All About Us ~[Side Story of Our Love]~

All About Us –Our Love Side Story-

allaboutus

Cast:

Kwon Yuri

Tiffany Hwang

Kim JoonMyeon (Suho)

Im Yoona

Oh Sehun

And other

Author: Tikais

Genre: Love, friendship, life physicologhy(maybe)

Leght: series

Warning : Not for Silent reader, copycat or Plagiator

Poster by: Cafe Poster (Cafeposterart.wordpress.com)—- cocolollipop

AUTHOR POV

KkabYul!!” panggil seorang yeoja cantik sambil berlari menghampiri seorang gadis yang sedang berjalan memasuki pekarangan sekolah.

Gadis yang dipanggil tersebut berhenti lalu membalikkan badannya kearah yeoja yang tadi memanggilnya. Seketika, senyum diwajahnya langsung mengembang. Ia melambaikan tangannya senang.

Yeoja yang tadi memanggilnya langsung berlari ke arah gadis itu. “Oh my KkabYul… aku merindukanmu!!” ucap yeoja cantik itu.

Gadis yang dipanggil KkabYul tersebut tertawa lalu merangkul yeoja cantik itu. “Kau ini… memangnya sudah berapa lama kita tak bertemu?”

“Hmmm… 14 jam 40 menit” jawab yeoja cantik itu. Si KkabYul pun tertawa lagi. “Kau menghitungnya? Aish… Fany Fany Tiffany ini…” tawa si KkabYul.

“Woi!! Tunggu aku!!” teriak seorang namja tampan dari arah belakang 2 gadis cantik tersebut. Namja itu tampak berlari mengejar 2 gadis tersebut.

KkabYul dan Fany Fany Tiffany berhenti lalu melihat kearah namja itu. Benar saja,itu seorang Kim JoonMyeon atau biasa dia disapa Suho.

Ya! Kwon Yuri, Hwang Tiffany! Jahat sekali kalian… kenapa tidak menungguku?” omel Suho. Si KkabYul yang nama aslinya adalah Kwon Yuri dan si Fany Fany Tiffany yang nama aslinya Hwang Tiffany hanya bisa tertawa. Yuri kembali merangkul Tiffany dan mereka pergi menuju kelas mereka. Suho mengikuti kedua gadis tersebut dari belakang. Senyum jahil terpampang di wajah tampannya. Tangannya bergerak menuju tas Yuri lalu dibukanya tas itu pelan-pelan. Ia mengambil air mineral dari dalam tas Yuri. Tapi….

BRUK!!

Suho terjatuh terkena tendangan Yuri. “YA!! Mau apa kau dengan tasku?” tanya Yuri.

Suho hanya bisa menyeringai sembari menahan sakit kakinya yang tadi di tendang Yuri. Tiffany tampak terkikik pelan. Ia menutup tas Yuri lalu berjalan menuju Suho yang kini masih terduduk. “Kau ini… sudah kubilang, jangan coba-coba jahili Yuri… dia menyeramkan!!” omel Tiffany sambil membantu Suho untuk bangun.

Suho mengerucutkan bibirnya tanda ia kesal dengan omelan Tiffany. Yuri menatap Suho tajam lalu membawa Tiffany pergi. Tiffany terkikik geli melihat tingkah laku kedua sahabatnya tersebut. Suho mengikuti mereka dari belakang.

Mereka masuk ke kelas mereka dan disambut dengan sapaan teman-teman mereka. Yah… kebanyakan dari mereka menyapa seorang Kwon Yuri. Yuri memang populer disini. Selain paras wajah yang cantik, dia juga friendly dan dorky. Dia disenangi oleh banyak orang.

Yuri duduk di bangkunya, begitu juga dengan Tiffany dan Suho. “Yuri… kapan Kris oppa pulang?” tanya Tiffany. Tiffany memang pernah bilang kalau dia itu mengagumi sosok Kris, kakak kandung Yuri.

“Ntahlah… mungkin dia tidak akan pulang” jawab Yuri cuek.

Tiffany tampak cemberut. “Serius dong…”

Yuri tertawa terbahak-bahak. “Aku juga nggak tau kapan dia pulang. Kangen berat, ya?” ucap Yuri.

Tiffany tersenyum. “Tentu saja… senyuman mautnya itu… Oh My God! Dia memang perfect” kata Tiffany.

Ne, seperti adiknya… si Perfect Kwon Yuri” ujar Yuri asal. Tiffany menjulurkan lidahnya kepada Yuri lalu mendadak terserang sakit perut akut.

“Yang ada juga… si Perfect Kim Suho” Suho tiba-tiba saja mengikuti pembicaraan Yuri dan Tiffany.

“Kurang kerjaan banget lu… gue sama Tiffany lagi ngobrol berdua aja, tau!” ucap Yuri sewot.

“Ah… jangan sok-sok gaul deh… asal lo tau, lo itu sama sekali gak gaul” Suho balik sewot.

“Aish… bisa nggak, sehari aja nggak ribut?” Tiffany tampak risih.

Yuri dan Suho diam dan saling mencibir satu sama lain.

“Yuri!!” panggil Yoona dari luar kelas Yuri. Yuri langsung melihat ke sumber suara. Yuri tersenyum, berdiri dan menghampiri Yoona.

“Ada apa, Yoong?” tanya Yuri antusias.

“Ada anak baru dikelasku… dia putih, tinggi, cakep, cool!! Mau lihat gak?” ucap Yoona. Yuri mengangkat alisnya. “Gak penting banget informasinya… Kaya’ nggak ada kerjaan aja aku ngelihatin anak baru itu” ucap Yuri meremehkan.

