Prisoner Of Love [Love~13]

prisoner-of-love-by-momochii

Author : Nursaadah Salsabila Putri a.k.a Momochii

Genre : Romance, Comedy, ㅁLove/ Square Love,Hurt,Angst,Schoollife,

Rating : PG 15

Main Cast :

– Oh Sehun [EXO]

– Park Minji [OC]

– Park Chanyeol [EXO]

-Kim Haneul [OC]

Other Cast : You can find them in The Story

Length : Chaptered

Back Sound : Davichi – Is Love That Foolish

Twitter:@Yamada_salsa

Facebook :Mugiko Salsa

Instagram :@nursaadahsalsabila

PREVIEW

Disclaimer       : cerita ini hanya fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan plotnya saya benar-benar minta maaf, karena saya tidak tahu menahu tentang hal itu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gomawo yo~~ Just Enjoy it 😉 SEMOGA KALIAN SUKAAAAA~~  Comment ya biar author bisa jadi lebih baik 😀

Minji terlihat memandang langit musim panas , merasakan hembusan-hembusan angin yang menerpa tubuhnya. Tak menusuk. Hanya membuat matanya memicing sebentar.

Tok..tok

Terdengar suara ketukan pintu dari arah belakangnya , ia pun buru-buru menghapus bekas-bekas airmata yang menjadi bukti bahwa ia barusaja menangis karena namja itu .

“Agasshi, “ terdengar suara pelayannya dari balik pintu berwarna putih tulang itu.

“Ya, tunggu sebentar “ Minji berjalan menghampiri pintu kamarnya .

Klek

“Ada apa?” tanya Minji dengan suara parau.

“Maaf mengganggu ketenangan nona , tapi ada seorang yang yeoja yang mencari nona” ujar pelayan itu membungkukkan badannya kearah Minji.

“Arasso , kau boleh pergi” balas Minji dengan suara paraunya. Ia keluar dari kamarnya dan berjalan keruang tamu.

“Nuguse- Omona!!!” pekik Minji begitu melihat Hyorim yang tengah duduk di sofanya dengan senyuman khas milik gadis itu.

“Omo! Minji~ a , kenapa kau punya banyak sekali rumah mewah ?” Hyorim mengedarkan pandangannya memperhatikan rumah Minji yang begitu elegan . Ia memperhatikan air mancur yang terletak di dekat taman belakang.Minji pun ikut mengikuti arah mata Hyorim .

Ia hanya tersenyum menanggapi perkataan sahabatnya.Sembari sesekali memainkan jarinya.

“Hehehe.. Kau sudah makan ?” tanya Hyorim.

“Belum “ jawab Minji singkat.

“Kalau begitu ayo kita makan diluar , aku lihat ada  cafe yang terlihat menarik di dekat sini “ Hyorim menarik-narik baju Minji.

“eo, arasso tapi aku ganti baju dulu ya”. Hyorim menganggukkan kepalanya.Minji pun beranjak menuju kamarnya.

Hyorim kembali mengedarkan pandangannya kesekitar .

Indah .
Pikirnya.

‘Krrrk..krrrk’ Hyorim mendengar suara aneh dari arah belakangnya. Ia memiringkan kepalanya “ Suara apa itu?” .

Selanjutnya ia mendengar tawa anak kecil yang membuatnya bergidik ngeri.

“Nu..nu.. gu..sseyo?”.

Hyorim berbalik dan melihat seorang anak kecil dengan wajah putih pucat sedang memandangnya dengan wajah datar.

“AAAAAA!!!!!!!!!ADA JUOOOOOOONNNNNNN!!@@#$$$#@” Hyorim berteriak ketakutan , begitu juga dengan anak itu ia ketakutan karena Hyorim menyebutkan Juon yaitu hantu yang paling ia takuti.

Minji berlari terbirit-birit menghampiri Hyorim karena mendengar teriakan dahsyat dari dua orang ini.

“Ada apa?!! Kenapa kalian berteriak begitu?” ujar Minji panik.

“Minji~a , ayo kita kabur ! lihat ada juon , huuhuhuhuhu” rengek Hyorim bersembunyi dibalik badan ramping Minji.

“Mwo?” Minji menaikkan alis kirinya.

“Jinkyo~aa kenapa wajahmu penuh dengan tepung begitu?” tanya Minji menghampiri Jinkyo , meninggalkan Hyorim yang masih berada ditempatnya.

Tiba-tiba terdengar langkah kaki yang buru-buru menghampiri Minji dan kedua anak manusia itu.

“Maaf nona , kami gagal menjaga Jinkyo , tadi dia bermain tepung dan wajahnya jadi begitu” ujar pelayan Minji dengan ekspresi takut.

“Geuraeyo? Kenapa kau main tepung Jinkyo~a?”Minji berjongkok dan membersihkan wajah Jinkyo dengan kedua tangannya.

“Jeogiyo , apa kau manusia? Jadi kau bukan Juon ya?” tanya Hyorim masih dengan wajah ketakutannya.

“Tentu saja Jinkyo manusia , noona !! noona ini siapa? Chingu nya Minji noona yaa?” .

“Eo , ini sahabatnya noona  ,namanya Hyorim noona” terang Minji pada Jinkyo.

“Anyeonghaaaaseeeyoo , Jinkyo imnida .”Jinkyo membungkuk memberi salam perkenalannya pada Hyorim dengan senyumnya yang mengembang dengan sempurna.

“Annyeong! Jinkyo~a “ Hyorim membalas senyuman Jinkyo sembari mengelus puncak kepalanya.

“Noona mau kemana?” Jinkyo mendongak memandang Minji yang sudah berdiri dari posisi awalnya.

“Eumh , noona mau pergi dengan Hyorim noona sebentar , kau jaga rumah ya~ Byeol , Cheonsa , kalian mau makan apa? Nanti aku akan bawakan” tanya Minji kepada kedua pelayannya .

“Ah , tidak perlu nona . Kami sudah makan” jawab Byeol sembari mengibas-ngibaskan tangannya diselingi dengan senyuman segannya.

KRUYUK..

Tapi terdengar suara cacing diperut Byeol yang seolah-olah membantah perkataan Byeol .

Minji terkikik .” Yasudah aku pergi dulu ya”.

Minji dan Hyorim meninggalkan Cheonsa, Jinkyo , dan Byeol dan wajah malunya . Akibat suara perutnya yang tak dapat diajak kompromi.

~æ~æ~æ~

Seorang namja tampan masih terlihat memandangi langit cerah khas musim panas , sesekali ia menunduk dan menghela nafas . Sehun terus melakukan hal itu berulang kali

Ia beranjak dari kursi panjang yang barusaja ia tiduri , setelah itu ia kembali masuk kedalam kediaman sahabatnya –Kai- .

“Kenapa dengan kalian berdua? Memperhatikan Handphone begitu?” tanya Sehun  kepada Kai yang duduk diatas meja sembari memperhatikan handphone miliknya dan Baekhyun yang duduk diatas kursi kayu dengan mata yang tertuju pada Handphone milik Kai .

“tak ada apa-apa” jawab mereka berdua serentak.

“oh begitu , Kai !” panggil Sehun yang sebenarnya tak percaya dengan jawaban kedua sahabatnya.

“Yaa?” balas Kai.

“Aku pakai kamar tamu yang disana kan?” tunjuk Sehun pada sebuah pintu didekat lorong ruang baca dan ruang tamu.

“Ya “ jawab Kai singkat , kembali mengalihkan pandangannya kearah handphone miliknya.

“Arasso “ Sehun melanjutkan langkahnya menuju kamar barunya , sebelumnya ia menarik koper miliknya kedalam kamarnya.

KLEK.

Setelah memasuki kamar itu ia menaruh kopernya begitu saja , menghempaskan badannya pada kasur yang menjadi pelengkap kemewahan kamar ini. Sehun berkali-kali membuang nafasnya , sesekali ia menertawai dirinya , menyadari betapa bodohnya ia mencampakkan wanita yang sangat mencintainya .

“Tunggu..! kenapa aku jadi begini?” Sehun bangun dan duduk di tepi ranjang tidurnya.

Sehun Pov.

Aku tersentak menghadapi diriku sendiri , belakangan ini aku menjadi err.. yah sedikit aneh . Apa mungkin aku ? ah , tidak mungkin.

