengan hangat itu malah memukulnya dengan majalah.

“Hyung!!! Appo…” Ucap Sehun dengan wajahnya yang terlihat shock.

“Kau ini seperti anak kecil saja, selalu saja membuat ulah!!” Ucap namja yang memukulnya itu.

“Aku kan tidak sengaja Hyung,” Sehun mencibir dan menatapnya.

Kai segera keluar dari persembunyiannya, setelah memastikan leader Suho sudah benar-benar masuk ke dalam rumah.

“Chanyeol hyung, kau keterlaluan sekali.” Ucap Kai yang kini membersihkan beberapa daun dari wajah dan bajunya karena baru saja bersembunyi di balik semak-semak.

“Kau membelanya karena kau  juga baru saja keluar dari rumah tanpa pamitan kan.” Ucap namja yang bernama Chanyeol itu.

“Aiisssh, aku kan hanya menjemput bocah ini!” Ucap Kai mengelak.

“Sehun kau tidak lapar? Apa yang kau makan disana?” Dengan secara cepat ekspresi Chanyeol berubah antusias dan menginterogasi Sehun.

“Aku tidak makan apa-apa disana.” Ucap Sehun mulai malas menjawab pertanyaan Chanyeol.

“Wae?”

“Kalian hanya ingin mengobrol diluar? Cepat masuk!!” Ucap Baekhyun yang mengintip dari balik pintu.

“Aissh… iya iya.” Ucap Chanyeol seraya mendorong Sehun untuk masuk, di ikuti Kai dari belakang.

***

“Apa kau yakin ingin terus bertemu dengannya?” Tanya Krystal yang menatap Sulli yang sedang merapihkan baju-bajunya.

“Yakin, memang kenapa?” Tanya Sulli tak menatap Krystal sama sekali. Ia terus merapihkan baju-bajunya yang kebanyakan berwarna pastel.

“Kau benar-benar yakin? Bagaimana kalau ia orang jahat yang tiba-tiba datang dan hanya menjebakmu saja?” Ucap Krystal menghasut Sulli agar tak terus bertemu dengan Sehun yang belum diketahui oleh Krystal.

“Aku tak peduli.”

“Coba, siapa namanya?” Tanya Krystal penasaran.

Sulli berbalik menatap Krystal. Ia termenung dan berpikir.

“Aku belum menanyakan namanya.” Ucap Sulli pelan.

“Lalu dimana dia tinggal?” Tanya Krystal lagi.

Sulli menggeleng pelan. “Aku tak tahu, yang aku tahu dia tiba-tiba datang saat aku berbaring di rumput dan memejamkan mata jadi aku tak tahu darimana ia datang.”

Krystal menghela nafas heran, dan mendelik pada Sulli. Ia tak habis pikir dengan sikap polos Sulli dan hanya memandang seseorang dari wajahnya saja. Banyak wajah tampan yang Krystal kenal, tapi mereka dadalah vampire atau serigala yang mempunyai rumah di dalam hutan.

“Tak usah bertemu dengannya lagi,” ucap Krystal pelan.

“Tidak, aku pasti akan bertemu dengannya besok.” Ucap Sulli yakin sambil menganggukan kepalanya mantap.

“Apa kau tidak berhalusinasi?” Tanya Krystal lagi.

“Mwo?”

***

Chanyeol menatap lelaki yang duduk dihadapannya dengan pandangan heran, ia terperangah menatap Sehun. Sehun melahap semua kimchi yang ada di atas mejanya.

“Siapa yang memasak?” Tanya Kai yang juga sedang makan, mulutnya penuh dengan makanan.

“Aku tidak tahu,” Jawab Sehun asal.

“Bodoh, memangnya aku bertanya padamu.” Ucap Kai sambil melirik Sehun yang tepat di sampingnya.

Chanyeol hanya diam melihat kedua namja rakus itu berbicara dengan mulut penuh dengan makanan.

“Kau tahu, barusan ia di interogasi oleh para vampire,” ucap Kai yang masih mengunyah makanannya.

“Jinjja? Memangnya kenapa kau di interogasi?” Tanya Baekhyun yang baru datang dengan minuman ditangannya.

“Dia dituduh bertemu dengan Krystal lagi.” Kai menjawabnya, Sehun hanya diam saja.

“Lalu kau jawab apa?” Tanya Chanyeol pada Sehun.

“Dia menjawab iya, kalau dia tak menjawab mungkin aku masih disana menunggu dia segera menjawab.” Jawab Kai, Sehun mendelik pada Kai.

“Kenapa kau doyan sekali bertemu dengan Krystal?” Tanya Baekhyun dengan ekspresi anehnya.