Yoona tampak cemberut. “Yah… rugi loh… semuanya lagi ke kelasku untuk ngelihatin tuh anak baru” ujar Yoona dengan nada kecewa.

Yuri langsung tersenyum. “Ya deh… aku kesana. Ajak Tiffany, ya!” ucap Yuri menenangkan Yoona. Yoona tersenyum. “Oke!!”

Yuri berlari menghampiri Tiffany yang tampak sedang berkelahi dengan Suho. “Tiff, ikut yuk… Yoona ngajak ngelihat anak baru di kelasnya” ucap Yuri sembari menyeret Tiffany menjauh dari Suho.

Tiffany hanya bisa mengangguk-angguk. Suho mencibir kesal dan mengikuti Yuri dan Tiffany. Yoona membawa Yuri, Tiffany dan Suho masuk ke kelasnya. Benar saja, disana ada seorang namja yang tampak keren dan cool banget.

Oh My God!! Dia kece badai!!” gumam Tiffany yang tampak tergila-gila dengan si anak baru itu. Yuri melihat anak baru itu dengan tatapan datar tapi dalam hatinya, dia teriak-teriak histeris karena merasakan aura yang WAW dari anak baru itu. Yoona tampak terkagum-kagum. Sedangkan Suho, ia melihat anak baru itu dengan tatapan datarnya.

“Gantengan aku kali” gumam Suho dengan PEDE nya.

Yuri menatap Suho jijik. “Nggak tuh… gantengan gue kali” balas Yuri.

“Eh, lu kan yeoja… kok ganteng, sih?” tanya Suho.

Dan… terjadilah adu mulut antara Suho dan Yuri. Pertengkaran mereka ini memang sudah biasa bagi murid-murid di sekolah mereka, jadi tidak ada yang peduli dengan pertengkaran mereka. Tapi pertengkaran ini menjadi tontonan bagi si murid baru.

“Yuri-ssi, Suho-ssi… kalian ini berantam terus! Kepalaku mau pecah dengar pertengkaran kalian tiap hari” omel Yoona.

“Kepalakulah yang akan duluan pecah, Yoong” gumam Tiffany.

Yoona mengangguk membetulkan. “Daripada musuhan terus, kalian pacaran aja deh sana!” ucap Taeyeon, sang ketua kelas di kelas Yoona.

Yuri dan Suho menatap Taeyeon dengan tatapan aneh. “MWO? Pacaran? Iyuh… sama si namja sinting ini? Nggak banget!!” ucap Yuri.

Suho menatap Yuri kesal. “Ih… Lo kali yang sinting”  ucap Suho.

“Benar juga, ya!! menurutku, mereka itu cocok! Sama-sama cantik dan ganteng, sama-sama usil, sama-sama terkenal di sekolah, pokoknya cocok banget, deh!” timpal Sunny, si cewek terimut di sekolah.

Yuri dan Suho lagi-lagi menatap dengan tatapan aneh. Si anak baru hanya mengangkat alisnya karena dia sama sekali tidak mengerti dengan semua yang dibicarakan oleh teman-teman barunya.

“Maafkan mereka… mereka memang selalu begitu” ucap Yoona pada si anak baru tersebut.

Si anak baru tersebut tersenyum. Yoona seperti meleleh di tempat. “Mereka tampak sangat terkenal disini” ucap anak baru tersebut.

Ne, dia Kwon Yuri saudara kembarku dan Kim Suho, namja yang paling diincar-incar oleh para yeoja disini” kata Yoona menjelaskan.

Tiffany tampak melihat kearah Yoona dan anak baru tersebut. Ia mendekati mereka. “Hai, aku Tiffany Hwang, aku sahabat dari dua orang gila itu” ucap Tiffany memperkenalkan dirinya.

Anak baru tersebut tersenyum. “Aku Oh Sehun” ujar anak baru itu.

“Nama yang bagus!!” tiba-tiba Yuri ikut dalam pembicaraan mereka. Suho menatap Yuri jengkel. “Namaku lebih bagus” ucap Suho.

Yuri kesal. “Kau bisa diam, tidak?” bentak Yuri. Suho mengangkaat bahunya, menjulurkan lidahnya, lalu berlari sebelum ia terkena amukan maut sang Kwon Yuri. Yuri mengejar Suho keluar dari kelas tersebut.

“Melihat mereka itu seperti hiburan bagiku” ucap Yoona, disertai dengan anggukan orang-orang yang ada di dalam kelas tersebut.

“Kurasa, Suho menyukai Yuri” gumam Taeyeon asal. Semua orang menyetujuinya kecuali Tiffany. Tiffany tampak sangat sedih lalu berlari keluar dari kelas Yoona.

“Dan Tiffany menyukai Suho” lanjut Taeyeon saat Tiffany sudah keluar dari kelas.

******

                Tiffany tampak mencari-cari kedua sahabatnya itu. Jujur saja, sejak kejadian perkelahian Suho dan Yuri dikelas Yoona saat itu, Tiffany sering sendirian. Tiffany melangkahkan kakinya ke kantin. Dan tepat sekali!! Disana ada Suho dan Yuri yang tampak beradu argumen. Mereka tampak akrab walaupun tak pernah akur.

“Kau menyukai Kim Suho, kan?” tiba-tiba seorang namja dengan perawakan tinggi sudah berada di samping Tiffany dengan gaya coolnya.

Tiffany langsung melihat kearah namja itu. “Kau… Oh Sehun?” tanya Tiffany bingung.

Sehun tersenyum. “Benar sekali!!” jawab Sehun dengan nada riangnya. Tiffany tertawa melihat Sehun. “Kau seperti anak kecil” ucap Tiffany.