Aku tertawa kecil menemukan sisi diriku yang aneh ini.Aku kembali memusatkan pikiranku pada telepon genggamku .Kenapa eomma sama sekali tidak menghubungi aku yang notabenenya adalah anaknya. Wah! Eomma ini benar-benar keterlaluan , kenapa dia mengusirku hanya karena dia?.

“HEY BOSS!! You’ve a messages” tiba-tiba nada dering pertanda pesan masuk ini mengagetkanku. Aku membuka screen lock handphoneku dan menyentuh tulisan bertuliskan ‘You have 1 message’  dan ‘8 Missed Call’pada handphoneku.

Sepertinya aku tak mendengar handphoneku berbunyi sedari tadi ? Aku melihat panggilan tak terjawab yang dipenuhi dengan nama ‘Haneul’ . Mau apalagi yeoja ini?!

Dahiku berkerut melihat nama pengirim pesan masuk dan ternyata yeoja itu lagi.Ck.

From : Haneul
To      : Me.

Sehun~a , Maafkan aku karena telah membohongimu selama ini..
Aku benar-benar menyesal , mungkin saat ini kau tidak mau melihatku atau apapun yang berkaitan denganku , aku mengerti. Tapi tak bisakah kau memaafkanku dan memulai semuanya dari awal? Aku .. sepertinya ..

Menyukaimu , karena itu kumohon tak bisakah kau kembali kesisiku lagi?

Haneul.

Aku terdiam . Kenapa aku jadi aneh begini? Bukankah seharusnya aku senang karena wanita yang selama ini aku sukai menyukaiku?. Cih , sudahlah lupakan saja , omongan yeoja seperti itu tak patut dipercaya.

Rasanya musim panas kali ini benar-benar musim panas terburuk.

~æ~æ~æ~

Author Pov.

Hyorim duduk di sofa sembari terus memandang Minji dengan pandangan menyelidik. Sementara Minji , ia hanya terus menyelipkan rambutnya kebelekang telinganya .

“Jangan melihatku begitu” ujar Minji sembari menundukkan kepalanya.

“Neo! “ Hyorim menunjuk Minji tepat pada batang hidungnya.

“Kau benar-benar tidak tinggal dengan Chanyeol kan?” lanjutnya lagi.

Minji tertawa kecil . “Aniyo , Jung Hyorim!” bantahnya tegas.

“Hehehee , baiklah kalau begitu , itu melegakan . Oh ya ! anak kecil dirumahmu itu siapa? Seingatku uri Minji tidak punya adik”

“Eooo, Jinkyo? Mulai sekarang dia adik angkatku “ jelas Minji.

“Tapi , kau ingin bicara apa padaku?”

“Eum.. begini sebenarnya kalau aku mengatakan hal ini padamu , mungkin kau tidak akan percaya , tapi .. apa kau benar-benar sudah melupakan Sehun , Minji ~a?.” Raut wajah Hyorim berubah serius.

Minji tercekat . Ia mengambil gelas berisi coffe latte di depannya dan menyesap coffe latte nya sekilas.

“Molla~” hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.

“Minji~ah , kau itu jangan kejam begitu, kau itu mencintai Chanyeol atau Sehun?”

“Aku sepertinya sudah melupakan namja itu” ujar Minji menegeratkan pegangannya pada cangkir coffe lattenya.

“Apa kau yakin? Mengabaikannya , menghindari tatapannya dan sebagainya . Semua itu menandakan kalau kau masih mencintai pria itu. Eum , aku melihat Sehun menangis untuk pertama kalinya . Saat itu aku baru selesai dari perpustakaan , kau ingatkan? Saat aku ke perpustakaan terakhir kali?” tanya Hyorim.

Minji terlihat kaget . Sehun menangis? “ Ya , aku ingat”

“Saat itu aku bingung sekaligus tidak percaya , seorang Oh Sehun menangis? Ia menangis di kelas kita . Dan aku melihat kau ada dilorong sekolah bersama Chanyeol , Yah  kelihatannya kalian juga baru dari kelas kita. Menurutku Sehun itu menyukaimu Minji~a , mungkin dia masih belum sadar” ujar Hyorim panjang lebar.

“Geurayo? “ Minji tersenyum getir.

“Itu hanya pendapatku , sebaiknya kau jujur pada Chanyeol ataupun Sehun , kalau begini terus kau bisa dibilang mempermainkan Chanyeol saja” ucap Hyorim sembari menggerakkan pisaunya kearah atas dan bawah memotong daging steak yang ada didepannya.

“Kalau boleh jujur sekarang aku benar-benar takut , kenapa namja itu begitu mempercayai yeoja itu ? kenapa dia tak pernah melihatku , hanya aku. Dan kenapa dia benar-benar tak memperdulikan perasaanku ? dan kenapa aku harus mencintai namja itu? , dari sekian banyak namja kenapa harus dia?” Minji menundukkan kepalanya , rambutnya kini menutupi paras cantiknya yang hendak menurunkan airmatanya .

Hyorim memandangi sahabatnya sedih . Ia menghentikan aktifitas makan steaknya dan beranjak menuju sofa disamping Minji.

Ia merangkul sahabatnya. “Aku yakin dia hanya belum sadar saja , Uljima~ Minji~aa. Aaaah… Kenapa uri Minji tetap cantik saat menangis? Siapapun yang kau pilih aku tetap akan mendukungmu , Minji~a Fighting!” Hyorim sedikit menggoda  Minji.

Minji pun sedikit tersenyum dan memeluk sahabatnya. “Gomawo~ Hyorim~a “.

~æ~æ~æ~

Minji pulang kerumahnya sembari menenteng tiga kantong plastik putih berisi makanan .

“Aku pulaang!” serunya dengan wajah sumringah.

“Ye , agasshi “ Pelayan-pelayannya buru-buru menghampiri Minji yang berdiri didepan pintu ,

“Ini makanan untuk kalian “ Minji menyerahkan kantong plastik itu pada salah seorang pelayannya .

“Ne , agasshi . Gamsahamnida” semua pelayan Minji membungkukkan badan mereka dengan wajah berseri-seri.

Minji mengayunkan langkahnya dengan berat. Ia kembali berbalik dan keluar dari rumahnya .

Ia memperhatikan kakinya yang tengah melangkah , melihat sepasang kaki yang selalu bersama-sama menemaninya kemanapun ia pergi.

“Apakah aku masih mencintainya?” Minji memandangi langit sembari tersenyum getir.

Ia membuang nafas dengan kasar , dan kembali menyusuri jalan . Matahari terlihat perlahan menyembunyikan wajahnya perlahan menandakan hari akan gelap. Sementara Minji , ia terus melanjutkan langkahnya.

Dibalik wajah datarnya yang terus memandangi sekitar , kata-kata Hyorim terus terngiang di dalam benaknya. Apa benar namja itu memikirkannya? .

Tapi sudahlah semuanya sudah menjadi seperti ini. Ia akan memutuskan untuk mencintai Chanyeol , karena Chanyeol selalu ada dan mencintainya. Setidaknya pikiran itu lah yang terlintas dipikiran Minji. Ia akan mencintai Chanyeol dengan setulus hati.

~æ~æ~æ~

Chanyeol Pov.

Aku melangkahkan kakiku dengan menuju gerbang rumahku dan dengan ringan memutar-mutar kunci mobilku pada jari telunjukku. Aku rasa aku benar-benar gila. Sedari tadi aku tak henti-hentinya mengeluarkan senyuman anehku. Belakangan ini aku benar-benar merasa bahagia , karena Minji sekarang berada disisiku.Semoga kebahagiaan ini tetap berlanjut…

Aku masuk kedalam rumah , dan mengganti sepatuku dengan sandal rumahku yang berwarna biru muda ini. Haaaahh… Aku rasa selang waktu sejak aku bertemu Minji dan sekarang ini tidak terlalu lama , tapi kenapa aku jadi ingin melihatnya lagi .

“Aku rasa aku benar-benar akan gila” aku menggeleng-gelengkan kepalaku tak percaya sembari berjalan menuju dapur . Kebiasaan seperti ini benar-benar bukan gayaku. Apa kalian pernah jatuh cinta? ternyata rasanya sangat aneh, ya?. Aku mengambil botol minum bertutup silver dan meletakkannya diatas meja makan , bukannya langsung meneguk minuman itu aku malah melipat tanganku dan meletakkannya diatas meja sembari terus memperhatikan botol minuman itu sembari terus tertawa tak jelas.

