Sequel of Weird Proposal

weirdproposal

Author : Asuchi aka @hotachii

Cast :

*) Im Chaeri [OC]

*) Lee Howon [Infinite]

Genre : AU, Romance

Lenght : Ficlet (952 Words)

Credit Pic : Aishita World

a/n : duh.. diminta buat lanjutannya, semoga ini cukup yaa buat bayar yg minta meski gak semanis yang sebelomnya. Ini masih sama kek sebelumnya, satu scene aja. makasih banget banget buat semua yang udah baca yg sebelomnya, aku seneng pake banget loh happy reading ^^

Previous Story : Weird Proposal

Sequel of WEIRD PROPOSAL

Dua minggu berlalu sejak lamaran yang diucapkan Howon, Chaeri sama sekali tidak mendapatkan apapun. Maksudnya, dua minggu berlalu dan sikap Howon sama sekali tidak berubah. Dia bersikap seperti biasa, sikap seorang teman, tetangga. Seolah lamaran itu memang sebuah ajakan siang yang tidak berarti apa-apa. Hal itu membuat Chaeri gila! Bagaimana tidak, setiap malam setelah lamaran itu hantu Howon terus saja menganggu tidurnya. Oke, Howon memang belum mati sampai dibilang hantu. Itu hanya kiasan. Kata lain untuk Howon selalu hadir di mimpi Chaeri. Dan mimpi itu, Chaeri tidak menyangka otaknya bisa merangkai mimpi yang membuatnya tersipu saat bangun dan emosi begitu benar-benar sadar.

Mimpi dan sikap Howon membuat Chaeri benar-benar kesal. Terganggu. Chaeri ingin Howon bersikap tegas, tidak menggantung begitu. Dia mengatakan pada Chaeri kalau dia bisa membuat Chaeri jatuh cinta, tapi sepertinya itu tidak menurut Chaeri. Bagaimana bisa jatuh cinta pada orang yang bersikap acuh begitu? Dan itu membuat Chaeri makin kesal.

Oh, Chaeri berniat untuk memberikan penolakan pada Howon hari ini juga. Maka hari ini, begitu dia selesai sarapan, dia meminta ijin pada orangtuanya untuk pergi ke rumah keluarga Lee.

Rumah Howon hanya terhalang dua rumah lain. Dia disambut oleh Hojun, adik Howon begitu berkunjung ke rumah keluarga Lee. Tanpa permisi, Chaeri langsung saja berjalan menuju kamar Howon yang letaknya tak jauh dari ruang tengah saat Hojun mengatakan Howon ada di kamarnya. Dia sudah cukup akrab dengan keluarga Lee sampai tidak lagi diperlakukan sebagai tamu.

“Ya! Lee Ho… kya!”

Chaeri membuka pintu kamar Howon tanpa mengetuknya dan sempat melihat Howon yang bertelanjang dada sebelum dia menutup pintunya keras-keras.

Sebenarnya melihat tubuh Howon adalah hal biasa dan malah jadi hiburan bagi Chaeri. Tapi itu sebelum dua minggu yang lalu. Setelah lamaran itu, tubuh Howon jadi sesuatu yang bisa membuat wajah Chaeri memanas.

“Kau kenapa noona?” Hojun yang lewat di dekat Chaeri bertanya.

“Oh, tidak apa-apa.” Jawab Chaeri sedikit terbata. Dia berusaha menurunkan suhu wajahnya yang masih tinggi.

“Tidak masuk?” Hojun bertanya lagi.

“Howon sedang ganti baju.”

“Bukannya noona sudah biasa lihat hyung ganti baju?” Hojun masih saja bertanya.

“Pergilah.” Chaeri berusaha mengusir Hojun. Dia tidak ingin merasa tidak enak lebih dari sekarang. Tak ada yang tahu soal lamaran itu kecuali dia dan Howon, jadi sikapnya memang terlihat aneh di mata orang lain.

Klekk…

Chaeri masih memegang gagang pintu kamar Howon, dan dia juga bersandar ke pintu itu. Saat Howon membuka pintu itu, otomatis keseimbangan Chaeri sedikit limbung.

Chaeri ditarik oleh Howon dan tak lama sudah berada di dalam kamar Howon. “Kau pergi sana!” Howon mengusir Hojun sebelum dia menutup pintu.

Howon tersenyum sangat manis pada Chaeri. “Ada apa kemari pagi-pagi?” Dia bertanya dengan nada lembut.

Chaeri berusaha mati-matian untuk tidak terpesona. Dua minggu belakangan, senyuman Howon jadi sejuta lebih manis dari yang diingat Chaeri sebelumnya. “Aku mau membicarakan soal lamaranmu dua minggu lalu.” Kata Chaeri dengan sikap tenang, berusaha tenang maksudnya. “Aku sudah berpikir, dan sepertinya kau hanya main-main. Jadi aku minta kau jangan berbuat seperti itu lagi. Aku benar-benar merasa terganggu.” Lanjutnya.