Sehun tertawa singkat. “Kau tau? Aku ingin sekali dekat dengan Kwon Yuri. Menurutku dia menarik. Tingkahnya tidak seperti perempuan biasa” ucap Sehun.

Tiffany menghela napas panjang. “Kau tau? Aku benci karena setiap orang menyukai Yuri. Semua orang yang kusuka, semuanya menyukai Yuri bukan aku. Apa aku tidak menarik? Apa orang-orang tertarik pada yeoja yang bertingkah laku seperti namja? Aish… dunia sudah tua ternyata” cerita Tiffany sembari mengacak-acak rambutnya, lalu pergi dari kantin.

Sehun hanya bisa melihat kepergian Tiffany sembari mengangkat bahunya.

*****

                “Hey, kau!!” panggil seorang namja pada seorang yeoja yang sedang berjalan sendirian di tengah gumpalan salju.

Yeoja itu membalikkan badannya. “Waeyo?” tanya gadis itu dengan cueknya. Namja itu tersenyum lalu menghampiri gadis tersebut.

“Hai, aku Oh Sehun” ucap namja itu sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya.

Yeoja itu menatap tangan namja itu lalu tertawa singkat. “Aku tau” ujar yeoja itu dengan cueknya tanpa membalas uluran tangan namja bernama Sehun tersebut.

Sehun menarik kembali uluran tangannya. “Kenapa kau sendirian disini?” tanya Sehun.

Yeoja itu masih terlihat cuek. “Apa itu urusanmu?” tanya yeoja itu.

Sehun tersenyum singkat. “Tidak, biasanya kau bersama Suho dan Tiffany” jawab Sehun.

“Kau benar!! Aku memang bersama Suho…”

“Yuri-ah!!!” panggil Suho dari arah depan yeoja yang ternyata Yuri. Yuri tersenyum senang lalu melabaikan tangannya dan berlari ke dekat Suho.

“Kau kemana saja? Aish… aku bisa mati kedinginan menunggumu” omel Yuri sembari menjitak kepala Suho.

Suho mengaduh kesakitan dan mengelus kepalanya yang terkena jitakan maut Yuri. “Mianhae… aku ada urusan” ujar Suho.

Yuri tertawa terbahak-bahak. “Wahahahaha!!! Seorang Kim Suho meminta maaf padaku!! Hal yang luar biasa baru saja terjadi!!” teriak Yuri senang.

Suho menatap Yuri dengan tatapan kesal. “Ya!! kau menertawaiku? Aish… jinjja!!” teriak Suho kesal, sedangkan Yuri terus tertawa senang.

Sehun tertawa singkat lalu pergi dari tempat ini. “Menarik”

******

                “Tiff!! Tiffany!!” panggil Yuri sembari berlari kearah Tiffany. Tiffany memberhentikan langkahnya lalu melihat kearah Yuri lalu tersenyum.

Omo!! My KkabYul!!” ucap Tiffany senang. Yuri tersenyum senang.

“Tiff, Kris oppa kirim salam ke kamu” ucap Yuri saat ia sudah sampai disamping Tiffany. Tiffany tersenyum senang. “Geurae?? Wah… aku senang sekali!” ujar Tiffany senang.

Yuri tertawa melihat tingkah Tiffany. “Dia bilang, dia rindu padamu dan… si Suho sinting itu. Dan kabar yang paling menggembirakan adalah… dia akan segera pulang!!” kata Yuri senang.

Tiffany tersenyum senang. “Dia merindukanku? Hahaha… ini seperti mimpi!” ucap Tiffany bahagia. Yuri tersenyum.

“Ayo pergi bermain bersamaku!” ajak Yuri sambil menarik Tiffany.

Tiffany tertawa senang. “Bermain saat hujan salju? Oh! Kau aneh, KkabYul” ucap Tiffany. Yuri tidak mempedulikan kata-kata Tiffany. Ia mengambil gumpalan salju lalu melemparnya tepat ke wajah Tiffany.

Tiffany berteriak kesal. Dia tak mau kalah. Tiffany balik melempar Yuri dengan gumpalan salju yang ukurannya lebih besar. Dan begitu seterusnya.

Setelah lelah bermain, mereka berbaring di gumpalan salju tersebut. Hujan salju tidak deras dan inilah waktu yang selalu ditunggu-tunggu Yuri. Dia sangat menyukai salju.

“Tiffany” panggil Yuri.

Tiffany tersenyum. “Ada apa?” tanya Tiffany. Yuri tertawa. “Hanya memanggil saja” jawab Yuri.

Tiffany menggerutu kesal. “Hmmm… Yul, ada yang ingin kukatakan padamu” ucap Tiffany.

Yuri mengangkat alisnya. “Katakan saja” kata Yuri.

Tiffany memejamkan matanya. “Yuri… sebenarnya aku… menyukai Suho. Apa yang harus kulakukan?”

Yuri tampak membelalakkan matanya. Jujur saja, sebenarnya Yuri juga menyukai Suho. Yuri duduk dari aktivitas baringnya tadi lalu memeluk lututnya. Tiffany melihat Yuri bingung.

“A…Aku… akan membantumu, Tiff” ucap Yuri dengan nada seolah-olah ia tak kuasa mengatakan hal tersebut. Tiffany tersenyum senang.

Gomawoyo!!! Jeongmal gomawo, Kwon Yuri!”

******

                “Yuri! Kwon Yuri!!” panggil seorang namja dari arah depan Yuri. Yuri yang sedang berjalan sendirian, langsung melihat wajah namja yang memanggilnya tadi. Entah karena apa, Yuri malah berbalik arah dan berlari menjauh dari namja tersebut.