“Astaga!! Park Chanyeol kembalilah pada kesadaranmu!” rutukku pada diriku sendiri.
Akhirnya setelah mengumpulkan semua kewarasanku aku meneguk habis botol minuman di depanku , dan beranjak menuju kamarku yang berada di lantai dua.

Aku menghentikan langkahku dan melihat foto dengan bingkai berwarna keemasan , foto keluarga harmonis yang sudah lama runtuh pikirku sembari menyeringai.

“Mereka bahkan tidak menelfon dan menanyakan keadaanku.” Aku menarik ujung bibir kiriku keatas. Setelah itu kembali melanjutkan langkahku menuju kamar.

“Besok saatnya bertemu Minji” rasanya waktu ini berjalan begitu lama . Aku benar-benar tak sabar menanti hari esok.

~~

“Benarkah? Wah syukurlah , kalau begitu aku akan bilang pada Sehun bahwa yang ia lihat itu tak seperti yang ia pikirkan “ ujar Baekhyun bertelponan dengan Hyorim yang menepati janjinya dengan kedua cecunguk ini.

“Hemm.. sebaiknya tidak usah saja . Aku ingin memberikan pelajaran pada namja itu biar saja dia merasakan apa yang  Minji rasakan ! Aish! Aku benar-benar kesal dengan sikap namja idiot itu! Yah hitung-hitung untuk mengetahui dia menyukai Minji atau tidak” celoteh Hyorim panjang lebar.

“MWO ! IDIOT!!hussttt” teriak Kai dan Baekhyun bersamaan setelah itu mereka saling memandang dan meletakkan jari telunjuk mereka pada mulut masing-masing takut bahwa Sehun mendengar percakapan mereka.

“Wae? Apalagi namanya? Aish .. yasudahlah..sekarang aku sedang sibuk , Jonghyun oppa sudah menungguku , aku matikan ya. Bye”
PIP
Hyorim memutuskan sambungan telepon itu.

~æ~æ~æ~

Author Pov
“Yeobseyo” seorang wanita paruh baya duduk di kursi favoritnya menyilangkan kaki dengan paras cantiknya memegang gagang telpon berbicara dengan seseorang yang merupakan relasi bisnis suaminya sekaligus calon besannya.

“Ne , Nyonya Oh! Apa kabar?” ujar Tn.Park riang.
“Tentu saja baik , Tn. Park sendiri? “
“Ah , saya cukup baik , ahahaha.. Terima kasih ya . Ny. Oh selama ini sudah mau menjaga Minji dan maaf sudah merepotkan keluarga “.
“Tuan Park ini bagaimana? Bukankah sebentar lagi kita akan menjadi besan? Dan Minji itu juga akan otomatis menjadi menantuku juga. Tuan Park ini bisa saja. Oh ya! Bagaimana bisnis disana ? Lancarkah?” tanya Ny. Oh diselingi dengan tawanya yang tak mengurangi kesan anggun yang melekat pada diri wanita itu.

“Oooh.. Baik-baik saja , bagaimana Tn. Oh ? kudengar kemarin beliau sempat ambruk di kantor?” tanya Tn.Park  atau appa Minji dengan ekspresi cemasnya .
“Dia baik-baik saja , eum.. sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu “ ujar Ny. Oh dengan wajah seriusnya.

~æ~æ~æ~

Hari Senin ini tak ada yang spesial , semuanya berjalan seperti biasa. Minji tetap mesra bersama Chanyeol dan terus mengabaikan Sehun , sementara Haneul kini mengalihkan titik fokusnya pada Sehun. Begitu juga Kai , ia tetap terus beradu mulut dengan Jangmi.

“Sehun~a , bagaimana cara mengerjakan soal nomor 25 ini? Aku tak mengerti , kau ajarkan aku yaa???” ujar Haneul manja. Sementara Sehun , ia hanya memandang Haneul sekilas , dan kembali mengalihkan pandangannya pada buku didepannya.
“Tanya saja pada yang lain” balas Sehun dingin.
“Kenapa kau dingin sekali sih?” protes Haneul mengerucutkan bibirnya , tak memperdulikan cibiran-cibiran orang-orang disekitar yang mengatainya ‘tak tahu malu’.
Minji yang kebetulan lewat di depan kelas Sehun hanya memandang mereka berdua sekilas dan terus melanjutkan perjalanannya sembari mempererat pegangangan tangannya pada buku yang berada dalam pelukannya. Hyorim hanya menoleh kearah Minji dan menggelengkan-gelengkan kepalanya.

Tiba-tiba seseorang menghadang Minji dengan punggungnya , yap seseorang yang terlihat seperti pria itu menghadang Minji dengan posisi membelakanginya itu benar-benar membuat Minji kesal.

Minji hanya tetap memandang kaki namja itu sembari berusaha terus berjalan namun tetap berhasil dihadang oleh namja itu.Minji mulai kesal. Ia mengangkat kepalanya dan melihat punggung namja yang menghalangi jalannya , ia hendak memaki namja itu karena sudah menghalangi jalannya , tapi perkataannya berhenti ,melihat orang yang dengan jahilnya berani menghalanginya jalannya.

“Hey! Kau ini jangan berdiri ditengah jalan Begitu dong! Dasar- .. Yakk!! Park Chanyeol! Kupikir tadi siapa!” Minji memukul pundak kiri Chanyeol pelan.

“Ahahahaha.. habisnya wajahmu itu benar-benar lucu, kau bahkan tak melihatku berdiri disana, akhirnya aku hampiri saja agar kau melihatku , memangnya kau sedang memikirkan apa sih?” tanya Chanyeol dengan ekspresi bingungnya.

“Bukan apa-apa kok , aku hanya sedikit lelah saja” ucap Minji.
“Hey nona , ini baru jam 9 pagi ! kenapa kau sudah pasang tampang jelek begitu” omel Chanyeol sembari mencubit kedua pipi Minji.
“Ehem..ehem.. ada orang disini” ucap Hyorim dengan nada tinggi mengingatkan bahwa ia juga ada disana.

Chanyeol terkekeh .”Hyorim~a .. Maaf karena sudah mengabaikanmu. Bagaimana kelas kalian tadi?”.

“Eum , biasa saja . Tak ada yang spesial “ jawab Hyorim singkat.
“Ooh , begitu. Kalian sudah makan? Aaah.. aku hampir kelaparan . Ayo kita kekanti bersama” ajak Chanyeol menggandeng tangan Minji menuju kantin. Hyorim hanya tersenyum simpul melihat tingkah Chanyeol yang seolah-olah tak mau kehilangan Minji itu.

Sehun menghempaskan buku yang tadinya ia baca keatas meja dengan cukup keras setelah itu ia berjalan keluar dari kelasnya dan meliahat pemandangan yang tak mengenakkan dihadapannya , rahangnya mengeras melihat tangan Minji yang digenggam oleh Chanyeol . Ia tetap berdiri ditempatnya tanpa berhenti memperhatikan mereka berjalan menjauhinya.

“Sehun~a , kau mau kemana? Kalau mau ke kantin , ayo sama-sama” Haneul buru-buru berdiri disamping Sehun.

“Eoh , kau lihat apa? Cih , yeoja kampungan itu semakin mesra saja ya dengan pangerannya itu?” Haneul langsung menggandeng lengan Sehun dengan manja.

Sehun menatap Haneul horor , setelah itu ia melepaskan gandengan tangan Haneul dengan kasar dan berjalan mendahuluinya.

Beberapa waktu berlalu~~
Musim panas telah berlalu kini musim gugur sudah memunculkan dirinya menggeser posisi musim panas . Sejak saat itu Sehun tinggal dirumah  Kai , Kai pun tak merasa keberatan. Karena ia juga sering menumpang dirumah sahabatnya ini bahkan ia pernah menumpang selama 1 tahun 6 bulan dirumah Sehun.

Kehidupan Sehun benar-benar berantakan . Selama ini ia benar-benar tak seperti dirinya. Ia benar-benar seperti orang gila. Ia lebih suka menyendiri , dan sangat suka sekali melakukan sesuatu. Ia benar-benar berubah menjadi workholic. Ia mengikuti berbagai ekskul.Dan juga, semua pekerjaan rumah Kai yang harusnya dikerjakan oleh pelayan Kai .             Beberapa diambil alih oleh Sehun dan Kai hanya membiarkan Sehun melakukan hal yang ia suka , daripada namja itu pergi ke diskotik atau bermain-main dengan yeoja , bukankah hal itu lebih baik?.

