[EXO Fangirls Series] 1st. Luhan—Kindhearted Boy!

Author        : MinHyuniee.

Main Cast   : EXO-M Luhan as Xi Luhan and YOU

Genre          : Full Gaje -_- *LOL, AU, Fluff and Friendship

Rate              : G

Disclaim      : i only own the plot.

Summary   : Ya Tuhan… Hari ini adalah hari yang paling unbelieveable dalam hidupku!—YOU’s

DON’T BE A SILENT READERS! RCL PLEASE!

MINHYUNIEE PRESENT

“KINDHEARTED BOY”

kb

Xi Luhan. Itulah nama sorang lelaki tampan dengan senyuman menawan yang mampu membuatku terkesima. Aku memang belum pernah mengobrol atau berbicara denganya secara langsung, tapi entah mengapa aku percaya, dia adalah lelaki yang sangat baik. Memang belum ada buktinya, namun cukup dengan melihat tawa, senyum serta gaya bicaranya, aku tetap yakin, Luhan adalah lelaki yang sangat-sangat baik.

***

Hari ini adalah hari dimana pertama kalinya aku berpapasan denganya di koridor sekolah. Hanya dengan berpapasan saja sudah mampu membuat hatiku berdetak tak karuan, apalagi berbicara langsung denganya? Bisa mati grogi aku. Ini bukan perasaan khusus atau special, aku rasa ini hanyalah sebuah perasaan dimana aku adalah seorang fans dan Luhan adalah artist yang ku-idolakan. Aneh bukan?

Aku terkekeh kecil mengingat moment-moment berpapasan/bertatap-tatapan secara langsung ku dengan nya. Bodoh sekali diriku yang tidak mau menyapanya atau sekedar berkenalan dengan nya. Haah, aku rasa menjadi seorang penggemar rahasia cukup menyenangkan daripada menjadi teman biasa. Hmm, haruskah aku menjelaskan alasanya? Sepertinya tidak, karena memang tidak ada alasan mengapa aku lebih memilih menjadi penggemar rahasia nya daripada menjadi teman nya.

“ Hei tunggu!”

Tertegun, aku lalu menoleh pada sebuah suara yang memanggilku. Betapa terkejutnya aku ketika mengetahui siapa yang memanggilku. Luhan! Ia memanggil namaku! Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam sampai-sampai dipanggil oleh Luhan? Akh. Lebih baik aku meresponnya dulu.

“ Ah iya. Ada apa?” tanyaku seraya tersenyum padanya, berusaha menutupi kegugupanku yang sepertinya akan berlebihan ini. Ia nampak membalas senyumku dengan senyuman manisnya. Oh tidak! Tingkat kegugupanku akan bertambah jika ia berlaku seperti itu!

“ Kau menjatuhkan ini.” Luhan tampak mengeluarkan sesuatu dari saku nya, lalu memberikanya padaku. Mataku membulat seketika melihat benda yang ia berikan padaku. Dengan gerakan cepat aku mengambil benda yang ia berikan itu lalu menatapnya grogi. “ Bu-buku harianku? Ka-kau menemukanya dimana?” ucapku gelagapan.

Gawat! Dia pasti sudah membaca isinya. Matilah aku…

Luhan terlihat terkekeh pelan, “ Kau menjatuhkanya saat berlari tadi. Kau kenapa? Rasanya aku menyeramkan sekali sampai-sampai kau berlari saat berpapasan denganku.” Ujarnya geli. Sontak wajahku memerah. Bodoh sekali aku ini!

“ Ti-tidak. eung.. bu-bukan begitu…”

Luhan tersenyum simpul, kemudian menepuk pundakku dengan pelan. Namun itu tak membuatku tenang, itu malah membuatku semakin gugup. Ini kali pertamanya seorang Xi Luhan ada di hadapanku, berbicara denganku, tersenyum padaku, dan memegang pundakku! Ya Tuhan, apa yang akan terjadi lagi ya? Jangan bilang selanjutnya aku akan berlari sambil berteriak histeris.

“ Tenang saja. Aku belum membaca isi buku harianmu itu,” ia terdiam sebentar, “ Aku hanya membaca tulisan di depan nya.” Lanjutnya sembari kembali tersenyum, memamerkan senyuman menawanya. Aku mengangguk kecil sambil menutupi rona wajahku yang kian menjadi ini.

“ Ngomong-ngomong, aku ingin bertanya padamu.”