Namja itu, Kim Suho. Suho tampak bingung. Dia mengejar Yuri dan berhasil menangkap Yuri tepat di taman belakang sekolah yang sepi pengunjung. Yuri membelakangi Suho.

Suho memutar badan Yuri hingga Yuri berhadapan dengannya. Terlihatlah wajah dingin seorang Kwon Yuri.

Suho menatap Yuri dalam. “Yuri-ah, ada yang ingin kukatakan padamu” ucap Suho.

“Katakanlah”

“Aku… menyukaimu” ujar Suho.

BRAK!! Terdengar bunyi benda jatuh dan siluet yeoja yang berlari menjauh. Yuri terpaku. Ia bingung ingin menjawab apa. Dia menyukai Suho tapi dia tau, Tiffany juga menyukai Suho. Dia tidak mau Tiffany tersakiti.

“Suho-ssi…” Yuri mulai membuka mulutnya.

Suho mengangkat alisnya. “Kenapa kau tiba-tiba berbicara formal padaku?” tanya Suho bingung.

Yuri menundukkan kepalanya. “Kim JoonMyeon, aku benar-benar minta maaf. Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku… ingin kau menjauh dari kehidupanku” ucap Yuri lalu pergi berlari meninggalkan Suho sendirian di taman tersebut.

*******

                Setelah kejadian Suho menyatakan perasaannya ke Yuri, ketiga sahabat (Yuri, Tiffany dan Suho) itu seperti orang yang saling tak mengenal satu sama lain. Mereka lebih memilih sendirian daripada berumpul seperti dulu lagi. Sebenarnya, mereka tidak benar-benar sendiri.

Yuri menjadi dekat dengan Sehun. Kemana-mana mereka selalu berdua kecuali ke toilet pastinya. Tiffany menjadi gadis tertutup dan lebih memilih bergaul dengan anak-anak freak di sekolah mereka. Sedangkan Suho… dia benar-benar sendiri, tidak mempunyai teman.Yang ada hanya yeoja-yeoja yang selalu mengelilinginya setiap hari.

Bagaimana awal kedekatan Yuri dan Sehun? Simple. Sehun melihat Yuri yang sedang menangis di bangku taman depan rumahnya. Dia menghampiri Yuri dan duduk disebelah Yuri. Disana mereka saling terdiam satu sama lain sampai akhirnya Sehun membuka pembicaraan dengan lelucon konyolnya. Dan lelucon itu berhasil membuat Yuri membuang airmatanya dan tertawa terbahak-bahak. Darisanalah awal kedekatan mereka.

Suho, Tiffany dan Yuri. Masing-masing dari mereka sedang berada di kantin tapi di tempat yang berbeda. Suho yang makan sendirian. Tiffany yang makan ditemani teman-teman freaknya dengan sekumpulan buku di didepan mereka. Dan Yuri yang sedang makan bersama Sehun dan mereka tampak bercanda ria.

Oke? Kita mulai kisah darimana dulu? Suho? Baiklah!

“Suho-ssi, terimalah bekal dariku”

“Suho-ssi, maukah kau makan bersamaku?”

“Suho-ssi, aku menyukaimu”

Membosankan, bukan? Oke… siapa lagi? Tiffany? Sip!

Hening… hening dan hening. Yang terdengar hanya suara bolak-balikan kertas di buku-buku tebal. Oh my god!! Ini lebih membosankan lagi!! Oke, kisah seru hanya ada di KkabYul!

“Kau tau? Aku mempunya hyung yang membosankan” ucap Sehun sembari memakan makanannya.

Yuri tertawa. “Memangnya dia kenapa?” tanya Yuri.

“Dia itu sok cool. Dia itu sok pintar nge-dance. Dia itu serba SOK! Kerjaannya diam terus. Seperti orang bisu. Itulah sebabnya aku sering main kerumahmu. Dirumahmu itu asyik!! Ada Yoona yang cantik, ada Yuri yang nggak waras. Dan orangtuamu yang sangat ramah. Kalau dirumahku, semua itu tidak ada. Yang ada hanya Hyung-ku yang seperti patung. Para pembantu yang selalu menganggapku tuan muda dan disegani. Dan juga orangtuaku yang selalu tidak ada dirumah. Menyebalkan” jawab Sehun panjang lebar.

Yuri tertawa terbahak-bahak. “Kalau begitu, tinggal saja dirumahku” ucap Yuri asal.

Sehun tertawa singkat. “Kalau aku diizinkan, aku mau! Sangat mau malah” kata Sehun.

Yuri tersenyum dan mengangguk-angguk. “Oh ya! Aku penasaran dengan wajah hyung-mu. Pasti dia tidak kalah jeleknya darimu” kata Yuri sembari meminum-minumannya.

Sehun memperlihatkan death glare-nya ke Yuri dan hal tersebut membuat Yuri tertawa terbahak-bahak. “Kau tau? Baru kau lah satu-satunya yeoja yang mengatakan aku jelek!! Hmm… aku penasaran, ukuran tampan di matamu itu bagaimana?” oceh Sehun.

Yuri kembali tertawa. “Ukuran tampan di mataku itu… hmm… ah! Hyung-ku!! Kris hyung!! Dia benar-benar tampan. Wajahnya penuh kharisma dan… cool banget” ucap Yuri.

Sehun menatap Yuri aneh. “Ya ampun, kau bahkan memanggil oppamu dengan sebutan hyung? Apa kau benar-benar seorang yeoja?” lagi-lagi Sehun mengomel panjang lebar.

“Lalu? Apa urusanmu? Kau jadi takut denganku sekarang?” tanya Yuri.

Sehun tertawa meremehkan. “Takut denganmu? Kau gila?” Sehun meremehkan Yuri.

Yuri menatap jengkel Sehun lalu menjitak kepala Sehun. “Aku waras, tau!”