Chanyeol baru pulang sekolah , kali ini ia tak pulang bersama Minji , karena Minji bilang ia masih ada urusan di sekolah.

Berbanding terbalik dengan Sehun , Chanyeol benar-benar merasa bahwa seisi dunia ini sudah menjadi miliknya. Ia mengendarai mobilnya dan tersentak karena ringtone handphonenya yang tiba-tiba berbunyi disaat ia tengah menghayal.

Chanyeol memberhentikan mobilnya di pinggir jalan , melihat nama penelpon itu membuat bibirnya tertarik keatas . Kalau boleh jujur sebenarnya ia merindukan ayahnya. Dengan bersemangat Chanyeol menerima panggilan dari ayahnya itu. Dan seperti biasa layaknya orangtua biasa Chanyeol diceramahi karena nilainya yang hanya turun 0,5 . Chanyeol hanya mengangguk-angguk mengerti.

“Kapan appa pulang ke Korea?” tanyanya .

“Sepertinya appa tidak bisa pulang , jadi kau akan menyusul appa dan eomma disini , hemm.. Lusa kau berangkat kesini , ada seseorang yang harus kau temui.” ucap appa Chanyeol tegas.

“Arasso ,aku akan kesana kalau itu kemauan appa” turut Chanyeol.

“Sampai jumpa ya nak “

“Ne , Jaga kesehatan disana sampai aku kesana” ucap Chanyeol perhatian.

Chanyeol tersenyum sumringah. Mimpi apa ia tadi malam ? sampai-sampai ia mendapatkan telepon dari appanya yang super duper sibuk itu.

~æ~æ~æ~

Minji Pov.

Aku rasa aku sudah mulai bisa melupakan Sehun , mungkin sedikit demi sedikit aku bisa mencintai Chanyeol. Ia benar-benar namja yang baik , setidaknya masih ada orang yang mau mencintaiku . Pikiran bahwa aku tak pantas dicintai itu seolah lenyap. Dia benar-benar namja yang sangat pengertian. Sejauh ini aku tak melihat Sehun , mungkin ia sudah sibuk dengan yeojanya entahlah aku tak perduli.

Aku memeluk bukuku erat-erat sembari berjalan menyusuri lorong sekolah yang terlihat lengang . Aku berjalan kearah kanan dan memasuki ruangan yang bertuliskan ‘perpustakaan’.Ada sebuah buku yang aku cari. Buku untuk referensi tugasku. Aku berjalan menuju rak paling ujung , sebelumnya aku meletakkan buku-bukuku diatas meja yang disediakan .

“Hmm.. Apa sih judul bukunya? Kenapa aku jadi lupa begini?.” Sial , otakku mendadak error . Mungkin karena guru bahasa Spanyol yang memarahiku karena terlambat tadi.

BRAKK
Tiba-tiba sebuah buku jatuh tepat diatas kakiku , aku meringis pelan memegangi kakiku yang nyeri akibat buku yang jatuh entah karena apa.

Aku berjongkok dan mengambil buku itu. Benar-benar buku yang sangat cantik.

Prisoner Of Love?” tanyaku bingung.

Aku membuka buku itu lembar perlembar. Menarik. Disini tertulis bahwa semua cinta itu punya penjaranya masing-masing. Dan semua sakit dan penantian akan terbalaskan. Apa maksudnya ini aku tak mengerti? Semua pasangan itu memiliki tahanan cintanya. Disaat seseorang jatuh cinta ia akan terkurung seperti dipenjara. Mereka  merasa benar-benar terkurung dan kesulitan untuk keluar dari penjara itu. Ingin kabur dari penjara , tapi tak bisa.Aaaah, seperti segel begitu?.

“Saat mentari bersinar , saat bintang menghiasi malam , saat bulan purnama bersinar terang , semua akan menuntunmu padaku .Langit sore yang menjadi jembatan siang dan malam , menjadi penghubung antara dua orang yang berbeda , semua itu akan menuntunmu padaku “aku membaca kalimat yang tertera pada buku itu. Konyol sekali , dibuku ini tertulis setelah membaca kalimat ini  berarti pembaca akan mengurung tahanannya.

“Apa maksudnya, sih? Kenapa cinta dihubung-hubungkan dengan penjara dan tahanan segala?” aku menutup buku itu dan tanganku menempel begitu saja pada cover belakang buku ini.Aduh apalagi sih ini!! Pakai acara menempel segala!.

“Aarrggg !!” aku menarik tanganku dan tanpa sengaja terbukalah halaman terakhir buku ini.

Aku memperhatikan ukiran yang berbentuk tulisan . Lihat! Ini tulisanku! Tertulis huruf “M&S” yang terlihat seperti inisial.

Minji & Sehun ? Kenapa aku jadi terpikir namja itu. Ah sudahlah , minatku membaca buku jadi hilang karena buku aneh ini.

Aku meniggalkan rak buku ini dan berjalan menuju mejaku. Aku menyelesaikan semua tugasku dengan nyaman di perpustakaanku tercinta ini. Hehehe..

~æ~æ~æ~

Aku berjalan menuju perpustakaan hendak membaca buku itu , buku yang sengaja aku sembunyikan di rak favoritku. Rasanya benar-benar sesak menghindari yeoja itu selama berhari-hari. Setiap hari aku selalu berdiam di kelas , dan tak ke kantin karena sudah pasti yeoja itu akan berada disana , dan pulang lebih sore dari biasanya .Supaya aku tak bisa melihat wajahnya . Entah kenapa saat melihat ia dan namjanya , aku benar-benar marah dan sakit.

Aku membuang nafas dengan kasar. Syukurlah sudah tak ada orang di perpustakaan. Aku melangkahkan kakiku menuju rak favoritku , dan mengambil buku itu . Setelah itu aku duduk di meja yang terletak di ujung sisi perpustakaan .

Aku membuka halaman 123 , Sebelumnya aku sudah membaca buku ini sampai dua kali.
Saat mentari bersinar , saat bintang menghiasi malam , saat bulan purnama bersinar terang , semua akan menuntunmu padaku .Langit sore yang menjadi jembatan siang dan malam , menjadi penghubung antara dua orang yang berbeda , semua itu akan menuntunmu padaku “aku membaca kalimat ini secara perlahan ini berharap  pada kalimat yang menjadi harapan kosongku. Aku berharap buku ini benar-benar bisa merubah nasib cintaku yang malang. Walaupun mungkin ini hanya sekedar lelucon atau omong kosong saja . Aku harap buku ini benar-benar nyata. Aku membuka halaman terakhir buku mitos ini. Tunggu , kenapa ada tulisan disini? .

‘M & S’ seingatku kemarin tak ada tulisan apa-apa disini. Bukankah aku sudah menyembunyikan buku ini agar tak ada orang yang membacanya ?. Aku melirik kekanan dan kekiri . Tak ada orang , itulah kesimpulan yang kutarik.

“Kapasitas panas gas ideal pada tekanan konstan selalu lebih besar dari pada kapasitas panas gas ideal pada volume konstan, dan selisihnya sebesar konstanta gas umum atau universil yaitu :  R = 8,317 J/mol 0K. , Hmmm.. laluu” aku menoleh kearah belakang kulihat ekspresi bingung yeoja itu sembari meletakkan pena birunya yang berbulu putih pada dagunya . Ia tak menyadari keberadaanku. Aku hanya bisa memandangnya dari sini . Tanpa berani mendekatinya.

Matanya , bibirnya yang mungil , aroma parfumnya. Entah kenapa aku merindukan semua yang terletak padanya. Aku menunduk dan kembali memperhatikannya , tanpa berani mendekatinya . Ia melihatku dengan ekspresi kagetnya . Rasanya benar-benar canggung . Aku beranjak dari tempat dudukku dan berjalan kearah pintu . Namun tiba-tiba ia membuka mulutnya untuk mengeluarkan beberapa kata “ Tunggu sebentar”.

Aku pun menghentikan langkahku sembari menghirup nafas dalam “ada apa?”.

“Apa eommeoni baik-baik saja?” ternyata ia hanya ingin bertanya tentang eomma , kenapa aku malah ingin ia bertanya hal lain.

Aku tersenyum sekedarnya tanpa membalikkan badanku untuk menatapnya “baik-baik saja mungkin” .