“ E-eh? Bertanya apa?” tanyaku berusaha untuk terlihat tenang. Kurasa ini akan menjadi hari yang luar biasa indahnya. Haha, sejak kapan aku menjadi berlebihan begini?

“ Kenapa kau selalu menatapku dari jauh dan selalu berlari ketika aku mendekatimu?” Luhan berucap dengan ekspresi innoncent nya. Astaga, wajahnya polos sekali. Aish, lalu apa yang harus kujawab sekarang? Itu benar-benar sebuah pertanyaan yang aku sendiripun tak tahu jawabanya. Yeah, sudah jelas aku tak tahu jawabanya karena aku hanyalah seorang penggemar rahasianya yang selalu tertangkap basah saat menatapnya atau berlari ketika ia mendekatiku. Apakah aku terlihat bodoh?

Aku meneguk ludahku dengan susah payah, sedangkan Luhan masih tenang menungguku menjawab pertanyaanya. Tanganku meremas-remas kuat ujung bajuku. Seharusnya aku tidak diam di perpustakaan kalau tahu akan begini kejadian nya. Bodohnya diriku yang lupa kalau tempat favorit Luhan adalah perpustakaan! Aduh, ayolah.. kau harus fokus! Cukup jawab pertanyaanya dan lari!

“ Eung.. aku malu.” Jawabku singkat. Terlihat Luhan membulatkan matanya dan sejurus kemudian ia pun tertawa geli. Aku tersenyum malu melihat reaksi Luhan terhadap jawabanku. Apakah itu lucu?, batinku sedikit bingung.

Luhan tersenyum lalu mengacak rambutku lembut, “ Kau tak perlu malu. Anggap saja kita sudah berteman lama. Kau sudah tahu namaku ‘kan?” walaupun sekarang wajahku sudah semerah tomat akibat perlakuan nya, aku tetap mengangguk pelan, “ Nah, kalau begitu mulai sekarang jangan bersikap seperti itu lagi.”

“ Ba-baiklah…” jawabku dengan sangat gugup. Apakah Luhan ingin membuat wajahku ini terus memanas? Akh! Xi Luhan, kau benar-benar mengagumkan!

Luhan tampak mengambil sesuatu dari ransel nya. Ternyata ia mengambil ponsel beserta earphone nya. Aku hanya diam menatap apa yang dilakukanya. Luhan pun memakai salah satu earphone lalu memasang satu nya lagi di telingaku. Walau kaget, aku tetap diam. Kurasa wajahku mulai memanas (lagi) sekarang.

“ Dengarkanlah lagu ini.”

Machi amugeotdo moreuneun airo geureoke dasi taeeonan sungan gachi
Jamsi kkumilkkabwa han beon deo nun gamatda tteo boni
Yeoksi neomu ganjeolhaetdeon ne ape gidohadeut seo isseo
Dan han beonman ne yeopeseo bareul matchwo georeo bogopa han beon, ttak han beonmanyo

Neoui sesangeuro
Ne gyeoteuro
Haemarkge mutneun nege bimirira malhaesseo
Manyang idaero hamkke georeumyeon
Eodideun cheongugilteni

Mikael boda neon naege nunbusin jonjae
Gamhi nuga neoreul geoyeokhae naega yongseoreul an hae

Eden geu gose bareul deurin taechoui geu cheoreom maeil
Neo hanaman hyanghamyeo maeumeuro mideumyeo

Aju jageun geosirado neol himdeulge haji motage
Hangsang jikigo sipeo i’m eternally love

“ Neoui suhojaro jeo, ne pyeoneuro, Hime gyeoun eoneu nal ne nunmureul dakka jul, Geureon han saram doel su itdamyeon, Eodideun cheongugilteni.”

Setelah lagu itu selesai terputar, Luhan pun mematikan ponselnya lalu melepaskan earphone di telinganya dan di telingaku. Sementara itu, aku masih membeku di tempat. Aku mendengar suaranya dari dekat!! Astaga… Ya Tuhan… Hari ini adalah hari yang paling unbelieveable dalam hidupku!

Sambil memasukan ponsel dan earphone nya ke dalam ranselnya, Luhan pun berkata, “ Lagu ini yang akan kunyanyikan di lomba menyanyi besok. Bagaimana menurutmu?”