*****

                Tiffany sedang berada di dalam kelas bersama Suho. Hanya ada mereka berdua di dalam kelas. Yuri sedang pergi ke kantin bersama Yoona dan Sehun. Masing-masing dari mereka hanya terdiam. Bisu.

Sampai akhirnya, Suho membuka mulutnya setelah berapa lama tidak berbicara dengan Tiffany. “Tiff” panggil Suho.

Tiffany menolehkan kepalanya ke arah Suho. “Wae?” tanya Tiffany ramah dengan eye smile miliknya.

Suho menggaruk kelapalanya yang tidak gatal. “Hmmm… Apa kau tau kenapa Yuri menyuruhku untuk menjauh dari kehidupannya?” tanya Suho pelan.

Tiffany tampak bingung. “Yuri menyuruhmu menjauh darinya? Benarkah?” tanya Tiffany yang tampak tidak percaya.

Suho mengangguk-anggukkan kepalanya. Tiffany berfikir sebentar. “Aku tidak tau. Akhir-akhir ini, aku tidak pernah bersamanya” jawab Tiffany.

Suho menundukkan kepalanya. “Sekarang dia selalu bersama anak baru itu dan Yoona. Apa dia sudah melupakan kita?” ujar Suho dengan nada pelan.

Tiffany tersenyum. Ia meletakkan tangannya di bahu Suho. “Tenang saja, dia tidak akan melupakan kita. Kalaupun dia melupakan kita, kan masih ada aku, Hwang Tiffany yang cantik dan setia” ujar Tiffany dengan senyum tulusnya.

Suho tersenyum dan tertawa. “Apa kau bilang? Hwang Tiffany yang cantik dan setia? Selera humormu bagus sekali!!!” tawa Suho.

YA!!!!”

Ne, ne… kita akan selalu berdua” ucap Suho yang berusaha menghentikan tawanya. Tiffany tersenyum senang lalu tertawa bersama Suho.

Sementara itu, Yuri sedang berdiri tepat disebelah pintu kelas. Melihat kedua sahabatnya tertawa bersama dan mendengar kata-kata ‘kita akan selalu berdua’ dari Suho, orang yang disukainya. Hatinya sakit, tapi ia tersenyum. Tersenyum karena melihat Tiffany dan Suho BERSATU.

******

                Yuri dan Yoona sedang berada di rumah mereka. Yuri sedang menari-nari sambil bernyanyi ria. Sedangkan Yoona asik memerintah Yuri untuk berhenti melakukan hal itu.

Yoona berfikir keras bagaimana cara untuk memberhentikan kegiatan Yuri tersebut. Ia sangat terganggu dengan itu.

“Yuri… berhenti bernyanyi… suaramu jelek!!” teriak Yoona sembari berusaha menutup mulut Yuri, tapi dengan cekatan Yuri menghindar dari Yoona.

Yoona berhenti lalu tersenyum penuh kemenangan. Ia berlari mengambil ponselnya lalu menelfon seseorang.

Yeoboseo, Kris oppa!!!” Yoona menelpon Kris, oppa kandungnya. Seketika, Yuri berhenti dari aktivitas gilanya dan berlari menghampiri Yoona.

Hyung!! Kris Hyung…!!!” teriak Yuri di telinga Yoona, tepatnya ponsel Yoona.

Yoona tersenyum gembira. Ia menekan tombol loud speaker di ponselnya lalu melepas ponselnya dari telinganya.

“Halo, Yuri… Yoona… How are you??” sapa Kris.

“Fine… oppa?” jawab Yoona sambil bertanya balik.

me? Aku selalu baik-baik saja, Yoonaku yang cantik” jawab Kris.

Yoona tersenyum senang, sedangkan Yuri berpura-pura muntah didepan Yoona. “Hyung..Cepatlah pulang….” ucap Yuri.

“Tidak. Aku tidak akan pulang” kata Kris.

Yuri tampak kesal. “Kenapa????” tanya Yuri.

“Kau tau? Mendengar suaramu saja sudah cukup mengerikan bagiku. Apalagi melihatmu saat aku pulang nanti. Hiii” jawab Kris dengan nada takutnya yang dibuat-buat. Yoona tertawa terbahak-bahak sedangkan Yuri mengerucutkan mulutnya tanda ia kesal.

Hyung gila!! Kau kira kau tidak mengerikan? Mukamu yang sok cool, sifatmu yang sok sibuk. Kau itu mengerikan + menjijikkan” ucap Yuri kesal. Kris tertawa terbahak-bahak, begitu juga dengan Yoona.

“Aku bercanda… aku akan segera pulang” kata Kris yang tawanya masih terdengar. Yuri dan Yoona terlihat sangat senang. “Waaa… Kris oppa pulang!!” teriak Yoona senang.

“Sudah, ya… aku akan naik ke pesawat. Sampai jumpa di Seoul” ucap Kris yang langsung mematikan handphonenya.

Yoona dan Yuri berpandang-pandangan satu sama lain. “Kris oppa sudah di bandara? Dia mau naik ke pesawat? Sampai jumpa di Seoul? Itu artinya….”

“KRIS OPPA/HYUNG PULANG HARI INI!!!! YEEE” Yuri dan Yoona tampak bahagia sekali. Mereka saling berpelukan sangking senangnya. Yuri menari-nari seperti penari professional, sedangkan Yoona melompat-lompat kegirangan.

TING TONG… tiba-tiba bel rumah YoonYul berbunyi. Yuri segera berlari ke arah pintu untuk membukakan pintu. Saat pintu sudah terbuka, tampaklah wajah cantik Tiffany dengan wajah marahnya.