“apa maksudmu mungkin?”

Akhirnya aku membalikkan badanku untuk menatapnya. Menatap mata bening berwarna kecoklatan yang kurindukan. “Tak bisakah kau kembali kerumahku? Eomma sangat merindukanmu” .Sebenarnya aku juga merindukanmu Minji~a.

“Benarkah?” ia hanya tersenyum kecut ,dan mengalihkan pandangannya kearah kelantai.

“Begitu juga aku” ia menatapku tak percaya.

“Maaf tapi aku tidak bisa” Ia meninggalkanku yang tetap terdiam ditempatku . Berarti dia akan tetap berada disisi namja itu. Aku mengerti , mungkin ini adalah balasan atas segala kemunafikanku.

Author Pov.

“Maaf aku tidak bisa” Minji meninggalkan Sehun yang terdiam ditempatnya . Minji berlari menuju tempat ia memarkirkan mobilnya . Rambutnya yang ia gerai berayun kekanan dan kekiri karena kecepatan larinya yang terlalu kencang. Rasa sesak kembali menyelimuti Minji.

Ia menekan remote mobilnya dan buru-buru masuk kedalam mobilnya . Ia memegang stir mobilnya erat sembari terus berkata “Aku tak apa” “Aku benar-benar bahagia saat ini” . Minji menutup matanya dan menyandarkan kepalanya pada stir mobilnya.

Setelah rasa sesak itu mulai menghilang ia menghidupkan mesin mobilnya dan pulang kerumahnya.

Di sepanjang perjalanan ia terus teringat wajah Sehun serta semua kenangannya bersama Sehun. Setelah sampai di pekarangan rumahnya , ia turun dengan wajah suram . Minji berjalan memasuki rumahnya , ia merasa ada yang mengikutinya . Mungkin hanya perasaannya saja  ,pikirnya .

Minji pun kembali masuk kerumahnya dengan perasaan kacau. Hanya bertemu dengan Sehun saja pertahanan yang selama ini ia buat runtuh. Apa ia masih mencintainya?. Apa cinta pertama yang menyakitkan sekaligus membahagiakan itu masih bersemayam dalam hatinya?.

“Aku pulang ..” ujarnya.

“Noona!”  pekik Jinkyo .

“Eo? Jinkyo~a kau sudah makan?” tanya Minji dengan senyum yang dipaksakan .

“Eum , aku makan banyaaakk sekallli noona “ pamer Jinkyo pada Minji.

“Benarkah?” Minji mengelus puncak kepala adiknya itu.

“AAAAAAAA!!!!!!!!!” tiba-tiba ia mendengar teriakan dari arah belakang.

Salah satu pelayannya disandera!!.

Setelah teriakan itu keluar beberapa namja yang ditutupi topeng mengepung rumah Minji.

“Yakk!! Siapa kalian!!” pekik Minji.

~æ~æ~æ~

Sehun masih membeku di tempatnya.Deringan dari handphonenya mengusiknya. Ia menerima panggilan dari penelpon dengan perasaan sedikit malas .

“Ya eomma?”

“Oh Sehun ! Apa kau tahu rumah Minji sekarang?!” ujar eomma Sehun dengan suara yang terdengar panik.

“Ya , tapi ada apa dengan suara eomma?” tanya Sehun cemas.

“Minji..Minji.. di..dia dalam bahaya!! Eomma mohon kau selamatkan dia!! Mereka akan membunuhnyaa!!” pekik eomma Sehun panik. Setelah mendengar perkataan eomma Sehun . Sehun berlari sekencang mungkin menuju mobilnya. Ia langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“Minji~ah , bertahanlah” gumam Sehun cemas .

Sehun benar-benar terlihat panik. Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Minji.

Apa yeoja itu akan baik-baik saja?

Ciiiittt…

Bunyi roda Sehun terdengar di pekarangan rumah Minji. Setelah itu Sehun buru-buru turun dan membanting pintu mobilnya . Ia langsung berlari dengan nafas tersengal-sengal . Namja itu mendobrak pintu rumah Minji.

Ia langsung mencari sosok Minji .

“Minji~A!!” teriak Sehun masih dengan nafas tersengal-sengal.Minji tengah diikat dengan mulutnya yang ditempeli lakban hitam.

Minji menangis sembari terus berusaha mengucapkan sesuatu namun ia tak bisa mengatakannya karena mulutnya yang dihambat lakban hitam itu.

Namja bertubuh seram itu keluar dari balik badan Minji ia menodongkan pisau tajam itu kearah leher Minji , memain-mainkan pisau itu seolah mainan yang sangat menarik.

Sehun mengepalkan tangannya , menahan emosinya yang akan meluap. Ia langsung menendang pisau laki-laki itu dan membuat pria itu tersungkur kebelakang. Sehun mendaratkan tinjuannya pada wajah namja itu  berkali-kali.

BUG..BUG..BUG.

“PERGI KAU DARI SINI BRENGSEK!!” Namja itu meringis kesakitan , salah satu rekannya berlari membawa berkas penting perusahaan appa Minji keluar dan memberi isyarat pada teman-temannya untuk kabur dari rumah Minji. Namja yang menjadi objek emosi Sehun pun mendorong badan Sehun dan buru-buru kabur ikut menyusul teman-temannya yang sudah duluan kabur.

“Hei!!” Sehun hendak mengejar para penjahat itu , hanya saja melihat Minji yang tengah menangis dan meringis kesakitan akibat ikatan yang begitu menyiksa itu lebih mengalihkan perhatiannya. Sehun berlari menghampiri Minji dan melepaskan segala ikatan Minji. Setelah itu ia melepaskan lakban hitam itu perlahan.

“Minji~ah , gwenchana?” tanya Sehun cemas memegangi kedua pipi Minji agar menatap matanya dengan jelas.

“Le..pas..kan” ujar Minji lemah. Pegangan Sehun pun merenggang. Ia menurunkan tangannya perlahan , terbersit pandangan kecewa dari matanya.

“ Aku tahu kau marah padaku , tapi-“

Minji memotong perkataan Sehun dengan cepat “ Untuk apa aku marah padamu kau bukan siapa-siapaku “ Minji tersenyum kecut.

“Tapi kau-“ Tiba-tiba suara ringtone unik berdering pada saku celana milik Sehun. Sehun pun membuang nafasnya kesal , ia menarik handphonenya dan menerima panggilan itu .

“Yeobseyo , ya , Minji sudah baik-baik saja eomma” terang Sehun.

“Kau harus membawanya kerumah kita , karena mereka akan datang lagi dan mengincar Minji .”titah eomma Sehun , Sehun melirik Minji sekilas , yeoja itu masih memandang lantai rumahnya tanpa memandangnya sedikitpun.

“Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa mereka mengincar Minji ?” tanya Sehun bingung. Setidaknya ia berharap eommanya menjawab salah satu pertanyaan dari beribu-ribu pertanyaan dalam otaknya.

“Nanti saja eomma ceritakan , sekarang kau bawa saja Minji kesini , arasso?” titah eomma Sehun.

“Aku akan coba eomma , sampai dirumah nanti” ujar Sehun masih dengan tatapan kecewanya.

Sehun berjalan mengitari rumah Minji dan mencari-cari letak kamar Minji.

“Kau mau apa?” tanya Minji dingin.

“Mencari kamarmu “ jawab Sehun datar.

Minji berdiri namun ia terjatuh karena kakinya yang terkilir .

Sehun tak memperdulikan teriakan dari Minji dan terus membuka setiap ruangan yang ia temui. Sehun tersentak saat ia membuka salah satu ruangan yang  ada di rumah Minji , diruangan itu terdapat pelayan-pelayan Minji yang bersembunyi dan salah satu pelayan yang tengah memeluk anak laki-laki yang terlihat ketakutan sembari terus bergumam “Minji noona”.

Sehun menghela napas pendek .”Kalian semua pelayan Minji kan? Tolong bereskan barang-barang Minji dan barang-barang kalian , termasuk barang bocah ini “ ujar Sehun dengan ekspresi datarnya.

“E..eh ye “ Pelayan-pelayan Minji itu berusaha berdiri , namun mereka terjatuh serentak karena sensasi takut yang masih menyelimuti mereka.

Sehun membalikkan badannya dan kembali menghampiri Minji . Ia menggendong Minji dengan ala Bridal Style sementara Minji ia terus berteriak dan memukul-mukul Sehun .