“Dia tidak bertemu dengan Krystal,” lagi-lagi Kai yang menjawab.

“Lalu siapa?” Tanya Chanyeol.

“Dia takkan memberitahukannya,” Jawab Kai lagi.

“Sepertinya aku tidak bertanya padamu,” ucap Chanyeol pada Kai.

***

Kris menahan Krystal, tepat di depan pintu rumahnya. Dia menatap Krystal tajam.

“Sebenarnya apa hubunganmu dengan Sehun?” Ucap Kris sedikit berbisik.

“Ini sudah malam, untuk apa kau kemari?” Tanya Krystal kaget. Ia melihat keadaan di sekitarnya, taku jika ada Sulli atau orang lain yang meliihat mereka berdua.

“Aku tak peduli, Jawab aku Klee.” Ucap Kris dengan tatapan nanar.

“Itu urusanku, untuk apa kau ingin mengetahuinya?” Tanya Krystal sedikit sarkastik.

“Klee!!” Tiba-tiba Sulli memanggil Krystal dari dalam rumah.

Dengan paniknya Krystal mengusir Kriss, dan mendorong-dorong nya agar segera pergi. Namun naasnya Namja tinggi itu sama sekali tak mau pergi dari tempat itu. Entah mengapa Krystal merasa heran dengan sikap Kriss ini.

“Cepat pergi, nanti dia melihatmu.” Ucap Krystal dengan suara pelan.

“Klee siapa yang datang?” Ucap Sulli yang kini menghampiri Krystal.

“Biarkan aku bertemu dengan saudara tirimu.” Ucap Kris berbisik dengan seringaiannya saat ia tahu Sulli akan menghampiri Krystal.

“Apa maksudmu? Bagaimana jika dia bertanya-tanya?” Ucap Krystal bingung.

Sulli menatap Kris dan Krystal. “Siapa dia Klee?” Tanya Sulli.

“Ehm… dia…” Krystal bingung bagaimana memperkenalkan Kris pada Sulli.

“Anyyeong Haseyo namaku Kris, aku ini sebenarnya saudara jauh dari Krystal.” Ucap Kris yang memperkenalkan dirinya sendiri.

“Klee, kau tidak memberitahukanku soal ini sebelumnya.” Ucap Sulli dengan wajah bingung.

“Hehehe…” Krystal hanya tertawa garing pada Sulli.

“Kalau begitu bagaimana kalau makan malam disini saja?” Tanya Sulli menawarkan dengan ramahnya pada Kris.

“Tidak usah, lebih baik aku pulang saja.” Ucap Kriss menolak dengan halus.

Tapi tanpa diperkirakan oleh Krystal, Sulli malah menahan Kriss dengan menarik lengannya.

“Sudah tak usah sungkan, kau kan saudara Krystal. Jadi makan malam saja dulu disini baru pulang.” Ucap Sulli memaksa dengan halus, ia kini terlihat sangat ramah pada Kris.

Kris sesaat menoleh pada Krystal. Ia sama sekali tidak menyangka akan sifat Sulli yang polos dan percaya pada siapa saja. Namun akhirnya Kris mengangguk dan mengikuti Sulli masuk ke dalam rumah.

“Hari ini Krystal membantuku memasak. Biasanya dia yang menghabiskan makanan.” Ucap Sulli sambil sedikit meledek Krystal. Namu Krystal hanya diam duduk di depan meja makan, menatap Kris dengan bingung.

Kris hanya tersenyum ringan mendengar ocehan Sulli. Ia pikir Sulli terlalu baik kepada orang baru.

“Padahal masakan buatan Krystal juga enak loh.” Ucap Sulli yang kini sibuk menata meja makan.

“Ayo makan!!” Ucap Sulli ceria saat mkanan terlah siap terhidang semua.

Krystal dan Sulli duah mulai menyuap makanan mereka, namun tidak dengan Kriss. Keadaan hening di meja makan membuat Kris bingung dan merasa tidak enak. Dia tidak pernah memakan, makanan seperti ini.

Sulli secara reflek menoleh pada Kris yang hanya diam saja dan menatapnya.

“Kenapa? Apa kau tidak suka?” Tanya Sulli dengan polosnya.

“Bukannya seperti itu Sulli, aku hanya sudah kenyang.” Ucap Kris dengan ragu, ragu apakah Sulli akan percaya dengan alasannya.

“Oh begitu ya? Sayang sekali.” Ucap Sulli pelan.

***

“Kemana Kris?” Tanya Tao yang celingukan di depan ruang televisi.

“Tidak tahu,” jawab Chen sedikit tak perduli.