“Tiff?” Yuri tampak bingung.

Tiffany menarik tangan Yuri dan membawa Yuri ke taman dekat rumah Yuri, tepatnya taman di depan rumah Sehun. Setelah sampai di taman tersebut, Tiffany melepaskan tangan Yuri dengan kasar.

“Kenapa Tiff?” tanya Yuri yang semakin bingung.

Tiffany memalingkan wajahnya dan dia tampak menahan tangis. “Hmm… Tiff, ada kabar gembira untukmu. Kris pulang hari ini!!” ucap Yuri.

Tiffany menatap Yuri marah. Airmatanya jatuh satu persatu. “Aku tidak peduli!!” bentak Tiffany.

Yuri semakin bingung dengan tingkah Tiffany. “Kau kenapa, Tiff?” tanya Yuri sambil memegang pundak Tiffany, tapi Tiffany segera menepisnya.

“Suho… sudah meninggal” kata Tiffany.

Yuri terkejut bukan main. Ia seperti tidak percaya dengan semua ini.

“Bagaimana bisa?” tanya Yuri.

“Dia meninggal karenamu!! Karena dirimu!!” Tiffany tampak benar-benar marah.

“Karenaku? Tiff, aku tidak mengerti apa yang kau bilang”

“Tadi, aku dan Suho sedang berjalan-jalan. Kami menyebrang jalan. Aku sudah sampai di ujung jalan, tapi dia malah berhenti di tengah jalan. Dia seperti orang bodoh!!” ucap Tiffany.

“Lalu apa hubungannya denganku? kenapa kau menyalahkanku?” bentak Yuri.

“Kau tau kenapa dia berhenti ditengah jalan? Dia sedang memikirkanmu, bodoh!! Memikirkan kata-katamu yang menyuruhnya menjauh darimu!! Dia ditabrak, itu karena dirimu!! Dia mati karena kau!!” teriak Tiffany. Ia benar-benar marah.

“Apa itu salahku? Aku tidak memintanya untuk memikirkanku, aku tidak pernah memintanya untuk memikirkan kata-kataku saat itu. Jadi, kau tidak bisa menyalahkanku, Miss Hwang” ucap Yuri dengan suara yang meninggi. Kini airmatanya sudah mengalir. Mendengar kabar Suho yang meninggal, itu sungguh menyakitkan baginya.

“Aku tau, aku tau!! Tapi setelah kau membaca surat ini, kau pasti akan menyalahkan dirimu sendiri, Miss Kwon!! Surat ini adalah surat yang ditulisnya ketika ia sedang di rumah sakit saat detik-detik terakhir hidupnya” ucap Tiffany. ia mengeluarkan sebuah surat, berwarna putih polos dan melempar surat itu ke wajah Yuri.

“Aku tak pernah menyalahkanmu sebelumnya. Tapi, setelah aku membaca surat itu, aku menyalahkanmu atas semua kejadian ini. Dan saat aku selesai membaca surat itu, kau tau apa yang ada di pikiran dan hatiku?. AKU BENCI KWON YURI!! Dengarkan aku, aku tidak peduli kau itu KkabYulku atau apalah itu, AKU BENCI KAU” ucap Tiffany sembari mendorong Yuri dan pergi menjauh dari Yuri.

Yuri menangis. Mendengar kata benci dari sahabat yang disayanginya adalah hal menyakitkan yang pernah dialaminya, juga kematian Suho… sahabat sekaligus orang yang disukanya. Yuri mengambil surat yang dari dilemparkan Tiffany kewajahnya. Ia membuka surat itu dan membacanya.

Dear, Yuri

                Hai, Yul. Kau pasti akan membaca surat ini, aku tau itu. Hehehe. Bagaimana? Aku mengerjakan apa yang kau katakan, kan? Aku sudah menjauh darimu untuk selama-lamanya. Kau tak kan bisa lagi bertemu denganku. Dunia kita sudah beda. Tapi, aku mau kau tau… kalau aku benar-benar menyukaimu. Mendengar kata-katamu yang menyuruhku menjauh dari kehidupanmu, itu sangat menyakitkan bagiku. Ditambah lagi, kau semakin dekat dengan si anak baru itu. Hmm… siapa namanya? Oh Sehun!! Aku benar, kan?. Ne, aku tau kau pasti senang berdekatan dengan dia. Kau kan menyukai dia. Hehehe. Aku minta maaf padamu kalau aku sering menjahilimu, tapi semua itu kulakukan hanya untuk menarik perhatianmu. Dan… kau pasti terkejut, aku menjauh darimu dengan cara seperti ini. tapi tunggu dulu, ini sebuah kecelakaan yang tidak pernah kurencanakan. Ini tidak kusengaja, loh. Tapi, saat itu aku merasa aku sudah berada di ujung jalan dan disampingku ada kau. Jadi, aku behenti disana. Ternyata aku masih di tengah jalan. Hehehe, bahkan panggilan Tiffanypun, aku tidak mendengarkannya. Kau sudah membuatku gila, Kwon Yuri. Sudahlah, kau sudah tau semuanya kan? Aku pamit. Selamat tinggal, my first and my last love.

Kim JoonMyeon 🙂

                Yuri membekap mulutnya sendiri. Ia menangis histeris. Ia berlari ke rumahnya dengan mengenggam erat surat terkahir dari Suho untuknya. Dia menggebrak pintu rumahnya dengan tangisnya. Yoona berlari menuju Yuri dan memeluk Yuri.

Yuri membalas memeluk Yoona. “Suho meninggal, Yoong” ucap Yuri dalam tangisnya. Yoona terkejut dan tambah mengeratkan pelukannya ke Yuri.