“Hei , namja brengsek ! turunkan aku!!” pekik Minji.

Sementara Sehun tak memperdulikan teriakan Minji dan terus menggendong Minji saat hendak keluar dari rumah Minji , Sehun bertemu Chanyeol yang barusaja hendak memasuki rumah Minji.

Chanyeol terbelalak melihat Minji yang berada dalam gendongan Sehun. Sehun menatap Chanyeol tak acuh . “Permisi kami mau lewat” ia melalui Chanyeol begitu saja. Minji tak enak hati pada Chanyeol ia terus berteriak pada Sehun untuk diturunkan namun namja itu tetap saja mengacuhkan perkataan Minji.

Sehun mendudukkan Minji di jok depan mobilnya. Ia pun ikut masuk kedalam mobil sportnya dan menghidupkan mobilnya serta mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi., Chanyeol berbalik , namja itu terlihat menundukkan kepalanya .

“Ternyata kau sudah kembali dengan namja itu Minji~A” ujar  Chanyeol putus asa.

~æ~æ~æ~

“Kau mau bawa aku kemana!” pekik Minji menatap Sehun dengan garang.

“Ke rumahku” jawab Sehun datar memperhatikan jalanan yang masih terlihat ramai.

“Aku tidak mau! Turunkan aku sekarang” bentak Minji.

“Mereka masih mengincarmu!! Setidaknya dengarkan aku kali ini!” nada bicara Sehun berubah tinggi.

“Mereka siapa? Aku tidak punya musuh !” balas Minji dengan nada yang tak kalah tinggi.

“Kau tidak tahu betapa cemasnya aku dari sekolah kerumahmu hanya demi kau! tak bisakah kau membicarakan hal lain? Seperti berterima kasih?” tanya Sehun  .

Minji terdiam , ia menoleh kearah Sehun . Ia tertegun melihat peluh yang bercucuran pada wajah namja itu masih terlihat jelas.

“..” Minji hanya bisa diam , ia mengurungkan niatnya untuk mengucapkan kata ‘terima kasih ‘ pada namja yang sudah terlanjur melukai hatinya.

Akhirnya Sehun dan Minji hanya diam dalam perjalanan menuju rumah Sehun.

Sehun turun dari mobilnya dengan raut kesal , meskipunan masih kesal dengan Minji namja itu tetap membantu Minji untuk turun . Ia memapah Minji meskipun mendapat penolakan dari yeoja itu.

“Barang-barangku, teman-temanku , dan juga Jinkyo?” tanya Minji tanpa menatap mata Sehun.

“Teman-temanmu siapa? Pelayan-pealayanmu? Jinkyo? Siapa itu?” Sehun menaikkan alis sebelah kirinya dan memiringkan kepalanya melihat wajah Minjin yang tertutupi rambut.

“Yakk bagaimana dengan mereka? Kenapa kau malah balik bertanya” protes Minji .

“Mereka semua akan di jemput orang-orang eommaku” jawab Sehun .

Ternyata eomma Sehun sudah menunggu di depan pintu.

“Omona! Minji~a kau tak apa?” pekik Ny. Oh menghampiri Minji dan Sehun.

“Ye , eommeoni . Aku baik-baik saja” ucap Minji berusaha memaksakan senyumnya.

“Baik-baik saja apanya ? Lihat eomma kakinya terkilir” Sehun menunjuk kaki kanan Minji dengan ekspresi polosnya.

“Apa perlu kita kerumah sakit?” tanya eomma Minji khawatir.

“Aniyo! Aku benar-benar baik saja “ Minji mengibas-ngibaskan tangannya .

“Yasudahlah kalau begitu , Sehun~a kau bawa Minji kekamarnya ya” eomma Sehun menatap anak semata wayangnya itu dengan mata indahnya.

“ya” jawab Sehun singkat , ia melalui eommanya dan membantu Minji menaiki tangga.

“Ah , benar-benar rumit dan makan waktu “ Sehun mengomel dan berhenti memapah Minji , ia malah menggendong Minji dengan ala bridal style dan berjalan menaiki anak tangga.

Minji memalingkan wajahnya.

“Kau benar-benar namja aneh” ucap Minji ketus.

“Kau yang lebih aneh ! tinggal dengan seorang namja dan hanya berduaan dirumah .!” Sehun menatap Minji kesal.

“Apa kau bilang? “ Dahi Minji mengernyit , akhirnya ia menatap mata Sehun , dan kebetulan Sehun sedang memperhatikan wajah yeoja itu. Hati Minji mencelos. Sudah lama sekali ia tak menatap bola mata tajam milik namja itu. Dilihatnya senyum tersenyum tipis .

“Ke..kenapa kau tersenyum begitu?” .

“Tidak kenapa-kenapa” jawab Sehun seadanya. Akhirnya mereka sudah berada didepan pintu kamar Minji .

“Hey nona , cepat buka pintunya! Kau tak lihat tanganku sudah penuh karena menggendongmu” titah Sehun.

“Siapa juga yang menyuruhmu menggendongku?” balas Minji tak terima.

“Kenapa kau berisik sekali sih? Buka saja pintunya !” ucap Sehun emosi , akhirnya Minji membuka pintu kamarnya . Ia tertegun , tatanan kamar itu masih sama seperti saat terakhir ia meninggalkan kamar ini.

Sehun menidurkan Minji pada kasur yang disediakan untuk yeoja itu. Setelah itu ia keluar tanpa mengucapkan apa-apa.

Minji hanya terdiam di tempatnya memperhatikan punggung Sehun yang berjalan menjauh meninggalkan kamarnya.

Yeoja beparas manis itu menundukkan kepalanya membiarkan rambutnya jatuh menutupi wajahnya.

“Apa yang harus kulakukan?” gumamnya pelan , nyaris tak terdengar.

Tok..tok.

“Ya, masuk” ucap Minji.

“Minji~a , lihat eomma  bawakan ini untukmu , ini obat terkilir . Kau olesi saja obat ini pada kakimu “ Ny. Oh mengacungkan sebuah botol kecil berwarna hijau  pada Minji.

“Arasso , gamsahamnida eommeoni , maaf karena harus merepotkan eomma . Aku jadi harus tinggal disini lagi” ucap Minji canggung , ia merasa canggung karena sudah lama tak bertemu dengan yeoja paruh baya yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri ini.

“Baiklah , kalau begitu eomma turun dulu ya” ujar eomma Sehun kembali menutup pintu kamar Minji.

Sehun Pov.

Aku duduk diatas sofa sembari menerawang. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa yeoja itu diincar ? Apa dia akan baik-baik saja kalau tinggal disini?.

Tapi ada sesuatu yang terasa aneh dalam benakku. Kenapa penjahat-penjahat itu sama sekali tak melawan? . Mereka seolah-olah hanya menerima pukulan atau tendangan dariku?.

Aku melihat eomma menuruni anak tangga. Aku memandangi eomma meminta penjelasan tentang hal ini.

“Iya-iya sabar. Tak usah melihat eomma seperti itu” eomma ikut duduk di sofa di hadapanku.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” aku benar- benar penasaran saat ini.

“Begini , appa Minji itu punya saingan yang ingin menjatuhkan perusahaannya. Jadi , mereka ingin membunuh Minji untuk membuat appa Minji terpuruk . Ah ya mereka juga mengincar berkas rahasia perusahaan appa Minji yang ada dirumah Minji.” Jelas eomma padaku. Tapi tunggu dulu berkas ? Jangan-jangan berkas tadi yang dibawa penjahat itu.

“Rahasia? Berupa berkas begitu eomma?” tanyaku pada eomma yang terlihat terus mengedip-ngedipkan matanya. Tak biasanya , apa mata eomma kelilipan?.

“Mungkin ,eomma tidak tahu dengan pasti” ujar eomma mengendikkan bahunya.

“Apa mereka akan baik-baik saja disini? Mereka tak akan mengejarnya lagi kan?” tanyaku membesarkan mataku pada eomma.

Eomma kembali mengangkat bahu dan memberikan jawaban yang tak dapat membuat hatiku plong “eomma rasa akan baik-baik saja” .

“Baiklah , aku kekamar dulu” aku berdiri dan memasukkan kedua tanganku kedalam kantung celanaku. Aku berjalan menuju tangga , dan menaiki anak tangga itu satu persatu . Setelah itu aku membuka kamarku dan setelah pintu tertutup . Aku loncat-loncat bagaikan orang gila. Aku berhenti dan berdeham melihat kekanan dan kekiri. Untunglah tak ada yang melihatku , aku hanya bisa tersenyum simpul. Mengingat tingkah konyolku yang melompat kegirangan hanya karena ia kembali.