“Kenapa begitu cueknya leader pergi?” Tanya Tao dengan mimik muka heran pada Chen.

“Dia pergi menemui Krystal lagi. Entah apa yang dicari, kurasa dia sedikit tak suka dengan hubungan antara Krystal dengan Sehun.” Ucap Xiumin sambil terus menatap layar televisi.

“Aneh, lalu Sehun masih disana?” Tanya Tao lagi.

“Kalau sudah malam begini pasti dia berniat tidak akan pulang,” Ucap Luhan sambil menyeruput minuman dingin entah darimana.

“Dia bebas kemana-mana sekarang karena hukuma itu,” sambung Lay.

“Sebenarnya aku aneh padamu Lu.” Ucap Tao dengan santainya pada Luhan.

“Apa?” Ucap Luhan datar.

“Kaulah yang selalu mengadu mengenai Krystal dengan Sehun,” ucap Tao.

“Iya benar juga ya?” Lay mengiyakan dugaan Tao yang memang kenyataannya seperti itu.

“memang saat-saat itu aku sedang tidak mujur dan selalu memergoki Sehun.” Ucap Luhan dengan santainya.

“Tapi, sepertinya kau yang selalu mengikuti Sehun ya?” Tanya Xiumin sambil tersenyum meledek tanpa arti yang jelas.

“Maksudmu?” Tanya Luhan bingung.

“Maksudnya… kau menyukai Sehun.” Ucap Chen sedikit terkekeh.

Yang lain tertawa, Luhan hanya diam dan sedikit cemberut. Namun sebenarnya bukan itu maksud Tao. Menurut Tao, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Luhan. Ada yang dicari oleh Luhan dari Sehun, ataukah hanya karena dendam saja?

***

“Jadi kau saudara Krystal. Kalau begitu apakah kau juga tahu dimana Ibuku?” Sulli menginterogasi Kris begitu terperinci sampai-sampai Kris agak bingung menjawabnya.

“Sayangnya aku tidak tahu,” ucap Kris pelan.

“Sudah Sulli, jangan bertanya-tannya lagi.” Ucap Krystal yang kini berdiri dan menarik Kris pergi.

“Mau kemana?” Tanya Sulli yang berdiri dan mengikuti Krystal sampai pintu rumah.

“Kris harus pulang.” Ucap Krystal sambil menghela nafas.

“Padahal masih banyak yang ingin aku tanyakan.” Ucap Sulli kecewa.

“Oh ya! Dimana rumahmu?” Tanya Sulli.

“Dia tinggal di pelosok hutan, jadi kau tidak bisa kesana.” Ucap Krystal memotonga Kris yang hampir ingin menjawab.

“Ohh… kalau begitu kapan-kapan ajak aku ke rumahmu.” Ucap Sulli pada Kriss.

Kris hanya terkekeh dengan ucapan Sulli yang benar-benar polos dan tak peduli dengan apapun ini.

“Yasudah aku akan mengantarnya sampai ke depan rumah,” ucap Krystal.

“Hati-hati ya…” ucap Sulli pada Kris.

Kris hanya tersenyum membalasnya. Krystal menarik Kris keluar dari rumah.

“Dia sangat berbeda denganmu Klee.” Ucap Kris sambil terkekeh. Mereka berdua berjalan keluar dari halaman rumah Sulli yang cukup luas.

“Iya dia memang lebih bawel dariku,” ucap Krystal sedikit ketus.

“Tapi dia baik dan cukup menarik.” Ucap Kris dalam.

“Apa maksudmu???” Tanya Krystal sedikit curiga dengan ucapan Kris.

***

Pagi hari sudah datang. Dengan semangat Sulli bangun dan siap untuk ber aktivitas hari ini. Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan pangerannya.

Sulli berjalan sambil membawa sebuah keranjang. Entah apa isinya, namun dapat dipastikan Sulli membawa beberapa makanan menuju hutan. Bukan hutan yang sebenarnya ia tuju, tapi taman bunga yang berada di dalam hutan tersebut.

Sulli berjalan masuk ke tengah hutan. Burung-burung kecil terbang mengitarinya. Sulli terkekeh melihat pemandangan yang lucu baginya. Dua burung itu seakan berkejaran agar dapat mendekatinya.

Suara air mancur mulai terdngar. Itu artinya taman bunga sudah mulai dekat. Ia mulai berjalan sedikit cepat. Ia sudah tak sabarbertemu dengan namja tampan yang ia panggil pangeran itu.

Ia masuk melewati gerbang kecil taman itu dan berjalan menuju sebuah pohon tinggi yang teduh.