“Yul, pesawat yang dinaiki Kris oppa terjatuh, jadi Kris oppa… juga meninggal” ucap Yoona. Tangisnya pecah saat itu juga. Yuri tambah kuat menangis. Orangtua mereka pergi memeluk mereka berdua. Aura kesedihan dan duka sangat terasa di rumah ini. Yuri pingsan, kertas surat dari Suho terlepas dari tangannya dan terjatuh di lantai rumah ini. kedua orangtua Yuri terkejut dan langsung membopong Yuri masuk ke dalam mobil. Yoona panik.

Sehun tampak sedang berdiri di depan pagar rumah Yuri dan Yoona. Ia tampak bingung dengan apa yang terjadi. Sehun berlari masuk ke dalam rumah YoonYul dan mendapati Yoona yang masih terduduk dan terlihat panik. Sehun duduk didepan Yoona dan memegang kedua bahu Yoona.

“Apa yang terjadi?” tanya Sehun.

“Suho meninggal, Kris oppa menginggal, dan Yuri pingsan. Apa yang harus kulakukan?” ucap Yoona dalam tangisnya.

“Pergilah ke mobilmu sekarang!! Nanti aku akan menyusul” ucap Sehun. Yoona mengangguk dan pergi berlari keluar menuju mobil keluarganya. Mobil itu segera pergi meninggalkan rumah ini menuju rumah sakit.

Sehun juga terlihat panik. Ia mencari-cari kunci rumah YoonYul dan berhasil menemukannya. Ia keluar dan menutup pintu tersebut. Tapi ia melihat sebuah kertas di lantai depan pintu rumah YoonYul. Ia mengambil surat itu dan membacanya. Ia menggenggam surat itu dengan perasaan marahnya. Ia langsung mengunci pintu rumah YoonYul dan pergi berlari ke rumahnya dengan membawa kunci rumah YoonYul dan surat tersebut. Ia masuk ke kamarnya dan menyimpan surat itu di laci meja belajarnya yang tak berisi.

Ia pergi ke ruang keluarga dan mendapati hyungnya yang sedang membaca buku pelajaran. “Ya! berikan aku kunci motormu!”  ucap Sehun pada hyungnya.

Hyungnya menghentikan aktivitas membacanya dan menatap Sehun datar. “Untuk apa?” tanyanya.

“Ini hal penting dan mendadak. Cepat, berikan saja kunci motormu, bodoh!” ucap Sehun dengan tergesa-gesa.

“Tidak mau” ucap hyungnya.

Sehun mendorong hyungnya itu, lalu berlari keluar dari rumah. “Luhan sialan!!” teriak Sehun. Ia berlari menuju sakit terdekat dari komplek rumahnya. Itu tidak bisa dibilang dekat dari rumah Sehun, tapi itulah rumah sakit terdekat. Sehun tau, Yuri pasti dibawa kesana.

Setelah 20 menit berlari, ia akhirnya sampai di rumah sakit tersebut. Ia melihat Yoona yang sedang duduk dan terdiam di ruang tunggu sendirian. Ia berlari menghampiri Yoona dan duduk di sebelah Yoona.

“Ini kunci rumahmu” ucap Sehun sambil meletakkan kunci rumah YoonYul di telapak tangan Yoona. Yoona menatap kunci rumah itu datar lalu beralih menatap Sehun.

“Kau berkeringat. Kau berlari dari rumahmu kesini?” tanya Yoona.

Sehun tersenyum. “Begitulah. Tadi aku sudah berusaha meminjam motor pada hyungku, tapi dia tidak mau meminjamkanku motornya. Ya sudah, aku berlari dari rumah ke rumah sakit” jawab Sehun.

Yoona tersenyum kaku. “Kau pasti mencemaskan Yuri, kan?” tanya Yoona.

Sehun kembali tersenyum. “Kau dan Yuri itu sudah kuanggap saudaraku sendiri. Jadi, bila terjadi apa-apa pada kalian, aku pasti akan mencemaskan kalian” jawab Sehun.

Yoona tersenyum. “Kau orang yang baik, Sehun-ah” ucap Yoona.

“Oh, iya… Suho juga meninggal, ya? Dia kecelakaan” ucap Sehun.

Yoona mengangguk lemah. “Aku… takut, Sehun…” gumam Yoona pelan sembari menggigit bibirnya dengan perasaan cemas.

“Suho dan Kris meninggal di hari yang sama dan sekarang Yuri koma. Aku tidak mau Yuri juga…”

“Sstt… jangan ngomong begitu! Kita harus yakin, Yuri pasti bisa melewati semuanya. Yuri masih punya semangat hidup. Jangan khawatir, Yuri pasti bisa” Sehun memotong pembicaraan Yoona. Yoona mengangkat kepalanya lalu terukir sedikit senyum di wajah cantiknya. “Terima kasih, Sehun”

Sehun tersenyum lalu mengelus lembut rambut Yoona. “Jadi, kapan Kris dimakamkan?” tanya Sehun dengan hati-hati.

“Besok. Hari ini jasadnya sampai ke Seoul, besok langsung dimakamkan. Suho hari ini, kan?” jawab Yoona sembari bertanya balik.

“Suho? Mana aku tau” jawab Sehun dengan nada malasnya.

“Kau ini… membenci Suho, ya?” tanya Yoona dengan menyipitkan mata indahnya.

Sehun membungkam mulutnya rapat-rapat. Badannya terlihat kaku. “Hei, jawab aku” ucap Yoona kesal.

Sehun menghela napas panjang. “Ne, aku benci Suho. Dia sering sekali membuat Yuri sedih” akhirnya Sehun menjawab pertanyaan Yoona.