Aku mondar-mandir . Menggeser pintu kaca yang membatasi antara kamarku dan balkon kamarku. Aku keluar dan menghirup nafas dalam . Aku merasakan semilir angin sepoi-sepoi dengan mata terpejam. Rasanya sangat damai. Saat aku hendak kembali masuk kedalam kamar , langkahku terhenti karena melihat seorang gadis terlihat sedang menumpukan tangannya pada dinding balkon kamarnya , pandangan gadis itu terlihat menerawang.

“Sedang apa kau disana?” entah atas perintah siapa mulutku ini bicara seenaknya .

“Menunggu langit sore“ jawabnya tanpa memandangku.

Aku menarik salah satu ujung bibirku “untuk apa?” .

“Aku hanya tertarik pada salah satu buku yang aku baca , katanya langit sore itu adalah jembatan “ jawabnya masih tak memandangku. Setidaknya dia menjawab pertanyaanku dan tak mengabaikannya , aku sudah cukup bersyukur . Sebenarnya aku lebih senang ia marah dan mengamuk daripada harus mendiamkanku seperti hari-hari sebelumnya.

“Sepertinya aku juga pernah mendengar analogi seperti itu” aku pun ikut menumpukan tanganku pada tembok pembatas balkon kamarku.

“Bagaimana Haneul? “ mendadak ia mengeluarkan pertanyaan aneh , kenapa dia menanyakan Haneul padaku ? mana aku tahu ? memangnya aku ibunya?.

“Yah , seperti itulah” jawabku sekedarnya.

Aku pun ikut memandangi langit , ternyata langit itu indah ya.

Sesekali aku melihatnya , dia terlihat tak bergeming di tempatnya .

“Aku masuk dulu” tiba-tiba ia mengeluarkan kalimat yang membuat hatiku mencelos. Tunggu ada apa denganku?.

Aku memperhatikan sekitar. Melihat pemandangan yang awalnya hijau berubah menjadi oranye. Musim gugur sudah menggantikan musim panas. Entah kenapa tiba-tiba bibirku tertarik keatas. Aku melompat-lompat ditempatku.”Yes! Yes!” aku bersorak tanpa suara.
Rasanya aku benar-benar lega , gadis itu kembali kesini.

Author Pov.

Seorang wanita paruh baya. Keluar dari rumahnya dan masuk kedalam mobilnya. Ia menyuruh supirnya mengantarkannya kesebuah warung kopi kecil. Setelah itu ia masuk dan melihat kearah kanan dan kekiri.Ia memasuki warung kopi itu , dan mendapatkan peghormatan dari beberapa orang yang menduduki meja no 3.

“Annyeonghasimnikka, Nyonya” sapa mereka.

“Bagus, kalian berhasil memainkan peran kalian dengan baik .Tapi, gara-gara kalian kaki calon menantuku itu jadi terkilir. Aku kan sudah bilang kalian hanya menakut-nakuti saja.Mana dia map yang kalian ambil?, aku harus mengembalikannya pada tuan Park.”ujar nyonya Oh panjang lebar

“Ini nyonya” salah satu dari pria itu memberikan sebuah map ketangan nyonya Oh.

“Ini bayaran kalian, maaf membuat kalian terluka” ujar Nyonya Oh berlalu meninggalkan mereka dan kembali masuk kedalam mobilnya.

Di dalam mobil , nyonya Oh mengeluarkan ponselnya dan menelfon tuan park.

“Iya, semuanya sudah lancar. Bagaimana dengan map ini?. Apa mau dikirimkan langsung? “tanya nyonya Oh dengan tuan Park diseberang sana.

“Tidak usah , oh ya! Nyonya Oh, saya mengirimkan paket untuk Minji, apa sudah sampai? Saya sudah mengirimnya lima hari yang lalu, apa masih belum sampai?. “.

“Saya juga belum tahu, nanti kalau sudah sampai saya akan menghubungi tuan “ucap nyonya Oh.

“Aku titipkan putriku padamu nyonya Oh, kumohon jaga dia baik-baik”ujar tuan Park.