“Akhirnya sampai juga…” Ucap Sulli senang. Sedikit lelah dengan perjalanannya menuju ke taman ini.

Sulli membuka keranjang yang ia bawa. Ia mengeluarkan sebotol air mineral dingin dan meneguknya perlahan.

Sehun berjalan menghampirinya. Sebelum Sulli datang ia sudah bersembunyi di suatu tempat yang tidak Sulli ketahui. Sehun berjaan menuju Sulli, dimana gadis itu memunggunginya sehingga tak melihat kehadirannya.

“Hai…” Sehun berbisik pelan tepat di telinga Sulli.

“OMMO…” Sulli tersentak sedikit kaget dan menoleh pada Sehun.

Sesaat Sulli terdiam dan tersenyum pada Sehun. Sehun duduk tepat di samping Sulli.

“Apa kau lapar?” Tanya Sulli pada Sehun.

“Ya aku lapar, apa yang kau bawa?” Tanya Sehun sambil menatap keranjangyang dibawa Sulli.

“Aku bawa Kimbap.” Ucap Sulli sambil mengeluarkan kotak bekal makannya.

“Waaa sepertinya enak. Kau tahu Sulli, aku lapar sekali.” Ucap Sehun sambil hendak mengambil kotak makanan itu.

“Chankamaaan…!!” Ucap Sulli menahan Sehun untuk mengambilnya.

“Wae?” Tanya Sehun bingung.

“Siapa namamu?” Tanya Sulli.

“Namaku Sehun,” Ucap Sehun sambil tersenyum semanis mungkin pada Sulli.

Sulli terdiam, tak berkedip karena terkesima dengan senyuman dari Sehun yang baginya terlalu tampan itu.

“Eh… i-ini untukmu Sehun, makanlah.” Ucap Sulli sedikit gugup sambil mengerahkan kitak makan beserta sumpitnya.

“Gomawoyo Sulli-ya,” ucap Sehun dengan sangat senang dan menerima makanan tersebut.

Dengan lahapnya Sehun memakn satu persatu kimbap tersebut. Sulli hanya menatapnya yang makan seperti orang kelaparan.

“Aaaa…” Tiba-tiba Sehun menyodorkan kimbap pada Sulli.

Sulli menurut dan membuka mulutnya agar Sehun bisa menyuapinya. Sehun tertawa melihat wajah Sulli yang lucu karena mulutnya yang penuh dengan kimbap?”

“Wae?” Tanya Sulli sedikit susah.

“Kau lucu sekali,” ucap Sehun seraya mengacak rambut Sulli lembut.

‘Kau membuatku meleleh Sehunie,’ ucap Sulli dalam hati.

***

Sehun pulang menuju markasnya setelah berpiknik (?) dengan Sulli. Ia menuju markas vampire nya kini. Sedangkan Sulli…

“Sepertinya aku tersesat…” Ucap Sulli kebingungan dan berputar-putar mencari jalan

“Dimana aku?”

“Bagaimana aku pulang….” Sulli sedikit takut.

Ia melihat bayangan yang lewat dengan cepat di sampingnya, ia menoleh namun tak ada siapapun disana.

“Apakah ada orang?” Ucap Sulli sedikit berteriak.

“Annyeong Haseyo,” Tiba-tiba ada seseorang yang muncul tepat di depannya.

Sulli terkesiap kaget dan sedikit mundur perlahan-lahan menghindari orang itu. Orang itu adalah si vampire Luhan.

“k-k…k kenapa kau selalu muncul tiba-tiba? Sebenarnya makhluk apa kau?” Ucap Sulli gugup karena takut.

“Ah iya aku baru ingat, ini kedua kalinya kita bertemu.” Ucap Luhan sambil terkekeh dengan lepas dan santai.

flashback

Sulli sedang asyiknya menyiram tanaman. Sulli terlalu banyak menyirami tanamannya, namun ia sama sekali tak sadar akan hal itu. Hari ini Krystal belum pulang, dan ia sedikit melamun.

Tiba-tiba, sekelebat bayangan hitam melintas di sampingnya. Dari jauh suara bisikan yang tak jelas terdengar dari indera pendengaran Sulli.

Sulli menoleh ke sampingnya.

“Hai…”

Akan tetap sesosok lelaki muncul di hadapannya. Sulli terkesiap kaget dan secara tak sengaja menyiram lelaki tersebut.

“Yyaaa… kenapa kau menyiramiku?” Ucap lelaki itu sedikit berteriak.

“Mian…” Sulli mematikan keran airnya. Ia terburu-buru mengeluarkan saputangan dari kantong bajunya.