“Begitu?” Howon berkata dengan suara cukup rendah sehingga terkesan kecewa. “Aku sudah bilang padamu kalau aku tidak main-main.” Dia menambahkan.

Chaeri refleks mundur saat Howon berjalan mendekatinya. “Kalau kau tidak main-main, mana buktinya? Kau bilang mau membuatku jatuh cinta. Tapi kau malah bersikap tidak peduli. Seolah tidak terjadi apa-apa.” Chaeri memandang Howon dengan tatapan menantang. Kesal.

Howon tersenyum, terkekeh kemudian tertawa. Dia maju dan membuat Chaeri mundur lagi.

Dukk…

Langkah Chaeri terhenti karena ranjang Howon di belakangnya. “Ap… apa yang akan kau lakukan?” Tanya Chaeri saat Howon makin mendekat.

Howon tidak menjawab tapi terus melangkah menuju Chaeri. Dia menangkap lengan Chaeri dan menariknya begitu melihat Chaeri hampir jatuh ke ranjang. Jarak mereka cukup dekat.

Chaeri bisa melihat dengan jelas setiap bulu halus di wajah Howon karena dia terus menatap ke wajah Howon. Yakin wajahnya memerah karena dia merasa panas. Tapi dia tidak peduli. Chaeri menunggu apa yang akan dilakukan oleh Howon, berharap.

Howon tersenyum, mundur menjauh. “Aku akan bilang pada eomma dan appa tentang hal ini. Kita sudah harus mempersiapkan pernikahan kita.” Ucap Howon.

Chaeri berkedip beberapa kali. “Apa maksudmu?” Dia bertanya bingung.

“Sikapmu barusan menunjukkan kalau kau sudah jatuh cinta padaku, Chaeri sayang.” Howon bicara dengan nada menggodanya. Dia mendekati Chaeri lagi. Menarik pinggang Chaeri.

Jantung Chaeri berdetak tidak karuan. Wajahnya semakin merah. Dia ingin marah dan menghindar tapi tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak kerjasama dan malah menginginkan sentuhan lebih.

Howon tertawa lagi, melepaskan tangan yang melingkar di pinggang Chaeri dan mundur selangkah. “Aku ingin menciummu, sumpah. Tapi wajahmu malah membuatku ingin tertawa. Kau benar-benar sudah jatuh cinta padaku.” Dia bicara diselingi tawa.

Wajah Chaeri memerah lagi karena marah, kali ini benar-benar marah. “Namja menyebalkaaann…!!” Chaeri mendorong tubuh Howon. Dan bersiap pergi dari tempat itu.

Howon menahan lengan Chaeri, menghentikan langkahnya. Dia menarik tubuh Chaeri dan kali ini benar-benar menciumnya.

Chaeri tidak diam atau menolak, dia membalas ciuman Howon karena memang dia menginginkannya. Seperti yang sering dia mimpikan.

Dugg.. brukkk ..

“Aw!”

Chaeri dan Howon menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke arah pintu.

“Kalian sedang apa?”

Chaeri dan Howon mendengar suara Hojun di luar.

“Hyojin-ah, beritahu Hojae untuk pulang minggu depan. Eomma mau bilang pada appamu untuk mengundang keluarga Im. Kita harus membicarakan tentang pernikahan Howon dan Chaeri. Ah, akhirnya Chaeri jadi menantuku juga.” Ibu Howon bicara dengan nada sedikit dinaikkan, sengaja agar dua orang di dalam kamar Howon bisa mendengar jelas.

Chaeri dan Howon saling berpandangan. Mereka berdua kemudian tertawa. Dinding kamar Howon memang tidak cukup tebal, dan dua wanita yang berstatus kakak dan ibu Howon bisa dengan mudah mencuri dengar.

“Setelah menikah, kau tinggal di rumahku. Aku tidak ingin mereka mencuri dengar apa yang kita lakukan.” Chaeri bicara.

“Memang apa yang akan kita lakukan, hm?” Howon bertanya dengan nada menggoda sebelum kemudian mencium Chaeri lagi.

-end-

143 responses to “Sequel of Weird Proposal

  1. huah sumpah ini crt.a so sweet bngt, bnr2 ya cherin ternyata udh jatuh cinta sama howon juga secara tidak langsung…
    daebak bngt crt.a eonni…
    (*¯︶¯*)

  2. abis baca ff ini kyknya hantu hoya pindah kesini. hiiii
    hoya bener2 jd hantu deh kyknya sukses bikin org merinding mulu

  3. Haduh deg2an sendiri bacany!! Thor sumpah bikin senyum2 gaje, hahahaha lanjuuut!! SMANGAT THOR!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s