Yoona mengangguk-angguk mengerti. “Aku juga benci Kai” ungkap Sehun dengan polosnya. Yoona mengangkat sebelah alisnya. “Kenapa?” tanya Yoona dengan tampang penasarannya.

“Karena dia juga sering membuat kau menangis” jawab Sehun. “D…Dari mana kau tau?” tanya Yoona lagi, kali ini dengan tampang terkejut. Sehun menyeringai kecil. “Aku sering memata-matai kau dan Yuri” jawab Sehun dengan senyum jahilnya.

What the….”

“Hehehe…”

*********

                Hari ini, hari dimana Kris dimakamkan. Yoona, Sehun, orangtua YoonYul dan yang lainnya pergi memakamkan Kris. Yuri masih tetap berada di rumah sakit. Ia belum juga menghilangkan status komanya.

Oppa, maafkan aku dan Yuri bila sering membuatmu kesal atau marah” ucap Yoona yang sedang berlutut disamping makan Kris ditemani Sehun. Rombongan yang lain sudah pergi. Orangtua YoonYul pun sudah pergi untuk melihat keadaan Yuri.

“Kris hyung pasti memaafkanmu dan Yuri. Kaliankan adiknya. Dan aku yakin, dia pasti sedang tersenyum di surga” ucap Sehun lembut.

Yoona tersenyum. “Kris oppa, sampaikan pada tuhan… sadarkan Yuri secepatnya, ne?” ucap Yoona dengan suara bergetar. Airmatanya sudah berada di pelupuk matanya.

Sehun menelan ludahnya. Mendengar kata-kata seperti itu sering sekali membuatnya sedih dan terharu. Sehun menepuk bahu Yoona lalu mengajak Yoona untuk pulang. Yoona tersenyum dan membiarkan Sehun menuntunnya pulang.

“Sehun, sekali lagi terimakasih banyak”

****

2… 3…. 4 hari sudah berlalu semenjak kematian Kris dan Suho dan juga ketidaksadarannya Yuri dari komanya.

Hari ini, sepulang sekolah, Yoona dan Sehun menjenguk Yuri seperti halnya hari-hari sebelumnya. Dan… mereka harus menerima kenyataan bahwa keadaan Yuri semakin memburuk dan juga belum bangun dari komanya.

Para dokter sudah bilang bahwa sangat kecil harapan supaya Yuri bisa bangun dan terlepas dari status komanya. Tapi Yoona, Sehun, semuanya terus mengharapkan keajaiban. KEAJAIBAN! Mungkin memang terdengar konyol di jaman modern seperti sekarang ini. Tapi… apa salahnya berharap?.

Dan keajaiban benar-benar datang di hari ke-4 ini. Yuri terlepas dari status komanya dan membuka matanya setelah 4 hari lamanya. Tak tanggung-tanggung, dia juga memberikan senyum pertamanya setelah 4 hari ini.

“Yoona, Sehun… aku bisa, kan?” ucap Yuri dengan diselingi tawanya.

Yoona mengeluarkan airmata bahagianya dan langsung memeluk Yuri. “Kau bisa Yuri!! Kau berhasil” ucap Yoona dengan sangat bahagia.

Yuri tersenyum bangga lalu menatap Sehun dengan tatapn teduh. Sehun tersenyum sangat manis. “Kau berhasil, Yuri!! Aku sudah yakin, kau pasti bisa melawan masa-masa koma-mu” ucap Sehun.

Yuri terkekeh pelan. “Aku memikirkan kalian berdua dan juga orangtuaku. Saat itu, aku bertemu Kris dan Suho. Mereka mengajakku untuk bergabung tapi wajah kalian berdua, wajah Tiffany, wajah eomma dan appa membuatku sadar bahwa masih banyak orang disini yang ingin aku hidup” cerita Yuri.

Yoona dan Sehun berpandangan dengan tatapan bingung mereka. “Kalian tidak mengerti maksudku?” tanya Yuri. Yoona dan Sehun dengan mudanya menggeleng. Yuri menepuk dahinya pelan. “Artinya, kalau aku jadi bergabung bersama mereka, aku juga akan pergi” kata Yuri kesal, padahal dia sudah menyusun kata-kata dengan sangat mendramatisir untuk membuat kedua manusia didepannya menangis terharu dan terkagum-kagum. Tapi nyatanya, kedua manusia itu tidak mengerti. Sial!

Yoona dan Sehun tertawa. “Untung kau tidak ikut sama mereka… hahaha” tawa Sehun. Yuri tampak geram. “Aku salah pilihan!!! Lebih baik aku ikut Kris dan Suho saja tadi!!!” teriak Yuri dengan kekesalan tingkat akut.

Sekarang Yoona dan Sehun terdiam. “Bukan itu maksudku, aku Cuma….”

“Oh Sehun, Im Yoona!! AKU MARAH BESAR!!” teriak Yuri.

Yoona dan Sehun kembali tertawa terbahak-bahak, sedangkan Yuri menggeram dengan muka merah disertai asap-asap yang keluar dari telinga dan hidungnya.

“Akhirnya kau kembali, Kwon Yuri… Hahahaha”

~~~~~THE END~~~~~

Hola… halo…

Author is back! Exo comeback, author juga ikut comeback #PLAK

Ada yang nungguin side story dari Our Love ini, nggak?

Ada? Nggak ada ya? Yah….

Kelaman sih!!! Hahaha

Saya baru selesai ujian jadi baru bisa post dan buat sekarang. Hahahaha

Oke, jangan lupa comment dan Like-nya

Our Love nya lagi dalam proses

Thank You and See You!!

😀

61 responses to “All About Us ~[Side Story of Our Love]~

  1. Suho dan kris meninggal kenapa sehun ama yuri ga jadian aja hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s