“Ahahaha, tuan Park ini seperti sama siapa saja. Tentu saja saya akan jaga Minji baik-baik”nyonya Oh tersenyum. Setelah itu ia mematikan sambungan telponnya. Dan, kembali ke rumah.

~~~

Sehun berbaring diatas kasurnya, ia menatap langit-langit kamarnya sambil meghela nafas berat. Ada raut kesedihan pada wajahnya.” Sebenarnya ada apa denganku?, apa aku menyukai Minji?”. Ia kembali menghela nafas.”Lalu, bagaimana dengan perasaanku terhadap Haneul?Kalau aku menyukai Minji , lalu perasaanku untuk Haneul itu apa?”lagi-lagi ia bergumam.

“Ah. Mana mungkin” Sehun mengganti posisi tidurnya dan menatap lemarinya. Ia beranjak dan berjalan mendekati lemarinya saat ia ingin membuka lemarinya. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Sehun mengurungkan niatnya dan membuka pintu kamarnya.Ia melihat gadis itu sedang memalingkan wajahnya. Tak memandang Sehun. Gadis itu hanya mengeluarkan kata-kata singkat. “Saatnya makan malam,cepat turun”.Setelah itu ia turun tanpa memandang ataupun membiarkan Sehun untuk membuka mulutnya.Sehun pun melebarkan pintunya. Ia mengikuti gadis itu menuruni tangga. Sehun menarik salah satu kursi meja makan setelah sampai di meja makan. Ibunya sudah menunggunya dengan makanan yang sudah penuh diatas meja makan.

“Kenapa kau lama sekali?” ujar nyonya Oh melihat Sehun yang sudah menyiapkan sumpitnya.

“Aku hanya ketiduran”ucap Sehun singkat.

“Oh ya, Minji~a. Ini ada paket untukmu” nyonya Oh mengambil sebuah paket yang terletak disalah satu kursi kosong disampingnya.

“Eh?, ya. Gamsahamnida eomeoni,”Minji pun menyambut paket itu.

“Itu paket dari appamu” terang nyonya Oh.

“Nah, ayo kita makan” ucap nyonya Oh sambil tersenyum senang.

“Eh, tunggu dulu. Tolong panggilkan Jinkyo di kamarnya” ujar nyonya Oh kepada pelayan yang berdiri disampingnya.

“Baiklah, nyonya” pelayan itupun membungkuk kearah nyonya Oh, dan pergi menuju kamar Jinkyo yang sudah disediakan oleh keluarga Sehun.

Nyonya Oh, menatap Sehun dan Minji yang terlihat diam-diam saja. Raut wajah Minji begitu dingin. Lain halnya dengan Sehun yang sesekali melirik Minji. Pelayannya pun kembali dengan Jinkyo dibelakangnya. Anak itu membungkuk dan tersenyum kearah nyonya Oh.Menunjukkan senyumann imutnya .

“Jinkyo~Ah, ayo duduk disini” nyonya Oh menepuk-nepuk kursi disebelahnya.Jinkyo pun menurut dan duduk disebelah nyonya Oh.

“Hmm, mulai sekarang kau panggil aku eomma, mengerti??”nyonya Oh tersenyum sambil mengelus-elus rambut Jinkyo. Jinkyo pun tersenyum sumringah. Ia mengangguk-anggukkan kepalanya cepat.

“Nah, ayo makan” . Mereka pun makan dengan tenang. Minji mengeluarkan senyumannya begitu tatapan matanya bertemu dengan nyonya Oh, ataupun Jinkyo. Tapi , saat pandangannya bertemu dengan Sehun. Senyuman itu memudar.Setelah makan malam itu selesai. Minji berjalan dengan langkah berat menuju kamarnya. Ia duduk dipinggir tempat tidurnya, sambil menghela nafas berat. Ia menaruh oaket yang diterimanya disampingya . Setelah itu ia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju balkon kamarnya.

Ia memandangi lampu-lampu jalan, gedung, dan beberapa rumah yang bersinar di tengah gelapnya malam.

“Aku harus bagaimana mengatasi semua ini?” tanyanya memandang lurus.Minji menoleh begitu mendengar suara pintu yang dibuka dari arah sampingnya. Sehun juga berjalan menuju balkon kamarnya, pria itu membuka pintu yang membatasi antara kamar dan balkon.

Minji masih menolehkan kepalanya, menatap Sehun yang menatap lurus kedepan, semilir angin sepo-sepoi membuat poni pria itu berayun ke kanan dan kekiri. Wajah dingin yang begitu Minji rindukan. Ia benar-benar tampan dengan raut seriusnya. Minji terus memandangi Sehun.

~æ~æ~æ~

Seorang pria tengah sibuk memperhatikan gadisnya yang tengah memandangi pria lain. Chanyeol, hanya bisa duduk didalam mobilnya, ia tetap bergeming menatap Minji yang tengah memperhatikan Sehun amat lekat. Pandangan gadis itu benar-benar tak terlepas dari Sehun.” Jangan bohong padaku, kau masih mencintainya. Minji~ah” Chanyeol memalingkan wajahnya sambil menundukkan kepalanya. Sebenarnya, ia sudah berada disini sejak lama. Pria ini mengikuti mobil Sehun diam-diam. Dan, berharap Minji akan menghubunginya dan memberikannya penjelasan atas semua ini.Namun, penjelasan itu tak kunjung didapatkannya. Ia pikir Minji benar-benar sudah melupakan dirinya.Chanyeol menghidupkan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan kediaman Sehun.

“Kau tak bisa tidur?,” tanya Sehun tanpa memandang Minji, ia masih memandang lurus kedepan dengan kedua tangan yang dimasukkan kedalam kantong celana.

Minji tersadar, setelah itu ia kembali memandangi lampu-lampu yang menghiasi indahnya malam. “eum” ia hanya menjawabnya dengan gumaman kecil.Sehun terdiam, begitu juga Minji. Mereka hanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sesekali Sehun melirik Minji yang masih memandangi indahnya malam. Gadis itu benar-benar terlihat cantik dimatanya.

“Apa… kau.. mem..ben..ciku?”tanya Sehun dengan tersendat-sendat. Minji tersenyum, tanpa memandang Sehun. “Aku hanya kecewa”jawab Minji singkat.Gadis itu masih tak menatap mata Sehun. “Maksudmu?,” Sehun mengerutkan dahinya.”Aku kedalam dulu” Minji membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Sehun yang terlihat hendak membuka mulutnya. Pria itu hendak menanyakan maksud Minji. Tapi, gadis itu malah pergi meninggalkannya.Sehun hanya bisa menatap punggung Minji, ia menggenggam cincin yang menjadi bandul kalungnya.”Kelihatannya lukamu terlalu besar, maafkan aku”Sehun menunduk , dia benar-benar merasa bersalah pada Minji.

~æ~æ~æ~

    Suasana pagi yang cukup hangat membuat seorang pria betah berlama-lama berada didalam selimutnya. Namun, pria itu mendengar teriakan yang begitu memekakkan telinganya.”Hei. sampai kapan kau mau tidur disana?. Kau sudah terlambat !” eomma Sehun berteriak dari balik pintu.Sehun mengucek-ngucek matanya asal. Akhirnya ia mengalah dan berteriak “ya, aku sudah bangun”. Ia pun bersiap-siap mandi dan setelah itu ia memakai seragam sekolahnya. Dan, berjalan keluar kamarnya. Ia turun dan tak  melihat satu penghuni lagi. Minji, gadis itu tak ikut duduk di meja makan. Hanya ada Jinkyo dan ibunya saja.

“Kemana dia?,”tanya Sehun pada ibunya.”Siapa?. Minji?,” nyonya Oh balik bertanya.”Ya”jawab Sehun singkat dan menarik kursinya. Ia ikut sarapan bersama Jinkyo dan ibunya.Nyonya Oh mengoleskan selai coklat pada roti Jinkyo. Ia tersenyum kearah Sehun.

“Dia sudah berangkat duluan,” terang nyonya Oh. Tiba-tiba Jinkyo yang berada tepat disamping Sehun mengisyaratkan Sehun untuk mendekatkan kuping Sehun kepadanya.

Sehunpun mendekatkan telinganya kearah Jinkyo.”Minji noona, berangkat bersama Chanyeol hyung. Tapi, hyung jangan bilang-bilang, ya?” terang Jinkyo polos. Anak itu sudah berjanji akan merahasiakannya dari nyonya Oh. Nafas Sehun tercekat, ia tersenyum pahit.

“Oh, jadi begitu.”Ucapnya singkat.Nyonya Oh memandang Sehun dan Jinkyo curiga.”Apa yang kalian sembunyikan dari eomma?.Ayo mengaku” desak nyonya Oh.

“Jinkyo bilang dia ingin ke Lotte world” jawab Sehun sembarangan.”Benarkah, Jinkyo~a?. Kalau begitu nanti kita pergi kesana ,ya?”eomma Sehun tersenyum kearah Jinkyo. Jinkyo pun menatap Sehun bingung , setelah itu ia tersenyum polos. “Horeee” soraknya riang. Ekspresi Sehun kembali dingin .Ia bilang bahwa ia sedang tak selera makan , dan memutuskan ke sekolah tanpa sarapan terlebih dahulu.

“Hei, Oh Sehun..Hei!Kau mau kemana!!!” pekik nyonya Oh kepada anaknya yang berlalu begitu saja.

~æ~æ~æ~

   “Aku akan ke New York besok” ujar Chanyeol yang masih mengemudi mobilnya, tatapan pria itu berubah dingin.

“Baiklah, kalau begitu aku akan menunggumu pulang”ujar Minji mnegulas senyumannya. Tatapan Chanyeol tetap tak berubah. Ini saatnya ia melepaskan perasaannya. Perasaaan yang begitu besar terhadap Minji. Gadis yang selalu mengisi hari-harinya.

“Tak perlu, aku ada urusan. Aku ingin kita mengakhiri semuanya”ujar Chanyeol  tetap menatap lurus kedepan tak memandang mata gadis itu. Sementara Minji, ia menatap pria itu tak percaya. Ini bahkan baru permulaan baginya.

“A..a..pa maksudmu?, Ini bahkan baru permulaan bagiku. Kau..kau bilang kau akan menungguku sampai aku melupakan dia”ujar gadis itu tersendat-sendat.Matanya berkaca-kaca. Namun, Chanyeol tak kunjung menatapnya. Dia tetap tak menatap mata gadis itu, gadis mungil yang begitu dicintainya.Minji tersenyum kecut. “Apa kau sudah bosan padaku? Makanya kau memutuskanku seperti ini?”. Gadis itu memalingkan wajahnya menatap kaca mobil Chanyeol, menyaksikan dedaunan yang sudah berubah warna menjadi jingga.

“Aku tak perduli dengan opinimu tentang alasan aku memutuskanmu. Yang jelas, aku ingin mengakhiri semuanya” pria ini sudah berubah menjadi orang yang tak Minji kenal. Nada uca-
pannya berubah dingin, ia mengatakannya tanpa ekspresi.

“Setidaknya berikan aku alasan!!!” gadis itu meninggikan suaranya, ia benar-benar frustasi dengan sikap Chanyeol yang berubah mendadak .

“Aku hanya ingin mengakhirinya” ujar Chanyeol datar. “Turun, kita sudah sampai” ujarnya lagi.”Baiklah, terima kasih untuk semuanya, dan terima kasih karena sudah mengantarkanku”
Minji turun, tangannya bergetar. Ia hanya bisa mengeratkan pegangannya pada tas sandang miliknya. Langkahnya terasa berat, ia berjalan perlahan menuju kelasnya. Tubuhnya disana tapi, pikiran gadis itu melayang-layang entah kemana.

TBC

Akankah Minji kembali kepada cinta pertamanya?

Apakah alasan Chanyeol berangkat ke NY?

 

Author’s Note :

Chingudeul.. Maaf yaa author lama banget updatenya~~

Oh iyaa, author boleh tanya kalian dari daerah mana aja ? soalnya author mau release novel Prisoner of love, tapi ada beberapa alur yang dirubah dan lebih mendetail, serta bahasa yang lebih enak dan bahasa yang author perbaiki. J Jangan lupa comment yah,, insyaallah 3 bulan lagi author mau buat novel J)

Sampai jumpa lagii :**** jangan lupa comment nyaa yaaah 😀

146 responses to “Prisoner Of Love [Love~13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s