Sulli baru saja ingin menyerahkan sapu tangan pada lelaki itu. Namun ia terkesiap melihat mata lelaki itu yang berwarna merah. Tangannya terulur, menyodorkan sapu tangan padanya. Namun ia sekana diam seperti patung.

Lelaki itu adalah Luhan. Luhan yang adalah seorang vampire tentu saja membuat Sulli kaget dengan matanya yang berwarna merah.

‘Sial… ada seseorang yang datang,’ Pikir Luhan dalam hati.

Karena ia mengetahui akan ada seseorang yang datang. Luhan segara pergi kembali bersembunyi secepat kilat. Sulli tetap pada posisi semula, ia seakan-akan mematung di tempat.

Seseorang datang dan menatap Sulli dengan heran. Krystal yang kembali pulang menuju rumah Sulli.

“Kenapa kau diam disini?” Tanya Krystal kemudian.

Sulli tak merespon sama sekali pertanyaan Krystal, mennyambutnya saja tidak. Apalagi Suli terdiam dengan sebuah saputangan di genggamannya. Krystal menggoyang-goyangkan tangannya di depan mata Sulli, namun masih belum merespon.

“Apa yang kau lihat?” Krystal menepuk pundak Sulli.

“A…” Sulli terlonjak kaget, mungkin dia baru saja melamun.

“K… Krystal!!” Sulli berteriak senang dan langsung menyerbu memeluk Krystal.

“Aaaaaaa…. jangan kencang-kencang memelukku. Aku tak bisa bernafas.” Ucap Krystal yang kelabakan karena pelukan Sulli yang begitu erat padanya.

~~~

“Dia sangat cantik,” gumam seorang lelaki yang memandang seorang gadis yang sedang terdiam dari jauh. Baju Lelaki itu terlihat sedikit basah.

Kedatangan seorang perempuan membuat lelaki itu kaget. “Itu Krystal? Berarti gadis itu adalah adik tiri Krystal?”

flashback end

“Kau mau membawaku kemana?” Ucap Sulli yang memberontak.

Sayangnya Luhan adalah lelaki yang cukup kuat untuk menarik Sulli menuju markasnya.

“Kita kerumahku,” ucap Luhan dengan senyumannya yang manis.

“Aissh… kau menyeramkan. Jangan tersenyum seperti itu padaku!!!” Teriak Sulli yang memang takut pada Luhan.

Baginya Senyuman Luhan yang manis itu terlalu misterius dan terkesan dibuat-buat. Kalau Sehun yang tersenyum padanya mungkin akan membuatnya meleleh di tempat. Tidak, ini berbeda situasinya.

Tak sadar Sulli, suda berapa langkah mereka berjalan. Kini mereka sampai di markas besar Luhan.

“Ini dia rumahku!! Akan ku perkenalkan kau pada teman-temanku.” Ucap Luhan dengan senangnya.

“Anniyaaaa…. Andwae… Aku tak mau!!!” Ucap Sulli memberontak.

“Ayo masuk.” Luhan tetap menariknya masuk ke dalam rumahnya.

“Teman-teman… Aku punya teman baru yang sangaaaat cantik!!” Teriak Luhan beremangat, seluruh penjuru rumah itu mendengar teriakan bahagia Luhan.

Kris yang pertama kali keluar dari kamarnya, menatap Sulli kaget.

“Kris… kau tinggal disini?” Ucap Sulli kaget.

“Kau mengenalnya?” Tanya Luhan yang tak tahu apa-apa.

Satu persatu penghuni rumah itu keluar dari persembunyiannya.

Seorang namja dengan malasnya turun dari tangga, Sehun. “Luhan, kau ini berisik seka…”

“Sehun???” Sulli berteriak kaget melihat Sehun yang ada di rumah itu juga.

Semua vampire menatap Sehun dan Sulli secara bergantian. Begitu pula dengan Luhan yang bingung dengan kebetulan yang aneh ini. Sulli mengenal Sehun dan Kris. Ini benar-benar membingungkan Luhan.

Sehun POV

Kenapa Sulli bisa ada disini?

Pasti karena bocah vampire ini lagi. Aissh, selalu saja membuat masalah yang aneh-aneh. Dasar Luhan si pembuat masalah.

~~To Be Continued~~

Note: Maaf kalo ada typo lagi ya. hiihii soalnya sedikit buru-buru lagi nih nulisnya. Ditunggu ya buat chap 3. Semoga chap 2 ini ceritanya memuaskan walaupun masih kurang panjang hehe 🙂

Advertisements

91 responses to “Cinderella, Wolf, and Vampire 02: Met The Boys

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s