Aih, mengapa ia bertanya padaku? Sudah jelas sekali suaranya sangatlah mengagumkan, sampai-sampai aku membeku mendengarnya. Hm, lalu apa yang harus kujawab? Apakah aku hanya harus menjawab ‘Bagus’ begitu saja atau aku harus mengatakan ‘Itu sangat mengagumkan!’ dengan bersemangat? Kurasa tidak untuk kedua-dua nya. Hm.. Baiklah, sebaiknya aku menenangkan diriku terlebih dahulu.

“ Suaramu sangat bagus. Aku yakin kau pasti menang di lomba itu. Semangat ya!” Ucapku seraya tersenyum lembut padanya. Kontan Luhan melebarkan matanya, tampak tidak percaya pada ucapanku. “ Ke-kenapa?” tanyaku kembali gugup. Wajahnya yang sedang kaget itu sangat imut! Err… apakah aku boleh ber-fangirlingan dulu?

“ Ah, Tidak. Hanya saja kau adalah orang pertama yang menyemangatiku untuk lomba ini. Terimakasih banyak ya.” Luhan kembali tersenyum. Astaga, sepertinya aku akan terus mendapatkan heart attack jika ia ada di sampingku.

“ Be-begitukah? I-iya.. sama-sama Luhan…”

Luhan nampak melihat jam tanganya lalu bediri dari tempat duduknya. Aku pun ikut berdiri dengan wajah bertanya-tanya. “ Aku harus pergi latihan. Terimakasih sudah menemaniku. Sampai jumpa!” ujarnya seraya berlalu pergi dari hadapanku.

Aku mengangguk lagi. Wajahku rasanya panas sekali. Aish, tenangkan dirimu dulu.

Oke, Hari ini aku telah mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanku mengenai Luhan. Hm.. Sepertinya jawaban-jawaban itu harus kusebut fakta. Baiklah, Inilah fakta-fakta yang kudapatkan:

Fakta 1: Wajah Luhan! Wajahnya jika dilihat dari dekat ternyata 2 kali lipat lebih tampan, imut dan manis dibandingkan dilihat dari jauh!

Fakta 2: Luhan memang sangat baik. Buktinya tadi ia terus tersenyum dan berbicara sopan kepadaku.

Dan, fakta 3 atau fakta terakhir: Aku benar-benar mengidolakan nya! Dia benar-benar pantas di-idolakan karena bakatnya, sifatnya, wajahnya, dan senyumnya. Ya Tuhan, terimakasih sudah mengirimkan keberuntungan ini padaku. Tunggu dulu, kenapa aku jadi sangat-sangat berlebihan sekali hari ini? Aish, sepertinya aku kebanyakan bertanya.

Haah, sudahlah, yang penting aku mengidolakanya. Intinya, seorang fans sejati takkan pernah berhenti untuk mengidolakanya idolanya dan itulah diriku.

END

Otte? Otte? Ceritanya gaje kah? Jelekkah? Hancurkah? Endingnya maksa banget kah? Maaf ya kalau ceritaku ini aneh banget -_- *bow* aku bikin cerita ini terinspirasi dari banyaknya fans Luhan yang ngerasa unbelieveable banget buat ketemuan atau ngobrol sama dia. Jadi menurutku, kalau kehidupan tentang seorang fans dijadiin Fanfiction mungkin bakalan seru/? Entah seru dalam arti apa -_-v #dirajam

Ah yasudahlah, Tolong berikan komentar anda mengenai cerita saya yang satu ini *eaak bahasanya*. Jika banyak yang mengomentari/like, maka saya akan buat versi yang lainnya. Tolong di vote juga ya, habis versi Luhan siapa yang bakalan dibikinin cerita tapi aku cuma bisa bikin 4 versi lagi, ini pilihannya:

–          D.O

–          Kris

–          Sehun

–          Chanyeol

Mungkin cerita versi selanjutnya dibuatnya agak lama, soalnya aku mau nunggu vote dari kalian dulu ^^ hehehe. Oh ya, masih inget fanfic ‘Kiss Kiss Kiss’ yang pernah aku post disini? Maaf banget, FF itu untuk sementara waktu aku cancel, tapi tenang aja, FF itu pasti berlanjut kok 🙂 Oke deh, author MinHyuniee pamit undur diri. Sampai jumpa di Fanfic selanjutnya~ ppyong~ *bbuing-bbuing bareng Luhan*

YOUR COMMENT IS OUR OXYGEN—Author’s Quote

151 responses to “[EXO Fangirls Series] 1st. Luhan—Kindhearted Boy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s